a/n : Makasih yang udah pada ripiuw dan bilang fic Macho bagus. Padahal menurut Macho garing ah hehe biasa aja.
(ps : Yoon-Addict : Sekali situ bilang ane 'boy' kurasengan kau! Wkwk tapi makasih udah ripiuw walau enggak buat akun! Eiiy, tadinya aku pengen buat pen name FanyFany tapi ga jadi xp Gapapa ga buat akun juga, aku ga maksa :))
Oke selamat membaca :D
Keluarga Oenyoe-Oenyo hijrah ke Bandung
Rate : K+ - T
Genre : Humor – Family
Pairing : PainxKonan, dkk (?)
Main Chara : Akatsuki
Summary : Konan yang hobi arisan di rumah temannya yang notabenya juragan kaya raya, berhasil mendapatkan tiket liburan gratis nonton konser di Hollywood sekeluarga. Konan dan keluarga langsung sujud syukur (?) dan memulai belajar bahasa Inggris. Tapi sayang, mereka enggak punya passport dan visa untuk pergi ke Hollywood dan yang terpenting lagi, di desa Konoha dkk enggak punya bandara + pesawatnya. Naik kapal? Mahal bo! Dan apa yang akan Pain lakukan untuk menyelamatkan keluarganya agar bisa bertemu dengan Robert Pattinson dkk?
Warn : OOC, maybe AU..maybe not, anggap saja Keluarga Oenyoe-oenyoe ini berbahasa Jepang oke? Dan ada transgender di sini. Don't like, don't read, if you mind to read, please read and enjoy :D
Chapter 2 – Emak menang arisan euy!
Seperti janji Macho kemarin, Macho akan melanjutkan kisah Keluara Oenyoe-Oenyoe ini. Ehem, kita mulai saja dari pagi hari yang cerah ini, dimana para anggota keluarga Oenyoe-Oenyoe sedang melakukan aktifitasnya masing-masing. Ada Pain yang sedang ngebenerin toilet karena sering bocor, ada Konan yang sedang nyuci baju dengan cara manual (maksudnya digosok diatas papan, jaman di Konoha belom ada mesin cuci), ada Tobi yang sedang rebutan remote tv sama Sasori. Karena hari ini adalah hari minggu, kuturut Ayah ke kota naik bajaj –plak- maksudnya karena ini hari Minggu, pilem kesukaan Tobi alias Power Ranger sedang tayang pukul 7 pagi, tapi sayang, jam tayang power ranger adalah jam tayang pilem Barbie Bollywood (?) kesukaan Sasori, jadi aja mereka rebut-rebutan.
"Tobi duluan! Sasori kan kakaknya Tobi!" rengek Tobi.
"A wa dekinai*! Mentang-mentang situ adik gue jadi situ semena-mena! Enggak, Barbie tuh film melegenda!" cletuk Sasori. (*= Oh tidak bisa!). Tobi manyun, Sasori menjulurkan lidah, akhirnya keduanya pok-pok-ame-ame (?) untuk membuktikan siapa yang menang.
Lupakan soal mereka berdua, kembali ke Deidara yang sedang telepon-telepon sama Zetsu. Teleponan pake apa? Berhubung sekarang konoha sedang dilandai gosip wabah influenza, jadi burung tweety terpaksa harus divaksin dulu, jadi Dei dan Zetsu telepon-teleponan pake gelas plastik yang dihubungkan dengan benang (ga modal). Hidan sedang komat-kamit di kamarnya, nyantet Zetsu agar Deidara tidak lagi mendekati Zetsu. Ckck, oh Janshin-sama~ #plak. Itachi sibuk berkutat dengan majalah kecantikan yang dibintangi oleh artis-artis Korea. Andai wajahku mulus seperti mereka~ batinnya. Kisame lagi buat sarapan, setiap hari Minggu, Kisame suka berkunjung ke keluarga Oenyoe-Oenyoe untuk bersilaturahmi (?) dan juga ikut berkumpul bersama. Ingat? Kisame sudah termasuk dalam anggota keluarga Pain, dan dengan senang hati, Kisame juga suka membuatkan sarapan berupa ikan bakar gosong.
Hmm, sepertinya sudah semua—oh ada yang kelupaan. Apa kalian bisa menebaknya? Yap benar sekali (ckck kayak di pilem Dora aja -.-) Dimana Kakek Kakuzu~? #plak sumpah si Author pengen jadi Dora apa ya?.
TUT! Sebuah tombol menunjukkan ke arah Kakuzu yang sedang ngitung duit monopoli.
Yap, benar sekali! #author dirajam readers. Kakuzu yang sibuk main monopoli langsung main memonopoli uang lawan mainnya. Kakuzu ketawa laknat.
"Hwahaha, lihatkan? Walau udah tua, tapi aki paling jago main monopoli. Semua tempat udah aki bangun hotel bintang lima, aki juga punya banyak duit! Hehe pamer kece~" gumamnya. Tobi dan Sasori yang kebetulan masih rebutan remote di sebelah si aki langsung nyeletuk.
"Iyayalah, masa iyaiyadong, orang aki main monopolinya sendiri!" Kakuzu nyengir.
Haah, beginilah aktifitas mereka yang gajhe di pagi hari ini. Kalau Macho, pagi-pagi langsung OL pesbuk kalau enggak tidur lagi! #ngak nanya!
Ehem, keluarga Oenyoe-Oenyoe ini termasuk keluarga yang akrab walau kadang-kadang sering sekali berantem (contoh Tobi dan Sasori tadi). Tapi, seperti yang Macho pernah bilang, mereka walau berbeda-beda tetapi tetap satu, mereka layaknya simbol "Tayou-sei no Naka no Touitsu" alias Bhineka Tunggal Ika #author di timpuk readers. Menjelang sarapan juga, mereka tetap akur dan suka berbagi, kenapa? Siapa sih yang tidak mau berbagi ikan gosong kepada orang lain? (baca: biar kita enggak rugi sendiri). Sepertinya Kisame harus banyak belajar memasak dari Chef Bara (?).
Setelah selesai makan pagi, keluarga Oenyoe-Oenyoe bersiap-siap untuk mandi. Hehehe, tenang saja, walau mereka selalu akrab dan dekat bagai pinang dibelah dua, mereka ga mungkinkan mandi bersama-sama-kan? Kebetulan di rumah Pain ada 2 kamar mandi, tapi sayang 1 kamar mandi toiletnya bocor dan sedang direnovasi, jadi jika memakai kamar mandi yang toiletnya rusak, kemungkinan si orang enggak akan bisa buang hajat (yaiyalah) hanya mandi saja. Dalam masalah mandi pun, keluarga Oenyoe-Oenyoe memang selalu efektif. Jika ada salah satu anggota keluarga yang mandinya kelamaan, terpaksa si orang harus di bawa keluar walaupun dia masih berbusa atau sedang keramas. Itu sudah menjadi peraturan wajib keluarga Oenyoe-Oenyoe (terkecuali Konan dan Deidara, mereka-kan wanita!).
Itulah yang pernah dirasakan Itachi. Itachi tuh mandi lama banget. Sampoan 2 kali, belum conditionernya, sabunan 3 kali, belum masalah lulurannya. Sikat gigi 4 kali, belum masalah obat kumurnya. Ckckck inilah perjuangan sang "KW SUPER" #chidori.
Banyak kisah aneh yang menjadi tragedi mandi keluarga Oenyoe-Oenyoe. Seperti tadi, Itachi yang mandi kelamaan. Lalu Deidara yang mandi sekaligus ikutan nyuci baju di dalem bath-up. Katanya biar hemat. Hidan yang suka sekali mandi kembang tujuh rupa yang kembangnya dia ambil dari tanaman kesayangan Konan. Zetsu dan Konan mandinya paling cepet dalam waktu 5 menit. Tobi dan Sasori yang dulu mereka masih unyu-unyunya mandi bersama dan bermain perang bajak laut di dalem bath-up sampai airnya membasahi lantai kamar mandi. Pain dan Kakuzu, hah anak dan Ayah sama saja (?) mereka hobi banget ketiduran di kamar mandi. Tiap lagi duduk di kloset, ketiduran, tiap masuk ke bath-up ketiduran, terpaksa mereka harus digotong anggota lain (kecuali Dei dan Konan) untuk dimasukkan ke liang lahat agar tidurnya lebih nyenyak lagi #gaploked.
Kisame?
Dia mandi di kolam ikan.
Okeh, selesai soal acara mandi, keluarga Oenyoe-Oenyoe balik ke kegiatan masing-masing seperti semula. Tapi kali ini Kisame ikut bermain monopoli bareng Kakuzu agar Kakuzu enggak jadi koruptor lagi. Konan yang teringat akan acara "Hahaoya ari-san" alias Ibu-Ibu Arisan, langsung menyuruh Dei mengambil alih pekerjaan mencuci bajunya.
Layaknya Ibu-ibu seperti biasa, Konan make baju panjang dengan motif kembang-kembang janda (?) lalu dengan make-up menornya. Dia membawa tas kecilnya dan memakai sandalnya. Ia beranjak keluar rumah setelah dia berpesan kepada anggota-anggota lainnya.
"Inget ya, selama Haha* pergi, jangan ada yang menyalakan kipas angin, nonton tv terus-terusan, memakan makanan di dalam kulkas sebelum jam makan siang-sore, jangan ada yang merusak tanaman bungaku, dan jangan ada yang memakai make-upku!" cletuk Konan dengan penuh penekanan di kalimat terakhir. Itachi yang tadi mau mengendap-endap ke kamar Konan langsung duduk Shi-dai wa iji. (Haha= Ibu, Shi-dai wa iji aka Shi dai keep baca sidakep!) #duagh. Semuanya mengangguk-angguk takut melihat ekspresi Konan yang mematikan.
"Oke selamat bersenang-senang di rumah!" Konan pun melambai riang dan keluar menuju pintu rumah dan menutup pintu.
BLAM!
#krikkrik…..# 10 menit kemudian.
"YOSHAA~ KITA BERPESTA~" teriak semuanya sambil berjoget-joget ria lalu berpelukan ala teletubis (?) Ayolah, kapan lagi kita bisa berpesta selagi Konan pergi?
"Ayo semuanya, aku baru beli sake lho~" seru Kakuzu bangga.
Jadilah mereka berpesta ria. Tobi yang ngaku-ngaku anak baik pun malah ikutan juga. Ckck dasar. Entahlah ketika Konan akan pulang ke rumah, rumah dan perabotannya akan utuh atau tidak -.-
Sementara itu…..
Konan memasuki sebuah rumah tingkat 4 yang gerbang rumahnya setinggi 5 meter itu. Katakanlah ini rumah arisan atau rumah buat ngedisko. Konan menekan tombol bel rumah tersebut.
#tengnongnengnong.. Asslamu'alaikum~ Opa! Oh Opa# bahkan ringtone (?) bel Upin Ipin pun menjadi trendi orang kaya jaman sekarang. Lalu pintu dibuka oleh seorang wanita berambut pirang panjang diiket kuda yang sudah berpakaian ala ibu-ibu arisan.
"Kon'nichiwa utsukushii*, mari masuk! Yang lain udah nunggu lho!" sambut Ibu Ino sambil mempersilahkan Konan memasuki rumahnya. (*Hai cantik).
"Kon'nichiwa, makasih udah bilang aku cantik, aku emang cantik! Hehe," Konan bernarsis ria. Ino berbatin, 'Misaki bou' alias Cape bo~ #plak. Setelah itu, mereka berdua memasuki ruang tamu yang di sana udah banyak Ibu-Ibu arisan sedang duduk-duduk manis. Konan duduk di sebelah Ibu Hinata yang lagi malu-malu mikirin sang suami yang sedang berada di rumah.
"Eh Bu'Hinata, jangan banyak ngelamun nanti kesamber lho~" cletuk Konan mengagetkan Hinata si gadis indigo. Hinata nyengir malu-malu. Beberapa menit kemudian, MC berambut pinky panjang memegang toa (di Konoha Microphone itu belom ada) sambil nyengir-nyengir ganjen #plak maaf Sakura FC.
"Kon'nichiwa Haha-Haha sekalian~ saya Haruno Sakura sebagai MC kali ini akan membuka acara utama yaitu, 'On-nanoko no hanashi' dan setelah itu dilanjutkan dengan acara 'Issho ni ikko Aku' baiklah acara akan dimulai dari sekarang! Silahkan menikmati!" ucap Sakura. Para ibu langsung melakukan kegiatan On-nanoko no hanashi alias Ngerumpi dilanjutkan dengan acara Issho ni ikko Aku alias Dang Dhut bersama #author mati ditindas readers.
Mereka asik-asik joget lagunya Mei Terumi yang berjudul "KTP Palsu" lalu "Kurabukurabu no" alias dugem-dugeman bersama. Lagu Mei Terumi ini memang sedang beken dikalangan para Ibu arisan. Karena capek setelah nari-narian, mereka "Bottoramu" alias Botram bersama. Sampai akhirnya para ibu memasuki acara puncak yaitu acara "Super Deal 100000 ryo". Seperti biasa, MC kita kali ini yang akan meminpin acara. Sakura menuliskan nama para Ibu arisan di secarik kertas kecil lalu digulung dan dikumpulkan ke dalam tempat berbentuk silinder.
"Oke, semua sudah terkumpul nih, 2 nama terpanggil akan segera mendapatkan 2 hadiah super besar!" seru Sakura meramaikan suasana. Semua ibu-ibu komat-kamit ria. Banyak yang menggigit jari mereka karena "Nervous" #wew bahasanya. Ada juga yang ngelamun. Siapakah yang ngelamun? Tentu saja Konanlah orangnya. Dia memiliki bad feeling alias ga enak pilling (?). Entahlah, dia jadi inget rumah beserta isinya.
'Apa yang akan Pain dkk lakukan ya selama aku pergi?' ckck, feeling ibu memang selalu tajam seperti Singlet! #plak, Silet maksudnya.
Dan setelah Ibu Ino mengocok-ngocok undian, dua gulungan kertas kecil keluar. Bisa kita tebak siapa yang mendapatkannya…..
.
.
.
.
Yap kita TBC dulu sampai di sini karena sepertinya dan seharusnya Author kebelet kencing terlebih dahulu~ babai~ #author di bunuh readers.
Ehem, boong ketang, yap jawabannya adalah~
#JENGJENG!
"Ibu Macho—eh? Lho kok? Siapa ini ibu Macho? Lho kok author kita ikut-ikutan arisan sih?" cletuk Sakura. Alhasil, Macho di shannaro Sakura karena main nongol di pertengahan fic (?). Oke, kita ulangi lagi sebelum nama saya keluar tadi, okay lanjutkan~
"Ibu Orochimaru dan Ibu Konan!" teriak Sakura. Banyak dari Ibu-Ibu yang mengeluh kecewa tapi sudahlah, yang sudah biarlah sudah, mungkin mereka memang lagi beruntungnya. Ibu-ibu dengan jilbab putih berambut hitam panjang menutup mulutnya dengan kedua tangannya sok dramatis. Si Konan kaget setelah teriakkan Sakura membuyarkannya.
"Selamat ya bu Konan!" seru Hinata. Konan nyengir bangga. 'Mungkin feeling buruk aku cuman hanya pemikiranku saja, ternyata ini feeling aku yang menang arisan toh!'. Macho tarik ucapan Macho, feeling ibu Konan yang satu ini tidaklah tajam, TUMPUL! #plak.
Konan dan Orochimaru berjalan ke arah Sakura dan Ino. Lalu sebelum mereka memperebutkan sebuah kotak besar di atas meja di dekat Sakura, mereka diberi pertanyaan seputar gosip artis-artis sekaliber.
"Siapa mantan suaminya temannya sodaranya sepupunya dari Tsunade Ratnasari?" tanya Ino. Orochimaru berfikir keras, tetapi sayang Konan lebih dulu menjawab daripada Orochimaru.
"Ah Anu—" tiba-tiba saja Konan lupa dengan jawabannya.
"Benar! Jawabannya adalah Anu Hamzah! Beri tepuk tangan untuk ibu Konan~" teriak Ino meriah. Semua ibu-ibu bertepuk tangan meriah. Konan cengok, ah takdir baik memang selalu datang kepadanya. Enggak selalu juga sih…
"Nah, siapa nama asli dari Kouzui no sake no sato?" tanya Sakura lagi. Orochimaru menjawab.
"Ah, Erwin Gutawa! (?)" jawab Orochimaru. Sakura menggeleng. Konan menjawab.
"Bah Shu Riep!" jawab Konan. Ino teriak, "Yap betul!" Konan menang lagi. Pertanyaan-pertanyaan terus diajukan kepada mereka berdua. Orochimaru ngegerutu kesel karena sedari tadi dia kalah ngejawab terus. Konan ketawa bangga.
"Baiklah, pertanyaan terakhir, siapakah calon istri plus mantan kekasih dari seorang penyanyi dan model terkenal bernama Uchiha Sasuke dan Sabaku no Gaara?" tanya Ino.
#krik…krik…krik~. Hanya jangkrik yang mampu menjawab. Orochimaru dan Konan terdiam, bahkan ibu-ibu arisan diem karena gatau. Ada salah satu ibu yang udah nahan pingsannya. Konan berfikir keras, 'Duch, akukan lupa siapa namanya! Tapi yang jelas, itu selalu di tampilkan dalam majalah-majalah—' dan akhirnya Orochimarulah yang menjawab,
"Gampang, itukan si Uzumaki Naruto! Tapi katanya, si Gaara itu bakalan ngerebut Naruto dari Sasuke, eh sekarang mereka jadi kawin bertiga, SasuNaruGaa gituloh!" cletuk Orochimaru yang doyan nonton gosip yaoi. Sakura dan Ino teriak barengan sambil mengacungkan kedua jempol mereka. Ternyata mereka fujoshi toh. Sementara ibu Hinata pingsan (?). Konan cengok lalu meneruskan perkataan batinnya yang sempat terputus, '—yaoi'. Oh dia sedang berbatin tentang 'Yaoi' toh. Sebagai info, ada salah satu majalah khusus untuk remaja dewasa bernama majalah, "Ica-Ica Yaoi" dari "Tiga Serangkai" aka Jiraiya-Kakashi-Ebisu. Sepertinya Machi tidak usah jelaskan tentang SasuNaruGaa okey, ntar pick ini kesasar jadi rate –ehem-ehem- #plak. Haiyya~ walau Macho pujoshi, Macho kagak berani buat atau ngebaca pick rated –ehem-ehem- takut dosa~ #sokalim. Oke, bek to stori.
"Baiklah, karena babak tanya-jawab ini dimenangkan oleh Konan, maka silahkan Ibu Orochimaru dipersilahkan mengambil kotak di dekat saya!" cletuk Sakura. Orochimaru nyengir seneng, Konan cengok.
"Lha? Kenapa dia? Ane kan jawab paling banyak! Harusnya ane yang berhak dapet tuh hadiah, kenapa ente malah milih si Oro?" tanya Konan esmosi.
"Hohoho tenang dulu dong, ini hadiah sengaja buat yang kalah ngejawab. Nah ntar Ibu Konan ada hadiah lainnya!" jawab Sakura mencoba menenangkan esmosi Konan. Konan mendesah lega. Setelah dibuka kotak berukuran jumbo itu, dan isinya adalah….
#jengjeng, ZONK! Orochimaru mendapat banyak kaos kaki warna-warni yang udah ga dipake. Ibu-ibu arisan lainnya kaget melihatnya, dikira dapet hadiah beneran ternyata Zonk. Bukannya sedih atau kecewa, Orochimaru malah nyeletuk seneng.
"Makasih ya bo~ Eke udah lama pengen kaos kaki kayak si Mei, eh ternyata eke dapet banyak! Makasih banyak ya~ Eh Eke pulang dulu deh mau nyoba satu-satu nih kaos kaki, yu dadah babai~" cletuk Orochimaru. Semua cengok ria. Setelah kepergian Orochimaru, semua ibu-ibu arisan langsung melanjutkan acaranya.
"Hehehe, ehem—lupakan soal kejadian tadi, sekarang balik ke Bu'Konan, nah Bu, kami punya 5 kotak bernomor nih, Ibu pilih salah satu kotak yang mana, oke?" jelas Sakura sambil menjajarkan 5 kotak berukuran sedang di atas meja panjang. Konan mengangguk.
"Jadi, Bu'Konan pilih kotak nomor berapa?" tanya Ino. Ibu-ibu arisan langsung teriak-teriak cumangadh #wkwk.
"Limo! Limo! Limo is the best!"
"Loro! Loro!"
"Three! Choice number Three!"
"Partai Golkar! Lebih cepat lebih baik!"
"Enam, pilih nomor enam!"
Begitu banyak teriak-teriakan gaje yang membuat Bu'Konan merasa bimbang. Pilih nomor berapa nih, ya? Konan ragu-enggak ragu karena hadiah-hadiah ini sudah pasti enggak ada zonknya, tapi dia tetap saja ragu untuk memilih, siapa tahu benda yang ia pilih, benda lainnya akan lebih bagus.
…..
Lama Konan berfikir sampe ibu-ibu ketiduran karena kelamaan, Konan nyeletuk.
"Saya pilih nomor 5!" jawab Konan mantep. Sakura dan Ino yang tadi hampir ketiduran bangun lagi.
"Hah? Apa? Oh lima? Oke deh, woi ibu-ibu bangun semua!" teriak Ino cempreng membangunkan semua ibu-ibu arisan.
"Yosh, Bu'Konan memilih box nomor lima nih, Bu'Konan apa kau tidak akan menyesal?" tanya Ino. Konan menggeleng mantep.
"Yakin?" tanya Sakura. Konan mengangguk mantep.
"Beneran?" tanya mereka berdua. Konan angguk-anggukan.
"Masa iy—"
"Halah, cepetan napa sih? Aku pengen hadiahnya nih!" Konan ngerajuk. Sakura dan Ino segera bersiap-siap membuka box nomor lima bersamaan.
"Wokay Ibu-ibu sekalian, kita hitung bersama-sama eaa, Ichi….ni…san, BURUO TOKU*!" teriak Saku dan Ino bersamaan. (*Ble duk!) #author digampar.
Dan ternyata permisa semua, box nomor 5 ini berisikan sebuah amplop putih yang membuat Konan kecewa. Karena tidak mau membuat para ibu-ibu penasaran, Ino membuka box lainnya. Box no.1 berisikan uang tunai 5000 ryo, box no.2 berisikan perhiasan, box no.3 uang tunai 10000 ryo, dan box no.4 berisikan surat asuransi jiwa (?).
"Are? Apa-apaan tuh? Katanya acara ini bakalan dapet hadiah besar-besaran, super besar gitulah! Terus kenapa enggak ada 100000 ryonya?" perasaan si Konan ini banyak protes deh. Sakura mengeluh kecil, mencoba untuk bersabar.
"Nah, kalau kite-kite pada ngasih 100000 ryo, yah bangkrut kita! Bisa-bisa diceraiin suami. Hehe itukan cuman namanya doang! Wkwk" cletuk Sakura garing. Konan sweatdrop. Lalu Sakura membuka amplop putih itu perlahan, membuat Konan maupun ibu-ibu lainnya dibuat penasaran.
"Selamat! Anda berhasil mendapatkan tiket nonton konser Big Time Rush di Hollywood sekeluarga! VIP!" teriak Sakura dan Ino. Konan nyaris pingsan karena dia enggak tahu apa itu Big Time Rush dan apa itu Hollywood (?). Karena gengsi, Konan cuman nyengir pura-pura sok hepi dan dia langsung menerima tuh hadiah. Ibu-ibu yang lain tepuk tangan meriah.
Hah, ternyata benar, takdir baik memang selalu berkunjung kepadanya.
…..Sementara itu di rumah Pain…..
"Wahahaha~ See~laaa…mat, pagii cemuuaa~Hikhik!"
"Celamaat ciaang~ Toobii anak baaik~hikhikhik!"
"Ugh, Janshin-sama~hikhik! Hidan anak alim~hikhik!"
"Geez, apa-apaan sih kalian? Hikhik~"
Ah, iyaya, merekakan lagi mabuk, mana bisa ditanya satu-satu sama Macho? Ehem, selama Konan pergi, ternyata mereka minum sake. Awalnya hanya ingin berpesta sukiyaki, tapi karena memang dasarnya si aki Kakuzu tuh tukang maksa, jadilah mereka seperti sekarang. Ah dewa Janshin, lihatlah anak-anakmu ini! (woi yang nistain juga Author kok!).
"Andai aku~Uchiha~Sasuke~ kau yakin BeTe karena dia jeleeekk~hikhik" Itachi nyanyi-nanyi sambil ngejelek-jelekkin adiknya yang udah tenar jadi selebritis. Itachi makin BeTe dibuatnya.
"Biar Itachi~hik, orangnya keriput~hikhik sukanya ribut, hikhik..yang penting ga kaya siput~" bela Deidara nyanyi gaje.
"Olalala~ YaYaYa~ Dimana, dimana, oh Itachi Dimana~hikhik!" balas Pain. Bahbah, ini cerita makin ngawur apa ya. Semoga saja mereka selamat dari amukan Konan. Ya semoga…
"Eii, kau~hikhik ga takut ape? Hikhik, istri kau marah nantinya? Hikhik?" tanya Sasori yang lagi mabuk ke Pain.
"Hihihik~ Aah~ paling-paling juga alamat palsu~ hikhik!" jawab Pain ngaco.
"Ahahaha, kalau ngompol di kamar Tobi sih aku juga sering!" jawab Sasori ikutan ngaco.
"Apa? Ada yang suka sama Tobi? Tobikan emang cakep~hikhik!" jawab Tobi.
"Wahaha, eh siapa yang ketut nih? Kok bau? Hikhik!" tanya Kisame.
"Oh itu toh si Author!" jawab Zetsu.
"WAKAKA!" aah, Author jadi malu~ #plakplakgaplok.
Kriiett, blam… Oh dewa-sama, kenapa Konan harus datang sekarang?
"Yahuuuu~ Haha is kom—WAA?" teriak Konan kaget melihat ruang keluarga udah kaya kapal pecah. Kita lihat sekarang, ada Pain, Itachi, dan Deidara yang masih nyanyi gaje, Sasori dan Tobi nari-nari, Kisame dan Zetsu yang sedang tidur-tiduran sambil mengikuti gaya orang lagi berenang, Kakuzu yang sibuk bermimpi tentang uang, dan Hidan yang sujud-sujudan (?). Konan, yang tabah ya~
"Ekhhh? Siapa kau? Hikhik! Kok mirip kayak si Konan ya?" nyeletuk Pain.
"Situ rabun apa ya? Itukan si Mei Terumi!" jawab Itachi.
"Wah? Mana-mana?" cerocos si Hidan.
"Wah Mei~hikhik! Minta tanda tangannya dong!" cletuk Sasori. Kayaknya nama Mei Terumi itu emang beken banget ya? Konan sudah mempersiapkan geplakkan maut untuk mereka semua, ya sepertinya ada pengecualian untuk Deidara. Konan berfikir, mana mungkin Deidara mabuk-mabukan, ah kenapa selalu ada diskriminasi untuk wanita ya?
#gaplok, duagh! Plak!plak!plak!plak!plak!plak!#.
Bagi yang membutuhkan obat nyeri, silahkan hubungi Macho. #plak, Macho ikut ditampar sama Konan.
Dan setelah acara pembabugan (?) secara paksa….
Konan sudah berdiri sambil menyilangkan kedua lengannya di dadanya. Deidara hanya duduk santai minum teh di bangku. Yang lainnya duduk manis berjajar di depan Konan sambil memegangi kepala dan ada yang memegang pipi mereka.
"Adduuhh! Mei Terumi menampar kita~" seru Tobi.
"Baka Tobi! Itu Kaasan kita tahu!" bisik Sasori sambil memegangi pipinya. Tobi nyengir.
"Kalian—hah~ tadinya aku mau marah-marah ga jelas, kalian tahu bahwa daku udah capek-capek menangin hadiah arisan hari ini, tapi terpaksa daku ga bisa ngasih ta—"
"Apa? Apa hadiahnya? Uang? Uang?" potong kakek Kakuzu. Konan death glare, Kakuzu diem.
"Grrr, hadiahnya hanya tiket libur ke Hollywood! Puas?" jawab Konan. Deidara yang lagi minum keselek gelasnya (?).
"HUAPAH? HOLLYWOOD?" teriak Deidara kenceng. Yang lain langsung menoleh kea rah Deidara bingung.
"Ada apa dengan Hollywood?" tanya Pain bingung.
"Aduh, masa kalian ga tahu Hollywood sih?" tanya Deidara balik.
"Hollywood itu jenis ikan apa?" cletuk Kisame.
"Bukan bodoh, itukan jenis Barbie!" ralat Sasori sama keneh. Deidara menghela nafas panjang, enggak nyangka semua anggota keluarganya katrok stadium 20.
"Gini-gini, Hollywood itu nama tempat dimana banyak acara hiburan seleb barat seperti tempat syuting film, nyanyi, digelarnya suatu acara penyambutan, dan sebagainya~ Itu letaknya di Amerika!" jelas Deidara. Semua ber-oh ria. Tetapi beberapa detik kemudian…..
"AMERIKA?" teriak mereka semua minus Deidara sehingga membuat tetangga-tetangga mereka tuli seketika.
Siapa yang ga tahu negara Amerika? Negara maju yang terpandang dan memiliki kualitas pembuatan film yang ajaib layaknya wajah Macho (?). Konan juga ga nyangka bakalan dapet tiket ke Amrik, untung saja tadi Konan tidak menolaknya mentah-mentah. Ternyata tiket itu bukan hanya untuk nonton konser saja, tetapi gratis nginep di hotel dan ada gratis main di taman hiburan. Wowow, Author ngiler -?-. Tanggal main konsernya sekitar—6 bulan lagi?
"Astaganaga~ Kenapa lama banget? Duhh ampyun-ampyun!" cletuk Konan.
"Haah, gapapa, justru waktu 6 bulan buat kita untuk belajar bahasa Ing—apa sih Ing—"
"Inggris, Otousan!" jawab Sasori. Ah Pain angguk-anggukan.
"Bener juga tuh, yosh! Eperibodi semua go tu belajar basa Inggris! Ayo ga ada yang ga belajar, ntar ditinggal!" seru Konan semangat. Kisame dan Zetsu sebenarnya enggak mau ikut, hell ya mereka enggak mau belajar bahasa Inggris, tapi karena Konan SANGAT memaksa. Yaa sudahlah, jadilah keluarga Oenyoe-Oenyoe ini belajar bahasa Inggris selama 6 bulan.
3 bulan kemudian….
"Mommy, where is my power ranger mask?" tanya Tobi dengan menggunakan bahasa Inggrisnya.
"I don't know, its your stuff, you shoul keep it very well!" jawab si Konan yang lagi nyuci piring.
"But—but, ah susah banget sih! Tobikan anak baik, masa minta dibeliin topeng power ranger aja ga boleh~" Tobi ngerajuk dengan bahasa Jepang (anggap saja begitu).
"Tobi anak nakal! Kan Kaasan udah ngejawab beli aja topeng monyet, kok malah ngerajuk sih?" jawab Konan.
Ahh, sepertinya mereka masih keliru dalam berbahasa Inggris, begitu pula dengan yang lainnya.
"Hey, that soup is very good, isn't it?" tanya Sasori yang duduk di samping Itachi.
"My skin is very soft and good like an angel's skin!" jawab Itachi. Sasori cengok.
"What's is your job?" tanya Hidan kepada Kisame yang lagi motong ikan kakap.
"Job, job—oh Good job yo~" jawab Kisame.
"Do you like money very much?" tanya Deidara kepada—you know lah..
"How dare you said I like an monkey!" cletuk Kakuzu.
"Pain, are you like monkey*?" tanya Zetsu.
"Yes, I'm! Monkey my favorite animal!" jawab Pain bangga. Zetsu ketawa laknat dalam hati. (* maksudnya itu Zetsu menanyakan, "Apakah kau seperti monyet?" tapi Pain mengira bahwa Zetsu mengatakan, "Apakah kau menyukai monyet?". Ternyata Zetsu lebih pintar dari Pain ^o^).
Dan ternyata, semua keluarga Oenyoe-Oenyoe butuh seorang guru privat.
Setelah mendapatkan guru privat dan belajar dengan giat, akhirnya keluarga Oenyoe-Oenyoe sudah mahir dengan bahasa Inggris mereka. Dan setelah itu guru privat mereka meninggal dunia karena sudah ketuaan untuk mengajar mereka. Dan setelah itu….
"Yap, semua udah beres! Yoo kita harus terlihat cool man~" seru Pain semangat sambil membawa dua koper jumbonya. Semuanya mengangkat kedua tangannya semangat. Mereka semua udah stanby di luar rumah dengan banyak koper mereka, tak lupa dengan pakaian khas keluarga mereka. Jubah item dengan motif awan merah. Hahaha, dalam masalah berpakaian, Keluarga Oenyoe-Oenyoe memang patut diacungkan jempol kaki #plak.
"Akhirnya, impianku keluar negeri menjadi nyata~" gumam Deidara bangga.
"Oke ayo kita pergi!" teriak Pain semangat. Baru saja 3 langkah menjauh dari rumah….
"Tapi, kita pergi ke sananya naik apa?" tanya Tobi tiba-tiba.
Wuuussh~ DEGH! Pain membeku seketika. Inilah yang menjadi masalah kali ini. Seharusnya waktu 6 bulan yang lalu itu mereka bukan hanya menghabiskannya dengan belajar bahasa Inggris, tetapi juga membuat passport dan visa.
Inilah akibatnya kalau tidak minum tolak angin! (orang pintar, minum tolak angin!) jadilah satu keluarga mengebuk sang kepala keluarga ga tanggung-tanggung. Ckck, bagaimana ini? Konser mulai 4 hari lagi dan mereka harus bersiap-siap dari sekarang. Apa yang harus Pain lakukan selaku kepala keluarga? Karena Macho kena TBC kita TBC dulu, #plak nauzubilah~
TBC ( tuberculosis)
Next chapter :
Hah, jaman di Konoha, naik kapal laut tuh harus pake passport, kalau dibuat sekarang? Bisa-bisa ga jadi pergi ke Hollywoodnya. Dan mulailah Pain membuat yang namanya mesin waktu. Wew, mesin waktu ini canggih bener (katanya) dan bisa membawa kita ke suatu tempat hanya dalam 1 jam saja~ #nyanyi lagu ST12. Tapi-apakah hasilnya akan mujarab? Kita lihat saja di chap 3 ya~ :D
Gimana Minna-san? Wkwk gaje bener nan garing pula. Maap kalau ceritanya ga lucu atau kumaha bagaimana dan sedikit membingungkan. Nyehehe ga banyak komen deh, kirim ripiuwnya ya~ :D Arigatou Minna-san ^0^
-Macho Moshi Moshi-
