Title: Like A Rollercoaster

Fandom: BTS

Pairing: TaeKook/VKook (Taehyung/Jungkook)

Characters: BTS Members

Disclaimer: The characters are belong to God, themselves, and BigHit Entertainment. The plot is pure from my imagination. If there's similarity with other story, it just a coincidence.

Warning: Yaoi (BoyxBoy). Don't like, don't read!

ENJOY!


Hello!

(No One's POV)

Bangtan High School Building

Jungkook tengah mengitari sekolah yang ternyata sangat luas itu. Berusaha mencari Ruang Administrasi untuk mengurus kepindahannya dan mengetahui kelas mana yang harus ia ikuti. Ia masih terus berputar di tempat yang sama sedari tadi.

"Tempat ini lagi? Kenapa lagi-lagi berputar di sini, sih?" Ujarnya sambil mengacak rambutnya kesal.

"Kamu sedang apa?" Sebuah suara menarik perhatian Jungkook dan membuatnya membalikkan badannya ke arah sumber suara. Ia melihat dasi lelaki di hadapannya berwarna merah hitam, menandakan bahwa ia murid kelas tiga. Setidaknya, begitulah yang ia baca di buku tata tertib sekolah.

"Eh? I-itu Sunbae... Aku sedang mencari Ruang Administrasi. Aku murid baru di sini dan ingin mengurus kepindahanku ke sekolah ini." Ujar Jungkook sesopan mungkin. Ia tidak mau terlihat tak punya sopan santun di depan seorang Senior di hari pertamanya sekolah. Ia tak mau membuat masalah.

"Begitukah? Kalau begitu, ayo ikut aku. Biar aku tunjukkan ruangannya." Ujar Senior di hadapannya sambil berjalan menjauhi Jungkook. Jungkook pun mengangguk dan mengikuti Senior di depannya. Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di depan ruangan yang bertuliskan Ruang Administrasi. Membuat Jungkook tersenyum lebar melihatnya.

Laki-laki itu pun membuka pintu ruangan itu dan masuk, menuju meja seorang guru. Jungkook masih mengikuti di belakangnya. Setelah bercakap sebentar, ia kembali berbalik ke arah Jungkook yang masih melihat keadaan sekelilingnya.

"Ini Bu Guru Yang Hwa Young, yang biasa mengurus kepindahan murid baru di sini." Ujarnya, dan Jungkook pun membungkuk 90 derajat kepada guru di hadapannya.

"Kalau begitu, kutinggal sampai di sini, ya. Kamu berikan saja berkasmu pada Yang-sonsaengnim. Nanti dia akan menunjukkan di mana kelasmu."

"Iya, Terima kasih, Sunbaenim!"

"Tidak masalah. Ngomong-ngomong, namaku Min Yoongi. Kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa mencariku di Ruang OSIS. Senang berjumpa denganmu, Jeon Jungkook-ah!" Jungkook hanya bisa berdiri terheran, mengapa ia bisa tahu namanya, padahal ia tidak menyebutkan namanya sedari tadi. Namun, setelah itu dia menyadari bahwa sunbaenya itu melihat name tag yang tertera di blazeryang tengah ia kenakan.

Jungkook hanya bisa tersenyum kecil menyadari hal itu. Ternyata pagi ini, ia sudah dibantu oleh orang baik. Mungkin, High School tidak seburuk yang ia bayangkan.

oOo

Di sinilah ia berdiri, di depan kelas 1-2. Setelah mengurus berkas kepindahannya, Bu Guru Yang mengantarkannya ke kelas barunya, yaitu kelas 1-2 ini. Kini, ia tengah menunggu Bu Guru Yang berbicara pada wali kelasnya. Beberapa saat kemudian, ia pun disuruh memasuki kelas tersebut. Dengan canggung dan berhati-hati, Jungkook pun memasuki kelas dan berdiri di depan kelas.

"Perhatian, semuanya! Hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan dirimu." Perintah wali kelasnya yang ternyata bernama Jung Hye Mi (Jungkook melihat name tag-nya).

"Selamat Pagi, semuanya! Namaku Jeon Jungkook! Mohon bantuannya!" Ujar Jungkook sembari membungkukkan badannya.

"Kalau begitu, kamu bisa duduk di belakang sana, Jungkook-ssi." Ujar Bu Guru Jung menunjuk kursi di barisan belakang, berjarak dua kursi di sebelah jendela. Jungkook pun berjalan ke kursinya. Ia melihat seorang laki-laki yang tengah tertidur lelap di sebelahnya. Warna rambutnya terlalu cerah, berwarna jingga. Tak mau mengganggu, Jungkook pun meletakkan tasnya perlahan. Dan kelas pun dimulai.

oOo

TREEEET!

Bel tanda masuknya waktu istirahat berbunyi. Semua siswa langsung berhamburan keluar kelas sesaat guru mengakhiri pelajaran saat itu. Tidak terkecuali Jungkook. Ia langsung pergi keluar kelas dengan perlahan, berusaha mengikuti alur para siswa yang mungkin bisa membawanya ke Kantin sekolah ini.

'Kenapa sekolah ini begitu luas? Membingungkan saja. Lagipula, mengapa tidak ada satupun yang membantuku atau menawariku berkeliling sekolah? Bagaimana kalau aku tersesat?' Pikirnya dalam hati.

Namun, alangkah senangnya Jungkook saat ia mendapati dirinya kini berada di depan Kantin sekolah. Ternyata, usahanya mengikuti alur pergi para siswa membuahkan hasil yang manis.

Dengan perlahan, ia memasuki Kantin tersebut. Ia melihat-lihat sekeliling Kantin dan mendapati sebuah antrian panjang dengan para siswa yang sedang membawa nampan. Ia pun memutuskan untuk mengambil nampan tersebut dan ikut mengantri di sana.

Setelah mengantri beberapa lama, akhirnya ia pun mendapatkan jatah makan siangnya. Dan tantangan baru pun tiba. Bagaimana ia bisa makan di Kantin sementara seluruh meja sudah terisi penuh dengan para siswa yang kelaparan? Ia tidak mungkin asal bergabung di meja orang yang tidak dikenalnya, bukan?

'Ya Tuhan, sekarang bagaimana caranya aku makan? Aku harus duduk di mana?' Pikirnya frustasi.

"JUNGKOOK-AH!" Tiba-tiba, sebuah suara memanggilnya. Dengan cepat ia menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dan mendapati Senior yang tadi pagi membantunya -Jungkook lupa siapa namanya- tengah berjalan ke arahnya.

"Kamu kenapa hanya berdiri saja di sini? Tidak makan?" Tanyanya.

"Eh... I-itu..."

"Tidak dapat meja, eoh?" Jungkook pun hanya mengangguk pelan. Laki-laki di hadapannya itu hanya tersenyum dan menyuruh Jungkook mengikutinya, "Kamu makan dengan kami saja."

"Eh?"

"Iya, kamu makan denganku dan teman-temanku saja. Lagipula kamu anak baru 'kan? Sudah menjadi tugasku sebagai Ketua OSIS untuk membantu anak baru." Ujarnya lagi. Jungkook pun hanya mengangguk dan mengikutinya.

"Terima kasih, Sunbae." Ujar Jungkook pelan.

"Ya'! Tak perlu terlalu formal begitu. Panggil saja aku Hyung. Yoongi-hyung."

"Baiklah, Yoongi-hyung."

Jungkook pun mengikuti Yoongi berjalan menuju meja yang berada di dekat jendela. Di sana, sudah ada dua orang laki-laki yang tengah menyantap makan siang mereka. Salah satu dari mereka tidak mengenakan seragam, hanya menggunakan pakaian formal saja.

"Yoongi-hyung, siapa dia?" Tanya salah seorang dari mereka yang mengenakan seragam sekolah.

"Dia Jeon Jungkook. Anak baru di sini. Oh iya, Jungkook-ah, biar kuperkenalkan kamu pada mereka. Yang berwajah panjang itu, yang tadi menanyaiku, namanya Jung Hoseok. Dia Wakil Ketua OSIS di sini."

"Hai, aku Hoseok! Siswa kelas dua! Dan, Hyung! Jangan seenaknya bilang wajahku panjang. Wajahku tidak sepanjang itu!" Bantahnya sembari memegangi wajahnya.

"Yeah, whatever~ Dan yang di sebelahnya, yang berambut putih itu namanya Kim Namjoon. Dia guru honorer di sini. Mengajar Bahasa Inggris."

"Kamu siswa kelas satu?" Tanya Namjoon pada Jungkook, yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Jungkook. "Kelas satu berapa?"

"1-2, Pak." Jawab Jungkook.

"Begitukah? Kalau begitu, nanti kita akan bertemu, Jungkook-ah. Dan tak perlu panggil aku seformal itu jika tidak di kelas. Panggil saja Hyung, oke?"

"Iya, Namjoon-hyung."

"Ngomong-ngomong, ke mana Jimin dan Taehyung? Tumben sekali mereka berdua telat untuk makan siang." Tanya Hoseok dengan mulut penuh makanan.

"Entahlah. Mungkin dipanggil guru? Melihat sifat Taehyung yang seperti itu. Dan mungkin Jimin menemaninya."

Tak berapa lama, datanglah dua orang laki-laki menghampiri mereka ke meja tersebut.

"Huah~ Aku lapar sekali!" Ujar salah seorang dari dua laki-laki tersebut.

"Kenapa kalian baru datang? Ke mana saja kalian?" Tanya Namjoon.

"Biasalah, Hyung. Aku menunggu Taehyung selesai dimarahi guru dulu."

"Berisik. Aku juga tidak memaksamu menungguiku." Ujar laki-laki yang lain.

Percakapan mereka membuat Jungkook mengalihkan pandangannya dan matanya membelalak cukup lebar.

"EH! K-kamu 'kan..." Ujarnya sambil menunjuk Taehyung.

"Kenapa, Jungkook-ah?"

"Dia sekelas denganku dan duduk di sebelahku." Jawab Jungkook dengan pelan. Membuatnya mendapatkan tatapan heran dari Taehyung.

"Oh iya, aku baru ingat kalau Taehyung juga di kelas 1-2. Benarkah kalian duduk bersebelahan, Taehyung-ah?" Tanya Yoongi.

"Entahlah. Lagipula, kamu siapa? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya." Ujar Taehyung sambil mendekatkan wajahnya dengan Jungkook. Berusaha memperhatikannya dari dekat. Hal ini tentu saja membuat wajah Jungkook memerah. Siapa juga yang tidak akan memerah jika diperhatikan sedekat itu oleh seseorang dengan wajah setampan Kim Taehyung?

"A-aku..."

"Dia Jeon Jungkook. Siswa baru di sekolah ini. Baru saja pindah hari ini." Jelas Yoongi.

"I-iya, N-namaku J-Jeon Jungkook." Ujar Jungkook dengan terbata-bata, karena jantungnya masih sedikit berdebar karena efek berdekatan-dengan-orang-setampan-Taehyung tadi.

"WAH, Kamu manis sekali~" Teriak Jimin sambil mencubiti pipi gembil Jungkook. "Namaku Park Jimin! Aku juga siswa kelas satu, tapi aku di kelas 1-3! Salam kenal, Jungkookie~ Eh, boleh 'kan aku memanggilmu begitu?" Jungkook pun tersenyum manis membalas salam ceria Jimin. Membuat yang lain gemas melihat senyum itu. Well, kecuali Taehyung, mungkin.

"Hm, boleh saja. Salam kenal juga, Jimin-ah."

"Ngomong-ngomong, Taehyung-ah. Kenapa kamu bisa tidak melihat Jungkook di kelas? Padahal kalian duduk bersebelahan 'kan?" Tanya Namjoon.

"E-eh? I-itu..." Taehyung bingung harus menjawab apa. 'Bisa gawat kalau Namjoon-hyung tahu aku tidur lagi di kelas pagi ini.' Pikirnya panik.

"Tadi saat aku masuk ke kelas dan duduk di sebelahnya, dia sedang tertidur dan terus tidur sampai jam pelajaran berakhir. Kemudian, aku keluar kelas sebelum ia terbangun. Mungkin karena itu dia tidak menyadari bahwa aku duduk di sebelahnya." Jawab Jungkook polos.

"YA'! KAMU TIDUR DI KELAS LAGI?!" Teriak Namjoon kesal.

"Mau bagaimana lagi, Hyung? Aku mengantuk sekali dan pelajarannya membosankan. Jadi..."

"Alasan macam apa itu?! Pokoknya akan kuberitahukan kepada kedua orang tuamu nanti, Taehyung-ah!"

'Sial!' Pikir Taehyung. Ia pun langsung mengedarkan pandangannya ke arah Jungkook dan memberinya tatapan tajam. Namun, Jungkook hanya membalasnya dengan tatapan polos. Tak mengerti bahwa Taehyung tengah kesal padanya.

'Sialan kau anak baru!' Pikirnya kesal dengan urat kemarahan yang berkedut-kedut di kepalanya.

-To Be Continued-

Author's Note: Hai! Karena adanya permintaan untuk memindahkan fanfic multichapterku ke sini, agar lebih mudah dibaca, akhirnya aku memutuskan untuk memindahkan fanfic ini! Semoga kalian semua jadi lebih nyaman baca fanficku! Oh, iya, dan ada beberapa perubahan penulisan di fanfic ini, gak berpengaruh ke cerita, sih. Cuma diubah agar terlihat lebih rapi aja. Terakhir, terima kasih udah mau baca ^^