Birthday Gift

(Chapther 2)

.

.

T/M

Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kris Wu

Others

Warn : Genderswtich (GS), Typo bertebaran

nb : tulisan yang di-bold adalah flashback ya..

December 23th 2007

Hari itu tanggal 6 Mei 1998. Hari dimana aku bertemu dengan seseorang. Bertemu dengan bocah laki-laki yang dengan sangat baiknya ingin menjadi temanku, bocah yang 2 tahun lebih tua dariku. Namanya Kris. Kris Wu, laki-laki berdarah china yang notabennya adalah anak dari Jung ahjjuma –ahjjuma yang menawariku untuk tinggal di panti-. Setelah hari itu, dia menawarkan dirinya untuk menjadi temanku.

"gege, kenapa anak-anak panti yang lain terlihat tidak menyukaiku? Tidak ada yang ingin berteman denganku" aku berucap pelan, menundukkan kepalaku saat kami duduk di taman belakang panti. Beberapa menit yang lalu Kris gege mendapati Taeyeon eonni, Sandara eonni dan Hyoyeon eonni menyiramku dengan air bekas pel, ia membela ku dan membawaku ke taman belakang setelah memberi handuk untuk mengeringkan tubuhku. Saat itu aku baru tinggal 1 bulan disana.

"gege mau berteman dengan mu kok Baekkie"

"benarkah gege?"

"nde. Kita menjadi teman sekarang" Kris gege mengacungkan kelingkingnya, memberi kode untuk membuat simbol janji. Aku mengaitkan kelingking ku pada kelingkingnya lalu kami tertawa bersama.

Seperti itu lah cara kami mulai menjalani sebuah pertemanan. Sejak saat itu, Kris gege selalu ada disampingku, ia selalu membela ku saat anak-anak lain mengejek atau mengerjaiku. Ia bilang, aku tidak perlu takut pada mereka karena Kris gege akan selalu membantuku. Aku sangat senang tentunya. Petemanan kami semakin hari semakin erat. Mungkin kami sudah masuk dalam tahap persahabatan. Aku menganggapnya sebagai Kakak-ku sendiri sebernarnya. Setelah ulang tahunku yang ke 6, aku merasa hidupku menjadi lebih baik. Kris gege menjadi orang pertama yang memberiku selamat ulang tahun saat usia ku tepat 8 tahun, itu pertama kalinya, karena beberapa hari sebelumnya aku memberitaunya tanggal ulang tahunku.

"Baekki, ayo ikut aku" Kris gege menarik tanganku pelan, aku sedang asik menonton tv dengan Taehyung di ruang tv

"kita mau kemana gege?" ia tidak menjawab dan setelahnya aku baru menyadari ia membawaku ke kamarnya

"gege, kenapa kita di kamarmu?"

"aku punya sesuatu untukmu. Tutup dulu matamu" aku menurut dan menutup kedua mataku

"sekarang buka"

"astaga gege! Dari mana kau dapat bando secantik ini?" aku bersorak saat melihat ia memegang bando pink berbentuk Minnie Mouse

"kau suka? Wah aku tidak salah memilih ya" ia maju selangkah, memakaikan bando itu di kepala ku lalu mengacak poniku

"aku suka. Terima kasih banyak gege"

"selamat ulang tahun Baekkie"

Soal bando itu, aku masih menyimpannya sampai sekarang.

Tapi banyak yang terjadi belakangan ini, aku dan gege tidak sesering dulu melakukan banyak hal bersama. Ia cukup sibuk dengan sekolahnya dan merawat ibunya. Ah iya, Jung Ahjjuma sakit sejak setahun terakhir. Aku tidak terlalu mengerti tentang penyakitnya, tapi kurasa itu penyakit yang parah. Sering kali aku melihat Kris gege menangis disamping ibunya yang tidak mampu bangun dari ranjang lagi. Ia sangat menyayangi ibunya. Dia bilang, ayah dan ibunya berpisah sejak ia berumur 5 tahun. Ayahnya tinggal di China dan ibunya di Korea. Ah iya, Jung Ahjjuma adalah kepala perawat di panti asuhan ini. Beliau bekerja disini sudah hampir 10 tahun.

Sekarang tanggal 23 Desember 2007, aku duduk menyandar di kursi belajarku setelah menulis bagian awal cerita ini. Aku menatap butiran salju yang turun dengan deras di luar jendela kamarku. Yuri eonni, Yoona eonni dan Joy –teman sekamarku- sedang menonton di ruang tengah, jadi disinilah aku sendirian. Aku sudah terbiasa sendiri, tenang saja. Ah maksudku jika tidak ada Kris gege disampingku, aku pasti sendirian karena tidak ada teman lain yang kumiliki selain dia.

Ngomong-ngomong tentang Kris gege, hari ini aku tidak bertemu dengannya. Sepertinya ia berangkat sekolah pagi-pagi sekali, biasanya ia selalu mengajakku untuk berangkat sekolah bersama karena sekolah kami tidak terlalu jauh jaraknya. Tapi entah hari ini, atau beberapa hari ini dia tidak mengajakku. Atau bertemu saat makan malam saja jarang. Aku sempat mendengar perbincangan Taeyoen eonni dengan Yoona eonni, katanya Kris gege menghabiskan waktunya untuk menemani Jung ahjjuma –ibunya-, sungguh aku merasa sedih karena wanita yang ku anggap ibuku sedang terbaring sakit dan aku tidak mampu melakukan apapun selain menemaninya dan berdoa untuknya.

"ayo makan malam" Kang Ahjjuma –perawat yang lain- berteriak dari bawah. Aku menatap jam di dinding, 7.15PM, sudah waktunya makan malam. Aku keluar dari kamarku dan turun ke lantai satu menuju ruang makan.

"Ahjjuma, apa Kris tidak makan bersama kita lagi malam ini?" tanya Yoona eonni

"tidak. Dia sudah makan tadi. Ia sedang menemai ibunya di kamar"

"semoga Jung ahjjuma cepat sembuh, aku rindu ahjjuma" aku bersuara tanpa sadar membuat anak-anak panti yang lain menatapku aneh, karena aku bicara sendiri mungkin

"hei Baekhyun, jangan sok dekat dengan ahjjuma kami. Kau pikir kami tidak merindukan Jung Ahjjuma eoh?" Taeyeon eonni menatapku tajam, aku hanya mampu menundukkan kepalaku

"sudahlah ayo makan" Kang Ahjjuma menengahi.

Aku sedang menikmati makan malamku hingga tiba-tiba Kris gege berlari ke ruang makan sambil menangis

"ahjjuma! Tolong aku! Eomma sesak nafas!" ia berteriak histeris, kami sangat terkejut lalu berlari ke kamar Jung Ahjjuma. Ya Tuhan, sungguh rasanya sangat menyakitkan melihat Jung Ahjjuma sesak nafas seperti itu. Tanpa sadar aku menangis. Kang Ahjjuma berusaha menelepon ambulan dan kami berusaha menenangkan Kris gege.

"gege, ada aku disini. Aku bersama gege" aku memeluknya, mencoba menenangkannya yang menangis. Ini pertama kalinya aku melihat ia menangis.

Jung ahjjuma sempat memberi kode, tangan nya terjulur seakan memanggil Kris. Kris gege mendekat dan menggenggam tangan ibunya

"eomma tunggu sebentar lagi, ambulan akan datang sebentar lagi eomma. Kumohon bertahanlah" Kris gege terus mencium tangan ibunya

"kr-kris.. eomma.. eo-mma.. menyayangi—menyayangimu" tangan Jung ahjjuma mengelus lembut pipi Kris sampai kemudian tangan itu jatuh lemas.

Kami terdiam. Jantungku rasanya berhenti berdetak. Kakiku lemas.

"Kris.. iklaskan ibumu" aku menangis mendengar Kang Ahjjuma berbicara, ia menahan tangisnya.

"andwae! Eomma jangan tinggalkan aku! Eomma! Eomma bangun!" Kris mengguncang tubuh ibunya. Tangisnya semakin pecah, begitu juga dengan kami yang ada di ruangan itu.

Jung Ahjjuma telah meninggal. Wanita yang kusayangi seperti aku menyayangi ibuku sendiri telah pergi.

Inikah kado natalku?

.

.

.

.

.

May 2008.

Ini sudah hampir lima bulan sejak kepergian Jung Ahjjuma, Kris gege menjadi pribadi yang pendiam. Kami tidak lagi memiliki banyak waktu bersama. Berkali kali aku mencoba untuk menghiburnya tapi ia selalu menjawab bahwa dia baik baik saja. Aku tidak percaya kalau dia baik-baik saja. Aku juga merasa kehilangan tapi aku mencoba untuk tetap menjalani hidupku. Tapi bagaimanapun juga Jung ahjjuma adalah ibu kandungnya, wajar jika ia merasa terpukul dan kehilangan. Aku terus memberinya semangat walau yang kuterima sekarang hanya senyuman kecil darinya sebelum ia meninggalkan ku menuju kamarnya

"terima kasih Baek, aku lelah, aku akan tidur"

Aku sedih melihatmu begini gege.

Semua terasa berbeda, rasanya asing. Rumah ini terasa tidak lagi hangat. Kris gege tidak lagi selalu menemaniku dan jujur aku merasa kesepian. Tidak ada yang berteman dengan ku disini selain dia. Disekolah pun aku tidak memiliki teman.

Hari ini tepat tanggal 6 Mei 2008. Kalian benar, ini hari ulang tahunku. Aku tersenyum bahagia saat melihat kalender pagi ini. Ini ulang tahunku ke 16 tahun. Aku semakin besar sekarang haha. Aku berlari ke lantai 1 setelah siap dengan seragam sekolahku.

"selamat pagi Kang Ahjjuma" sapa ku ramah saat melihat Kang ahjjuma sedang membersihkan meja makan

"selamat pagi Baekhyun. Berangkat sekolah hm?"

"iya. Ahjjuma, apa Kris gege sudah berangkat?" tanya ku setelah menengguk susu yang menjadi sarapanku

"sepertinya belum, coba cek dikamarnya"

"nde. Terima kasih Ahjjuma" aku memeluknya erat lalu pergi ke kamar Kris gege

Tokk.. Tok.. tok..

"gege? Kau di dalam? Ayo berangkat bersama"

Tidak ada sahutan, aku mencoba sekali lagi

"gege? Ini Baekhyun"

Pintu terbuka, menampilkan sosok tinggi itu dengan balutan seragam

"kenapa Baek?"

"Ayo berangkat bersama"

"baiklah" ia menutup pintu kamarnya dan menguncinya kemudian jalan mendahuluiku.

Sepanjang perjalanan di bus, dia banyak diam. Ini menjadi canggung. Aku mencoba untuk mencarikan suasana tapi itu tidak terlalu berhasil, dan aku mencoba cara lainnya

"gege, kau ingat hari ini tanggal berapa?" aku bertanya dengan senyuman

"kenapa memang?" dia bertanya balik, namun nadanya sedikit hmm.. dingin?

"ishh gege melupakannya!" aku memanyunkan bibirku, merajuk.

"Baek, aku sedang dalam mood yang buruk okay?" dia menatapku kesal. Aku menundukkan kepalaku dan mengigit bibir bawahku kencang

Kenapa kau menjadi dingin?

.

.

.

Kami sudah sampai di halte bus, saat nya berpisah –karena kami tidak satu sekolah- biasanya ia akan melambaikan tangannya dan mengucapkan sampai jumpa lagi, tapi hari ini dia tidak melakukanya. Seturunnya dari bus ia hanya berkata "aku duluan" dan belum sempat aku menjawabnya, ia sudah pergi begitu saja. Ah dasar Kris Wu menyebalkan! Dia hanya ingin mengerjaiku kan? Dia kan manusia menyebalkan! Aku melangkahkan kakiku menuju sekolah tempatku menuntut ilmu, tidak terlalu jauh dari halte bus. Sedikit berat rasanya harus datang ke sekolah.

.

.

.

"aku pulang" aku berucap setelah memasuki rumah, walaupun tidak ada yang menyahutnya, aku tetap terus melakukannya saat aku pulang. Aku berjalan menuju kamar ku di lantai 2, melewati ruang tengah. Aku menatap semua orang yang duduk berkumpul di ruang tengah dengan pandangan bingung, ada apa ini? Mataku menemukan sosok Kris gege yang duduk dengan pandangan kosong di samping seorang pria paruh baya.

"Baekhyun, kemari lah" itu Kang Ahjjuma

"ada apa ini Ahjjuma?" aku berjalan mendekat dan duduk di samping ahjjuma

"Kris akan pergi ke China"

Badanku menengang.

Kau ingin meninggalkanku?

"mari kita bicara Baek" Kris gege bangkit dari duduknya dan menarik tanganku menjauh dari sana.

"gege akan pergi?" aku bertanya setelah kami berhenti di taman belakang, mataku memanas

"dengarkan aku Baekhyun. Sekolah ku sudah selesai bulan ini, aku akan melanjutkan kuliah ku di China, aku akan ikut Appa dan—"

"kau akan meninggalkanku gege?" air mataku jatuh begitu saja, aku tidak berani menatapnya

"maafkan aku Baekhyun"

"aku tidak memiliki siapapun lagi selain dirimu"

"kau punya Kang Ahjjuma"

Aku hanya ingin dirimu!

"pemilik panti asuhan ini akan menggantikan eomma merawat kalian"

Aku terdiam lalu dia berlalu meninggalkanku yang jatuh terduduk lemas

Kau bahkan tidak ingat ini ulang tahunku

Kau pergi meninggalkanku.

.

.

.

Kris gege pergi pagi ini dengan penerbangan pertama. Aku mengurung diriku di kamar, aku tidak sanggup melihat nya pergi. Baiklah Baekhyun, kau harus terbiasa hidup tanpa Kris sekarang, kau sudah dewasa.

"Hei Baekhyun bodoh, cepat turun" seseorang meleparku dengan bantal, menganggu lamunanku. Aku menoleh dan menemukan Hyoyeon eonni menatapku kesal

"sebentar lagi mereka datang, Kang ahjjuma menyuru kita untuk bersiap-siap"

"iya eonni, aku turun sebentar lagi" Hyoyeon eonni keluar dari kamar dan aku mencuci wajah ku sebentar sebelum turun kebawah. Katanya pemilik panti asuhan ini akan datang. Aku penasaran, orang baik yang mau menampung kami.

Aku menuruni tangga dengan sedikit tergesa-gesa karena Kang ahjjuma berteriak memanggil ku dari bawah. Aku bergabung dengan anak-anak lainnya duduk di sofa panjang di ruang tengah, tak lama kemudian suara deru mobil terdengar dari depan rumah kami

Itu pasti pemilik panti.

Kang ahjjuma berlari kecil membuka pintu.

"selamat datang Tuan muda" ahjjuma menyapa namun tidak terdengar orang yang disapa itu menjawab, tapi kemudian seorang laki-laki tinggi dan tampan muncul, berdiri dekat ruang tengah.

Dia..

Dia.. sangat tampan..

Entah mengapa jantungku berdegub kencang

Gege, apakah aku sedang jatuh cinta?

"hai, senang bertemu kalian. Namaku Park Chanyeol" ia membungkukkan badannya lalu tersenyum hangat.

Yatuhan, dia sangat menawan.

Aku pastikan, semua gadis yang ada di ruangan ini menatapnya kagum.

"yak. Park Chanyeol tunggu eomma"

Deg..

Suara itu..

"maafkan aku eomma. Ah iya, ini eommaku. Park Heechul"

Eomma..

Apa aku bermimpi?

"hai anak-anak, perkenalkan namaku Park Heechul, aku yang akan merawat kalian sekarang"

Eomma..

Aku merindukanmu..

.

.

.

"Baek, kalau aku boleh tau, kenapa kau mau tinggal di panti ini?"

"karena aku tidak punya orang tua ge"

"ah maafkan aku, harusnya aku tidak perlu bertanya"

"sebenarnya, aku punya eomma. Tapi dia tidak menginginkanku"

"maafkan aku Baek, aku tidak bemaksud—"

"tidak apa ge, aku menceritakan ini hanya padamu, Jung Ahjjuma bahkan tidak tau"

"apa margamu Baek?"

"aku tidak memilikinya. Eomma tidak sudi memberi marganya padaku, dia mengatakannya langsung tapi aku bersyukur suster yang membantu eomma melahirkan ku memberiku nama Baekhyun"

TBC..

haloooo semuaaa.. makasih banyak yang udah nge-follow/favorite/review chapther 1 kemarin, aku seneng banget liatnya.. maaf ya kalo di chapter 2 ini kesannya agak cepet2 huhuhu. aku berharap kalian masih mau baca untuk chapther selanjutnya. rencananya aku mau update seminggu sekali (doain aja) hehehe. untuk kalian yang menunggu momen CHANBAEK-nya, chap selanjutnya adalah awal dari mereka berdua/? ditunggu ya! jangan lupa untuk review chapter ini! thank you~