Ni Hao, aku kembali bawa chapter 2 dari ...

FAREWELL TO STRUGGLE

Chapter 2 ~ Boboiboy

.

Oke, yang review di chapter 1 aku balas ya!

Untuk Furuto Yang dan MA

Iya, maaf agak lama. Habis ngurusin sekolah dulu. Hehe..

Charllotte-chan

Nggak juga sih, tapi aku juga masih bingung soalnya semuanya (Boboiboy, Fang, Gopal, Yaya, Ying) mau aku jadiin tokoh di fic ini

Febri22

Ya udah kalau gitu thanks udah review

DesyNAP

Ya, sedih sih. Tapi buat diri sendiri dan orang lain, melanjutkan ke tingkat selanjutnya sampai cita-citanya tercapai

Aoi Bara

Wah, mau pisah juga nih!

Misayoshi Ichigo

Boleh kok, makasih udah mau review dan kasih saran!

Semuanya, thanks udah review ya!

.

Udah, lanjut aja yuk, kasihan readers nya udah nungguin (adakah?)

.


Sudah dua tahun Boboiboy berpisah dengan teman-temannya, kini ia sudah kelas dua SMP, sudah tidak ada lagi Gopal yang memikirkan makanan dan pekerjaan rumah yang tidak bisa ia kerjakan, sudah tidak ada lagi Yaya dengan hijab pink-nya dan Ying dengan logat Chinanya yang bersaing mendapatkan nomor satu, sudah tidak ada lagi Fang yang sering adu mulut memperebutkan kepopuleran, sudah tidak ada lagi Papa Zola dari dunia game dengan pose superheronya.

"Sudah pergi semua ya ... "Gumam Boboiboy

Flashback

Saat Liburan di Bali

"Teman-teman, lihat itu! Indah sekali"Ucap Yaya sambil menunjuk Bongkahan batu besar ditengah laut

Boboiboy, Gopal, Fang, dan Ying mendekati Yaya dan melihat apa yang ditunjuk Yaya.

"Apanya yang indah?"Tanya Gopal

"Kalian tidak lihat? Itu itu..ada burung Pelikan ditengah-tengah sana!"Tunjuk Yaya sekali lagi. Dan benar saja, seekor-tidak segerombolan burung Pelikan sedang bersenang-senang di bongkahan batu tersebut.

"Waaahh.."Mata Boboiboy berbinar-binar. Menandakan bahwa ia sangat tertarik dengan pemandangan yang dilihatnya saat ini, juga Yaya yang makin imut saja.

Sementara Ying, Gopal, dan Fang hanya bisa sweatdrop melihat Boboiboy dan Yaya, namun lama-kelamaan mereka juga tertarik dengan pemandangan berupa burung Pelikan tadi.

"Hei, kalau bagus, kenapa tidak kalian abadikan saja?"Saran Fang, keempatnya hanya memasang wajah lupa

"Wah, ide bagus!"Seru Gopal

"Iya ya, kenapa bisa lupa ya?"Tanya Boboiboy

"Itu karena kau pelupa, betul kan? Hahahaa.."Tawa Fang

Krik krik krik krik

Plakk

Boboiboy, Yaya, Ying dan Gopal memberi Fang jitakan berjamaah.

"Aduuuh.."Keluh Fang

"Dasar.."Kata Ying

"Hahahaaa.."

Mereka semua melakukan saran Fang, mengabadikan pemandangan indah yang mungkin tidak pernah mereka alami lagi bersama-sama.

Flashback end

Boboiboy POV

Aku tersenyum sendiri mengingat semua kenangan indah yang kami lalui. Tidak begitu lama setelah ponselku berbunyi. Kubuka kunci ponselku dan membaca pesan yang belum terbaca

From : Ibu

Boboiboy, mungkin ibu akan pulang agak terlambat hari ini, tidak masalah kan? jaga rumah ya!

Karena ibu memang sering pulang terlambat, jadi tidak masalah bagiku. Aku sudah terbiasa.

To : Ibu

Baik bu

Aku membalas pesan ibu dengan jawaban yang singkat, lalu kukirimkan ke nomor ibu. Hari Minggu adalah waktu untuk beristirahat bersama keluarga, bermain-main bersama teman, dan bersenang-senang. Tapi hari Minggu bukanlah hari spesial dalam hidupku. Aku dirumah sendirian, tidak ada teman, tidak bersama keluarga. Dan hari Minggu membuatku tersiksa. Aku harus berdiam diri dirumah. Ya, karena aku tidak punya teman selama ini, hanya beberapa teman SD ku dulu sebelum aku pindah ke Pulau Rintis.

Aku kembali mengingat kenangan-kenangan manisku bersama sahabat-sahabatku, berulang kali hingga aku tertawa lepas di kamarku. Namun, karena aku mengingat terlalu banyak kenanganku, aku jadi rindu mereka semua. Aku ingin bertemu mereka. Aku ingin Gopal muncul secara tiba-tiba di kedai Tok Aba, aku ingin belajar matematika bersama Yaya dan Ying, aku ingin membeli donat lobak merah terakhir yang baru saja akan dibeli Fang dihadapannya. Kuambil foto ber-pigora yang terletak diatas meja belajarku, terdapat lima anak dan satu robot kuning berbentuk bola.

Apakah kalian masih mengingatku? Apakah kalian juga merindukanku? Apakah kalian masih menganggapku sahabat? Bisakah kita mengulangi banyak hal bersama lagi?

Andai kalian tahu, aku merindukan kalian, sangat merindukan kalian. Hampir setiap hari aku memikirkan kalian. Apakah kalian juga begitu? Sekarang masih siang, aku mulai lelah dengan pikiranku sendiri, akhirnya aku tertidur pulas sambil memegangi ponselku.

.~*~.~*~.

"Boboiboy, lihat itu!" Seru ibu menunjuk layar televisi. Aku menatap dekat-dekat televisi yang terpajang di ruang tamu. Ekspresiku yang tadinya sangat bosan menjadi terkejut bukan main

"Rasanya aku pernah mengenalinya, tapi siapa ya?" Gumamku

"Eh? Kau mengenalinya? Benarkah? Dia pandai sekali loh! Juara satu olimpiade matematika tingkat nasional"Ibu ternyata mendengar gumamanku

"Entahlah... Kalau tidak salah namanya Mimi."Jawabku

"Mimi?"

"Yaya berkata bahwa motto nya hanyalah 'barang siapa bersungguh-sungguh ia akan sukses' demikian informasi yang saya sampaikan. Ellie Rossy melaporkan."

"Oh, namanya Yaya"Kataku disertai cengiran khasku. Ibu memutar bola matanya bosan.

Tok tok tok

"Wah, mereka sudah datang, Boboiboy, bukakan pintu!"Seru ibu

"Iya bu"balasku sambil melangkah membukakan pintu rumahku yang diketuk oleh orang tak dikenal. Aku membukakan pintu rumahku dan-

"Ying? Ah Meng?! Kalian tahu rumahku?!"Tanyaku antusias, aku terkejut bukan main saat melihat dua orang sahabat SD ku berdiri didepan rumahku.

"Hei, namaku bukan Ah Meng lah! Namaku Fang!"Protes Ah Meng-ralat, protes Fang

"Oh hehehe... maaf"Ucapku sambil menggaruk leher belakangku yang sama sekali tidak gatal

"Hmmh.."

"Kalian naik apa kesini?"Tanyaku

"Pesawat lalu naik kereta"Jawab Fang

"Oh begitu, mari masuk!"Ajakku "Apa kalian bertetangga?"

"Nenekku yang bertetangga dengan nenek Fang. Sedangkan rumah kami berbeda desa"Jelas Ying

Tok tok tok tok tok

Aku beranjak dari sofa membukakan pintu.

"Gopal?!"Aku berteriak histeris

"Boboiboy!"Gopal memelukku erat sehingga membuatku kehabisan oksigen. Aku mempersilahkan Gopal untuk duduk di sofa

Belum sempat aku mendudukkan diri di sofa, suara ketukan pintu terdengar lagi.

Tok tok tok

"Boboiboy... "Panggil orang itu didepan pintu. Kubukakan pintu rumahku dan mendapatai Yaya berdiri disana

"Yaya?! Ayo masuk!"Seruku kegirangan

Yaya duduk disebelah Ying, sebenarnya aku dalam hati bertanya-tanya 'mengapa mereka datang kesini? Bagaimana bisa?' Terlebih lagi Yaya masih mengenakan baju yang sama seperti yang aku dan ibu tonton di televisi tadi.

Tiba-tiba, mereka semua memegang balon besar dan didekatkan ke wajahku, lalu-

DOORRR

"Huwaaaa... a-apa y-yang kali-an la-ku-kan? hah?"Tanyaku gugup. Sebagai penderita Globphobia, tentu saja aku menderita mendengar letusan balon

DOR DOOR DORR

"Kyaaaaaaaa... ja-jangaaaaan!"

DOR DORR

"Jangaaaaaaaannn!"

Aku terbangun dari tidur siangku, aku bersyukur letusan balon tadi hanya mimpi. Di sisi lain aku juga bersedih. Karena, aku tidak bertemu dengan teman-temanku. Tapi aku berusaha melupakannya agar aku tidak terlalu memikirkan mereka lagi

Boboiboy POV end

Boboiboy bangkit dari tempat tidurnya, badannya terasa sakit semua, karena ia memang tidak terbiasa tidur siang. Dilihatnya jam dinding yang tergantung di dinding kamarnya. Masih jam empat sore.

"Masih jam segini, ibu mungkin belum pulang"Pikirnya

Boboiboy memutuskan untuk turun, hanya sekedar menonton televisi. Namun, belum beberapa langkah dari tempat tidurnya, seseorang tiba-tiba membuka pintu kamarnya.

"Huwaaa... Siapa itu?!"Seru Boboiboy ketakutan saat seseorang membuka pintu kamarnya

"Eh Boboiboy, ini ibu"Kata orang tadi yang diketahui sebagai ibu Boboiboy

"Oh ibu, ngagetin saja. Eh, bukannya ibu akan pulang telat?"Tanya Boboiboy

"Nggak, nggak jadi kok."Jawab ibu

"Terus, kenapa ibu kesini? dan bagaimana ibu bisa masuk rumah?"Tanya Boboiboy lagi

"Tadi kamu teriak-teriak sih, kalau masuk rumah, tadi ibu udah ketuk pintu, panggilin kamu tapi gak ada jawaban. Untung ibu bawa kunci cadangan."Kata ibu

"Oh... "

"Eh, tadi kenapa kamu teriak-teriak gitu?"

"Tadi aku mimpi ada balon meletus"

"Hmmmhh... "Sang ibu tentu sudah faham jika anaknya menderita Globphobia. Jadi yah, sudah maklum

"Boboiboy, tadi ada anak masuk TV sebagai juara satu olimpiade matematika tingkat nasional. Namanya Yaya, katanya dia waktu SD juga di Pulau Rintis"Ujar ibu

"Hah?!"

TBC or END?


Akhirnya, selesai juga!

Sebenarnya aku bingung sama alurnya. Akhirnya, aku giniin aja

Ya sudah kalau begitu

Aku butuh Review dari kalian

Sampai jumpa di fic lain!