Disclamer : Bleach punya om Tite Kubo, saya Cuma pinjem
Chara'nya aja hhe.
Rated : T.
Genre : Romance, Comedy, Drama.
Starring : Rukia Kuchiki, Ichigo Kurosaki, Aizen Sousuke, Renji Abarai, and many more.. *Bletak..'bilang aja males ngetik..' hhe
Warning : EYD yang kurang sempurna, Typo yang Mungkin bertebaran, Gaje dan hal-hal Nista lainx.. hha
Oh iya, buat yang minat dan suka sama fic saya, silakan baca. terus yang gak suka tapi udah terlanjur buka fic saya paksain aja buat baca ye.. hohoho XD*Maksa* hha
So enjoyed this fic guys^^..
Homeless Mother
Chapter 2 : Mother Goal
"Huaaa Si-siapa kalian! Dan kenapa kalian telanjang seperti itu?" teriak Rukia kaget. Ketika melihat pemandangan di ruangan sauna itu.
Di ruang sauna itu berkumpul empat anak aizen. Mereka Grimmjow si anak kedua, Ichigo si anak ketiga, Ulquiora si anak keempat dan Toushiro si anak keenam. Lalu ada Ggio si anak kelima yang mengurung diri di ruangannya, tapi terhubung dengan kamera.
"Hai kami ini sedang sauna, ya wajar saja kalau kami setengah telanjang.. dasar cewek aneh." Ujar Grimmjow agak kesal.
"Kyaaa… Jangan mendekat..!" si anak ke-4 Ulquiorra terlihat sangat ketakutan dan menutupi tubuhnya dengan handuk dan diam di sudut ruang sauna.
"paman szayel siapa kakak itu?" Tanya Toushiro dengan santainya. Sepertinya bocah ini yang paling tenang diantara semua anak angkat aizen dan tentunya yang paling imut xixixixixi.
"hmm.."ichigo si anak ke-3 hanya tersenyum menggoda dan memperhatikan Rukia dari atas kepala sampai ujung kaki sambil nyeruput juice jeruknya. Ckckckck jeruk kok minum jeruk -_- *di gampar ichi*
"Ok anak-anak tenang semuanya.. aku akan menjelaskan sesuatu yang penting pada kalian." Ujar szayel maju beberapa langkah kedepan tepat ditengah ruangan sauna."wanita ini adalah Rukia sousuk-"
"Apa ayah mengadopsi seorang anak lagi?"Potong Ggio dari dalam layar Tv.
"Eh? Hahahaha bukan Ggio.. makannya dengarkan dulu penjelasanku. Rukia ini adalah istri Aizen-san dan mulai hari ini Rukia akan tinggal di Los noches castel sebagai ibu kalian." Jelas szayel dengan senyuman khasnya.
"Aapaaa..!" serentak keempat anak angkat aizen itu teriak tidak percaya kecuali ichigo yang tersedak juice jeruknya.
"kau gila tuan szayel ma-mana mungkin aku bias tinggal dikebun binatang seperti ini."Rukia sangat kesal dan dia pun beranjak pergi.
"Eh? Hai tunggu.."lelaki berambut pink itu pun pergi mengejar Rukia yang meninggalkan ruang sauna dan diikuti oleh rangiku.
"Rukia tunggu dulu sebentar"szayel terus berusaha menghentikan Rukia.
"Apalagi sekarang"Rukia pun berhenti dan berbalik kearah szayel dan Rangiku.
"Rukia-san."sekarang rangiku yang angkat bicara."apakah kau telah melihat ini."Rangiku menunjukkan persetujuan pernikahan yang pernah ditandatangani Rukia saat pertama bertemu dengan aizen dulu. Lalu Rukia pun membaca surat perjanjian itu.'Menjadi istri Aizenselama sebulan#Jika ini terpenuni, maka semua hutangnya dianggap lunas#Jika ini tidak dipenuhi, maka hutang itu harus dikembalikan secepatnya#Tinggal di Los noches castle selama tiga bulan dan menjadi ibu bagi keenam anak-anakku#Jika ini tidak dipenuhi, maka hutang itu harus dikembalikan secepatnya secara tunai.
Tentu saja Rukia punprotes, karena tidak pernah merasa melihat perjanjian itu sebelumnya. Ia merasa telah ditipu oleh aizen. Pengacara szayel mengingatkan kalau ini tidak dipenuhi, maka Rukia harus mengembalikan sejumlah uang hutangnya secara tunai saat ini juga. Dan Rukia pun menjadi bimbang.
"Ini.."Szayel memberikan sebuah gulungan pada Rukia. Gulungan itu berisi hal-hal apa saja yang harus dilakukan Rukia sebagai ibu dari keenam anak angkat Aizen, yang disebut mother goal.
"Apa-apaan ini?" protes Rukia.
"Ini juga buku yang berisi profil keenam anak Aizen-san dan peta castle ini. Well, semoga berhasil," Rangiku lalu pergi a.k tiba-tiba menghilang.
"baiklah aku masih ada urusan yang harus diselesaikan, bye Rukia."Szayel pun pergi meninggalkan Rukia.
0
Rukia yang ditinggalkan pengacara Szayel dan rangiku pun gondok. Lalu dia pergi ke ruangan tengah yang tadi dia datangi. ia kemudian mulai membaca gulungan yang tadi diberikan szayel sambil duduk di sebuah kursi. Tanpa diketahui, tiba-tiba kursi itu meluncur cepat kebawah.
"Kyaaaaaaa…." Kontan saja Rukia kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa. Rukia tiba di sebuah ruangan. Tepatnya ruang olahraga. Disana tampak tiga orang anak-anak Aizen, Grimmjow,Ulquiorra dan toushiro tengah menikmati juice dengan seragam olahraga masing-masing. (cepet banget padahal tadi mereka lagi sauna eh sekarang udah ada di ruang olahraga lagi ckckckck ajaib *plaak)
"ciih.. kau lagi."grim jengkel. Lalu dia pun beranjak dari tempatnya semula dan menghampiri rukia. "Mumpung kau ada disini bagaimana kalau kita bertanding basket?"
"Hah?"
"Kalau kau menang kami akan menuruti semua kemauan mu. Tapi jika kami yang menag kau harus meninggalkan castel ini secepatnya. Bagaimana?"
"3 lawan 1? Yang benar saja ini tidak adil.." Protes Rukia.
"Hmm benar juga ya.."Ujar grimm dengan tampang Blo'on nya. *di lempar ke sungai*. "Baikalah tunggu sebentar. Inoue-san…." Teriak grimm. Lalu tiba-tiba datang seorang wanita berambut orange panjang dengan tubuh yang sintal menggunakan pakaian maid. pelayan rumah itu yang ternyata bersembunyi di sebuah lukisan dinding. Rukia semakin heran dengan rumah aneh ini.
Grimm memberikan sebuah kode kepada gadis pelayan itu, kode yang berarti menyuruh inoue untuk mengalah. Dan pertandinganpun dimulai. Dengan lincah Rukia merebut bola dari Ulqui yang ketakutan pada wanita, dioper pada Inoue-san dan . . . hap, satu bola masuk dengan sukses.
"Inoue-san! Apa yang kau lakukan?" grimm geram dengan ulah Inoue-san.
"Huh, bukannya tadi dia memintaku untuk bermain sebaik-baiknya dengan dua orang?" Inoue-san bingung. Rupanya ia tadi tidak mengerti sinyal dari Grimm yang memintanya untuk mengalah. (hahaha, poor grimm-chan XD).
0
Meski sudah kalah, grimm, ulqui dan toushiro masih belum menyerah. Mereka kali ini menantang Rukia untuk mengeluarkan Ggio, si anak kelima yang sudah setahun lebih tidak keluar dari ruangannya.
"Kalau kau bisa mengeluarkan dia dalam sepuluh menit, maka kau menang," ucap grimm senang sambil mulai memencet penghitung waktu mundur. Singakat cerita mereka ber4 telah berada di depan kamar Ggio.
Rukia berusaha membujuk Ggio untuk keluar dengan cara mengajaknya berbicara di depan pintu kamarnya. Ia membaca profile Ggio di gulungan keluarga Sousuke. Ggio adalah mantan pesulap cilik yang terkenal. Tapi setahun belakangan ini ia memilih mengurung dirinya di ruangan.
Menyadari usahanya gagal (kasihan sekali Rukia di kacangin xixixixi), Rukia mengintip ke dalam kamar. Ia melihat Ggio yang sedang makan dari delivery order. Mengetahui hal itu Rukia langsung mendapat ide. Ia menuju tempat delivery order yang ternyata berada tidak jauh dari castle. Kebingungan, Rukia masuk ke rumah makan itu. Tidak ada seorang pun di dalamnya. Ketika muncul, seseorang berbaju koki dengan tampang aneh dan sikap aneh. Tentu saja ia tidak bersedia memberitahukan caranya mengirimkan makanan pada Ggio.
Waktu terus berjalan. Rukia kembali ke castle. Ia masih saja membujuk Ggio untuk keluar. Kali ini ia mengiming-imingi Ggio dengan kisah sebelum ia mengurung diri di ruangan itu. Tentu saja Ggio kesal, ia membanting fotonya yang memenangkan sebuah kompetisi.
Ketiga anak angkat Aizen yang lain, grimm, ulqui dan toushiro duduk menunggu. Mereka dengan senang memperhatikan Rukia yang dikerjai oleh Ggio. Waktu 10 menita akhirnya habis. Rukia lalu masuk ke ruangan sebelah, dan . . . lampu peringatan merah berbunyi lalu tepung dilemparkan ke arah Rukia dari berbagai arah. (poor Rukia). Tentu saja ini perbuatan 3 serangkai pemuda yang kurang kerjaan itu.
Rukia yang belepotan tepung tentu saja kesal. Apalagi disambut tawa cekikikan ketiga serangkai itu. Rukia kemudian pergi, ia menuju SS-net milik temannya, Renji.
0
"Kenapa kau hanya punya baju seperti ini?" protes Rukia pada Renji setelah mandi dan ganti baju merah seksi ala China. Sebenarnya Renji sudah sejak lama membeli baju itu khusus untuk Rukia xixixixi.
Personil SS- net terpesona oleh kecantikan Rukia. Tidak terkecuali Kira dan temannya yang lain, "Kawaiii—manisnya!"
Tiba-tiba Ichigo datang memasuki SS- net . Kaget ia melihat Rukia yang berpakaian manis dan sudah rapi itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" tegur Rukia heran.
Tersadar dari keterpesonannya, Ichigo mengajak Rukia bicara. Ia meminta Rukia untuk tidak menyerah menaklukkan grimm dan anak-anak aizen yang lain. Tapi pembicaraan mereka terganggu oleh kehadiran seseorang yang menyita perhatian Rukia. Buru-buruRukia keluar dan mengejar orang itu.
"Hai Ru-Rukia.." Panggil Ichigo kebingungan.
0
"Oyaji—ayah!" dengan high-heelnya Rukia mengejar laki-laki yang ternyata ayahnya itu.
"Oh, Rukia bagiamana kabarmu? Hutang, semua sudah lunas kan?" Tanya ayah Rukia tak tahu malu.
"Aku hanya meminjamnya. Suatu saat akan aku kembalikan. Kenapa kau pergi saat ibu sekarat?" protes Rukia.
Keduanya kelelahan, lalu berhenti berlari, "Tidak seharusnya orang seperti aku ini memiliki keluarga. Aku kasihan pada ibumu itu," ucap ayah Rukia yang bernama shunshui Kyoraku.
"Ibu hanya ingin berada di dekatmu," ucap Rukia.
Lalu tiba-tiba laki-laki itu pura-pura berusaha bunuh diri agar Rukia tidak mengejarnya lahi dengan berdiri diatas jembatan. Tentu saja Rukia kaget.
"Aw aw aw, sakit! Ah, rupanya ibumu belum menginginkan aku menyusulnya," ucap Kyoraku-san yang ternyata terpeleset dan jatuh di atas truk pengangkut kardus bekas.
Sementara itu Rukia hanya bisa memandangi kepergian ayahnya dari atas jembatan.
0
Rukia kembali ke castle. Kali ini ia berkeras akan menaklukan Ggio. Rukia membawa beberapa barang ciptaanAizen-san, berharap ini bisa membantunya untuk memaksa Ggio keluar dari ruangannya.
Penghitung waktu mundur sepuluh menit dinyalakan. Pertama semacam peledak yang dipasangkan di pintu, tapi gagal. Kali kedua, Rukia mencoba mendobrak pintu itu dengan kapak besar(kecil2 maenannya kapak besar hahahah *plaak). Bukan pintu yang terbuka, tapi malah kapak yang terpotong. Kapak itu melayang dan nyaris mengenai Ulqui. Tapi rukia belum menyerah. Ketiga kalinya ia mencoba dengan mesin pemotong kayu, dan . . . masih juga gagal.
.
.
.
Sebuah suara terdengar. Suara mesin.
"Ah, sudah nyala, bagaimana sekarang? Dingin kan disana?" Tanya Rukia, sementara ketiga anak angkat Aizen yang lain heran melihatnya.
"Apa yang kau lakukan?" Ggio heran.
"Aku pikir, sepertinya aku membekukan ruanganmu. Aku baru saja menyalakan system pendingin. Pernah dengar cold sleep? Katanya kalau dibekukan sembari tidur, maka kau akan bisa hidup lebih lama lagi. Luar biasa."
"Jangan bercanda! Itu tidak mungkin!" Ggio semakin kedinginan
"Ya, tentu saja. Btw, kau mesti tidur sampai masa depan cerah ada untukmu. Ohh iya, tapi aku belum pernah mencobanya. Mungkin kau bisa mati sebelum terbangun lagi."
"Jangan bercanda! Hentikan sekarang juga! Hei, hentikan!" Ggio mulai ketakutan.
Rukia mulai monolognya, "Hei, kau tahu, aku juga tidak punya keluarga. Selama ini aku sendirian. Aku selalu menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi padaku. Dan selalu berpikir, ini bukan aku. Hidup seperti itu melelahkan, kau tahu? Setiap hari terasa berat dan menyakitkan. Aku mulai membenci segala hal. Aku bahkan pernah berpikir untuk mati saja. Tapi . . . setelah bertemu Aizen-san, perlahan aku mengerti kalau aku tidak sendirian. Pemandangan di luar sungguh menakjubkan. Tadinya aku tidak pernah berpikir kalau aku bisa punya masa depan. Sendirian, aku pasti tidak akan pernah mengetahui semua itu. Satu langkah saja, dan dunia akan berubah . . . well itu akhir monolog-ku. Lalu apa yang akan kau lakukan? Sepertinya kau tidak peduli akan hidup atau mati," Rukia mengakhiri kalimatnya.
Waktu terus berjalan. Sepuluh menit nyaris habis. Hingga akhirnya, di detik-detik terakhir . . Dan Ggio pun akhirnya keluar.
"Ggio. . . " Grimm speechless.
" . . . keluar," Ulqui melanjutkan kalimat Grimm dengan speechless juga.
Rukia tentu saja senang, karena kali ini ia berhasil. Rukia menagih janji mereka untuk makan bersama di ruang makan sebagai terpenuhinya mother goal. Sementara Grimm masih saja mengelak kalau ia keluar karena tidak tahan dingin di dalam.
0
Rukia dengan semangat membuat masakan di dapur. Setelah jadi ia membawanya ke ruang makan, "Maaf, sudah menunggu," ucapnya ceria yang langsung berubah masam karena ke6 anak angkat Aizen ternyat tidak menepati janji mereka.
0
Ggio si pertapa akhirnya mau keluar ruangannya. Ia mengambil fotonya yang memenangkan kompetisi. Dan Ggio tersenyum sambil memandang langit-langit kamarnya.
Di suatu tempat, tampak Ashido si anak tertua tengah melukis. Seorang laki-laki mendekat, dan bertanya tentang lukisan Ashido itu. Dia tersenyum sebelum menjawab, "Ini gambar . . . penghancuran dunia," sambil memandangi gambar Los Noches castle di depannya.
0
..Las Noches Castel..
Rukia sangat kesal karena ulah anak-anaknya (?) itu. Akhirnya ia memakan sendiri makanan yang tadi sudah ia siapkan.
"Haruskah aku kembali? Tapi aku punya syarat," terdengar sebuah suara.
Rukia menengok ke arah sumber suara itu. Ternyata disana ada Ichigo yang sedang nangkring di lantai dua, memandangi Rukia makan sambil tersenyum.
"Dari yang aku dengar, kau mendapat bagian warisan besar dari Aizen Sousuke."
"Warisan?" Rukia heran.
"Ya warisan. Jadi aku ingin kau . . . memberikannya padaku," tawar Ichigo."Bagaimana?"
"Memberikannya padamu?" Rukia menjadi sangat bingung-_-.
TBC.
Akhirnya chapter 2 bisa Update juga hehehe maaf lama^^
Soalnya aku gak ada waktu buat updatenya fyuuh hehe XXD.
Ok deh tolong Review nya ya^^
