"kalau begitu, biarkan aku bertanggung jawab untuk membuatnya tenang dengan mulutku, nde, paman tampan..?"

Terkejutlah pria pegawai kantoran tampan -Kim Joonmyun- tersebut ketika tawaran Yixing yang terkesan tak-ingin-ditolak meluncur manis. Mata pria itu agak mencembung, semakin mencembung dengan bola mata yang bergerak gelisah ketika Yixing sudah memposisikan tubuh tepat di depan penisnya yang pamer eksistensi kepada si pemuda manis, dan bibirnya yang semula terbuka untuk menyuarakan keenganan, justru melepas-bebaskan sebuah desis dan desah tertahan.

"Ssh-aah... Oh my godness."

Membuat Yixing yang sibuk bercengkrama dengan penis pria incarannya menunjukkan ekspresi puas, sifat kenakalannya semakin menjadi saat kedua tangan lentiknya yang terasa dingin di kulit kejantanan besar Joonmyun bergerak untuk memijat-meremas-mengocok sisi kosong yang tak muat dalam ruang mulutnya.

Refleks, pria pegawai kantoran itu mengarahkan sebelah tangannya yang menganggur menuju belakang kepala Yixing, menyuruh sang pemuda manis dengan bahasa tubuh untuk melakukannya dengan lebih.

Yixing terkikik-kikik dan mengumam-gumam tanpa tujuan, hanya untuk menggoda sang pria dengan getaran suara pada penis yang ia lahap manja, terkadang pula ia membuat sengaja ujung gigi-gigi berkontak sentuh dan menggoda urat-urat penis yang perlahan mulai membesar tersebut.

"Ggrrmhh-mmhh-mhhm~~ ahhm~"

"Ahh-ah.. Yah.. Oh.."

Saat itu, agar orang-orang dalam kereta tidak beralih melihat kerah mereka, begitu ulah Yixing pada bagian selatannya menyentuh titik high-feels di daerah penisnya, sang pegawai kantoran tampan dengan segera mengarahkan punggung tangan sebelah kanan supaya biasa ia gigit kasar, untuk meredam desahannya yang memberontak untuk dibebaslepaskan dengan liar.

.

.

.


Students and Office Workers

.

Screenplays!Sulay

.

M

.

I don't own anything, except storyline

.

Akai Momo

.

Yaoi/ BL/ Be eL/ Boys Love/ Alternative Universe with much baby typos

.

No like, don't read!

.

Summary! :

Zhang Yixing, pemuda tujuh belas tahun yang memiliki sifat nakal, dengan berani dan nekatnya melakukan pelecehan seksual kepada Kim Joonmyun, sang pegawai kantoran di sebuah kereta, hingga berujung permainan panas mendebarkan di toilet stasiun pemberhentian mereka.

Naughty-student!Yixing and Kinky-Office-Workers!Joonmyun

.

.

.


"I want your loving,

And i want your revenge,

You and me caught on a bad romance." (Bad Romance (c) Lady Gaga)

.

.

.


1.) Uwaaa.. Aku nggak suka dipanggil author/ thor. Panggil aku Akai atau Momo aja. Ya..? :"D

2.) Btw, aku penasaran, emang tingkah Yixing pas exolusion kayak gimana, sih..? :v

3.) chapternya aku tambahin jadi 4 chapter, soalnya wordnya kebanyakan kalo dijadiin satu chapter terakhir. Oke..?

4.) RNR biar aku bisa update asap! ^^

.

.

.


Chapter 2 of 4

.

.


"Oh, baby sugar, sebentar lagi-ah-ah-oh.. Aku akan-ah-sampai." racau lirih Joonmyun. Terbuai terlalu dalam akan permainan mulut-lidah-jari tangan sang pelajar manis pada penisnya yang menyembul agak sembunyi dari balik blazer suit kantornya, hingga tak sadar memanggil Yixing dengan sebutan sedemikian mesra.

Ia menutup kelopak matanya erat-erat, deru nafasnya memburu, wajahnya semakin memerah-berkeringat-panas, dan gigit pada punggung tangannya semakin mengeras, tatkala ia merasakan perasaan ngilu tanda akan datangnya klimaks.

Rasa ngilu itu datang bertamu dari ujung jemari kaki dibalik sepatu pantofel hitamnya, lalu menjalar seperti tanaman sulur dan menyegat seperti aliran listrik ke atas tubuh hingga terhenti di pangkal paha-penis-pinggulnya. Sensasi itu menjadi dan semakin membludak hingga penis sang pegawai berkedut-kedut di dalam rongga mulut Yixing, membuat Yixing yang paham akan tanda seksual itu, berulah semakin nakal dan bandel: ia melumat kasar-menghisap lebih keras hingga kedua pipinya menjadi tirus-menjilat garis kepala penis dan lubangnya.

"Ah-ah-ah-oh-baby sugar.." sungguh, Yixing teramat sangat suka dengan panggilan mesra untuknya, terutama panggilan tersebut keluar dari bibir yang ingin sekali kembali ia perawani. "A-a-a-ak-aku akan.. Akan.. Ah-ah-s-se-sebentar lagi-a-aaarrgghh apa yang kau lakukan..?!"

Naas, ketika Joonmyun hendak mengeluarkan spermanya, Yixing dengan jahil mengeluarkan penis yang ukurannya menggembung hingga uratnya menampak dan berkedut-kedut hangat dari mulutnya, mengundang pekik tertahan akan rasa sakit penuh kekecewaan.

Akan tetapi Yixing menampilkan ekspresi inoken khasnya, mengerjapkan matanya yang bening nan berkilau-kilau cantik sambil mulutnya melakukan gerakan senam kecil, pelajar muda itu beranjak dari jongkoknya. Tak lupa, ia dengan nekat-nakal-mengesalkan-memaksakan kembali memasukan penis-yang-siap-menyembur-kuat-sperma ke dalam celana, lantas mengancingkan dan merapihkan kondisinya ke semula.

Ekspresi -sok- polosnya tidak pernah berpaling untuk menatap ekapresi kesal-kesakitan-kecewa yang dilayangkan pria di hadapannya. Namun tak lama, senyum tipis mulai membentuk, semakin melebar hingga membentuk seringaian ala orang-orang yang sifat jahilnya kambuh.

Pria itu melotot, menyadari ekspresi mengejek yang diberikan oleh pemuda manis tersebut, maka dari itu ia memberanikan diri untuk memepetkan sang pemuda -menandakan dominasi mutlak akibat ketidaksukaan selayaknya pria-pria pada umumnya, selain tentu saja karena pergerakan kereta yang kondisi dan lintasan relnya tidak mulus dan hanya lintasan lurus saja.

"Apa yang kau lakukan, bocah..?!" desis pria itu tepat pada wajah yang hanya berjarak lima sentimeter saja. "Kau benar-benar pelajar yang pintar berbohong rupanya, dan jadi ini yang kau sebut bertanggung jawab, argh..?!" Sorot matanya benar-benar berbahaya, namun Yixing tidak gentar.

Pemuda Zhang tersebut justru mencuri kecup pada pucuk hidung sang pria dan mendorong sedikit tubuh tegapnya agar ia bisa membalik tubuh menikmati pemandangan luar dari balik jendela pintu kereta.

"Penismu terlalu besar di mulutku, paman tampan. Kau juga lama sekali klimaksnya, karena itu mulut jadi kram." entah sengaja atau tidak, keduanya saling mendekati tubuh bagian selatan masing-masing hingga saling menempel erat seperti dibubuhi lem kuat. Penis sang pegawai yang semula melemas, kini kembali menegang akibat bersentuhan mesra dengan bokong kenyal sang pelajar.

"Aah.., paman./ ohh.., baby sugar."

Sentuhan penis pegawai-bokong pelajar itu memancing desah rendah keduanya.

Yixing agak menempelkan wajahnya ke jendela pintu kereta, mengidikkan pundak dan jari-jemarinya meremat jendela pintu kereta. Deru nafasnya memberat, bahkan sampai membuat butir-butir embun di jendelanya, matanya menyayu dan kedua pipinya merona cantik. Sementara Joonmyun, ia tanpa sungkan lantas merengkuh longgar pinggang ramping pelajar di hadapannya, dan mendaratkan kepalanya di bahu sebelah kanan sang pemilik.

"Hhmmh.. Paman." gumam Yixing mulai terbuai dengan kecup seringan sutra pada ceruk lehernya yang terekspos, terasa geli namin memiliki sensasi yang mengasyikan, sehingga ia dengan senang hati memiringkan kepalanya agar seluruh sudut ceruk lehernya dijamah kecupan. "Hh-hh-hh-ngghh~ ah-hh-ah.., paman."

"Kau harum sekali, baby sugar." kini lidah Joonmyun yang bergerilya di ceruk leher Yixing. "Benar-benar membuatku semakin terangsang." bicara kotornya membuat penisnya sendiri dan Yixing perlahan menegang dibalik kain celana.

Selain karena suasana dalam kereta yang penuh hingga terasa sesak dan panas, Yixing tak akan menyangkal jika ulah Joonmyun pada salah satu sisi tubuhnya yang amat-sangat sensitif membuat suhu tubuhnya meninggi, berpeluh hingga kemeja putihnya basah di beberapa bagian.

Sesekali, ketika kereta berbelok atau lintasan relnya tidak halus, maka penis Joonmyun akan bergerak menubruk sela-sela bokong Yixing, seolah meminta izin untuk bertamu dan menjelajah ruang terdalamnya. Dan karena suara kereta yang tidak sehalus kereta kapsul, beruntunglah tak ada yang mendengar pekikan nikmat yang meluncur lolos dari mulut masing-masing.

Awalnya, Yixing merasa tak masalah jika Joonmyun hanya melakukan sesuatu pada tubuhnya di sebatas itu saja, namun kemudian matanya yang semula menutup untuk meresapi rasa nikmat yang menyelimuti seluruh sudut tubuh terbuka tiba-tiba, tatkala sebelah tangan Joonmyun bermain di selangkangannya, meremas-memijat-menekan gemas penisnya yang telah mengembung hingga beberapa tetes sperma keluar menembus kain.

Joonmyun menyeringai sadis dibalik pundak Yixing, sementara Yixing berusaha mati-matian agar kesadarannya tidak menjauh akinat ulah bandel paman tampan di belakangnya.

Yixing, untuk mempertahankan posisi tubuhnya, ia memilih menyenderkan punggung dan kepala belakang pada tubuh tegap Joonmyun. "A-a-aaah~ aah~ a-a-ap-apa yang kau-ah-ah-ah~ lakukan, paman..?!" bisiknya lirih sambil melirik sayu dengan tatapan marah.

Kini, giliran Joonmyun yang memamerkan senyum angkuh. Bersamaan dengan tangannya membuka kancing dan resleting celana Yixing, Joonmyun membalas dengan nada suara rendah dan mutlak.

"Aku akan membalas apa yang kau lakukan tadi padaku, supaya kau bisa merasakan apa yang aku rasakan, baby sugar."

"A-ap-aaaannggghh~!"

.

.

.


To be continued