"I didn't wanna tell you I was jealous, jealous, jealous
What's the point?"
- The Strokes
HALOOOOOO :DDD hehehe aneh ya fanficnya, tapi aaron (yeah panggil saja aku aaron) *readers: siapa juga yang mau tau?* lagi suka nge lanjutinnya nih :D
yah mungkin banyak typo, OOC, gak penting, lebay, garing disana sini, tapi Read n Review yaaaa *sembah sujud* XD
Naruto belongs to Mr. Kishimoto :)
okay lanjut aja ya,
selamat membaca :D
ESPECIALLY FOR YOU
CHAPTER 2: Talking to The moon
matahari yang tak terlalu terik, cenderung mendung malah. sakura menatap keatas berharap bahwa tidak akan ada setetes air pun yang akan turun.
hari sabtu ini, 13.00 tepatnya, akan segera dilaksanakan sebuah final sepakbola regional SMA antara kesebelasan sekolah internasional tokyo dengan tim kesebelasan chiba. merupakan pertandingan yang berat semenjak sudah 2 kali berturut-turut tim tokyo dikalahkan chiba dengan skor sama, 2-0. lapangan stadion sudah cukup ramai walau tidak sepenuhnya terisi. hanya setengah dari stadion mungkin. tentu saja, ini kan bukan pertandingan macam Manchester United kontra Chelsea atau Real Madrid dengan Barcelona. namun jika diamati terlihat sesosok rambut pink yang menempati kursi stadion paling depan dengan coretan 'SG' di kedua pipinya. disanalah dia, sepenuhnya mendukung sahabatnya, Sabaku no Gaara.
suara stadion begitu bergermuruh, ramai sekali. yah, hanya selangkah lagi untuk melihat gaara dan kawan-kawannya memenangi tropi final sepakbola regional ini.
"ino, Sai jadi substitusi ya?" ucap sakura pada gadis pirang disampingnya sambil mulutnya sibuk melahap burger, sakura memang belum sarapan!
"iya! sialan banget sih, kabuto-sensei! jadi pelatih kok gak bisa liat pemain bagus!" ino meracau dengan sebalnya, pacarnya memang menjadi substitusi pada pertandingan kali ini, alias gak jadi starting eleven.
"sabar ya, ino." sakura saar ini hanya bisa menyembahkan senyum simpati dan menepuk pundak sahabatnya.
"halah, sakura, taulah, yang yayangnya jadi starting eleven.." hihi ino yang jahil kembali lagi kawan-kawan! senyum jahil ino memang senang bersarang di wajah imutnya kalau sedang menggoda sakura seperti ini!
"heh- kok jadi malah bawa-bawa ke aku sih?" yang di goda justru hanya berusaha melanjutkan makannya sambil berharap bahwa memakan burger yang satu ini dapat mengalihkan pandangan ino dari wajah sakura yang saat ini bersemu merah. walau kenyataannya pikirannya lebih tertarik untuk melihat gaara di lapangan ketimbang memikirkan burger ini.
jadi cinta memang bisa menurunkan nafsu makan, ya?
hanya beberapa detik setelah sakura membalas pernyataan ino, yang langsung terdengar suara speaker ala stadion berkumandang mengatakan bahwa pertandingan akan segera dimulai dengan dimulainya kedua tim memasuki arena stadion.
"para hadirin yang terhormat, sebentar lagi pertandingan final sepakbola regional SMA yang berlangsung di Tokyo Stadium Center akan dimulai, kedua kubu tim sudah siap memasuki lapangan, terlihat kapten kedua kesebelasan yang menjajakkan kakinya pada rumput lapangan stadion ini. kepada setiap tim dipersilahkan untuk berbaris dan menyanyikan lagu masing-masing sekolah setelah kedua kapten bertukar bendera tim."
rambut merah. nomor punggung 10. angin yang berlalu justru mengibaskan rambut merah yang menarik itu, menarik sepasang mata gadis pink untuk mengamatinya dan cukup menarik untuk membuatnya terpana. kaki gaara yang merenggangkan otot-ototnya, memainkannya sambil berjalan ke tengah lapangan, menampakkan senyum tipisnya yang menarik pada wajah stoic nya yang bisa bikin cewek jadi, halo-aku-lupa-namaku-siapa-aku-tersesat-di-wajahmu. lengannya yang terbalut gelang lengan kapten, bergerak pelan seiring langkah kakinya. sakura hanya bisa menatapnya, melihat sahabatnya memasuki stadion yang tak pernah menjadi hal yang bosan walau sudah sering ia menyemangati gaara di stadion. tapi momen seperti ini hanya membuat sakura semakin sayang dan... sakit.
hanya dalam sepersekian detik, gaara mengalihkan wajahnya. ke belakang. bukan, bukan, bukan menoleh ke arah sasuke yang memang berada di belakangnya sebagai co-captain. kepala gaara yang menoleh ke belakang tak peduli bahwa kakinya terus melangkah ke depan, menampilkan mata menariknya yang mencari sosok seseorang. hingga bibir tipisnya terangkat menyeringai manis melihat pemain berambut merah ini telah melihat sahabatnya yang membalas senyum tipis itu dari kubu penonton. mata gaara memang sedang menangkap sakura.
gaara akhirnya kembali meneruskan kakinya hingga semua berbaris menatap ke arah penonton bersiap untuk menyanyikan lagu kebangsaan sekolah masing-masing. seperti film yang menampakkan slide per slide, memperlihatkan gaara yang menjabat kapten tim chiba, menukarkan bendera masing-masing tim, hingga akhirnya tubuh tegap gaara yang atletis berhadapan dengan sasuke untuk merancang sebuah awal permainan sepak bola, kick off di tangan tim tokyo, first half, the ball is for the away one!
"priiiiiiiiiiiiit!" peluit panjang dikumandangkan, dengan cepat kaki gaara menendang bola kecil ke arah sasuke yang sudah berlari jauh mencoba menembus pertahanan lawan, kaki sasuke menerimanya dengan cantik hingga sasuke dan gaara berlari memisah, bersama-sama mencari peluang untuk saling mengoper satu sama lain. sayangnya pertahanan tim chiba tidak bisa diragukan lagi. butuh teknik yang mantap bagi rivalnya untuk bisa menembus pertahanan tim chiba.
berulang kali gaara dan timnya mencoba menguasai bola, mengoper bola sehingga permainannya tidak terlalu terbaca namun belum ada satu gol pun yang menembus garis gawang itu.
sudah 35 menit...
sakura menggigit ujung kuku ibu jarinya, terkesan cemas melihat pertandingan yang belum menampakkan keuntungan bagi pihak tokyo.
"PRIIIIITTTTTT, PRIIIIITTTT!" sang wasit meniupkan peluit panjang dua kali tanda final sepakbola regional SMA telah berakhir. Gaara langsung melepaskan dirinya dari wilayah lapangan, berlari menuju arah penonton, "Sakura!" gaara berteriak! berteriak memanggil nama sahabatnya secara spontan yang terlihat menuruni tangga penonton menerobos masuk ke lapangan hijau yang disambut dengan pelukan dari gaara. sayang tidak seperti yang dibayangkan, ini tidak menjurus ke bollywood karena author melarang gaara untuk menaikkan sakura. tangan gaara merengkuh tubuh sakura erat seakan tidak bisa melepaskannya, mengeluarkan semua kegembiraan yang terpampang di wajahnya. tangannya masih merengkuh gadis itu, namun sejenak kepala gaara perlahan mendekatkannya ke arah sakura, hingga bibirnya tepat persis disebelah telinga sakura.
"aku berhasil sakura, kamu lihat kan? ingat akan janjimu." gaara menyeringai, memperlihatkan wajah stoicnya yang kembali menjadi evil. sakura yang bahagia langsung geleng-geleng gemes pengen ngejotos sahabatnya satu ini. walau memang ia harus menepati janjinya.
"janji apa ya gaara?" sakura tersenyum balik, matanya menatap mata seorang gaara itu, mencoba menampilkan wajah innocentnya.
"kalau kamu pura-pura tidak tahu, kamu harus bertanggung jawab lebih loh," gaara yang jahil-hanya-pada-sakura-pada-saat-saat-tertentu keluar merebak ke permukaan lagi! sakura benar-benar hanya ingin ketawa, berharap waktu seperti ini tidak akan cepat berakhir, namun gaara melepaskan rengkuhannya perlahan,
"tenang, sakura, piala ini masih sama, masih untuk kamu. kamu ingat kan saat pertandingan SMP?" suara berat itu berhasil mengembalikan sakura untuk mengingat masa lalu, yang...
kenapa dia harus mengingatkan ini...
"sakura aku ke pelatih dulu yah-" gaara memotong pikiran sakura yang hampir kembali mengenang masa lalu.
gaara, kalau kau ingin menghilangkan rasa itu, kenapa harus dengan cara seperti ini?
mata sakura hanya bisa kembali menatap punggung bernomor 10 itu yang menjauh.
semua larut dalam kegembiraan, gerakan refleks gaara kepada sakura yang ketika wasit menghentikan permainan memang-yah-terkesan lebih dari sahabat. tapi, karena ya, tim tokyo berhasil memenangkan pertandingan 4-0! tanpa balas. gaara yang tadi langsung berlari menuju sakura untuk merengkuhnya, meluapkan perasaan yang ada, berbagi perasaan kemenangan dengan sakura hanyalah salah satu bentuk kebahagiaan dari menangnya tim tokyo ini. semua bergembira.
oh mungkin untuk satu orang tidak,
...
sasuke terlihat duduk di bench menatap ke arah lapangan kosong. matanya hitam seperti rambutnya menatap kosong namun ia memikirkan sesuatu.
lihat kan? sesusah apa pun, aku belum bisa melewati gaara.
TBC~
hehehe maaf banget cuma dikit (padahal gada yang baca) tapi emang lagi banyak ulangan jadi cuma bisa bikin scene tentang final sepakbolanya aja..
hehe RnR pleaseeee ;)
thanks before,
-frauaaron-
