KYDS

CAST: -LEE SUNGMIN AS YEOJA

-KIM RYEOWOOK AS YEOJA

-KIM KIBUM AS YEOJA

-LEE HYUKJAE AS YEOJA

-CHO KYUHYUN AS NAMJA

-LEE DONGHAE AS NAMJA

-KIM YESUNG AS NAMJA

-CHOI SIWON AS NAMJA

-AND OTHER CAST

RATED: T

SUMMARY : BERAWAL DARI KEPINDAHAN SUNGMIN, YANG DULU BERSEKOLAH DI JEPANG. SUNGMIN YANG TIDAK TAHU MENAHU TENTANG SEKOLAH BARUNYA MEMBUAT DIA TERPERANGKAP MASALAH DENGAN CHO KYUHYUN, SALAH SATU ORANG PENTING DI SEKOLAHNYA, KARNA TANPA SENGAJA MENYENTUH PIPI NAMJA ITU, BAGAIMANA KAH NASIB LEE SUNGMIN?

HAPPY READ

,

,

,

CHAPTER SEBELUMNNYA

"kau masih ingat kata2ku tadi sebelum pergi kan? Kau tidak akan pernah selamat karna telah menggangguku… kau masih ingat kan?"

Kyuhyun menekankan setiap kata yang keluar dari bibirnya

"baiklah, kita akan mulai permainan ini sekarang" kyuhyun menoleh kebelakang lalu mengambil sesuatu yang di sodorkan salah satu siswa disana. Dan…..

BYURR

Chapter 2

Sungmin menggigil, saat air dingin itu membasahi tubuhnya. Sedangkan kyuhyun tertawa nista dengan para sahabatnya melihat keadaan sungmin yang basah kuyup sembari mereka melangkah pergi meninggalkan sungmin yang menggigil kedinginan.

"hiks….hrrrr hiksss" sungmin jongkok lalu memeluk lututnya agar mengurangi rasa dingin di tubuhnya. Bibir sungmin bergetar, air mata menetes dari mata foxynya

"Minnie… gwenchana?"

Mendengar suara sahabatnya, sungmin berdiri dengan handuk yang menyampir di bahunya (ryeowook yang memberikan saat menyapa sungmin), dia peluk tubuh mungil ryeowook lalu menangis keras2

"hueeee wookkieee hikssss…. Huuueee"

"minnn….. kau tidak apa-apa kan?" wookkie memapah sungmin menuju lokernya untuk berganti baju

,

,

"arhhh…. Si cho kyuhyun itu…." Sungmin menggeram kesal saat mengingat kejadian beberapa jam lalu.

"aku membencinya, benar-benar membencinya"

"sudahlah Minnie…."

"apa yang sudah wookkie?" sungmin menggembungkan pipinya kesal

"lagipula kenapa kau tadi menangis? Dasar cengeng"

"itu karna aku terkejut babo, dia menyiramku begitu saja dengan air dingin pula"

"terserahmulah" wookie mengendikkan bahunya

"tch… apa yang patut di banggakan dari si cho kyuhyun itu? wajahnya saja mirip dengan ahjussi tua yang tinggal di depan apartementku, aku yakin dia itu hanya seorang gigolo yang sering gonta ganti pacar…" sungmin mengoceh dan mengata-ngatai kyuhyun

"min….errr" wookkie menatap kebelakang sungmin dengan takut

"apa wookkie? Kau takut? Berbeda denganku rasa takutku saat pertama bertemu jadi berubah berapi-api ingin menghabisinya, kalau saja dia berada disini… rhhhhh ingin kutonjok saja hingga babak belur" lanjut sungmin sembari mengepalkan tangannya

"min….. di-dia…. Di-di-di-dia ada di-belakangmu…" setelah berkata dengan susah payah, ryeowook menunduk takut

"hahahaha…. Yang benar saja wookkie? Ini sudah jam pulang dan semua siswa sudah pulang babo! Kau ingin membodohiku? Dan apa kau tidak melihatnya? Dia sudah pulang dengan teman2nya tadi!" sungmin tertawa keras

"bagaimana kalau temanmu benar lee sungmin?"

Deg

Deg

Deg

Sungmin menelan ludahnya kecut saat suara dingin dengan nada mengejek itu menyapa gendang telinganya lagi. orang yang tadi ia bicarakan dan ia jelek2kan kini berada di belakangnya, dan tanpa di tebak pun kita tahu, orang dibelakang sungmin pasti mendengar semua perkataan sungmin.

"wo…wokkie…" sungmin menatap tempat ryeowook tadi duduk yang kini sudah kosong alias tidak ada orangnya.

'kim ryeowook!' jerit sungmin dalam hati, sungmin mengumpulkan keberaniannya, lalu dengan perlahan tapi pasti sungmin membalikkan badannya menatap kyuhyun berani atau lebih tepatnya mencoba berani

"kau mengata-ngatai aku nona bantet?" kyuhyun menampilkan senyum miringnya. Yang tentu saja membuat dirinya semakin tampan

"emm errr" sungmin gelagapan.

"aku mirip ahjussi tua di depan apartementmu ya? Benarkah? Setampan apa dia hingga kau berani menyamakanku dengannya" kyuhyun menekan setiap kata yang mengalir dari bibir tebalnya.

"kenapa tidak menjawab nona?" kyuhyun mengelus pipi cubby sungmin lembut

"hmmm bagaimana dengan kalau aku seorang gigolo?" kyuhyun kembali mengulangi kata2 ejekan sungmin yang tadi ia dengar live dari mulut sungmin. Sungmin mengatur nafasnya. Karna saat ini wajah kyuhyun benar2 sangat dekat dari wajahnya. Hingga sungmin bisa merasakan nafas teratur kyuhyun.

Kyuhyun kemudian berdiri.

"bawa dia. Kalau dia tidak mau seret ke mobilku!" bentak kyuhyun pada beberapa orang di belakangnya yang entah sejak kapan berada disana

"baik tuan muda"

Sungmin tentu saja memberontak saat orang2 berjas itu menyeretnya menuju parkiran. Bukan menyeret tepatnya menggendong paksa.

Orang2 berjas itu memasukkan sungmin ke mobil sport biru metalik kyuhyun. Di sebelah kemudi tepatnya.

"baiklah lee jungmin berhentilah berteriak karna aku tidak akan membukakan pintu untukmu bantet"

"rrrrhhhhhh….. pertama namaku bukan jungmin tapi sungmin….. kedua kau mengata-ngataiku bantet… grhhhkau benar-benar membuatku ingin menonjokmu ahjussi tua gigolo!" geram sungmin dengan suara yang dibuatnya seram.

"uhh… benarkah? Bukankah kau yang lebih dulu mengata-ngataiku nona? Dan juga namamu itu tidak penting bagiku… kau mengerti? TIDAK PENTING BODOH!" sinis kyuhyun

"lihat saja kau telah berani mengata-ngatai aku… kau tidak tahu siapa aku, karna kau telah berani mengata-ngatai aku, aku tidak akan berbaik hati padamu lagi lee jungmin" lanjut kyuhyun penuh penekanan, lalu menggas mobil sport biru metalik itu dengan kecepatan tinggi meninggalkan gerbang sekolah tanpa mendengarkan teriakan ngeri sungmin

"YAAKKKKKK BODOHHHHHHHHHHHHHHH TURUNKAN AKUUUUUU BODOHHHHH….. AKUUUUU MAUUUUUU TURUUUNNNNNNNNN!" Teriak sungmin di telinga kyuhyun, reflek kyuhyun meminggirkan mobilnya, lalu membka kunci pintu dengan sandi otomatis yang dibuatnya

"KAU GILA HAAAHHH?" bentak sungmin

"KALAU INGIN MATI JANGAN NGAJAK NGAJAKKKK BABOOO!"lanjut sungmin lagi masih dengan nada membentak

"turun…" kata kyuhyun tenang tidak mengindahkan bentakan sungmin

"MWO?!"

"kau boleh turun, pintu sudah kubuka, kau tinggal turun"

"APA KAU GILA? KAU MENURUNKAN YEOJA DI TEMPAT SEPERTI INI-"

"TURUNNNN…." Potong kyuhyun Nadanya satu oktaf lebih tinggi di banding tadi

Tanpa banyak bicara lagi sungmin membuka pintu mobil kyuhyun lalu keluar dan menutupnya lagi dengan kesal. Ia tahu kyuhyun pasti hanya bercanda meninggalkannya seorang diri disini. Dan dia sudah bisa menebak setelah ini kyuhyun pasi akan berkata

'masuklah… aku akan mengantarmu sampai rumah, maaf telah membentakmu tadi'

Sementara itulah yang ada dipikiran sungmin sehingga ia berani turun dari mobil kyuhyun di tempat yang sepi ini, tapi…

BRUMMMM

Sungmin salah… salah besar… kyuhyun benar-benar meninggalkannya tanpa berkata seperti yang ia pikirkan tadi…

"DASAR TIDAK PUNYA PERASAAANNNN!" teriak sungmin kesal lalu terduduk di trotoar jalan

"hiks… akuuu takuttt" bahu sungmin bergetar menandakan ia sedang menangis sekarang.

Beberapa menit kemudian…..

"tidakkk adakahhh yanggg lewat di tempat iniiii? Aku benar2 takuttt….. " isak sungmin. Tiba-tiba mobil sport merah menghampiri dari berlawanan arah.

"heii… kau… yeoja itu kan?" sapa orang itu setelah menurunkan kaca mobilnya

Sungmin berdiri, lalu mengusap air matanya kasar. Di pun melihat pemilik mobil ini. Orang ini… salah satu teman si cho berengsek itu… kalau tidak salah di juga masuk dalam geng kyuhyun apa ya namanya? Kids….. ya kids… =.= *bukan kids kakak… tapi kyds.. oke abaikan saja author gila inii*

"heiii…." Sapa orang itu lagi karna merasa tidak ada jawaban dari sungmin

"huh?"

"sedang apa kau disini?" lanjut sungmin

"kau sendiri sedang apa? Matamu sembab kau menangis? Ditinggal najachingmu ya?" runtutan pertanyaan itu sebenarnya tidak membuat sungmin kesal, tapi pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan untuk mengejek sungmin benar2 membuatnya kesal.

"tch…" decih sungmin

"hei hei kau tidak sopan…"

"tidak masalah, aku tidak harus sopan pada semua orang, termasuk kau, karna kau bukan orang special bagiku" jawab sungmin enteng

"ckckckc yeoja aneh… tadi kau baru saja menangis, dan sekarang kau sudah biasa2 saja? Padahal aku baru mau jadi pangeran yang akan menolongmu saat ini"

"siapa yang kau bilang menangis? Tunggu… pangeran? Pangeran macam apa? Hahahaha"

"matamu tidak bisa membohongiku nona…. Matamu sembab, dimana-mana di seluruh belahan dunia juga pasti tahu kalau mata sembab artinya habis menangis… naiklah aku akan mengantarmu pulang"

"baiklah kalau kau memaksaku" jawab sungmin jaim

"hahaha… baiklah aku memaksamu~" goda namja itu

"huh" sungmi pura2 tidak mendengarkan

"jadi… boleh kutahu namamu?" namja di kemudi memulai pembicaraan setelah mobil kembali melaju di jalan raya. Namja ini bawaannya tenang dilhat dari caranya yang menyetir mobil dengan sangat tenang,tidak seperti si cho berengsek itu yang benar2 membuat sungmin jantungan dengan caranya menyetir mobil.

"kau tidak mendengarku ya?"

"huhh? Apa?"

"hahaha….. jangan melamun… nanti kesambet baru tau rasanya"

"ugh" sungmin manyun

"jangan memasang wajah seperti itu…. Kau membuatku ingin memakanmu… jadi kutanya lagi… boleh kutahu namamu?"

"sshhh… aku jadi ragu telah memilih menumpang padamu orang cabul… namaku lee sungmin"

"hahahahaha…. Kau lucu… sesuai dengan namamu yang cantik"

"apa hubungannya dengan aku yang lucu dan namaku yang cantik?"

"maksud perkataanku kau lucu dan cantik… jadi dimana rumahmu?"

"aku tidak punya rumah….-"

"mwoya? Maksudmu kau sebatang kara di dunia ini?"

"aku belum selesai bicara" sergah sungmin kesal

"aku tidak punya rumah, tapi aku punya apartement. Dan juga aku tidak sebatang kara, orang tuaku masih utuh belum ada yang masuk ke liang kubur, jadi kau mengerti kan?" jelas sungmin panjang lebar kali tinggi/?

"kukira kau sebatang kara… dimana alamat apartementmu?"

Sungmin menyebutkan alamat apartementnya dengan sedetail-detailnya

"astaga….."namja di kemudi Nampak syok setelah sungmin selesai bicara

"apa?"

"aku hanya mau intinya… kau menjelaskan sampai sedetail itu…ckckck benar2 aneh…. Kau belum tahu namaku kan? Kau tidak menanyakannya? Tidak sopan sekali"

"sudah kubilang kan tadi aku tidak harus sopan pada semua orang termasuk kau… memangnya apa pentingnya kau hingga aku harus menanyakan namamu?"

"terserahmulah… tapi akan kuberitahu namaku meski kau tidak bertanya,,, namaku kim yesung"

"tidak masalah tuan kim… terimakasih atas bantuannya sehingga aku bisa selamat sampai disini" sungmin membuka pintu lalu keluar

"kau tidak menyuruhku masuk?"

"kau mau masuk?"

"kalau kau memperbolehkan"

"tapi aku tidak punya barang2 mewah atau makanan minuman mewah seperti yang sering kau temui dirumahmu yang harus aku perlihatkan dan berikan padamu"

"tidak apa… tidak ada salahnya berkunjung"

"terserahmulah tuan kim"

"panggil aku yesung saja"

"eoh" sungmin mencet tombol lift…. Lalu menunggu lift membawanya ke lantai 17. Disana mereka hanya berdua. Tidak ada siapa2 lagi

"kita disini hanya berdua"

"lalu?"

"kau tidak takut aku akan mencabulimu?"

"kau tidak terlihat ingin mencabuliku kenapa aku harus takut?"

"hahaha…. Kau adalah yeoja aneh yang pertama kali memperlakukanku seperti manusia biasa"

Ting

"apa aku juga harus memperlakukanmu seperti yang lainnya?" Tanya sungmin sembari berjalan menuju kamar apartementnya

"tidak usah, aku suka kau jadi dirimu sendiri"

Tit tit tit

"baguslah…. Aku jadi tidak perlu mengelok elokkanmu… itu bukan gayaku" jawab sungmin santai sambil memasuki kamar apartemennya diikuti yesung setelah memencet password pintu.

"duduklah,,, aku akan membuatkan teh hangat"

Yesung duduk di sofa sambil mengamati sudut2 apartement sungmin

"kau tinggal sendiri?"

"tidak…. Tinggal dengan cokkie"

"apa cokkie namja?"

"tebakanmu benar"

"oohhhh…. Jadi dimana cokkie? Apa dia sedang sekolah? Atau sudah bekerja?" Tanya yesung… matanya sedikit tersirat rasa kecewa

"hahahaha…. Kau lucu sungie"

"kenapa kau tertawa?" yesung menatap sungmin yang berjalan mendekatinya dengan teg hangat diatas nampan yang di bawa sungmin

"hahaha…. Dia tidak sekolah maupun bekerja… di sedang ada di sudut ruang keluarga… kau bisa melihatnya sendiri"

yesung melirik kesudut belakang dari tempatnya duduk {yesung duduk di ruang keluarga}

dia tampak specless setelah mendapati seekor kelinci berbulu coklat sedang menatapnya juga

"hahahahahaha… ekspresimu ituu"

"fiuhhh ku pikir di seorang namja berotot yang mungkin adalah tunanganmu ternyata hanya seekor kelinci"

Yesung meminum teh hangat buatan sungmin

"kau tidak takut kalau aku mengisi racun di minumanmu?"

"kau mengisi racun?" yesung terbelalak kaget

"hahahaha…. Aku hanya bercanda… kau meminumnya seperti tidak minum sebulan saja"

"huh… ku kira kau tega memasukkan racun… teh mu enak… lain kali aku akan berkunjung untuk minum teh mu lagi… baiklah… sudah sore… aku pulang dulu ya…"

"hmm? Oke…. Sampai jumpa besok sungie"

"panggilanmu untukku manis…"

"kau juga bisa memanggilku Minnie"

"hahaha…. Baiklah Minnie… aku pulang dulu… gomawo tehnya"

Yesung melenggang keluar lalu turun kebawah kemudian mengendarai mobilnya menuju rumah yang lebih tepatnya disebut sebagai istana keluarga kim

Sungmin berjalan menuju gerbang sekolahnya yang sudah terihat mungkin sekitar 500 meter lagi ia akan sampai. Tiba2 teriakan cempreng wookkie mengusik ketenangan sungmin

"Minnieeeeeeee!"

"mwoya?"

"kenapa kau jutek begitu?"

"bukan urusanmu"

"yaaaaa Minnie…. Jangan cuekin aku…. Kita kan sejenis… kita kan sahabat"

"sahabat macam apa yang tega meninggalkan temannya di sebuah ruangan kosong dengan si brengsek cho itu"

"ahhhh…. Kau marah soal itu rupanya"

"…" sungmin tidak menjawab

"baiklah baiklah…. Aku minta maaff… aku hanya panic… kukira kau akan kabur setelah aku kabur… padahal aku menunggumu loohhh di warung depan sekolah… sayangnya aku sangat kecewa karna sepertinya kalian bersenang2"

"MWOYA?!SENANG? senang apanya? Aku hampir saja bertemu dengan malaikat pencabut nyawa….dia gila…. Si cho itu gila" sungmin menggeleng2kan kepalanya ngeri mengingat cara menyetir kyuhyun yang ugal2an

"dannn juga…. Aku ditinggal di tempat sepi hanya seorang diri…. Bayangkan kim ryeowookkie…. Itu yang kau sebut bersenang2? Yang benar saja" wookkie menggembungkan pipinya kesal

"oke…. Ceritakan semuanya padaku saat dikelas nanti… kau mengerti…. Jangan kau berbicara cepat dan panjang lebar seperti itu…. Ludahmu membasahi mukaku Minnie"

Sungmin nyengir

"hehehe…. Maaf wookkie… aku benar2 tidak dapat mengontrol emosiku karna mengingat kejadian kemarin"

"ck….. jinjha…. Kajja…." Wookkie menggandeng tangan sungmin

"kyaaaaaaa…. Kyds datang…..!"

Teriakan para yeoja di seluruh penjuru sekolah memekakkan telinga sungmin ketika sampai di gerbang sekolah

"ughhh…."dengus sungmin

"lama2 aku jadi bosan sendiri wookkie"

"yaa… kau benar Minnie"

Tuk…

Sungmin mundur kebelakang beberapa langkah ketika menabrak dada bidang seseorang

"sshhh… kalau jalan lihat lihat bodoh! Sakittt babo!" emosi sungmin semakin menjadi tatkala melihat siapa yang sudah menabraknya

"kau!" kyuhyun menunjuk muka sungmin dengan emosi yang sama juga dengan sungmin

"harusnya aku yang berkata seperti itu bodoh! Kau yang jalan tidak melihatku! Lain kali kalau jalan pakek mata bodoh! Dan juga kalau aku bodoh… maka kau lebih bodoh lagi dari aku!"

Sungmin mencibir mendengar perkataan kyuhyun, lalu berlalu sambil berkata:

"aku bukan orang aneh sepertimu yang berkata berjalan memakai mata! Yang benar dimana2 jalan itu PAKAI KAKI BODOH!" sungmin meneriakkan 3 kata terakhir di telinga kyuhyun dengan sangat keras.

Kyuhyun menutup telinganya yang berdengung

"shiittt! Apa maksudmu berteriak di telingaku hah!"

"ckckckck… betapa bodohnya dirimu….. maksudku adalah agar kau bisa mengerti jalan itu pakai kaki bukan pakai mata!" sungmin lalu menarik tangan wookkie menjauh

"grrhhhhh"

Kyuhyun menggeram kesal sembari menatap punggung sungmin yang semakin menjauh.

"lihat saja aku akan membalasmu karna telah mempermalukanku di depan umum" gumam kyuhyun lalu tersenyum licik

"ck… sudahlah kyu"

"aku tidak akan memaafkannya sung! Jangan menghentikanku…!" kyuhyun pun berlalu diikuti kedua temannya sedangkan yesung hanya bisa mendengus kesal lalu menyusul kedua temannya

,

,

,

"kau berani sekali Minnie.."

"apa hanya aku yang berani disini hingga kau terheran begitu melihatku melawan si cho menyebalkan itu"

"kau benar… hal ini pertama kali ada di sekolah ini selama aku sekolah… dan kurasa kau akan lekas menjadi artis min"

"MWOYA!"

"hari ini seongsaenim akan memberi ulangan pada kalian! Masukkan semua buku. Yang ada dimeja kalian hanya perlengkapan tulis"

"yaaahhhhhhh" para penghuni kelas tersebut mendengus kecewa setelah mendengar kata 'ulangan' dari guru matematika mereka yang tercinta. Tapi mereka tidak bisa membantah, karna itu sekarang dengan bermalas2san mereka memasukkan semua buku sampai yang tersisa hanya alat tulis. Beberapa siswa juga mulai panic karna belum belajar da nada juga membuat contekan. Sungmin sendiri hanya bisa pasrah, dia tidak seperi teman2nya yang lain yang sibuk membuat contekan, termasuk teman disebelahnya, cho kyuhyun… apa? Sejak kapan kyuhyun membuat contekan? Oke kalian juga akan tahu jawabannya di chapter selanjutnya….. kkk

TBC

Halooo… maaf author baru update… habisnya lagi sibuk ujian heheh… bagaimana2? Alurnya makin aneh ya? Duhhh author juga bingung…

Makasi ya yang sedia review buat author… nahh sekian dulu… mohon komentar kritik dan sarannya ya… sampai jumpaaaaaaaaaaa

Tebar menyan…

RNR PLEASE

DON'T BE SILENT READERS