Chankai Stories
Part 2
Chankai's Story
(Chanyeol X Jongin as Kai)
Author : Jihyunk16
Warning!
Boys Love! Crack pair! Typo
...
Don't Like Don't Read, thankyou!
...
.
.
.
.
Rumah Chanyeol itu berbeda, jika orang-orang di bangunkan dengan kicauan burung tapi Chanyeol bangun karena gonggongan anjingnya yang memekakkan telinga, wajar sih dia kan punya empat ekor anjing.
"Hoamm"
Perlahan matanya mengerjab menghilangkan kantuk yang masih mengiringinya. Pandangannya berpaling pada orang yang tidur berbantalkan tangannya, sebenarnya tangannya pegal sekali apalagi Jongin itu bukan orang yang ringan.
Wajah tidur Jongin terlihat sangat damai ditambah bibir tebalnya yang semakin seksi saja saat tidur—oke ini mesum. Tidak rela sebenarnya membangunkan Jongin mengingat waktu masih pukul enam pagi, kalau bukan karena anjing-anjing nya pasti ia masih tidur tampan.
"Hey hitam, sampai kapan kau mau tidur?" ujar Chanyeol sambil memeluk erat tubuh Jongin, well ia ingin tidur lagi sebenarnya.
"..."
Ternyata bualannya tentang Jongin bos dari bos bosnya raja tidur itu memang benar adanya. Lihatlah, si hitam itu tetap tidur padahal suaranya tadi lumayan besar. "Huahh, aku masih mengantuk," dan dalam beberapa detik Chanyeol telah kembali ke alam bawah sadarnya.
Dasar pemalas!
.
.
.
.
Jongin mengerutkan keningnya ketika merasa ada orang yang menusuk-nusuk pipinya kuat, buyar sudah mimpinya berkencan dengan gadis seseksi Hyorin sistar. Dengan mata yang masih terpejam ia menarik benda yang terus menusuk pipinya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
"Arrggh! Ini sakit, hitam!"
"Kau berisik sekali, brengsek. Biarkan aku tidur sebentar lagi," keluhnya. Ia menggapai tubuh Chanyeol untuk kembali di jadikan bantal gulingnya, tubuh Chanyeol lebih nyaman dibandingkan guling biru laut yang sekarang sudah tergeletak di lantai. Kasian.
"Cepat bangun, sialan. Kau tak lupa dengan tugas mu itu kan?"
Matanya mendadak terbuka lebar membuat Chanyeol yang wajahnya sangat dekat dengan Jongin begidik ngeri. Mata Jongin saat ini lebih mengerikan dari pada anjingnya yang selalu di takuti Jongin.
"Jam berapa sekarang?"
"Delapan tepat dan Jongin ku harap kau lekas bangun, kau tahu tanganku hampir mengalami kepatahan dini karena mu," ia mencoba menggerakkan tangannya agar Jongin segera sadar dan enyah dari tangannya. Kepala Jongin tak lebih berharga daripada tangannya.
"Astaga!" pekik Jongin sambil melompat dari kasur Chanyeol untuk pergi ke kamar mandi.
Daripada memandang Jongin yang sedang berlari ke dalam kamar mandinya, ia lebih baik memandangi tangannya yang sudah sangat kebas. "Lain kali aku tidak mau meminjamkan tangan ku untuknya, ya ampun tanganku~"
Jongin yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dapat memutar matanya melihat aksi Chanyeol yang sangat berlebihan. "Tanganmu tak akan lepas, Chanyeol. Berhentilah menjadi orang sinting, Park"
"Kau ini manusia tak tahu terima kasih, seharusnya kau melakukan sesuatu agar tanganku membaik. Kau pulang saja sana! Aku malas mengajarimu lagi," uh oh Chanyeol mulai melakukan aksi mengambeknya.
Gawat! Jongin membelalakkan matanya mendengar perkataan Chanyeol. Hell no, seluruh tugasnya akan dikumpul besok dan ia tak mau dihukum. Jongin segera melompat ke tempat tidur membuat kasur itu bergoyang hebat beserta Chanyeolnya juga, khe.
"Aduh, sesakit itu kah? Apa yang harus ku lakukan? Maafkan aku ya Chanyeol," sok perhatian ceritanya. Demi tugasnya yang masih banyak, apapun ia lakukan agar bayi besar idiot di depannya mau mengajarinya kembali.
Bukannya geli melihat tingkah laku berlebihan Jongin, pemuda itu malah mengerucutkan bibirnya sambil menunjuk tangannya. Sok imut. "Lihat ini, kau membuatnya memerah!"
"Ah benarkah, apa yang harus ku lakukan?" tanya Jongin sok polos.
"Aku akan sembuh jika kau mencium bagian sini," jari telunjuk kirinya menunjuk bibirnya.
Hampir saja Jongin merusak drama pagi mereka dengan satu atau dua pukulan di wajah menyebalkan bin mesum milik Chanyeol. Tapi tak jadi takutnya malah Chanyeol benar-benar tak ingin mengajarinya lagi. Itu tak boleh terjadi!
"Benarkah? Sini.. sini ku cium"
Tanpa sadar Chanyeol mengeluarkan seringai mesumnya melihat Jongin mendekati wajahnya dengan malas. Chanyeol membanting tubuh Jongin ke kasur membuatnya berada di atas Jongin yang sedang menjerit seperti wanita akibat kaget akan tindakannya.
"Ku rasa french kiss di pagi hari tidak buruk," ujarnya menyeringai.
Mata Jongin melotot mendengar perkataan Chanyeol. "Hey..hey—"
Tinggalkan saja mereka saat ini. Tutup tirai!
.
.
.
.
"Hey Dobi, masakkan aku sesuatu"
Saat ini mereka tengah duduk di ruang makan dengan tampang bodoh mereka walau Chanyeol lebih terlihat berkelas di banding Jongin yang sekarang sibuk mengusap bibirnya.
"Ibu ku memasakkan sesuatu sebelum pergi keluar kota, coba kau lihat di kulkas"
Dengan malas Jongin melangkahkan kakinya ke kulkas yang berada beberapa kaki dari tempat duduk. Ketika membuka kulkas yang ia dapati hanya beberapa buah juga bahan-bahan mentah lainnya dan sebuah ponsel yang bergetar bertanda pesan masuk.
"Park, apa kau hobi memasukkan ponsel ke dalam kulkas?" tanya Jongin heran sambil menatap benda persegi yang sudah sangat dingin di tangannya.
"Ah, pantas saja kemarin aku tak menemukan ponselku ternyata ada di kulkas"
"Jadi tadi malam kau mengirimkan ku pesan lewat apa?"
Chanyeol menggaruk pipinya, merasa malu kebiasaan buruknya diketahui orang lain apalagi orang sejenis Jongin yang bukan teman ataupun bukan musuhnya. Entahlah, ia sendiri juga tidak tahu mereka itu sebenarnya apa."Tentu saja lewat ponsel itu, mungkin itu tertinggal saat aku membukakan pintu untukmu atau saat aku mengambil minuman," ujarnya jujur.
Jongin mengernyit heran mendengar pernyataan itu. Belum sempat ia protes, ponsel yang berada di tangannya raib begitu saja yang sekarang berpindah tangan ke tangan Chanyeol. "Hey, paling tidak ucapkan terima kasih! Jika aku tak membuka kulkas pasti kau tak akan menemukan ponselmu," protesnya.
"Memangnya kau ada mengucapkan terima kasih sesudah mencontek pr ku?"
Skatmat.
"Jika aku tak menemukannya, kau tak akan menemukannya!" ujar Jongin membela diri walau sebenarnya percuma. Apa susahnya sih berterima kasih?
"Jongin sayang, ini adalah rumahku dan pasti cepat atau lambat aku akan membuka pintu kulkas ku dan menemukannya sendiri."
Jongin menggerutu kesal mendengar itu. Ia sudah kalah telak dari Chanyeol. Jongin akui, ia dan Chanyeol tingkahnya sedikit mirip, ingat hanya sedikit! Yaitu sama-sama susah untuk mengucapkan terima kasih.
"Terserahmu saja lah"
Chanyeol mengerutkan keningnya heran. "Tumben sekali kau mau mengalah, ini adalah kemenangan pertama ku untuk adu mulut denganmu."
"Yeah, aku memang sengaja agar kau senang saja."
Dengan spontan mata Chanyeol berputar mendengar perkataan sombong dari Jongin. Cih.
.
.
.
.
"Dua kali dua sama dengan enam, tujuh kali tujuh sama dengan lima tiga"
Chanyeol mengerutkan keningnya mendengar gumaman dari bibir Jongin yang sedikit memerah itu. Well, pagi menjelang siang ini ia habiskan untuk bermain dengan anjing poodlenya yang lucu sesekali mengaganggu kucing-kucingnya yang sibuk bertengkar bersama ketiga anjingnya dan Jongin masih sama sibuknya seperti tadi malam bersama tugasnya yang tercinta.
"Aku tak tahu kau sebodoh itu, Jongin. sejak kapan dua kali dua sama dengan enam dan tujuh kali tujuh lima tiga?" tanyanya heran pada Jongin yang seolah tak menganggapnya ada.
"Berisik!"
Masih dengan mengelus poodlenya yang berada di gendongannya, ia berjalan mendekati Jongin yang sibuk dengan tugasnya. "Jongin, dua kali dua itu empat dan tujuh kali tujuh itu empat puluh sembilan. Ya ampun, anak Sekolah Dasar saja tahu itu!" gerutunya kesal.
"Oh, aku salah! Namanya juga manusia, pasti pernah salah. Sudah sana, aku ingin mengerjakan tugasku" usir Jongin bahkan tangannya ia gerakkan untuk mengusir tuan rumah dari ruang tamu yang ia duduki ini.
Baru saja beberapa langkah pergi meninggalkan Jongin, ia membalikkan badannya ketika Jongin memanggilnya. "Ada apa?"
"Berhubung aku sudah hampir gila, tolong pinjamkan tugas-tugas mu saja. Lebih cepat jika mencontek," ujar Jongin santai tak memperhatikan lelaki yang di depannya hampir mencekik anjing manisnya sangkin gemasnya mendengar kata-kata Jongin.
"Kalau tahu begini, lebih baik dari tadi malam saja kau pinjam, hitam!" balas Chanyeol gemas tapi tetap pergi ke lantai atas untuk mengambil buku pr nya pada bos besar itu, setelah sebelumnya meletakkan anjingnya yang hampir kehabisan napas—ngek.
"Chanyeol, jangan lupakan untuk mengambilkan air untukku!"
"Kau bisa mengambilnya sendiri, hitam! Dapur hanya beberapa langkah dari dari tempatmu!" teriak Chanyeol kesal.
"Aku tidak perduli! Disini aku tamu mu, Dobi!"
Jongin memang selalu merepotkan jika sudah ke rumah, tahu begini ia ogah mengajak Jongin datang ke rumahnya. Dosa apa Chanyeol mempunyai tetangga sekaligus teman—coret—musuh seperti Jongin?
.
.
.
.
Jongin menggerakkan kepalanya kaku, senyumnya mengembang kelewat lebar melihat semua tugasnya sudah terselesaikan walau bermodalkan contekkan dari Chanyeol. 'Baru kali ini aku merasa benar-benar bebas' gumamnya puas.
"Ini buku—huwaa!"
Kakinya spontan berlari menjauhi anjing yang mirip vampire itu ada di sampingnya. Sejak kapan anjing mengerikan itu ada bersamanya? Atau jangan-jangan sebenarnya Chanyeol itu manusia jejadian? Ewhh!
"Kau berisik sekali, Jongin"
"Kau juga ngapain ngeluarin anjing itu dari tempatnya sih, akan lebih baik anjing poodle mu itu dari pada monster ini atau tidak kucing mu yang sudah sekarat akibat bertengkar dengan anjing bodohmu!" protesnya menunjuk anjing yang kini hanya cuek saja melanjutkan tidur siangnya bersama sang tuan tercinta.
"Diamlah, kau sudah siap?"
"Sudah"
Jongin melangkah mendekat ke arah Chanyeol yang sibuk mengelus anjing itu dengan mata terpejam. Dengan hati-hati ia berjongkok takutnya mata anjing itu terbuka lalu menerkamnya lalu kulitnya akan tercabik lalu—oke ini berlebihan. Dalam hati ia bertanya-tanya, kenapa hari ini anjing ini kelihatan tenang? Biasanya jika sudah melihat Jongin, matanya menyala terang seolah ingin menerkamnya.
"Kau harusnya memberi ku bayaran sekarang. Kau tahu, zaman sekarang tak ada yang gratis loh"
"Kau mau apa dariku? Tolong berhentilah berpikiran mesum seperti tadi pagi, aku hampir ingin memenggalmu kalau tak ingat betapa baiknya Ibumu padaku," ujar Jongin jengah. Salah apa Ibu Chanyeol mendapati anak semenyebalkan ini? Setahunya keluarga Chanyeol tak ada yang seidiot orang ini, bahkan Kakaknya Chanyeol begitu cantik dan baik tidak seperti Adiknya.
"Kau bahkan menikmatinya!" bela Chanyeol tidak terima di katakan mesum, walau sebenarnya benar sih lol.
"Terserah kau saja, apa yang kau inginkan?" tanya Jongin malas.
Beberapa detik berlalu dan Jongin masih menunggu balasan dari Chanyeol yang sekarang sedang memikirkannya. Dalam hati, ia berharap si tiang itu tak membuatnya repot apalagi berbau mesum.
Ia tetap pada posisi jongkok ketika Chanyeol pergi untuk mengembalikan anjing—monster—itu ke kandangnya. Ia sabar menunggu dan Chanyeol kembali merebahkan tubuhnya di sofa dengan mata yang menatap mata Jongin.
"Jadi?"
"Kau tahu apa yang ku inginkan, Jongin"
Helaan napas itu tak membuat Chanyeol berhenti menatap wajah Jongin dengan serius. Walau perkataan Chanyeol terdengar aneh tapi Jongin tahu apa yang pemuda itu inginkan. Ini lebih sulit dari pada mengerjai Guru Bahasa Koreanya.
Tubuh Chanyeol sepontan bergeser mempersilahkan Jongin untuk ikut berbaring di sampingnya. Ia juga membiarkan Jongin menusuk-nusuk pipinya dengan jari-jari lentiknya itu. "Aku belum mau menjawabnya sekarang. Nah tiang, aku ingin tidur sekarang masa bodoh dengan Kakak atau orang tua ku mencari ku yang menghilang dari rumah."
"Kau pasti akan mengabulkannya kan Jongin? Aku benar-benar menginginkannya," tak pernah Jongin melihat wajah serius Chanyeol seperti saat ini. Biasanya, lelaki ini hanya mengeluarkan jurus idiotnya terkadang membuatnya lepas kendali untuk memukul wajah tampan itu.
"Lihat nanti saja lagian ughh!" Chanyeol menjadikannya—lagi—sebagai bantal gulingnya dengan erat seakan ingin meremukkan tulang-tulangnya. "Dasar Park gila, kau membuat tulang ku remuk!"
Sang pelaku hanya tertawa nista membiarkan Jongin meronta kesakitan berharap bisa terlepas darinya. Well, anggap saja sebagai balas dendamnya pada Jongin tadi malam. "Tidur Jongin, katanya ingin tidur"
"Lepaskan dulu, bodoh. Ibbuuu~~ aku hampir mati ughh ohok ohok!" itu suara keselek Jongin yang kehabisan napas akibat Chanyeol bukannya melonggarkan pelukannya malah semakin mengencengkannya. "Ini, ohok! Namanya kau membuatku tidur selamanya, tiang!"
Chanyeol kembali tertawa keras, berhubung ia kasihan melihat Jongin dia melepaskan dekapannya yang sangat kuat itu. "Nah, sekarang mari kita tidur"
.
.
.
.
"Ya Tuhan, Jonginnn~~ kau dari mana saja sih? Ibu hampir menggantungku karena tak melihat kau dimana pun," baru saja Jongin memasuki rumah tapi Kakaknya sudah secerewet itu, bagaimana kalau ia hilang seminggu?
"Kau berisik sekali sih! Minggir, aku mau masuk kamar"
Bukannya minggir Kris—Kakaknya Jongin—malah menggeplak kuat kepalanya yang dibalas erangan kesakitan dari Jongin. "Kris, apa Jongin sudah pulang?"
"Sudah Bu, apakah kau ingin membunuhnya sekarang? Aku akan mengambilkan gergaji untukmu, Bu"
Baru kali ini Jongin merasa bahwa setiap langkah Ibunya terasa menghitung detik kematiannya, apalagi Ibunya memasang wajah yang mengerikan. Masker putih yang menutupi seluruh wajah, roll rambut yang menggulung rambut panjang Ibunya, tak lupa baju panjang putih Ibunya.
"Huwee, maafkan aku Bu. Aku tadi malam di rumah Chanyeol untuk mengerjakan pr ku yang akan di kumpul besok, sumpah!" ujar Jongin panik menatap bola mata Ibunya yang hampir keluar.
Bukannya membantu Adiknya, Kris yang berada di samping Jongin hanya tertawa gila. "Kalau kau memang mengerjakan tugas, mana bukumu!? Mana..mana..manaa!?"
Oh, forget it!
"Astaga, buku ku masih di rumah Chanyeol!"
Tanpa memikirkan Ibunya yang siap menerkamnya dan meninggalkan Kris yang masih mentertawakannya, ia langsung berlari ke rumah Chanyeol yang berada di samping rumahnya. Well, terkadang ia bersyukur Chanyeol adalah tetangganya, ia kan bisa kabur dari amukan Ibunya.
.
.
TBC
.
.
Thanks for my beloved review :
Mizukami Sakura-chan, Kimm bii, steffifebri, , chotaein816, Kamong Jjong, FTafsih, Homin 'EL, Yookey1314, askasufa, DwiKkamjong, thedolphinduck, Wiwitdyas1, BabyWolf Jonginnie'Kim, guest, thiefhanie fha, Guest, kthk2, sayakanoicinoe, blackjackcrong, Red Rose9488
