Ayhank-chan UchihArlinz : makasih buat commentnya,, maaf chap kemaren pendek BGT.. soalnya buatnya di rumah teman waktu lagi kerja tugas,, maaf ,,, semoga chap yang ini bisa lebih baik lagi,,,,

.

.

.

Disclaimer : Naruto punya MASASHI KISIMOTO

Warning : typo, AU, OOC

Pair : SASUSAKU

Sebelum ke ceritanya, aku ingin memperkenalkan pemeran utama cewek di FF ini.

Nama : Haruno Sakura

Umur: 16

Dob: konoha, 28 maret

Hobby: olahraga, online, baca komik

Warna favorite : PINK,HITAM,PUTIH

Ayah : seorang arsitek terkenal

Ibu: ibu rumah tangga

Kakak :Haruno Sasori, seorang mahasiswa di konoha

About Sakura : Sakura adalah gadis yang biasa-biasa saja, tapi lumayan kaya raya, karena pekerjaan ayahnya, tapi keluarga Sakura tetap low profile, sifat sakura cerewet,ramah,manis,baik, tapi kalau udah marah mending lari aja.

Sakura POV

Aku memasuki area KHS, memerhatikan bangunan mewah yang ada didepanku ini, sungguh cuma satu kata yang ada di benakku sekarang " KEREN" bagaimana tidak? Sekolah ini sangat megah, besar, mewah, oh pokoknya keren, mmbuatku sedikit canggung untuk masuk kesini. Gumamku sambil terkagum-kagum dengan sekolah baruku ini. Aku terus memasuki area sekolah, sampai berhenti di tengah-tengah lapangan outdoor , aku masih terus mengaggumi sekolah ini sampai akau teringat sesuatu.

"Ino ada dimana? Bukannya dia bilang kalau dia akan menungguku di depan gerbang? Huh, Ino ini bagaimana sih? . keluhku karena Ino, sambil meneruskan perjalananku ke dalam KHS

" ah, Ino dimana sih? Siapa yang akan membantuku registrasi nantinya?, keluhku lagi...

Karena tidak tau harus bagaimana lagi, aku langung menelfon Ino.

" ah,, Ino,, kau dimana? Katamu ingin membantuku registrasi? Aduh bagaimana sih?"

"...

" hmm,, urusan mendadak? Terus aku nya gimana dong? Aku kan baru disini..."

"...

" hmm, gedung 2 yah,, ruang gurunya ada dimana?"

"...

"terus, lokerku?loker sepatuku dimana?"(banyak nanya deh)

" ...

"hmm oke,, jaa.."

Setelah mengakhiri acara "telfontelfonan" dengan Ino, aku memasuki kedalam salah satu gedung dari 3 gedung yang ada di hadapanku ini, gedung yang berada di tengah tepatnya

Ctiiiit ( anggap aja suara pintu otomatis yang terbuka)

"otomatis yah?" kataku pelan.

Setelah berada di dalam ruangan, aku langsung dihadapkan dengan barisan loker sepatu, aku melewati area depan dan terus menyusuri lorong-lorong sekolah, di lorong-lorong sekolah lebih banyak siswa yang lalu lalang, ada yang makan, ada yang berlarian, ada yang baru datang sepertiku, ada yang pacaran? Hmm seperti suasana sekolah pada biasanya. Batinku sambil memperhatikan lorong yang aku lewati.

" ah, ruang guru ada dimana yah?" tanyaku pada diri sendiri.

Saat berjalan di lorong-lorong, aku menoleh kekanan dan kekiri, mencari ruang guru tentunya, huh sesekali aku memarahi Ino dalam hati yang tega-teganya memilih urusan OSIS daripada diriku, aku terus berjalan dengan santai sampai ada seseorang yang berlari dari arah berlawanan denganku, diikuti oleh puluhan gadis dibelakangnya.

"ada apa ini? kebakaran? Lagi main?" tanyaku pelan

Lalu terdengar teriakann-teriakan seperti yang lumayan menusuk telingaku dipagi hari...

" Kyaa.. Sasuke-kun mau kemana?"

"sasuke senpai, cium dong..."

"sasuke, jadilah pacarku.."

"sasuke,, sasuke,,,,"

..dan puluhan teriakan yang serupa, karena terlalu serius mmemperhatikan gerombolan cewek-cewek aneh itu, aku lupa kalau ada cowok yag berlari ke ARAHKU?...(Sakura POV end)

Normal POv

BRUK!

"kyaaa..." teriak Sakura

"kyaaa,,, " teriak FG Sasuke dengan frekuensi 10 kali lebih keras tentunya.

HENING... seetelah tabrakan " maut" tadi, susana tiba-tiba menjadi hening. Kenapa? Tentu saja karena posisi jatuhnya SASUSAKU membuat fans Sasuke sesak nafas, dan sulit untuk berkata-kata.

Sasuke berada diatas Sakura, begitu posisinya.

Lalu bagaimana nasib SASUSAKU?

"auw..." rintih Sasuke pelan...

... lalu ia beralih ke seorang gadis yang sekarang berada di bawahnya, sedetik kemudian jantung Sasuke berdetak lebih kencang.. deg deg deg.. ia masih mempertahankan posisi itu, melihat wajah Sakura yang sedikit tertutup rambutnya yang sedikit berantakan karena " tabrakan".

Sakura masih menutup matanya sejak kejadian tadi, tanpa sadar Sasuke membelai dan menyibakkan rambut Sakura yang menutupi wajahnya.

Karena kaget dengan sentuhan Sasuke yang tiba-tiba, Sakura membuka matanya, dan terlihatlah kedua pasang emerald di bola mata Onyx Sasuke, juga Onyx di sepasang emerald Sakura. Mereka terus mempertahankan posisi itu, memandangi satu sama lain, menikmati keindahan satu sama lain...

.

.

.

"eh gomen," kata Sasuke sambil berdiri, memberikan Sakura kesempatan untuk berdiri, tanpa membantunya.. ckckck.

"tampan..." batin Sakura sambil menatap Sasuke.

Tampan? Tentu saja itu yang ada dipikiran Sakura, siapa yang tidak terkagum-kagum melihat Sasuke? Seorang Sasuke yang tinggi untuk ukuran laki-laki, berkulit putih, berbadan tegap,tampan,putih, bersih, tanpa ada lecet sedikitpun, dan rambut ravennya yang mencuat kebelakang itu. Sasuke memakai seragam yang sama dengan Sakura, tapi bedanya cara berpakaian Sasuke lebih sedikit kacau dibandingkan Sakura, kemeja yang 2 kancing teratasnya dibuka, dasi yang dilonggarkan, jas yang tidak dikancing. Yah Kacau, tapi entah kenapa bukan kata "berantakan" yang berada di kepala Sakura, tapi "KEREN" itulah yang terbayang-bayang di otaknya.

"eh, tak apa." Kata Sakura setelah sadar dari lamunannya, sambil memperbaiki roknya yang berantakan.

Sasuke POV

"aduh,, cantiknya,, manis,," batinku.. aduh! Sadar sasuke, kalau ada leluluhur Uchiha disini, pasti Uchiha langsung dicabut dari namaku, ayo sadar Sasuke.

"Hn." Kataku

" ya?" katanya sambil mendongkak, karena perbandingan tinggi badanku dan dia tentunya.

" kau anak baru?" kataku berbasa basi, sungguh bukan Uchiha, tapi entah apa yang merasuki otakku sampai melakukan hal yang hampir tak pernah kulakukan itu.

" ah ya.. ehm Haruno Sakura." ia menjulurkan tangannya sambil tersenyum manis.

"GREAT! kenapa dia semanis ini? ayolah Sasuke jangan sampai kau blushing, kau sudah benar-benar melanggar kodratmu sebagai Uchiha." Batinku sambil menyalami tangannya.

" hn, Uchiha Sasuke." Kataku Singkat Padat dan Jelas.

"aa , Uchiha-san.., ruang guru dimana yah?" katanya lagi.

TEEEEEEEEEET TEEEEEEEEEEET

"eh udah masuk, ruang guru ada di ujung lorong, diekat loker siswa" kataku cepat, karena bel sudah berbunyi, aku berlari dan meninggalkannya disana.

"hmm Haruno Sakura yah? Semoga dia bisa sekelas denganku." Kataku sambil tersenyum-senyum.

Sepertinya, uchiha yang satu ini sudah benar-benar melanggar kodratnya.

(Dikelas 11 1-5)

Huh, sudah 10 menit yang lalu bel berbunyi, tapi guru aneh itu belum datang juga, memang sudah seperti biasanya dia terlambat, tapi entahlah, aku agak sedikit kesal sekarang. Bagaiman tidak? Aku harus mengahadapi seorang COWOK riang,berisik, cerewet, yang sebenarnya adalah sahabatku ini?.

Kalau soal Dobe yang cerewet dan sejuta sifat buuknya itu aku sudah biasa, tapi hal yang membuatku kesal adalah cerita Naruto yang terus diulangnya dari 10 menit yang lalu.

"Lalu , malam itu aku mengajak Hinata..."

See? Dobe mengulang ceritanya lagi, ia terus menceritakan tentang apa yang terjadi antara dia dan Hinata semalam. Ya ya aku tau, Naruto memang suka mengundang malaikat pencabut nyawa menghampirinya dengan mengencani siswi yang menurutku sedikit aneh itu, ingin dibunuh Neji mungkin si Dobe ini.

"TEME, kau dengar aku tidak?" teriak Naruto yang mengagetkanku dari lamunanku.

"hn," jawabku.

" Hn HN HNN apa sih artinya Teme?" tanya Dobe yang sudah mulai kesal.

"Hn," kataku lagi.

"Ah Tee...

"ehm.. ehmm pagi anak-anak.." kata seseorang yang berdiri didepan pintu.

Ah ini pertama kalinya aku tersenyum melihat kakashi,eh jangan salah paham dulu,aku tersenyum, tentu saja karena ia menyelamatkan diriku dari cerita Naruto yang entah sudah berapa kali diulangnya itu.

"aa... maaf anak-anak, aku terlambat, tapi kali ini, aku terlambat karena mengurusi anak baru yang akan bergabung dikelas kita." Kata Kakashi yang sontak membuat jantungku menjadi ribut, dan membuat seisi kelas menjadi riuh..

" ah anak baru?cewek?atau cowok?" kata seseorang yang berada disudut kelas, yang juga berhasil membuat jantungku semakin ribut saja, cewek atau cowok? Kalu cewek mungkin saja itu..

"ah, kalian lihat saja, hmm kau masuklah," kata kakashi, sekaligus mengajak si "anak baru" masuk, dan sedetik kemudian, semua siswa-siswi yang ada dikelas, menoleh ke pintu kelas, menunggu siapa yang akan masuk.

Deg deg deg..

Pada saat anak baru itu masuk, semua siswa perempuan minus Ino,tenten,Hinata mendesah pelan , dan siswa laki-laki berbinar-binar melihat anak baru itu, kenapa? Karena anak baru itu CEWEK.

Deg deg deg..

Bagimana keadaaan jantungku sekarang? Jangan ditanya, sekarang jantungku seperti mau pindah dari kiri kekanan pada saat melihat sosok pink yang daritadi mengacaukan otakku dan menghancurkan image Uchihaku masuk kedalam kelas, aku terus memperhatikannya, sampai sosoknya melemparkan senyumnya yang manis padaku, dan hanya kubalas dengan anggukan kepala saja, kenapa? Tentu saja aku tak ingin menghancurkan imageku 2 kali kan?

"hh,, dasar kalian semua, tidak bisa melihat cewek cantik, ayo Sakura perkenalkan dirimu." Kata Kakashi, sambil mengeluarkan buku kecil yang berwarna oranye, yang katanya adalah buku porno, entahlah, aku tak begitu peduli.

"ehm, perkenalkan, namaku Haruno Sakura, pindahan dari Seoul, sebenarnya aku lahir di konoha, tapi sejak SMP, aku tinggal di Seoul, karena pekerjaan ayah, lalu pindah kesini lagi, mohon bantuannya minna-san" kata Sakura lembut sambil tersenyum manis dan membungkukkan sedikit kepalanya.

"KAWAIIII... " kata semua siswa laki-laki yang ada di kelas minus Neji,Shikamaru,Sai,Gaara, dan aku tentunya.

" ehm, apa kalian punya pertanyaan selain nomor Hp, akun Fb, atau semacamnya, jadi apa kalian punya pertanyaan?"

"hmm hoby Sensei, hoby Haruno-san apa?" kata Lee bersemangat.

"hmm hoby? Membaca, online, hanya seperti remaja lainnnya..." jawab Sakura santai.

" hh, sudahlah, sesi tanya jawab dengan Sakura nanti istirahat saja, hmm sekarang Sakura akan duduk di... " kakashi menggantung kalimatnya, dan membuat hampir semua siswa laki-laki senyum senyum tak jelas, yah aku tetap memertahankan wajah stoicku.

"hmm duduk di ,, disebelah Uchiha saja, hmm Uchiha angkat tanganmu."

"ia Sensei." Kataku sambil mengangkat tangan.

Setelah mendengar arahan dari kakashi, Sakura berjalan kearahku, dengan menyunggingkan senyumannya, aku hanya menatapnya datar, tentu saja karena ingin mempertahankan sikap Uchihaku saja, padahal innerku udah loncat-loncat kegirangan karena cewek semanis dia akan duduk di sampingku.

Karena terlau memperhatikan,aku tak menyadari kalau Sakura sudah ada disampingku.

"ah, uchiha-san, boleh aku memanggilmu Sasuke-kun saja? Kau juga boleh memanggilku dengan namaku saja." Kata Sakura pelan.

"hn," jawabku singkat.

Sasuke POV end..

Sakura POV

Ah,,kok sifatnya begitu sih? Hn? Apa itu Hn? Memangnya ada artinya? Huh dasar pantat ayam! Batinku karena kesal dengan Sasuke.

Aku kembali memperhatikan kakashi sensei, sesekali aku melihat kearah Sasuke yang begitu serius, dan melihat ke seisi kelas, entah hanya perasaaanku saja, tapi aku merasa lebih dari setengah cewek yang ada dikelas ini seperti memperhatikanku, ah mungkin itu hanya perasaanku saja, dari tempatku aku juga bisa melihat Ino yag sedang memeperhatikanku dari jauh, aku tersenyum padanya, dan Ino membalas senyumku.

"ah, Sakura-chan, yang sabar yah kalau duduk disamping Teme." Kata seorang cowok yang berambut kuning jabrik dihadapanku.

"ah? Teme? Itu siapa?" tanyaku bingung.

" tentu saja Sasuke, dia itu seperti ular loh, gak pernah ngomong, trus kalau ular kan hobynya nge-desis, tapi kalau Sasuke hobynya nge-hn, jadi sabar sa..

BLETAK

"auw, teme sakit." Rintih Naruto karena dihadiahi jitakan oleh Sasuke.

" hn." Kata Sasuke

"hahaahaha mulai lagi nih." Ejek Naruto

" mau kujitak lagi?" tantang Sasuke

"hahahaha " tawa Naruto sambil berbalik kepapan tulis lagi.

Dalam hati, aku tertawa terbahak-bahak melihat perbedaan SasaNaru itu, sepertinya sekolah ini akan menyenangkan deh...

Sakura POV end..

Normal POV

sementara itu, di Mansion Uchiha..

"hei jadi kamu habis drop adek kamu yah? dimana?" kata seorang pria yang bekuncir dibelakang, dengan 2 kerutan panjang kepada sahabat lamanya, Sasori.

" yup, di KHS. biasalah,," jawab Sasori sambil menyuruput jus jeruknya

"KHS? hmm Sasuke juga sekolah disitu loh." kata Itachi

"ah,, hahah si SasukeHn?" tanya Sasori

"hahaha ia, si Hn itu, hmm mau lihat foto Sasuke ngigau ...?" tanya itachi jahil.

" ah, hahhaha okelah.. mana?"

HAHAHHAHAHAHAAHAHAHAHAH

sedetik kemudiaan, mereka berdua tertawa terbahak-bahak, setelah melihat foto Sasuke.

SKIP TIME..

teeeeeeet teeeeet...bel istirahat berbunyi...

Sakura POV

ah bel istirahat sudah berbunyi, hampir semua siswa yang ada di kelasku berjalan keluar kelas, ingin pergi mkan mungkin, dan sebagian kecil tinggal dikelas, aku tentunya. sebenarnya au ingin menyapa Ino yang berada di dut kelas, tapi ia sepertinya ia sedang berbicara dengan 2 orang temannya.

"hh,, bosan,," desahku sambil menenggealmkan kepalau diatas meja,dan menutup mata, mencoba untuk tidur, karena bosan.

"hai Jidat, kenapa tiduran?" seseorang mengagetkanku, mau tak mau aku mendongkak dan melihat siapa yang mengagetkanku, walaupun tanpa melihat, aku tau siapa yang sedang menggangguku ini..

"ah PIG!" kataku ketus.

"hahhah :D, ah perkenalkan, ini teman-temanku.." kata Ino sambil memperkenalkan 2 cewek yang berada di belakangnya.

"hai, aku Tenten.." kata teman Ino yang bercepol 2.

" hai, aku Hi—naa—t a.." kata seorng lagi yang ebrambut Indigo, dan menurutku paling cantik dari mereka bertiga, tapi di takut-takut memandangku, aneh.

"hahah Hina-chan memang seperti itu Sakura." Kata Tenten.

"aa.. yah aku mengerti.." kataku sekenanya...

" ah, kita ke Kantin saja,, ayo.." kata Ino sambil merangkul kami bertiga sekaligus.

Di kantin..

TIIIIT pintu kaca yang ada didepan kami terbuka.

Dan...

"wow." Kata pertama yang ada didalam pikiranku, bagaimana tidak? Kantin ini sanga mewah, mungkin lebih cocok di bilang cafe dibandingkan kantin, pada saat kami masuk di area kantin, seketika semua siswa melihat kearahku, yang cewek memberikanku deathglare tapi yang cowok, memandangku dengan senyuman mereka, ah kenapa begini? Baru saja aku ingin bertanya kepada Ino, tapi Tenten sudah berkata duluan.

"ah, kita duduk disana saja." Kata Tenten, sambil menunjuk kesalah satu meja yang berada disudut dan dikelilingi 8 kursi, apa 8? Kami kan hanya berempat.. tapi aku memilih diam saja dari pada memprotes.

"ah, aku saja yang pesan makanannya.." kata Tenten tiba-tiba.

"ah, apa tak apa?" kataku canggung.

"te-nang- saja Saku-chan,," kata Hinata gagap.

"ah, kalau begitu aku pesan strawberry ice cream saja.." kataku lalu, diikuti dengan Ino, da Hinata, mereka juga memesan ice cream tapi Hinata vannila, sedangkan Ino grape. Setelah mendengar pesanan kami, Tenten langsung pergi ke tempat pemesanan.

"ah,, Ino, kenapa kita duduk di tempat ini? maksudaku kita hanya berempat, tapi kursi disini ada 8." Tanyaku pada Ino, tapi Ino hanya membalas dengann senyuman, ng? Membuatku bingung saja. Karena melihat aaku yang kebingungan, akhirnya Hinata yang menjawab.

"ah, i—tu ka-rena ad—a 4 la—gi yan—g da—tann-g." Kata Hinata dengan muka yang merah padam.

" ohh,, " aku hanya ber-oh ria..

Lalu, beberapa saat kemudian , ada 4 orang cowok yang datang kearah kami, aku hanya mengenal 2 orang diantara mereka, Sasuke dan Naruto, mereka semakin dekat, lalu tiba-tiba..

GREEP,,

seseorang memeluk Hinata dari belakang dan membuat wajah Hinata merah padam. Tapi Hinata tidak mencoba memarahi orang itu, dia hanya diam saja.

"ah Hina-chan, dari tadi yah?" kata orang yang masih memeluk Hinata .

" hmm... na—ru—to kun.. be—lum kok." Kata Hinata lagi

BLETAK!

"aw,, Neji! Sakit tau!" kata Naruto yang kesakitan karena dipukul cowok yang bermata sama dengan Hinata .

"lepaskan dulu adekku,walaupun kamu pacarnya, kamu tidak boleh seenaknya memeluk dia sembaragan!" kata cowok yang namanya Neji tadi. Lalu naruto melepaskan Hinata yang wajahnya sudah sangat sangat merah. Dan mereka 4 bergabung diantara kami.

Sedetik kemdian,, Tenten datang membwa pesanan kami ber4. Dan langsung memarahi Neji.

"ah, kamu juga sering memelukku sembarangan." Kata Tenten.

To be continue...

Review please

A/N : maaf kalau pedek lagi.. gomen ne..

R

E

V

I

E

W