Anyeong yorobeun…^-^/ sebelumnya mako-chan benar-benar minta maaf atas miss type yang bejibun di ch.1 #deepbow

Ini sebenarnya memang ff remake… Cast sebenarnya itu appa dan eomma kandung(?)ku.. Choi Jonghun dan Lee Hongki. Makanya namanya betebaran dimana-mana…(T,T). Aku author fandom FT ISLAND hahaha. Aku itu Primadonna, Cassiopeia, sekaligus Elf.
ah! Jadi kebanyakan ngomong.. HAPPY READING.. ^-^

.

Title : The Prisoner part. 2
Author
: mako47117
Chapter
: 1 of 3

Pairing : YunJae
Genre
: Romance, crime,
Rating : T
Disclaimer : Yunho and Jaejong belongs to each other XP

Warning : Yaoi, Boy Love, Typo, Abal, geje, Bahasa ngebosenin, banyak majas, usia dibawah 16 jangan baca chap ini! dsb.
DON'T LIKE? PSE DON'T READ!

.

.

.

Di atas bentangan karpet emas yang berkilauan diterpa tirai jingga sang senja, Seekor salamander gurun bertatap muka dengan hewan melata jelek , bersisik sepucat beton, dan mengeluarkan suara gemerisik dari ekornya. Seolah mereka sedang membicarakan sesuatu, atau bahkan saling bersilat lidah. suara deruman terdengar. Bumi bergetar di bawah kaki mereka. Tiba-tiba empat buah benda bulat hitam bersuara keras melaju ke arah mereka. Menerbangkan debu ke segala arah. Dua makhluk itu pun mengevakuasi diri ke segala arah. Porsche kuning berhenti, mesinnya berderum untuk sementara. Tak lama kemudian kesunyian mengisi udara. Namja yang berada di kursi belakang merintih. Tergolek lemah, dan tidak berani bergerak. Cairan kental berwarna merah terus meleleh dari luka yang tertoreh panjang di lengan sebelah dalamnya. Namja lain yang berada di belakang kemudi turun dengan tergesa-gesa . Kedua tangan namja itu memegang kotak p3k dan satu botol air mineral yang ia curi di sebuah pom bensin.

"Kenapa kau tidak mau menungguku walaupun sebentar? Ppabo.." gumam namja yang bernama Jung Yunho, dengan cekatan tangannya merobek lengan baju yeoja yang melekat di tubuh namja yang penuh peluh dan noda darah. Dilemparkannya wig namja itu ke segala arah . Namja bernama Kim Jaejoong itu kini hanya diam menahan rasa perih yang menghujam lengannya. Yunho membersihkan luka nya perlahan. Jaejoong merintih. Yunho terdiam meneliti luka di lengan Jaejoong.

"Jaejoong-sshi, ku pikir lukamu harus di jahit. Lukamu terlalu panjang dan dalam.."ucapnya. Mata Jaejoong yang tadi terpejam kini terbuka lebar menatap Yunho. Sedangkan Yunho sendiri sibuk mengobrak-abrik isi kotak p3k di pangkuannya.

"Hmm... Mengejutkan. Semua yang aku butuhkan ada di sini."gumamnya mengeluarkan beberapa peralatan. Gunting, perban, obat merah, kapas steril, cottonbud bahkan jarum dan benang kulit...

"Ah! Gawat. Obat biusnya.." gumam Yunho yang mengangkat botol yang hampir kosong.

"A-Andwae! Andwae!" mata Jaejoong yang sudah membulat kian melebar memancarkan ketakutan.

"Tenang.. Dengan dosis ini biusnya akan bertahan dalam waktu beberapa menit.. Kau tidak akan merasa sakit sampai efeknya hilang..." gumamnya, sedangkan mata dan tangan Yunho tercurah ke jarum suntik yang menyedot cairan bius di tangannya.

"Andwae! Tidak akan pernah! Biarkan saja lukaku."seru Jaejoong. Yunho menghela nafas lalu memandang lembut kearah namja disampingnya itu.

"Baiklah, Aku akan membiarkan lukamu.. Membiarkan kebocoran kecil di nadimu menguras darahmu. Walau pun kamu mati, itu adalah pilihanmu sendiri."

Ekspresi galau tercermin di wajah yeppo Jaejoong.

.

.

"Jaejoong-sshi, Buka bajumu." ujar Yunho tanpa menunggu respon Jaejoong atas ucapannya sebelumnya. Jaejoong terdiam. Namun ia bangkit dari sandarannya, Membiarkan tangan Yunho menurunkan resliting gaunnya. Tangan lembut Yunho sekilas menyentuh dan menuruni punggungnya. Kulit Jaejoong terasa berpendar. Rintihan tergumam saat Yunho membebaskan tangannya dari lengan gaun yang hampir kaku karena darah. Yunho menelan ludah. Dia benar-benar heran. Mengapa jantungnya terasa meronta? Bukankah ia sudah pernah melakukan ini dulu? Bahkan dengan seorang yeoja yang setengah telanjang. Mengapa nafasnya harus terasa begitu berat?. Ia mengoleskan antiseptik di bibir luka Jaejoong, dan menyuntikan obat bius. Menepuk-nepuknya perlahan agar cairan itu cepat menyebar. Sekali lagi yunho membersihkan luka Jaejoong dari darah yang terus mengalir, Lalu mulai menjahit luka itu.

"Tidak terasa sakit kan?"gumam yunho.

"N-ne.." ucap Jaejoong.

Wajah yunho begitu dekat dengan lengan dan dadanya.. Nafas ringan namja itu mengalir menerpa kulitnya, mengalirkan listrik di tempat-tempat yang dilewatinya. Nafasnya seolah memburu. Jantung nya bermaraton tanpa ampun. Menit demi menit berlalu. Tiap hembusan nafas yunho begitu dinantinya. Begitu menggetarkannya.

"Satu jahitan lagi.." ucap yunho menusuk sisa luka yang masih terbuka. Tiba-tiba Jaejoong memekik. Badannya terbanting ke jog, menengadahkan wajah dan merapatkan mata menahan gempuran rasa sakit. Yunho terperanjat. Ternyata efek obat biusnya telah habis secepat ini. Jaejoong terengah. Masih terpejam.

"Mian hae.." gumam yunho lirih..

"A-Anni.. Gwae-gwaenchanna yo.. To..long lanjutkan.."gumamnya diantara engahan.

"Kau yakin?"

Jaejoong mengangguk.

"Jebal.."ucapnya.

Yunho menuntaskan apa yang dia telah lakukan. Sekali lagi Jaejoong memekik menenggelamkan punggungnya di jog. Tangannya terkepal, mencegah jarinya mengoyak lukanya yang terasa menyakitkan. Tiba-tiba tubuhnya membeku. Ia membuka mata. Yunho meniup lukanya. Terjangan nafas Yunho merayap di lengannya dan menyapu puncak dadanya. Menghalau kata sakit dari otaknya. Kini yang ada dipikirannya hanya namja itu. Hembusan itu terasa lagi. Mengedarkan berjuta setrum ke seluruh tubuhnya. Jaejoong menelan ludah. Begitu sulit hingga bersuara cukup keras. Ya.. Cukup keras hingga sampai ke telinga yunho. Mata dan wajah yunho menatapnya. Nafas namja itu juga mulai tak beraturan.. Seperti dirinya. Cahaya jingga mentari sore memberikan efek yang menakjubkan bagi kulit mereka berdua.. Mata mereka yang berubah kelam bertemu. Saling mencari, saling membaca dan saling menarik bagai magnet U dan S. Kedua tangan yunho bertengger lembut di kedua bahu telanjang Jaejoong. Menawarkan getaran baru bagi mereka. Jaejoong ingin menatap bibir itu.. Namun gravitasi yunho begitu kuat. Matanya benar-benar tertawan oleh mata kelam dan indah itu. Bibir mereka berpadu. Begitu lembut. Begitu menggetarkan entah siapa yang memulai dahulu, mereka tidak perduli yang ada hanya kata 'aku menginginkanmu', yang menggema di benak, dan di bibir masing-masing.

.

.:mako-chan:.

.

Mentari kini sudah tak nampak. Giliran sang kelam melayari kerajaan langit. Beribu bintang bertebaran indah menghiasi sang kelam. Berusaha menonjol tanpa takut sang ratu malam mengalahkan keindahan mereka malam ini. Angin musim gugur yang begitu dingin mulai berhembus lagi. Merajalela begitu sang raja siang yang angkuh lengser. Jaejoong dan Yunho duduk berdua di hamparan tikar di atas pasir. Menatap langit malam dalam diam.

"Gomawo Yunho-sshi.. Lagi-lagi kau menyelamatkanku."

"Tidak. Itu semua memang salahku. Memborgolmu dan memaksamu memakai baju itu."

"Hahaha! Benar! Aku merasa bodoh. Kau yang buron, mengapa aku yang harus repot menyamar.. Hahaha".

Yunho memutar tubuhnya menghadap Jaejoong. Satu tangan membuka tali di lengannya, lalu menggapai kedua tangan Jaejoong yang terborgol. KLEK. Borgol terbuka dan terjatuh di antara mereka berdua. Mata Jaejoong mengikuti jatuhnya borgol itu lalu menatap wajah Yunho. Matanya melebar. Terkejut dan bingung.

"Mian hae Jaejoong-ss-ie... Saat itu, Aku tidak ada pilihan lain selain memborgolmu"gumam Yunho menunduk. Kedua tangannya menyusuri bekas borgol yang melingkar di pergelangan tangan Jaejoong. Hongki tertunduk memandang garis merah di tangan dalam buaian Yunho lalu menatap wajah namja itu.

"Saat itu sudah tidak ada waktu lagi. Aku sudah tidak mungkin mendapatkan tumpangan Jaejoongie. Dan aku tidak tega kalau harus merampas mobilmu dan meninggalkanmu di sana.. Tak terbayangkan olehku siapa yang akan kau tumpangi. Dan berapa lama kau mendapatkannya.. Namun aku tidak cukup percaya kau mau memberikan tumpangan setelah belenggu itu terlepas dari tanganmu. Jadi aku tak punya pilihan lain selain menyanderamu..."ucapnya lirih. Jaejoong terdiam. Meresapi apa yang diucapkan Yunho.

"Lalu.. Kenapa sekarang kau melepaskanku?"

Wajah Yunho terangkat tiba-tiba. Mata mereka bertemu. Menggemakan kesunyian di antara mereka.

"Molla yo..."gumam Yunho lirih. Kembali menunduk, kedua ibu jarinya kembali menyusuri garis merah dalam genggaman tangannya.

Jantung Jaejoong berdebum begitu keras.

"Se-sebenarnya kemana tujuan kita?" tanya Jaejoong mengalihkan pikirannya sendiri.

"Flaxton City.."

"Ah.. Kota itu sudah dekat.."

"Ya.. Memang sudah dekat."

"Apakah kau mau menceritakan masalahmu padaku?"

Mata mereka bertemu lagi. Yunho menunduk, melepaskan tangan itu perlahan.

"Kurasa belum saatnya Jaejoongie... Belum saatnya..." gumamnya.

Mereka berdua pun terdiam memandang indahnya langit malam penuh bintang malam itu.

.

.:mako-chan:.

.

Ribuan bintang bagai tertanam di angkasa. Begitu indah walau sang ratu malam tak tampak, ia bersembunyi. Diam-diam merindukan dekapan hangat sang raja siang dalam kegelapan gerhana. Sepasang sayap kelelawar mengepak, dan berkelok diantara gedung-gedung kota Flaxton yang membumbung tinggi.

Disudut gelap disamping box sampah, seekor tikus mengendus, sesuatu tertangkap indranya. Dengan luwes dan lincah ia berkelok mengikuti kaki gedung, menembus kegelapan dan hawa dingin. Ia berhenti. Angin menghapus jejak bau, ia masih berusaha mengendus. Tak ingin kehilangan. Tidak lama kemudian angin membawa bau itu kembali. Ia pun melesat dan berkelok menghindari beribu pasang kaki besar. Sedangkan kaki-kaki kecilnya mulai menapaki jalan keras, dingin dan berwarna hitam. Tiba2 cahaya kuning melesat membutakan matanya.

CHIIIIITTT!

Cahaya itu bergeser kesampingnya. Bersamaan dengan itu, bayang-bayang benda yang begitu besar menyelimuti tubuhnya, dan benda hitam bulat berhenti tepat disebelahnya. Hampir meremukkan tulangnya. Dia pun berlari lebih kencang menuju lubang diantara terali penutup pembuangan di hadapannya.

"Aigoo! Bisakah kau berhenti mengerem mendadak?" omel Jaejoong yang menghantam dasbor.

"Mian.. Tadi ada tikus hampir tertabrak"ucap Yunho menginjak pedal gas nya kembali.

"Mwo? Tikus? Hanya tikus?" ucap Jaejoong membetulkan letak wignya yang bergeser.

"Mwo? Hanya..? Kau seharusnya belajar menghargai nyawa binatang, joongie.. walau binatang yang pantas mati sekalipun."

"Rasanya aneh kalau kata-kata itu diucapkan orang yang tiga kali mengancam mau membunuhmu."

.

.:mako-chan:.

.

"Ayah.. Bertahanlah.. Saya mohon.."rintih seorang wanita.

"Pungmi-ya.. Uhuk! uhuk! Mana Yunho.. Apakah dia sudah datang?" suara serak seorang kakek yang terbaring di sebuah ranjang mewah. Wanita yang bernana Jung Pungmi itu mempererat genggamannya, dan menoleh kearah suaminya Jung Dongji. Airmatanya keluar lagi.

"Ayah, maafkan kami.. Yunho tidak bisa datang. Polisi tidak memberikan ijin walau pun sehar-" suara Pungmi terhenti.

TOK TOK TOK. Pungmi menyeka air matanya, lalu menoleh ke arah dongji.

"Masuk." ucap dongji. Pelayan memasuki ruangan. Menunduk memberi hormat.

"Tuan, Nyonya.. Tuan muda berada di bawah."

.

Jaejoong menatap ke segala penjuru ruangan dengan takjub. Karpet berwarna keemasan tergelar menutupi seluruh lantai, membuatnya seolah berdiri di atas pasir pantai yang empuk dan hangat. Berbagai perabot antik dan mewah terpajang. Dua tangga berdiri kokoh dan indah, meliuk memutar dan dipertemukan oleh balkon yang lebar. Diatas nya terpampang sebuah lukisan besar seorang kakek yang duduk di kursi megah, disamping nya berdiri seorang yeoja dan namja. Di belakang sang kakek, Yunho berdiri dan tersenyum menatapnya bersama seorang namja yang lebih muda. Benar-benar rumah bergaya eropa dari abad kesekian belas. Jaejoong menoleh ke arah Yunho yang duduk di sebelahnya. Yunho yang menyadari tatapan Jaejoong, menoleh, melemparkan senyuman yang sama dengan lukisan itu.

"Wae?" tanya Yunho

"Ini.. Rumahmu?"

"Bukan, ini rumah kakekku." suara derap lari menggema di seluruh isi rumah megah itu, tak lama muncul seorang namja di balkon. Matanya membulat lebar. Secara keseluruhan wajahnya cantik dan tampan menjadi satu. Entah mana yang dominan, Jaejoong tidak bisa memutuskan. Dagunya tirus dan memanjang. Wajah terkejut membayangi wajahnya. Kemeja hitam membungkus tubuhnya dengan sempurna. Tali pita kecil berwarna pink tersimpul manis diantara kerah, dan terayun mengikuti angin yang tercipta karena langkahnya yang terhenti. Nafasnya terengah.

"HYUNG!"serunya.

"Annyeong ne.. Changmin"ucap Yunho. Senyumnya mengembang lembut. Sedetik kemudian ekspresi terkejut namja bernama Changmin itu berganti. Semua indra di wajahnya terangkat. Menampakkan wajah yang begitu girang. Ia berlari menuruni tangga. Menyambut sepupunya dengan pelukan.

"Ak-akhirnya hyung pulang.. Kupikir hyung tidak akan datang.."ucap Changmin, lalu melepas pelukannya.

"Appa dan eomma?"

"Masih di kamar kakek.."ucapnya, lalu pandangannya menatap Jaejoong intens, Membuat Jaejoong yang dari tadi memandangnya tertunduk malu dalam sekejap.

"Hyung, siapa dia?"

"Dia-"

"Yunnie...!"seru seorang wanita di balkon. Wanita cantik yang ada dilukisan dibelakang wanita itu.

"Eomma!" gumam Yunho. Wanita itu berlari turun. Kini dibelakang wanita itu, seorang namja turun dengan langkah tertata. Wanita itu berhenti dihadapan Yunho, merengkuh kedua pipinya dalam genggamannya. Air matanya mengalir.

"Yunnie.."isaknya, seraya memeluk anak satu-satunya itu dengan erat. Lalu melepasnya.

"Yunnie, dia..siapa?"tanya eomma Yunho.

"Anyeong haseyo. Saya Jaejoong, tawanan Yunho. Bangapseumnida" salamnya menunduk. Eomma Yunho membelalak, lalu mengarahkan pandangan Apa-maksud-semua-ini ke arah Yunho.

"Ceritanya panjang. Dimana kakek?"

"Kakek ada dikamar. Beliau sudah menunggumu. Tadi namamu Jaejoong nak?"

Jaejoong mengangguk.

"Nama yang aneh. Ada apa dengan orang tua mu? Oh, maafkan aku nak.. Ah tuhan! Lihat penampilanmu. Yunho benar-benar keterlaluan membuatmu seperti ini." gumam eomma Yunho.

"(Mwo? Ada apa dengan namaku? Keren kok... Tapi, anda benar soal Yunho. Dia memang keterlaluan)" pikir Jaejoong.

"Ya! Yunnie! Kau benar-benar keterlaluan! Eomma tidak pernah mendidikmu untuk melakukan hal tidak sopan! Apa lagi pada Jaejoong yang begitu manis. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?"

"(Benar, ahjumma. Marahi dia terus. Hahaha. Omo~! Lihat wajahnya!)"pikir Jaejoong.

"Yunho, Changmin, kalian keatas, kakek membutuhkan kalian. Biarkan Jaejoong eomma yang mengurus."

Yunho hanya memandang Jaejoong sekilas sebelum kemudian langkahnya terayun pergi.

"Ayo nak, kita keatas. Anak itu benar2 keterlaluan. Menyandramu hingga seperti ini." gumamnya, menggiring Jaejoong ke atas.

"Nee.. Ahjumma.. Bahkan lenganku terluka saat ia mengurungku di kamar mandi umum". Ucap Jaejoong mengiba. Berniat membuat Yunho di omeli eommanya lagi.

"Anak itu benar2 memalukan. Bisa-bisanya membuat seorang yeoja menderita seperti ini. Setelah ini kita buat ia malu dan bertekuk lutut melihat kecantikanmu. Serahkan semuanya pada ahjumma ne.."ucapnya seraya membuka pintu. Ia berniat memperlihatkan 'yeoja' itu pada ayahnya.

"Mwo? Yeoja? Ke-kecantikan? Tu-tunggu ahjumma..! Ahjumma!"

klek. Pintu pun tertutup.

.: T B C :.

saatnya balas repiu!\^0^/

Fairish13 : gomawo ne chingu...(^^) ah! pantas aja aku juga ngerasa aneh waktu ngetik sandra, tapi karena terburu-buru jadi ku terjang aja.. hahaha#plak! gomawo udah ngingetin, dan gomawo juga udah nyempetin ripiu... jeongmal gamsahamnidaa m(_ _)m

MaxAberu: Ah! Terima kasih udah nge-fave chinguuu... #pelukciummaxAberu siiip.. ^^d semoga selanjutnya nggak ada misstype.

mellchaaa: hontou? atashi no ff ga suki? arigatou ne... T-T#lapingus iya..hehehe ini remake. Namanya aku copy paste..*malesngetik soalnya#plak*
jeje jatoh dari jendela chingu... gomawo udah fave ma ripiu...^0^ #hugkissmellchaaa maaf updatenya lama ya chingu..T-T

widiwMin: dia jatuh dari tangga chingu... panjat-panjat sih, udah tahu masih pake gaun...XDD hehehe itu miss type chingu... gara2 cara gantinya di copy paste...T.T gomawo uda ripiu ya chingu...^^

jeje100607: Annyeong ^.^/ Yunppa jahat gitu karena dia kawatir sama jaejoong.. sebenernya itu yunppa namja terbaik sedunia! hahahaha ini udh update, mian kalaulama yah...

ninanutter: GYAAAAAA! chingu juga suka novel ituuu?XDD iya. yunho as Lucas Greywolf. Kayanya gak terlalu sama chingu... Soalnya baca novel ini waktu pertengahan SMA. Novelnya punya temenku, dan dia pindah setelah lulus T-T. Bahkan aku judulnya lupa..Nama Lucas juga baru inget ini.
Ada adegan di lembah, Tp NC nya di skip, tapi emang ntar jae diperkosa disana #ups!
AKU LUPA YANG BADAAAIII #horrorface,ganyante Chingu tahu judul novelnya ga? ingetin dong...#beg gomawo uda ripiu chingu..m(_ _)m#hugkissmuachmuach

Arisa Adachi: gomawo... arisa-sshi ^^ UmmaJae Panjat2 jendela tuh...padahal masih pake gaun...=.='
ini udah update, mian kalou lama yah...#bow gomawo udah nyempetin ripiuuu...^^

RieJoongie : Jaejoong panjat2 jendela, padahal masih pake gaun...jatuh deh... gomawo udah ripiuuu^^

HISAGIsoul: gomawo chinguuu ^_^
balesan gombalan: JJ : Kaauu... telah mencuri hatiku. hatiku... #sing Yunho: #nyesek XDDDD ini udah update, mian kalou lama yah...#bow gomawo udah nyempetin ripiuuu...^^

Hyuna Cassiopeia : hyuna-saaaaan gomawooooo... #terharu. Hanya diksi yang bisa kubanggakan disini..
UmmaJae Panjat2 jendela tuh...padahal masih pake gaun...=.='. ini next chapnya...#lempar XD iya.. happy ending kok... gomawo udah fave ma nyempetin ripiu...jeongmal gamsahamnidaa m(_ _)m

ireneayu: gomawo udah suka ma gomawo udah repiu chigu...^^

minta review buat chap ini, boleh? review nya dong...