Wokeh…
Maap kalo yang sebelumnya ada yang kurang…
Tapi…
Tnang aja…
Akan saya tambahin sebisa saya.
Maap juga ya kalo ada yang 'panas' dengan review saya. Saya akan ubah semuanya..
Hahaha…
Special Thanks To Ayayuki-Chan…
Moerid Baroe 2
Setelah pulang dari Sekolah Detective, Kyu langsung pulang ke rumah dan heboh sendiri.
"Ibu, aku pulang… Di sekolahku ada murid baru. Namanya Nia. Dia pacarnya Ryu yang pernah tinggal di rumah kita. (kalo baca komik DDS pasti tau)…" Kyu ngomong sendiri padahal di rumahnya ga ada orang. Dia duduk di kursi, ngoceh lagi tentang murid baru sampe dia kaget karena ada orang yang buka pintu.
"Kyu, kamu sudah pulang?" Kata Ibunya Kyu
"Loh? Ibu bukannya ada di dalam?" Tanya Kyu
"Ha? Ibu tadi kan ga ada di rumah.."
"Jadi dari tadi aku ngomong sama siapa?"
"Kamu emang liat ada orang masuk, Kyu?"
"Nggak sih, Bu. Ku kira ibu ada di rumah. Jadi dari tadi aku ngoceh sendirian dong."
"Emangnya kamu ngoceh tentang apa sih Kyu?" Tanya Ibunya sambil nyiapin makan malam.
"Di kelasku ada murid baru. Cakep deh, Bu."
"Oh, ya? Baguslah. Pasti cewe. Kalo cowo mana mungkin kamu cerita."
"Hehehe…" Kyu Cuma bisa nyengir sendiri
"Siapa namanya?"
"Namanya Nia."
"Wah, Namanya Bagus. (bagus apanya? Cuma 3 huruf gitu.) Seperti apa orangnya?" Tanya Ibunya Kyu
"Tingginya sekitar 162 cm, beratnya 50 kg, trus mukanya bulet, rambutnya sebahu warna hitam, trus pake kacamata, trus mukanya imut, trus kalo senyum, ada lesung pipinya, badannya juga langsing. Gak kayak Megu..."
"Wah, pantes aja kamu cerita. Ibu bayanginnya aja udah bisa liat kalo anaknya cakep."
"Cakep banget deh bu."
"Ibu mau lihat mukanya seperti apa. Gimana kalo besok kamu ajak dia ke sini? Bersama teman2mu yang lain."
"Benar bu?"
Ibunya Kyu tersenyum dan mengangguk.
"Kyu, cepat madi. Setelah mandi, segera makan!" Kata Ibunya Kyu
"Baiiiik!!" Kata Kyu semangat.
Esok Harinya…
"Nia, katanya hari ini mau cerita." Kata Megu.
"Iya. Hari ini aku pasti cerita kok." Kata Nia
"Emang kalian mau cerita apa sih?" Tanya Kinta.
"Ini urusan anak cewe." Kata Megu.
"Tapi, aku kan cewe." Kata Kazuma sambil ada lagak2 bencongnya.
"KAZUMAAAA!!!" Megu langsung bangun, dan ngejar Kazuma dan Kinta.
Nia tertawa. Ryu tersenyum kecil, dan Kyu meledek Megu sampe megu ngejar2 mereka bertiga.
Pak Dan masuk.
"Anak2, hari ini kita ada permohonan kasus. Bapak mau kelas ini yang urus. Kalian akan di damping oleh Pak Nanami." Kata Pak Dan
"Hh.. Guru itu lagi." Kata Kyu, Megu, Kinta, Dan Kazuma bersamaan.
"Siapa itu Nanami?" Tanya Nia.
"Dia pendamping kita pada saat ada tugas dari Pak Dan. Dia juga kaki tangannya Pak Dan." Kata Kyu
"Silakan Nanami-sensei." Kata Pak Dan
"Yak, baiklah anak2 kita akan segera menuju lokasi kejadian." Kata Pak Nanami dengan kostum kaktus kesayangannya.
Nia tertawa. Karena Nia tertawa, maka yang lain ikut tertawa.
"Tampaknya kita kedatangan murid baru ya hari ini di kelas saya." Kata pak Nanami
"Nama saya Nia, hari ini adalah pertama kalinya saya menuju ke lokasi kejadian. Di harapkan Pak Nanami bisa membantu saya. Mohon kerjasamanya." Kata Nia
"Baik Q-class. Kita berangkat." Kata Pak Nanami setelah di paksa anak2 kelas Q melepas kostum kaktus yang aneh itu.
Mereka segera menuju tempat kejadian.
"Pak, maaf. Tapi anak2 ini tidak boleh masuk." Kata seorang polisi yang berjaga di luar.
Seperti biasa, Kyu langsung menunjukkan dirinya.
"Saya Kyu dari DDS!" Kata Kyu sambil mengeluarkan buku saku DDS
"D.. DDS? Maafkan saya. Silakan masuk." Kata polisi itu.
Kyu masuk sambil tersenyum bangga pada Nia. Nia hanya bisa tersenyum. Ryu, Megu, Kinta, dan Kazuma Cuma bisa geleng2 kepala.
Setelah di teliti, Pak Nanami membagi tugas. Kyu dan Megu, introgasi dan mencari informasi. Nia dan Ryu melakukan penyelidikan di tempat kejadian dan menemukan petunjuk. Kinta berjaga di luar, Kazuma membuat analisis kejadian dengan teknologi Laptopnya.
"Korban berada di ruang tengah. Awalnya dia sedang duduk dan ngobrol dengan Pak Jirai. Korban bernama Ibu Shinami. Korban merupakan teman dekat Pak Jirai dan juga merupakan pemilik dari rumah kost di ujung jalan. Penyebab kematiannya adalah racun kalium sianida yang sudah diminumnya sekitar 3 jam yang lalu. Tercium bau almond dari mulutnya." Kata petugas yang sudah mengidentifikasi korban
Let's see…
Kyu x Megu
Megu memperhatikan dan menghafal gerak-gerik setiap orang yang terlibat dalam kasus ini.
"Dimana anda pada saat kejadian berlangsung?" Tanya Kyu serius
"Sa.. saya sedang berbelanja di pasar untuk makan siang Bu Shinami." Jawab pembantu itu
"Barang apa saja yang anda beli?"
"Saya beli Ikan, sayuran, roti, saus, kecap, trus ada lagi…."
Skip aja. Mbaknya borong pasar. Kelamaan nyebutin satu per satu.
Ryu x Nia
"Aduuh.. aku tidak bisa menunjukkan petunjuk sedikitpun. Bagaimana denganmu, Ryu?" Tanya Nia
"Aku dapat 3 petunjuk" Kata Ryu
"Hee? Sudah sebanyak itu?"
"Ya. Perhatikanlah sekelilingmu. Jangan sampai ada yang terlewat." Kata Ryu
Mereka berdua hanya berjalan2 mencari petunjuk seperti sedang mencari tikus.
Kinta x Kazuma
"AAAAARGH! Masa aku di suruh nunggu di sini sih? Gak ada kerjaan lain apa?" Kata Kinta kesal
"Sabarlah Kinta. Semua ada pahalanya." Kata Kazuma
"Tapi kan…"
Tak lama, seorang anak kecil berlari dan langsung masuk menuju tempat kejadian.
"He.. Hei, siapa kamu? Dilarang masuk." Kata Kinta
"Mama.. mana mamaku?" Anak itu menangis
"He? Mama?" Tanya Kinta
"Ini rumahku. Dan kamu tidak berhak untuk menghalangiku masuk!" Teriak anak itu.
"Pak, ada seorang anak lelaki yang mengaku bahwa Bu Shinami adalah ibunya." Kata Kinta sambil menelepon Pak Dan
"Anak kecil? Anaknya Bu Shinami? Bukankah anaknya bu Shinami telah meninggal Dunia?"
"Hei, siapa yang anaknya Bu Shinami? Aku anaknya Bu Namine!"
"He? Anaknya Bu Namine?" Tanya Kinta
"Kinta, Namine itu pembantu yang sedang di introgasi Kyu. Bawa anak itu ke tempat Introgasi!"
"Ba..Baik Pak Dan." Kata Kinta.
Kinta membawa anak itu ke tempat Namine di periksa.
"Ibu, tadi om ini menghalangi aku untuk bertemu ibu." Kata Anak itu.
"Hekh? Om???" Kata Kinta dengan wajah yang kesal.
Megu dan Kyu hanya bisa menahan tawa.
"Maaf. Ini anak saya. Kita bisa melanjutkan introgasinya kan? Lalu yang saya beli, daging asap, sarden, tuna, rumput laut, lalu…" Mbaknya belum juga selesai menyebutkan barang yang dia beli dari pasar.
"Okeh, Bu Namine. Pertanyaan saya sampai di sini dulu. Selanjutnya Pak Jirai!" Kata Kyu
Ryu x Nia
"Aku merasa ada yang aneh dengan korban." Kata Ryu
"Umm… Dia katanya minum kalium Sianida." Kata Nia
"Bukan yang itu. Tapi gelasnya." Kata Ryu
"Gelas?"
"Ya. Kalau dia minum kalium sianida, harunya gelasnya pecah. Tapi gelas yang ada di ruang tengah itu tidak pecah, bahkan tidak terdeteksi adanya kalium sianida. Padahal dia sedang bersama pak Jirai. Dan pada saat kejadian, pak Jirai hanya melihat dia meminum air itu." Kata Ryu.
"Benar juga. Biar aku tanyakan pada Kyu." Kata Nia.
Nia menuju ke tempat Kyu.
"Kyu, sini sebentar." Kata Nia
Nia membisikkan pertanyaan seputar kejadian.
"Pak Jirai, apakah anda tau apa yang di minum oleh Bu Shinami?"
"Ya.. saya lihat dia meminum segelas sirup leci dingin." Kata Pak Jirai
"Leci dingin? Maksud anda sudah berada dalam keadaan dingin atau berisi es batu?" Tanya Nia
"Um.. sepertinya berisi es batu. Dia juga suka mengunyah es batu pada saat kami berbicara.."
"Kyu, lanjutkan Introgasi!" Kata Nia sambil berlari menuju tempat Ryu.
"Ryu, aku dapat petunjuk!" Kata Nia
"Petunjuk? Apa itu?"
"Gelas yang di minum korban berisi es batu, dan di tengah pembicaraan, korban sering mengunyah es batu. Jangan-jangan… " Kata Nia
"Ayo!" Kata Ryu
Mereka menuju ruang dapur. Membuka freezer dan melihat seisi freezer. Seluruh isi es di keluarkan dan di panaskan. Ryu menyelipkan 5 koin yang berkarat. Dan menunggu efek yang terjadi.
Kinta x Kazuma
"kazuma, apa sih yang dari tadi kamu kerjakan sampai serius begitu?" Tanya Kinta
"Aku membuat analisis yang aku dapat dari anak2."
"Oh.. menyenangkan." Kata Kinta.
"Mengapa kamu tidak bergabung bersama yang lain?" Tanya Kazuma.
"Tidak. Dan kurasa bantuanku kali ini tidak di gunakan."
"Kalau begitu, tenanglah." Kata Kazuma
Sepertinya yang ini tidak memerlukan kerja sama.
Kyu x Megu
"Huff… hanya ini informasi yang kita dapatkan." Kata Kyu
"Tapi, kata2 anak itu membuat aku penasaran." Kata Megu.
"Bagaimana kalau kita introgasi juga?"
"Baiklah. Akan ku panggil anak itu."
Megu memanggil anak itu.
"Sebaiknya aku saja yang introgasi. Kamu, pergilah mencari Nia dan Ryu dan sampaikan hasil ini pada mereka."
"Baiklah."
Megu mengintrogasi anak kecil itu.
Kyu pergi menuju tempat Ryu dan Nia.
"Ryu, Nia. Ini hasil dari introgasi yang aku dapatkan." Kata Kyu.
Kyu hanya bisa diam setelah melihat Ryu dan Nia sedang melototin 5 logam yang berada di air.
"hei, apa yang kalian lakukan?" Tanya Kyu yang hamper menyentuh air tersebut.
"Jangan sentuh!!" Kata Nia sambil menepak tangan Kyu.
"ada apa sih?" Tanya Kyu heran.
Ryu mengambil koin tersebut dengan menggunakan sarung tangan.
"Nia, lihat ini." Kata Ryu.
"ternyata analisaku benar." Kata Nia.
"Tinggal mencari motifnya saja." Kata Ryu.
"Kyu, mana hasil introgasimu?" Tanya Nia
"ini." Kata Kyu sambil menyodorkan berkas introgasi.
"Kyu, aku sudah dapatkan informasi dari anak itu!!!" Kata Megu dengan bersemangat.
"Lalu, apa kata anak itu?" Tanya Kyu. Nia dan Ryu masih sibuk dengan berkas dari Kyu
"Katanya anak itu, ibunya setiap hari menangis dan bersumpah akan membunuh Bu Shinami jika suaminya tetap di kurung. Tapi, sepertinya anak itu menguping pada saat ibunya berdoa di kamar. Jadi ibu Namine tidak mengetahui hal tersebut."
Kyu, Ryu, dan Nia di kejutkan oleh kata2 Megu.
Kyu tetap diam, sementara Ryu dan Nia menuju keluar.
"Hei, kalian mau kemana? Aku sudah dapat informasi dari daerah sekitar." Kata Kinta.
"Informasi apa?" Tanya Ryu.
"Katanya Ibu Shinami sering keluar masuk bangunan yang kosong di sana." Kata Kinta sambil menunjuk satu bangunan.
Nia dan Ryu bergegas menuju bangunan tersebut. Mereka masuk ke dalam gedung itu dan mendapati seorang lelaki yang berusia sekitar 45 tahun yang terkurung di dalam ruangan yang dikelilingi teralis besi seperti penjara. Mereka mendapat informasi dari pria itu bahwa dirinya terkurung di sini karena terlibat hutang dengan bu Shinami dan hutang itu belum lunas. Jadi, dirinya harus di kurung dan sebagai gantinya, istrinya harus bekerja dengan Bu Shinami sampai hutangnya lunas. Namun, setelah hutangnya lunas, bu Shinami menolak untuk melepaskan suaminya.
Mereka kembali ke tempat kejadian. Nia memulai analisanya.
"Saya sudah tahu penyebab pembunuhan ini. Dan pelakunya adalah Bu Namine. Pagi hari sebelum anda pergi ke pasar, anda mengisi es batu yang berisi kalium sianida. Lalu, anda membawa kalium sianida itu dan membuangnya di pinggir sungai yang di temukan oleh petugas. Anda tinggal menunggu sampai waktunya tiba. Anda sengaja berlama-lama di pasar sampai bu Shinami kedatangan tamu. Dan meminum kalium sianida itu. Kalaupun yang meminumnya adalah tamu, maka yang akan menjadi tersangka adalah Bu Shinami." Kata Nia
"Apa motif saya untuk melakukan hal tersebut?" Tanya Namine
"Pembebasan suami anda yang terkurung karena anda terlibat hutang."
Bu Namine segera di tangkap. (gampang banget ya? Tapi demi mempersingkat cerita.)Suaminya pun di bebaskan.
Mereka pulang. Dan Nia menceritakan bagaimana dia bisa pacaran dengan Ryu.
Flash back mode: ON
Di taman Osaka
Nia sedang duduk di bangku taman yang berada di bawah pohon sakura yang rimbun. Kesejukan saat itu, mengundang Ryu untuk duduk bersama Nia.
"Tak kusangka kita bertemu lagi." Kata Ryu
"Kamu? Ryu Amakusa yang minggu lalu di kereta Hokkaido kan?"
"Ya. Ternyata Jepang itu sempit. Atau, memang jodoh?" Tanya Ryu sambil tersenyum
"Jodoh?" Tanya Nia heran.
"Hehe.. sudahlah. Kamu tinggal di mana?"
"Di Tokyo. Dekat stasiun Tokyo."
"Rumahku juga dekat sana. Artinya kita bisa bertemu setiap hari kan?" Kata Ryu
"Ya kalau kamu mau. Kamu sekolah di mana?" Tanya Nia
"Di DDS."
"DDS? Sekolah detektif terkenal itu? Seandainya aku bisa masuk sana." Kata Nia
"Berjuanglah. Maka kamu pasti bisa." Kata Ryu.
Mereka diam sekitar 5 menit menikmati kesejukan hari itu sampai Ryu bertanya
"Kamu sudah ada pacar?"
"Belum. Aku belum memutuskan untuk mempunyai pacar."
"Kapan kamu pulang?" Tanya Ryu
"Hari ini. Nanti sore."
"Kalau begitu, aku ikut kamu saja." Kata Ryu
Mereka pulang ke Tokyo. Dan tak di sangka, rumah mereka di apartemen yang sama. Hanya beda 2 lantai.
Setiap hari mereka bertemu sampai Nia merasa ada perasaan yang aneh pada Ryu. Ryu mengetahui hal tersebut dari gerak-gerik Nia dan pada saat di rumah Nia, Ryu bertanya.
"Maukah kamu menjadi pacarku? Aku tak seperti cowok yang lain. Aku menemukan pilihan hatiku dan tidak akan pernah ku tinggalkan. Aku bisa bersumpah demi bunga sakura."
Mendengar kata2 itu, siapa sih cewe yang gak jatuh cinta mendengar kata2nya dan menerimanya?
Ya jelas lah Nia nerima.
Flashback mode: OFF
"Gitu kejadiannya." Kata Nia
"Ooh… Tapi kayaknya yang dengerin cerita kamu bukan aku aja deh." Kata Megu.
Nia melihat sekeliling dan benar saja. Kinta, Kyu, dan Kazuma menguping. Nia dan Megu tertawa. Ryu memeluk Nia dan mencium kening Nia sambil berjalan.
"Ternyata Ryu bukan cowo yang pendiam. Sama aja kayak kita." Kata Kyu.
"Hei, enak saja. Aku nggak punya otak ngeres kayak kalian!" Kata Ryu marah dan mengejar mereka bertiga. (Kyu, Kinta, Kazuma)
Megu dan Nia tertawa.
"Aku belum pernah melihat Ryu seperti ini. Biasanya dia pendiam banget." Kata Megu.
"Aku saja nggak tau bahwa di dalam dirinya masih ada sifat anak2 yang tersembunyi." Kata Nia.
Mereka berdua sibuk membicarakan Ryu. Sedangkan Ryunya sendiri masih sibuk ngejar2 Kinta, Kyu, dan Kazuma. Mereka pulang dengan membawa damai…
Selesai jugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………..
Tentang Ibunya Kyu? Akan berlanjut di episode selanjutnya…
Wahahahahahahhaah…….
Ripiw ya…
Saya aja ga tau kalo Ryu bisa saya bikin se- anak2 itu…
Wahahahahahahahahahahah……
