Chapter 1

My King

Cast : Do Kyungsoo (GS) Kim Jongin,

dan akan bertambah seiring berjalannya cerita.

Warning : Typo (s) dimana-mana, imajinasi murni hasil pemikiran saya.

Rated : T-M (Akan berubah sesuai alur)

.

.

Kyungsoo berjalan riang sambil sesekali menyapa pejalan kaki yang kebetulan dikenalnya, walaupun hari ini langit Joseon terlihat mendung dan angin berhembus kencang tidak seperti biasanya, Kyungsoo tetap berjalan dengan semangat menuju rumah tuannya yaitu bangsawan Oh. Bangsawan Oh adalah salah satu orang yang bekerja di istana dan merupkan bangsawan yang baik hati, yang telah mempekerjakan Kyungsoo dirumahnya.

Bangsawan Oh adalah pemuda yang tampan dan rendah hati, walaupun Kyungsoo hanya bekerja sebagai tukang bersih rumah, tapi bangsawan selalu berbuat baik padanya. Kyungsoo tersenyum sambil membayangkannya, dan tanpa sadar ternyata dia sudah sampai didepan rumah tuannya.

Dengan hati-hati Kyungsoo membuka pagar rumah tuannya.

"Selamat pagi tuan Lee" .

Kyungsoo membungkuk dan menyapa dengan sopan salah satu pengawal tuannya yang dibalas anggukan dan tepukan pada kepalanya.

"Pagi Kyungsoo-ya.. Yaish.. sudah berapa kali kubilang berhenti memanggilku dengan embel-embel tuan. Aku ini masih muda". Gerutu pemuda yang bernama lengkap Lee Taeyong itu sambil menepuk kepala Kyungsoo.

"Tapi itu terdengar tidak pantas, tuan".

"Ya.. ya terserah kau saja". Taeyong menyerah dan ikut tersenyum saat melihat gadis didepannya tersenyum senang sampai mata nya tenggelam. Gadis polos. Batinnya dalam hati.

Setelah Kyungsoo pamit kepada Tuan Lee, Kyungsoo masuk kedalam rumah Tuannya setelah sebelumnya mengetok pintu dan mendapat persetujuan masuk dari dalam. Kyungsoo mulai melakukan pekerjaan nya. Mulai dari mengelap benda-benda antik yang ada diruang tamu rumah bangsawan Oh agar terbebas dari debu-debu, menyapu lantai lalu mengepelnya dengan kain lap tipis, menyapu halaman dari daun-daun kering yang berguguran, dan terakhir adalah mencuci pakaian.

Kyungsoo mulai menimba air dari dalam sumur sambil sesekali bersenandung, peluh bahkan sudah membasahi hanbok lusuh yang dipakai nya. Selama membersihkan rumah bangsawan Oh, memang sedari tadi Kyungsoo tidak melihat Bangsawan Oh keluar dari ruangannya. Mungkin dia sibuk. Pikir Kyungsoo. Karena memang biasanya Bangsawan Oh selalu menemaninya selama dia membersihkan rumah ini sambil bercerita aktivitas nya selama di istana bahkan sesekali melemarkan lelucuan yang menimbulkan gelak tawa mereka berdua.

.

.

Sementara itu pemuda bernama lengkap Oh Sehun, yang merupakan Bangsawan Oh yang disebut-sebut tadi memang tengah sibuk membaca beberapa surat perintah dari raja Kim dengan seksama, bukan apa-apa jika ia melewatkan satu kata saja maka ini menyangkut kepentingan rakyat banyak.

Menjadi salah satu orang kepercayaan Raja memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi harus bolak-balik dari istana ke tempat kediamannya. Ya, setiap orang kepercayaan Raja memang memilih untuk melakukan pekerjaan nya di kediamannya, baik itu membaca surat perintah Raja, surat dari mata-mata kerajaan yang ada di beberapa daerah Joseon, membaca hasil diskusi para menteri, atau pernyataan lainnya yang berhubungan dengan kerajaan dilakukan dikediaman masing-masing, tujuannya untuk menghindari bocornya informasi-informasi tersebut. Dan Oh Sehun merupakan salah satu orang kepercayaan tersebut.

Sehun mengernyit saat membaca surat perintah yang terakhir yang berjudul, Perombakan Kepemimpinan Baru oleh Raja XVII Kim Jongin. Oke, mungkin ini akan menjadi sangat berat. Memang bukan tanpa alasan Raja ingin merombak seluruh cabinet di Istana. Raja Kim memang belum lama menjabat sebagai raja, baru sekitar 40 hari setelah wafatnya raja sebelumnya yang merupakan ayah dari raja Kim Jongin. Setelah kematian raja Kim Yunho, langsung diadakan upacara pengangkatan raja, kepada salah satu putra mahkota tertua yaitu pangeran Kim Jongin.

Setelah kurang lebih menjabat sebagai raja selama 21 hari, Jongin melakukan pengusutan rahasia akan kematian ayah nya yang terbilang cukup mendadak dan aneh. Dan benar saja, ternyata ini sudah direncanakan oleh beberapa menteri yang melakukan persekongkolan. Tanpa membuang waktu, setelah mendapat semua buktinya Jongin langsung membuang menteri yang bersangkutan keluar dari istana dan diasingkan sejauh mungkin, yang secara otomatis kasta nya pun berubah dari bangsawan menjadi rakyat jelata.

Tok.. Tok.. Tok...

Sehun tersadar dari lamunannya saat mendengar ketukan dipintu ruang kerja nya, saat dipersilahkan masuk ternyata itu Kyungsoo, membuat Sehun tersenyum lebar.

"Oh Kyungsoo ya.. Ada apa? Apa ada masalah?". Tanya nya ramah saat melihat Kyungsoo yang berdiri kaku beberapa meter dari mejanya setelah sebelumnya membungkuk hormat kepadanya.

"O-oh.. I-itu, t-tidak ada masalah tuan, hanya saja sebelum saya pulang, apakah tuan tidak membutuhkan sesuatu?"

"Oh.. Kau sudah selesai ya. Aku tidak membutuhkan sesuatu, yah kecuali kau mau membuatkan teh hangat untukku kepala ku pusing sekali, Kyungsoo-ya"

Kyungsoo menatap khawatir tuannya yang sekarang sedang memijit-mijit kepala, terlihat frustasi. Kyungsoo segera menggeleng dan bergegas kedapur membuat teh hangat untuk tuannya.

"Tidak tuan tidak.. Saya tidak keberatan. Permisi sebentar tuan"

Sehun tersenyum melihat Kyungsoo yang terburu-buru keluar dari ruangannya, kentara sekali ekspresi khawatirnya, dan hati Sehun menghangat diperlakukan seperti itu.

Setelah menyimpulkan semua surat perintah dari raja, dan meminum teh hangatnya akhirnya Sehun memutuskan untuk berangkat ke istana sekarang juga berama pengawalnya sebelum Jongin marah-marah padanya karena datang terlambat.

.

.

Kim Jongin, menatap dingin kepada salah satu menteri yang dulunya merupakan sahabat terdekat ayahnya, salah satu orang yang berkhianat. Ya, ternyata benar tidak ada yang namanya Kepercayaan jika kau sudah tinggal di istana semuanya palsu, tidak ada yang tulus. Mereka hanya akan mengincar takhta dan kekuasaan. Tidak peduli dengan tindakan mereka membuat seorang anak kehilangan sosok ayah kebanggaan nya, terlepas jika ayahnya seorang raja.

"Pengawal bereskan dia secepatnya! Asingkan dia serta keluarganya, jangan biarkan mereka membawa harta sedikitpun dari kediaman mereka!." Perkataan raja yang mutlak tanpa bantahan.

"Baik, Yang Mulia." Kemudian beberapa pengawal langsung menyeret tubuh tak berdaya itu keluar dari area penjara untuk diasingkan secepatnya.

Sementara Kim Jongin, melangkah dengan angkuh diikuti pengawal Park –orang kepercayaannya pergi dari area penjara sambil mendecih melihat menteri Kang yang tak sadarkan diri dengan berlumuran darah. Bahkan hanbok putih nya sudah berubah warna menjadi warna merah pekat. Oh, tentu saja menteri Kang belum mati, Jongin tidak akan membiarkannya mati dengan begitu mudah.

.

.

Setibanya Jongin diruangannya ia bisa melihat Lee Taeyong berdiri di pintu ruangannya, yang berarti dapat dipastikan Sehun pasti berada di dalam ruangannya, masuk tanpa izin garis bawahi masuk tanpa izin.

Taeyong membungkuk dengan sopan saat melihat Rajanya berdiri tidak jauh darinya. Sementara Jongin hanya mengangguk dan masuk kedalam ruang kerjanya bersama Panglima Park yang merupakan sahabat sekaligus orang kepercayaannya.

"Cih… Tidak sopan." Jongin melihat Sehun duduk disalah satu bangku dibalik meja panjang diruangannya sambil berkutat dengan surat yang dikirimnya beberapa hari lalu, terlihat berantakan.

Bukannya merasa tersindir, Sehun dengan lancang memutar malas kedua matanya.

"Hey Kim, kau itu sudah membuatku pusing dengan semua tugas ini, jadi apakah hamba harus meminta izin kepada anda Yang Mulia untuk masuk keruangan anda, sementara Yang Mulia tidak ada didalam? Dan apa hamba harus menunggu sampai anda datang?."

Jongin hanya menggeleng sambil bergumam betapa kurang ajar dan tidak sopannya Sehun kepada raja negri ini, yang dihadiahi tawa oleh Sehun dan Chanyeol.

"Bagaiman kabar Ratu?." Tanya Sehun basa-basi.

"Seperti biasa. Belum ada perubahan." Jawab Jongin sambil membayangkan wajah ratu.

"Ekhem.. Baiklah, bagaimana kalau kita mulai saja diskusinya Yang Mulia? Sehun?." Tanya Chanyeol berusaha mengalihkan pembicaraan ke topic utama.

"Baiklah. Setelah membaca beberapa surat dari Yang Mulia saya menyimpulkan apakah kita akan mengirim beberapa pengawal istana ke-pemukiman warga, untuk menginformasikan adanya seleksi untuk penerimaan dayang diberbagai divisi dikerajaan?." Sehun menatap Jongin dengan serius, bekas tawa bahkan menghilang dari wajahnya.

"Ya Sehun, kau benar. Aku ingin kali ini kau dan Chanyeol lakukan dengan benar. Cari para gadis yang memang pantas untuk posisi ini, yang ingin mengabdikan dirinya pada kerajaan ini, dapat mematuhi seluruh larangan dan perintah kerajaan, dan yang pasti dapat dipercaya." Katanya tegas, mutlak dan tak terbantahkan.

Sekilas walaupun samar Sehun dapat melihat raut kesedihan diwajah Jongin, namun ekspresi nya langsung berubah dingin bahkan Sehun dapat melihat seringai-an diwajah Jongin. Entah apa yang direncanakannya.

"Baik Yang Mulia.." Sehun membungkuk hormat begitupun Chanyeol disampingnya.

Entah mengapa semua yang keluar dari mulut Jongin meningatkannya kepada Kyungsoo, lalu sebuah ide muncul dikepalanya. Sehun tersenyum manis sambil membayangkan Do Kyungsoo, sebentar lagi akan tinggal di istana bersamanya.

TBC

Note (s) :

Hayoo.. Ratu nya siapa? Ada yang bisa tebak?

Apakah alurnya terlalu cepat? Saya rencananya gak bakalan buat ini end nya lama soalnya. Sebelumnya terimakasih karena udah ada yang sudi me-review dan memberikan semaangat kepada ff ini. Saya tau ini jauh dari kata sempurna… Masih banyak typo (s) dan lainnya. Dan ternyata setelah baca review, semangat saya itu terbakar sampai keubun-ubun saya mikir berarti ini yang dirasain penulis lain pas dapat review… Itu exactly berharga sekali. Silahkan Tanya-tanya di kolom review kalau ada yang bingung, saya usahakan jawab semua pertanyaan di chapter depan. Terimakasih...

Dan Kaisoo moment kayak nya bakalan muncul chapter depan lol. Pengenalan dengan Ratu juga akan muncul di chapter depan.

Sekali lagi saya ucapkan jangan bosan untuk kasih review teman-teman. Saranghae.

Terimakasih,

=Affy

[300318]