Chapter 2: Trio Janitor Franz,Futch,Fred

Disclaimer: Suikoden III

Inspired story: Mickey, Donald,Goofy: the three musketeers.

Author's Note: Yap, ini chapter 2 dari kisah sebelumnya. Timelinenya kira-kira 15 tahun setelah chapter 1. Jadi kira-kira mereka bertiga udah umur 20 tahun. Check this out,B-)


Di sebuah kastil yang indah para musketeers sedang berlatih pedang dan beladiri. Para musketeers ini berlatih untuk melindungi ratu mereka. Yaitu Iku, sang ratu yang diagungkan di seluruh perancis. Para musketeers ini pun juga punya pemimpin, yaitu Yuber. Yuber adalah orang yang disegani di seluruh Perancis. Dikarenakan Yuber adalah komandan tertinggi para musketeers. Sekarang apa kabar para trio adonis tersebut? Bukankah mereka bercita-cita menjadi Musketeer? Tetapi diantara para Musketeers yang berbaris rapi ini, kenapa tidak ada wajah-wajah mereka bertiga? Coba kita liat ke dalam istana..

"Ayooo, cepat bersihkan itu. Aku sudah memperkerjakan kalian dengan gaji tinggi. Tapi kalian masih malas saja!" suara Yuber membentak. Kira-kira siapa yang dibentak oleh Komandan Yuber? Kenapa dia begitu marah?

"Pokoknya saat aku kembali lagi ruangan ini harus sudah bersih! Aku tidak ingin jika nanti Ratu iku melewati lorong ini dan complain karena lantainya kotor!" bentak kembali Yuber. Setelah membentak, Yuber segera meninggalkan ruangan itu, meninggalkan para pesuruh yang sudah dibentak-bentaknya. Setelah ditinggal pergi oleh Yuber para pesuruh itupun kembali mengelap, mengepel, dan mengecat dinding lorong istana.

"Ooooo." Kosanji membawa sebuah kain lap ke arah Franz yang sedang mengepel lantai istana. Tetapi saat membawa kain pel, Kosanji tidak sadar telah menyenggol dan menjatuhkan kaleng cat.

"Terima kasih sobat, phewww." Ujar Franz mengelus kepala Kosanji sambil menghela napas, ia melirik kembali medali yang telah diberikan oleh sang royal musketeer 15 tahun yang lalu. Melihat nasibnya sekarang, Franz berpikir bahwa medali itu hanya sebagai hiasan saja.

"Nasib kita kurang beruntung. Dari Hero to Zero ini mah namanya." Ujar Futch meratapi nasibnya. Dia mengecat dinding dengan malas-malasan.

"H..Hei, liat Lampu ini terbuat dari emas, kira-kira dijual berapa ya." Mata Fred berbinar-binar melihat sebuah lampu emas yang dilapnya. Berkali-kali dia mengelap lampu itu dan kilaunya tetap tidak hilang.

"Awas kau, hati-hati diatas tangga. Lebih baik kamu bersihkan lampu yang lain, kamu mau dimarahin oleh Komandan Yuber lagi?" ujar Franz yang sibuk mengepel lantai menggunakan lap. Franz yang menengok ke arah Fred pun tidak sadar bahwa Air pelnya telah tercampur cat tembok yang disenggol oleh Kosanji tadi. Fred yang melihat ke arah Franz pun langsung menjadi panik.

"Aaaaaa... F..Franz...I..I..Itttu!" ujar Fred terbata-bata menunjuk ke lantai yang menjadi hitam akibat tercampur cat.

"Huwaaaaaaa!" Franz pun terkejut, dia mundur beberapa langkah dan menyenggol tangga yang dinaiki oleh futch. Futch yang kaget dan kehilangan keseimbangan pun langsung terjatuh dan Franz yang berada di bawahnya pun langsung tertimpa oleh cat berwarna abu-abu. Franz yang kehilangan pandangan langsung panik, dia segera berjalan secara membabi buta.

"Uaaa gelap, toloooong!"

"Franz.. Jangan mendekat, jangan mendekat! Jangaaaaan!" Franz pun menabrak tangga yang dinaiki oleh Fred, Fred pun cekatan dan berpegangan pada lampu emas yang tergantung di dinding. Tetapi, lampu itu tidak berhasil menahan beban tubuh yang dimiliki oleh Fred, lampu itupun patah, dan Fred terjatuh dan menimpa Franz yang kepalanya masih tertutup cat. Tidak lama kemudian suara pintu pun terbuka, Yuber yang sedang tersenyum sambil bersiul pun melihat pemandangan yang terjadi.

Cat hitam mewarnai lantai, Dinding tercampur cipratan-cipratan oleh cat Hitam, dan lampu emas yang mahal pun patah. Suasana di lorong sudah seperti kapal pecah. Dengan emosi yang memuncak dan shock Yuber pun berteriak.

"KALIAAAAAAAAAAAAN!" teriakannya terdengar nyaring ke seluruh penjuru istana. Yuber benar-benar marah, dan pada akhirnya, Franz, Futch,dan Fred dilempar secara tidak hormat kedalam penjara.

"INI KARENA KALIAN BERBUAT HAL YANG MERUGIKAN!" ujar Yuber menunjuk ke arah Franz dkk.

"Kita memang tak cocok jadi pesuruh, kita tuh cocoknya jadi musketeer!" teriak Franz.

"Ooooo." Bela Kosanji, entah apa yang digonggongnya.

"M..Musketeer? AHAHAAHHAHAHAHAAHAHAHAHA!" Yuber pun tertawa hebat, dia berguling-guling di lantai sambil memegangi perutnya.

"Ada yang lucu?" Tanya Fred yang mukanya merah karena ditertawai.

"Ya, ada! Kalian itu tidak cocok jadi musketeers. Kalian tau kenapa?" Yuber pun segera berdiri. Tetapi sesekali dia menahan rasa tawa yang tertahan. Setelah menahan tawa, dia kembali menjelaskan maksud perkataannya.

"Pertama Kau, kau itu terlalu banyak omong, dan pemarah!" Yuber pun menunjuk Fred.

"Lalu kau, kau itu pengecut, dan telmi!" tunjuk Yuber ke arah Futch.

"Dan kau, kau terlalu banyak mimpi. Lupakan mimpimu dan sana bersih-bersih!" Yuber pun menunjuk Franz,dan melempar kain lap ke arah mukanya. Franz hanya mengambil kain lap tersebut dan meremas di dalam kepalan tangannya. Dia sedikit kesal, tapi dia tahu bahwa itu adalah kenyataan.

"Aku pergi dulu, kalian akan dipenjara dan tidak diberi makan sampai besok pagi. Selama itu lebih baik kalian renungkan kesalahan kalian. Musketeers.. AHAHAHAHAAH!"ujar Yuber sambil menutup pintu penjara dengan keras. Sementara itu 3 sekawan tersebut hanya bisa duduk terdiam di penjara. Mereka memikirkan perkataan Komandan Yuber yang cukup menyakiti hati mereka.

"Sudahlah Fred, kau memang banyak bicara, karena itulah kau selalu menghibur kita semua kan?" Franz pun merangkul Fred yang terdiam.

"Dan kau Futch, siapa bilang kamu pengecut dan lamban berpikir. Kau itu orang paling pintar dan pemberani!" hibur Franz ke arah Futch.

"Be..Benarkah?" Tanya Futch.

"Mungkin komandan Yuber mengatai kita lemah. Tapi itu tidak benar, kalau kita bersatu kita itu kuat. All For One and One for All, itu motto kita kan?" ujar Franz

"Oooooo!" Kosanji menggongong di dekat kaki Fred, sepertinya dia kesal karena tidak diperhatikan.

"Kau juga Kosanji, Kau juga kawan kita. Kalau tidak ada kau, rasanya tidak lengkap kan?" Fred pun mengelus kepala Kosanji.

Mereka pun mengambil sebuah karung di dekat mereka untuk dijadikan selimut. Malam telah tiba, para Franz dan kawan-kawan pun juga sudah lelah bekerja seharian. Mereka pun mulai mengantuk dan tertidur di atas tumpukan hari esok, hari yang mungkin bakal mengubah hidup mereka bertiga. Mungkin Cuma impian, tapi siapa yang bisa melihat masa depan? Bisa saja hari ini pesuruh, tapi besok adalah pahlawan bukan? Kita nantikan saja, saat matahari menjelang, petualang baru mereka akan dimulai.

Chapter 2 Selesai.


Nantikan chapter 3 ya, ntar bisa kereveal siapa sang ratu Iku itu, dan kenapa mereka bertiga bisa menjadi musketeers? Lalu apa Rencana Yuber selanjutnya? Nantikan chapter 3.