My Soulmate?

Akhirnya bisa menyelesaikan chapter 2! Lama kah? Soalnya author juga mau ada UAS semester Gasal tanggal 8 – 13 Desember 2014, jadi harus extra belajar. Dan laptop sama hp palingan bentar lagi disita, huhuhu ... :'( *rasain tuh!* Jadi kali ini author buatnya extra cepat, dan mohon maaf soale author itu sering gak teliti, jadi maaf kalo alur kecepetan dan gak sesuai harapan *mohon ampun ke readers semua*

Ehm, OK ... maaf kali ini belum bisa balas review, tapi terimakasih banyak buat komentar positif dan penyemangat dari Hayashi Hana-chan, ndrahmi, .7, shayleen, dan KonoHaru (maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan) yang sementara waktu ini baru review cerita author arigatou Gozaimasu! OK, gak usah banyak omong lagi ya? Enjoy this fic!

Naruto selalu punya Masashi Kishimoto-sensei

.

WARNING! : Typo, alur kecepetan, OOC, humor garing, Romancenya aneh, pakenya budaya Indonesia (?), gaje, ide pasaran, dll (etc)

.

Cerita ini MURNI karya saya sendiri. Jika ada kesamaan adegan, alur cerita, tokoh, dll, adalah sesuatu yang tak disengaja

^^ !Arigatou! ^^

o.o.o.o.o.o.o

"APA?!" sontak aku dan Sasuke teriak serempak, sebenernya aku seneng banget! tapi ... Matsuri?

"Bukannya Sasuke dengan Matsuri?" "Bukannya Sakura dengan Gaara?" ujarku dan Sasuke serempak. Lho? Aku sama Gaara?

"Heh, kata siapa aku dijodohkan dengan Sabaku Corp?!" elakku pada Sasuke,

"Dan, darimana kau karang cerita itu? Kalau aku dijodohkan dengan Matsuri?" sahut Sasuke. Aku langsung melirik nii-san, sedangkan Sasuke melirik Itachi-nii,

"Nii-saaaaaan!" ujar kami berdua serempak.

"Ada apa sih yang terjadi? Bukankah kalian berdua mengatakan yang sebenarnya? Itachi, Sasori?" tanya kaa-sanku,

"Ehem ... kalau kita bilang yang sebenarnya ... mereka akan menolak" ujar Itachi-nii,

"Baiklah, ini mungkin masih awal. Lebih baik, kalian berempat pergi entah kemana yang penting masih dilingkungan Uchiha Corp" ujar Tou-sannya Sasuke, kami berdua (Aku dan Sasuke) pergi dengan tampang kesal, sementara Itachi-nii dan Nii-san memasang tampang 'minta maaf'

AuthorPOV*

Sakura dan Sasuke duduk berdua ditaman. Sasuke sudah kembali memasang tampang stoic-nya, sedangkan Sakura masih memasang tampang cemberut,

"Kau masih marah soal perjodohan itu, eh?" tanya Sasuke

"Aku akan dijodohkan dengan pencuri first kiss-ku! Bagaimana aku tidak marah?!" elak Sakura, sebenarnya inner Sakura sudah menjerit – jerit senang dan kelopak – kelopak bunga ditaburkan oleh inner Sakura, tapi, namanya juga gengsi? Mana mau Sakura mengatakan yang sebenarnya?

"Ya, paling tidak kan. kau tidak mencium orang lain selain diriku" ujar Sasuke dengan PD-nya sambil merapikan jas-nya,

"Dasar mesum!" Sakura menjitak kepala Sasuke,

Dibalik semak – semak, ada 2 ikat pocong –eh? Maksudnya Itachi dan Sasori –dikeroyok Itachi sama Sasori-

"Ternyata mereka so sweet banget ya!" bisik Itachi,

"Yo'a .. aku jadi iri deh!" balas Sasori,

"Eh, ngemeng – ngemeng, sejak kapan kita ngintipin + nguping pembicaraan orang?" sambung Sasori,

"Sejak my handsome otouto dijodohkan dengan your lovely imouto"

"Hehehe ... iya, juga. Ah, udah jam segini, yuk kita balik" lalu Sasori dan Itachi kembali ke ruang meeting Crimson Restaurant.

NormalPOV*

Keesokan Harinya~

Sinar matahari menembus lewat jendela kamarku yang tingginya hampir setinggi badanku, kubuka jendela itu lebar – lebar dan kuhirup udara segar dipagi hari. Aku segera mengambil handuk dan melesat ke kamar mandi,

"Ohayou kaa-san, tou-san! Dan nii-san ..." ucapku dengan penuh penekanan saat mengucapkan kata nii-san,

"Ohayou Sakura-chan, ayo makan ..."

"Nanti aku berangkat sama siapa, kaa-san? Bensin mobilku, habis"

"Kau diantar Sasuke"

JEDERRR ...

"APA?! Di anter Sasuke?!" aku menjerit diruang makan, meskipun aku merasa senang didalam hati,

"Sakura! Kau ini perempuan, tak pantas menjerit seperti itu! Lagian kan Sasuke adalah calon suamimu kelak!" omel tou-san, sedangkan nii-san cekikikan

"Iya tuh, imouto tercintong! Calon suami!" ujar nii-san sambil menekankan kata calon suami,

"Ah, aku jalan kaki saja!" ujarku meninggalkan ruang makan, menyambar tasku dan memakai sepatu. Lalu pergi,

Dan yang terjadi saat aku membuka pintu adalah, terparkir rapi mobil lamborgini Sasuke didepan rumahku,

"Ngapain kamu disini?" tanyaku sewot,

"Cepat naik"

"Tidak mau!" aku melipat tangan dan buang muka,

"Ayolah, naik ke dalam mobilku" ujar Sasuke dengan suara yang dibuat manis,

"Kau mau aku naik mobilmu?"

"Iya,"

"Goceng dulu!" ujarku bercanda,

"Ayo naik!" Sasuke menggandengku paksa *sama saja menyeret -,-* masuk kedalam mobil.

Sesampainya di KHS~

"Itu Sasuke! Tunggu dulu, dia dengan Sakura?"

"Tidak mungkin?!"

"Bagaimana bisa?"

"Itukah Sasuke yang berjodohan dengan Sakura? Mereka cocok sekali!"

"Pasangan yang serasi!"

"Kenapa harus Sakura? Aku benci dia!"

Itulah bisik – bisik yang kudengar disepanjang koridor, belum lagi dikelas, pada minta Pajak Jadian (PJ). Ternyata gossip lebih cepat menyebar dari pada penyakit. Dan gossip pun lebih cepat daripada flashgorden –ok, itu adalah bohong-, kapan kesengsaraanku akan berakhir, Ya Tuhan?

AuthorPOV*

Saat istirahat, Sakura pergi ke kantin sendirian. Sasuke? Dia sedang pergi ke parpustakaan, katanya setelah itu dia menyusul Sakura.

"Jadi kau yang namanya Haruno Sakura?!" gertak seseorang, itu adalah Karin

"Iya, memang ada apa, nyonya Karin?!" balas Sakura menyindir

"Eh, gak usah sok lugu deh! berani – beraninya kamu mendekati pangeran kami!" ada salah seorang teman Karin yang berambut coklat terang mendorong Sakura,

"Kalau urusan itu, silahkan adukan ke orang tuaku dan Sasuke. Karena yang menjodohkan kami adalah mereka!" balas Sakura,

"Cih, lihat saja nanti saat pulang sekolah. Kami akan membuatmu menyesal!" sahut gadis cantik berambut pirang pucat. Lalu mereka bertiga pergi meninggalkan Sakura,

"Rese' banget sih mereka, ganggu orang makan aja" gumam Sakura lalu melahap ramennya kembali,

Teng teng teng ...

Bel pulang berbunyi nyaring ditelinga Sakura dan para murid lainnya. Para guru segera menyudahi pelajarannya dan seluruh siswa berkemas siap untuk pulang.

"Sakura, aku duluan ya. maaf gak bisa nganter kamu, soalnya ada urusan. Setelah itu, aku akan kerumahmu. Kamu ga papa kan jalan kaki?" ucap Sasuke sambil membelai rambut Sakura begitu Anko-sensei meninggalkan kelas. Dan teman – teman dikelas XII IPA – 2, berdehem kecil, dan bersiul.

"OK. Hm, ga papa kalo kamu gak bisa nganter aku. Hati - hati" balas Sakura, author jadi iri deh! mereka kaya suami-istri! :3

Sakura melangkahkan kaki jenjangnya ke gerbang sekolah, sesekali matanya celingak – celinguk seperti ada bahaya. Nyatanya, sekian menit belum ada bahaya mengancam. Akhirnya, Sakura bisa kembali santai. Tetapi begitu sampai gerbang ..

BYUUUUR!

Sekujur tubuh Sakura basah tersiram air. Kalo air biasa sih, ga masalah. Tapi ini air comberan! Saya tekankan lagi readers, AIR COMBERAN!

Sakura menoleh ke belakang, dan ...

CROOT!

CRAAT!

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitu menghadap kebelakang, ia langsung dilempari telur dan tepung oleh Karin dkk.

"Rasakan itu, gadis sok kecantikan!"

"Makanya, jangan sekali – sekali merebut pangeran kami!"

"Cantik engga, main deket – deket sama pangeranku. Huh! Tak sudi aku!"

Ejek Karin dan kedua temannya, lalu meninggalkan Sakura sendirian. Tanpa babibu, Sakura langsung lari kerumah dengan mata berlinang air mata.

BRAAK!

Sakura membanting pintu rumahnya. Tak mempedulikan kalau ada keluarga Uchiha dirumahnya. Mikoto-baasan, Fugaku-jisan, Sasuke, Itachi, Sasori, serta Kaa-saan dan Tou-sannya Sakura memasang tanda tanya besar melihat Sakura berlari secepat cheetah –ok, sebenarnya gak secepet itu- menuju kamarnya dengan tampang seperti adonan roti yang tersiram air comberan. Hening selama 15 menit,

"Tadi itu Sakura? Ngapain dia, sampe belepotan adonan kaya gitu?" tanya Itachi memecah keheningan,

"Sasuke, tadi gak ada pelajaran Prakarya, kan?" sambung Sasori,

"Tidak. Aku saja sampai bingung, bagaimana bisa dia bertampang seperti adonan roti gagal total" sahut Sasuke,

"Sasuke, cepat susul dia" ujar Fugaku-jisan,

"I have no choice" ujar Sasuke lalu bangkit dan menuju kamar Sakura. Begitu sampai diatas, Sasuke dihadapkan ke 3 pintu yang cat-nya sama semua (tadinya kamar Sakura cat pintunya warna putih, dan Sasori warnanya merah gelap)

"Mana kamarnya?" ujar Sasuke, tapi terdengar jelas sampai bawah karena suasana hening,

"Yang ditengah ondol! Masa baru beberapa hari udah lupa?!" seru Sasori dan Itachi serempak dari bawah. Sementara Sasuke menyumpahi Sasori dan Itachi tak jelas sambil membuka pintu. Logis lah kalo dia lupa? Suruh siapa nge-cat pintu kamar? Logis juga kalo SasoIta sewot, masa daya ingat Sasuke lemah si? OK, bisa kita putuskan mereka bertiga salah.

NormalPOV*

Untung aja, rambutnya gak kena telur. Cuma tepung. Dikeramasin 3 kali selesai (sama aja bo'ong! -,-)

Kriet ..

"Sakura, boleh aku masuk?"

"Hm," sahutku lalu Sasuke masuk kedalam kamarku,

"Ada apa ayam?" tanyaku,

"Kau kenapa tadi, eh? Pulang – pulang tampangnya kaya adonan gagal"

"Karin cabe genit yang udah .."

"Dimana – mana cabe itu genit, tau kan lagu 'cabe – cabean'?" Sasuke nyrempet omonganku,

"NGHAHA ... kamu ngelawak? lucu sekelezz ... 3 lah, 3 ..."

"Seragam, tas dan sepatumu bagaimana?"

"Ish, tentu saja belepotan telur, tepung, dan air comberan! Pake nanya"

"Ada baju cadangan?"

"Ada"

"Sepatu cadangan?"

"Tanpa perlu kau bilang aku sudah punya cadangannya, ayam. Memangnya kenapa? Kau mau belikan aku barang baru? Dengan senang hati aku menerima, jadi gak perlu ngabisin uang tabunganku"

"Haah ... yayaya, apakah besok Sasori-nii study tour bersama baka nii-sanku?"

"Katanya, dia study tour tanggal 4"

"Selang 2 minggu berarti,"

"Hmph, yeah ... aku lapar, mau makan!"

"Aku juga. Ayo kita makan bersama"

Gyaaaah! Makan bersama? hanya berdua?! Dengan Sasuke?! OMG, ok .. kembali ke tampang biasa aja,

"Boleh" ujarku lalu turun ke dapur bersama Sasuke.

"Ekhem ... ciee, pasangan barunya dateng nih!"

"Iya, gandengan tangan lagi. Beeh ... mesra banget!"

Ini nih yang aku gak demen, bercandaan 2 makhluk ghaib ini (dihajar Itachi-nii dan nii-san) kelewatan! Tapi, bener juga sih, fakta membuktikan kalo kita emang bener – bener lagi gandengan tangan.

"Yeee ... kalian pada sirik ya gara – gara belum punya jodoh?! Hahaha ... kecian deh lu!" sahutku, kaa-san, tou-san dan mikoto-baasan tertawa, sedangkan fugaku-jisan dan Sasuke tersenyum miring. Itachi-nii dan Sasori langsung memasang tampang 'wtf?!' dengan mulut menganga lebar.

"Yuk, lanjut ke ruang makan" ajak Sasuke, kami pun melanjutkan hijrah (?) ke dapur, dan makan siang.

Dari hari ke hari, semuanya semakin buruk! Karin, dan kedua temannya selalu menggangguku. Mulai dari mengguyurku dengan air (itu hampir setiap hari), menumpahkan sampah – sampah diatas kepalaku, dan mereka memasang jebakan aneh didalam lokerku.

Hari ada pengumuman class meeting, dalam rangka seusai melaksanakan try out kelas XII IPA – IPS selama 3 minggu penuh. Hari pertama, yaitu basket putra dan putri. Barikut daftar susunan yang telah aku catat :

Classmeeting Basket Putra :

XII IPA – 1 v.s XII IPS – 1

XII IPA - 2 v.s XII IPS – 2

XII IPA – 3 v.s XII IPS – 3

Classmeeting Basket Putri :

XII IPA – 2 v.s XII IPS – 1

XII IPA – 1 v.s XII IPS – 3

XII IPA – 3 v.s XII IPS – 2

Itu berarti, kelasku lawan kelasnya Karin dong?! Aduh beee ... hmm, parah! Ngik! Aku gak jago banget basket! Mama ... tolonglah anakmu ini. Dengan gontai aku berjalan masuk ke kelas karena bel pulang sudah berdering.

AuthorPOV*

Sakura mengemas barang – barangnya, sementara Sasuke sudah menunggunya digerbang sekolah. Cuacanya hujan, tapi Sakura lebih memilih hujan – hujanan daripada diguyur air yang bau oleh Karin.

"Heh, jidat. Mau kemana?!"

"Karin? Ya, mau pulang lah!"

"Denger ya, pokoknya aku harus jadi pemenang classmeeting-nya! Jadi jangan halang – halangin aku untuk dipuji sama Sasuke"

"Cabe genit sepertimu, gak akan dipuji oleh Sasuke!"

PLAK!

Karin menampar dan mendorong Sakura hingga terjatuh dikubangan lumpur yang tercipta ditanah lapang baseball itu.

"Hahaha .. rasain tuh! Makanya, jangan macem – macem sama aku, jidat!" ujar Karin melewati Sakura lalu dengan sengaja menyenggol pundaknya. Sakura langsung berdiri dan membersihkan lumpur – lumpurnya, setidaknya tidak terlalu menempel diseragamnya. Lalu ia mengenakan jas hujan selututnya dan langsung berlari menghampiri Sasuke.

"Kenapa kau lama sekali?" protes Sasuke dari dalam mobil,

"Aku ada urusan dengan Karin"

"Dia membully-mu lagi, hn?"

"Yah, begitulah"

"Ayo naik" lalu Sakura masuk kedalam mobil,

Diperjalanan, Sakura mengoceh tentang betapa kejamnya Karin padanya ke Sasuke,

"Seperti itu, selalu!"

"Aku janji akan melindungimu, aku mempunyai cara khusus untuk itu"

"Hah? Bagaimana caranya?" lalu saat dilampu merah, Sasuke berbisik kepada Sakura bagaimana caranya melindungi jodohnya yang cantik jelita seperti author -dihajar-, seketika itu pula Sakura membelalakan matanya.

"Err, apa rencanamu itu fix? Aku merasa terover protektif, dan sedetik saja kau tak ada disampingku maka Karin sudah menghabisiku" ucap Sakura setelahnya,

"Itu urusan gampang, yang penting kamu terlindungi itu saja. Jika rencana A gagal, kita pakai rencana B" ujar Sasuke lalu menyeringai, sementara Sakura dengan susah payah menelan air ludahnya.

"Thanks buat tumpangannya"

"Beristirahatlah, nanti kutelfon"

"OK, hmm .." ujarku lalu turun dari mobil Sasuke dan masuk kedalam rumah.

"Hmmm ... bagaimana ya, tentang rencana Sasuke?"

Mode flashback on :

"Hah? Bagaimana caranya?" lalu Sasuke membisikanku sesuatu,

"Kau dan aku harus selalu bersama – sama, kau pulang dan berangkat bersamaku. Dan kau tak boleh protes"

Mode flashback off :

Huh ... Sasuke sepertinya asal ngomong deh! nanti kalau aku mau ke toilet wanita, apa dia mengikuti, eh? Mungkin obatnya habis, sehingga dia mengatakan seperti itu!

Drrrt ... Drrrt ...

Eh? Ada pesan?

Sasuke Ayam :

Hai, jidat pinky! :p Uh, aku cuma nambahin. Kalau masalah ke toilet wanita itu, kau ditemani Ino. Aku sudah mengatur semuanya.

Me :

HAPAH?! Heh, keturunan ayam, kalo ngomong gak dipikir dulu ya? aku bukan berlian permata yang dijaga 24 jam nonstop! Tapi ... paling engga aku gak bernasib buruk sih. Apa gak ada solusi yang lain? Mungkin memasukanku ke kursus bela diri. Itu kan bisa membuat Karin terkapar seketika, hahaha ...!

Sasuke Ayam :

Bisa – bisa aku kena banting sama kamu, kalau kamu marah. Sebagai alat pelampiasan -_- Ya sudah, aku gak bisa mengeluarkan suaraku yang merdu ini lewat telfon. Karena pulsa menipis. Hn, bye ..

Me :

What? Suara merdu? Hueek ...! Heh buntut ayam, suaramu itu fales! Kalo kamu ngomong sedikit aja, dunia bisa hancur seketika. OK, bye Sasuke Ayam!

Hehehe ... ternyata Sasuke bisa ngelawak juga sepertinya aku makin sayang sama dia.

SasukePOV*

Aku memainkan ponselku, sambil tersenyum. Ternyata Sakura lucu, manis, periang dan ... rapuh juga. Aku harus melindunginya, apapun resikonya. Tapi jangan sampai resikonya aku harus pacaran dengan Karin, bisa – bisa stress aku.

"Mulai besok, aku bisa berduaan terus sama Sakura. Yes!" aku mulai mengeluarkan sikap OOC-ku.

"Apa? Berduaan sama Sakura-chan?" Waduh ... Nii-san ternyata dari tadi nguping?

"Nii-san lagi nge-stalk aku, hn? Kurang kerjaan banget. Sana, urusin pacar barumu si Hana-chan" ujarku membalas. Memang aku sering mengutak – atik isi handphone nii-san.

"Idih ... kamu nge-stalk ya?"

"Iya. Kan nii-san juga nge-stalk. Gak masalah dong buat aku"

"Huh, aku harus mempassword ponselku nih" ujar nii-san sambil keluar kamarku.

AuthorPOV*

"Hoaaaaam!" Sakura menguap lebar dan meregangkan seluruh otot – otonya yang kaku. Ia segera bangkit dan menyibak tirai jendela kamarnya dan tirai pintu kaca yang menghadap ke balkon, menyebabkan sinar matahari menyinari kamarnya walaupun sebagian. Sakura segera melangkahkan kaki mengambil handuk dan ke kamar mandi untuk mandi.

Hari minggu ini, diisi oleh menonton film hollywood kesukaannya, The Twilight Saga! (kenapa film ini? Karena author yang mbois juga twihard ;3) tapi, Sakura menontonnya secara marathon bersama nii-sannya Sasori, dari siang hingga sore.

"Kau kenapa nonton film ini? Biasanya nonton Narnia, atau Harry Potter. Atau jangan – jangan kamu-"

"Heh, nii-san jangan ngeres ya! enak aja aku kaya gitu, hiii ...!" Sakura memotong ucapan nii-sannya,

"Jangan – jangan kamu bosen sama film yang lain! Otak nii-san gak ngeres ya, kamu kali ngeres"

"Oh, iya sih ... bosen aja, hehehe ..."

"Duh, laver"

"Apaan tuh?" kalau dalam versi komik, dikepala Sakura muncul tanda tanya besar,

"Laper! Ngaku anak alay gak tau bahasa alay"

DUAGH!

"Siapa bilang aku alay, haaaaaaaaah?!" Sakura menjitak kepala Sasori,

"Sakit dodol!"

"Aku bukan dodol, bodo!"

"Jangan ngomong dodol, somplak!"

"Jangan ngomong somplak, somplak!"

"Huh, ribet ngomong sama kamu, imouto tercentong nasi"

"Salah siapa mau ngomong sama aku?" author juga bingung, ini adegan apa sih? *dikeroyok massal*

Malam harinya, keluarga Sakura diajak makan malam oleh Uchiha Corp. maklum ... anaknya kan dijodohkan.

"Kaa-saaaaaaan! Aku tak suka pakai gaun! Aku mau pakai baju casual!"

"No no no ... sayang, ini pertemuan dengan calon tunanganmu. Kau harus terlihat rapi"

"Ya, kan belum janur kuning(?)" ujar Sakura kesal menuju ke kamarnya. Ia berkaca didepan cermin, ia merasa bukan dirinya sendiri saat ini. Tubuhnya dibalut gaun simple semata kaki tanpa lengan dan backness berwarna putih susu dengan payet – payet yang disusun indah membuat gaunnya sparkly (?), sepatu high heels setinggi 7 cm warna senada, lalu rambutnya dikepang satu dengan agak longgar dan disampirkan ke bahu kiri dengan hiasan bunga mawar putih (bukan asli lho, mawarnya. Kalo asli disangka hantu *digampar sama Sakura*), serta make up tipis yang dipoles rapi diwajah Sakura, lipgloss tipis warna pink memperindah tampilannya.

"Kaa-san, ada – ada saja! Gaunku kok seperti pengantin sih? menyebalkan" Sakura mendengus, dan meniup poninya yang menutupi matanya dengan kesal

NormalPOV*

Sesampainya di Uchiha Corp~

Widih ... tinggi buaaaanget ya gedungnya. Ck ck ck ... pantes aja dibilang perusahaan termujur, dan terkaya.

"Hai, Sakura"

GEDUBRAK!

"U'ih ... kau ini mengagetkanku saja!" aku memegangi pantatku yang sakit terbentur lantai marmer lobi Uchiha Corp ini, ji-san dan baa-san juga sampai bingung.

"Nak, Sakura tidak apa – apa?" baa-san mendekatiku dan membersihkan gaunku dengan menepuk – nepuk kecil,

"Ah, tak usah baa-san ... tidak apa – apa kok" aku menepis tangan baa-san dengan lembut, supaya tidak tersinggung.

"Baiklah kalau kau tak apa – apa. Nah, kalian berempat pergilah bermain. Tapi disekitar sini saja ya"

"Baik baa-saaan-eh! Ayam! Jangan kenceng – kenceng nariknya, hey!" tiba – tiba saja si ayam kate narik tangan aku.

"Duh, mau kemana sih!" aku melepas cengkraman tangan Sasuke,

"Hn, tutup matamu dulu" pinta Sasuke dengan menyeringai,

"Jangan macem – macem! Kalo sampe ada apa – apa, gue bunuh lo!"

"Widih, sadis banget?! Udah cepet tutup matamu!" dengan terpaksa aku menutup mataku, dan sepertinya Sasuke menutupnya lagi dengan kain. Dia menuntunku ke suatu tempat, aku jadi penasaran. Jangan – jangan mau dicegurin ke kolam renang! Atau dibawa ke halaman luar biar disangka orgil?! Awas aja tuh Sasuke ayam! Gue cincang abis kalo berani macam – macam. Nah, akhirnya dia buka juga kainnya,

"Buka matamu" aku buka perlahan mataku, dan seketika aku langsung terbelalak. Sebuah meja dinner untuk 2 orang dengan taplak putih tulang menyelubungi meja segi empat itu yang terletak di semacam taman dibawah pohon yang indah yang diatasnya digantungi lampu lampion dengan lumayan banyak, lampion - lampion yang digantung ditiang pendek dan lampion biasa sebagai penerangan. Makanannya tersajikan dengan rapi, serta lagu romantis yang mengalun pelan.

"Ya ampun, Sasuke ... ini ... kamu ... yang" aku berbicara terbata, melihat ini. Buset, keren banget!

"Special for my special girl. Ayo duduk" Sasuke menggandeng tanganku duduk di meja dinner khusus kita berdua.

"Thank you Sasuke! Ternyata kamu romantis juga"

"Kau kira aku tidak romantis?"

"Ya, kau kan orangnya dingin. Jadi .. yah, begitulah. Ini dalam rangka apa sih?" tanyaku penasaran,

"Sakura ..." Sasuke menggenggam kedua tanganku lembut, sudah pasti pipiku merona.

"Aku ... aku mencintaimu"

"A – apa?" ujarku masih tidak percaya, Sasuke? mencintaiku?

"Aku tak perlu mengulanginya lagi kan?"

"Aku ... aku tak tahu harus bilang apa, tapi ... kurasa aku juga mencintaimu. Sasuke. Berarti kau itu ... mencari kesempatan didalam kesempitan!" seruku lalu menarik tanganku dan menunjuknya dengan telunjukku,

"Kok bisa?"

"Hahaha ... karena aku sering dibully Karin, kau jadi ingin melindungiku dengan cara selalu didekatku terus. Kau modus yaaa ...?!"

"Ti – tidak!"

"Kalau tidak, kenapa mukamu semerah sambel cobek?"

"Yah ... ketahuan" lirihnya, sementara aku terkikik geli. Selama dinner, kemi berdua suap – suapan makanan, atau lebih tepatnya mencicipi makanan satu sama lain.

"Aku sudah kenyang! Ayo kita kembali" ujarku akan beranjak,

"Ngapain kembali? Toh mereka hanya membicarakan kita. Ayo kita jalan - jalan" lalu kami berdua mengelilingi Uchiha Corp. dan berhenti di satu tempat, taman belakang yang dipenuhi lampu klasik yang indah.

"Wah ... indah sekali!" aku berlari kesana – kemari melihat bunga bunga yang indah, ya ... ini memang indah! Bunga – bunganya juga bagus dan subur. Aku menyukai tempat ini!

AuthorPOV*

"Bray, bukannya itu pantat bebek sama adikmu pinky?"

"Bener juga, romantis banget ya, mereka! Apa lagi waktu tadi dinner, waktu Sasuke nyatain cintanya ke imoutoku tencentong nasi, waktu suap – suapan makanan! Anjrit, gue iri coy!"

"Ya gak usah heboh gitu kali! Nanti ketahuan kalo kita lagi nguntit!"

"OK, maaf – maaf. Oh iya! Kembali ke rencana, kamu udah potret mereka waktu dinner?"

"Udah nih, yuk balik! Kita kasih kabar heboh ini ke para parents"

"Yo, let's go!" lalu Sasori dan Itachi mengendap – endap pergi dari situ.

"Kaa-san! Tousan!" teriak Sasori dan Itachi bersamaan,

"Astaga, ada apa?" Mebuki dan Mikoto segera menghampiri anak – anak mereka,

"Lihat ini!" Itachi menyerahkan ponselnya ke hadapan Mikoto dan Mebuki. Mau tak mau, pun Fugaku dan Kizashi ikut melihat.

"Itu Sakura?!" seru Mebuki,

"Dan Sasuke?!" sahut Mikoto,

"Berduaan ..." timpal Fugaku,

"Dan makan malam bersama dengan romantis?" sambung Kizashi,

"Kabar gembira, untuk kamu semua! Kini mereka, saling jatuh cinta!" Sasori dan Itachi nyanyi menggunakan nada iklan mastin (Heh?) dan berkolaborase tari.

Ditempat lain~

Sakura dan Sasuke sibuk bermain ditaman. Berkejar – kejaran, memetik bunga. Sampai – sampai sepatu dari masing – masing mereka dilepas, agar dapat merasakan rumput yang lembut dikaki mereka. Sasuke yang menggunakan setelan jaz putih, kemeja putih, celana putih, dan dasi merah maroon yang menambah keren penampilannya, dan Sakura yang menggunakan gaun putih, hiasan kepala putih, dan perhiasan gamerlap berwarna merah maroon juga, menambah kesan cantik penampilannya. Yah, memang orang jatuh cinta ya, dunia serasa milik berdua! Yang lain mah, cuma ngontrak.

"Sasuke! Aku lelah ..." keluh Sakura, yang kepangannya sudah sedikit berantakan namun masih bisa dibilang hairstyle yang modis (apa hubungannya?)

"Bagaimana kalau kita samperin ortu kita?"

"Ayo!" mereka memakai sepatu masing masing, dan langsung menuju lobi lantai 1.

"Ehm ... bagaimana romantisme yang kalian barusan lakukan, menyenangkan?" ujar Mikoto meledek, muka Sakura dan Sasuke langsung semerah sambel terasi,

"Pati nii-san nguntit nih ..." seru Sasuke menuduhkan Itachi,

"Iya, masalah buat elo?" jawab Itachi santai,

"Oh, pasti nii-san ingin belajar dariku bagaimana cara melakukan hal romantis bersama kekasihmu Hana-chan, kan?"

Twing ...

"Otouto! Terbongkar sudah rahasiaku"

"Kau sudah punya pacar, nak?" tanya Fugaku dan Mikoto penuh harap, dan Itachi mengangguk mantap,

"Iya, dia anaknya cantik, baik, ramah, dan ... pintar, juga menggemaskan" semuanya langsung berdehem,

"Berarti tinggal nii-san yang JONES! Kecian deh lu, Jo-nes! Ayo Sasuke, kita ke taman lagi!" ledek Sakura lalu menggendeng Sasuke pergi -lagi,

"Lebih baik kutelfon Hana-chan untuk kesini, biar bisa berduaan ... hihihi ..."

"Nyeseknya, jadi jomblo" Sasori meratapi nasibnya, sementara para orang tua tertawa melihat tingkah anak mereka.

Keesokan Harinya~

Pagi yang sungguh cerah! Siswa siswi Konoha High School ramai berlalu lalang disekitar sekolah. Kicauan burung – burung yang terbang menambah hangatnya suasana. Sasuke Uchiha, baru saja turun dari mobil lamborgini hitam miliknya, dengan style yang luar biasa mempesona. Selang beberapa menit, turunlah Sakura Haruno dari dalam mobil marcedes benz putih dengan style bagaikan malaikat *weseleh*. Segera saja, ia menghampiri Sasuke dan menggandeng tangannya,

"Pagi, Saskay ayam!" serunya riang,

"Hn, pagi jidat pinky" ujar Sasuke,

"Huh, pagi – pagi sudah cuek! Nanti kau tambah tua"

"Ya ... pagi juga, jidat pinky!" sahut Sasuke berpura – pura senang,

"Hm ... Ayam"

"Apa jidat?"

"Nanti jangan lupa latihan buat acara Princess and Prince Of KHS bersama yang lainnya!"

"Memangnya aku pelupa seperti dobe durian bangkok itu, hn?"

"Ehehehe ..." tawa Sakura lalu nyengir kuda. Sepanjang perjalanan mereka dipenuhi canda ria dan obrolan seru. Yang membuat Karin dan kedua temannya cemburu melihat keromantisan mereka.

"Apa – apaan gadis jelek itu! Berduaan dengan Sasuke-kun!"

"Iya, pagi – pagi udah cari ribut tuh anak!"

"Aha! Shion, Karin ... gue ada ide!"

"Apaan?"

"Sini ... jadi rencananya ..."

Bersambung~

Waaaaah! Ancur banget eh, ceritanya? Hiks hiks hiks ... *nangis guling – guling dilantai* Ehem ... OK, apakah readers terhibur? Maaf kalo misalnya gak sesuai apa yang readers harapkan, dan kalau ada usulan akan author usahakan. OK, buat chapter selanjutnya mungkin masih lama, karena di sekolah author juga mau ada pensi sehabis UAS. Mohon dimaklumi, sukur – sukur sih boleh bawa laptop ke sana, biar bisa ngelanjutin sekaligus. Review ya! boleh tanya, kritik, saran, komentar, bebas! Arigatou. Tunggu chapter berikutnya ya!