The Pretender
Preview chapter sebelumnya.
Naruto berhasil menyelamatkan seorang gadis yang hendak diculik oleh ninja lain. Ia tanpa sadar mengeluarkan Haoshoku Haki miliknya.
Chapter 2
Sepasang mata tengah melihat pertarungan antara tiga orang ninja melawan satu anak kecil.
Ia sangat terkejut melihat bagaimana bocah itu dapat mengalahkan ketiga shinobi itu.
Ia langsung mengeluarkan den den mushi miliknya dan menghubungi seseorang.
"Judge-sama! Anda tidak akan percaya ini!"
'Ya ada apa?'
"Naruto! Naruto!"
'Ada apa dengan anak itu?'
"Di..dia baru saja menggunakan Haoshoku Haki!"
Di sebrang dunia sana Judge langsung berdiri, ia tak percaya bahwa Naruto anak yang diremehkannya memiliki kekuatan semacam itu.
Saat hendak berbicara kembali sambungan den den mushi itu langsung terputus. Pria berbadan itu langsung menggebrak mejanya.
Kembali ketempat pria yang mengawasinya tadi, pria itu sudah lumpuh ditangan seorang ninja dari Konoha. Atau dunia lebih mengenalnya sebagai Copy Ninja Kakashi.
Kakashipun langsung menghilang dengan sunshinnya, tak lupa ia membawa orang itu.
Setelah memberikan orang itu pada Morino Ibiki untuk diselidiki Kakashi langsung menemui Hokage untuk melapor.
Ia mengetuk pintu ruang Hokage.
"Masuklah.." Ucap Hiruzen. Kakashipun memasuki ruangan itu.
"Ada apa Kakashi?"
"Saya ingin melapor Sandaime-sama.. Ini mengenai Naruto, anak yang anda bawa."
"Lanjutkan." Hiruzen kini tampak lebih serius.
"Naruto berhasil mengalahkan tiga penyusup dari desa lain." Penjelasan Kakashi ini membuat Hiruzen tidak percaya. Ia menunggu penjelasan Kakashi lebih jelasnya.
"Entah bagaimana, Naruto bisa mengeluarkan killing intens yang sangat kuat, bahkan membuat penyusup itu pingsan." Lanjutnya.
"Bagaimana mungkin? Naruto tidak memiliki sistem chakra." Hiruzen tampak terkejut.
"Sayapun tidak tau Sandaime-sama. Dan sepertinya ada seseorang yang mengikuti Naruto dari dunianya, dirinya terus mengawasi Naruto. Ia juga terlihat berbicara dengan seseorang menggunakan alat ini.." Kakashi memberikan den den mushi dari orang misterius itu.
"Apa ini?" Hiruzen menatap aneh kearah benda berbentuk siput itu.
"Aku tidak yakin.. tapi sepertinya itu merupakan alat komunikasi jarak jauh."
"Kau simpan Kakashi, jawablah jika ada yang menghubungi kembali. Dan awasi terus orang itu!" Perintah Hiruzen.
"Dimengerti Sandaime-sama." Kakashi langsung menghilang dengan sunshin miliknya.
Hiruzen kembali menghisap tembakaunya. Ia terpikir mengenai Naruto. Bagaimana bisa dia mengalahkan tiga orang penyusup sendirian.
"Kau penuh misteri Naruto.. Tapi aku percaya padamu.." Ujar Hiruzen entah pada siapa.
Naruto memang belum memberi tahu siapapun mengenai kekuatannya itu. Ia menunggu sebuah moment yang pas.
Seorang gadis bersurai blonde membuka matanya. Mata lavendernya itu menampilkan kekhawatiran, napasnya terengah-engah. Ia baru saja bermimpi buruk. Namun yang paling buruk dari mimpinya adalah dimana mimpinya pasti menjadi kenyataan.
Ia melihat sebuah medan perang yang begitu besar di Konoha ini. Banyak orang akan kehilangan nyawanya. Dan dalam mimpinya seorang pemuda akan mati dipelukannya.
Ia mengangis.
Kabar mengenai Naruto mengalahkan tiga orang penyusup telah sampai kepada para tetua dan petinggi desa. Kini mereka tengah berkumpul dan membicarakan Naruto.
Ibiki maju menjelaskan mengenai hasil investigasinya terhadap anak buah Judge.
"Seperti yang kita tau, Naruto bukan berasal dari dunia ini. Berdasarkan investigasiku, ia berasal dari dunia dimana dunia itu didominasi oleh laut sehingga banyak sekali bajak laut disana."
Semua orang masih memperhatikan Ibiki yang berbicara dengan seksama.
"Naruto adalah anak dari keluaraga Vinsmoke, anak dari pemimpin Germa 66. Germa 66 ini merupakan sebuah pasukan tempur dari kerajaan Germa. Dengan kekuatannya mereka bisa menghancurkan negara dalam hitungan jam."
Penjelasan Ibiki kali ini sukses membuat semuanya kaget, Naruto ini berasal dari keluarga yang berbahaya.
"Bukan hanya Germa. Masih banyak orang kuat di dunia itu. Yang menjadi masalah terbesar saat ini adalah Vinsmoke Judge, ayah dari Naruto. Ia sedang mengembangkan sebuah alat untuk mencari sumber daya diberbagai tempat. Dan sekarang alat itu malah menghubungkan dunia mereka dan dunia kita." Jelas Ibiki.
Keadaan hening ketika Ibiki selesai berbicara.
"Kita tidak bisa membiarkan Naruto tinggal disini." Seorang wanita tua angkat bicara memecah keheningan.
"Aku setuju dengan Koharu." Pak tua yang menggunakan kacamata itu setuju dengan usul dari Koharu.
"Tidak, Naruto tetap tinggal di desa ini! Dia tidak berbahaya dan dia hanya anak-anak!" Kali ini Hiruzen yang berbicara.
"Anak kecil yang mengalahkan ninja yang berhasil menyusup ke desa kita? Jangan biarkan perasaan pribadimu itu Hiruzen! Kau tidak ingat sikapmu yang seperti itu membuat Orochimaru berhasil kabur?!" Pernyataan Koharu sukses membungkam mulut Hiruzen.
"Naruto tetap disini! Dia dalam pengawasan ku!" Seorang pria paruh baya dengan mata kanannya yang tertutup itu tiba-tiba masuk kedalam ruangan.
"Danzo?!" Semua yang ada diruangan tampak terkejut melihat kehadiran Danzo.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan Naruto menjadi pengikutmu. Dia tanggung jawabku secara langsung!" Setelah mengucapkan itu Hiruzen keluar dari ruangan itu.
Danzo hanya geram melihat Hiruzen seperti itu.
Hiruzen berjalan-jalan disekitar desa malam ini. Banyak warga yang berhenti sebentar untuk menyapanya.
Lalu ia melihat sosok yang ia kenal, yaitu Naruto. Narutopun melihat Hiruzen dan langsung berlari kearahnya.
"Jiji!"
"Hey Naruto, bagaimana kabarmu?"
"Baik! Tapi aku lapar." Jawab Naruto disertai cengirannya.
"Yasudah, ayo aku traktir ramen."
Merekapun pergi menuju kedai ramen Ichiraku dan langsung memesan. Seperti biasa Naruto memesan ramen dengan ukuran jumbo.
"Bagaimana persiapan untuk besok Naruto?" Hiruzen memulai percakapan sambil melahap mienya perlahan.
"Swegwalanya swudah swiap.. ahh tenang saja jiji!" Jawab Naruto dengan mulut penuh akan mie.
"Berjuanglah Naruto, aku yakin padamu!"
Naruto tersenyum lebar lalu mengangguk, ia melanjutkan kembali acara makannya.
Setelah selesai acara makan mereka bersiap untuk pulang.
"Satu hal lagi jiji, bolehkah aku memiliki tanto?"
Ujian Kelulusan.
Naruto sudah siap pergi, ia bersemangat sekali pagi ini. Penampilannya sekarang sama seperti biasanya kaos hitam pendek dan celana pendek berwarna hitam juga. Yang membedakan adalah terdapat sebuah tanto dipunggungnya.
Ya, Hiruzen mengizinkan Naruto memiliki tanto.
Seluruh murid akademi sudah berkumpul dilapangan sekarang. Terlihat para murid akademi memakai ikat kepala berwarna putih dikepala mereka.
Semua terlihat bingung akan seperti apa bentuk ujian kali ini.
Lalu datang tiga orang Jonin yaitu Hayate Gekko, Izumo Kamizuki, dan Kotetsu Hagane lengkap dengan sebuah papan target di dada mereka.
"Jika kalian ingin lulus dan menjadi seorang genin, kalian harus melewati ketiga orang di depan kalian ini. Kalian cukup menghancurkan papan target yang ada di dada mereka. Dan diakhir kalian harus mengalahkan boss untuk mengambil ikat kepala kalian. Yang kembali tanpa ikat kepala dinyatakan tidak lulus! Kalian mengerti?" Jelas Iruka.
"Ya!" Jawab seluruh murid bersamaan.
"Waktu kalian 24 jam dari sekarang, kalian boleh membentuk sebuah tim jika kalian ingin. Waktu dimulai setelah aku bilang mulai.." Iruka menjeda perkataannya. Ketiga Jonin itu langsung menghilang dengan sunshinnya masuk kedalam hutan.
"Ya! mulai!"
Seluruh murid akademi langsung melesat masuk kedalam hutan. Kecuali Naruto dan Shikamaru.
Mereka memilih berjalan santai masuk kedalam hutan.
"Kau mau bekerja sama, Shikamaru?" tawar Naruto.
"Ya, kenapa tidak? lagipula jika aku sendiri akan sangat merepotkan.." Shikamaru setuju akan usulan Naruto.
Akhirnya dua jenius itu bersatu dalam satu tim.
Kini kita berpindah ketempat Menma dan Sasuke. Mereka sedang meloncat-loncat dari dahan ke dahan.
"Hey teme! aku tidak akan kalah darimu!" Menma mempercepat gerakannya sehingga dirinya memimpin didepan.
"Cih!" Sasuke yang kesalpun mulai menyusul Menma.
Saat mereka melompat kaki Menma tidak sengaja menginjak sebuah ranjau yang mana mengaktifkan sebuah kertas peledak.
DUAR!
Sebuah ledakan tercipta Menma dan Sasukepun terpental karenanya.
"Dasar bodoh! Kenapa kau tidak melihat jalan?" Sasuke mencengkram kerah jaket Menma.
"Ya mana aku tau!" Menmapun balik mencengkram kerah baju Sasuke.
Keduanya saling beradu pendapat. Sampai lima buah shuriken melesat kearah mereka.
Dengan kompak mereka menghindar dari serangan itu. Lalu munculah sosok Izumo dihadapan mereka.
"Maaf, tapi sepertinya langkah kalian harus berhenti disini." Ujar Izumo sambil tersenyum.
Kembali ketempat Naruto dan Shikamaru.
Setelah mendengar bunyi ledakan mereka mempercepat langkahnya menuju sumber bunyi ledakan itu.
"Hati-hati Shikamaru, banyak jebakan disini." Ucap Naruto sambil memperhatikan sekitar.
"Ya, aku tau Naruto." Shikamarupun sama waspadanya seperti Naruto.
"Kalian cukup hebat menyadari jebakan-jebakan ini." Sebuah suara mengagetkan mereka.
Suara itu berasal dari Hayate yang berada di atas pohon. Hayate langsung meloncat turun.
"Apa kalian masih ingin melanjutkan perjalanan?" tanya Hayate.
Naruto dan Shikamaru hanya mengangguk.
"Kalau begitu cobalah lolos dari sini." Hayate mencabut katananya dan langsung melesat menuju Naruto dan Shikamaru.
Bersambung!
Yello lads! Mau bilang aja nih ujian kelulusan akademinya saya bikin ga sama kayak di canon. Hehe. Tapi konsepnya sama kayak ujian kelulusan yang ada dianime Boruto.
Juga sosok Naruto disini itu diperankan oleh Uzumaki Menma ya buat yang bertanya.
Maaf kalo cerita saya ini membingungkan atau aneh, saya sebisa mungkin memperbaiki alur dan sebagainnya agar bisa dimengerti nantinya.
Terakhir terimakasih banyak buat yang udah mendukung fic ini! Semoga tidak mengecewakan kalian.
Tetep kasih saya kritik beserta masukan dan sarannya. Sekian.
