Summary

Suara hujan yang jatuh meredam suara di dalam kafe. Jejeran lukisan tampak buram oleh uap kopi.

Sementara jariku sibuk menekan abjad yang berserakan. Kau datang.

Membuatku membayangkan bagaimana rasanya menikmati manisnya Caramel di atas Macchiato bersamamu


.

.

Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING! NO PLAGIAT!BAHASA TIDAK SESUAI EYD!

Cast :

Xi Luhan. SEME!

Oh Sehun. UKE!

Cast milik diri mereka sendiri,orang tua dan agensinya. Tapi fict ini asli buatan otak author.

Jika ada kesamaan unsur, alur,tema,konflik maupun kalimat itu adalah unsur ketidaksengajaan dan apabila terjadinya typo berlebihan itu adalah unsur kekeliruan -.-

Fanfic ini bisa dianggap sebagai sequel dari Coffee Shop yah. Karena yang sebelumnya itu hanya drabble saja.

Rated : T

Hope you like this story!

OohSehoonie present….

"Coffee Shop- Sequel"

.

.

.

Seoul di selimuti awan mendung dimana-mana. Hari yang pas untuk bergelung bersama selimut dirumah pada hari libur seperti ini.

Namun Sehun memilih menghabiskan waktunya di kedai langganannya ini, bersama dengan sahabat seperjuangannya selama sekolah.

Ia sedikit kesal,pasalnya ia menyuruh Kai memesan Caramel Macchiato tapi si hitam itu malah memesankan vanilla latte.

Berkali-kali sahabatnya itu meminta maaf namun tak dihiraukan Sehun, sekarang ia hanya ingin fokus memperhatikan seorang pemuda yang tengah sibuk dengan laptopnya.

Tak memperdulikan Kai yang terus mengoceh tentang Sehun yang membuang-buang waktunya hanya untuk memperhatikan pemuda yang mungkin sama sekali tak menyadari kehadirannya.

Mengoceh tentang seharusnya Sehun berani mendekati pria itu setelah lama memperhatikan gerak geriknya. Sehun memutar matanya saat ceramahan dari sahabatnya itu tak ada habisnya.

Pada akhirnya Sehun bisa bernapas dengan bebas saat Kai memutuskan untuk pergi membeli komik dan akan menemuinya nanti setelah itu. Kembali pada kegiatannya memperhatikan seseorang yang sudah menarik perhatiannya beberapa bulan ini.

Mungkin saking asiknya memperhatikan pemuda itu, Sehun tak sadar bahwa yang sedang diperhatikan malah balik memperhatikannya. Sehun mengalihkan pandangannya saat menyadari ia sedang ditatap oleh pemuda itu.

Gugup karena pemuda itu mulai berjalan mendekatinya sambil membawa cup kopi yang dipesannya tadi.

Kegugupannya semakin bertambah saat pria itu ternyata benar-benar berjalan kearah mejanya dan duduk menggantikan posisi Kai tadi.

"Sendiri saja?"

"Eum,iya" jawab Sehun gugup

"Kulihat temanmu meninggalkanmu. Kalian bertengkar?"

"Er-iya, begitulah. Ehm, tidak juga" aduh, bahkan untuk menjawab pertanyaannya saja Sehun tak bisa

"Aku mengganggumu?"

"Tidak. Tidak kok. Kau disini saja" Sial. Sehun bahkan langsung menutup mulutnya setelah berkata seperti itu. Bagi Sehun itu terkesan meminta pemuda di hadapannya agar tidak meninggalkannya

"Oke. Namamu Sehun kan'? Aku Luhan"

"Oh,ya,oke eum" Sehun gugup. ia bahkan hampir tersedak saat meminum pesanannya

"Tidak penasaran darimana kudapat namamu" Luhan tersenyum. Sehun memerah

"Mungkin kau melihat kartu namaku terjatuh?"

"Tidak juga. Memangnya kau pernah menjatuhkan kartu namamu?"

"Sebenarnya aku tak punya" Sehun tersenyum

"Ya, kau tak punya" Sehun melihat Luhan mulai bergerak mengambil ponselnya yang dibiarkan begitu saja diatas meja

"Aku masih sekolah" Sehun merasa harus memberitahu Luhan tentang ini. Entah kenapa.

"Dan aku menyukai anak sekolah ternyata. Kupikir setidaknya kau sudah masuk universitas" Luhan mengangkat alisnya sedikit kemudian kembali mengotak-atik ponsel Sehun

Sehun sendiri merasa tidak terima dengan ucapan Luhan. Memangnya kenapa kalau dia masih sekolah? Apa Luhan tidak suka yah punya kekasih masih sekolah?

Sehun berusaha menepis pikiran anehnya itu. Luhan bahkan tak menunjukkan tanda tertarik pada ia hanya penasaran kenapa Sehun menatapnya terus-menerus

"Hmm,jadi Sehun segera hubungi aku saat sampai dirumah oke?" Luhan bangkit dan menepuk pundak Sehun kemudian menunduk

"Jangan pulang malam. Anak sekolah sepertimu harusnya berada dirumah" Luhan berbisik pada Sehun kemudian mengacak rambut Sehun dan mengembalikan ponsel albino itu

Sehun menatap Luhan yang keluar dan membuat lonceng di depan pintu kedai itu berbunyi. Sedikit terkejut saat Luhan berbalik kearahnya dan mengedipkan sebelah matanya kemudian mengangkat ponselnya sendiri.

Sehun mengartikannya agar melihat ke ponselnya dan betapa terkejutnya Sehun saat melihat wallpaper ponselnya sudah berganti menjadi gambar wajah Luhan yang sedang tersenyum ke arahnya -kamera-

Aku lupa memberitahumu, mulai sekarang kau milikku. Jangan menatap pria lain seperti tadi kau menatapku :* :*

Sehun hampir terkena serangan jantung saat pesan dari nomor Luhan yang telah disimpan pemuda itu di ponselnya. Dan, apa maksud emoticon yang digunakan Luhan? Ya Tuhan Sehun tak pernah membayangkan Luhan akan melakukan ini padanya.

"Dia gila dan sepertinya aku lebih gila" gumam Sehun entah pada siapa

.

.

.

.

Hanya drabble aneh. Fanfic lain akan menyusul mungkin dua minggu lagi. Ujian kenaikan membuatku gila readerdeul.

Dari sekian banyak moment HanHun/HunHan yang ditunjukin sama mereka, yang mana yang paling kalian suka? Kalo author sih paling suka saat Sehun sama Luhan ngepost 520 di weibo mereka.

Yang mau req FF line author : oohsehoonie

Author jarang buka PM soalnya

.

.

.

Minat review?