I DON'T KNOW WHY, BUT I LOVE YOU

.

Hyunnie

Cast :

Kim Jongin, Park Chanyeol, Oh Sehoon, Xi Luhan, Byun Baekhyun,
Wu Yi Fan –Kris-, Kim Minseok, Kim Taehyung ect.

Pair :

ChanKai, HunKai, HanKai, BaeKai, KrisKai

WARNING!

Typo(s), Bad Plot, Bored, OoC, Common

Disclaimer :

All Cast belong to God and themselves. I just Own this plot story.

DON'T BE PLAGIATOR!

.

DON'T COPY!

.

DON'T BE SILENT READER!

.

.


The Story Begin!


CKLEEKK

BLAAMM

Suara bantingan dipintu dilanjutkan dengan Jongin yang mendesah sekeras ia mampu, melepas kacamata, blazer dan ranselnya yang membalut tubuhnya, membiarkan barang-barang itu kini berceceran di lantai.

Jongin tanpa penyamarannya, merebahkan tubuh lelahnya di atas sofa berwarna semerah darah dan berusaha memejamkan matanya.

Namun kelopak mata itu kembali terbuka, meski berulang kali ia berusaha memejamkan matanya yang berakhir terbuka dan itu menyebalkan.

"Aish... Kenapa aku tidak bisa tidur? Apalagi ini? Ini sudah bukan kesialan tak disengaja namanya, ini kesialan disengaja. Iya tidak salah lagi, tapi kan... Huwaaaa KRIS GEGE AKU MERINDUKANMU"

Jongin mengacak rambutnya yang semula disisir dan diberi pelicin rambut, kini terlihat kusut dan berantakan, ia memajukan bibir bawahnya kedepan yang terlihat menggemaskan.

DRRTT

DRRTT

Jongin yang tengah melamun setelah bermonolog ria dan menghancurkan tatanan rambut yang selalu ia jaga, menoleh begitu getaran di saku celananya terasa.

"Ini... nomornya siapa?"

Ia manaruh jari telunjuk di depan bibir, berusaha mengingat-ingat dengan nomor yang tertera di layar kaca ponselnya yang terus bergetar.

"Apa aku harus angkat? Atau tidak? Tapi feelingku mengatakan tidak, tapi... Tapi... ARGHH... AKU BISA GILA"

Beruntung apartement sederhananya -untuk melengkapi penyamaran- kedap suara, jadi ia tak perlu memijat kepala begitu para tetangga datang dan menceramahinya ini itu.

"Angkat saja ya? Sepertinya aku juga tidak ada rugi apapun"

Jongin mengangkat bahunya dan menggeser gambar telephone berwarna hijau untuk mengangkat.

"Yeob..."

"Apa kabar Chagiya? Kenapa kau lama sekali mengangkatnya eo?"


_Luhan side_


"YAKK... DARI MANA KAU BISA TAU NOMORKU NAMJA JEJADIAN?! DAN JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN MENGGELIKAN ITU!?"

"Bisakah kau tidak berteriak? Kau tau? Suaramu bisa membuatku tuli"

Luhan mendengus sesekali mengusap telinga kanannya yang kini berdengung dengan seseorang yang tengah ia hubungi yang tak lain adalah Jongin.

Baekhyun yang tengah melihat pantulan dirinya di depan kaca hanya cekikikan melihat raut wajah Luhan yang terlihat merenggut di sampingnya.

"BIARIN, JIKA KAU TULI TIDAK AKAN ADA RUGINYA UNTUKKU"

Chanyeol yang sibuk bermain psp, pendengarannya menangkap teriakan dari Jongin meski jarak dirinya dengan Luhan cukup jauh pun berakhir mobil miliknya menabrak pembatas.

"SETUJU JONGIN-A"

"APAAN KAU SOK IKUT SETUJU BYUN PENDEK CEREWET?!"

Baekhyun melongo, bagaimana bisa suaranya diketahui oleh Jongin padahal ia menutup mulutnya agar sedikit tersamarkan.

Woah... Hebat sekali namja cupu yang menjadi kekasih mereka kini, bisa menebak itu dirinya.

"KIM CUPU JONGIN, KAU MEMBUATKU MATI!?"

"BENARKAH PARK MESUM MENYEBALKAN BERTELINGA PERI CHANYEOL?! SYUKURLAH, BESOK AKU AKAN DATANG KEPEMAKAMANMU DAN MEMBERIKAN RANGKAIAN BUNGA RAFFLESIA YANG BESAAAAAR KHUSUS UNTUKMU!?"

Chanyeol yang mendengarnya membanting stick psp itu hingga terpecah tak beraturan.

"Bisakah kau bicara lebih lembut kepada namja chingumu?"

Luhan mendekatkan kembali layar datar itu ketelinganya setelah meloudspeaker kan begitu Baekhyun berteriak -berbicara- dengan Jongin disusul Chanyeol.

"APA KAU HANYA MENELPONKU UNTUK MENYURUHKU BERBICARA LEBIH LEMBUT DENGAN ORANG SEPERTI KALIAN?! WTF, Sudah aku ada URUSAN dan jangan pernah MENGHUBUNGIKU LAGI, sipapun itu dari KALIAN. Geuneo"

TUUTT

TUUTT

TUUTT

Luhan memandang layar handphonenya yang sudah menghitam.

Sejenak ia tampak berpikir, kemudian salah satu ujung bibirnya terangkat begitu pula telinganya yang kini memanas dan berdengung.

"Gege, telingamu baik saja?"

Sehun yang baru datang menatap Luhan tanpa ekspresi, begitu orang yang telah memacari yeoja dan uke diseluruh sekolahnya -sudah terhitung Jongin- menggosok-gosok telinganya dengan cepat.

"Sorry Jonginie sayang, aku akan menelponmu setiap menitnya. Hahahaha..."― Luhan tertawa mengerikan -gila menurut Sehun- dengan pikiran melayang mengenai Jongin.

"Aish... Orang itu mendoakan aku cepat mati? Ckk... Awas aja besok di sekolah akan kupastikan hidupnya tak tenang"― Kini Chanyeol terus meruntukki Jongin yang mendoakan dirinya untuk cepat meninggal plus panggilan terpanjaaaang -dan menyebalkan- yang ia dapat dari namja itu

"Sepertinya aku harus merubah suara agar ia tidak menyadari bahwa yang tadi itu aku. Apa aku harus mengoperasi pita suaraku?"― Baekhyun dengan wajah berpikirnya mengira-ngira suara seperti apa yang ia inginkan agar tidak diketahui, karena menurutnya suaranya itu terlalu pasaran.

"YAKK... SEBENARNYA KALIAN SEDANG MEMBICARAKAN APA?!"


_ooOoo_


"Jadi... Ada apa kau kemari?"

Namja berambut dirty blonde itu hanya mengangkat bahunya, sibuk menyesap teh ditangannya.

"Yakk... Apa-apaan itu huh?"

Jongin berdecak kesal menatap namja di hadapannya yang tak menghiraukan dirinya kini.

Ah... Ternyata ini salah satu alasan ia mematikan handphonenya dan yah... Karena ia tidak ingin berteriak-teriak dan menghabiskan suaranya pada orang 'aneh' yang menghubunginya.

Bukan salahnya mengenai dirinya yang berteriak, berhadapan ataupun berbicara dengan mereka saja, Jongin hanya ingin berteriak dan teriak dan teriak.

"Kris menyuruhku―"

PLETAKK

"Auch.. Yakk, kenapa menjitakku hyung?"

Taehyung atau lebih dikenal V, mengelus kepalanya yang perlahan pening akibat jitakan sayang dari Jongin.

"Salah sendiri memanggil tunanganku tanpa embel-embel Hyung atau gege"

"Ya... Ya... Ya... Dia yang memintaku untuk tak memanggilnya dengan embel-embel, cukup dengan namanya. Kau mau tau kenapa? Karena aku masih tak menyetujui―"

DUGG

"KENAPA SEKARANG KAKIKU KAU TENDANG DAN JADIKAN SASARAN?!"

"Jangan berteriak TaeTae. Kalau bukan kakimu yang kutendang apa kepalamu mau ku jadikan sasaran?"

Dengan cueknya Jongin mengambil ranselnya yang masih berada dilantai -beserta blazer dan kacamatanya- mencari buku tugasnya.

Taehyung segera menggeleng kuat dengan kedua tangan yang memegang kepalanya melindungi dari sepupu yang hanya berbeda 1 tahun diatasnya.

"Arraseo, Aish... Aku sampai lupa kan hyung? Kris― Maksudku gege menyuruhku ke Seoul biar ada yang menemanimu sekaligus yah... Melindungimu?"

Taehyung menghabiskan tehnya begitu ia sempat mendapat deathglare dari Jongin hanya ia hampir lupa mengatakan Kris tanpa embel-embel Hyung maupun gege.

"Ckk... Orang bersifat 4D sepertimu melindungiku? Yang ada kau yang kulindungi"

"Hei asal Kai tau Hyung, begini-gini aku pemegang sabuk hitam taekwondo tau"

Taehyung yang mendengarnya merenggut, ucapan Jongin sedikiiiiit sekali ada benarnya .

Jongin memang tidak mahir tapi ia cukup bisa berbagai macam bela diri, sedangkan dirinya?

Ia hanya menggerakkan tubuhnya sesuai irama saja justru terlihat aneh dan membuat orang tertawa. Menyedihkan bukan?

Tapi ia sudah berusaha berlatih taekwondo ketika Jongin memutuskan untuk melakukan 'something' di Seoul dan ia pemegang sabuk hitam sekarang.

"Lupakan soal itu, setidaknya kau bisa menemaniku. Tapi... Mengapa kau masih tidak menyetujui hubungan kami?"

Jongin yang semula fokus pada buku untuk mengerjakan tugas, mengalihkan pandangannya menatap Taehyung serius.

"Rahasia. Dan Aku akan satu sekolah denganmu Hyung"

Setelah mengatakannya, Taehyung berlari kearah dapur mencari makanan untuk mengisi perutnya yang tengah meraung meminta diisi.

"MWO?! KATAKAN PADAKU, KAU DATANG KEMARI UNTUK MELAPORKAN SEMUA AKTIFITASKU KAN?! CEPAT JU―"

Jongin menyusul Taehyung yang berjalan kedapur sambil berteriak-teriak tak jelas.

"JANGAN MEMAKAN SHORT CAKEKU IDIOT?!"

PLETAKK

DUGG

PRANGG

TUKK(?)

"EOMMAA!?"


_ooOoo_


"Apa yang kau lakukan, Sehun-a?"

Baekhyun yang sibuk meminum bubble tea miliknya, mendudukkan diri di sebelah Sehun yang tak mengalihkan pandangannya dari Handphone hitam miliknya.

"Hanya mengingatkan mengenai dance ke Jongin"

Sontak mendengar nama itu disebut, Chanyeol dan Luhan yang tengah bertanding psp menoleh kearah Sehun.

Menghampiri bocah yang menjadi magnae mereka itu tanpa sadar -kembali- membanting stick pspnya.

"Ha? Maksudnya?"

Chanyeol saling berpandangan dengan Luhan sejenak namun―

PLAKK

"BERANINYA KAU MELIHATKU BEGITU, PARK. JONGIN BENAR, KAU MEMANG MESUM"

―memukulnya.

"JANGAN BERTERIAK DITELINGAKU RUSA, KAU PIKIR SUARAMU BAGUS DIDENGAR HA?! DAN KAU LEBIH LEBIH LEBIH MESUM DARIKU, PENDEK!?"

"YAKK... BISAKAH JANGAN MENCANTUMKAN KATA PENDEK DI KALIMATMU ITU?!"

Baekhyun bangun dari duduknya, gelas plastik itu telah ia lempar entah kemana begitu mendengar kata yang amat sangaaaat sensitif ditelinganya.

"WAE?! INI MULUTKU JIKA AKU INGIN BILANG PENDEK ITU HAKKU, BYUN!?"

"HYAAA~ AKAN KU PATAHKAN TANGANMU PARK!?"

"JIKA INGIN MEMATAHKAN TANGAN SI BODOH, KENAPA AKU YANG KAU PELINTIR BYUN?!"

Sehun menghela nafas, diantara mereka berempat ia masih -cukup- waras.

Dan teriak-teriakan itu tidak akan berhenti hingga salah satunya mengalah -meski mustahi pikir Sehun- atau pita suara mereka sakit.

Dan Sehun hanya bisa berdoa, semoga telinganya akan baik-baik saja.


_ooOoo_


"HYUNG, ADA PESAN MASUK DI HANDPHONEMU?!"

"JANGAN TERIAK-TERIAK!?

"KAU JUGA BERTERIAK HYUNG!?

"KAU YANG MEMULAINYA DULUAN IDIOT!?"

Sepertinya dikediaman Jongin juga tidak beda jauh dimana kedua belah pihak berbicara satu sama lain dengan cara berteriak.

Jongin segera mengambil benda datar miliknya yang tergeletak di dalam rak lemari dapur dan membaca pesan masuk ke handphone-nya.

"ASTAGA!?"

"UHUKK... UHUKK!? HYUNG, KENAPA BERTERIAK?! KAU MEMBUATKU TERSE― UHUKK DAK... UHUKK"

Jongin yang sedikit merasa iba, memberikan air putih ke Taehyun yang sibuk meredakan batuk yang menyerangnya karena teriakan dari Jongin.

"Kenapa berteriak Hyung?"

"Aku lupa untuk latihan dance, bisa-bisa ketika aku mementaskannya semuanya berantakkan"

"Kau kan pandai dance hyung, memangnya untuk apa kau latihan?"

"Lusa, Yunho Saem menyuruhku untuk menampilkan dance―"

"Lalu? Tinggal tunjukkan sajakan? Kenapa harus berteriak?"

PLETAKK

"Kau melakukan penganiayaan padaku lagi hyung. Setelah menghajarku, kenapa kau sekarang malah menjitakku lagi?"

Taehyung mengusap kepalanya kasar, menatap Jongin tajam.

"Salah sendiri memotong ucapanku. Yah... Jika tidak dalam 'mode' penyamaran itu sih mudah, tapi aku menyamar. Dan bukan itu saja―"

GLUPP

"―Aku diminta mementaskan Trouble Maker, Now. Seorang diri dan sesexy mungkin"

Taehyung menunjukkan ekspresi blanknya sedangkan Jongin sudah menggigit bibir bawahnya.

Bagaimana ia bisa lupa? Ckk... Jika sekarang masih sore ia akan berlatih, tapi ini sudah hampir tengah malam hiks...

"Maksudmu, kau harus mementaskan yang di dance-in Hyuna dan Hyunseung itu? Dan dibuat se sexy mungkin?"

Jongin mengangguk malas begitu keleletan otak sepupunya itu tengah berlangsung.

"Lalu apa masalahnya? Bukankah jika diperhatikan itu bisa di lakukan seorang diri? Ambil saja bagian Hyuna yang sexy itu, selesai kan?"

OH. MY. GOD.

Ia lupa bahwa sepupunya ini begitu idiot tingkat akhir.

Terpaksa semalaman suntuk menjelaskan secara perlahan mengenai kegusarannya.

"Itu mudah, lepas saja penyamaranmu sehari saja hyung"

"IDIOT, BAKA, BABO, BODOH, STUPID... BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN ITU SAMA SAJA PENYAMARANKU SELAMA INI SIA-SIA!?"

"KYAA EOMMA, TERNYATA SINGA NGAMUK MENYERAMKAN!? TAETAE NGGAK SUKA SINGA LAGI DAH!? HUWAAA...?!"

"YAKK... JANGAN LARI KAU IDIOT!?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


TBC or END/?


Remember this story? Wkk... Maaf kelanjutannya jadi dipenuhi teriak-teriakkan begini hiks T.T

Hyun nggak ada ide untuk lanjutin nih ff, tapi banyak yang minta lanjuttin jadi maaf membuat kalian kecewa dan menunggu lama hiks T.T

Untuk soal pertanyaannya, Harusnya terjawab di chap ini tapi otak berkata lain -_- dan yah... Chap depannya akan ada sedikit clue untuk 'Urusan' Uri Jongin oke?

BIG THAKS TO :

babyhunkai, ulfardiya, thyrami246, Kamong Jjong, miyuk, BT99, aldi loveydovey, Liaoktaviani, cheni, RiiMagnae, Kim In Soo, Yuki Edogawa, LulluBee, 3K121418, BluePrince14, putri, riet maratri, momo, putrifibrianti96, jykaikai, rulianaexotics, sayakanoicinoe, sehuniee, Keepbeef Chiken Chubu, Nabila Hendiyani, noonamoudy hannie, Tania3424, kyuubi chan, Guest, Richan OSH-KJI, kim jaerin, Dae victen, adilia taruni 7, dumbsekai, , zuhee heenimpetalsindo, Guest (2), seou, oracle88

AND FOLLOW OR FAVORITE THIS STORY ;-)

Thanks buat masukkannya Seou :) Hm… banyakkan yang nebak uri Jongin itu FBI, CIA, Perpol dll. But, jawabannya satu-satu belum ada yang bener kkk~ kalau penasaran tunggu chap selanjutnya ya?

Mind to Review?