Tittle : I Can be your PETERPAN

Author : Park Hyun In a.k.a Filla

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol and Other member

Gendre : Friendship, Shounen-ai

Lenght : Chaptered

Rated : T

Pairing : ChanBaek

Other cast : find it by yourself

Warnings:

YAOI, BL (Boys Love)

Typo(s)

If you don't like this story.

.

please leave from this page.

.

If you do not like Yaoi.

.

please close this page

.

.

.

I Can be your PETERPAN Chapter 1

.

.

Filla Present~

HAPPY READING~~~^^^

.

.

.

.

Seoul, South Korea.

Pagi ini, Baekhyun menghabiskan waktunya hanya untuk berdiam diri di kamar sambil membaca buku cerita fiksi kesukaannya. Sama seperti hari libur lainnya, namja manis ini selalu mengisi waktu luang dengan membaca buku.

TOK...TOK...TOK...

Terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamar. Baekhyun yang mendengarnya segera meletakan bukunya di atas kasur lalu beralih membuka pintu tersebut.

"Baekki, bisakah kau membantu Eomma?" tanya Mrs. Byun saat pintu kamar tersebut terbuka.

Baekhyun hanya mengangguk polos menjawab pertanyaan eomma nya. "Ada perlu apa eomma?"

"Bisakah kau menjemput Luhannie di bandara pagi ini Baekki?" tanya Mrs. Byun. "Pesawatnya sudah mendarat sekitar setengah jam yang lalu."

"Luhan hyung datang kesini? Apa eomma bercanda, dia kan masih harus menyelesaikan kuliahnya di Cina?"

"Eomma tidak bercanda Baekki-ah, apa Luhannie tidak memberi tahumu?" Mrs. Byun menghela nafas pelan. "Luhannie akan melanjutkan kuliahnya disini dan dia akan tinggal di rumah kita untuk sementara waktu."

"Wah! Benarkah eomma?" tanya Baekhyun dengan mata berbinar layaknya anak kecil.

"Sudahlah, eomma tidak akan berbohong padamu. Cepat bersiap, Luhannie terlalu lama menunggu." Mrs. Byun beranjak keluar dari kamar Baekhyun.

"Siap eomma!" ucap Baekhyun beserta cengiran khasnya.

Baekhyun melirik ponselnya yang ada di atas nakas. Dia mengambil ponsel tersebut dan men-dial nomor seseorang.

"Yeoboseo Kyungie-ah..."

"..."

"Biasakah kau menemaniku ke Incheon Airport sekarang, aku akan menjemput Luhannie hyung."

"..."

"Oh, Luhan hyung itu sepupuku. Jadi bagaimana, apa kau mau menemaniku sekarang?"

"..."

"Yeayy, gomawo Kyungie-ah."

"..."

Baekhyun segera menutup ponselnya, ia tersenyum lebar, meletakan ponselnya di atas nakas dan bergegas menuju kamar mandinya.

.

.

.

Bandara Incheon selalu ramai setiap harinya. Seperti pagi ini, banyak sekali orang-orang yang berada di ruang tunggu bandara untuk sekedar menjemput sanak saudara, termasuk dua orang namja cantik sebut saja, Baekhyun dan Kyungsoo.

Baekhyun, dengan T-shirt putih dilapisi dengan sweater abu-abu dan celana jeans yang terlihat pas dengan tubuhnya. Sedangkan namja manis bermata bulat disampingnya adalah Do Kyungsoo, sahabat sekaligus teman satu kelas Baekhyun.

"Luhan hyung!" Baekhyun berteriak dengan suara cemprengnya. Membuat orang-orang memandangnya dengan tatapan heran. Kyungsoo yang berada di samping Baekhyun segera menunduk meminta maaf. Maklum, sahabatnya memang suka berteriak. -_-

"Baekki-ah!" Luhan melambaikan tangannya lalu dia berjalan cepat –sedikit berlari– ke arah Baekhyun.

Melupakan fakta bahwa mereka masih berada di tempat umum dan banyak sekali orang disini, mereka berdua berpelukan sambil melompat-lompat. like a child, right?.

"Bisakah kalian tidak berpelukan disini?" tanya Kyungsoo pada dua sosok namja cantik dihadapannya. Oke, disini memang banyak namja cantik -_-

"Aigoo, mianhae Kyungie." Baekhyun mengeluarkan puppy eyesnya. Sedangkan Kyungsoo memutar bola matanya malas.

Kyungsoo memberikan isyarat pada Baekhyun, dengan mengarahkan pandangannya ke arah Luhan dengan tatapan –dia-siapa-kenapa-kau-tidak-perkenalkan-padaku–.

Baekhyun yang mengerti arti tatapan itu hanya tersenyum lebar, senyum khasnya yang seperti anak kecil. "Perkenalkan Luhan hyung, ini Kyungie, sahabatku." Ucap Baekhyun. "Dan, Kyungie perkenalkan ini Luhan hyung, sepupuku"

Luhan dan Kyungsoo lalu berjabat tangan dan saling melempar senyum satu sama lain.

Tiba-tiba Baekhyun mengalihkan pandangannya saat melihat sosok tinggi dengan kulit putih bersih serta T-shirt hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya. Seseorang yang Baekhyun kenal.

"Sehunnie!" teriak Baekhyun –lagi-_-, lalu berlari kearah seseorang yang dipanggilya dengan sebutan 'Sehunnie' yang tengah sibuk dengan ponselnya.

Tanpa ia sadari, seseorang dari arah berlainan berjalan mendekat kearahnya dengan hot chocolate di tangan kanan dan tatapan yang terfokus pada smartphonenya.

BRUKK

Baekhyun merasakan tubuh kecilnya terpental(?) kebelakang setelah dirinya menabrak seorang raksasa –menurutnya– yang berdiri di hadapannya dan tidak sedikitpun berniat menolongnya.

"YAK!" teriak Baekhyun. "Kalau jalan lihat-lihat! Kenapa kau menabrakku eoh!" Baekhyun berdiri, matanya menatap tajam pada namja tinggi di hadapannya.

"Aku tidak menabrakmu." Jawab namja tinggi itu. Dia mengalihkan pandangannya pada jaket kulitnya yang terkena tumpahan hot chocolate. "Lihat pakaianku jadi kotor karena ulahmu!"

"Terserah itu bukan urusanku Raksasa bodoh. Jelas-jelas kau yang menabrakku!"

"Kau!"

"APA!"

"BAEKKI-ah/CHANYEOL HYUNG!"

Luhan dan Kyungsoo segera menghampiri Baekhyun sebelum mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang di bandara ini. "Sebaiknya kita pulang. Aku lelah." Ucap Luhan dengan segera menarik lengan Baekhyun untuk menjauh dari sana.

"Chanyeol hyung, apa kau baik-baik saja?" tanya Sehun berjalan mendekat ke arah Chanyeol yang masih memandang kepergian Baekhyun dengan tatapan tajam.

"Aku baik-baik saja. Tapi tidak dengan pakaianku." Jawab Chanyeol sarkastik.

"Sebaiknya kita pulang. Kita bersihkan pakaianmu." Titah Sehun.

"Pulang... Kemana?"

"Rumahmu. Kris hyung sudah menyiapkannya. Ayo!"

.

.

.

"Aku berjanji, jika aku bertemu raksasa itu lagi. Aku tidak segan-segan memotong tangannya!"

TAK

"Aku berjanji, jika raksasa itu muncul lagi di hadapanku. Aku akan melemparkan sepatuku yang indah ini ke wajahnya!"

TAK

"Aku berjanji, jika orang idiot itu meminta maaf padaku-..."

"-aku akan mengakui jika wajahnya sangat tampan." Ucap Luhan memotong perkataan Baekhyun.

"Yakk! Luhan hyung!" Baekhyun mempoutkan bibir nya dengan mata melotot(?) tajam pada Luhan. Sayangnya, itu sangat imut menurut Luhan.

"Kenapa? Memang wajahnya tampan kan?" ucap Luhan bermaksud menggoda Baekhyun.

Tiba-tiba wajah Baekhyun memanas mendengarnya. "Ti-tidak! Dia tidak tampan. Dia idiot. Raksasa idiot!"

Luhan tersenyum penuh arti kearah Baekhyun. "Tidak mau mengaku eoh?"

"Aishh... Luhannie hyunngg!"

Takut terkena lemparan bantal strawberry milik Baekhyun, Luhan berlari meninggalkan kamar Baekhyun sambil tertawa lebar, ia berlari masuk ke kamarnya. Kamarnya yang terletak tepat di depan kamar Baekhyun.

Wajah Baekhyun masih merah padam. Entah mengapa perkataan Luhan tadi ia akui kebenarannya. Wajah tampan, postur tubuh yang tinggi.

Baekhyun menggelengkan kepalanya saat bayangan 'raksasa idiot' itu merasuki pikirannya. Sepertinya otak Baekhyun sudah tekontaminasi 'raksasa idiot'.

.

.

.

"Kita sampai." Teriak Sehun gembira.

Mobil yang di tumpangi Sehun dan Chanyeol berhenti pada sebuah rumah yang cukup besar dan mewah yang terletak tidak jauh dari pusat kota.

Chanyeol berjalan memasuki rumah tersebut dengan Sehun yang mengikuti dibelakangnya. Chanyeol menarik koper besarnya dan Sehun yang membawa tas ransel dan beberapa paper bag yang berisikan barang-barang perlengkapan Chanyeol.

"Sehun, aku lelah. Bisa kau buka pintunya?" Tanya Chanyeol.

"Wait a minute hyung!" Sehun merogoh saku celananya. Membuka pintu, lalu masuk ke rumah tersebut. Terlihat bagian dalam rumah itu bergaya minimalis dengan sedikit aksen victorian yang membuat rumah ini tampak elegan dan mewah.

"Berapa uang yang Kris hyung habiskan untuk membeli rumah ini?" gumam Sehun yang masih dapat di dengar Chanyeol.

Chanyeol menghela nafas kasar. Ia mendudukan dirinya di sofa lalu menyadarkan kepalanya ke sandaran sofa.

"Aku tidak pernah meminta Kris hyung untuk membeli rumah ini. Aku bisa menyewa apartemen untuk tempat tinggalku sendiri." Chanyeol berdiri lalu menghampiri Sehun yang tengah memakan apel yang di ambil dari dapur.

"Dimana kamarku? Berikan kuncinya!"

"Wow... Keep calm, dude!" Ucap Sehun lalu melemparkan kunci ke arah Chanyeol.

Chanyeol berjalan menaiki tangga menuju lantai dua rumah barunya. Ia memutar kunci kamar, berjalan masuk lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kasur yang empuk.

Chanyeol menatap langit-langit kamar, bayangan itu kembali. Yeoja cantik yang selalu memenuhi setiap ingatannya, yeoja yang sangat ia cintai, yang meninggalkannya demi namja pilihannya.

'Sulli, I've moved on to forget about you. But, I'm never to forget our memories. I hope we will meet again. This heart is for you'

Chanyeol berdiri, lalu berjalan mendekati balkon kamarnya. pandangannya menyapu sekeliling, tiba-tiba matanya fokus pada satu tempat. Diseberang sana, Jendela balkon yang terbuka menampakan sosok kecil ramping dengan handuk putih yang menutupi tubuh putih mulusnya sebatas dada. Menampilkan paha mulus dan kaki jenjangnya. Oh, sungguh penampilan yang sempurna di hari terik seperti ini.

Tapi, jika dilihat lebih teliti. Sepertinya Chanyeol mengenal sosok itu, bertubuh kecil, ramping, berkulit putih mulus. Ia mencoba melihat sosok itu lebih dekat, balkon kamarnnya memang tidak berada jauh dari tempat sosok itu, mungkin dalam sekali lompatan, Chanyeol dapat menyebrang kesana dan dapat melihatnya lebih jelas.

Perlahan, sosok kecil itu berbalik untuk menutup gorden jendelanya yang terbuka, membuat Chanyeol segera menunduk guna menyembunyikan tubuh tingginya.

Chanyeol sempat melihat wajah pemuda itu.

"Oh God..." Gumam Chanyeol pelan.

Ia tahu sekarang, sosok itu adalah 'puppy' kecil yang dia temui di Airport pagi ini. Oh, dunia ini memang sempit.

'Apa aku akan megikuti jejak Kris hyung?

.

.

menyukai laki-laki?'

.

.

.

Semua berubah semenjak sosokmu datang dalam hidupku

Dirimu yang bercahaya menerangi kegelapan hatiku

Perlahan... mengapus kenangan itu

Kenangan yang mungkin tidak akan pernah kulupakan.

.

.

.

To Be Continued

Annyeong Readers-deul. Ada yang nungguin FF ini gak?*gak ada, pundung :(

Maaf updatenya telat, saya harus berjuang dulu, soalnya pas masuk sekolah langsung ada ulangan mendadak. Seminggu pula :/

Sempet bingung juga sih, mau lanjut atau hapus aja ni FF, soalnya respon cuma dikit :(. Tapi saya pikir-pikir gakpapa deh dilanjutin, saya gak ngarepin review yang banyak, yang penting Readers terhibur dengan FF ChanBaek ini.

Eh kenapa Filla jadi curcol*plakk

Semoga readers sekalian terhibur... :*

Makasih banget yang udah mau review kemaren :*