"hey bell aku menemukan ini bahkan sesuai dengan jurusanmu gimana? Mau ndegerin?" Tanya Angela

" well, why not let's listen bell" sahut Jessika.

" Cullen Inc. membutuhkan asisten muda yang berbakat, pekerja keras, pantang menyerah, umur 20-30 tahun, laki-laki…"

Jessika memotong" tunggu, kamu bilang laki-laki…" wait….laki-laki? Ini berarti aku tidak akan diperlakukan senonoh oleh paa kaum adam yang tidak tau sopan santun itu.

Chapter 2

-BPOV-

" yeah, sorry bell.. ternyata ini buat laki-laki tidak seharusnya kubacakan" kata Angela

" lanjutin aja, ange…itu merupakan ide yang paling menarik diantara semua lowongan yang kalian bacakan, lagi pula sepertinya gajinya lumayan…!" api berkobar-kobar didadaku.

" key, asisten muda yang berbakat, pekerja keras, pantang menyerah, umur 20-30 tahun, laki-laki, aplikasi di tunggu paling lambat.. OMG paling lambat besok….!" Teriak Angela

" Oke, kalo kamu ingin bersaing dengan para lelaki sudah pasti kamu akan kehilangan pekerjaan ini bells karena sudah jelas kamu itu adalah Seorang wanita kecuali kamu….jangan bilang kamu mau menyamar jadi laki-laki" ujar Jessika

"itu yang aku pikirkan jes, hal ini sangat menantang…" semangatku semakin membara.

-EPOV-

" Eddy… apa kau gila? Kok bisa ada di pikiran mu untuk mencari asisten laki-laki. Kau tau, dengan tersebarnya berita ini gossip kau Seorang gay akan semakin tersebar."

"Em, namaku Edward bukan Eddy dan satu hal yang perlu kau ingat aku bukan gay, aku hanya lelah semua asisten perempuanku hanya mencoba tuk merayuku dan berharap bisa melakukan sex denganku..!" Aku benci setiap kali kakakku yang kekanak-kanakkan itu memanggilku Eddy, ya…namaku Edward Cullen 24 tahun. Aku tahu, aku terbilang pengusaha termuda dimana saat aku berumur 22 tahun aku menjadi CEO di perusahaan ayahku ini.

"yeah….edward, Em benar. Kau perlu memikirkan reputasimu. Semua orang mengira kau gay. Kalau kamu memang bukan gay kenapa kau masih tetap berfikir untuk mencari asisten laki-laki?" Jazz kakakku, dia memang yg paling bijak diantara kami.

"OMG….Eddy kau benar-benar gay…!"

"DIAM EM…!"

"Edward, kita sudah melakukan interview berulang kali tapi belum ada satu pun asisten yang cocok denganmu. Besok merupakan hari terakhir, kalau kamu ga dapet satu pun asisten mau tidak mau kamu harus terima siapa pun yang akan kami pilih jadi asisten mu..!"

" Jazz benar, kalau kamu sampai besok belum dapat asisten yang kompeten. Kamu harus terima siapapun cewek yang kami pilih untuk jadi asitenmu…!" Emmet berlalu ke kantornya.

"camkan baik-baik Ed, kau tau Emmet seperti apa."

"Thank's Jazz…!"…

Terkadang aku berpikir, aku tidak pernah tertarik pada wanita, hell…bahkan aku tidak pernah terpikir untuk melakukan sex dengan mereka. Apakah aku memang gay…

Argh…tidak mungkin, setiap kali aku menatap Newton, aku tidak pernah ada hasrat untuk melakukan sex bahkan dengan Riley sekali pun, Riley sosok playboy di kantor yang suka sekali bergonta-ganti wanita.

Pleasse Review…!