Naruto Pov
Menyebalkan!
Benar-benar deh, si teme itu.
Aku kan senseinya, tapi kok dia sok ngatur. Sudah njelek-njelekin aku di depan muridku yang lain lagi.
Huft...
Hancur sudah imej ku, belum lagi nyari fans girl tapi sudah harus di tatap sinis. (Khusus: oleh setiap murid wanita).
Apa aku bisa melewati 3 bulan ini dengan tenang ya?
Tapi kalau aku kalah, berarti 3 permintaan itu...
Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Dia pasti akan minta macam-macam padaku.
Aku bisa membayangkan itu.
Hiksu...
Tiga bulan itu kan bukan waktu yang singkat. Kenapa aku bisa terpancing emosi oleh Teme jelek Pantat Bebek itu ya?
Atau dia yang sengaja memancing amarahku.
Ah, sudahlah.
Semangat Naruto!
End Naruto Pov
Sasuke Pov
Huh, si dobe itu manis sekali sih.
Aku jadi tak tahan untuk menggodanya. Apalagi saat dia menggembungkan pipinya, kawaii.
Pokoknya, aku harus menang dari si dobe itu. Khu... Khu... 3 permintaan, aku datang.
End Sasuke Pov
"Baiklah anak-anak, pelajaran di lanjutkan besok. Jangan lupa kerjakan hal. 20, ya!" ujar Naruto sambil membereskan lembar kerja muridnya.
"Hei, dobe. Mau pulang bareng, gak?" tanya Sasuke datar, dingin, dan padat kayak adonan roti (?)
Butuh waktu lama, buat Naruto memproses kata-kata Sasuke. Ia mendengus dan menoleh ke arah Uchiha muda itu.
"Huh, apa aku tidak salah dengar ya? Seorang teme mengajak dobe seperti ku pulang. Sungguh lelucon yang sangat garing."
"Hm, kau mau ikut atau ku rape sekarang juga di sini." Sasuke maju ke arah Naruto dan menarik pinggangnya mendekat. Tangan kanan Sasuke membelai tenkuk pemuda pirang itu. Sedangkan tangan kiri nya membelai dada pemuda bermata blue sapphire, yang kita sebut saja Naruto(susah amat#plak). Tak mau ketinggalan, bibir Sasuke mendekat ke telinga Naruto. Naruto dapat merasakan hembusan hangat di organ sensitive nya, dan itu membuat ia merinding sekaligus mendesah (?)
"O... Oke deh. Aku ikut dengan mu, teme." Naruto mendorong si rambut raven menjauh. Wajahnya memerah seperti tomat kesukaan Sasuke.
Melihat perubahan warna di wajah sang Namikaze, Sasuke hanya mendengus geli.
"Kau memang orang yang menarik, dobe."
To Be Continued...
Wah, akhir nya apdet juga. Saiya gak nyangka loh.
Maaf ya, jika kependekan. Ini cuma buat pemanasan dari masa hiatus saya (alasan#plak)
Pokoknya, yang baca.
Wajib=Harus Review,okey!
Saiya tunggu loh...
Ajeng KilLZaoldyeck
