Aneh!
Author : Hiljaf
WARNING: OOC, typo(s), EYD agak acak-acakan, humor garing, alur super lambat , dapat menyebabkan serangan jantung, emosi berlebih dan segala kegajean lainnya.
Summary: Sasuke, seorang mahisiswa sastra jepang yang terkenal pelit bicara, jatuh cinta pada adik tirinya sendiri, Naruto. Naruto yang mengetahui hal itu, sering kali menggodanyanya. Rate M! Lime, Lemon, Strowberry, dan Jambu.
Disclaimer: Masashi Kishimoto.
DON'T LIKE? DON'T READ PLEASE!
.
.
.
Sekali lagi, Hiljaf sarankan, bagi yang kira-kira umurnya belum 18 tahun keatas harap menyingkir dari fic ini, karena ini fic untuk 18+, jangan rusak masa depan kalian sama hal-hal yang seperti ini. Dari pada itu mending kalian bertobat dan mohon ampun sama jashin-sama, siapa tahu kalian diampuni dan syukur-syukur dapet gebetan keren, atau setidaknya kalian bisa jadi jomblo terhormat*?
Hiljaf tahu, kalian itu memang tidak akan tahan dengan hal yang seperti ini(berbau 18+), yah pokoknya kalian tidaklah mata duitan, atau seorang penggila ledakan, itu cukup bagiku. Kurasa sudah cukup ceramahku. Karena itu menyingkirlah dari fic ini, wahai anak-anak -18.
.
.
.
.
.
.
.
HEI... KALIAN BELUM MENYINGKIR JUGA? YA AMPUN AKIKAH, JASHIN SAMA AKAN MENGUTUK KALIAN...
BERTOBATLAH!
BERTOBATLAHH,,,
HEI...
Aku bilang TOBAT!
BUDEG YA... -_-
OH JASHIN-sama, maafkanlah mereka, ampunilah mereka, mereka tidak mengerti apa-apa, mereka tidak akan sepertiku yang bersih suci dan polos ini. Ampunilah mereka.
Lagi pula apa bagusnya si pantat ayam adiknya si keriput itu, kemana mana juga kerenan aqyu, plis deh ah.
Apa? NGGAK TERIMA HILJAF Ngejelek-Jelekin kalian? Oke, Hiljaf TUNGGU REVIEW dari kalian, heh, mental curut seperti kalian emangnya berani ngeriview ya? Kalo mau NANTANG LANGsung REVIEW aja, siapa tau jashin memaafkan kalian.
RnR
Sasori, Deidara, Pein, dan semua anggota Akatsuki lainnya mangap plus melongo membaca salah satu fic hasil karya rekan mereka itu.
"Hiljaf? Siapa itu?" tanya Sasori pada rekan-rekannya yang juga kelihatan bingung, kecuali seorang pria berdada bidang dengan rambut keperakan yang sejak tadi cekikikan.
"Itu aku," jawab pria tersebut dengan masih cekikikan.
"HAH? " Teriak para Akatsuki dengan lebaynya, tentu yang di teriaki hanya mampu menutup kupingnya.
Flashback On
Di sebuah ruangan luas yang bertatami, duduklah sembilan makhluk berbagai rupa, yang mengklaim diri mereka anggota akatsuki. Ruangan yang semula gelap, kini tiba-tiba terang benderang. Pasalnya, Kakuzu, sang leader baru akatsuki, mendapatkan job baru untuk anggota-anggotanya, jadi terpaksa ia harus ngutang atau lebih tepatnya ngerampok sana sini demi membayar tagihan listrik dan memasang wifi demi kelancaran usaha mereka. Usaha mereka? kalian tidak berpikir bahwa ini semua demi kebaikan mereka kan? Tidak, ini semua hanya semata-mata demi UANG! ya benar UANG!
Entah sebuah keajaiban atau anugerah, para anggota akatsuki yang biasanya makan nasi hanya dengan kerupuk dan ikan asin ini tiba-tiba memangku sebuah laptop di masing-masing pangkuan mereka. Dan anehnya pula, mereka yang gaptek tingkat dewa, kini dengan lihainya menjamah sang laptop, padahal masih sekitar beberapa hari yang lalu, benda yang bernama laptop ini sangat langka bagi mereka, tak bisa dilupakan bagaimana Konan mencoba merusakkan mouse laptop karena mengira benda aneh itu tikus, Kisame yang hendak nyemplung ke layar dekstop karena walpapernya lautan, atau Sasori yang nyembah-nyembah benda elektronik ini karena ada gambar nenek chiyo megang rotan, namun beda dengan Itachi, dia cenderung menjauh dari benda bernama laptop, selidik punya selidik, rupanya Itachi menghindari sinar radiasi yang katanya dapat membuat kulit wajah keriput.
"Hei Dei, kau menggerutu saja dari tadi, ficmu sudah selesai belum?" tanya Pein kepada Deidara yang dari tadi terus mengomel.
"Kau diam saja un, ficku ini akan meledakkan dunia perfanfickan, "Ucap Deidara sambil menekan tombol 'publish' di pilihan menu salah satu situs fanfiction terkemuka.
"Yosh aku tak sabar menunggu review dari para reader," sambung Deidara lagi sambil mengepalkan tangannya di udara.
"Heh...percaya diri sekali kau," ucap Itachi dingin.
"Apa maksudmu keriput?" bentak Deidara yang merasa terhina
"Kau benar chi, dia terlalu narsis!" kata Sasori mengiyakan perkataan Itachi sambil manggut-manggut gaje.
"Apa katamu manusia susuk? Kau pikir ficmu lebih baik dari punyaku?"geram Deidara.
"Tentu saja, ficku ini jauh lebih baik dari fic sampah milikmu," cerocos Sasori yang tak terima di sebut manusia susuk.
"Sudah...Sudah, kalian jangan bertengkar," ucap Pein mencoba meleraikan.
"DIAM KAU HENTAI!" teriak Deidara, Itachi dan Sasori serempak.
Pein bergetar marah, niat baiknya malah dibalas dengan sangat kejam, sungguh hatinya hancur berkeping-keping, luluh lantak diterkam kata-kata orang yang dianggap sahabat-sahabat terbaiknya. Zetsu yang merasa simpati berusaha menengkan Pein, ia menepuk pundak Pein Keras.
"Sabar sob, All is well," ucap Zetsu kuro dan shiro sarap.
Pein membalikkan badannya, matanya nanar, hampir meneteskan air mata, Zetsu jadi bangga sendiri karena sudah membuat mantan ketuanya ini terharu, dia baru saja ingin melangkah kearah lain sebelum sebuah bogem mendarat di pipinya.
"Brengsek kau, bisulku pecah," ucap Pein melempar Zetsu ke sembarang arah, usut punya usut rupanya yang di tepuk Zetsu dengan keras adalah bisul yang ada di pundaknya si Pein.
Zetsu yang terlemparpun menabrak Kisame yang sedang berkonsentrasi menuliskan ficnya, dia sedang merangkai kata sedemikian rupa agar mendapatkan banyak review dari reader. Bak mendapat timpukan tanaman raksasa, Kisame terpental keujung ruangan sambil memeluk laptopnya, berusaha menyelamatkan sang tulang punggung tercinta.
"Apa yang kau lakukan SIALAN?"Seru Kisame emosi sambil melayangkan bogemnya kearah Zetsu, tapi sayangnya Zetsu menghindar dan akhirnya bogem itu nyasar ke muka atau lebih tepatnya ke topengnya Tobi. Tobi yang tak mau kalah melempar sadal jepitnya yang tak sengaja nyasar ke kepala Kakuzu yang sedari tadi mencoba sabar akan tingkah rekan-rekannya itu. Tunggu kakuzu? Ya KAKUZU! Benar sodara-sodara Kaku*plaakk
"KA...LI...AN!"Kakuzu berteriak menggunakan toa kesayangannya, matanya berkilat tajam, bagai seekor serigala yang menemukan mangsa, para anggota Akatsuki yang sedang saling bertukar bogempun hanya bisa meneguk liur mereka.
"GyAAAAAA.."
"KYAAAA..."
"HAAAAAAAAAH?"
Teriakan terakhir itu membuat semua mata tertuju padanya, disana terlihatlah, Konan, sang pemilik teriakan tadi, sedang terduduk kaku dengan wajah horror sambil mengancung-acungkan tangannya ke arah laptop, seolah ingin memberitahu sesuatatu. Semua anggota akatsuki yang penasaran apa yang sebenarnya terjadipun mendekati Konan dan mulai mengerubungi satu-satunya wanita disana itu.
"Ada apa?"tanya Itachi.
"Li...lihat ini," ucap Konan terbata kembali menunjuk laptop mereka.
Mata para anggota akatsukipun tertuju pada sang object yang ditunjuk, dapat mereka lihat itu salah satu cerita yang ada di situs terkenal fanfiction, fic yang ditunjuk Konan itu sepertinya baru saja di publish beberapa jam yang lalu.
"Lalu kenapa?"tanya Zetsu tak mengerti.
"HAAAAAAAH!" kini giliran Kakuzu yang melotot, melihat apa yang Konan tunjukan.
"Ada apa sih?" tanya Sasori mewakili kebingungan teman-temannya yang lain.
"Lihat ini," tunjuk Konan tak sabaran.
Terkejut, itulah yang dirasakan para Akatsuki, mata mereka melotot dengan beringasnya, seolah ingin keluar dari tempatnya dan nyunsut kelantai.
"Ba...bagaimana bisa?" tanya Deidara amat frustasi.
"Baru beberapa jam, tapi fic ini sudah mendapat 142 review," kata Kisame masang wajah mangap.
Sebagai seorang Author, mereka benar-benar penasaran dengan fic di hadapan mereka ini, terlebih Itachi yang membaca nama adiknya yang menjadi pair utamanya. Dengan hati deg degkan mereka pun mengklik judul fic yang menarik perhatian mereka.
"Aneh."ucap Konan membaca nama fic tersebut.
Fasblack Off
"Kau... jadi fic sampah ini milikmu?" tanya Pein pasang wajah tak percaha.
"Hohoho...benar sekali,"ucap pria berambut perak tersebut dengan bangganya.
"Leader... ini tidak adil, mana boleh fic seperti itu," ucap Konan tak terima.
"Benar, dia hanya merusak seni saja," ucap Deidara tak terima.
"Kau benar-benar mengotori dunia perfanfickan,"desis Kakuzu dengan Tubuh gemetaran, si tersangka dan semua anggota akatsuki meringding disko. "Kau... Kau...Kau HEBAT! Dari mana kau dapat ide macam itu Hidan, tak kusangka, terkadang otakmu jenius juga. Aku tidak peduli kau mengotori dunia perfanfictionan yang penting kau menghasilkan review yang banyak," ucap Kakuzu nista.
"Tapi ngomong-ngomong senior, apa maksudnya Hijjaf itu, nama senior kan Hidan, kenapa jadi Hiljaf?" tanya Tobi pada pemuda berambut perakperak yang ternyata adalah Hidan.
"Iya...iya benar," angguk yang lain juga penasaran.
"Hiljaf itu singkatan dari 'Hidan Love Jashin Forever',"Jelas Hidan dengan bangganya.
"GubraAAAkkKK," yang lainnya hanya bisa bergubrak ria mendengar penuturan abnormal temannya, ah tidak semuanya, karena Kakuzu sedang menghitung berapa uang pemasukan dari ficnya Hidan, dan seorang lagi yang menatap tajam Hidan dengan Aura membunuh, mata sosok tersebut memicing tajam.
"Kau... berani sekali kau memanggil otoutoku pantat ayam,"
"Ma...Maafkan aku keriput,"
"Apa katamu,"
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaa..."
~TBC~
Hahaha... ada yang salah paham nggak ya dengan fic ini? Semoga enggak.
Hmm Kyoi ganti nama plus judul fic, soalnya Kyoi mau buat pembaharuan jadi mohon dimaklumin ya minna...
Ohya Kyoi mau minta saran, chapter depan nampilin fic buatan siapa ya bagusnya?
Hmm pokoknya Kyoi mohon maaf atas semua kesalahan Kyoi sama reader semua, terutama yang udah bersedia ngeriview, maaf Kyoi nggak bisa balas sekarang, PLEASE jangan FLAME, karena Kyoi nggak terima Flame, kecuali membangun.
Maaf kalo ada Typo, soalnya buru-buru publish dan ngetik dalam waktu sehari, the last, Don't forget review ya...
ditunggu...
RnR
