Di dunia ini, terdapat empat benua besar. Pertama yaitu Benua Utara [North Continent], Benua Utara merupakan benua yang berbeda dari yang lainnya. Mungkin karena struktur geografis atau tata letak benua tersebut, mengakibat kan benua tersebut hampir 85% seluruh bagian baik darat maupun laut di tutupi oleh bongkahan es dan salju. Benua Utara hanya kedatangan musim panas sekitar 1/2 bulan saja, bahkan pernah terjadi dalam sebulan saja, sehingga benua itu mendapat julukan sebagai Benua Biru [Blue Continent]..,
Kedua adalah Benua Selatan [South Continent], sebenarnya benua yang satu ini kondisi geografisnya tidak jauh berbeda dengan benua yang berlawanan dengannya, yaitu benua utara. Perbedaan antara benua selatan dan utara yaitu jika benua utara di selimuti 85% oleh salju dan es, maka benua selatan hanya sekitad 50-60% salju dan es saja. Dibenua itu juga musim panas terjadi dengan rentan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 2-3 bulan, berbeda dengan benua utara yang dimana musim panasnya hanya terjadi 1-2 bulan bahkan bisa kurang dari itu. Benua itu juga di kelilingi oleh 70% perairan, benua ini di kenal sebagai Benua Kembar [Twin Continent]. Dikarenakan benua tersebut sangat mirip dengan benua utara.
Selanjutnya yang ketiga adalah Benua Barat [West Continent], benua ini merupakan lawan keterbalikan dari benua utara dan benua selatan. Jika di benua utara dan selatan selalu di liputi oleh musim dingin maka sebaliknya, di benua barat memiliki iklim yang sangat bersahabat, saking bersahabatnya benua ini hingga di sebut Benua Hijau [Green Continent]oleh para penghuni dunia. Terakhir yaitu Benua Timur [East Continent], berbeda dengan ketiga benua lainnya. Benua ini merupakan benua yang terpanas diantara yang lainnya, curah hujan di benua ini sangatlah rendah, bahkan salju pun hanya turun dalam beberapa tahun terakhir. Karenanya, benua ini di sebut sebagai Benua Padang Pasir[Desert Continent]. Yah wajar saja, disana sebagian besar yang ada hanyalah gurun pasir. Akan tetapi, walau begitu 70% bagiannya merupakan perkotaan yang tidak jauh berbeda dengan benua lain pada umumnya.
Masing-masing benua memiliki satu kerajaan utama yang sering disebut sebagai pusat benua tersebut, serta sebuah kerajaan dan kota-kota kecil lainnya yang mengitari kerajaan utama tersebut. Beberapa kerajaan utama dari berbagai benua tersebut yaitu...,
1. Pendragon - West Continent
2. Celestia - North Continent
3. Vellium - East Continent
4. Hellheim - South Continent
Keempat kerajaan tersebut merupakan kerajaan utama dari masing-masing benua yang ada di dunia ini. Keempat kerajaan itu sudah pasti memiliki kekuatan tempur yang tidak main-main. Akan tetapi lain hasilnya jika salah satu dari mereka di serang oleh puluhan [Calamity Beast], [Calamity Beast] merupakan sebuah monster sihir yang memiliki kekuatan luar biasa, bahkan mereka yang baru lahir saja memiliki power level ke [Lima]. Di dunia ini kekuatan seorang eksistensi di hitung dari power level mana mereka. Sistem ini sendiri di ciptakan oleh [The Great Wizard], Celica Arfonia. Wizard terhebat sekaligus terkuat sepanjang masa. Dia merupakan satu-satunya wizard sekaligus manusia yang menempati level [Satu] pertama di dunia ini. Hingga saat ini eksistensinya sama sekali belum di ketahui, banyak orang berpikir bahwa beliau sudah tewas di makan usia ataupun di bunuh oleh [High-Godly Calamity Beast], namun apakah memang begitu?
Didunia terbagi menjadi beberapa tingkat level kekuatan, yaitu :
1. God = Mana 9.000.000 - 12.000.000 +
2. One = Mana 5.000.000 - 8.999.000
3. Two = Mana 3.000.000 - 4.999.000
4. Three = Mana 1.500.000 - 2.999.000
5. Four = Mana 900.000 - 1.499.000
6. Five = Mana 500.000 - 899.000
7. Six = Mana 300.000 - 499.000
8. Seven = Mana 200.000 - 299.000
9. Eight = Mana 100.000 - 199.000
10. Nine = Mana 50.000 - 99.000
11. Ten = Mana 10.000 - 49.000
[Calamity Beast] dewasa memiliki raw power mana sekisaran level ke [Tiga] bahkan ada yang sampai [Dua]. Lain lagi dengan [High-Godly Calamity Beast], mereka memiliki power level Mana dari tingkat ke [Satu], [High-Godly Calamity Beast] yang di ketahui saat ini hanyalah [The True Calamity Beast] Trihexa, [The Great Dream Calamity] Great Red, [The Infinite Calamity] Ophis dan [The True God of Youkai Calamity] Juubi no Ookami. Sedangkan ada juga [Calamity Beast]dengan tingkatan [Mid-Godly], yaitu [Leader of The Nine Guardians] Kyuubi no Yokou, [Red Dragon Emperor] Ddraig, [White Dragon Emperor] Albion, Five Dragon King's, Evil Dragon's, [Golden Dragon] Litch dan yang lainnya juga sampai saat ini masih belum di ketahui. Adalagi [Calamity Beast] yang memiliki tingkatan [Low-Godly], inijuga menempati level ke Dua dalam jajaran level tatanan dunia ini. Sedangkan ras-ras selain para makhluk pembawa bencana tersebut ada beberapa yang sudah mencatatkan namanya kedalam jajaran rangking terkuat dunia ini, salah satunya [The True Legendary Rivals] Hashirama Senju and Madara Uchiha yang mewakili ras manusia. Kerivalitasan mereka berdua sudah sangat dikenal oleh berbagai ras dan kerajaan dunia, kekuatan mereka yang luar biasa itu menjadikan mereka berdua manusia terkuat dalam sejarah yang pernah ada bersama dengan [The Great Wizard], hingga menbuat takut ras lainnya. Akan tetapi yang namanya manusia sudah pasti tidak akan selalu berumur panjang, berbeda dengan ras lainnya seperti ras Demon, Angel, Elf, Warbeast dan yang lainnya. Eksistensi terkuat dalam ras demon yang pernah tercatat hanya ada satu, yaitu [The Great of Demon King] Satan Lucifer, dan dari ras Malaikat adalah [The Leader of Four Great Seraph] Michael. Tentu saja masih ada lainnya, tetapi dari yang lainnya, hanya mereka berempat yang pernah memasuki raw power mana level [Tiga] bahkan ke [Dua]. Walaupun diantara mereka tidak ada yang mampu mendekati level sangGreat Wizard, Celica Arfonia.
Terdapat 10 eksistensi terkuat di dunia ini, beberapa diantaranya sudah menutup usia ataupun menyembunyikan keberadaannya dari dunia ini. Namun, dari masa ke masa, sudah pasti peringkat itu berubah ikut berubah mengikuti siklus dunia ini bukan? Dari yang kuat menjadi lemah, dan dari yang lemah menjadi...
...sangat 'kuat'!
.
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichiei Ishibumi
.
Rating : M (Just for save)
Genre's : Adventure, Supernatural, Half-Humor, Fantasy, Little bit-Romance, School-Magic, Martial Arts, etc...,
Pair : Naruto x Akame, ? x ?
Warn : Always Mainstream idea!, Many more typo, alur acak!, much OC from other anime, OOC Chara, AU, Mix Modern Life and Past Life setting, bad EYD, bahasa kaku dsb, and etc...,
.
HumanNaru, OPNaru, SwordUserNaru, etc
.
Play OP Song : Konomi Suzuki - Redo
.
Chapter 2 : Second Introduce
.
Night Raid Headquarters
"Pokoknya aku juga ingin ke sana, titik!"
Terdengar suara nyaring seorang gadis yang sepertinya terdengar menuntut sesuatu kepada seseorang di dalam sebuah ruangan dalam suatu bangunan. Gadis itu bertubuh cukup mungil, berambut hitam dengan kedua ujung sisi kanan dan kiri rambutnya yang panjang serta, mata sewarna dengan surai hitam nya yang membuat gadis itu terlihat manis di mata orang yang melihatnya. Gadis itu terlihat berbicara kepada seorang wanita dewasa berpakaian hitam serta rambut bersurai silver ke abu-abuan dengan penutup mata di mata kanannya..,
Sementara itu lawan bicara dari gadis itu, Najenda. Hanya menatap datar gadis yang aslinya memiliki nama Kurome itu, sebelum dirinya menjawab.., "dan untuk apa aku menyetujui permintaan darimu itu?" Ia terlihat membalas dengan tenang tanpa terpengaruh oleh suara nyaring gadis remaja di depannya itu..,
"Grrr, ini karena kau melakukannya tanpa memberitahuku terlebih dahulu! Kalau aku tahu akan seperti ini jadinya aku akan pulang lebih awal tadinya untuk ikut 'bersamanya'!" jawab Kurome di sertai dengan geraman khas orang sedang marah tetapi suara yang gadis itu keluarkan malah terdengar seperti kucing yang marah karena acara tidurnya di ganggu oleh makhluk lain..,
Relie, asisten Najenda pun hanya terkikik saja karena tingkah lucu Kurome yang cukup menggelitik dirinya..,
"dan kenapa juga aku harus memberitahumu tentang apa yang sedang diriku lakukan?" balas Najenda dengan menopang dagunya menggunakan kedua tangannya yang jarinya-jarinya diselipkan ke masing-masing lawan jari tangan lainnya..,
Kesal, Kurome pun mengacak-acak rambutnya sendiri disertai dengan mengeluarkan pekikan-pekikan khas gadis seakan meluapkan kekesalannya, setelah itu dirinya pun berjalan mendekati Najenda yang masih menatapnya tenang seolah tidak ada hal apapun yang terjadi..,
Tap!
Sret!
"Aku tidak mau tahu! Pokoknya kau harus memasukanku ke akademi yang sama dengan'nya' besok!" ucap Kurome sembari dengan lancangnya menunjuk Najenda dengan jari telunjuk tangan kanannya serta telapak tangan kirinya yang menopang kepada meja Najenda di depannya..,
Twitch!
Perempatan pun muncul di dahi Najenda melihat kelakuan kurang ajar salah satu bawahannya di Organisasi yang di naunginya oleh dirinya sendiri itu, ia pun membalas dengan mencubit kedua pipi Kurome lumayan keras membuat gadis yang bersangkutan memekik sakit..,
"H-Hoo, rupanya gadis kecil sepertimu sudah mulai kurang ajar kepada bosnya sendiri hmm?" ujar Najenda mengucapkan hal tersebut sembari tersenyum manis yang terlihat mengerikan sembari menghiraukan pekikan Kurome yang terdengar semakin keras..,
"Ii-iwtwai-iwtwtai..., kwapten lewpwaskwan cwubwitanmu. Maafwkan awkwu!" ucap Kurome disertai ucapan yang terdengar samar karena ia berbicara ketika pipinya sedang di cubit dengan keras oleh sang kapten..,
Mendengar itu, Najenda pun melepaskan cubitannya pada pipi Kurome sehingga meninggalkan bekas merah di pipi tersebut. Sdangkan dengan Kurome sendiri, ia tengah mengusap-usap kedua pipinya yang memerah menggunakan kedua tangannya sambil cemberut kepada Najenda..,
Najenda yang melihat tingkah Kurome pun hanya menghela nafasnya sebelum ia memijit dahinya menggunakan tangan kanannya lalu menatap ke arah Kurome sambil berkata.., "Jika kukirimkan kau kesana, sudah pasti kau akan membuat gaduh dan menyusahkan 'dia' disana. Lagipula kau ini masih kecil, jadi kau tidak perlu repot pergi kesana untuk menyusul 'dia'!"...,
"Aku itu bukan anak kecil lagi!..., umurku itu beda satu tahun dengan 'Onee-chan'!..." balas Kurome dengan nada yang sedikit dinaikkan karena sedikit kesal dengan Najenda yang selalu menganggapnya anak kecil. Wajar saja, dengan tubuh mungil itu siapa yang tidak menganggapnya anak kecil? Setelah itu Kurome pun melanjutkan perkataannya.., "...dan lagipula 'Onii-chan' tidak akan mengatakan bahwa aku itu menyusahkan..., ma-malah dia akan mengelus-ngelus kepalaku dan membuatkan ku biskuit-biskuit yang enak, kyaa!" ucap Kurome disertai dengan memelankan suaranya pada kalimat terakhir sebelum akhirnya berkhayal sendiri ketika dirinya di manja-manja kan oleh 'Onii-channya'..,
Najenda yang mendengarkan perkataan Kurome pun hanya menatap Kurome dalam diam sebelum berucap, "Karena hal itu lah dirimu itu kusebut sebagai anak kecil! Kau itu selalu bermanja-manja padanya dasar gadis bro-con!" Kurome yang tengah dalam dunia khayalannya pun langsung tersadar, pipinya langsung merona karena malu lalu dirinya membantah kepada Najenda.., "Si-Siapa yang bro-con hah!? A-Aku itu hanya menyayangi 'Onii-chan' saja! Me-Memangnya hal itu salah huh!?" teriak Kurome kepada Najenda yang kini menutup kedua telinganya yang berdengung karena teriakan menggunakan kedua tangannya, sebelum dirinya mengambil sebuah buku lumayan kecil lalu melemparnya tepat mengenai kepala Kurome yang menyebabkan benjolan kecil muncul di atas kepala gadis itu..., "Urusai ne baka-chibi! Telingaku jadi berdengung kau tahu?" ujar Najenda kepada Kurome yang kini tengah mengelus benjolan di kepalanya..,
"Ha-Habisnya kau mengatakan hal yang a-aneh! A-Aku kan j-jadi..." Kurome menjawab sambil menundukan kepalanya ke bawah lalu menggantungkan ucapannya pada akhir kalimat..,
Najenda yang mendengar balasan Kurome pun hanya memijit keningnya, lalu berkata sesuatu yang membuat Kurome senang..,
"Hah, baiklah-baiklah aku mengerti. Nanti kau akan kudaftarkan ke sana, besok pagi mungkin kau akan berangkat, jadi bersiaplah saat pagi-pagi, jika kau belum siap maka akan kubatalkan pendaftaranmu!" terang Najenda kepada Kurome yang saat ini sedang gembira..,
"Ha'i, arigatou kapten! Daisuki yo!" ucap Kurome, lalu gadis itu pun segera pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan riang di hatinya karena keinginannya untuk bersekolah di tempat Onii-channya berada akhirnya dikabulkan oleh sang kapten..,
Sementara Najenda sendiri hanya membatin sembari memijit keningnya, 'Yare yare, pada akhirnya aku mengabulkan keinginannya juga'...,
Asistennya, Relie. Hanya tersenyum saja melihat tingkah Nyonya besarnya itu setelah meladeni tingkah Kurome, sebelum dia berkata, "Apa tidak masalah mendaftarkan Kurome ke akademi itu? Bagaimana dengan respon 'dia' nantinya?" tanyanya kepada sang kapten..,
Najenda pun hanya menatap assistennya tersebut sebelum memejamkan matanya lalu menyenderkan tubuhnya kepada kursi yang tengah di dudukinya sembari berkata, "Jika keinginannya tidak kukabulkan, maka dia akan tambah cerewet dan aku tidak suka itu..." Najenda sengaja menggantung perkataannya beberapa saat, setelah itu ia meneruskannya dengan berkata, "... dan lagi pula 'dia' takkan marah dengan diriku yang mengirimkan Kurome ke sekolah yang sama dengannya, kau tahu? Walau dia terkadang sadis dan kejam terhadap musuh, tetapi dirinya sangat menyayangi Kurome beserta kakaknya itu, aku sendiri heran mengapa dia tidak ambil pusing dengan tingkah berisik dan manjanya Kurome terhadap dirinya itu" terang Najenda dengan jawaban yang membuat assistennya terkikik pelan karena ucapan terakhir Najenda..,
Setelah beberapa lama, baik Najenda maupun Relie pun kembali kepada pekerjaan mereka masing-masing. Akan tetapi, baru saja beberapa menit berlalu Najenda merasakan samar-samar Sensasi dingin yang sepertinya sangat ia kenal dan pernah ia rasakan, dirinya melebarkan matanya ketika dirinya mengingat siapa pemilik aura ini sebelum dirinya memejamkan matanya dan menghela nafas lelah dan membatin, 'Oh Kami, bisakah kau berikan aku ketenangan sedikit saja hari ini?' batinnya lemas, sementara Relie yang tadi bersiaga karena sensasi dingin itu pun akhirnya kembali tenang karena dirinya juga mengetahui siapa pemilik aura tersebut. Selang beberapa lama, dihadapan mereka tercipta sebuah pusaran kristal-kristal es yang membentuk wujud tubuh seorang wanita..,
Wussh!
Tap!
"Jadi, ada keperluan apa kau datang keruangan ku? Esdeath?" tanya Najenda kepada seorang wanita cantik berambut biru muda panjang hingga ke pinggul, warna mata senada dengan rambutnya, wanita itu menggunakan pakaian seragam seperti sebuah seragam kerajaan bewarna putih dengan sedikit beberapa bagian pakaian tersebut bewarna hitam, disertai dengan topi senada dengan warna pakaiannya yang bertengger manis di atas kepala wanita tersebut..,
Sementara itu, orang yang di tanya hanya memberikan senyuman saja sambil menatap ke arah Najenda..,
.
In Somewhere Place, Academy Roof
"Kenapa kau kesini tidak memberitahukan dulu kepadaku? Naruto-kun?" tanya gadis tersebut kepada pemuda bernama Naruto tersebut yang kini sedang bersandar di sebuah tembok pembatas..,
"Hmm, bukankah kau seharusnya sudah mengetahui akan kedatanganku sekarang? Lagipula dirimu sendirikan yang meminta kepada Najenda untuk menyekolahkanku di akademi ini" balas Naruto sambil menatap Akame..,
"M-Memang benar kalau aku yang memintamu bersekolah di akademi ini, ta-tapi setidaknya beritahu aku ka-kalau kau akan datang hari ini, se-setidaknya biarkan diriku menyambutmu" jawab Akame dengan memelankan suaranya di akhir kalimat sambil mengalihkan wajahnya ke arah lain yang kini tengah sedikit merona..,
Naruto tentu saja mendengar apa yang di ucapkan Akame dari awal hingga akhir. Akame pun menatap Naruto, entah apa yang merasuki dirinya. Perlahan ia memajukan wajahnya sembari kedua kakinya berjinjit di karenakan tubuh Naruto yang sedikit lebih tinggi darinya, tatapannya pun berubah menjadi sayu. Naruto sedikit bingung melihat keadaan Akame, ia juga melihat Akame yang semakin memotong jarak antara dirinya..,
Brak!
Terdengar suara pintu yang di buka dengan kasar oleh seseorang, orang itu merupakan seorang murid laki dengan rambut pirang sedikit panjang dan juga mata bewarna hijau, lalu murid itu pun berkata sambil menyenderkan tubuhnya di pintu masuk ke atap tersebut..,
"Hoo? Baru saja kudengar kau masuk ke akademi ini dan sekarang langsung bermesraan? Bagus sekali, tidakkah kau peduli dengan perasaan kawanmu ini yang masih jomblo hey wahai sahabatku?" cibir Dulio melihat kegiatan mesra-mesraan Naruto dan Akame..,
Sedangkan pasangan muda-mudi yang dicibir pun hanya diam saja, tepatnya diam bagi untuk sang laki-laki, dan malu bagi sang gadis..,
Naruto hanya menatap datar Dulio, lalu ia menoleh ke arah Akame. Akame yang hampir tertangkap basah oleh Dulio kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia juga menghiraukan Naruto yang menatapnya, dengan pandangannya yang menjadi datar lalu ia menghela nafasnya Naruto berkata ke arah Dulio.., "Kau juga ada di akademi ini Dulio?"...,
"Tentu saja! Memangnya kau kira aku di akademi mana huh!?" jawab Dulio di sertai dengan menaikkan nada suaranya pada bagian akhir..,
"Kukira kau tidak ada disini, bahkan pernah kupikir kau akan di tangkap oleh pasukan kerajaan karena sikap kurang ajar mu itu" balas Naruto dengan santainya, akan tetapi ucapan Naruto barusan membuat Dulio kesal bukan main..,
"Apa maksud mu berkata seperti itu hah!? Memangnya kau kira aku itu orang nya seperti ap-..."
Tap!
Belum sempat Dulio menyelesaikan perkataannya, terdengar suara langkah kaki menaiki tangga, dari suaranya saja terdengar bahwa kira-kira ada beberapa orang yang sedang menuju ke arah atap dengar pegerakan yang lumayan cepat, belum sempat Dulio melihat siapa yang menaiki tangga, ia sudah di tubruk oleh seseorang tersebut hingga tersungkur di tanah dengan wajah yang terlebih dahulu mendarat..,
Bruk!
"Yappari, kalian berdua pasti akan berada disini" Ucap gadis bewarna auburn bermata pink kemerahan yang ternyata Chelsea itu..,
"Eh Dulio? Sedang apa kau di bawah situ?" tanya Chelsea dengan polosnya yang membuat Dulio kesal..,
"Te-Teme, masih saja berlagak sok tidak tahu padaha-..."
Bruk!
Bruk!
"Ahh, ternyata benar apa yang kau katakan Chelsea! Mereka berdua benar-benar berada disini!" ucap seorang gadis bersurai emas panjang dengan warna mata keemasan, dirinya melihat Naruto dan Akame yang bersebelahan serta mengalihkan pandangannya..,
"Ara..., Kenapa kau tidak mengajak kami semua, Ne~..., Akame-chan?" ujar seorang gadis berambut ungu panjang hingga ke punggungnya dengan warna mata senada dengan surainya..,
Sementara itu Akame semakin merona dan seketika gerak sikapnya menjadi gelagapan yang terlihat lucu dimata orang yang melihatnya..,
Leone tampaknya mulai menyadari sesuatu bahwa tidak hanya mereka berlima saja yang berada disini, ia pun merasa ada yang aneh di bawah kakinya lalu mencoba untuk melihatnya..,
"Whoaa! Aree? Sedang apa kau di bawah sana Dulio? Kalau ingin tidur bukan di sini tempatnya! Kembali saja kau sana ke asrama mu kalau memang ingin tidur" ujar Leone setelah dirinya menyadari bahwa sesuatu yang ada di bawahnya ternyata Dulio yang sedang ia injak tepat di atas punggungnya, menyadari itu ia pun menurunkan kakinya sembari melontarkan kata-kata pedas terhadap Dulio..,
Dengan tubuh bergetar Dulio pun mencoba berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya karena dirinya benar-benar kesal saat ini..,
"Grrr, apa katamu!? Orang bodoh mana yang ingin tidur di tempat seperti ini huh!? Lagipula kau dan teman menyebalkanmu itulah yang membuatku tersungkur tadi! Dasar gadis liar!" karena sudah tidak tahan, ia pun akhirnya mengeluarkan teriakan sumpah serapah kekesalannya kepada tiga orang gadis disana..,
Twitch! Twitch!
"Ho-Hoo? Liar katamu?" tanya Leone pelan..,
"M-Menyebalkan?" sambung Chelsea disertai urat kekesalan di kepalanya..,
Sheele hanya tersenyum saja,
dan kemudian..,
Bak! Buk! Bak! Buk!
Terjadilah sebuah pembantaian terhadap seorang murid laki-laki yang kini keadaannya mengenaskan pasca kejadian tersebut..,
Kita hiraukan saja kejadian tadi lalu kembali ke yang lainnya..,
"Hoo? Ternyata kalian juga ada di akademi ini? Leone? Sheele?" tanya Naruto kepada mereka berdua untuk memastikannya sekali lagi..,
"Kau kan bisa lihat dari pakaian yang ku pakai baka!" balas Leone dengan sedikit nada kesal disitu..,
Sementara Naruto hanya berwajah mengejek saja, sebelum melanjutkan kembali perkataannya, "Hmm, sempat kupikir bahwa dengan wajahmu itu kau akan menjadi seorang guru disini kau tahu?" ejek Naruto yang membuat Leone semakin kesal..,
Twitch! Twitch!
Entah sudah ada berapa perempatan di dahinya, pada akhirnya ia pun mengeluarkan sedikit kekuatannya yang menjadikan tangannya mirip seperti tangan binatang buas..,
"Heyaa!" teriak Leone sambil berlari ke arah Naruto yang masih bersikap santai..,
Tap!
Sret!
Sementara itu Naruto hanya menangkap pukulan Leone dengan tenang, Leone yang melihat itu bertambah kesal..,
"Hah.., kau itu terlalu ceroboh Leone. Kau tau sendiri kan bagaimana Naruto itu" tukas Sheele, Leone hanya mendengus pelan, sementara Naruto hanya terkekeh mendengarnya..,
Leone lalu berjalan ke arah Dulio lalu mencoba membangunkannya dengan menendang-nendangnya pelan, "Oii, Dulio oii!" ujarnya..,
Treng!
Treng!
Terdengar suara sebuah lonceng yang sepertinya lonceng tersebut berukuran besar karena bunyinya lumayan keras hingga terdengar sampai ke atap, suara lonceng besar itu menandakan bahwa waktu istirahat sudah selesai dan para siswa diharapkan kembali pada kelasnya masing-masing..,
"Sepertinya waktu istirahat sudah habis, kalau begitu kami pergi duluan, Naruto, Akame. Ayo Leone" ucap Sheele memberitahu Naruto kemudian mengajak Leone untuk kembali ke kelasnya. Setelah itu mereka berdua pun segera pergi ke bawah. Chelsea yang melihat itupun kemudian berkata sambil menatap Naruto dan Akame, "Kalau begitu aku juga duluan ke kelas, Naruto, Akame. Kalian jangan sampai terlambat ke kelas ya! Karena habis ini guru yang akan mengajar terkenal galak dan tegas loh" selepas mengatakan itu, Chelsea pun segera berlari menuruni tangga meninggalkan tiga orang disana..,
Naruto hanya diam saja mendengar itu, kemudian dirinya menatap Akame. Tersenyum tipis, "Maa, kurasa kita juga harus kembali ke kelas" tukas Naruto sembari berjalan pelan..,
Akame yang mendengar itupun hanya tersenyum manis, lalu mensejajarkan dirinya dengan langkah Naruto. Mereka pun pergi dari sana tanpa memedulikan Dulio yang saat ini sedang pingsan setelah di hajar oleh Leone dan Chelsea. Akan tetapi setelah beberapa saat ia pun tersadar..,
"Ughh, sial. Pukulan kedua gadis barbar itu lumayan juga. Are? Kemana perginya mereka semua?" iapun sedikit tersadar, bahwa hanya dirinya saja yang tersisa di atap itu. Sebelum dirinya menyadari sesuatu..,
Twitch!
"Sepertinya aku di tinggal disini" gumamnya pelan disertai perempatan yang muncul di dahinya. Karena teman-temannya pergi tanpa mengajak-ngajak dirinya dan hanya membiarkan dirinya begitu saja seolah dirinya itu tidak berguna. Setelah itu iapun beranjak berdiri lalu berjalan untuk pergi ke kelasnya..,
.
Back to Night Raid Headquarters
"Jadi, ada keperluan apa kau datang keruangan ku? Esdeath?" tanya Najenda kepada wanita cantik bersurai biru muda tersebut, yang di tanya hanya tersenyum saja kemudian dirinya berjalan ke arah sofa di sana dan mendudukan dirinya sembari menyilangkan kakinya..,
"Kudengar kau mengirimkan 'Otouto' tersayangku kesana, ne~..., Najenda?" tanya Esdeath kepada Najenda yang kini tengah menatapnya..,
"Kau mengetahuinya?" tanya balik Najenda dengan menaikan sebelah alisnya..,
"Aku tidak sengaja mendengar teriakan cempreng gadis itu" balas Esdeath..,
"Huh, Sudah kuduga bahwa suaranya akan terdengar hingga keluar ruangan ini" ucap Najenda sambil memijit keningnya..,
Hening
"Kenapa kau mengirimnya kesana? Kau tahu sendiri bukan sifatnya bagaimana?" tanya Esdeath, Najenda sendiri hanya diam sesaat sebelum dirinya menjawab..,
"Awalnya dia juga menolak dengan keras permintaanku, namun karena ada gadis itu dirinya berubah jadi menerimanya" balas Najenda sambil menyenderkan tubuhnya ke kursinya sembari memejamkan matanya sesaat..,
"Souka, aku sedikit kasihan dengan nasib para bocah bangsawan yang mungkin akan mengusiknya nanti" ucap Esdeath sambil berdiri dari sofa nya lalu bersiap untuk pergi kembali..,
Najenda yang mendengar ucapan Esdeath hanya memasang wajah sedikit serius, "Kau benar, aku sibuk memikirkan apa yang harus kulakukan seandainya dirinya menghajar atau bahkan membunuh salah satu anak bangsawan disana" balas Najenda, Esdeath yang mendengar itu pun hanya menatap Najenda kemudian berkata, "Saa~..., kalau itu biarkan dirinya sendiri yang menyelesaikannya. Kita cukup melihatnya saja..." ujar Esdeath sengaja menggantung kalimatnya, kemudian ia pun kembali meneruskannya..,
"..., kalau tidak salah kau ingin mengirimkan Kurome kesana besok kan?" tanya Esdeath..,
"Yah, aku sudah berjanji kepada bocah itu untuk mendaftarkannya sekarang dan mulai berangkat besok pagi" jawab Najenda..,
"Hoo~..., kalau begitu biarkan aku yang mengantarkannya kesana, sekalian aku ingin menemui Otouto kesayanganku disana" ucap Esdeath, Najenda yang mendengar itu pun hanya membalas.., "Tidak masalah sih kalau memang kau yang mau sendiri"..,
"Saate, kalau begitu aku pergi dulu" ujar Esdeath kepada Najenda yang hanya diam saja menatapnya..,
Esdeath pun segera pergi menggunakan caranya ketika datang, dengan kehadiran kristal es dengan jumlah sangat banyak muncul entah dari mana, kristal-kristal itu menyelimuti seluruh tubuhnya lalu kemudian menghilang entah kemana bersamaan dengan hilangnya tubuh Esdeath di dalamnya..,
"Haah~ akhirnya tenang juga" ucap Najenda sember menyenderkan tubuhnya kembali ke kursi yang ia duduki sembari menghela nafas lega karena akhirnya ruangannya kembali tenang..,
'Aku sangat yakin pasti besok disana akan terjadi sedikit keributan, yahh kuharap saja tidak menimbulkan masalah besar yang akan membuatku kerepotan' batinnya..,
.
Play ED Song : Haruka Tomatsu - Yume no Sekai
.
TBC
.
Note :
Seluruh chapter telah di ubah sedikit demi kenyamanan dalam membaca :"
