"ayo ikut aku hyuuga" ucap seorang guru nyentrik dengan rambut keperakan yang mencuat ke atas .

"i-iya" Hinata saat ini tengah berjalan di koridor sekolahnya bersama guru yang nantinya akan menjadi wali kelasnya selama tiga tahun kedepan ya jika ayahnya tidak menyuruhnya pindah sekolah lagi seperti kemarin-kemarin .

Pagi ini Hinata baru saja menyelesaikan urusannya dengan pihak sekolah barunya yang tertunda karena kejadian ajaib kemarin .

Kini mereka sampai di depan kelas bertuliskan X.A . Kakashi .nama guru nyentrik tadi perlahan membuka pintu kelas tersebut dan masuk ke dalam dengan Hinata yang mengikutinya dibelakang .

murid yang tadinya ramai kali ini mendadak diam mendapati senseinya yang selalu telat dan memberikan alas an yang tidak masuk akal itu dating bersama seorang gadis yang sepertinya akan menjadi teman sekelas mereka yang baru .

"baiklah seperti yang kalian liat hari ini ada seorang murid baru . nah silahkan perkenalkan dirimu Hyuuga "

"sa-salam kenal sa-saya Hi-hinata Hyuuga .mo-hon bimbingannya" hinata membukukan badan nya dan menegakkannya kembali tapi tetap dengan kepala menunduk .

"ya apa ada yang ingin bertanya " seorang pemuda dengan tato segitiga terbalik di kedua sisi pipinya mengangkat tangan ."saya sensei " lanjutnya .

"Hinata boleh aku bertanya ?" Tanya pemuda itu "i-iya" .

"kamu suka makam makanan manis ya ?" lanjutnya . Hinata menyerngitkan dahinya bingung tapi karena dia memang suka manis akhirnya dia menjawab "i-iya me-memangnya kenapa ?"

"soalnya kau terlihat sangat manis bagiku" jawabnya yang sukses membuat hinata merona sedangkan murid lainnya hanya ber-huu ria mendengar gombalan yang baru saja dilontarkan pemuda yang diketahui bernama kiba itu .

"hah baiklah sudah cukup perkenalannya nah hyuuga kau bisa duduk di bangku kosong didekat jendela itu" Hinata melangkah menuju bangku yang dimaksud dan duduk dengan santai disana .Hinata menatap bangku disebelahnya dan bertanya-tanya siapa yang nantinya akan menjadi teman sebangkunya.

"baik kalau begitu kita mulai pe–"

BRAKKK

Belum selesai Kakashi-sensei menyelesaikan omongnnya pintu ruang kelas terbuka dengan kasar karena baru saja ditendang oleh seorang pemuda tampan yang kehadirannya langsung membuat seluruh siswi di kelas itu berteriak histeris.

"Kau terlambat lagi sasuke " ucap guru itu dengan nada bosan . sedangkan Hinata harus menahan napasnya melihat pemuda yang baru saja masuk ke kelasnya adalah pemuda yang menurut itachi-nii adalah jodonya .

pandangan mata Sasuke bertemu dengan irs berwarna ungu pucat itu yang membuat Hinata segera memalingkan mukanya dengan muka merona .

sedankan Sasuke yang melihatnya langsung menyeringai yang membuat seluruh sisiwi dikelas itu semakin berteriak histeris .ada juga yang pingsan kejang-kejang dan gejala-gejala lain yang membuat mereka harus diperiksakan ke rumah sakit terdekat

sedangkan siswa yang ada disana hanya menghela napas bosan mengingat mereka harus melihat hal tersebut setiap pagi .

"hah cepat duduk di bangku mu Sasuke" kata Kakashi yang juga sudah jenuh dengan apa yang dia liat dari tadi .

Sasuke melangkah menuju bangkunya . dia menarik bangku nya dan menoleh kearah hinata dan kembali menyeringai seksi melihat semburat merah di kedua pipi hinata sedangkan hinata yang diperlakukan seperti itu kembali memalingkan wajahnya menghadap ke depan berpura-pura tengah memperhatikan Kakashi-sensei .

"baiklah ayo kita mulai " Kakashi berbalik dan bersiap menulis di papan tulis namun belum sampai spidol nya mencapai papan untuk menuliskan materi terdengar suara bel tanda jam kedua telah berakhir.

DING DONG

Tuk

"baiklah karena waktu sudah habis kita akhiri sampai disini oh ya dan jangan lupa kerjkan soal bab tiga semuanya"

"ahhhh sensei " keluh seluruh murid dikelas "haha kalau begitu sampai berjumpa besok murid-murid " Kakashi melangkah meninggalkan ruang kelas tersebut .diikuti dengan murid-murid yang ingin mengisi perut mereka dikantin hingga yang tersisa di kelas tinggal Hinata dan Sasuke .

Hinata yang sejak tadi sudah merasa canggung akhirnya memutuskan untuk pergi keluar dan meninggalkan Sasuke sendiri di kelas .

Saat ini Hinata berjalan tidak tentu arah di koridor sekolah . hingga akhirnya dia sampai ditaman belakang sekolah yang sepi mengingat tempat in sangat jarang dikunjungi karena tempatnya yang bisa di bilang tidak terurus .

Hinata melangkah lebih dalam ke taman tersebut .dia melangkah perlahan dan tiba-tiba berhenti setelah mendengar suara dari balik semak-semak .

"si-siapa disana ?" tanyanya entah kepada siapa .Hinata melangkah semakin ke depan mendekati semak-semak tersebut .

BRAAAKKK

"aduhhhh …ah " Hinata terperangah melihat seorang pemuda yang baru saja menabraknya . mata sebiru langit itu memancar bagaikan batu safir . rambutnya yang pirang melambai indah di terpa angin dan wajah tan nya yang dihiasa tiga garis dikedua sisi wajahnya menambah kesan imut bagi yang memandangnya .

"ah maaf apa kau baik-baik saja?" Tanya pemuda itu segera setelah dia menegakkan dirinya agar tidak berlama-lama meniban tubuh mungil gadis yang baru ditabraknya itu .

"hei Naruto kau tak apa-apa ? loh Hinata ?" Kiba muncul dari semak-semak yang sama dimana Naruto datang lalu berjalan mendekati mereka .

"Hinata ? oh kau murid baru itu ya ternyata kau memang manis ya " ucap pemuda yang diketahui bernama Naruto sambil tersenyum manis yang mau tidak mau membuat hinata semakin merona dan

BRUUUKKK

"EKH…" teriak kedua pemuda yang panic mendapati Hinata jatuh pingsan .

RUANG UKS

"eng.." Hinata menggeliat pelan saat mulai sadarkan diri yang membuat wajahnya menjadi semakain imut dan sebuah keberuntungan dapat melihatnya . hal ini juga berlaku bagi ketiga pemuda yang menungguinya yaitu Kiba , Naruto dan Sasuke . Sasuke ?

Ya Sasuke juga ada disana menunggui Hinata yang pingsan .kalian pasti bingung kenapa dia bisa ada disini jadi begini

Saat sang pangeran kita yang satu ini jenuh di dalam kelas setelah ditinggal sendiri di kelas oleh Hinata .Sasuke memutuskan untuk keluar kelas dan berjalan-jalan sebentar tapi niatnya dia urungkan saat melihat dua orang pemuda yang membopong gadisnya dan akhirnya dia malah mengikuti kedua pemuda itu ke UKS dan memaksa untuk tetap disana sampai gadis itu siuman .

walaupun dia juga sebel karena Naruto juga ada disitu yang berarti dia harus mendengar suara cempreng Naruto yang setiap hari selalu merusak gendang telinganya.

"temeeee akhirnya dia sadar " Naruto mengguncang-guncangkan tubuh Sasuke sedangkan Sasuke hanya pasrah dengan apa yang dilakukan sahabatnya itu padanya .

Naruto melepaskan Sasuke dan mendekati Hinata yang sedang berusah duduk dengan dibantu oleh Kiba

"akhirnya kau sadar juga syukurlah " Hinata tak menjawab tetapi menggaunguk sebagai gantinya . dia benar-benar merona kali ini .

"ya syukurlah kalau kau sudah sadar aku benar-benar kaget saat keu pingsan " giliran Kiba yang berbicara "kalau begitu kami akan pergi karena ada urusan dengan gai-sensei kau tidak apa kan kami tinggal " lanjutnya .

Hinata mengangguk lagi "a-aku baik-baik sa-saja te-terima kasih karena sudah mengantarku"

"tidak ini juga salah kami kok .kalau begitu ayo Naruto dan sampai nanti Hinata" Kiba melangkah meninggalkan ruangan itu .

"hei Kiba tunggu aku ! ah sampai jumpa lagi Hinata-chan" hinata kembali merona .

"Ehheem" suara batuk yang dibuat-buat itu menyadarkan hinata dari blusingnya dan menoleh ke sumber suara .

GLEEK

Hinata menelan ludah mendapati suara tersebut ternyata berasal dari sasuke yang kehadirannya sejak tadi tidak diperhatikan sama sekali . *pooorrrr sas-uke plakkk*

"kau sudah baikan?" Tanya sasuke pada akhirnya setelah berusaha meredahkan kekesalannya karena sejak tadi diacuhkan .

Dan hanya anggukkan yang diterimanya . "hah ..ini ayo" Sasuke menyerahkan sebuah tas sekolah kepada Hinata yang Hinata ketahui adalah miliknya kemudian si empunya memandang bingung ke arah tas tersebut .

"bel pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu " ucap sasuke menyadari kebingungan hinata . hinata membelangakan matanya menyadari dirinya pingsan dan tidak ikut hampir semua pelajaran di hari pertamanya .

"sudahlah ayo kita pergi " Sasuke menarik pergelangan tangan Hinata dan menariknya keluar menuju parkiran . memaksa Hinata masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya kesuatu tempat .

"Sa-sasuke ki-kita mau ke-kemana ?" Tanya Hinata saat mengetahui mereka menuju kearah yang berlainan dengan rumahnya "hn" dan hanya dua konsonan itu yang diterimanya atas pertanyaannya tadi .

Hinata mulai merasa panic akan maksud pemuda di sampingnya ini yang memaksanya pergi bersamanya ini .

Hinata membuka mulutnya bermaksud kembali bertanya tapi dia urungkan karena mereka sudah berhenti di sebuah kuil di daerah dekat pegunungan .

"ayo turun" Hinata pun mengikuti langkah Sasuke yang sudah hampir mencapai gerbang kuil sambil mengagumi bangunan yang walau sudah lama tapi tetap terawat keasliannya .

Saat Hinata akan memasuki kuil tersebut dia harus mengurunkan niatnya karena pemuda disampingnya ini menariknya menuju kebelakang kuil yang berarti menuju ke hutan di belakang kuil ini .

Hinata kembali merasa panic dan mulai memikirkan cara untuk kabur dengan berlari setelah menggigit tangan sasuke atau mungkin menendang alat vital sasuke seperti yang diajarkan neji beberapa minggu yang lalu .

"kita sudah sanpai" Hinata tersentak dari pikirannya dan terpana melihat pemandangan didepannya . sebuah padang bunga yang sangat indah saat ini tengah memanjakan penglihatan hinata yang membuatnya terkagum-kagum sedangkan Sasuke tersenyum mendapati reaksi Hinata .

"ayo" Sasuke menarik Hinata menuju ke tengah padang bunga tersebut Hinata pun hanya menurut .

"in-indah sekali dari mana Sasuke tahu tempat seindah ini ? " Hinata menoleh kearah Sasuke dan mendapati Sasuke yang tengah tersenyum membuatnya harus menundukan kepala untuk menyembinyikan rona merah di kedua sisi pipinya .

"hn kuil di depan adalah kuil milik keluarga kami sejak dulu jadi aku tahu semua tempat disina " jawab Sasuke yang menghadap matahari yang mulai tenggelam .

Hinata mengangkat kepalanya tapi kembali menunduk karena melihat wajah Sasuke yang tertimpa sinar matahari sore membuat Sasuke terlihat … keren .

mereka kembali terdiam menikmati indahnya sore itu berdua dengan tangan yang belum terlepas sejak mereka tiba .

.

.

"HINATA !" Hinata menelan ludah mendapati kakak nya berdiri dengan dengan pedang kendo miliknya ditangan dan tatapan mata tajam yang walaupun bukan diarahkan padanya tetap membuat Hinata merinding .

Sedangkan pemuda yang mendapatkan tatapan tajam dari Neji malah membalas tatapan itu dengan tatapan yang tidak kalah tajam yang semakin membuat Hinata merinding .

"siapa kau dan apa yang kau lakukan pada adikku ?" Tanya Neji dengan nada dingin yang merupakan jurus pertamanya untuk mengusir lalat-lalat yang berusaha mendekati imoutonya tersayang "hn" tapi sepertinya jurus pertamanya sama sekali tidak mempan untuk uchiha tampan satu ini ckck .

"Ne-neji-nii dia tidak melakukan apapun di-dia te-teman sekelasku dia ha-hanya mengantarku saja kok" jelas Hinata panjang lebar saat melihat kakaknya semakin menunjukan wajah garang setelah mendapat jawaban yang sangat singkat , sangat padat dan sangat tidak jelas itu .

"jangan membelanya hina-"

"ada apa ini ?" sela suara berat yang memotong perkataan Neji .

Hinata semakin berkeringat dingin mengetahui siapa yang berbicara .

"ayah pemuda ini membawa pergi Hinata tanpa sepengetahuan kita " Neji menunjuk Sasuke seperti serang anak yang menunjuk temannya yang nakal kepada sang ayah yang membuat Sasuke sweadrop melihat sikap Neji yang keluar jalur itu .

"hm.." kini hiashi yang menatap Sasuke tajam 'ck ayah dan anak sama saja' inner Sasuke .

"ayah neji-nii ada apa ?" sekarang seorang gadis cilik yang datang ke tempat kejadian yang kita ketahui adalah adik Hinata . Hanabi .

"Hanabi dia membawa Hinata pergi bersamanya tanpa sepengetahuan kita " Neji kembali berkoar .

'ck dasar tukang adu ' inner Sasuke lagi . dan sekarang dia harus menghadapi tiga pasang mata yang menatapnya tajam dari tiga hyuuga yang sangat over proteksi .

"hah.." Sasuke menghela nafas berat . Hei walaupun Sasuke memiliki tatapan yang sangat tajam tapi Sasuke tetap adalah manusia yang pasti kalah kalau dikeroyok seperti sekarang ini .

Dan Neji pun menyeringai setan .

"a-ayah , neji-nii , hanabi-chan sudah kasian sasuke " suara Hinata yang bagai harpa surge menyentakan ketiga hyuuga menghentikan aktifitas mereka dan Sasuke yang merasa bagai baru terlepas dar siksa neraka dan penjaga-penjaganya .

"se-sebaiknya kita masuk dan ma-makan malam .i-ini sudah masuk jam makan malam kan" Hinata tersenyum manis berusaha meredakan keadaan suram yang dari tadi menyelimuti mereka dan berhasil karena tiga orang tadi mengangguk dan membuat Hinata semakin melebarkan senyumnya .

Saat yang lain akan masuk kedalam Hinata mendekati Sasuke untuk membisikan sesuatu tapi sebelum hal itu terealisasi sebuah suara telah menghentikannya .

"Hinata ajak temanmu makan bersama kita " ucap sang pemimpin hyuuga sambil tersenyum penuh arti yang diikuti dengan senyum setan dari dua orang lainnya yang berada di belakangnya .

GLEEK

Sasuke menelan ludah , Hinata semakin merinding .

"ta-tapi ini su-sudah malam dan sasuke ha-harus pulang kerumah" bela Hinata .

"tapi tidak sopan jika tidak menjamu tamu Hinata-chan .Neji , Hanabi cepat ajak sasuke masuk" Neji dan Hanabi melangkah mendekati sasuke dengan senyum setan di bibir mereka dan masing-masing dari mereka memegang kedua lengan sasuke dan menyeretnya ke dalam rumah itu .

Dan pintu rumah itu pun tertutup .

Dan Sepertinya malam ini akan sangat panjang untukmu sasuke kun .

TBC