Yeah! Saya kembali lagi.
Haih. Maaf apdetnya kelamaan yah? Tapi ini saya persembahkan chap yang saya buat dengan penuh perasaan.
Semoga minna-san terhibur…
Trouble Baby
Baby..baby..my baby..
Disclaimer : Death Note © Takeshi Obata & Tsugumi Ohba
Rated : T
OOC, GaJe, Typo, Jayus dan segudang kegilaan lainnya!
Just for fun
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30, dan ini adalah saatnya untuk tidur. Light dan L sudah membereskan tempat tidur. Sedangkan Near sudah tidur dari tadi. Aduh, bahkan Near belum sempat dimandikan oleh duo L itu.
Karena borgol ini, Light harus tidur satu ranjang dengan L. Jadi, saudara Light tidur di sisi kanan dan saudara L di sisi kiri. Sementara Near tidur di tengah-tengah mereka. Takut kalau Near sampai jatuh bila tidur di sisi ranjang, bu. Kalau Light atau L yang jatuh sih bodo amat!
Merasa gerah, Light mulai membuka piyamanya.
"UGYAAAA!" mendengar L menjerit, sontak Light langsung naik ke meja terdekat.
Apa ada kecoa? Di mana? Di mana? Light sangat takut pada hewan mesum itu. Kenapa dibilang mesum? Kerena menurut Light, kecoa itu selalu mejeng di kamar mandi. Ngapain coba kalau bukan untuk ngintipin orang lagi mandi? Sebenarnya sih dia bukan takut, tapi bahasa elitnya sih dia geli aja!
"Mana kecoanya? Mana?" tanya Light sambil mengibas-ngibaskan piyamanya.
L membuka matanya. "Eh, kecoa? Tidak ada kecoa kok!"
"Lalu kenapa tadi kau berteriak?" bentak Light.
"Itu…saya pikir tadi Light-kun mau telanjang di depan saya. Ya jadi saya kaget dan berteriak!" ucap L salah tingkah begitu melihat Light memakai kaos hitam-tidak telanjang-
'He, telanjang? Enak di elu, gak enak di gue!' cibir Light dalam hati. Tak rela rasanya membayangkan tubuhnya yang indah ini dilihat oleh L. Tapi kalau ada bayaran khusus sih, dia mau. Dasar murahan!
Light turun dari meja dan naik ke tempat tidur. Aneh sekali. Near kenapa tidak terbangun ya mendengar L menjerit seperti tadi? Ah, malah bagus kalau begitu! Kalau dia sampai bangun dan menangis, itu akan lebih merepotkan.
Dengan itu Light lalu merebahkan tubuhnya dan mulai menutup mata untuk tidur.
"Zzzzz…ngork…ngork…" cepat sekali dia tidur.
.
Mungkin bila dilihat dari mata telanjang, ketiga orang yang sedang tidur dalam satu ranjang itu terlihat seperti keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Tapi bila dilihat oleh mata shinigami, mereka terlihat seperti sekumpulan ikan asin yang sedang dijemur di bawah terik matahari.
Kadang mata shinigami bisa lebih bijak dalam menentukan objek yang dilihatnya.
Numpang promosi, ada yang mau transaksi mata?
.
Lagi-lagi Light terbangun dari tidurnya. Dia benar-benar tidak bisa tidur. Di luar sana gaduh sekali. Terdengar teriakkan-teriakkan warga yang memukul-mukul kentongan dan menyerukan 'Kodok ngepet! Kodok ngepet!'. Sepertinya sang kodok ngepet kembali beraksi. Ditambah lagi paduan orkestra jangkrik setanah air yang memekikkan telinga. Ini sebenarnya apartemen apa rumah susun sih?
Dan lagi Light harus berusaha menghindari tendangan kaki Near yang tidur dengan gaya kungfu dan berputar-putar itu. Membuat gusinya sedikit berdarah. Tapi kenapa hanya dia saja yang ditendang, sementara L tidak? Dalam tidur pun Near masih juga pilih-pilih. =_="
Setelah suasana hening, Light kembali mencoba menutup matanya untuk tidur.
'Perasaan gue kok gak enak ya?'
Kalau sudah ditanya perasaan seperti ini, pasti ada saja hal buruk yang akan terjadi. Seperti munculnya Amingwati, Aizawati dan sebagainya.
.
Pukul 00.00
.
Kenapa tiba-tiba terasa berat? Dan…hangat..juga basah…dan…bau pesing…
HAH?
What the…
Bau pesing?
Light terlonjak dari tidurnya, bangun. Dia kemudian mengelap keringat yang membasahi wajahnya. Keringat Light bau pesing? Ini bukan keringat! TAPI PIPISNYA NEAR!
Near dengan tidak terhormat telah pipis di wajahnya Light.
"$%#%*!" luapan emosi Light tidak begitu terdengar karena suara warga yang menyerukan 'Kodok ngepet! Kodok ngepet!' kembali terdengar. Sepertinya sang kodok ngepet telah tertangkap.
Sadar atau tidak, L bangun dari tidurnya. Mengerling ke arah Light yang berdiri dengan wajah yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.
"Ada apa Light-kun?" tanya L sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ryuuzaki, kau pasti tidak akan percaya!" Light menatap L horror. "Bayi ini sudah.." Light menutup wajahnya. "Dia sudah pipis di wajahku.."
L sedikit menganga. Kemudian ia manggut-manggut. "Mungkin Near tidak sengaja menganggap wajah Light-kun itu jamban!"
Mulut memang tidak punya gembok.
Ingin rasanya Light merobek-robek mulut L dan mengikat tubuhnya di besi panggangan dan memutar-mutarkannya layaknya kambing guling. Ah! Bukan kambing, panda guling rasanya lebih cocok. Hahaha jadi seperti ini ya rasanya jadi psikopat?
"Ne, Light-kun. Sepertinya besok kita harus membeli apa itu yang dinamakan dengan popok!" ujar L dengan tampang serius sambil memandang ke arah Near yang tidur dengan wajah damai.
Light POV
Semua mata tertuju padaku. Aku Light Yagami, 21 tahun. Memang tidak bisa lepas dari pandangan pria maupun wanita. Padahal ini bukan pertama kalinya aku ke supermarket. Ayolah, siapa juga yang belum pernah ke supermarket terbesar di Tokyo ini? Bahkan gelandangan sekalipun setiap hari datang ke sini. Tapi tetap saja aku jadi pusat perhatian orang-orang. Tak heran sih, aku kan tampan dan punya banyak prestasi. Walaupun aku tukang ngibul, tapi aku tidak berotak cabul! Khu khu khu!
Kenapa aku jadi ketularan si Ryuk sih?
Ah, bicara soal si Ryuk, aku jadi ingat dia. Kanapa sih dia malah tidak ada di saat aku sedang butuh bantuannya? Malah izin pulang kampung untuk ikutan sunatan masal lagi. Dasar tidak berguna!
Padahal kan banyak sekali kriminal yang harus aku basmi. Contohnya saja setan kecil yang sedang aku gendong ini. Yang sudah dengan berani pipis di wajah tampanku. Sehingga aku kehilangan cahaya wajahku dan terancam mengalami yang namanya: krisis percaya diri.
Tapi tenang saja. Setelah orang tua bocah ini ditemukan, aku akan terbebas darinya. Kupastikan ini hanya sementara saja. Bukan sementara, tapi HARUS sementara! Ya ampun! Aku bahkan belum mem-facial wajahku beberapa pekan terakhir ini. Kalau begini caranya, nasib wajahku terancam bahaya!
End Light POV
Semua mata tertuju pada pemuda berambut cokelat itu. Bukan apa-apa. Hanya saja terlihat aneh sekali melihat pemuda itu menggendong bayi sambil mendorong troli belanjaan yang dinaiki oleh seorang pemuda berambut hitam yang sedang jongkok sambil mengemut permen lollypop. Terlebih lagi terpasang borgol di masing-masing tangan kedua pemuda itu. Membuat pemandangan semakin tidak nyaman.
Perpaduan antara cokelat dan hitam, kenapa bisa menghasilkan albino seperti itu? Mungkin itulah yang ada di benak orang-orang ketika melihat rambut mereka. Sama halnya ketika melihat pasangan sponge kuning dan bintang laut yang bisa-bisanya punya anak kerang laut. Gak nyambung!
"Eh lihat, jeng! Masih muda tapi sudah punya anak ya?" bisik seorang ibu-ibu pada rekannya sesama ibu-ibu.
"Pasti karena pergaulan bebas. Kasihan, padahal ganteng ya? Sayang sekali!" balas ibu-ibu yang lainnya.
"Iya, padahal saya pingin banget punya menantu kayak dia!" lirih seorang ibu.
"He, bukannya anak jeng itu cowok?" ibu itu mengernyitkan dahinya.
".."
"Berhenti dulu di sini, Light-kun!" L berkata tiba-tiba. Dia memutar badannya, menghadap Light.
Light menaikkan sebelah alisnya. Apakah popoknya sudah ketemu?
"Sebenarnya saya dapat ini dari Watari.." L mengeluarkan sebuah borgol dengan rantai kira-kira sepanjang 100 meter dari saku celanya. Bagaimana borgol itu bisa muat di saku celana L? Hanya L yang tahu.
Light menyipitkan matanya. "Untuk apa borgol lagi? Apa kau juga berniat memborgol leher jenjangku?" teriak Light geram dengan sedikit taburan kenarsisan dalam kata-katanya.
L terdiam sejenak. Dia memegang dagunya. "Saya memang pernah kepikiran seperti itu, tapi saya tidak akan melakukannya!" Light bernafas lega.
"Saya pikir Light-kun juga butuh kebebasan. Makanya saya ingin mengganti rantai ini dengan rantai yang baru. Dengan ini Light-kun bisa sedikit berjauhan dengan saya dalam radius 100 meter! Jadi kalau Light-kun mau ke toilet, saya tidak harus ikutan ke toilet!" kata L menjelaskan maksudnya.
Hampir saja Light menyeringai licik. Tapi seperti biasa ia bisa mengendalikan dirinya.
'Dengan ini saya yakin kalau Light-kun adalah Kira, dia pasti akan berteriak: "Asyik aku bebas! Aku bebas!" dilanjutkan dengan berguling-guling di lantai supermarket dan loncat indah dari rak produk makanan!' pemikiran L terlalu berlebihan.
"Kau ini bicara apa Ryuuzaki! Aku tidak merasa terbebani dengan rantai ini!" Light merutuki perkataannya. "Bukannya kau sendiri yang masih mencurigai aku adalah Kira? Dan sekarang kau seperti sengaja membebaskan aku!" teriak Light.
'Seperti perkiraaan saya. Dia pasti akan ngeles!' pikir L.
L menunjuk-nunjuk Light dengan lollypop-nya. "Yagami memang jeli. Tapi bukan itu yang saya maksudkan!" L merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kunci. Kemudian ia membuka borgol Light.
"Saya hanya ingin kita perpencar untuk mencari susu dan popok. Light-kun mencari susu dan saya mencari popok. Dengan begitu kan lebih cepat selesai!" ucap L enteng.
Light membelalakkan matanya mendengar keputusan L yang secara sepihak itu. Ini bahkan belum dirapatkan terlebih dahulu.
"Baiklah kita mulai berpencar. Near biar saya yang bawa!" kata L sambil menaikkan Near ke troli belanjaannya.
"Dan satu hal lagi. Light-kun jangan coba-coba untuk kabur atau melakukan hal-hal yang mencurigakan. Saya sudah meminta pihak supermarket untuk mengawasi Light-kun melalui CCTV yang terpasang di setiap bagian supermarket!' dengan itu L mendorong troli belanjaannya dan melenggang pergi. Meninggalkan Light yang sepertinya sedang kelilipan sesuatu. Terbukti mata Light sekarang sangat merah.
Dan di sinilah L sekarang. Berdiri mematung sambil memperhatikan tumpukkan produk di depannya sambil mengemut lollypop-nya.
Bagus! Bahkan L tidak tahu kalau kemasan popok itu seperti apa. Bekerja selama 24 jam non-stop mengawasi seseorang dari monitor, membuatnya tidak sempat menonton iklan di televisi.
Lagian, ngapain juga nonton iklan? Kurang kerjaan banget!
"Apa kita beli semuanya saja ya?" tanya L sambil melirik ke arah Near.
Melihat seseorang yang terlihat kebingungan, seorang penjaga supermarket memutuskan untuk menghampiri L. Pasalnya L tidak beranjak dari tempat itu dari setengah jam yang lalu.
"Cari apa ya, mas? Mungkin saya bisa bantu?" sapa seorang penjaga wanita pada L.
"Umm…saya sedang mencari..popok untuk dia!' kata L sambil menunjuk ke arah Near.
Penjaga wanita itu langsung terbatuk-batuk, sepertinya menahan ketawa. Memang apanya yang lucu?
"Maaf ya, mas. Bagian popok itu ada di sebelah sana!" kata wanita itu sambil mengarahkan tangannya ke bagian khusus menjual popok.
"Kalau di sini itu bagian khusus untuk pembalut wanita, mas!" ujar wanita itu sambil tersenyum canggung.
Sebuah FAKTA mengejutkan berasal dari seorang L Lawliet yang berlabel detektif nomor wahid di dunia yang terbukti tidak bisa membedakan antara pembalut wanita dan popok!
Berita ini pasti akan jadi berita hot sepanjang sejarah perdetektifan. Bahkan nenek-nenek yang sedang salto pun bisa mendadak kena serangan jantung bila mendengarnya. Walaupun nenek itu bukan seorang kriminal.
Di bagian Light
"Beli yang mana ya?" gumam Light sambil memperhatikan produk-produk yang tersusun rapi di depannya ini.
Melihat seorang pemuda yang terlihat kebingungan, seorang penjaga wanita menghampiri Light, bermaksud membantunya.
"Maaf, mas!" suara khas gadis remaja terdengar di telinga Light.
Dengan efek kelebayan slow motion, Light menoleh ke arah belakang.
'Pandangan pertama awal aku berjumpa'
Dari sekian juta lagu yang di dunia ini, kenapa harus lagu ini yang diputar oleh pihak supermarket melalui pengeras suara? Terlebih lagi ini di Jepang! Di Jepang muterin lagu Slank? Light bahkan curiga kalau pihak supermarket sudah memperhitungkan kejadian ini.
Satu detik…
Dua detik…
Gadis itu masih terdiam melihat ke arah Light dengan wajah yang memerah.
17 detik pun berlalu dengan damai dan sentosa. Akhirnya sang gadis membuka suara.
"Ada.. yang bisa saya pangku, mas?" ucap gadis itu. Entah sadar atau tidak ia mengucapkannya.
"Ah, aku sedang mencari susu!" jawab Light.
"Susu? Untuk siapa ya, mas. Kalau boleh saya tahu!" tanya gadis itu.
Tiba-tiba bayangan Near melintas di pikirannya. "Untuk sapiku!"
Entah kenapa begitu mengingat rambut Near yang putih itu, Light malah kepikiran sama sapi. Tapi untuk apa sapi diberi susu? Suruh saja sapi itu memerah sendiri untuknya.
"Un-untuk sapi?" gadis itu terlihat terkejut.
Light menyenggol bahu gadis itu. "Ah, kau ini tidak punya selera humor sama sekali! Tentu saja aku mencari susu untuk bayi!" kata Light. Gadis itu malah terlihat lebih syok dari sebelumnya.
"Ja-jadi sudah berkeluarga ya?" tanya gadis itu sambil menatap Light dengan tatapan 'kutunggu dudamu, atau kubunuh istrimu!'
"Memangnya aku kelihatan seperti sudah berkeluarga ya?" kata Light sambil memojokkan gadis malang itu. Gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Aku belum menikah kok! Aku beli susu untuk bayi nenekku!" kata Light sambil meniup poni yang menghalangi wajahnya. Entah tujuannya untuk apa dia melakukan hal itu.
Gombal mode: ON
"Oh iya, perkenalkan namaku Light Yagami. Namamu?" Light mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"A-ah, namaku Yuri dan aku masih gadis!" balas gadis bernama Yuri itu. Light sedikit tersentak ketika mendengarnya.
"Jadi kau Yu-ri? Aku pikir kau suka laki-laki!" Light tertawa canggung.
"Bu-bukan!" Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya. Berusaha meluruskan persepsi salah Light pada dirinya.
"Namaku memang Yuri, tapi aku tidak yuri. Aku sangat menyukai laki-laki tinggi berambut cokelat dan sangat tampan!" ungkap Yuri-chan mantap.
Tapi setidaknya jangan segitunya dong!
.
Perbincangan antara mereka pun terus dilanjutkan. Pertanyaan-pertanyaan terus dihujamkan oleh Light pada Yuri-chan. Seperti makanan favorit, tempat tinggal, hobi, mantan pacar, ukuran sepatu dan tipe cowok yang pastinya membuat Light menyeringai lebar. Mereka bahkan tidak sadar kalau mereka sedang ngobrol di bagain penjualan khusus underwear.
Benar-benar keterangan yang merusak suasana.
Sesekali juga Light menanyakan pendapat Yuri-chan pro atau kontra terhadap Kira, yang dijawab dengan kepalan tangan penuh semangat yang berarti mendukung penuh pada Kira.
Perlu diketahui saja, Yuri-chan itu adalah salah satu korban pencurian celana dalam kemarin malam di asramanya. Begitu mendengar pencuri itu mati karena serangan jantung, Yuri-chan sangat berterima kasih pada Kira.
'Kau tidak tahu saja, Yuri-chan~ orang yang ada di depanmu ini adalah Kira yang kau kagumi itu!' batin Light gregetan.
"Jadi Yuri-chan, bagaimana kalau.."
"Permisi, cu! Boleh tolong ambilkan nenek bra yang di sana itu!" tunjuk seorang nenek pada bra berwarna merah berenda yang harganya 'wow'
"Nenek tidak sampai!" lirih nenek itu. Light mengangguk dan mengambilkan benda yang ditunjuk nenek itu. "Terima kasih, cu!" ucap nenek itu lalu pergi.
"Bagaimana Yuri-chan.." Light memulai pembicaraannya yang tadi sempat tertunda.
"Bagaiman kalau kita jalan berdua. Katanya ada taman bermain paling bagus di sini. Namanya Space Land. Kau mau?" tanya Light.
Wajah Yuri-chan langsung memerah. Mukanya terasa panas. Ohok ohok dia pasti demam.
"Mau! Mau! Mau! Tanda tangan kontrak pun saya mau!" jawab Yuri-chan dengan semangat menggebu-gebu.
"Jadi kapan kau ada waktu?" Light bertanya lagi. "Bagaimana kalau minggu besok?" balas Yuri-chan cepat.
"Minggu besok ya? Eng..bagaimana kalau minggu dep- ah, bukan. Minggu depannya lagi saj- ah, tidak. Bagaimana kalau akhir bulan saja?" ujar Light yang terlihat plin-plan memutuskannya.
Bukan begitu. Light hanya ingat janji-janjinya saja. Minggu besok itu dia harus ketemuan dengan Takada. Minggu depan dia ada janji kencan dengan Misa-yang pastinya Misa yang seenaknya memutuskannya. Dan minggu depannya lagi Shiori minta ketemuan dengannya.
Di usianya yang masih terbilang belia a.k.a daun muda-bila dilihat oleh Aizawa-Light benar-benar super sibuk.
"LIGHT-KUUUUNNN!"
Tiba-tiba saja sebuah susu kaleng rasa cokelat melayang dan mendarat dengan mulus di pipi kirinya.
Sebuah troli belanjaan yang dinaiki oleh seorang laki-laki berkulit pucat dengan rambut acak-acakkan, meluncur dengan cepat ke arahnya. Terlihat yang mendorong troli belanjaan itu adalah seorang balita berambut putih. Near(?)
Melihat hal itu Yuri-chan langsung melarikan diri meninggalkan Light.
"Yuri-chan…hei tunggu!" Light berteriak memanggil Yuri-chan yang sudah lari dengan cepat.
"Kau itu kenapa sih, Ryuuzaki? Kau cemburu buta, hah?" teriak Light yang merasa kesal PDKT-nya dirusak oleh L.
L menatap tajam ke arah Light.
"DASAR HINA!" dengan itu L langsung melemparkan celana dalam yang bisa diraihnya tepat ke wajah Light.
-Masih inget kan mereka ada di bagian mana?-
Kemudian L memborgol leher Light dan berlari pergi. Itu si Near ketinggalan! L kembali lagi untuk membawa Near.
"Tu-tunggu, Ryuuzaki!" Light berusaha mengejar L tapi sebuah tangan menahannya untuk pergi.
"Maaf, mas!" rupanya seorang penjaga wanita yang menahannya pergi.
"Ada apa? Kalau mau ngasih surat cinta, nanti saja!" teriak Light dengan posisi lari di tempat.
"Bukan, mas!" ralat wanita itu cepat.
Light sudah tidak punya waktu lagi. Dia ingat lehernya ini sudah dirantai oleh L. yang ARTINYA Light tidak boleh jauh dari L dalam jarak 100 meter. Apalagi kalau L sampai naik mobil sebelum dia bisa mengejarnya, bisa-bisa Light terseret-seret di jalan.
"Maaf, mas. Kalau mau pulang, 'itu-nya' di bayar dulu di kasir!" kata wanita itu sambil menunjuk celana dalam yang ada di atas kepala Light.
"…"
-TBC-
Baiklah semakin nista saja ini cerita! XD
Near : "Kenapa aku tidak ada dialog sama sekali?"
Huaaaa...Near bisa bicara? Dasar bayi ajaib!
Terima kasih untuk Minna-san yang sudah bersedia membaca dan mereview fic aneh ini!
Special thanks for:
Ka Hime Shiseiten, Hana Hirogaru, Cheeyrin Illussions, Fuyo Kamishina, melloyello22, Milky Pinky, Jeevas Lollipop, NatsuHina Ai, Li Chylee, Shiroi Fukurou, Shinrei Azuranica, ayucchi fujiwara, SasuSaku Lady-chan, Hana 1225, Sayurii Dei-chan
Okidoki sampai ketemu di chap selanjutnya!
Ciao…
R*e*v*i*e*w*?
