Assasination Classroom (c) yuusei Matsui

Jack the Ripper chapter 1 : Dr. Smith

Rate M

Warning! Typo(s), OOC , Bahasa kaku, Kasus murahan

.

.

.

.

.


Mereka berjalan memasuki bangunan tua 200 tahun lalu yang sudah mulai rubuh. Ya, itu rumah Mary Jane Kelly korban kelima Jack di abad 18 silam. Karma dan Gakushuu menelusuri dinding demi dinding untuk mencari petunjuk.

"Apa kau melihat sesuatu?" Tanya Karma pada Gakushuu.

"Tidak. Tidak ada siapa siapa disini."

Mereka terus meraba lantai dan dinding tua. Hingga mereka tiba di kamar Kelly, tempat Kelly dibunuh sadis. Mereka membongkar kasur yang sudah terjatuh dilantai dan benda benda lainnya seperti meja rias dan alat make up lama juga terhambur disana. Tentu saja akan seperti itu karena setiap ada yang datang memeriksa mereka tidak pernah berniat untuk merapikan ulang. Makanya tempat itu dilarang untuk dikunjungi lagi bagi yang tidak tidak mendapat ijin. Tapi Karma dan Gakushuu memasuki bangunan itu sudah mendapat ijin dari FBI karena ayah Gakushuu merupakan anggota FBI yang berpengaruh. Karma terus menggeledah barang barang yang ada disana.

"Sudah tidak ada Karma."

"Aku tau aku hanya mencari sisa sisa saja."

"Kalaupun ada pasti sudah diambil oleh orang lain."

"Diam!" Karma tiba tiba membungkam mulut Gakushuu menggunakan tangannya. Gakushuu hanya menuruti Karma. Karna Gakushuu tau dan karna Gakushuu juga mendengarnya. Suara langkah berat yang terus terdengar dan semakin dekat.

"Bukannya hanya aku dan Gakushuu yang diperbolehkan masuk?" Pikir Karma.

Langkah itu semakin dekat semakin berat hingga di pojok ruangan terdapat bayangan.
Karma berteriak "siapa itu!?" Hingga sudut belokan ruangan menampilkan pria paruh baya yang menggunakan tongkat dan pakaian rapi dengan jas dan dasi.

"A maaf maaf membuatmu kaget." kata pria paruh baya itu.

"Anda siapa?" Tanya Karma.

"Ah perkenalkan saya Edgar Smith, panggil saja dokter Smith." Ucapnya. Gakushuu tiba tiba bergidik dan bersembunyi dipunggung Karma setelah melihat dokter Smith dengan pria disampingnya.

"Apa yang anda lakukan disini?" Tanya Karma.

"Saya hanya datang untuk melihat lihat rumah buyut saya."

"Buyut?"

"Sebenarnya saya punya hubungan darah dengan Marry Jane Kelly. Ibu dari nenek saya adalah saudara dari Kelly. Dan saya diberikan wewenang untuk mengelola tempat ini. Tapi saya tidak mau tempat ini dihancurkan sebelum kasus Jack dan pembunuh Kelly terungkap. Di abad 18 lalu setelah Kelly terbunuh tempat ini tak boleh dimasuki selama 10 tahun kecuali keluarga kami dan untuk pemeriksaan."

"Oh seperti itu." Gumam Karma. Dr. Smith melihat Gakushuu lalu mendekati Gakushuu. Gakushuu terus bersembunyi di belakang Karma dan mencengkram erat baju Karma. Karma yang menyadarinya sangat heran. Dr. Smith kemudian memegang pipi Gakushuu menatap dalam Gakushuu. Gakushuu kembali menatapnya dengan tatapan ketakutan. Wajah Gakushuu sangat pucat dan keringat tak berhenti bercucuran. Karma langsung saja menepis pelan tangan Dr. Smith.

"Ah haha maaf. Aku hanya terpesona olehnya. Matanya begitu indah." Ucap Dr. Smith.

"Siapa namamu?" Tanya Dr. Smith kepada Gakushuu.

"A-sano Gakushuu." Jawab Gakushuu takut takut.

"Asano? Apa kau anaknya Asano Gakuhou?"

"I-ya."

"Pantas saja wajahmu tidak asing."

Gakushuu semakin takut keringatnya sudah membasahinya. Bajunya sudah dipenuhi oleh Keringat. Karma yang menyadarinya merasa sangat heran tambah khawatir Karma memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.

"Ahh kalau begitu Dr. Smith kami izin pamit."

"ahh silahkan silahkan. Akan kuantar."

"Ah tidak perlu."

Karma meninggalkan tempat itu dan menggendong Gakushuu membantunya berjalan karna hanya berdiri pun Gakushuu sudah tidak sanggup. Mereka meninggalkan Dr. Smith disana.

"Sepertinya dia bisa melihatku."

"Ya.. kurasa dia cocok untukmu."

"Kau harus mendapatkannya untukku!"

Di mobil.

"Ada apa denganmu? Kau melihat sesuatu disana?" Tanya Karma. Gakushuu tidak menjawab dia kelihatan ketakutan sekali bahkan setelah menjauh dari bangunan itu. Gakushuu memeluk erat Karma dan hanya napasnya yang cepat terdengar. Belum pernah Karma melihat Gakushuu seperti ini. Karma menggenggam tangan Gakushuu dan mendekatkan wajahnya pada wajah Gakushuu kemudian mendaratkan bibirnya di bibir Gakushuu. Gakushuu mulai sedikit tenang Karma kemudian mulai bergulat dengan lidah Gakushuu didalam sana sebelum akhirnya Gakushuu pingsan. Karma menidurkan Gakushuu di mobilnya dan mulai mengendarai mobil itu kepenginapannya.

.

.

.

.

"Aku harus menyelidiki Dr. Smith. Apa yang dilihat Gaku hingga ia ketakutan seperti itu. Tapi bagaimana!? Gaku belum sadar dari tadi siang. Sial!" Gumam Karma sendiri. Karma mengahampiri Gakushuu di tempat tidurnya. Ini sudah ke 5 kalinya Gakushuu kejang kejang. Karma menggenggam erat tangan Gakushuu dan menidurinya. Tiba tiba Karma mendengar lagi langkah berat seperti yang ia dengar di bangunan tua itu. Semakin dekat langkah itu semakin mengejang pula Gakushuu. Karma mempunyai firasat buruk ia kemudian memeluk Gakushuu.


"kau yakin dia disini?"

"Tentu saja. Dia dikamar 201"

"Kau ingin mengambilnya langsung malam ini?"

"Tentu saja. Sebelum ras lain mengetahuinya."

"Hem. Terserah kau saja."

Dua pria itu melewati koridor dan tiba didepan pintu dengan nomor 201. Kedua Pria itu membuka paksa pintu itu. Kedua Pria itu memasuki kamar itu. Satu yang mereka lihat tidak ada siapa siapa.

"Dimana dia!?"

"Mungkin mereka keluar."

"Sial!" Setelah membongkar ruangan itu pria itu kemudian duduk di dikasur kamar itu.

"Nee Alois."

"Apa! Apa kau tau dia dimana?"

"Tidak. Kau tau pria merah itu?"

"Pria merah? Maksudmu yang bersama dengan immortal tadi?"

"Iya... kurasa pria itu juga punya "

"Punya?"

"Ya dia juga seorang mortal."

"Tapi aku tidak melihat rubynya."

"Aku yakin dia punya. Cahaya yang dia keluarkan seperti warna hijau dan biru. Kurasa dia ras Vampire tapi dia juga memiliki darah elf."

"Vampire elf? Bukan kah itu?"

"Ya. Dia ras kuat dia juga bisa membuka portalnya."

"Kurasa kita harus memiliki mereka berdua."

"Sebaiknya kita harus bergegas mencarinya!" Kedua pria itu keluar dari kamar itu.

Karma kemudian menendang lemari untuk membukanya agar ia bisa keluar dari persembunyiannya.

"Sepertinya mereka sudah pergi." Gumam Karma.

"Aku harus menyelidiki Dr. Smith sendirian." Gumamnya lagi.

"Hanna, Fred kau boleh keluar!" Tampak dua orang keluar dari tubuh Karma satunya bersayap dan satunya lagi bertaring panjang.

"Hanna selama aku pergi kau harus menjaga Gakushuu. Apapun yang terjadi jangan biarkan segorespun melukai Gakushuu meski nyawamu taruhannya!"

"Baik tuan." Jawab Elf itu.

"Fred kau akan menjagaku kita bertukar tempat aku jadi rubymu dan kau jadi mortal ku." Perintah Karma lagi.

"Baik tuanku." Jawab seorang Vampire.

"Ayo pergi." Setelah bertukar tempat Karma dan Vampire itu berjalan keluar kamar dan Elf itu memasuki tubuh Gakushuu.

"Fred sekarang juga kau harus cari tau asal usul Dr. Smith aku tidak mau tau bagaimana cara mu mendapatkannya!"

"Baik." Dengan kecepatan kilat Vampire itu terbang.


"Jadi bagaimana? Kau sudah menemukannya Smith?"

"Tidak aku tidak menemukan mortal itu. Sial!"

"Kau harus cepat karena akan banyak catatan kematian yang harus kutangani."

"Baik baik!"

"Kau harus menyusun rencana untuk tugas ketigamu."

"Masih ada waktu kan? Biarkan aku bersantai dulu sebelum memulai pekerjaanku."

"Tambah birnya!"


"Dr. Edgar Smith

Lahir pada 1975 london. Menurut data dia benar benar adalah cicit dari Mary Jane Kelly korban kelima Jack The Ripper. Dia merupakan mantan dokter di rumah sakit terkenal di whitechapel dia merupakan pribadi yang misterius. Menurut para pegawai perawat disana mereka sering mendapati Dr. Smith bicara sendiri diruangannya. Selama menangani operasi Dr. Smith pernah mengalami 1 kali kegagalan. Pasien yang ditanganinya mengalami gagal jantung karna keteledoran Dr. Smith yang salah menggunting sarafnya. Sejak saat itu Dr. Smith sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit. Kini ia sekarang mengelola apotek miliknya sendiri."

"Hanya itu tuan."

"Hemm.. sepertinya yang dilihat Gakushuu pasti pria yang sering ditemani Dr. Smith berbicara diruangannya. Tapi seperti apa orang itu?" Gumam Karma.

"Kurasa sudah pagi. Kau harus kembali cepat!"

"Baik tuan."

"Tuan tuan! Tuan Gakushuu sudah sadar tapi ada yang aneh dengannya!" Telepati sang Elf ke Karma.

"Apa maksudmu!" Karma berlari menuju kamarnya mendobrak pintu kamarnya.

"Gakushuu!"

Tbc ~

Gomen alur kecepetan trus kependekan. maapin juga typo -typonya. kemarin mau up tp wifiku kumat :'v jarigannya nari nari :'v

Wait chap 2 nya yak.

Chapter 2 : Asano Gakushuu.