TITLE: HOME
CHARACTERS: Sasuke, Naruto, Gaara, Kyuubi, and the others
GENRE: Saya bingung menentukan genrenya, tapi mungkin Family dengan sedikit romance
RATING: T+
DISCLAIMER: Naruto milik Masashi Kishimoto
WARNING: Shounen ai, AT (Di sini Naruto 5 tahun lebih tua dari Sasuke), alur yang agak berantakan, AU, OOC dikit (atau banyak?), dll.
Pertama kali saya buat fict Sasunaru di fandom Naruto, mohon bantuan semuanya... Fict ini adalah versi lain dari fict saya sendiri, "A World To Believe In" di fandom Hetalia.
.
.
Part 2: Five years later
.
.
PIP.. PIP... PIP...!
Sasuke menguap setelah bangun dari tidur singkatnya, dia menggeliat pelan dan mematikan alarm di dekat tempat tidurnya. Dengan malas-malasan, pemuda berambut hitam jabrik itu beranjak dari tempat tidur dan segera melipat futonnya.
"Pagi Sasuke-kun"
"Pagi" Sasuke menjawab sambil menoleh ke arah Gaara yang sedang berkutat dengan HPnya, agak heran, Sasuke kembali bertanya "Kenapa kau sudah bangun pagi-pagi begini?"
"Ada janji dengan dosen" Gaara menjawab singkat.
"Kau mau berangkat dengan penampilan begitu?" Sasuke melanjutkan karena melihat baju yang dipakai Gaara sama dengan yang dipakai kemarin malam, "Tidak mandi dulu?"
"Malas, lagipula mandi hanya menghabiskan sabun saja" jawab Gaara seadanya lalu meraih tasnya dan menghilang begitu saja dibalik pintu geser.
Sasuke sweatdrop, entah kenapa dia bisa sekamar dengan Gaara, karena sifat Sasuke dan Gaara yang sama-sama cool (atau malah autis?), mereka jadi jarang bicara, dan kalaupun bicara pun selalu berakhir dengan percakapan tidak jelas.
Di apartemen mereka ini, memang hanya ada dua kamar tidur, jadi Sasuke berbagi dengan Gaara sedangkan Kyuubi berbagi dengan Naruto. Memang beginilah nasib jadi orang miskin, sudah tinggal di apartemen murahan yang hanya punya dua kamar, satu dapur kecil, satu kamar mandi dan satu ruang makan, harus tidur berdesakan di ruangan tanpa AC pula, kalau sedang musim dingin sih tidak masalah, tapi masalahnya sekarang adalah musim panas.
Tidak mau ambil pusing, Sasuke segera beranjak menuju kamar mandi.
.
.
Pukul 07.00, Sasuke segera makan setelah memasak sarapan, yang sebenarnya cuma sepotong roti yang dibagi empat untuk semua. Kalau ada yang bertanya kenapa Sasuke yang menyiapkan makanan, itu karena semua tugas mengurus rumah dia sendiri yang kerjakan, mulai dari memasak, bersih-bersih rumah, sampai mencuci. Tidak mungkin kan Naruto yang serampangan itu bisa membersihkan rumah? Gaara terlalu sibuk untuk itu karena dia mengambil dua kerja sambilan sekaligus. Kyuubi? Jangan tanya, mana mau seorang Kyuubi melakukan hal-hal yang menurutnya tidak penting. Ketika memikirkan soal itu, Sasuke merasa benar-benar dimanfaatkan oleh tiga orang itu.
"Huaahhh, pagi Sasu-chan" Pemuda berambut pirang berantakan yang menyembul kemana-mana muncul dari kamar di sebelah kamar Sasuke sambil menguap lebar.
TWITCH!
Sebuah urat kemarahan muncul di kening Sasuke.
"Nii-chan, jangan panggil aku dengan nama itu lagi!"
"Memangnya kenapa .Chan?" Kyuubi yang ada dibelakang Naruto bergumam sambil menyerigai pelan.
TWITCH! TWITCH!
"Sudah kubilang berhenti panggil aku begitu! Umurku sudah 16 tahun, jangan perlakukan aku seperti anak-anak lagi!"
"Memangnya kenapa Sasu-chan? Rasanya baru kemarin kau mengikuti Naruto dan berteriak-teriak 'Nii-chan, Nii-chan' begitu kan?" Serigaian di mulut Kyuubi makin melebar melihat Sasuke yang tampaknya sudah ada di ambang kesabarannya.
"SHUT UP, Kyuubi!"
"Hoh, anak ayam sudah bisa melawan kelihatannya"
"Sudahlah kalian berdua" Naruto menggerutu kesal melihat mereka.
"DIAM KAU NARUTO/NII-CHAN" Kyuubi dan Sasuke berteriak bebarengan tepat di telinga kanan dan kiri Naruto.
"APPUUUAAAA? KALIAN MAU MEMBUAT TELINGAKU TULI YA?" Naruto tampaknya sudah kehabisan kesabaran.
"Cih, tidak yang ini, tidak yang itu berisik semua, aku pergi!" Sasuke segera keluar dari rumah sambil menggerutu kesal.
"Kyuu-senpai!, Kenapa Sasuke jadi bocah kurang ajar begitu? Apa salahku, AAPPPAAAA...?" Naruto berteriak lebay sambil memeluk leher Kyuubi.
'Ck, berisik, kau tidak sadar kalau kau yang paling berisik diantara semua orang di sini?' Kyuubi menggumam dalam hati tapi membiarkan Naruto yang masih bergelantungan di lehernya.
"Oh iya" Sasuke tiba-tiba memunculkan kepalanya dari balik pintu depan, "serahkan bento di meja makan itu ke Gaara, jangan lupa ya nii-chanku yang dobe" dan dengan cepat Sasuke menutup pintu kembali dan segera berjalan ke arah Sai yang menunggunya di depan Apartemen.
Naruto masih membatu di tempat...
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
"UWOOOHHH, SIAPAPUN! KEMBALIKAN ADIK KECILKU YANG MANIS DULUUUU!"
.
.
"Pagi Sasuke-kun, hari ini saudara-saudaramu tidak ikut?" Sai bertanya sementara sopir membukakan pintu mobil mewah itu untuk Sasuke.
"Kyuubi dan Nii-chan kuliah siang sedangkan Gaara sudah berangkat dari tadi" jawab Sasuke sambil mendudukkan dirinya di sebelah Sai.
Sai Uchiha, adalah satu-satunya teman dekat (atau bisa dibilang budak) Sasuke di SMA Konoha. Setiap pagi dia yang mengantar jemput Sasuke, dan kadang Kyuubi, Naruto, dan Gaara ke sekolah (SMA dan Universitas Konoha itu bersebelahan). Sai sendiri adalah bagian dari keluarga Uchiha, keluarga paling kaya di Konoha, dan konon katanya masih memiliki darah bangsawan, kenapa Sai bisa berurusan dengan orang-orang super melarat macam Sasuke dan keluarganya, itu akan jadi cerita belakangan.
Sementara Sasuke terdiam dan Sai masih asyik melamun, mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di kompleks Konoha Gakuen, tepatnya di depan SMAnya.
Konoha Gakuen, adalah sekolah paling elit di seluruh penjuru jepang, terkenal akan fasilitasnya yang luar biasa lengkap dan mewah. Para murid yang bersekolah di sini sebagian besar dari kalangan bangsawan atau anak pengusaha kaya raya di Jepang. Sasuke, Kyuubi, dan Gaara bisa diterima di sini karena mereka mendapatkan beasiswa kemampuan akademik, mereka bertiga adalah murid paling pintar yang menempati peringkat teratas. Naruto? Yah, kalian tahu sendiri bagaimana kemampuan akademik Naruto kan? Naruto bisa bertahan di Konoha Gakuen karena mendapatkan beasiswa di bidang olahraga, sudah tidak terhitung berapa banyaknya medali yang dia sumbangkan untuk Konoha Gakuen.
Kembali ke cerita, sementara Sasuke dan Sai berjalan menuju gedung SMA, para murid, yang kebanyakan adalah siswi Konoha Gakuen mulai berkerumun di belakang mereka sambil berteriak-teriak tidak jelas, bagaikan pemandangan yang biasa dijumpai di shoujo manga, apabila ada cowok populer, pasti dikerubuti oleh para fansgirl yang berteriak-teriak dan membawa berbagai macam hadiah sambil blushing-blushing tidak jelas, bedanya adalah...
"SASUKE-SAMA, SAI-SAMA!, HARI INI ANDA TAMPAN SEKALI!"
Sasuke tetap berjalan cuek, tidak peduli, memang dia sudah tampan dari sononya kali...
"SASUKE-SAMA, ANDA BEGITU MEMPESONA, KYAAAA!"
Sasuke tetap berjalan lurus tanpa menoleh, hanya Sai disebelahnya yang tersenyum menanggapi para fansnya...
"SASUKE-SAMA, TERIMALAH SURATKU INI...!"
Sasuke masih cuek, Sai yang menerima surat-surat itu...
"SASUKE-SAMA, SAYA MEMBAWA BEKAL UNTUK ANDA, TOLONG DITERIMA!"
Sasuke berhenti, Sai ikut berhenti, kebingungan...
"SAYA JUGA MEMBAWA BEKAL SPESIAL BUATAN KOKI DI RUMAH UNTUK ANDA SASUKE-SAMA!"
Sasuke mulai berjalan ke arah para siswi yang barusan berteriak lalu...
"Terima kasih para nona sekalian, bekal an- maksudku anda sekalian juga sangat manis hari ini" Sasuke membalas sambil tersenyum sementara tangannya dengan cepat mengambil semua makanan yang disodorkan kepadanya sementara para siswi yang menerima senyuman Sasuke sudah bergelimpangan ria di halaman sekolah.
GUBRAAAKKKK!
Sai terjatuh dengan tidak elitnya di belakang Sasuke karena melihat temannya yang selalu OOC kalau sudah berkaitan dengan yang namanya MAKANAN.
.
.
Kyuubi dan Naruto berjalan ke arah kampus, dan kalau dibilang berjalan maksudnya memang benar-benar berjalan kaki dari APARTEMEN mereka yang berjarak 10 kilometer menuju Konoha Gakuen. Mereka berjalan kaki karena hari ini tidak menumpang mobilnya Sai dan tidak punya uang untuk membayar kereta. Akhirnya kita tahu kenapa Naruto bisa menang dalam berbagai pertandingan di seluruh penjuru Jepang, tiap hari latihan sih.
KRUUUYUUUUKKKKKK
Naruto memegangi perutnya dengan tampang memelas, "Aku laaaaaaa~paaa~rrr Kyuu-senpai" Naruto menatap Kyuubi dengan puppy eyesnya lalu mengeluh hampir menangis karena kelaparan.
Kyuubi menoleh kearah Naruto, "Jangan menatapku begitu, tidak akan mempan tahu" Kyuubi lanjut berjalan, "dan tunggu sampai jam istirahat nanti, sekarang semua orang sudah masuk kelas berhubung kita sudah terlambat setengah jam lebih sejak jam kuliah, selain itu..." pemuda bermata merah itu menatap Naruto lagi, "jangan panggil aku begitu, sekarang kita hanya berdua"
"Iya, iya, Kyuu" Naruto tersenyum singkat. Tapi tidak lama kemudia wajahnya mulai mengerut lagi, "Haahh, enaknya Gaara, dia pasti sudah ditraktir makan oleh Sasori atau Hinata, eh, tunggu dulu, jangan-jangan dia berangkat pagi-pagi bukan karena ada janji dengan dosen, tapi karena ingin ditraktir makan! Aaahh, curang!"
"Berisik! Kalau kau begitu laparnya, makan saja bekal milik Gaara itu!"
"Ah, iya juga ya, toh dia juga pasti sudah makan" jawab Naruto riang sambil melahap bekal milik Gaara.
Ketika akhirnya sudah sampai di kampus, mereka mulai berpencar, Naruto ke departemen Ekonomi, sedangkan Kyuubi ke departemen kedokteran. Kyuubi dan Gaara memang mengambil jurusan yang sama yaitu kedokteran, sedangkan Naruto sendiri ada di jurusan Ekonomi yang berseberangan dengan gedung tempat mereka kuliah.
.
.
Pukul 12.00 tepat Naruto melangkah keluar kelas dengan agak linglung, hari ini dosen yang membahas mata kuliah Ekonomi Internasional memakai bahasa Inggris di semua penjelasannya, membuat otaknya seperti diremas-remas.
"Oiii, Narutoooo!" seseorang berambut coklat jabrik memanggil Naruto keras.
"Lho, Kiba, kenapa kau ada disini, bukannya kau ada di jurusan Matematika"
"Ha ha ha" Kiba hanya tertawa ringan, tapi kemudian wajahnya memucat, "jangan ingatkan aku soal Matematika lagi, entah kenapa aku ingin muntah kalau melihat angka-angka ataupun bentuk bangun atau bentuk sudut atau...bla..bla..bla..."
Naruto tidak begitu memperhatikan Kiba yang mengoceh disebelahnya, dia sendiri sudah merasa ingin pingsan, mana bisa dia mendengarkan curhatan panjang lebar Kiba.
"Ngomong-ngomong Kiba, sebenarnya kau menemuiku untuk apa? "
Kiba nyengir lebar, "He..he.., ini kan jam istirahat, ayo kita cari Neji untuk minta traktiran"
"Eh, kenapa tidak ke Hinata-chan saja?"
"Hari ini Hinata tidak masuk, tadi aku sudah mencarinya, ayolaaahh, kita teman kan (teman sama-sama melarat maksudnya), bantu aku mencari Neji"
"Iya, iya"
.
.
Sementara itu ...
"Eh, lihat, lihat!" seorang mahasiswi bergosip dengan temannya.
"Sedang apa Gaara-kun sendirian di sana"
"Iya, lihatlah, dia menghela nafas begitu, apa Gaara-kun sedang ada masalah?"
Pemuda yang mereka gosipkan itu tengah duduk terdiam di pojokan kantin sambil menyilangkan tangannya, kadang-kadang menghela nafas.
"..."
"..."
"..."
"...aku lapar, kenapa Naruto tidak mengantar bekalku..."
.
.
.
Malamnya di apartemen...
Sasuke yang baru saja pulang dari kerja sambilannya membuka pintu apartemen dengan hati-hati karena pintunya itu hampir rubuh.
"Aku pulang"
"Haahh, Selamat datang Sasu-chan..."
Sasuke yang baru saja melepas sepatunya melongok heran ke arah Naruto di ruang makan, tidak biasanya Naruto yang cerewet itu menjawab dengan tidak semangat. Pemuda bermata onyx itu berjalan ke ruang makan dan melihat tiga orang kakaknya berkumpul, aura di sekeliling mereka terasa berat.
"Ada masalah apa ini?" Sasuke merasakan firasat tidak enak.
"...sebenarnya..." Gaara yang memulai pembicaraan,
"...mereka mengusir kita dari apartemen Sasuke-kun"
.
.
TBC
.
A/N:
Hallo para reader sekalian, saya update kilat nih, berhubung saya masih liburan dan tidak ada kerjaan, jadi saya kepikiran untuk melanjutkan fict ini saja.
Terimakasih buat sasunaru4ever, Twingwing RuRaKe, Superol, naru, Pooh, kirika runa, dan hatakehanahungry yang sudah review. Maaf saya tidak sempat membalas satu persatu karena jaringan internet di tempat saya parah banget, tapi review dari anda semua sangat berarti untuk saya, untuk chapter depan saya janji akan membalas semua review yang masuk, sekali lagi terima kasih banyak...
Untuk yang bertanya ini sasunaru atau narusasu, ini sasunaru kok, tapi tidak menutup kemungkinan adanya pair-pair sampingan, ada request? Dan untuk masalah OOC, waktu kecil Sasuke memang manis banget kan? Walau di sini memang saya membuat beberapa tokoh agak OOC, tapi saya usahakan tidak terlalu parah...
