Aku tertawa kecil melihat wajahnya yang begitu tersiksa membawa belanjaanku. Ia melirikku sinis mendengar suara tawaku.

"Katanya nggak belanja." Sasuke berujat jutek.

Iya, memang sih tadi kesepakatannya kita hanya jalan-jalan di salah satu mall di konoha. Plaza Konoha namanya. Setelah tadi kita menonton film di bisokop. Mataku tak sengaja melihat baju yang sangat lucu. Sayang kan bila di lewati? Jadinya aku belanja dan keliling mall ditemani Sasuke yang bermuka jutek.

"Nggak apa dong. Sesekali menghibur orang patah hati."

"Pulang sekarang." Ia menggeram kesal. Aku hanya memutar bola mataku sebal namun aku mengangguk, mengikuti Sasuke yang menuju parkiran.

Sesampainya di parkiran aku langsung masuk ke mobil Sasuke. Tidak peduli dengan belanjaanku tadi, biar Sasuke saja yang mengurusnya.

Aku sedangan menyalakan radio ketika Sasuke masuk ke mobil dan mendengus.

"Apa?" Tanyaku heran.

Ia tidak menjawab dan langsung menjalankan mobilnya.

Diperjalanan aku sibuk memandang jalanan dan sesekali bersenandung mengikuti alunan musik di radio.

"Sas, aku dianter pulang kan?"

"Nggak." Ia menjawab singkat tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan.

"Hah?! Serius?!" Aku membelalakkan mataku mendengar ucapannya. Sial, Sasuke.

"Serius. Turun sekarang." Ia berujar sambil menepikan mobilnya, dan shit mobilnya benar berhenti!

"Sasu, aku nggak megang uang cash!" Aku berteriak, menatapnya tak percaya.

"Nih." Ia menyodorkan uang ke depan mukaku.

Sial, dia serius nih? Mulutku menganga tak percaya.

Ia menjalankan mobilnya kemudian tersenyum tipis. "Bohong deh."

"AAA! FUCK YOU!" Aku mengumpat.

Persetan Sasuke dengan segala sifat jahilnya.

.

.

.

.

Sasuke menghentikan mobilnya di depan rumahku. Aku segera mengambil belanjaanku di kursi belakang, kemudian menatapnya.

"Sas, mampir dulu nggak?"

"Hn." Ia menjawab singkat.

Aku segera turun lalu membuka pagar rumah agar mobil Sasuke bisa masuk. Dia sibuk parkir, aku menunggunya di teras rumah, begitu dia menghampiriku aku segera masuk ke dalam disusul dia di belakangku. Ya, ini bukan kali pertama Sasuke bermain ke rumahku. Kamu bersahabat cukup lama dan Sasuke sering main ke rumahku.

Aku langsung masuk ke kamarku meletakkan belanjaan, Sasuke sedang duduk anteng di ruang tamu.

"Sasuke, kau mau minum apa?" Tanyaku dari arah dapur.

"Jus tomat." Jawabnya kalem, kemudian duduk di kursi mini bar yang berada di dapurku. Melihatku membuat jus tomat.

"Nih, udah jadi." Aku meletakkan jus tomat di hadapannya.

Ia membawanya ke ruang tamu, aku mengikutinya. Sesampainya di ruang tamu sudah ada gitar di atas sofa. Ah ya, Sasuke gemar bermain gitar.

Ia meminum jus tomatnya sedikit, kemudian mengambil gitar dan mulai memetiknya. Aku nggak tahu dia memainkan lagu apa.

Ia memetik gitarnya. Ah kayaknya aku mengetahui lagu yang dia mainkan ini.

"Saying i love you it's not the words i want to hear from you." Ia mulai bersenandung.

Aku menepuk tangan girang! Ini lagu keaukaanku!

Kemudian aku langsung mengambil alih, dan ikut bernyanyi bersamanya. Seketika kamu berduet.

Sekarang partnya Sasuke.

"What would you say, if i toke those words away," Suara Sasuke mengalun indah. Kemudia dia memberi kode agar aku yang bernyanyi.

"Then you couldn't make things new." Sekarang ia memberi kode agar kami bernyanyi bersama.

"Just by saying i love you."

Kemudian tanpa sengaja mata kami bertatapan ketika part terakhir lagu.

Well, aku tak menyangka Sasuke bisa setampan ini saat menyanyikan lagu ini. Ah ya, maksudku Sasuke memang tampan tapi aku merasa biasanya tidak setampan saat ini. Argh, bagaimana ya menjelaskannya?

Eh, tunggu.

Sial, kenapa jantung ini berdebar-debar ya. Persetan, aku tidak pernah mengalami ini saat melihat Sasuke bermain gitar. Tapi, sekarang–

Ah sial. Pasti ini karena sekarang Sasuke terlihat luar biasa tampan. Ya, pasti karena ini bukan hal lain. Santai Sakura. Santai.

"Tumben bagus."

"Sial kau." Aku melempar bantal yang berada di pelukanku ketika mendengar ejekan Sasuke. Ia dengan gesit menghindar.

"Aku pulang dulu." Ia segera bangun dari duduknya dan mengambil kunci mobil di sofa.

Aku mengantarnya sampai depan pintu. "Bye." Ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.

Yang itu sudah biasa kami lakukan.

"Ish." Aku menepis tangannya kemudian merapihkan rambut merah mudaku.

Jantung sialan. Bisakah kau berdetak dengan lebih tenang?!

.

.

.

.

Aku sedang membaca novel yang dibelikan oleh Ibuku ketika handphoneku bergetar. Aku segera mengambilnya. Ah, ada line dari Sasuke.

Sasu Ayam: Gulali, jangan galau lg.

Aku tersenyum melihat Line darinya. Kemudian dengan cepat membalasnya.

Sakura: tidak akan. Ada pangeran ayam yang menghiburku!:b

Sasu Ayam: hn. Tidur sekarang.

Aku melirik jam yang berada di dinding kamar. Whoops, sudah jam sebelas malam. Kalau tidak tidur sekarang bisa-bisa aku telat masuk sekolah besok.

Sakura: baiklah. Night sasuuuu-nyan!:3

Sasuke: Night, Sakura.

Oke. Ini juga hal yang biasa kami lakukan selama satu tahun terakhir ini. Tapi, kenapa jantung sialan ini berdebar kencang.

Oh hai! Mungkin dari kalian bertanya siapa aku? Siapa Sasuke? Apa hubunganku dengannya?

Oke, akan aku jawab pertanyaan kalian secara singkat karena sudah malam. Namaku Haruno Sakura. Aku seorang siswi Leaf High School. Satu dari 5 sekolah bagus di Konoha. Aku mempunyai sahabat bernama Sasuke Uchiha. Aku jurusan IPS dia pun sama. Kami hanya beda kelas.

Aku dan Sasuke sudah bersahabat sejak awal masuk sekolah. Kami telat bersama, dan di hukum bersama. Mulai dari situ kami jadi dekat. Sasuke adalah sahabat terbaikku! Aku tidak pernah meragukan itu. Kami saling berbagi cerita. Meskipun aku yang dominan bercerita sih.

Awal kelas satu, kami sekelas. Sasuke mempunyai pacar yang cantiik sekali bernama Mei Terumi. Mereka bisa pacaran berkatku. Yeah, Sasuke harus berterimakasih akan itu. Hubungan mereka tidak bertahan lama hanya lima bulan saja. Yah, wajar sih Sasuke adalah tipe yang cepat bosan. Untung persahabatan kami tidak kandas secepat itu.

Sedangkan aku, awal kelas satu aku berpacaran dengan kakak kelas maniak anjing. Iya, Kiba.

Well, kami hanya sekedar sahabat. Saling menyayangi sebagai sahabat. Tidak lebih. Kami juga saling mendukung hubungan masing-masing. Tidak ada saling cemburu.

Motto kami adalah, sahabat sampai mati.

Ya, ya. Aku tahu, itu motto yang aku buat sendiri. Ketika aku bilang ke Sasuke dia hanya mendengus mendengar motto yang kubuat.

Woah! Sudah jam setengah dua belas. Sial, sepertinya aku besok benar-benar akan kesiangan. Aku tidur dulu sekarang.

Good night!

.

.

.

.

.

To be continued

.

.

.

.

.

author notes:

Halo saya balik lagi. Lol. Cepet kan updatenya. Masih permulaan masih kalem belum ada konfliknya:D

Oke segitu ajaaa... Review ya! Review kalian adalah penyemangat saya:*

Oh ya maaf bila banyak typo. Saya upload pakai hp. Nanti akan saya koreksi kalo udah on via laptop.

Depok, 10 Juli 2016

Izuyume