Chapter 2


Cast : Cho Kyuhyun, Park Jung soo, Kim Heechul, Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Choi Siwon, Lee Sungmin, Shim Changmin and other's.

Genre : Brothership and Friendship

Rate : T

Disclaimer : Hanya nama dan tokoh saja yang pinjaman.

Warning : Typo(s) bertebaran, No Bash, No Plagiat and Don't Like Don't Raed.

Summary : Hanya impian Cho Kyuhyun yang sangat menginginkan memiliki Hyung, menggantikan hyung yang meninggalkannya. Namun bagaimana jadinya jika ternyata keinginananya terwujud tetapi hyungnya tidak mau menerimanya? Akankah dia bisa bertahan atau mencoba mancari orang lain yang mau menyayanginya?

Happy reading!


Kyuhyun duduk di bawah pohon dekat sebuah bangunan tua. Dari tempat dia duduk sekarang, bisa terlihat beberapa anak laki-laki yang sedang bermain bola di lapangan yang tidak terlalu besar. Melihat anak-anak itu bermain dan tertawa bersama membuat hatinya semakin sedih. Sedih ketika teringat bagaimana perlakuan hyung-hyungnya terhadapnya. Tiba-tiba dia teringat masa kecilnya dulu bersama hyungnya yang selalu memanjakannya.

"Kyunie sedang apa?" Kyuhyun kecil saat itu mengalihkan perhatiannya dari buku-buku yang dia pegang ketika mendapati hyungnya menghampirinya.

"Kyu cedang menggambal," jawab Kyuhyun sambil kembali focus pada kertas dan pinsil berwarnanya.

"Gambar apa itu?"

"Minie hyung tidak tahu? Ini gambal appa, eomma, hyung dan juga Kyunie." Sungmin, hyung dari Kyuhyun hanya bisa menahan tawanya ketika melihat hasil gambaran adiknya.

"Kyu, tapi kenapa bulat-bulat seperti ini?" tanya Sungmin masih mencoba menahan tawanya, karena takut adik kecilnya akan menangis.

"Omo, Kyunie lupa membuat tangan dan kakinya." Tawa yang sedari tadi Sungmin tahan akhirnya meledak juga. Walaupun mata Kyuhyun sudah berkaca-kaca tapi Sungmin belum bisa juga menghentikan tawanya. Ini lah yang Sungmin sukai dari Kyuhyun, segala tingkahnya selalu bisa membuat Sungmin tersenyum dan tertawa. Adiknya yang masih berumur empat tahun ini begiu lucu dan menggemaskan, jadi dia tidak pernah merasa sepi walaupun orang tuanya sibuk bekerja.

"Hyung tidak cuka gambal Kyu? Gambal Kyu jelek?" tanya Kyuhyun sambil menangis sesenggukan.

"Aigoo, siapa bilang hyung tidak suka. Gambar ini nanti akan hyung pasang di kamar hyung."

"Jeongmal?" mata Kyuhyun langsung berbinar karena hasil jerih payahnya akan di pampangkan di kamar hyungnya.

"Ne, Kyunie boleh menggambar lebih banyak lagi."

Lamunan Kyuhyun terhenti ketika seorang anak laki-laki berteriak ke arahnya untuk mengambilkan bola yang menggelinding tepat di dekat kakinya. Kyuhyun bangun dari duduknya dan melempar bola itu ke arah anak yang kira-kira juga seusia dengannya.

Beberapa menit kemudian, anak laki-laki yang tadi meminta di ambilkan bolanya berjalan ke arahnya. Sepertinya mereka sudah menyelesaikan permainan bolanya karena hanya tinggal beberapa anak saja yang tersisa di lapangan.

"Kenapa kau duduk sendirian di sini?" tanya anak itu sambil mendudukkan dirinya di dekat Kyuhyun yang hanya diam saja sambil terus memperhatikan anak laki-laki yang memiliki mata bambi itu.

"Kenapa kau diam saja? Ada yang aneh dengan wajahku?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum karena ekspresi anak yang di sampingnya itu lucu menurutnya.

"Changmin, ternyata kau di sini. Maaf aku lama menjemputmu, karena kuda bodoh ini lambat seperti perempuan."

"Yak, berhentilah memanggilku kuda. Dasar beruang!"

"Hyung tidak bisakah kalian tidak bertengkar sehari saja?" anak laki-laki yang sedari tadi duduk di samping Kyuhyun yang ternyata bernama Changmin memandang jengah dua orang yang selalu bertengkar seperti anak kecil. Sedangkan Kyuhyun hanya diam sambil memandang tiga orang yang tidak dia kenal itu bergantian.

"Min, itu temanmu? Kenapa diam saja?" tanya Yunho, hyung dari Changmin.

"Ne, dia temanku hyung. Maniskan?" Kyuhyun tertegun mendengar jawaban Changmin, bukan karena dia yang nyatanya seorang namja di katakan manis tapi karena Changmin mengatakan kalau dia temannya. Sedangkan mereka baru kali ini bertemu dan belum berkenalan.

"Benarkah? Tapi kenapa kau tidak pernah membawa ke rumah Min?" tanya Siwon, sahabat Yunho.

"Kami baru bertemu di sini hyung," jawab Changmin dengan senyum lima jarinya. Namun senyum Changmin langsung menghilang ketika melihat kerah kemeja bagian belakang yang Kyuhyun kenakan. "Omo, ada apa dengan kepalamu? Kau berdarah?" tak ayal Yunho dan Siwon pun terkejut dan mencoba melihat kepala Kyuhyun bagian belakang. Sedangkan Kyuhyun hanya diam, dia memang merasakan kepalanya pusing dan berdenyut sedari tadi. Tapi dia tidak tahu kalau kepalanya menjadi berdarah karena Heechul mendorongnya tadi.

"Ya, kenapa kau diam saja? Kenapa tidak kau obati?" entah kenapa, Changmin jadi khawatir melihat orang yang sampai saat ini tidak di ketahui namanya itu terluka.

"Luka ini harus segera di obati." Siwon memncoba mendekati Kyuhyun yang lagi-lagi hanya diam dan menundukkan kepalanya.

"Hyung kita obati di rumah saja, setelah itu kita antar dia pulang." Yunho langsung mengangguk mendengar ucapan adiknya. Karena rumahnya yang paling dekat dari sini jika di bandingkan dengan rumah Siwon. tanpa persetujuan dari Kyuhyun, Changmin langsung menarik tangannya ke arah mobil yang di parkirkan hyungnya tidak jauh dari lapangan.

.

.

"Kalian bisa jelaskan ini?" tanya Leeteuk geram karena dari tadi sama sekali tidak ada respon yang berarti dari kedua adiknya. Bahkan Heechul sudah duduk terpekur dengan pandangan kosong.

"Kau khawatir hyung?" tanya Heechul dengan tatapan yang berganti dengan tajam.

"Bagaimana aku tidak khawatir. Anak itu tidak tahu arah, Chullie-ya."

"Itu karena dia yang diam saja saat aku bertanya. Kalau dia mau menjawab tentu kami tidak akan seperti ini," bentak Heechul yang langsung meninggalkan ruang tamu. Namun dia berhenti ketika akan menaiki tangga. "Dia pasti tidak jauh dari sini, dia akan pulang."

Leeteuk hanya mampu mengusap wajahnya kasar menghadapi sikap keras kepala Heechul. Yang ada di fikirannya sekarang di mana Kyuhyun dan bagaimana kalau appa dan eommanya tahu Kyuhyun pergi.

"Kau sama seperti appa hyung. Kalian berdua lebih memikirkan dia dari pada aku." Lagi-lagi Leeteuk di tinggal sendiri di ruang tamu dengan segala pemikirannya. Dia tahu Donghae merasa cemburu karena appanya lebih memperhatikan Kyuhyun. Tapi saat ini dia mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun yang terluka dan di tambah adik tirinya itu tidak tahu arah jalan. Tidak ada niatnya untuk memilih antara Kyuhyun dan Donghae, karena pada kenyataannya dia juga belum bisa menerima Kyuhyun sepenuhnya.

Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, Leeteuk berjalan keluar mencoba mencari keberadaan Kyuhyun, karena langit sudah mulai gelap.

.

.

Siwon, Yunho dan Changmin duduk di sofa sambil memperhatikan maid yang sedang mengobati luka di kepala Kyuhyun. Setelah maid itu pergi, Changmin menggeser duduknya mendekati Kyuhyun.

"Apa itu sakit?" tanya Changmin yang di jawabi anggukan kepala oleh Kyuhyun dengan menggembungkan pipinya saat meraba ada perban di kepalanya.

Siwon tersekiap melihat ekspresi Kyuhyun yang menurutnya menggemaskan dan langusng menarik pipi Kyuhyun dengan gemas yang membuat empunyamemajukan bibirnya beberapa senti. "Aigoo, kau lucu sekali." Siwon memandangi Kyuhyun dengan mata berbinar seolah-olah Kyuhyun adalah boneka.

"Tapi kenapa sedari tadi kau diam saja? Kami belum tahu namamu." Yunho yang sedari tadi memperhatikan tiga makhluk yang ada di rumahnya akhirnya mengeluarkan suaranya.

"ah benar. Kami belum tahu namamu. Kalau aku si tampan Changmin. Yang ini hyungku Yunho dan yang ini Siwon hyung." Changmin menunjuk Yunho dan Siwon bergantian yang membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Sekarang giliranmu," lanjut Changmin.

Ekspresi yang sedari tadi membuat Siwon merasa gemas berubah menjadi sendu. Kyuhyun lagi-lagi menundukkan kepalanya sambil memainkan jari-jari tangannya. "Kau tidak bisa berbiara?" tanya Siwon hati-hati takut menyinggung perasaan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat kepalanya perlahan menoleh ke arah Siwon yang duduk di sisi kirinya. Dengan ragu Kyuhyun mengangukkan kepalanya lagi sebagai jawaban 'iya'yang membuat mereka menahan nafas sesaat karena terkejut. Tiba-tiba Siwon membawa tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya sambil mengusap pungggung Kyuhyun perlahan. Mata Kyuhyun berkaca-kaca mendapat perlakuan Siwon. rasanya seperti berada di pelukan hyungnya, Sungmin. Pelukan yang selama sepuluh tahun ini tidak pernah Kyuhyun rasakan lagi. Sebuah pelukan yang membuat hatinya merasa menghangat dan merasa saat ini dia di anggap keberadaanya, tidak seperti yang lainnya.

Yunho tersenyum melihat Siwon yang memperlakukan Kyuhyun seperti adiknya sendiri, karena selama ini Siwon selalu mengeluh kesepian karena dia anak tunggal.

"Tidak apa-apa kalau kau tidak bisa berbicara. Tapi kau bisa menulisnya kan? hyung ingin tahu namamu," tanya dan ucap Siwon sambil tersenyum setelah melepas pelukannya. Setelah mendapati anggukan dari Kyuhyun, dengan semangat Changmin langsung berlari mengambil kertas dan pena karena dia ingin mengetahui nama anak laki-laki yang baru di temuinya tadi sore.

"Namamu Kyuhyun?" tanya Changmin setelah Kyuhyun selesai menuliskan namanya. "Berapa usiamu?" tanya Changmin lagi. "Waaaaahh usia kita sama." Changmin langsung berteriak senang dan refleks memeluk Kyuhyun dengan erat yang membuat Kyuhyun kesulitan bernafas.

"Yak, kau membuatnya tidak bisa bernafas." Siwon mencoba melepaskan pelukan Changmin dari Kyuhyun yang duduk di sisi kanan Kyuhyun yang langsung membauat Changmin merengut sebal.

"Kau menyebalkan hyung." Yunho terkekeh melihat adiknya merajuk.

"Kau tidak pantas memasang wajah seperti itu Minie, kalau Kyuhyun akan terlihat imut tapi kau terlihat aneh." Bukannya membantu, Yunho malah mengganggu adiknya yang di sambut tawa keras dari sahabatnya. Tapi lagi-lagi suasana kembali hening ketika mendapati mata Kyuhyun yang berkaca-kaca.

Mendengar Yunho menanggil Changmin dengan sebutan Minie, membuatnya mengingat hyungnya Sungmin yang selalu dia panggil dengan Minie. Rasa rindu yang tadi sudah bisa dia sembunyikan kini kembali membuncah ketika mendengar nama panggilan yang sama. Sebuah nama yang sampai saat ini sama sekali tidak pernah Kyuhyun lupakan.

Changmin mengalihkan perhatian Kyuhyun dengan mengajaknya bermain PS. Changmin tidak tahu kenapa Kyuhyun tiba-tiba bersedih, tapi karena mereka baru kenal dan merasa tidak pantas jika bertanya terlalu jauh akhirnya Changmin membuat Kyuhyun menyibukkan diri dengan bermain.

Suasana yang tadi sempat sepi kini manjadi ramai karena pertandingan Kyuhyun dan Changmin. Siwon dan Yunho meramaikan suasana dengan memberi dukungan untuk jarang Changmin akan berteriak kesal karena Kyuhyun selalu bisa mengalahkannya. Baru kali ini Changmin bertemu dengan lawan yang handal. Karena selama ini yang menjadi lawannya akan kalah dalam waktu lima menit. Sedangkan Kyuhyun dengan santainya bisa mengalahkannya.

"Yak, mengalah lah sedikit untukku. Kalau kau menang terus kapan aku menangnya." Kyuhyun tersenyum lebar mendengar keluhan Changmin, tapi bukannya mengalah Kyuhyun langsung mengalahkan jagoan Changmin dan menjulurkan lidahnya ke arahnya.

"Kyu,bagaimana kalau malam ini kau menginap di sini saja?" sepertinya Changmin senang berteman dengan Kyuhyun walau setiap ucapan dan pertanyaannya hanya bisa Kyuhyun jawab dengan senyum, gelengan atau anggukan.

"Tidak, tidak, tidak,. Kyu menginap di tempat hyung saja? Kalau di sini tidak akan bisa tidur karena Changmin tidur mendengkur seperti kerbau," gurau Siwon, namun dia serius dengan perkataanya yang mengajak Kyuhyun menginap di rumahnya. Kalau perlu sekalian Kyuhyun tinggal bersamanya.

"Apa kalian lupa dia juga punya rumah sendiri?" tanya Yunho. Bukan maksudnya tidak mengizinkan Kyuhyun untuk menginap, hanya saja dia berfikir keluarganya pasti akan khawaitr mencarinya. Mendengar pernyataan Yunho membuat Changmin dan Siwon menghela nafas. Mereka juga sadar, keluarga Kyuhyun pasti akan khawatir kalau Kyuhyun tidak pulang.

.

.

Leeteuk mengacak rambutnya frustasi karena sudah berjam-jam mencari keberadaan Kyuhyun tapi belum juga menemukannya. Tak berapa lama Leeteuk berjalan ke arah pintu karena mendengar bunyi bel rumah mereka.

"Permisi tuan, ini ada kiriman. Mohon di tanda tangani di sini," ucap seorang laki-laki berseragam yang sepertinya petugas pengantar paket. Setelah Leeteuk menandatangi kertas itu, beberapa petugas lainnya membawa sebuah akuarium berukuran sedang yang membuat mata Donghae terbelalak lebar. Isi akuarium itu adalah ikan-ikan kecil yang menjadi hewan favorite Donghae.

"Permisi tuan, tadi Nyonya besar menghubungi. Katanya akuarium itu di pesan khusus untuk tuan muda Donghae," ucap salah seorang maid.

"Untukku?" tanya Donghae.

"Ne tuan."

"Kau lihat itu Hae-ya, eomma bahkan memberikan hadiah untukmu. Jadi bisa kau jelaskan kepada eomma dan appa kemana Kyuhyun pergi?"

Donghae menundukkan kepalanya karena jika appa dan eommanya tahu, Donghae juga tidak akan tahu akan menjawab apa. Lagi-lagi bel rumah mereka berrbunyi yang mau tidak mau membuat Leeteuk kembali beranjak ke arah pintu.

"Annyaeong haseyo halmonie," sapa Leeteuk ketika melihat seorang wanita yang sudah berusia lanjut beridiri di depan pintu rumahnya. "Halmonie ingin mencari siapa?" tanya Leeteuk sopan.

"Aku ingin menemui cucuku, Kyuhyun. Apa dia ada di rumah? Eomma kalian mengatakan Kyuhyun di tinggal bersama kalian."

"ah i-itu…itu Kyuhyun sedang di rumah temannya halmonie." Bohong Leeteuk dengan gugupnya. Karena tidak mungkin dia mengatakan Kyuhyun pergi dari rumah.

"Ahh benarkah? Kyuhyun punya teman?" tanya nenek Kyuhyun dengan wajah berserinya. Rasanya sudah sangat lama tidak mendapati cucu satu-satunya memiliki teman. Karena selama ini Kyuhyun banyak menghabiskan waktuny di dalam rumah. Membayangkan cucunya mimiliki teman tak ayal membuat matanya sedikit berkaca-kaca karena terharu.

"Ne halmonie," jawab Leeteuk sedikit ragu karena sudah berbohong.

"Baiklah. Kalau begitu serahkan saja ini pada Kyuhyun." Nenek Kyuhyun menyerahkan sebuah buku lengkap dengan pinsil berwarnanya. "waktu dia berkunjung kerumah beberapa waktu lalu, sepertinya dia melupakan buku ini. Sepertinya buku ini sangat penting untuknya."

Setelah wanita lanjut usia itu sudah pamit pulang, Leeteuk masih berdiri di ruang tengah dengan memandangi buku yang berada di tangannya. Karena penasaran, Donghae yang sedari tadi memperhatikan Leeteuk akhirnya mendekat dan ikut melihat buku yang di tangan hyungnya. Entah dorongan dari mana, perlahan tangan Leeteuk membuka buku Kyuhyun pada lembaran pertama.

Pada lembaran pertama, terlihat gambar empat orang yang mereka yakini adalah Kyuhyun dan orang tuanya, sedangkan mereka tidak tahu siapa gambar anak laki-laki yang berada di samping Kyuhyun yang menggenggam tangannya.

Di lembar kedua terlihat tulisan tangan Kyuhyun.

"Minie hyung, bogoshippo. Kenapa hyung meninggalkan Kyunie sendiri? Kyu ingin ikut hyung, di sini Kyu sendirian.

Hyung kenapa ingkar janji, bukanlah hyung dulu pernah mengatakan hyung akan selalu menemani Kyu?"

Di lembar yang ketiga hanya ada sebuah gambar dua orang anak laki-laki yang mereka yakini itu hyung yang Kyuhyun maksud. Tangan Leeteuk beralih ke lembaran selanjutnya yang membuat Donghae langsung mengeluarkan air matanya.

TBC

.

.

Apa yang ada pada lembaran ke empat sampai membuat Donghae menangis?

Sudah terjawab Kyuhyun tidak bisu, tapi kenapa selama ini Kyuhyun tidak bisa berbicara?

Kemana Sungmin?

Untuk tahu jawabannya, ada di chapter depan.

dan juga untuk semua pertanyaan yang belum terjawab ada di chapter depan. kkkkkkk


Aah sepertinya update kecepatan.

Baguskah? Atau buruk? kkkkkk

Terima kasih untuk semua yang mau baca dan review ff ini. Dan terima kasih juga untuk yang mau ikuti kelanjutan ff abal-abal ini. Maaf kalau alur kecepatan atau banyak typo. Karena ini sama sekali tidak di edit.

Sampai bertemu di chapter selanjutnya.

RnR Please!