Akhirnya,,, chapter 2 usai….

The day you went away

Chapter 2.

Rate T, disclaimer oleh MK

By : rizhan

Pair : sasofemnaru, sasufemnaru

"aku yang akan memilih karena aku yang tau seluk-beluk masing-masing dari kalian. jangan ada yang membantah, atau kalian kurekomendasikan untuk menjadi asisten guy sensei." para siswa-siswi menatap horor shion. mereka tidak menyangka ketua mereka sangat sangat sadis.

"untuk basket putri, kupilih sakura, matsuri, ino, ... bla,bla,bla" ucap shion. "untuk penyanyinya aku pilih...

Shion diam sejenak sembari memandang satu persatu teman sekelasnya. "aku pilih naru, hinata, dan gaara." Lanjutnya.

"APAAAA?" ucap (atau lebihlengkapnya teriak) naru dan hinata. Sedangkan gaara hanya memalingkan muka kejendela.

Braakkkk,,,, "oh my lord…. Atas dasar apa kau memilih aku?" ucap naru setelah menggebrak meja berkata dengan lantangnya sambil menunjuk kearah shion. Sedang gaara yang duduk disebelah naru pun hanya bisa mendengus dan menutupi telinganya. Mungkin takut gendang telinganya pecah. (?).

"kau meragukan kemampuanku menganalisa teman-teman sekelas he? Aku tau kau bisa menyanyi. Yahhhhh, meskipun kau cuman menyenandungkan lagu lewat gumaman saat kau mendengarkan mp3."lanjut shion dengan santainya.

Gaara hanya bisa menarik rambut kuncir sepunggung naru (disini rambut naru modelnya dikuncir seperti itachi hanya saja sedikit lebih panjang) agar naru bisa duduk. Mendeathglarenya agar tidak menolak titah sang ketua kelas (lho?).

"atau kau mau taruhan denganku?"sambung shion.

"taruhan?"naru mengernyitkan alisnya tanda dia bingung atas perkataan yang dilontarkan shion.

"yapz… atau kau takut?" tantang shion.

"taruhan apa?"

"kalau kau menang dalam lomba itu, min juara 3, kau harus membawakanku makan siang selama 1 minggu, juara 2 makan siang 2 minggu, dan juara 1, kau bawakan aku makan siang selama 1 bulan. Dan jika kau kalah, kau harus membawa seiran, siswi kelas 7-1 yang CULUN itu kedepan kelas INI, san menciumnya tanpa perlawanan." Shion menyeringai melihat expresi naru yang berubah ketika mendengarkan ucapannya.

Naru POV

'ini gila….. bagaimanapun membawakannya bekal lebih baik dari mencium gadis culun itu disini… oh my lord,,, mimpi apa aku semalam? Hingga si shion centil itu menunjukku mewakili kelas? WTF? Ini benar-benar gila' inner naru.

"kau takut he?" ucap shion menyadarkan ocehan-dalam-hati-naru.

"tidak… untuk apa takut?" ucapku.

"baiklah, kau-benar-benar-tidak-akan-mundur-kan?" kata shion meremehkan.

"tentu saja tidak. Aku NAMIKAZE NARUTO, tidak akan menarik kembali kata-kataku. Ingat itu." Balasku lantang. 'Ya tuhan….. apalagi yang telah aku ucapkan? Tidak! Seharusnya aku tidak membantah tadi. Oh my lord, aku benar-benar lupa jika ketua kelasku satu ini tidak bisa dibantah. Apalagi sampai menolak keinginannya. Mati aku….' Batinku.

"ok. Kupegang ucapanmu." Kata shion sambil tersenyum, atau menyeringai lebih tepat?

"kau bisa percaya padaku" entahlah, yang kulihat tadi shion tersenyum atau menyeringai? Sial untukku…. CATAT! Sial yang ditujukan kepadaku gara-gara ulahku sendiri. Huft….

Naru end POV

Naru melangkah gontai menuju rumahnya, dia tak habis fikir, entah apa alasannya shion menunjuk dirinya untuk tampil mewakili kelas yang dia cintai, sayangi, dan kasihi itu.(?)

Clikkkkk…..

Lamunan naru terhenti tatkala sebuah sms masuk kehpnya.

From : teme-sensei

Apa kau ingin membuatku kering karna menunggu kau pulang, baka-dobe?

Sms dari guru lesnya membuat naru membulatkan matanya. Dia lupa, atau bahkan benar-benar lupa jika hari ini adalah jadwal les mtk dirumahnya. Fikirannya melayang kewajah stoic beriris onyx berambut pantat ayam a.k.a sasuke.

Secepat kilat(majas hiperbola) naru melangkahkan kakinya menuju kediaman satu-satunya. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya akibat berlari ditambah membayangkan wajah murka sang sensei.

"tadaima….." seketika naru menerobos pintu masuk dirumahnya dan langsung melesat menuju kamar yang ia tempati. Untunglah, ayah dan ibunya sedang berada diluar kota mengurus cabang perusahaan dan pembantunya sedang istirahat.

Braakkkkk…. Pelaku hanya nyengir kuda yang tanpa rasa bersalahnya telah membanting pintu kamar. Sedangkan makhluk briris onyx yang sedang asyik tiduran dikasur naru hanya mengernyit dan membuka sebelah matanya.

"gomenasai teme-sensei… tadi ada rapat dadakan sehingga pulangnya telat. Hehehehehe…" naru nyengir dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

"Hn, dobe" pemilik trademark hn ini hanya duduk dan menyerahkan beberapa lembar kertas berisi tulisan kepada makhluk beriris kuning yang tadi mengganggu tidur siangnya.(nah… lho?)

"ano…. Sensei, bukan kah baru kemarin kau memberikan soal kepadaku? Dan seharusnya sekarang waktunya materi?"naru menatap horror kertas yang bertuliskan berpuluh-puluh soal matematika yang dipegangnya.

"hn" naru geram,,, bukan jawaban itu yang diinginkannya atas pertanyaan yang ia lontarkan tadi.

"TEME-SENSEI… AKU BUTUH JAWABAN YANG LOGIS" naru menggeram menahan marahnya.

"sebentar lagi kau uas. Kerjakan saja dan tanyakan jika tidak ada yang kau mengerti." Sasuke kembali merebahkan dirinya dan menatap kejendala disebelah tampat tidurnya. Memang, kamar naru didesain sedemikian rupa agar tempat tidur dan jendelanya berdekatan. Hal ini dikarenakan naru yang slalu ingin menatap langit malam menjelang tidurnya.

Perlahan sasuke melirik kaca jendela yang terbuka sedikit dan menampakkan bayangan naru yang sedang melangkahkan kakinya ke meja belajar dan mulai mengerjakan soal yang diberikannya tadi. Sasuke tersenyum tipis melihat tingkah siswi yang 2 tahun lebih muda darinya itu. Baginya, melihat expresi naru yang berubah-ubah itu memberikan kesan tersendiri dihatinya.

Sasuke mulai memejamkan mata lagi, ingatannya kembali mengulang kejadian 1 tahun lalu dikediaman ayahnya.

FLASHBACK ON.

Sasuke menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ada diruang kerja ayahnya. Dia tak habis fikir, sangat tidak biasa ayahnya-uchiha fugaku- memanggilnya seformal ini. Pastilah ada hal serius yang ingin dibicarakan dengannya. Entah apa itu. Namun rasa penasarannya tertutupi wajah stoic khas uchiha yang diturunkan oleh ayahnya.

"ehemm"fugaku membuyarkan lamunan sasuke dan muncul dari pintu ruang kerjanya dengan membawa dua gelas kopi. "minumlah, sebentar lagi ada yang perlu ayah bicarakan denganmu."ucapnya sambil menyodorkan satu gelas kopi yang tadi dibawanya kehadapan sang putra.

"ayah dan ibu telah menjodohkanmu dengan putri rekan ayah sejak kau berumur 2 tahun." Bruusssshhhhh. Perkataan fugaku sukses membuat sasuke yang sedang menikmati kopinya tersendak mendadak.

"apa-apaan ini? J-E-L-A-S-K-A-N" sasuke geram. Ternyata ini yang ayahnya ingin bicarakan.

"ayah dan ibu dulu telah sepakat, jika kami memiliki anak laki-laki dan mereka-orang tua perempuan yang dijodohkan dengan sasuke-memiliki anak perempuan, kami akan menjodohkannya."ucap fugaku sambil menyeruput kopi miliknya.

"tapi, bukankah masih ada aniki?"

"memang benar, tapi anikimu dan dia terpaut jarak yang cukup jauh. Dan yang memiliki jarak yang cukup dekat adalah kau. Jika itachi-aniki sasuke-yang kami jodohkan, mereka akan terlihat lebih cocok jika status mereka kakak-adik. Bukan sepasang kekasih."

"tapi…"

"aku ingin kau mendengarkan penjelasanku secara rinci, bukan memotong perkataan seperti ini" fugaku mengambil nafas sejenak, sedang sasuke menundukkan wajahnya." Wanita itu bernama namikaze naru. Dia belum diberitau tentang perjodohan ini. Minato dan kushina-orang tua naru-tidak ingin memaksakan dirimu untuk menyetujuinya secara langsung. Tapi mereka ingin kau dan putrinya saling dekat satu sama lain dan memutuskan akan menerima pertungan ini dengan senang hati atau malah menolaknya.."fugaku menyeruput kopinya dan melanjutkan pembicaraan" dengan cara kau menjadi guru les privat naru-chan. Kami telah menetapkannya dan mulai minggu depan kau sudah bisa mengajarnya."

Sasuke menghela nafas. Ingin rasanya ia berontak. Tapi ia lebih memilih diam dan menuruti perkataan orang yang paling dihormati setelah ibunya itu. Rasa kecewa hinggap dihatinya setelah mendengar keputusan sepihak itu. Namun apa daya. Mundur pun sudah tak bisa.

FLASHBACK OFF

'ayah, aku rasa,, aku telah memahami satu rasa lagi selain rasa kecewa atasmu waktu itu.'batin sasuke.

TBC

Ne….. minna. Mohon reviewnya untuk lanjut ke chapter depan ea….

Review please…..