Penjelasan:

Readers-nim i've warned you guys that this story (Dead Leaves) is complicated one and might have been confusing a lot lot. Dan ya, ternyata memang membingungkan. Benar-benar membingungkan hahaha. Maafin aku ya?

Jadi, aku di sini ceritanya mau ngasih sedikit penjelasan. Well, kayaknya sih nggak bakal sesedikit itu. Tapi aku berharap semoga ini bisa membantu para readers supaya lebih mudah menangkap maksud dari cerita ini.

Oke, straight to the point (kayaknya aku harus bikin note penjelasan di ceritaku yang lainnya juga)

Dead Leaves terdiri dari empat bagian (Satu, Dua, Tiga, dan Empat). Dan di masing-masing bagian, ada cuplikan kisah yang berhuruf tegak dan ada juga yang miring. Biasanya huruf miring itu digunakan dalam fanfiksi sebagai kilas balik (flashback), tapi di cerita ini, huruf miring dan tegak itu punya makna yang berbeda.

Ingat footnote di akhir cerita yang kutulis?

SATU—Cuplikan yang ditulis MIRING adalah REALITA

DUA—Cuplikan yang ditulis MIRING adalah REALITA

TIGA—Cuplikan di bagian tiga SEMUANYA FATAMORGANA

EMPAT—Cuplikan yang ditulis MIRING FATAMORGANA

.

.

Baiklah, markibas alias mari kita bahas satu per satu:

SATU—Cuplikan yang ditulis MIRING adalah REALITA

Bagian satu, dimulai dari latarnya yang seolah-olah apartemen kan? Seolah Jungkook mau berangkat kerja. Betul sekali. Seolah dia mau pamitan sama kekasih tercintanya alias Park Jimin. Tapi pada kenyataannya semua itu palsu.

Intinya di bagian satu itu semua cuplikan kisah yang ditulis pake huruf tegak itu tidak nyata. Aku tegaskan sekali lagi kalau semua yang hurufnya tegak di bagian satu itu semuanya hanya imajinasinya Jungkook aja.

Nah, tulisan yang dicetak miring itu baru realita. Kisah yang dimulai dari:

Jeon Jungkook, pemuda tanggung berusia empat belas tahun yang merasa hidupnya begitu membosankan, terlalu membosankan malah. Tinggal di Busan bersama Jeon Wonwoo, satu-satunya kakak lelaki yang usianya dua tahun lebih tua darinya. Orang tua mereka sudah lama tinggal di Jepang untuk bekerja sejak Jungkook menginjak usia lima tahun.

Sampai bagian:

"Huft, semakin lama semakin genit saja bocah satu itu. Dia pasti ketularan genitnya Seokmin. Eh, apa dia sedang jatuh cinta ya omong-omong? Kalau iya dengan siapa ya?" Jimin benar-benar tidak peka.

Nah itu baru kenyataan.

Jadi, adegan Jungkook jadi head supervisor dan Jungkook yang ketemu dokter Jung sama Kim Seokjin itu hanyalah bayang-bayang semu alias ilusi semata.

.

.

DUA—Cuplikan yang ditulis MIRING adalah REALITA

Sehingga semua kisah yang ditulis dengan huruf tegak itu hanya ilusi atau fatamorgana. Jadi, Jungkook nggak pernah mergokin VMIN making out di ruang tengah kediaman keluarga Park. Yang artinya, nggak pernah ada drama kejar-kejaran ala film India antara VMINKOOK ya? Dan Jimin nggak pernah mati ketabrak mobil.

Adegan di kamar Rumah Sakit yang Jungkook ketemu Dr Jung sama perawat Kim juga tidak nyata. Di situ diceritakan seolah Jungkook itu pasien yang kena gangguan jiwa plus hilang ingatan? Nah, semua kisah itu hanyalah fatamorganteng. (Karena Fatamorganas itu udah mainstream please. Jadi, Fata lebih ganteng bukan Fata lebih ganas). Oke, aku cuma ngocol, jangan dibawa serius.

Dan di bagian akhir bagian kedua, Jungkook melihat sosok Park Jimin kan? NO, itu bukan Jimin tapi Yoongi. Di sini poin kunci yang mulai berkaitan dengan mitos si putih min.

.

.

TIGA—Cuplikan di bagian tiga SEMUANYA FATAMORGANA

Oke, kayaknya semuanya udah jelas ya? Semua yang tersaji di bagian tiga itu hanya imajinasinya Jungkook aja. Kalo ada yang mau tanya sesuatu tentang bagian tiga PM aja. Tapi biasanya PM-ku itu rusak dan suka nggak terkirim pesannya (peace).

Jadi, enggak ada ceritanya si Jungkook disiksa sama Min Yoongi karena itu cuma mimpi. Dan Jungkook tentunya nggak disuntik mati sama Dr Jung. Tidak ada perkelahian antara Taehyung dan Jungkook. Karena semua itu hanyalah bayang-bayang semu.

.

.

EMPAT—Cuplikan yang ditulis MIRING FATAMORGANA

Di sini baru deh kisah yang ditulis tegak itu realita. (Btw, itu temen-temen Jungkook ada Seokmin, Mingyu, Minghao, Eunwoo, Jaehyun aku tulis sebelum Jungkook nulis thanks to 97z squad di album YNWA loh—ya, ampun kayak dream comes true ya? Semoga Juki bisa temenan juga sama si Juned dan Dongyuk iKON).

Dan tulisan yang miring itu cumi aka cuma mimpi. Karena Jungkook, Jimin, Taehyung itu pada ketiduran pas didongenin Hoseok kan?

Terus kisah ini berakhir ketika lampu mati dan Jungkook ketawa kayak maniak. Dia pegang pisau dapur dan crash! Menggorok lehernya sendiri sampai akhirnya mati dan Jimin teriak.

Sehingga kesimpulannya, karakter yang tewas di cerita ini adalah Jeon Wonwoo ketika mendaki gunung (tapi nggak melewati lembah karena Wonwoo bukan ninja Hatori) dan Jeon Jungkook akibat terkena kutukan mitos si putih Min.

Taehyung, Jimin, Hoseok? Sehat dan waras. Tapi mereka bertiga melihat dengan mata kepala sendiri pas Jungkook menggorok leher dengan bantuan pantulan cahaya rembulan yang masuk melalui kaca jendela dapur yang transparan.

.

.

Penjelasan mitos si putih min:

Ingat cuplikan Hoseok

"Nah, begitulah ceritanya teman-teman. Jadi kesimpulannya, sejak saat itu tidak ada yang berani menyebut nama asli dari tokoh si Putih Min karena kabarnya orang yang berani menyebutkan nama asli si Putih Min ini akan dihantui dalam tidurnya selama tiga belas hari. Gosip lain mengatakan, jika dalam kurun waktu tiga belas hari, yang bersangkutan berulang tahun maka dia akan mati, tewas menggenaskan. Tapi itu cuma mitos sih..hehehe."

.

HINTS:

Jam waker yang menunjukkan angka yang sama, 08.20.

Sebuah waker di atas nakas menjerit, membangunkan sesosok pemuda tampan yang masih ingin berkutat di alam mimpinya. Dua puluh menit alarm berbunyi barulah pemuda tersebut beranjak dengan malas seraya mengucek mata bulatnya. Melirik ke arah jam waker—pukul 08.20—hanya membuat pemuda tersebut tersentak kaget dan segera menghambur ke kamar mandi. Mandi ala kadarnya, berpakaian cepat-cepat, dan bergegas ke ruang tengah untuk menemukan kekasihnya. (bagian satu)

Aku terbangun ketika hangat sinar mentari menerpa wajahku. Kulirik sebuah waker yang memang sudah tidak pernah aku setel lagi semenjak kepindahanku kemari. Jarum jam menunjukkan pukul 08.20. Tidak pernah berubah selama beberapa tahun terakhir ini. Tentu tidak berubah karena memang tidak ada baterai yang mengisi—untuk membuatnya hidup kembali. Sama halnya dengan hidupku tanpa adanya Jimin hyung. Semuanya terasa hampa dan diam di tempat. (bagian satu)

Melirik ke arah jam waker-nya—pukul 08.20—hanya membuat pemuda tersebut melotot kaget dan menyadari bahwa segala sesuatunya berjalan tidak normal. Dirabanya wajah, leher, dada, paha, dan seluruh bagian tubuhnya yang lain. Semuanya masih utuh tanpa adanya luka sedikitpun. (bagian tiga)

Jungkook mengingatnya, mengingat semuanya. Seluruh detail kejadian aneh yang terjadi pada dirinya di pagi hari ketika ia mulai bangun pagi. Jam waker yang selalu menunjuk angka 08.20 dan selalu berbunyi di pagi hari meskipun tidak ada baterai yang membuatnya hidup. (bagian tiga)

Sebuah jam digital di dekat pintu masuk utama kamar menunjukkan pukul 08.20. Hari Selasa, tanggal 1 September—artinya hari ini adalah hari ulang tahun Jungkook. Jungkook mengingatnya, hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-22. Dilihatnya sebuah mangkuk putih dengan asap mengepul ke atas, membuatnya cukup shock dan ketakutan. Didekati dan ditengoknya isi mangkuk misterius tersebut. (bagian tiga)

Jungkook meraih waker mungilnya untuk mematikan alarm. Matanya masih setengah tertutup ketika ia menangkap angka 08.20 pada retina matanya. Diletakkan kembali alarm berbentuk iron-man pemberian Jimin di atas nakas samping tempat tidurnya. Tangan kanannya meraba bawah bantal untuk meraih ponselnya. (bagian empat)

Angka triple 08.20

Hari Sabtu, 20 Agustus, artinya hari ini tidak ada kuliah. Jungkook baru saja akan melanjutkan acara tidurnya ketika bel apartemen—yang baru saja dihuninya dan Seokmin—menjerit keras, mengganggu pendengaran. Mau tidak mau Jungkook yang hanya mengenakan celana pendeknya, terpaksa membuka pintu apartemennya sendiri. Omong-omong kemana perginya Seokmin pagi-pagi begini, batin Jungkook. (bagian empat)

"Hah? Cepat sekali perginya orang tadi. Mungkin saja sudah masuk ke dalam lift" Jungkook mengedikkan bahu, dilihatnya tulisan yang tertera di atas pintu lift -8th Floor-. Dilliriknya pintu kamar apartemennya yang menunjukkan angka 20. (bagian empat)

"Oh, jadi flat-ku ini terletak di lantai delapan, kamar nomor dua puluh ya? Hm, delapan-dua puluh. Bulan delapan tanggal dua puluh juga hari ini. Aku bangun ketika jam waker-ku juga menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh. Triple delapan dua puluh. Keren! Akankah ini menjadi pertanda keberuntunganku?" Jungkook bermonolog pada dirinya sendiri. (bagian empat)

INFO TAMBAHAN:

-Ulang tahun Jungkook yang ke-20 sekaligus coming-of-age.

-Jungkook pindah ke apartemen tanggal 20 Agustus tahun 20XX.

-Jarak hari antara 20 Agustus ke 1 September itu tepat 13 hari (jika dalam kurun waktu tiga belas hari, yang bersangkutan berulang tahun maka dia akan mati, tewas menggenaskan).

-Kenyataannya VMIN itu murni sahabatan dan nggak ada hubungan romansa.

-Hoseok alias Dr Jung itu dokter hewan, bukan dokter ahli penyakit jiwa. Dan dia tunangan Taehyung.

-Jungkook nggak pernah masuk Rumah Sakit Jiwa dan dia nggak pernah menderita gangguan jiwa, apalagi harus nginep selama dua tahun di RSJ. Tidak, tidak, tidak.

-Jungkook itu mabuk pas pulang ke rumah keluarga Park dan diantar sama Seokmin.

-Kim Seokjin itu.. hantu.. oke fine, ini spoiler yang paling bocor.

Seharusnya kutukan dari mitos si putih Min baru bisa berlaku jika dan hanya jika yang bersangkutan menyebutkan nama asli si sosok hantu itu kan?

Nah, di sini aku menyerahkan pada readers-nim buat menebak lagi, kapan Jungkook menyebutkan nama sosok tersebut. Intinya masih bersangkutan sama jam waker yang ada di apartemen Jungkook pas dia pertama kali pindah ke sana sama Seokmin.

Penjelasan adegan coming of age:

DI BAB DUA—Cuplikan yang ditulis MIRING adalah REALITA

Hari ini adalah perayaan ulang tahun sekaligus coming-of-age untuk Jungkook, artinya ia sudah dianggap dewasa dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Sebelumnya Jungkook mengabari Jimin bahwa ia akan pulang ke rumah satu hari setelah hari ulang tahunnya. Tentu saja karena hari ini teman-teman kampusnya meminta traktiran dan mengajaknya berpesta.

"Yah, Seokmin-ah, malam ini aku akan pulang ke rumah saja. Aku ingin memberikan kejutan kepada Jimin hyung di rumah. Sampaikan permintaan maafku kepada teman-teman ketika mereka bangun ya?"

"Eoh Jungkook, kau mau pulang sekarang? Sudah malam lho. Kau tahu jalan pulang tidak? Kau mampu pulang sendirian? Atau mau kupesankan taksi saja?"

"Yah, Seokmin-jumma! Aku kan tidak ling lung. Lagi pula aku hanya meminum setengah gelas soju saja. Mana mungkin aku mabuk. Kau ini ada-ada saja. Aku akan naik bus. Bye Seokminnie~"

Bersambung di

BAB EMPAT—Cuplikan yang ditulis MIRING FATAMORGANA

(Sehingga cuplikan dengan huruf tegak di bawah ini adalah REALITA)

Lee Seokmin memandangi flatnya yang saat ini dipenuhi oleh sekumpulan pemuda yang sudah tidak sadarkan diri akibat terlalu banyak minum alkohol. Dihitungnya satu per satu kawannya, Junhoe dan Donghyuk iKON, Eunwoo ASTRO, Mingyu dan Minghao SEVENTEEN, Jaehyun NCT, dan—dimana Jeon Jungkook BTS?

Diedarkan pandangannya ke seluruh penjuru flat dan dilihatnya Jungkook tengah memakai mantel dan sepatunya. Jangan abaikan cegukan khas orang mabuk, mata setengah terpejam, dan tubuhnya yang sempoyongan persis seperti tiang bendera tertiup angin.

"Eoh Jungkook, kau mau pulang sekarang? Sudah malam lho. Kau tahu jalan pulang tidak? Kau mampu pulang sendirian? Atau mau kupesankan taksi saja?"

"Yah, Seokmin-jumma! Aku kan tidak *hiks* ling lung. Lagi pula aku hanya *hiks* meminum setengah gelas soju saja. Mana mungkin aku mabuk. Kau ini ada-ada saja. Aku mau naik bus~ *hiks* Bye Seokminnie~"

"Kau gila ya Jeon? Mabuk berat begitu mau naik bus. Bisa-bisa bukan pulang ke rumah tapi malah nyasar sampai ke tempat sampah. Ck, merepotkan sekali. Baiklah aku akan mengantarmu pulang."

Intinya Jungkook nggak sadar kalau dia mabuk berat dan bersikeras naik bus. Tapi akhirnya diantar Seokmin pulang ke rumah Jimin.

.

.

Last but not least...

Semoga bisa membantu memahami inti cerita yang kutulis. Terima kasih sudah mau membaca dan review. Meskipun mungkin nggak akan ada yang baca penjelasan ini tapi aku mau ngomong sesuatu!

Untuk ceritaku yang NOT TODAY...

JOY KIM, Selamat anda benar!

Jadi, untuk readers-nim yang penasaran sama penokohannya, baca aja reviewnya Joy Kim. Tapi untuk pembunuh dan motif pembunuhan, masih rahasia hehehe.

SEKALI LAGI TERIMA KASIH READERS-NIM ^_^