JOMBLO
(Rewrite dari Novel "JOMBLO" karya Aditya Mulya)
Alur cerita tidak dirubah, hanya sedikit menyesuaikan.
Nama Tokoh, tempat dan Universitas diganti demi keseimbangan cerita.
.
Part 2
Wanita
.
.
"Emang segampang itu Kai? Cari kepuasan dari wanita?" Sehun bertanya penuh rasa ingin tau. Chanyeol menunjukkan raut muka yang sama. Sejenak mereka terlepas dari kehausan akan menikmati pemandangan di depan mereka.
"Kok kayanya lu gampang banget gaet sana-sini?"
"Gak gampang sebenarnya. Untuk bisa mendapatkan kepuasan dari wanita, pertama-tama kita harus menemukan wanitanya." Kai secara terstruktur menjelaskan sesuatu yg sudah jelas.
"Makasih. ITU GUA BARU TAU." ujar Sehun mengejek.
"Selanjutnya?"
"Selanjutnya go with the flow. Tapi bukan berarti wanita adalah makhluk yg gampangan. Justru mereka makhluk yg sangat rumit dan kompleks. Akan mudah untuk berbuat nakal..." Kai memberikan gestur tanda kutip dengan kedua tangan, "...jika kita, pria nakal, bertemu wanita nakal. It takes two to tango. Sering juga kok guanya udah pengen banget berbuat lebih..." kembali Kai dengan gestur kutipnya, "...si ceweknya cuma mau sekedar ngobrol. Kalo gitu ya jangan maksain. Jangan pernah ngajak nakal wanita baik-baik. Ntar reputasi kita jatuh. Dia juga terhina dan kita sebagai pria, jangan pernah menghina harga diri wanita."
Kedua temannya tercenung.
"Mengapa kau tak punya pacar Kai?" Chanyeol bertanya.
"Gua lebih suka dengan kebebasan seperti ini. Suka sama suka, nakal-nakalan sebentar dan berpisah dengan damai. Simple, lepas dan gak terikat."
"Kalo dari sudut pandang gua...lebih susah deketin cewek untuk hubungan serius ketimbang untuk sebuah hubungan singkat." ujar Sehun.
"Kok lu bisa bilang gitu?" tanya Kai
Chanyeol mencondongkan badan ke depan. Semua hal ini baru baginya.
"Cewek adalah makhluk yang lebih superior dari cowok... Kita kudu jungkir balik, tiarap dan masuk jurang kalo udah ngejar cewek. Kita kudu berhadapan dengan ketatnya persaingan," Sehun menunjuk jomblo-jomblo hina yang tadi mereka identifikasi. "...kepasrahan terhadap jeleknya tampang..." Sehun menunjuk mukanya sendiri dan muka Chanyeol.
"Terima kasih." ucap Chanyeol dengan wajah asam.
"Dan berlutut dibelas kasih seleksi yangg cewek miliki berdasarkan selera mereka. Orang yang 5 tahun memuja cewek bisa saja ditepis tidak suka atas dasar alasan apa pun."
Omongan Sehun terpotong oleh peristiwa lewatnya beberapa mahasiswi SNU yang membuat mereka menyesal mengapa di kala TK mereka bercita-cita menjadi insinyur dan masuk KAIST, bukannya menjadi akuntan. Setelah rombongan bidadari itu lewat, Sehun melanjutkan analisisnya akan cewek yang lebih rumit dari thesis ilmuwan pembuat roket.
"Cewek punya absolutisme menyeleksi. Dari alasan yg solid seperti, 'Agamanya kurang kuat' sampai alasan yg paling menyebalkan like, 'Orangnya sih baik, tp sayang bau ketek'. Cewek punya hak atas semua alasan itu. Setelah itu, si cewek melanjutkan kehidupannya dengan tralalalala sementara si cowok hancur berkeping-keping di pinggir dunianya yang porak poranda. Ceweklah yang memutuskan, 'Oke, lu boleh kenalan sama gua' ketika kita berkenalan dengan mereka. Ceweklah yang memutuskan. 'Oke, lu boleh jadi pacar gua' ketika kita menyatakan cinta pada mereka" Sehun menutup thesisnya sambil berdiri dengan mengacungkan tangan ke atas.
"Analisa yang mendalam..."
"Lu adalah bukti nyata betapa fatalnya efek kurang ASI."
.
.
Thanks to:
byuntellas; ohmazy; jongiah makasih udah jadi reviewers pertama aku.
Warga gibah yang selalu semangat 'ngebully' aku, ailopyuh gaes. Terutama si rata yg selalu ngamuk-ngamuk *ehe
