Disclaimer: Para Tokoh yang ada di sini adalah milik Our Queen Jk. Rowling. Fanfic ini kutulis hanya sebagai bukti kecintaan serta kerinduanku pada para tokoh Harry Potter.
Rated: T - – Family – Harry Potter & Narcissa Malfoy
Pada pertandingan Quidditch antara asrama Gryffindor melawan Ravenclaw kali ini dikarenakan perhatiannya teralih ke permainan Ginny, Harry tidak melihat ada sebuah Bludger yang terbang mendekat ke arahnya dan itu membuatnya jatuh dari firebolt kesayangannya.
Kabar bahwa Harry jatuh dari sapunya itu pun segera tersebar dengan cepatnya, bahkan berita itu sampai juga ke telinga Narcissa Malfoy. Wanita cantik itu pun buru-buru menuju ke Hospital Wings setelah mendengar berita tentang salah satu anak kesayangannya itu.
-o0o-
"Bagaimana keadaan anakku ? Apakah dia baik-baik saja ? Tidak ada cedera yang seriuskan?" Sayup-sayup terdengar suara seorang wanita, dia berjalan menuju sebuah tempat tidur yang di atasnya tergolek lemah seorang bocah laki-laki berambut acak-acakan. Tangan dan kaki si bocah terlihat terbalut perban.
"Nyonya, dia tidak apa-apa hanya sedikit patah di tangannya dan kakinya, dua minggu lagi dia akan sembuh." Ujar Madam Pomfrey berusaha menenangkan Sang Nyonya besar itu sambil mengantarkannya ke tempat tidur Sang anak.
"Ayolah Mum. Harry tidak apa-apa, kau tak perlu secemas itu Mom," terdengar suara seorang bocah pirang dari samping tempat tidur ketika kedua wanita itu sampai di tempat tidur pasien dan Madam Pomfrey pun segera meninggalkan Sang Nyonya besar bersama kedua anak laki-lakinya.
"Tapi Draco, adikmu itu..." Belum usai wanita itu berkata-kata tiba-tiba terdengar sebuah suara dari atas tempat tidur.
"Mum, aku tidak apa-apa. Lagian inikan resikonya bermain Quidditch, iyakanDraco." ujar Harry si bocah berambut acak-acakan itu.
"Oh Merlin, inilah yang membuatku sangat membenci olah raga ini, penuh luka di mana-mana. Memiliki seorang anak yang bermain Quidditch saja sudah membuat jantungku mau copot, dan sekarang kedua anak laki-lakiku sama-sama memiliki hobby yang sama. Sepertinya sebentar lagi jantungku akan benar-benar copot." Omel Narcissa panjang lebar
"Selamat siang Madam Malfoy." Terdengar suara jernih milik seorang gadis dari belakang tubuh wanita cantik itu
"Oh Ginny, selamat siang. Tolong kau beritahu kekasihmu ini untuk tidak..." Ucapannya tiba-tiba terhenti ketika dilihatnya gadis yang berada di belakangnya masih menggunakan seragam tim Quidditch Gryffindor.
"Oh Merlin, Apakah belum cukup kau berikan aku dua orang anak yang rela menyerahkan nyawanya demi permainan bodoh ini ? Kenapa calon menantuku juga ? Sepertinya aku benar-benar akan mati sebentar lagi. " Narcissa masih terus mengomel tanpa menyadari muka Harry dan Ginny telah berubah menjadi merah padam mendengar kata "calon menantu" yang ia ucapkan.
"Mum, please tenanglah. kami tidak akan kenapa-kenapa," ujar Draco berusaha menenangkan Ibunya itu.
"Itu benar Mum, kau tak perlu khawatir begitu. " Ujar Harry ikut menenangkan.
"Tetapi Mum, kau tenang saja. Karena gadis yang dicintai Draco tidak menyukai olahraga ini kok." Sambung Harry jail, dan sudah bisa dipastikan warna merah yang tadi berada di wajah Harry & Ginny beralih ke wajah pucat Draco.
"Benarkah itu Draco ? Siapa dia ? Mumpung Mum sedang berada di sini, perkenalkan Mum padanya." Seperti harapan Harry, perhatian Narcissa pun segera beralih.
Mendengar perkataan ibunya itu Draco pun segera diserang penyakit panik. Diarahkannya sebuah tatapan kematian pada adiknya yang berada di atas tempat tidur, dan hanya dibalas dengan sebuah tatapan polos dari Sang adik.
"Beruntung kau adalah adikku, Harry Potter. Kalau tidak sudah ku cekek kau dari kemarin." Ujar Draco geram
"Apa yang kau katakan itu, Draco ? Mum, tidak ingin lagi mendengar kau mengancam adikmu seperti tadi."
"Demi celana Merlin, Mum, sebenarnya siapa sih anak kandungmu ?" tanya Draco pura-pura kesal
Harry & Ginny hanya tertawa melihat keadaan itu.
-o0o-
Malam pun telah ralut. Namun Sang Madam Malfoy itu masih saja berada di Hospital Wings menemani anak angkatnya.
Madam Pomfrey, penyembuh Hospital Wings pun tak berhasil membuat Nyonya besar itu kembali ke Manornya.
"Mum, aku mohon kembalilah ke Manor. Lucius pasti membutuhkanmu di sana." pinta Harry pada ibu angkatnya itu, tak tega rasa ia melihat Narcissa yang biasa tidur di ranjang nan empuk harus tidur di sofa yang disihirnya dari udara kosong.
"Tidak, Son. Mum akan menemanimu disini."
"Mum, aku tidak akan apa-apa. Lagi pula kalo aku membutuhkan sesuatu aku akan memintanya pada Kreacher, so Mum gak perlu khawatir."
"Tapi Son, bagaimana kalo ada yang ingin mencelakaimu ?"
"Mum, tak ada yang ingin mencelakaiku saat ini. Kecuali, apabila Mum tidak segera kembali ke Manor mungkin Lucius akan mencelakaiku karena aku telah merebut perhatian Istri tercintanya."
Untung saja Sang Pangeran Malfoy telah kembali ke asrama ketika Harry mengatakannya.
"Baik Mum akan kembali ke Manor, tapi besok pagi Mum akan kembali ke sini. " ujar Narcissa mengalah, dalam hati ia membenarkan perkataan anak angkatnya itu. Suaminya pasti sedang menunggunya di Manor.
"Aku akan menantikannya." Ujar Harry penuh semangat
"Kreacher" tak beberapa lama terdengar suara memekakkan telinga yang menandakan sang peri rumah itu telah tiba
"Madam Cissy, Master Harry" hormat peri rumah itu.
"Kreacher, aku pinta kau untuk menjaga Harry disini. Berikan apa saja yang iya butuhkan. " Perintah Narcissa
"Baik Madam. Kreacher akan menjaga Master Harry."
"Bagus kalo begitu, Mum pulang dulu Son." Dikecupnya kening Harry dan tak lama ia pun pergi dari Hospital Wings
Begitu ibunya pergi Harry pun segera memerintahkan Kreacher untuk kembali keGrimmauld Place dan tidur.
-o0o-
Berkat perawatan Narcissa tak sampai dua minggu, Harry sudah bisa meninggalkan tempat tidurnya di Hospital Wings.
" Son, Mum mohon ini terakhir kalinya kau terluka karena permainan bodoh itu. Kalau sekali lagi Mum dengar kau terluka karenanya, Mum akan meminta pada Prof. Mcgonagall untuk mencabut izin bermainmu. Kau mengerti ?"
"Ya, Mum. Aku mengerti, ini terakhir kalinya aku cedera. Aku akan lebih berhati-hati lagi."
"Ok. Mum pulang dulu." Lalu diciumnya kening Draco & Harry secara bergantian.
"Oh Merlin, bagaimana caranya aku bisa tidak cedera ketika bermain Quidditch ? Dan kau lagi Draco, kenapa kau tadi tidak membelaku ? Padahal kau tau permintaan Mum itu sangat mustahil untuk dilaksanakan.
"Maafkan aku brother tapi bukankah kau tau bagaimana Mum, kalau sudah seperti itu tak ada seorang pun yang bisa menghentikannya." Ujar Draco
Mendengar jawaban kakak angkatnya itu, Harry hanya bisa menggaruk-garukkan mungkin seperti inilah rasanya dikhawatirkan oleh seorang ibu.
*TBC*
gimana ? tambah aneh ? ato tambah gak jelas ? klo tambah aneh harap maklum yach masih belajar bikin multichapter. Biar gak aneh lagi Review dungs...
and thanks buat
dmhp drarry lover ~semoga aku bisa mewujudkan keinginanmu
irlie ~waduh jgn diancam dong... aku kadang suka beku ide nih ;)
Rama Diggory Malfoy ~thanks atas ucapan semangatnya dek, insya Allah akan terus diupdate
