Chapter 1

Gate of Babylon.

Entah mengapa... Aku bisa mengetahui bahwa fenomena gelombang air bewarna emas yang berada di atas ku ini adalah Gate of Babylon.

Pengetahuan yang asing ini tiba-tiba sudah ada tersimpan di otak ku...mulai dari fungsi Gate of Babylon beserta semua harta yang tersimpan di dalamnya.

1 meteor besarnya kira-kira sebesar tokyo dome ingin jatuh tepat ke arah ku, Aku tidak tahu bagaimana Aku dapat melihat dan memprediksi arah jatuh meteor itu walaupun benda itu masih jauh di langit.

Sepertinya bukan hanya pengetahuan tentang Gate of Babylon saja tetapi Aku mendapatkan pengelihatan super.

Walaupun jarak antara tanah dan meteor masih jauh, tetapi Aku dapat merasakan berubahnya suhu udara dan tekanan angin di sekitar tubuh ku.

Tinggal hitungan detik saja sampai meteor itu menyelesaikan tugasnya.

Kuso! Apa ini! Apa-apaan ini! pertama hujan anak panah lalu hujan meteor, ada banyak yang Aku ingin tsukkomi, setidaknya Aku ingin dibangunkan oleh kawaii teman masa kecil yang mempunyai trait tsundere! bukannya SEPERTI INI!

Aku tidak akan mati disini setidaknya sampai Aku lulus dari status DT!

Gelombang air berwarna emas bukan...mungkin dari sekarang aku akan menyebutnya gate of babylon, 1 gate terus aktif mengorbit di hadapan ku siap menunggu tindakan selanjutnya dari ku.

Aku berterimakasih kepada siapapun yang sudah memberikan pengetahuan dan kemampuan ini.

Aku bangkit dan mulai mempersiapkan diri.

Aku tidak akan panik seperti tadi.

Aku tidak akan mati di sini.

AKU AKAN BERTAHAN HIDUP!

"... Datang... datanglah kepada ku.. kau METEOR BAJINGAN!"

Dari gate muncul benda raksasa berbentuk seperti sayap kelelawar benda ini adalah senjata lebih tepatnya sebuah pedang raksasa.

Sul-sagana itulah nama pedang ini, dari namanya yang artinya 'Pedang Merah' mempunyai mata pisau yang bergeriri dan bewarna merah menyalah.

Dari ukurannya, pisau belati ini bukan di pergunakan oleh manusia tetapi oleh dewa.

Dewa yang menggunakan Sul-sagana adalah dewa perang Zababa dari Mesopotamian kuno.

Pedang raksasa ini di katakan bisa membelah bulan menjadi dua hanya dengan satu tebasan saja.

Tentu saja Aku tidak bisa menggunakan Sul-sagana secara normal seperti pedang biasa, mungkin kalau Aku mempunyai telapak tangan sebesar gedung 8 lantai Aku baru bisa menggunakan senjata ini, jadi bagaimana Aku akan menghancurkan meteor itu dengan pedang raksasa ini?

Di sinilah peran Gate of Babylon, Noble Phantasm milik Gilgamesh ini bukan hanya memiliki seluruh harta umat manusia tetapi Noble Phantasm ini juga bisa melontarkan harta yang tersimpan di dalamnya layaknya peluru.

Gilgamesh pertama kali menggunakan harta di dalam Gate of Babylon dengan cara melontarkan harta yang ada di dalamnya pada saat dirinya bertarung dengan Enkidu.

Jangan bertanya bagaimana Aku bisa tahu semua itu, di pikiran ku sudah tersimpan informasi itu begitu saja, bukan.. lebih tepatnya seperti Aku sudah mempunyai pengalaman itu sendiri layaknya de javu walaupun sebelumnya Aku hanya memiliki pengetahuan yang sedikit tentang Fate series.

Tentu saja di dalam Gate of Babylon ada perisai yang bisa menangani meteor raksasa tersebut seperti Svalinn, Aegis, Ancile dan lainnya.

Pertanyaannya kenapa Aku tidak memakai perisai?

Jawabannya mudah aku takut.

Coba bayangkan kalau kamu berhadapan dengan naga, dan kamu di beri pilihan senjata, yang pertama pedang dengan satu tebasan saja bisa membunuh naga, yang kedua remote kendali ICBM (intercontinental ballistic missile).

Tentu saja kebanyakan dari kalian memilih pilihan yang kedua, untuk apa melawan naga tersebut dengan pedang dari jarak dekat kalau kau bisa membunuhnya dengan hanya satu tombol saja dengan jarak 5.500 Km.

Lagi pula berhadapan langsung melawan meteor raksasa dengan perisai dari jarak dekat siapa yang mau melakukan hal itu, kalau kamu berada dalam posisi dimana Aku sekarang pastinya sudah terkencing di celana, tentu saja Aku tidak kencing di celana...Aku bersumpah kalau Aku tidak kencing di celana...mungkin..lagi pula Aku bukan protagonist shounen manga.

Aku membayangkan menarik pelatuk pistol di pikiran ku, Sul-sagana langsung pergi dari gate terbang ke arah meteor meninggalkan jejak sonic boom, sekarang Noble Phantasm itu sudah tidak terlihat lagi bentuknya seperti pedang raksasa, sekarang senjata itu berubah menjadi sinar laser merah menuju ke atas dengan kecepatan Mach.

Meteor-meteor kecil yang berada di jalur yang sama dengan meteor raksasa tersebut bertemu dengan Sul-sagana dan tanpa ada perlawanan senjata tersebut terus melaju ke arah target menghiraukan meteor kecil yang meledak menjadi debu saat bersentuhan dengan Sul-sagana.

Walaupun meteor-meteor kecil tersebut ukurannya sebesar bus atau truk kontener tak ada yang bisa menghalangi Noble Phantasm raksasa tersebut ataupun mengurangi kecepatan lajunya.

*BOOM!* suara yang di hasilkan dari Sul-sagana dan meteor raksasa yang sudah bertabrakan bergema ke seluruh cakrawala.

Aku tidak tahu apa isi yang ada di dalam meteor tersebut, tapi kalau meteor yang sering Aku lihat di acara tv batu-batu yang berasal dari luar angkasa tersebut ada yang berisikan mulai baja, sampai metal-metal yang kerasnya melebihi batu berlian atau gas.

Tidak seperti meteor yang Sul-sagana hancurkan tadi, meteor ini memberikan perlawanan, permukaan meteor itu perlahan-lahan meleleh ke bawah menjadi lava seperti lilin yang meleleh terkena panasnya api, Aku harap tidak ada mahluk hidup yang terkena hujan lava tersebut.

Sul-sagana yang ukurannya sama dengan meteor itu berhasil menembus benda raksasa tersebut dengan memberikan perintah di pikiran ku, lalu Noble Phantasm itu berubah menjadi debu emas kembali ke tempatnya semulanya yaitu Gate of Babylon.

*BOOM!* untuk kedua kalinya suara yang tidak kalah hebat dari yang pertama terdengar dari arah meteor yang di tembus oleh Sul-Sagana dan secara bersamaan cahaya merah yang menyilaukan datang, phenomena ini hampir sama dengan phenomena big bang tapi skala yang jauh lebih kecil, inilah hasil dari meteor raksasa tersebut meledak, sama sekali tidak ada serpihan yang tersisah dari benda raksasa tersebut.

Sekarang meteor raksasa itu sudah tidak ada dan yang tersisah hanya meteor kecil saja, walaupun Aku tidak bisa menghancurkan semua meteor tersebut setidaknya Aku bisa memperlambat laju kecepatan meteor-meteor itu, prioritas utama hancurkan meteor yang jatuhnya dekat di area sekitar ku.

"Yosh! selanjutnya ZENMON KAIHOU! (全門 かいほう)/(All Gates Open)"

Aku memanggil Gate of Babylon sebanyak-banyaknya, dan merasakan bahwa sesuatu seperti energi di dalam tubuh ku terkuras.

"Kuh! cuma hanya 50 saja kah, haa setidaknya aku menginginkan 300 gates tetapi kalau sudah terlanjur seperti ini 1 gates harus mengenai minimal 9 meteor"

Dari gate muncul pedang, kapak, tombak, belati semuanya dari berbagai bentuk dan ukuran, dari senjata buatan bagian barat atau timur, dari era kuno sampai modern.

Semuanya memiliki aura yang megah, buatan umat manusia yang masterpiece, bahkan senjata yang bentuknya sederhana akan membuat maestro pandai besi di buat takjub.

Ini hanya sebagian kecil harta yang ada di Gate of Babylon kalau di hitung ada berapa banyak harta yang di dalamnya, bagaikan menghitung berapa tetes air yang ada di lautan mustahil untuk di hitung.

Untung saja kemampuan ini di bayar dengan dari energi atau stamina, mp atau apapun itu dari seberapa banyak gate yang di panggil bukan konten yang akan di lontarkannnya.

Estimasi waktu mateor akan jatuh ke tanah hanya 5 detik, ada ratusan meteor di garis penglihatan ku, 50 gates saja yang bisa di panggil, apa ini? baru pertama sudah di kasih super hard mode, murige dah.(AN:murige[muri=mustahil][ge=game])

Ah jadi teringat permainan jaman dulu game yang ada di SNES, situasi ini hampir sama seperti game yang Aku mainkan waktu kecil cuman bedanya ini real.

Oh! Aku baru ingat kalau Aku tidak sendirian.

Kepala ku langsung berpaling ke belakang mengingat kalau bukan Aku saja yang berada di situasi seperti ini.

"Oi! ap ka- tte!...tidak sadarkan diri ternyata-! Oi oi oi! jangan bercanda!"

Aku yang berpaling kebelang bukan di buat kaget karena pria yang bersama ku ini pingsan melainkan masih banyak lagi hujan meteor yang berada di sana.

Ternyata hujan meteor ini terjadi bukan hanya di depan ku saja melainkan seluruh langit di radius 10 kilometer di penuhi hujan neraka, bahkan ada beberapa meteor yang sudah bertabrakan dengan tanah dan yang Aku khawatirkan adalah badai pasir dan shockwave yang di hasilkan oleh meteor yang sudah jatuh mengarah ke sini.

Yang terakhir Aku lihat adalah badai pasir yang datang kesini dengan kecepatan tinggi dan secara bersamaan Aku merasakan rasa sakit di seluruh sekujur tubuh ku seakan Aku mendapat hukuman dari tuhan.

Seperti ratusan jarum menghujam tubuh ku.

Seperti tenggelam dan di cincang hidup-hidup.

Rasa sakit ini membuat kesadaran ku hilang dan tidak lama tubuh ku tertelan oleh badai pasir.

####

Rasa sakit yang menyerang ku sebelum badai pasir sepertinya membuat Aku pingsan selama mungkin dua jam atau tiga jam. Badai pasir yang tadi, mungkin di hasilkan oleh tanah yang hancur di akibatkan oleh meteor.

Aku mencoba sekuat tenaga mengeluarkan badan ku yang setengah terkubur di tanah untuk bangkit.

Are? sepertinya Aku tidak bisa melakukannya...

Seakan bangun dari tidur sesudah melakukan olahraga secara intensif, Aku ingin menggerakan tangan ku tetapi sepertinya Aku tidak mempunyai tenaga bahkan Aku tidak bisa menggerakan jari-jari tangan ku.

*Kang*

Kesadaran ku yang kelam kabut mulai terang setelah mendengar suara metal itu.

"..Apa itu?"

Aku bertanya dengan berbisik pada diri ku sendiri, Aku kaget melihat seseorang..bukan mahluk kadal sebesar manusia dewasa berdiri dengan kedua kaki seperti orang pada umumnya. Tidak jauh dari posisi kadal itu ada pria yang bersama ku tadi berdiri dengan bertumpu kepada batu yang di dekatnya.

Mahluk itu muncul di balik batu, mendaki perlahan-lahan mendekati pria yang umurnya kira-kira 15 tahun, kadal itu memakai armor biru yang sudah compang-camping dengan darah yang ada di sekujur tubuhnya, bertumpu kepada tombak yang dia bawa, menyeret kakinya yang patah sambil tertatih-tatih berjalan ke arah pemuda itu.

Mengambil pedang yang ada di pinggangnya, mahluk kadal itu melemparkan senjatanya ke dekat pemuda itu.

Kadal itu sangat terluka parah tetapi matanya berkata lain, di matanya berisikikan hasrat untuk bertarung sampai mati, aku yakin kadal itu ingin membunuh pemuda itu.

"●●●●! ●●●!"

Aku tidak tahu apa yang di katakan mahluk tersebut tetapi, Aku tahu apa yang mahluk itu ingin sampaikan, yang ia maksud mungkin 'Ambil pedang ini dan bertarunglah!'

Pemuda itu mengambil pedang yang ada di dekat kakinya dengan putus asa, Aku tahu kalau pemuda itu ketakutan dan kondisinya tidak jauh beda dengan kondisi yang Aku alami, tidak ada sama sekali pilihan untuk meminta mohon untuk hidup, situasi ini adalah dimana kau harus bertarung atau mati.

Lagi-lagi kejadian aneh terjadi, pertama-tama hujan anak panah lalu hujan meteor, dan kali ini mahluk kadal muncul yang ingin membunuh pemuda itu seakan-akan pemuda itu pernah membunuh anggota keluarganya.

..apa ini.. haa.. Aku lelah dengan semua ini, sejak kapan hidup ku jadi serumit ini, Aku hanya ingin hidup ku seperti para riajuu, padahal Aku baru saja meninggalkan gaya hidup hikkikomori, Aku sama sekali tidak mengerti tentang semua ini, coba semua ini adalah game rpg, Aku bisa melihat semua informasi dengan mudah dengan bantuan menu Help-sama..setidaknya..beri tahu Aku sebenarnya mahluk apa itu.

[Sha Nagba Imuru sekarang telah di aktifkan]

Dunia nyata yang sekarang Aku lihat tiba-tiba pecah, seperti pecahan puzzle yang telah hilang dan mengisi tempat penglihatan yang kosong, yang tadinya aku melihat seperti tunnel vision sekarang Aku melihat dunia ini begitu jelas, hilang rasa khawatir, takut, bingung yang Aku rasakan hanyalah rasa tenang, seperti kolam air yang sama sekali tidak ada riak.

Sekarang Aku melihat mahluk tersebut di atas kepalanya ada health bar dan ada label "Lizardman, Level: 50" yang tampak di atas health bar melayang di udara.

Ini adalah AR display seperti yang kau lihat di gadget terbaru Gargoyle Glass atau di smartphone apps, tetapi dengan interface rpg games.

Aku melihat mahluk itu dengan perintah di pikiranku bahwa Aku ingin tahu rincian dari mahluk tersebut, muncul windows transparan yang memperlihatkan status, skill, kelemahan, kekuatan, nama sebenarnya, ada juga bagian deskripsi yang begitu panjang dan sangat detail seperti melihat animal biografi.

Sepertinya Aku perlu membatasi kekuatan ini kalau tidak di batasi Aku bisa tahu apapun dan informasi ini membuat Aku pusing. Sekarang yang Aku lihat hanyalah, HP, Lv, dan namanya saja.

Tetapi di saat Aku melihat status pemuda itu membuat Aku tercengang.

Satou [Suzuki Icihro], Lv 304

Hp 3100

Eh jadi pemuda itu senpai, kalau begitu senpai terlempar ke tempat ini juga, tetapi apa- apaan dengan statusnya itu!. Apa itu bug? Glitch?

Yang lebih penting lagi kenapa nama senpai jadi Satou, itu kan nama IGN yang senpai sering pakai pada saat dia mengetes game.

Jadi begitu ya.. senpai mendapatkan cheat max level sedangkan Aku mendapatkan all item cheat.

Aku tidak perlu khawatir dengan senpai yang mau berhadapan dengan Lizardman yang sudah sekarat.

Dari perbedaan level, dan hp tentu saja senpai hanya membutuhkan satu tebasan saja.

Tetapi..

Kenapa senpai ketakutan sampai kakinya bergemetar seperti itu?

Jangan-jangan senpai belum sadar kalau levelnya sekelas last boss

Senpai menarik pedang itu dari sarungnya dan bersiap bertarung.

Aku menarik kembali lagi perkataan ku.

Sekarang Aku khawatir, senpai sama sekali tidak pernah belajar kenjutsu ataupun seni bela diri lainnya, gawat senpai tidak pernah memegang pedang hanya terbatas pernah mengayunkan benda berat saja seperti cangkul yang pernah di pakai di ladang kakek, dan memukul mochi di saat tahun baru.

Al hasil sikap senpai penuh dengan titik lemah di mana-mana.

Senpai memegang pedang di tangan kanan dengan menjulur kedepan, di tangan kiri senpai masih memegang sarung pedang.

Sikap seperti sama saja kalau kau mengakui kalau kau adalah masokis, setidaknya pegang pedang itu dengan kedua tangan.

Sebaliknya lizardman memegang tombaknya dengan sikap yang sangat tenang seperti veteran.

Lizardman yang melihat sikap senpai menyeringai.

"●●●●!"

Berteriak sambil menusukan tombaknya yang sekarang mata tombaknya mengeluarkan sinar merah, lizardman itu mengarahkan tombaknya ke bagian vital senpai yaitu jantung.

Senpai yang kaget karena lizardman menyerang tiba-tiba, menarik tubuhnya kebelakang karena refleks, tombak yang tadinya di arahkan ke jantung sekarang mengenai bahu kiri senpai.

Tidak ada darah yang melayang, tombak itu hanya menembus baju yang di pakai senpai yang terhenti di bagian kulit.

Tetapi dari ekspresi wajah senpai mengatakan kalau itu sakit.

Lizardman menarik tombaknya dan menusuk kebagian kaki senpai, lalu menusuk ke paha, senpai yang mendapatkan serangan beruntun tersandung kebelakang lalu terjatuh.

Lizardman yang sangat mahir menggunakan tombaknya, dan senpai seorang programmer yang tidak pernah belajar seni bela diri, tentu saja hasilnya seperti itu walaupun level senpai tinggi kalau tidak ada skill sama saja percuma.

Di bagian baiknya lizardman setiap kali dia bergerak, lizardman itu merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan.

Melihat senpai berada dalam situasi krisis, Aku memanggil satu gate of babylon, penglihatan ku yang masih berkabut berusaha mengarahkan senjata yang akan meluncur ke bagian perut lizardman sebagai sasaran.

Aku hanya memakai senjata noble phantasm kelas rendah saja sebagai peluru, di lihat dari HP lizardman itu, satu kali serangan di perut saja bisa membunuhnya.

Seandainya aku tidak mengenainya, serangan ini cukup untuk membuat sedikit gangguan dan senpai akan menghabisinya.

Noble phantasm berbentuk pisau itu langsung meluncur ke arah lizardman dengan kecepatan suara.

*Zlep*

Terdengar suara benda tajam menembus daging, sangat di sayangkan noble phantasm yang Aku luncurkan mengenai bagian pahan kanan lizardman.

"●●●●●●●●!"

Lizardman ingin menyerang senpai yang terpuruk di tanah tiba-tiba berteriak kesakitan.

Senpai yang bingung dengan kejadian ini hanya melihat lizardman dengan mata melebar dan terdiam tetapi tidak lama senpai melihat kesempatannya untuk menyarang.

Senpai menyerang dengan melempar pedang yang di pegangnya ke arah lizardman, pedang itu terbang berputar seperti bomerang dengan kecepatan yang tidak normal ke arah perut lizardman, membelah lizardman menjadi dua, bagian yang terbelah menyipratkan darahnya ke udara.

Brutal itulah kata yang terbesik di pikiran ku.

Tetapi kejadian selanjutnya membuat ku kehabisan kata-kata.

Menghilang...mayat lizardman menghilang menjadi partikel cahaya, seperti musuh yang di kalahkan di dalam game, tapi bekas darah yang ada di tanah di mana lizardman tewas bukti bahwa pertarungan tadi bukan ilusi.

Senpai yang mengetahui keberadaan ku langsung menghampiri dengan langkah yang lelah.

Akhirnya Aku bisa menghela nafas lega.

Aku melihat ke angkasa sambil berpikir.

Kalau tidak ada Gate of Babylon apa jadinya Aku.