Ch 2

Seoul, Korea Selatan 2001 – Flashback

Namanya Lee Sungmin, Ayahnya awalnya bekerja di Perusahaan Cho Corporation tapi dipecat bulan lalu. Dia belum dapat menemukan pekerjaan baru dan ibunya tak bisa melakukan apapun selain menangis di rumah sehari-hari, ia dan adiknya—Henry berpikiran mungkin mereka akan dikirim kembali ke panti asuhan untuk hidup disana lagi.

Sungmin sendiri telah memiliki rencana, menyadari bahwa mobil pribadi CEO Cho Corporation sehari-hari melewati jalan itu, dia memutuskan untuk menunggu di sana, untuk memohon agar ayahnya tak jadi di pecat, dan dapat kembali bekerja disana.

Maka dengan segenap keberanian yang Sungmin punya, ia pun menghadang mobil mewah CEO tersebut. Merentangkan tangannya dan menutup mata, tidak peduli jika ia bisa mati saat itu juga.

.

.

.

Kyuhyun yang saat itu masih berusia dua belas tahun, dengan tenang menyilangkan kakinya di dalam mobil sambil membaca sebuah buku. Ia sedang dalam perjalanan kembali ke rumahnya sekarang, sampai tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Paman Kim—orang terpercayanya berhenti mendadak dan membuat tubuhnya terdorong ke depan.

"Ada apa?"

"Entahlah Tuan Muda" Paman Kim berbicara dengan panik "S...sepertinya saya menabrak seseorang."

Dengan tenang Kyuhyun melangkah keluar dari mobil. Mengedarkan pandangannya pada seorang gadis kecil yang tergeletak pingsan. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun menggendong tubuh gadis tersebut masuk ke dalam mobilnya dan memerintahkan Paman Kim untuk mempercepat laju mobil.

.

.

.

.

Tiba di rumah Cho, gadis kecil itu berbaring di tempat tidur di ruang tamu. "Sakitnya tidak parah" Dokter pribadi keluarga Cho menjelaskan "Karena kaget, makanya pingsan." Setelah memberi pernyataan yang menenangkan, Dokter tersebut meninggalkan ruangan itu.

Cho Kyuhyun remaja mengamati gadis itu. Diam-diam menatapnya, ia menduga bahwa itu tidak nyata, ia tidak mampu menahan tangannya untuk menjangkau wajah gadis kecil itu perlahan-lahan, ringan, membelai wajahnya.

Dan dia tiba-tiba membuka matanya!

Jantung Kyuhyun berdetak melompat walaupun wajahnya tetap mempertahankan ekspresi yang dingin. Kyuhyun kemudian perlahan-lahan duduk di pinggir tempat tidur.

Sungmin mengedarkan pandangan mata foxy nya ke sekitar, kaget mendapati dirinya berada di ruangan yang sangat asing. Sungmin bangun dan bersandar di ranjang king size itu.

"Dimana ini?" Sungmin bertanya

"Rumahku." Jawab Kyuhyun "Kenapa kau tiba-tiba ada di tengah jalan?" Kyuhyun melanjutkan.

"Ayahku berkerja di perusahaan Cho Korporasi, sebulan lalu mereka bilang ayah tidak diperbolehkan datang lagi." Sungmin terdiam sebentar "Ayahku tidak punya pekerjaan baru. Ibuku menangis. Katanya aku dan adikku akan dikembalikan ke panti asuhan."

"Aku tanya kenapa kau berada di tengah jalan dan menghalangi mobilku?"

"Aku dengar Direktur perusahaan Cho sering lewat jalan itu. Jadi, aku menunggu disana setiap hari." Jawab Sungmin "Aku ingin memohon pada direktur. Jangan memecat ayahku."

"Berapa usiamu?"

"Sebelas." Kyuhyun terkejut; Paling tidak berusia sebelas tahun biasanya hanya khawatir tentang orang tua mereka untuk mainan dan coklat. "Mengapa orang tuamu mengirim kau dan adikmu ke panti asuhan?"

"Kami bukan anak-anak kandung orang tua kami. Namun, mereka berdua memperlakukan kami dengan sangat baik, aku tidak ingin kembali ke panti asuhan!" Sungmin menjelaskan dengan emosi yang membuncah, tanpa malu-malu ia menggenggam lengan laki-laki di depannya "Kau tahu Direktur dimana? Kumohon, bawa aku bertemu dia."

"Tidak perlu dengan Direktur—" Kyuhyun bicara sebelum tiba-tiba Paman Kim melangkah memasuki ruang tidur.

"Tuan Muda..." Ujar Paman Kim.

Kyuhyun berdiri menjauhi ranjang melangkah menuju Paman Kim sebelum mengatakan "Ayahnya dipecat." Kata Kyuhyun pada Paman Kim. "Aku ingin besok ayahnya kembali bekerja."

"Baik, Tuan Muda." Paman Kim menjawab sambil berlalu dari ruangan tersebut.

Kyuhyun kembali duduk di tepi ranjang dimana Sungmin bersandar. Sungmin tahu, ia bukan sedang berbicara dengan seorang anak biasa, tapi seorang CEO Cho Corporation!

"Apakah ada yang bisa kulakukan sebagai penggantinya?" Tanya Sungmin.

"Ada—ada sesuatu yang harus kau lakukan padaku" Jawab Kyuhyun. "Tapi kau harus berjanji mau melakukannya." Lanjut Kyuhyun.

"Ya, aku berjanji" Jawab Sungmin tanpa pikir panjang.

.

.

.

.

Kebun belakang. Sungmin kecil berdiri dengan hati-hati agar dapat menyeimbangkan sebuah apel di kepalanya, matanya tertutup rapat dan tangan kecilnya terkepal meringkuk.

Kyuhyun berdiri agak jauh, ia mengenakan pakaian pemanah yang indah dan membuat dirinya menjadi lebih tampan... dan perlahan-lahan menarik panah kembali pada busurnya. Dia hanya pernah melihat sekali seseorang menggunakan sebuah apel untuk praktek memanah di televisi dan Kyuhyun menjadi selalu ingin mencoba, tapi dimarahi oleh pengasuhnya. Sekarang, ia akhirnya memiliki kesempatan untuk mencoba memanah sebuah apel di atas kepala seorang gadis dan gadis kecil itu bahkan dengan sukarela untuk melakukannya—dia berjanji padanya.

Jika dia—Sungmin bersedia untuk menaruh sebuah apel di atas kepala untuknya, ia akan mendapatkan pekerjaan ayahnya kembali. Yang dia ingin tahu, bagaimana gadis sebelas tahun ini dapat melakukannya. Sungmin dengan tenang menatap ke arahnya. Ada sebuah kedewasaan di matanya yang tidak harus dimiliki oleh seseorang yang begitu muda dan benar-benar berani mengatakan kepadanya bahwa ia perlu membuktikan bahwa ia memiliki

kemampuan untuk mengembalikan posisi ayahnya. Mengangguk-angguk, Sungmin memberi sinyal bahwa dirinya telah siap.

Meskipun ia—Kyuhyun masih dua belas tahun, semua orang tahu bahwa ia suatu hari akan menjadi pewaris masa depan untuk suatu dunia bisnis besar yang dirintis oleh ayahnya. Setelah melihat sinyal berupa anggukan dari Sungmin itu, dia tahu bahwa perjanjian tersebut akan dimulai. Dia perlahan-lahan menarik panahnya kembali lagi... karena ia bersiap-siap untuk melepaskan, tatapannya nyaris tanpa sadar bergerak ke wajah Sungmin... berdiri di bawah sinar matahari, dia hampir transparan.

Sungmin dengan gugup menggigit bibir bawahnya, menggigit begitu keras sehingga satu tetes darah merah muncul... Dan panah melucur ke arahnya!

.

.

.

Cho Kyuhyun secara tiba-tiba membuka matanya! Kepalanya terbuka karena rasa sakit, seolah-olah anak panah tidak pernah terbang ke arah Lee Sungmin tapi ke kepalanya sendiri.

Kyuhyun tahu bahwa ia telah—berhasil.

.

.

.

.

Setelah kejadian panah-memanah itu, Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin menjadi semakin dekat. Bisa dibilang; tak bisa terpisahkan. Ironis memang, mengetahui bahwa Sungmin dapat berada di sisinya hanyalah karena ia mempunyai segalanya yang dapat membuat keluarga Sungmin utuh kembali.

Kyuhyun—ya Kyuhyun mencintainya. Ia menyukai Sungmin dari pandangan pertamanya saat menggendong gadis itu perlahan saat kecelakaan tidak disengaja itu. Sejak saat tersebut, Kyuhyun sudah memutuskan, Sungmin adalah miliknya. Kyuhyun ingin memiliki Sungmin hanya untuknya.

Sungmin tidak tahu apa jelasnya perasaannya pada seorang Cho Kyuhyun. Yang ia tahu, ia hanya merasa nyaman berada di dekat Kyuhyun. Seakan-akan ingin selalu berada disisinya.

Menyadari Kyuhyun mempunyai perasaan padanya, maka Sungmin sama sekali tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini menguntungkan untuknya—pikir Sungmin.

Kyuhyun membiayai sekolahnya dan juga Henry di sekolah mahal. Sungmin dan keluarganya sempat menolak hal tersebut. Tapi Kyuhyun dengan tegas meyakinkan Sungmin bahwa ia tak ingin jauh dari gadis itu. Sungmin pun menyetujuinya.

.

.

.

"Yacht ini sangat indah." Ujar Sungmin

"Kau menyukainya?" Kata Kyuhyun

"Ya."

"Kalau begitu, Yacht ini bernama Lee Sungmin."

(End of Flashback)

.

.

.

.

Seoul, Korea Selatan 2010

Lima tahun kemudian.

Pada hari yang sama ketika Sungmin dengan Donghae berada di bandara, orangtua angkat Sungmin tewas dalam kecelakaan mobil dan Henry menderita luka parah. Sungmin pun tidak pernah melihat Kyuhyun lagi saat ia menghilang secara misterius setelah pertengkaran hebat mereka.

Sungmin merawat Henry, sambil mengambil pekerjaan sampingan untuk membayar uang sekolah mereka dan tagihan kesehatannya. Meskipun stress dan dipaksa untuk menjadi benar-

benar mandiri, Sungmin dan Henry bersandar pada satu sama lain untuk tetap bertahan.

Sungmin juga berteman baik dengan Kim Ryeowook, putri dari sopir tua Cho Kyuhyun. Meskipun Ryeowook sempat berpikir jelek tentang ayahnya yang diminta untuk melayani Sungmin, tapi ia akhirnya menyadari bahwa Sungmin tidak seperti gadis dangkal dan

Manja seperti yang lainnya, dan mereka berdua menghabiskan banyak waktu mereka di sekolah dengan bekerja serabutan bersama.

Ryeowook mendaftar pekerjaan untuk menjadi asisten pribadi Song Qian, seorang bintang pop naik daun juga mantan teman sekelas Ryeowook dan Sungmin. Meskipun Ryeowook ssempat menolak keras menjadi seorang "hamba" untuk teman sekelas, Sungmin tidak keberatan karena tidak begitu banyak pekerjaan lain yang datang padanya.

Ketika saingan Song Qian, Seohyun, juga berpendapat ingin asisten pribadi, dia diberikan Ryeowook oleh manajer rekaman, Kim Youngmin.

Sungmin dan Ryeowook menceburkan diri ke dalam pekerjaan mereka meskipun Ryeowook kecewa bahwa untuk menemukan waktu dengan Sungmin sangat singkat. Sekarang Song Qian juga menjadi teman dekat Sungmin. Ketika Seohyun berupaya untuk mendorong sepupunya sendiri untuk masuk ke perusahaan rekaman, Qian juga memutuskan untuk mendukung Sungmin untuk audisi.

"Kau itu sangat cantik Sungmin-ah. Ikutlah audisi itu." Ujar Qian saat itu "Tenanglah, bakat itu masih bisa digali kok."

Meskipun Sungmin enggan untuk masuk audisi—Sungmin masih jelas mengingat terakhir kali dia di atas panggung—Ryeowook meyakinkan dia untuk tetap mencoba, mengatakan ini adalah kesempatan yang terlalu bagus untuk dilewatkan.

Menyadari bahwa karir ini nyaman dapat mendukung dirinya dan Henry, Sungmin pun memutuskan untuk mencoba audisi meskipun ia sengaja tidak berterus terang dari pada Henry.

.

.

.

Pada hari audisi penyaringan pertama, empat gadis lainnya hadir bersama dengan Sungmin. Seorang gadis ramah langsung memperkenalkan dirinya sebagai Lee Hyukjae pada Sungmin. Kim Youngmin memberitahu gadis-gadis, mereka akan memilih dua pemenang dari mereka untuk masuk perusahaan. Selain itu, dalam upaya untuk meningkatkan motivasi, mereka telah mengundang bintang pop papan atas Korea yang lebih terkenal di Jepang, untuk melakukan duet dengan salah satu peserta.

Keributan gadis-gadis penuh semangat, bertanya-tanya apakah itu adalah Song Qian atau mungkin Seohyun. Tapi seakan hembusan nafas mereka ditarik selama beberapa detik saat Kim Youngmin mengumumkan nama-

Ternyata

Lee Donghae!

.

.

.

.

Bandara yang penuh hiruk pikuk, sekarang menjadi lebih-lebih ramai ketika seorang Lee Donghae menginjakkan kakinya kembali di negeri kelahirannya.

Kamera dengan blitz-blitz menyilaukan mata terus saja mengambil gambar tanpa henti, tak ingin melewatkan satupun pergerakan dari seorang artis bernama Lee Donghae itu.

'Lima tahun..' Gumam Donghae.

"Aku kembali"

.

.

.

.

TBC

Sedih deh, viewersnya banyak tapi yang review cuma dikit ;; peminat fic ini sedikit ya. Yaudah gapapa, tetep saya lanjut kok.

Saya mau ngingetin lagi, iya ini emang remake dari drama taiwan summer's desire yang castnya barbie hsu sama peter ho. Tapi saya remake nya dari novelnya, jadi dialognya agak sedikit. Maaf juga kalo alurnya kecepetan.

Yang dimaksud 'Yacht' itu kapal pesiar ya. Kyuhyun di ch 1 ga mati kok, cuma kecelakaan. /amit amit/

Yang nanya ini akhirnya haemin atau kyumin, tentu aja kyumin dong! Drama nya kan juga gitu. Hehe

Oh ya, Fic ini ke share di 2 rating! /malu/ saya nya salah pencet /? Yaudah gapapa ya, soalnya udah ada yg nge fave sama review di 2 rate itu. Ini sebenernya rate T, saya gabisa buat ff NC /nangis/

Thanks buat yg udah review;

motochika28, lisnaangr, abilhikmah, dewi. , Siihyun, PaboGirl, IYou, KyuMin07, zi'Pumpkins, My Name Is JC, Alvinna Kim, ChoYeonRin.