Chapter 1
Keluarga Park adalah pengusaha yang bergerak dalam bidang bisnis kopi, Usaha ini cukup sukses. Perusahaan Park adalah perusahaan turun temurun, Terhitung tiga keturunan yang mengelolanya. Tidak puas dengan hanya mengeluarkan brand merk kopi instan dan robusta, Perusahaan keluarga Park merangkak menggeluti bidang kedai kopi atau caffe dimulai dari Seoul distrik Itaewon dan Gangnam, Caffe Park maju pesat hingga mendirikan cabang-cabang lain diluar kota. Tidak tanggung-tanggung Caffe mereka selalu merekrut barista-barista berbobot cebolan beberapa universitas diluar negri. Caffe Park juga mendirikan kedai di mall sekitar Seoul. Perusahaan Park memiliki tiga orang pewaris, Kakak tertua bernama Park Yoora, Yang kedua bernama Park Chanyeol dan si bungsu bernama Park Sehun. Sedikit informasi, tidak pernah memberikan jabatan tinggi untuk anak-anak nya sepintar apa pun mereka dalam berbisnis. Seperti Yoora yang pernah bekerja sebagai manager di salah satu kedai, Sehun yang pernah menjadi pelayan paruh waktu saat masih kuliah dan yang terakhir Chanyeol yang sampai saat ini masih bekerja di salah satu pabrik pembuatan kopi. Alasan tidak pernah memberikan jabatan tinggi untuk anaknya adalah 'Lulusan terbaik manapun tidak bisa mengalahkan pengalaman seseorang dalam hal berbisnis' .Dan Chanyeol sering mengupat akan hal itu. Menurutnya orang seperti mereka harusnya duduk dikursi goyang pelataran rumah dari pada membiarkan rambut mereka yang sudah jarang itu semakin rontok memikirkan bisnis.
•
•
•
E
•
•
•
Park Chanyeol
•
Byun Baekhyun
•
All Other
•
•
"Meet"
•
•
Chanyeol mengira ia adalah lelaki normal pada umumnya hingga ia bertemu dengan sang calon adik ipar. Pada pagi hari Chanyeol mendapati celana nya yang basah setelah memimpikan Luhan kekasih adiknya bagaimana mimpi nya tadi malam saja sudah membuat Chanyeol harus 'Bermain solo' dikamar mandi. Kegiatan rutin dipagi hari menurut Chanyeol, Mendesahkan nama kekasih adiknya sendiri. Tapi itu tak berlangsung lama setelah Sehun dengan kurang ajar nya merusak kegiatan pagi nya.— Tapi mana yang lebih kurang ajar, Mendesahkan nama kekasih adikmu sendiri atau merusak permainan solo kakak mu? Ok, Lupakan pertanyaan itu.
Sehun marah besar pagi itu. Mengamuk dan membanting apa saja yang ada di dekatnya. Katakan lah Sehun berlebihan, Tapi perlu kalian ketahui Sehun mendapatkan Luhan tidak lah semudah seperti 'membolongi sabun' . Sehun mendapatkan Luhan dengan perjuangan keras. Mengikuti lelaki itu kemana saja hingga negri Tirai Bambu seperti Sasaeng Fans atau memasang tenda di depan rumah Luhan dan yang terakhir bernyanyi dibawah jendela kamar Luhan setiap malam walaupun Sehun tahu ia akan mandi basah dengan seember air yang dibawa Luhan setiap ia sudah selesai bernyanyi.
"Suara anjing tetangga ku lebih merdu dari suaramu. Dasar cadel!" — Luhan.
Dan setelah perjuangan keras itu, Chanyeol kakaknya dengan seenak jidat lebarnya mendesahkan dan membayangkan tubuh kekasihnya. Sehun bersumpah akan memenggal kepala kakaknya dan menggantung nya diatas perapian rumah musim dingin mereka yang ada di sebelum itu terjadi, Jurus sang anak bungsu harus ia keluarkan lebih dulu. "Aku akan mengadu pada ayah. Kudengar pabrik di Ilsan sedang mencari beberapa buruh lagi. Akan kupastikan seorang keluarga Park bekerja disana." Ancaman lama yang dibuat si bungsu. Tidak ada yang lebih bagus dari mengadu.
"Aku hanya mendesahkan namanya, Bukan menelanjanginya dibawahku." Chanyeol berucap santai. Wajahnya menatap lurus pada layar televisi didepannya.
"Apa?! Dengan otakmu saja kau sudah bisa menelanjangi Luhan-ku!" Sehun berteriak dengan mata yang tertutup.
"Baiklah, Aku minta maaf dan tidak akan melakukannya lagi tapi tidak untuk mengadukan ku pada ayah dan ibu"
Dan setelah hari itu Chanyeol tidak pernah lagi melakukan kegiatan solo nya dipagi hari seseksi apa pun Luhan dimimpi basahnya, Melainkan mulai mencari kekasih seperti yang di sarankan Sehun padanya. Setelah beberapa kali kencan buta Chanyeol, dihari kedua kencan butanya hingga mata nya bener benar buta bangun dipagi hari dengan keadaan tanpa busana dengan seorang laki-laki yang kini tengah meringkuk disebelahnya, Yang juga tanpa busana. Seingat Chanyeol dia bernama Min Yonggi, Dia cukup manis menurut Chanyeol dan hubungan mereka setelah itu terus berlanjut walaupun tanpa status yang jelas hingga memasuki tahun keempat. Chanyeol ingin memperjelas semua nya saat itu.
"Kau tahu kita sudah lama saling mengenal."
Yonggi hanya bergumam sebagai jawaban sambil menegak cairan pekat di gelasnya.
"Well, Bagaimana kalau kita memperjelas semuanya sekarang?Yeah,maksudku dengan bertunangan mungkin?" Chanyeol menatap Yonggi penuh harap.
Cairan pekat yang Yonggi minum kini tercekat ditenggorokan, Ia terbatuk-batuk.
"Kau bercanda?" Kemudian Yonggi berdehem untuk menetralkan tenggorokan nya lalu ia melanjutkan. "Maaf, Chanyeol. Tapi aku tidak tertarik melakukan hal yang seperti itu. Maksudku bukankah kita merasa nyaman jika seperti ini saja?"
Chanyeol mengulas senyum paksa, Tenggorokannya yang mulai terasa kering kembali menegak cairan hitam pekat berakohol. Setelah pernyataan yang ditolak secara halus— Walaupun menyakitkan menurutnya. Chanyeol kembali bangun tanpa busana lagi dan tentu saja dengan Yonggi yang meringkuk disampingnya. Chanyeol tersenyum miring. "Terimakasih,Telah membuang waktuku." Dan setelah hari itu Park Chanyeol memutuskan hubungan dengan Min Yonggi dan melanjutkan —Mari mengkhayalkan calon adik ipar— dikamar mandi lagi. P.S. Tanpa di ketahui Sehun.
"Kau membuang waktu empat tahun hanya untuk bermain-main?Ck! Yang benar saja."
Chanyeol melirik malas adik nya yang berkacak pinggang didepannya.
"Kau tahu? Mulai dari Yoora noona menemukan jodohnya hingga sekarang melahirkan anak dan kau berkata hanya bermain-main dengan Min Yonggi selama empat tahun terakhir. Yang benar saja kau ini!"
Tapi Chanyeol hanya menanggapi ocehan Sehun dengan bersendawa karena dia baru saja memakan sebungkus besar kripik kentang goreng. "Kau punya cola?"
"Hyung!" Sehun mulai histeris.Lagi.
•
•
•
E
•
•
•
"Ya, Aku tahu itu. Aku baru saja menelannya."
"..."
"Jangan bercanda Gege, Aku disini bersama Kyungsoo"
"..."
"Oh Tuhan, Tidak akan. Aku memulai hubungan yang sehat dengannya"
"..."
"Ge,Kau menganggu sarapan ku, Sudahlah. Aku tutup"
Baekhyun mengakhiri sambungan telpon nya lalu terkekeh geli setelahnya. Masih belum habis pikir dengan kakaknya yang terlewat Perhatian pada dirinya. Padahal baru kemarin kakaknya meninggalkan dirinya untuk mengurus beberapa hal di luar negri tapi paginya atau mungkin saja kakaknya baru saja mendarat dia sudah menghubunginya hanya untuk menanyakan 'dengan siapa ia tidur' . Kyungsoo berdehem menghentikan lamunannya tentang betapa konyolnya Yifan—Gegenya.
"Apa Yifan-Ge sudah sampai Kanada?" Kyungsoo bertanya sambil menyesap susu vanilanya.
Baekhyun bergumam sebagai jawaban. Tangan nya sibuk menari-nari diatas layar telpon pintarnya, Sesekali Baekhyun terkekeh sendiri.
"Apa itu Yeri? Kau benar-benar serius dengannya?" Kyungsoo bertanya terotis.
"Apa hubungan yang sudah dijalani dua tahun masih dianggap kurang serius? Kami akan menikah, Kyung." Baekhyun tersenyum tipis. Satu lagi orang terdekat Baekhyun yang aneh menurutnya setelah kakaknya sendiri. Kyungsoo masih tidak percaya akan orientasi seks-nya. Baekhyun tidak memungkiri dirinya yang terlihat sangat kecil jika dibandingkan dengan kakaknya yang terlihat sangat jantan terbalik dengannya yang memiliki paras seperti perempuan dan jari-jari tangan nya yang lentik—bahkan kekasihnya sempat mengeluh akan hal itu. Tapi tetap saja menurut Baekhyun ia adalah lelaki yang mampu membahagiakan istrinya kelak. Dan ngomong-ngomong kekasih Baekhyun adalah Yeri. Gadis ini adalah tunangannya sekarang. Mereka bertemu lewat perjodohan keluarga pada musim dingin dua tahun yang lalu. Awalnya Yifan yang akan dijodohkan mengingat dia anak sulung dikeluarga yang harus terlebih dulu dinikahkan tapi karena sesuatu hal Baekhyun lah yang menggantikannya.
"Aku sudah memiliki kekasih dan aku tidak tertarik dengan manusia yang memiliki buah dada."— Yifan.
Baekhyun kembali terkekeh lagi mengingat perkataan kakaknya yang membuat orang rumah hampir pingsan ditempat saat itu. Kyungsoo kembali berdehem membuyarkan lamunan Baekhyun tentang kekonyolan kakaknya.
" Aku ada kelas hari ini dan setelahnya aku akan mengunjungi nenek ku yang berada di Daegu. Kau tidak apa-apa kan aku meninggalkanmu?"
Baekhyun kembali bergumam sebagai jawaban.
Terkadang Kyungsoo tidak mengerti akan Baekhyun pikirkan. Apakah Baekhyun marah, Sedih atau senang karena menurutnya Baekhyun terlalu tertutup. Pernah ia mendapati Baekhyun yang seharian tertawa dan melanturkan guyonan candaannya tapi saat malam nya, Saat Kyungsoo yang tidak sengaja bangun ditengah malam. Kyungsoo mendapati Baekhyun yang menangis meringkuk disudut ruangan yang gelap tanpa penerangan sedikit pun. Pernah Kyungsoo berfikir bahwa mungkin teman kamarnya ini mengalami Alter Ego secara tidak langsung tapi semua itu di tepis oleh Kyungsoo setelah Baekhyun berkata
"Walaupun kau bersedih,terluka dan bosan dengan hidupmu, Tapi setidaknya kau harus tersenyum agar orang yang mencintaimu juga bisa tersenyum"
Itu yang Baekhyun katakan saat Kyungsoo mengalami patah hati dengan seniornya dulu dikampus. Satu hal yang Kyungsoo simpulkan. Baekhyun pintar menyembunyikan perasaannya, Bukan Alter Ego yang sempat Kyungsoo pikirkan. Baekhyun hanya pintar memanipulasi raut wajahnya.
•
•
•
E
•
Pagi itu sangat cerah di Bucheon. Memasuki bulan November sepertinya musim dingin datang lebih cepat tahun ini. Baekhyun mengeratkan syak berwarna merah yang sedang ia pakai, Kaki pendeknya memasuki sebuah caffe yang tidak jauh dari apertement nya dengan Kyungsoo.
Suara lonceng berbunyi saat Baekhyun mendorong pintu caffe. Senyum hangat pegawai caffe menyambut Baekhyun didalam. Seorang wanita paruh baya berumur 40-an menyambut Baekhyun di meja bar tender.
"Bisa aku pesan kopi dengan banyak caramel tanpa susu cream, Oh! Dan juga waffle dengan madu. Masing-masing aku pesan dua porsi."
"Apa Kyungsoo mengubah seleranya sekarang? Dia tidak pernah pesan kopi tanpa susu cream sebelumnya."
"Ini untuk kekasihku Bi, Dia tidak menyukai susu."
"Kau bilang apa tadi Baek?!Kekasih?! Baekhyun kita mempunyai kekasih?!" Seorang lelaki dengan celemek putih menyembulkan kepala dari bawah meja bar tender.
Baekhyun memekik kaget dengan segala umpatan yang coba ia tahan karena ada bibi Song di depannya sekarang, Baekhyun masih punya sopan santun ngomong-ngomong.
"Ricky,Berhenti bermain-main. Usia mu sudah menginjak kepala tiga ibu ingatkan!" Yang diomeli hanya membeo perkataan sang ayolah, Apa umur sangat penting sekarang? Itu yang dipikirkan Ricky sekarang. Terkadang Ricky akan bersumpah serapa bila sang ibu akan mengungkin masalah umur atau calon menantu. Ricky tampan kok hanya kurang beruntung saja.
Baekhyun berdehem untuk mengambik perhatian sepasang ibu dan anak yang sedang berargument tersebut. "Apa aku bisa mengambil pesanan ku sekarang?"
"Oh, Astaga! Bibi hampir lupa." Bibi Song kemudian mengalihkan perhatiannya ke Ricky yang masih sibuk mengumpat ibu nya sendiri. "Kau dengar itu perjaka tua palsu? Buatkan si mungil ini kopi dan waffle seperti keinginannya. Kau tidak akan mendapatkan won jika hanya mengumpat ibumu sendiri."
Ricky hanya mendengus sebagai jawaban lalu berjalan malas ke belakang mesin pembuat kopi.
Baekhyun tersenyum geli melihat pertengkaran ibu dan anak didepannya. Andaikan ibu nya ada disini pikirnya.
"Apa benar ini untuk kekasihmu?" Ricky meletakan pesanan Baekhyun dimeja. Dengan wajah yang ia buat serius, Wajahnya mendekat kedepan.
Baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk sambik mengambil pesanannya.
"Apa dia yang minggu lalu membeli kue muffin bersamamu?"
Baekhyun mengerjab dua kali, Lalu kekehan halus keluar dari bibir tipisnya. "Apa yang kau maksud adalah Yifan kakak ku sendiri?"
Ricky lalu menggaruk pipinya canggung. "Ternyata dia kakakmu yah, Lalu siapa pria mana yang beruntung mendapatkan Baekhyun kita ini?"
Baekhyun tersenyum canggung. "Aku tak mengerti maksud Hyung, Tapi kekasih ku bukan pria tapi wanita." Baekhyun kemudia membungkuk untuk pamit dan berjalan menuju pintu keluar. Meninggalkan Ricky yang sedang rahangnya sendiri.
"Baekhyun dengan wanita? Orang-orang pasti akan menganggap mereka lesbi bila sedang kencan ditempat umum." Kemudian Ricky menaikan bahu nya acuh.
•
•
•
E
•
•
"Apa?!" Itu bukan pekikan histeris Sehun, Tapi kakaknya Chanyeol.
hanya memasang tampang malas sambil mengorek-ngorek kupingnya. bukan jorok, Hanya cinta kebersihan katanya.
"Kau maknae! Apa yang kau adukan lagi pada ayah?" Chanyeol bertanya masih dengan intonasi yang sama. Histeris.
Sehun memutar bola matanya lalu menjeda games di smartphone nya dan berkata " .Menikah." Ucap Sehun dengan penuh penekanan ditiap katanya.
"Dasar bodoh, Lalu apa hubungannya dengan ku,jika kau mau menikah ya menikah saja, Tidak usah pamer begitu!" Oh-oh Chanyeol bawa perasaan seperrtinya.
Belum sempat Sehun menjawab, Yoora yang baru saja bergabung bersuara duluan. "Kau yang bodoh, Sehun itu si bungsu dikeluarga Park. Kau itu menghambat pernikahannya dengan belum menikah."
" Ibuuuuu~" Itu Chanyeol yang merengek.
" Oh lihat siapa yang sibungsu disini." Sekali lagi Sehun memutar bola matanya dengan malas.
"Oke, Aku akan menikah. Jadi jangan kirim aku ke Bucheon." Chanyel berucap santai mengabaikan tatapan jenaka dari kekuarga nya.
"Dengan siapa?" bertanya terotis.
"Dengan kucing Joonmyon yang baru saja melahirkan?atau..." Sehun melirik Yoora yang disampingnya.
"Dengan Iguana jantan milik Yixing?" Sambung Yoora.
Keduanya lalu terbahak sambik ber—high five.
"Sialan kalian!" Chanyeol kembali berteriak sambil melempari bantal kepada kedua saudaranya. Chanyeol mengumpat dalam hati, Bisa-bisanya ia disandingkan dengan kucing milik Joonmyeon yang galaknya minta ampun dan iguana milikYixing jangan tanya, Chanyeol malas mengingatnya.
"Sudah hentikan kalian berdua, Dan untukmu Chanyeol.." Tn. Park menatap serius anaknya, Chanyeol mendeklik tak suka sekarang. "...Kemasi barang-barang mu dan berangkat ke Bucheon pagi harinya."
"Tapi aku tidak—"
"Tidak ada kata penolakan, Pergi dan kembangkan bisnis kita disana. Jika tidak ada satu pria atau gadis yang kau nikahi di Seoul,maka carilah ditempat lain. Ayah tak peduli jika hanya bisa menimang cucu dari Yoora. Usia mu sudah akan menginjak kepala tiga sebentar lagi. Sehun akan lulus tahun ini dan ingin menikah. Apa kata orang jika kau dilangkahi adik mu sendiri? Kemasi barang mu dan pergi esok harinya,ini kebijakan terakhir yang ayah lakukan untuk mu,jika kau menolak ayah akan menjodohkanmu dengan anak teman bisnis ayah." lalu menghela nafas halus dan pergi meninggalkan ruang keluarga.
berdiri mendekati anaknya dan mengusap halus pundak Chanyeol. "Turuti perkataan ayahmu,Chan. Ibu akan menghubungi untuk menyiapkan tempat tinggalmu disana."
•
•
•
Empat koper besar sudah masuk kedalam bagasi mobil Chanyeol. Ini masih jam enam pagi tapi dengan alasan hari ini akan macet karena hari ini senin yang sibuk jadi Chanyeol dibangunkan Yoora dengan tangisan Rahee—Anaknya Yoora. Seperti nya Kakak perempuannya sangat bersemangat untuk mengusirnya dari rumah. Padahal jam seperti ini kakaknya harusnya ada di kediamannya sendiri, Berhubung ia telah menikah tapi coba lihat sekarang. Demi dewa dewi Yunani —yang Chanyeol yakini dapat membuat 'adik'nya berdiri dalam sekali lirik— Kakaknya sangat kurang kerjaan dipagi hari buta sudah dikamarnya untuk mengusirnya.
Seperti ibu pada umumnya yang ketika anaknya akan hidup sendiri. Bukan, bukan tipe ibu yang akan menangis tersedu-sedu sekarang. Hanya bersikap seperti mengomel tentang kebiasaan buruk Chanyeol yang tidak bisa makan pagi atau kebiasaan buruk Chanyeol lainnya. Ibu nya tidak tahu saja jika masih banyak keburukan Chanyeol lainnya yang ibu nya tidak pernah lihat. Seperti; Minum-minuman hingga teler hingga meniduri anak orang tanpa hubungan yang jelas. Ibu nya mungkin akan pingsan ditempat jika mengetahui anak nya seperti itu.
•
•
•
E
•
•
Baekhyun sudah hampir satu jam berdiri didepan cermin. Wajahnya datar tak terbaca, Lalu ingatannya kembali melayang akan kejadian malam tadi. Dimana ia mendapati tunangannya tengah bercumbu dengan orang lain.
"Aku tak pernah berniat untuk menikah dengan oppa, Semua ini kulakukan karena Bibi Byun, Tapi karena Bibi Byun tidak ada lagi. Ayo kita akhiri semua kebohongan ini. Aku mencintai orang lain. Oppa bisa lihat sendiri sekarang." — Yeri.
Yeri, Perempuan itu. Hanya bersandiwara dalam dua tahun terakhir ini, Mengucapkan cinta hanya kebohongan yang dia ucapkan. Baekhyun tersenyum miris mengingatnya. Tawa kosong lolos dari bibirnya yang kini bergetar. Satu persatu berubah semenjak ibu nya meninggalkan nya.
"Baekhyun kau didalam?" Kyungsoo mengetuk kamar mandi.
"Baek, Kau baik-baik saja?" Suara Kyungsoo terdengar khawatir dibalik pintu.
"Ya, Kyung. Aku baik-baik saja. Sebentar lagi aku keluar." Baekhyun buru-buru menyalakan kran air dan membasuh wajahnya.
•
•
"Jongin mengajakku berlibur divilla nya untuk beberapa hari kedepan." Kyungsoo memecah keheningan dimeja makan.
Baekhyun tersenyum seadanya dan mengangguk, Mengerti akan apa yang Kyungsoo coba sampaikan.
"Kau tidak ingin ikut?"
Baekhyun menggeleng, Menghentikan acara makannya yang tinggal setengah. "Aku tak ingin jadi lampu taman saat kalian sedang masa pendekatan."
Pipi Kyungsoo tiba-tiba terasa panas. "Y—ya! Tidak seperti itu. Lalu apa gunanya tunangan mu itu,huh? ajak saja dia."
Raut wajah Baekhyun berubah datar. "Aku sudah selesai makan, Aku akan memberi salam dulu pada tetangga baru kita di pintu sebelah."
Mata Kyungsoo mengerjab bingung dengan perubahan emosi Baekhyun, Kyungsoo menggaruk pipinya kikuk.
"Dan satu lagi..." Suara Baekhyun kembali terdengar di depan pintu. "Aku dan Yeri sudah berakhir." Dan Baekhyun sepenuhnya hilang dari balik pintu.
•
•
Baekhyun sudah mendengarnya saat memasuki kawasan lantai Apertement nya bahwa ada yang baru saja pindah. Jadi dia berniat membawakan beberapa buahan untuk memberi salam, Ini kebiasaan orang korea jika ada orang baru yang pindah.
Baekhyun mengetuk pintu apertement tiga kali hingga sosok yang cukup tinggi membuka pintu. Dia laki-laki tampan namum aneh menurut Baekhyun. Sudah 5 menit ia berdiri di depan pintu tapi tidak ada satu suara pun keluar dari mulut lelaki tinggi ini. Baekhyun mulai berfikir apa dia baru saja mendapatkan tetangga yang bisu.
"M—maaf, Tapi aku ingin memberi ini. Ku dengar kau baru pindah." Suara Baekhyun terdengar canggung. Ia menggaruk tengkuk nya karena lelaki ini hanya memandanginya saja.
"Aku Park Chanyeol." Akhirnya lelaki itu bersuara.
"Panggil saja Baekhyun." Lalu ia tersenyum amat manis.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
END?TBC? :"V
A/n : Duh akutu seneng banget ada yg mau polow,kaporit sama ripiu epep ini :"
sebenernya ini epep udah berdebu banget,berapa kali diriku sesumbar mau publish baru sekarang kepublish nya,btw ini gak di cek jikalau ada typo yg berserakan itu dikarnakan diriku manusia biasa yg megharap belaian kasih sayang euhhh :" /digampar
Makasih buat member group yg ripiu,Lop yah deh :"*
Ripiu jikalau berkenan deh :"V
