Hai, gimana semua lebarannya rame gak. Kumpul-kumpul sama keluarga, makan-makan, dapat baju baru, dapat THR.

Sebelum memulai lanjutan dari fic ini. Aku tekankan gak ada pairing-pairingan disini. (apalagi Yaoi, Shonen-ai) Mei enek sama yang begituan.

Fic ku ini netral dan lebih ditekankan pada Drama dan Friendship-nya (Jadi jangan mikir yang aneh-aneh oke) Maklumlah diri ini masih sendiri masa aku kalah bocah SD. *(meratapi diri di sudut kamar.) aku ngelewatin malam takbiran sendirian sedangkan kakak-kakakku pada jalan-jalan sama istri, anak, dan calon suaminya (aku juga pengen jalan-jalan.)*PLAAK

Lupakan saja yang tadi, Review-an kalian sudah cukup untuk menghiburku. langsung aja deh.

Boboiboy and Friends beserta karakter di dalam ceritanya bukan milikku. Tapi milik Animonsta dan aku gak dapat keuntungan apapun dari cerita ini.

.

Chapter 2 : The Flaming Demon

Ada istilah yang mengatakan jika api saat kecil jadi kawan, tapi bila besar jadi lawan.

Lalu bagaimana dengan api besar yang ada dihadapan teman-teman Boboiboy saat ini. Apakah api besar tersebut akan menjadi pembawa kebaikan, atau malah membawa bencana bagi mereka.

Jawaban pastinya tidak ada yang tahu.

.

"Boboiboy… Api? Kenapa kau…" gumam Fang dengan tatapan bingung sekaligus syok.

Ejo jo tertawa puas dengan kemunculan dari Boboiboy yang sudah ditunggunya sejak tadi. "Akhirnya datang juga kau!" serunya.

Sepertinya dia memang sengaja melakukan hal seperti tadi untuk memancing Boboiboy datang. Dan 10 unit robot PETAI tersebut memang disiapkan khusus untuk menyerang Boboiboy saja.

"Kuperingatkan sebelum kau babak belur. Sebaiknya kau mengaku kalah saja" kata Boboiboy Blaze mengancam Ejo jo. Dia sangat percaya diri bisa mengalahkan Ejo jo sendirian.

"Aku mengaku kalah. coba lihat siapa yang lebih unggul disini" seru Ejo jo menyombongkan kekuatan baru, 10 unit robot PETAI, juga teman-teman Boboiboy yang disanderanya.

"Sudah saatnya untuk kau melepaskan teman-temanku!" seru Boboiboy Blaze memegang kapaknya lebih erat dan langsung maju menghantamkannya pada Ejo jo.

Ejo jo kontan saja langsung melompat dan terbang lalu membalas hantaman kapak dari Boboiboy Blaze dengan sabetan pedang lasernya.

Pertarungan antara makhluk berbeda spesies itu pun tidak terelakkan lagi. Mereka bertarung dengan kecepatan luar biasa.

Dua cahaya berwarna kontras merah dan hijau terlihat berpendar di udara, bergerak saling menghantam satu sama lain. Pertarungan itu juga diselingi suara dua senjata yang saling beradu. Sesekali terlihat mereka berdua saling memberikan tendangan hingga menghasilkan suara ledakan di mana-mana.

Siapa pun yang menyaksikan kejadian dahsyat ini pasti akan langsung tercengang, terkagum-kagum dan tidak bisa memalingkan mata.

"Dahsyat sekali!" komentar Fang terkagum-kagum.

.

Dalam pertarungan ini kelihatannya Boboiboy Blaze lah yang lebih unggul. Dia kelihatan tidak kehilangan stamina sedikitpun. Dan dengan tenaga besar dia berhasil membuat Ejo jo terdorong mundur.

Ejo jo yang merasa mulai terpojok sambil menahan sabetan kapak dari Boboiboy Blaze dengan pedangnya mulai memerintahkan robot-robot tempurnya untuk menyerang Boboiboy Blaze.

"Ugh… PETAI bantu aku!" perintah Ejo jo pada robot-robotnya itu.

Dengan sigap sepuluh robot milik Ejo jo tersebut langsung mengarahkan tembakan laser energi penuh ke arah Boboiboy Blaze.

Boboiboy Blaze berdecak kesal dan melepaskan hantaman kapaknya dari Ejo jo. Lalu terbang menghindari serangan laser tersebut.

Namun sepertinya itu adalah laser khusus yang punya kemampuan untuk berbelok-belok dan mengejar target incarannya *(Tau kan kayak punyanya si Gaganaz)

Jadi Boboiboy Blaze yang terus menerus di kejar-kejar oleh laser tersebut hanya terbang berputar mencoba menghindar secepat mungkin. Dan entah dapat ide dari mana dia langsung terbang lebih rendah ke arah para pasukan PETAI.

*(Tolong bagian ini di slow motion-kan adegannya). Lalu dengan seringai jahil menghiasi wajahnya, dia langsung terbang dan melewati celah kecil di antara para PETAI. Dan alhasil para robot tempur itu terkena tembakan laser mereka sendiri.

Boboiboy Blaze langsung tertawa geli. Dia sangat puas dengan hasil kerjanya "Tu lah. Jangan coba-coba curang denganku!" serunya sambil berkacak pinggang. Ya sifatnya memang rada mirip dengan Taufan, jahil-jahil gitu.

.

"Boboiboy, ini jebakan! Larilah selagi masih bisa!" seru Ying.

"Cerewet!" sahut Boboiboy Blaze dengan keras. Membuat Ying terpenjarat dengan jawaban dari mulut Boboiboy Blaze. Karena tidak biasanya Boboiboy akan berkata kasar seperti itu.

"Boboiboy, awas di belakangmu!" seru Gopal dan teman-temannya yang ada di dalam penjara. Memperingatkan Boboiboy Blaze.

Namun, sepertinya terlambat dan serangan jaring pengikat milik Ejo jo sudah tidak bisa dihindari lagi oleh Boboiboy Blaze, dan akhirnya seluruh tubuh atasnya habis terikat oleh jaring laba-laba milik Ejo jo.

"Kena kau! Sekarang kita habisi dia!" perintah Ejo jo pada robot tempurnya sambil menembakkan laser pemusnah.

Para Robot milik Ejo jo langsung merespon perintah yang diberikan dan menembaki Boboiboy Blaze dengan misil.

Boboiboy Blaze hanya diam dan tertunduk, tapi bukan menyerah. Senyuman jahil masih tersungging dibibirnya. Dan tepat sebelum misil dan laser itu mengenainya, langsung saja. "Perisai api!" serunya yang kemudian membuat selimut dari kobaran api, dan langsung saja mengelilingi tubuhnya, membakar jaring milik Ejo jo yang mengikat tubuhnya. Sekaligus mementalkan laser dan misil-misil itu.

Ejo jo sangat terkejut, dia benar-benar tidak menyangka kalau Boboiboy sudah jadi sekuat ini.

"Hembusan berapi!" seru Boboiboy Blaze yang kemudian meniupkan udara panas dan kobaran api dari mulutnya. Dan diarahkan pada atap bangunan sekolah yang sudah penuh dengan jaring laba-laba.

dan dengan cepat api langsung menyebar dan membakar habis semua jaring laba-laba miik Ejo jo, tanpa melukai Fang, Ying, maupun Yaya sedikitpun.

Fang langsung menepis jaring-jaring yang mengikat tangan dan kakinya. Dan Ying pun akhirnya bisa bangun setelah semua jaring yang merekat di tubuhnya lenyap.

"Wah! Hebatnya!" gumam semua teman-temannya yang melihat jurusnya tadi.

"Ah, itulah anak murid kebenaran" ucap Papa Zola.

Lalu kemudian Boboiboy Blaze melompat turun dan mendarat tepat di depan Fang. Lalu mengayunkan kapaknya dan membuat tebasan berapi ke arah Gopal dan yang lain.

Setelah itu dengan mudahnya kurungan yang menjadi penjara bagi satu kelas itu terbelah dua secara vertikal dan membebaskan Gopal dan yang lain tanpa melukai mereka sedikitpun.

"Gyaa!" seru Gopal dan yang lain saat mereka semua hampir jatuh dari ketinggian di saat bersamaan.

"Fang!" ucap Boboiboy Blaze sambil menatap pada Fang memberikan isyarat untuk menyelamatkan teman-teman mereka.

Fang menghentakan lengannya. "Tangan Bayang!" serunya. Kemudian dari bayangan Fang keluar sebentuk tangan raksasa yang langsung menangkap seisi kelas dan menurunkan mereka secara perlahan ke tanah.

"Terbaiklah, Fang" ucap Boboiboy Blaze sambil mengacungkan tangan kirinya ke udara memberikan isyarat untuk tos pada Fang. Dan langsung dibalas oleh Fang.

.

Beberapa saat kemudian Ejo jo turun kembali secara perlahan menghampiri mereka semua di atap sambil memberikan tepukan tangan. "Bagus, Bagus. Kalian benar-benar membuatku terkesan" ucapnya dengan santai.

Fang langsung bersiap dengan posisi bertarung dan Boboiboy Blaze memegang kuat-kuat kapaknya sambil memasang kuda-kuda.

"Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai" kata Ejo jo dengan seringai licik.

"Fang, yang ini serahkan saja padaku. Kau pergilah bawa Yaya dan Ying ke tempat yang aman" bisik Boboiboy Blaze.

"Hah? Lalu kau bagaimana?" balas Fang terkejut dengan permintaan dari Boboiboy Blaze.

"Jangan pikirkan aku yang penting-" ucapan Boboiboy Blaze terhenti karena peringatan dari Ying.

"Boboiboy, Fang! Di atas kalian!" seru Ying panik.

Ternyata Ejo jo sudah melompat dari atas berniat menyerang Boboiboy Blaze dengan sabetan pedang lasernya.

Boboiboy Blaze langsung menyadarinya lalu menciptakan penghalang dari kobaran api di tangannya untuk menahan serangan dari Ejo jo. Kemudian menghantamkan kapaknya yang langsung di tangkis oleh Ejo jo. Serangan yang di berikan Ejo jo kali ini cukup kuat hingga membuatnya terpukul mundur.

Sementara Fang yang ada di sampingnya sejak tadi, langsung tidak berkutik dan hanya terduduk lemas memperhatikan pertarungan mengerikan ini.

"Hebat, Hebat. Kuasa yang hebat. Membuat jantung berdebar-debar." Seru Ejo jo dengan tawa mengembang di wajahnya sambil terus menyerang Boboiboy Blaze. Dia sudah mulai kehilangan akal sehatnya ya?

Boboiboy Blaze dengan tatapan kesal hanya terus menepis serangan dari Ejo jo dengan kapaknya. "Kau membuatku jengkel. Bisakah kau diam, sebelum aku sumpal mulutmu itu!?" seru Boboiboy yang kemudian menghantamkan kapak berlapis apinya itu pada Ejo jo.

Dengan cepat Ejo jo langsung melompat mundur untuk menghindar. "Baiklah. Aku turuti keinginanmu dan bertarung dengan tenang" sahutnya. Dia langsung menjentikkan jarinya dan menciptakan bola jaring berwana keemasan. "Bola jaring emas!" serunya yang langsung saja melemparkan benda tersebut ke arah Boboiboy Blaze.

"Jangan Boboiboy itu…!" seru Fang dan Ying mencoba memperingatkan Boboiboy Blaze tentang serangan berbahaya milik Ejo jo seperti sebelumnya.

Namun sepertinya sudah terlambat, Boboiboy Blaze tidak mendengar apa yang diucapkan oleh dua temannya itu. Dia dengan respon langsung membelah bola tersebut dengan kapaknya dan akhirnya seluruh tubuhnya terikat oleh jaring-jaring yang tidak menempel pada apapun itu.

Kelihatanya jaring yang satu ini berbeda dari sebelumnya. Meskipun Boboiboy Blaze sudah mencobanya tapi entah kenapa sepertinya benda itu tidak bisa dibakar. Dan semakin Boboiboy Blaze memberontak jaring tersebut mengikatnya semakin kuat.

"Sekuat apapun kuasamu. Jika kau tidak bisa bergerak semuanya tidak berguna" ucap Ejo jo. Yang kemudian memberikan perintah pada pasukan robotnya untuk mengelilingi Boboiboy Blaze.

Sesuai arahan sepuluh unit robot PETAI tersebut langsung mengelilingi Boboiboy Blaze dan menghujaninya dengan tembakan peluru.

Boboiboy Blaze tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya membiarkan tembakan peluru-peluru yang menyakitkan itu menembus kulitnya dan membuatnya kehilangan banyak darah.

Sementara Fang dan Ying yang menyaksikan kejadian mengerikan ini sangat terkejut dan panik.

Lalu Ejo jo dengan santainya menghampiri Boboiboy Blaze yang sudah tidak berdaya lagi. Dan kemudian meletakan mulut pistol di dahi Boboiboy Blaze yang terlihat sangat kesakitan.

"Kalau begitu. Selamat tinggal, Boboiboy" ucap Ejo jo yang langsung menembakkan pistonya ke kepala Boboiboy Blaze sambil menjentikkan jarinya untuk menghilangkan jaring yang mengikatnya.

Suara tembakan pistol beserta jentikan jari terdengar bersamaan di saat peluru itu menembus kepala Boboiboy Blaze. Dan akhirnya dia langsung terbujur lemas di lantai dengan tubuh penuh luka dan sebuah lubang bekas tembakan peluru di kepalanya. Jika lubang yang menganga di kepalanya itu tidak tertutupi oleh poni. pasti siapapun akan bergidik ngeri dan mual jika melihatnya.

"Hahahaha… Aku berhasil menghabisi Boboiboy!" seru Ejo jo puas dengan hasil dari misi balas dendamnya.

Sekarang Fang dan Ying begitu syok, terpukul dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat sahabat terbaik mereka itu terkapar di lantai dan tak bergerak. Boboiboy mati? Tidak mungkin. Sekarang bagaimana mereka akan menjelaskan pada Tok Aba dan Ochobot tentang hal ini. Apa yang akan terjadi jika orang tua Boboiboy tahu, anak satu-satunya mereka sudah tiada? Hanya itulah yang ada di benak mereka saat ini.

.

Teorinya adalah jika seseorang tertembak peluru di kepala, maka sudah tidak ada lagi harapan dan kesempatan untuk bertahan hidup. Karena organ terpenting dalam tubuh makhluk hidup bernama otak, yang berfungsi mengatur segala hal mulai dari ingatan, gerakan otot, sampai denyut jantung juga aliran darah itu sudah hancur.

Tapi hal seperti itu tampaknya tidak berlaku bagi Boboiboy Blaze. Dengan cepat api berwarna hitam langsung membalut luka di seluruh tubuhnya, termasuk luka tembak di kepalanya barusan. Itu tanda jika sel-sel dan jaringan tubuhnya sedang melakukan regenerasi.

"Huh?" gumam Ejo jo bingung dan memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi pada Boboiboy Blaze. begitu pula Fang dan Ying yang langsung tercengang.

Dan akhirnya luka-luka di tubuh Boboiboy Blaze pun menutup dengan sempurna, bahkan bekas luka dan sisa darahnya pun tidak ada.

"Haduh… Kau benar-benar melakukannya" kata Boboiboy Blaze. kemudian dia mengangkat kakinya ke udara untuk melakukan kick up, dan langsung berdiri dengan tegak. Lalu dengan santainya dia menepis debu yang menempel di jaketnya sambil mengambil kapaknya lagi seolah tidak pernah terjadi apapun.

"Kau… Kenapa bisa?" seru Ejo jo terheran-heran.

Boboiboy Blaze menyampirkan kapaknya ke samping. "Kau kaget? Padahal tadinya kupikir kau akan ketakutan dan kehilangan semangat. Tapi sepertinya…" ucapnya santai dengan tatapan angkuh.

"Hmph… sepertinya aku harus mengatur rencana lain." Ucap Ejo jo sambil melihat ke arah Fang. Membuat insan yang di perhatikan mulai kebingungan. "Ayo kita atur ulang lagi permainannya" ucap Ejo jo.

.

"Cih…" Boboiboy Blaze langsung berlari menghampiri Fang yang hampir di tangkap oleh dua robot PETAI (Fang tidak menyadarinya sama sekali) lalu langsung menendangnya.

Dan membuat Fang sampai terguling-guling sampai ke pinggir atap. "Kenapa kau malah menendangku!?" serunya terdengar sangat kesal.

Boboiboy Blaze sebenarnya berniat baik, tapi caranya salah. Dia hanya ingin menyingkirkan Fang dari tengah-tengah arena pertarungan agar tidak sampai terkena serangan.

Dengan sigap para ke sepuluh pasukan PETAI langsung mengelilingi Boboiboy Blaze dan mengurung dirinya di tengah-tengah mereka.

"Menyebar. PERISAI API!" seru Boboiboy Blaze membuat barrier dari kobaran api di sekeliling tubuhnya dan mementalkan para robot-robot itu ke segala arah. Hingga dia pun bisa melepaskan diri.

Ejo jo tampak mulai kelelahan. Sudah menggunakan energi untuk jam kuasanya, di tambah lagi pertarungan adu senjata dengan Boboiboy Blaze yang sangat menguras tenaganya. Tapi yang membuatnya heran, Boboiboy Blaze seperti tidak kehabisan stamina sedikitpun, bukankah dia yang membuatnya kewalahan sejak tadi. "Kau ini… sebenarnya apa!?" serunya dengan nafas terengah-engah.

"Eh? Sudah kelelahan ya? Padahal kupikir kau lebih hebat dari ini lho?" ucap Boboiboy Blaze mengejek Ejo jo.

"Akan kubuat kau menyesali kata-katamu itu!" Ejo jo langsung saja terpancing emosinya. Dia benar-benar geram sekarang.

"Apapun yang kau lakukan percuma saja!" serunya dengan senyuman angkuh sambil mengangkat kapaknya.

Tapi kemudian Boboiboy Blaze langsung tersentak dan membelalak, karena rasa nyeri luar biasa yang tiba-tiba saja menghantam kepalanya.

Seketika itu juga pandangan menjadi buram. Tubuhnya terasa lemas dan kepalanya pusing. "A–Apa yang…?" gumamnya sambil berlutut dan memegangi kepalanya dengan tangan kiri.

"Boboiboy!" seru Fang panik.

Ejo jo pun langsung tertawa senang. "Sepertinya inilah saat-saat terakhirmu!" serunya sambil menodongkan pistolnya ke arah Boboiboy Blaze. inilah kesempatan yang ditunggunya sejak tadi.

"Ukh… Boboiboy, kau tidak apa-apa?" Ying mencoba berdiri dan menghampiri Boboiboy Blaze yang sudah tertunduk lemas itu.

Beberapa langkah saat Ying dan Fang mencoba mendekatinya. Boboiboy Blaze langsung bangkit kembali. Ada yang sedikit aneh dengannya, entah mengapa sepertinya iris mata merah jingganya agak bersinar. Dan disekelingnya seperti ada semacam aura berwarna gelap. *(Tentu saja hanya readers yang menyadari hal ini)

"Perubahan versi kedua." Gumam Boboiboy Blaze "MERIAM API!" lanjutnya menyerukan nama senjatanya sambil mengangkat kapak besarnya itu ke udara.

Dan kapaknya itu langsung saja berubah bentuk seperti mainan bongkar pasang menjadi sebuah meriam berwarna hitam yang menyatu dengan tangan kanannya. dan dengan cepat benda itu langsung menghisap api milik Boboiboy Blaze ke dalam mulut meriamnya sebagai amunisi.

Sementara itu Fang dan Ying hanya terdiam mematung, menyaksikan apa yang sedang dilakukan oleh Boboiboy Blaze.

Ejo jo langsung panik dan ketakutan. "Lindungi aku, PETAI!" perintah Ejo jo pada 10 robotnya itu. dan mereka langsung saja berbaris rapi di depan Ejo jo untuk melindunginya.

"HANCUR LEBURKAN MEREKA SEMUA, MERIAM API!" Boboiboy Blaze menurunkan meriamnya dan mengarahkannya kepada Ejo jo dan pasukan tempurnya.

Lalu benda itu langsung menembakkan semburan api besar yang sangat panas ke arah Ejo jo. Cahaya dari tembakan meriam api itu begitu menyilaukan hingga semuanya menjadi terang dan tidak kelihatan jelas lagi apa yang terjadi pada Ejo jo dan sepuluh robotnya itu. Yang ada saat itu hanyalah suara ledakan besar.

Dan barulah setelah tembakan meriam itu habis. Mereka bisa melihat apa yang barusan terjadi.

Sepuluh robot itu yang melindungi Ejo jo itu langsung hancur. Kuat dugaan suhu dari api yang ditembakan barusan lebih dari 3000 °C. Buktinya besi para robot itu saja langsung meleleh, bahkan jalur yang dilewati oleh semburan panas tadi sampai mencair seperti magma.

Sementara itu Ejo jo hanya berlutut lemas, memang tembakan tadi tidak benar-benar mengenainya dan hanya di buat untuk ancaman. Tapi akibatnya jam tangan kuasa milik Ejo jo jadi hancur dan dia sudah tidak bisa bertarung lagi.

"Berdiri" Ucap Boboiboy Blaze. "Pertarungan ini belum selesai. Perang ini belum usai! Ejo jo, kau yang menginginkan pertarungan ini. Kau yang mengharapkan perang ini!" lanjutnya.

Ejo jo hanya diam dan pasrah menerima kekalahannya sambil tertunduk malu.

"Jika kau tidak bisa lagi menodongkan senjatamu. Kalau begitu matilah." Ucap Boboiboy Blaze dengan senyuman mengerikan tersungging di wajahnya.

"Jangan Boboiboy. Kalau kau lakukan itu dia benar-benar akan mati!" seru Ying mencoba mencegah Boboiboy Blaze melakukan niat buruknya itu.

Fang langsung mendekat dan menghampiri Boboiboy Blaze "Wei, Bukankah superhero itu bertugas untuk menolong orang, bukannya membunuh makhluk hidup!?" serunya.

Namun sepertinya Boboiboy Blaze tidak mengindahkan ucapan kedua temannya itu. dia hanya terus memompa apinya ke dalam meriamnya itu untuk serangan selanjutnya.

"BOBOIBOY!" seru Fang terlihat sangat kesal. Tapi kemudian dia memperhatikan dengan seksama dan menyadari memang ada yang tidak beres dengan temannya yang satu itu.

Iris mata Boboiboy Blaze yang merah jingga itu kelihatan bersinar sementara pupil matanya semakin mengerut. Dia menyeringai tajam diselingi dengan tawa kecil, menunjukkan jika saat ini dia bukanlah dia, mungkin monster yang sedang mengendalikannya. Apapun yang terjadi padanya saat ini yang jelas sekarang tatapan dan ekspresinya persis seperti Iblis yang memiliki nafsu membunuh yang mengerikan.

Fang langsung syok melihat ekspresi tidak biasa milik Boboiboy itu. Tanpa pikir panjang dia langsung berlari ke depan Ejo jo dan melindunginya dengan tubuhnya.

"Kau… Kenapa?" gumam Ejo jo bingung dengan tingkah dari teman musuh bebuyutannya yang sedang mencoba membunuhnya saat ini.

Fang tidak berkomentar apapun, tetap berdiri disana dan tidak mencoba untuk menghindar. Dia yakin Boboiboy tidak akan pernah menyakiti temannya sendiri.

Sementara itu Boboiboy Blaze sepertinya masih belum sadar dan masih tetap memompa apinya ke mulut meriam miliknya itu.

Tapi kemudian dia mengerjap dan tersadar jika Fang sudah ada di hadapannya saat ini tepat sedetik sebelum dia menembakkan semburan apinya itu. Dia benar-benar sangat terkejut.

Namun sepertinya sudah terlambat karena dia sudah terlanjur menembakkan meriamnya ke arah Fang. "FANG, MENYINGKIR DARI SINI!" serunya panik

Semburan api itu hampir mengenai Fang yang masih tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya. Dan kemudian dunia pun menggelap.

.

Di tengah-tengah kebakaran dan api yang berkobar dengan besar. Fang membuka matanya dan mendapati dirinya sudah terbaring di tanah, entah apa yang sudah membuatnya jadi begitu.

Dan di depan matanya. Ada sosok anak kecil yang sedang duduk bersimpuh di dekatnya. Dia memakai jaket merah tanpa lengan, celana selutut dan topi hitam dengan hoddie dinaikkan. Walaupun penampilannya agak berbeda, Fang mengenalinya.

Dia adalah Boboiboy Api atau sekarang Boboiboy Blaze. Dan entah mengapa dia menangis terisak-isak sambil menutupi kedua matanya dengan tangan, seolah-seolah sudah berbuat salah.

"Oh?" Tapi kemudian menoleh dan menyadari jika Fang sudah membuka matanya. "Fang? Hiks… Fang! Fang…!" dan seterusnya dia hanya menangis sambil memanggil Fang yang sudah pingsan kembali karena lemas dan begitu lelah seolah sedang meminta tolong.

Suara tangis dan teriakan Boboiboy Blaze yang memanggil namanya terus terngiang di telinga Fang.

Hingga akhirnya dia benar-benar tersadar di pagi hari dan mendapati dirinya sudah di tempat berbeda. Tercium bau tidak mengenakkan dari obat disana sini. Samar-samar terdengar suara derap langkah lalu lalang langkah kaki orang-orang, kadang suara roda dari kursi roda atau ranjang darurat. Fang masih kebingungan dengan suasana yang dirasakannya saat ini.

Dia memutar matanya dan mendapati Gopal sudah duduk di sebelah ranjang yang sedang di tidurinya.

"Fang, kau sudah bangun?" tanya Gopal.

"Gopal?" gumam Fang. Kemudian dia mencoba mendudukkan dirinya sambil memegangi kepalanya yang agak pusing "Ini dimana?" lanjutnya bertanya.

"Masa kau tidak sadar? Ini di rumah sakit tau" jawab Gopal dengan malas.

"Kok, aku bisa ada di sini?" Fang agak kebingungan mendapati dirinya di rumah sakit, lebih tepatnya di ruangan instalasi gawat daruratnya.

"Oh itu. Setelah pertarungan melawan Ejo jo kemarin, kami membawamu dan Yaya yang tidak sadarkan diri kemari" balas Gopal menjelaskan kejadiannya.

"Benar juga. Apa yang terjadi setelah itu? Apa Ying masih baik-baik saja? Lalu Boboiboy kenapa dia…" tanya Fang panik.

"Fang…" Gopal memanggil namanya mencoba menenangkan Fang yang baru sadar dan tengah panik.

"Yaya baik-baik saja kan? Ejo jo bagaimana, dia tidak sampai mati kan? Lalu teman-teman sekelas-"

Gopal mengacungkan tangannya tanda untuk berhenti, dan Fang menutup mulutnya dengan terpaksa.

"Hei, kau ini kenapa sih? Tenang dulu. Tarik nafas…" kata Gopal membujuk temannya yang satu ini.

Fang menarik nafas, dan mengikuti Gopal mengeluarkannya.

"Gopal, Fang sudah bangun?" tanya seseorang di balik tirai di yang berada di belakang Gopal. Suara itu… Ying?

Gopal pun membuka tirainya untuk memperlihatkan pada Fang siapa yang ada sebelah mereka tersebut.

"Ying! Yaya!" Fang begitu lega melihat Yaya duduk di ranjang rumah sakit bersebelahan dengannya. Dia baik-baik saja, memang tubuhnya penuh dengan plester dan perban. Tapi dia kelihatan sehat-sehat saja. Ying bahkan sedang duduk di sebelahnya sambil mengupaskan apel.

"Oke. Biar kau lebih tenang aku akan jelaskan situasinya. Semuanya baik-baik saja, dan tidak ada yang meninggal. Berkat kau dan Boboiboy, aku dan teman-teman semuanya selamat. Yaya dan Ying ada disini seperti yang kau lihat. Memang Yaya sempat harus mendapat operasi untuk mengeluarkan peluru dari tubuhnya, tapi dia baik-baik saja. Lalu Ejo jo langsung kabur ke luar angkasa dengan kapalnya" jelas Gopal panjang lebar

"Dimana Boboiboy?" tanya Fang

.

Kemudian mereka pergi ke ruangan lain di rumah sakit ini tempat dimana Boboiboy berada. Boboiboy di letakkan di ruangan kelas VIP. Dimana disana ada ranjang dan meja makan untuk tamu. Mungkin pihak rumah sakit memang sengaja memisahkannya dari teman-temannya untuk dikarantina.

Disana dia hanya di temani Ochobot karena Tok Aba sedang keluar. Mereka asik berbincang-bincang di meja makan sambil minum teh. Hingga Gopal dan yang lain masuk untuk menjenguknya.

"Yo. Kau kelihatan sehat sekali ya Boboiboy" sapa Gopal yang diikuti Fang di belakangnya. Juga Ying yang sedang mendorong kursi roda yang sedang dinaiki Yaya.

Boboiboy menyambut dan membalas ucapan Gopal denga senyuman hangat. "Apa-apaan sih kau ini Gopal?" ucapnya.

Ying memarkirkan kursi roda Yaya di samping meja dan kemudian mereka semua duduk di kursi yang ada disana. Gopal duduk di sebelah Boboiboy, di depan Boboiboy ada Fang, dan Ying di sebelah Fang.

"Boboiboy. Kau ini sebenarnya apa?" tanya Fang langsung to the poin.

Boboiboy hanya tersenyum "Superhero yang terbaik" jawabnya enteng dengan maksud bercanda

"Kau merasa begitu ya?" balas Gopal sambil sweatdrop.

"Tapi memang terbaik, kan?"

"Iya kami tidak bisa menyangkalnya" Ying mengiyakan candaan garing dari temannya itu.

Kemudian raut wajah mereka berubah serius. "Boboiboy. Apa Boboiboy Api sudah berevolusi?" tanya Fang mengawali pembicaraan serius ini.

Boboiboy setengah membelalak dan memberikan Fang tatapan tajam. Dia kelihatan enggan memberitahukan keadaan sebenarnya. "Haruskah aku menjawabnya?" tanyanya.

"Iya" jawab Fang singkat.

Ya ampun apa-apaan suasana penuh ketegangan ini?

"Boboiboy, sebaiknya kau beritahu saja pada mereka" saran Ochobot.

Boboiboy mendengus dan dengan sangat terpaksa bercerita. "Seperti yang kalian lihat sendiri Boboiboy Api memang sudah berevolusi dan kemungkinan dia sudah berevolusi sejak sebulan yang lalu. Lebih tepatnya pada saat kebakaran besar malam itu." jelasnya.

"Tapi bukankah itu…" protes Fang. Tapi tiba-tiba di teringat dengan mimpinya tadi. "Aku sudah tahu?" gumam Fang.

"Kau tahu? Tapi kenapa kau tidak pernah-" kata Ying yang terpotong dengan ucapan Fang.

"Bukan begitu. Saat aku pingsan, aku bermimpi" seru Fang sambil memegang kepalanya dan kemudian bercerita apa yang dilihatnya dalam mimpi itu.

.

Fang berlari mencoba menghampiri dan menyelamatkan temannya yang sudah terjebak di tengah kobaran api itu "Boboiboy. Boboiboy!" serunya.

Boboiboy Blaze menoleh padanya "Fang, jangan mendekat!" serunya,

Benar saja Boboiboy Blaze memperingatkan Fang tentang kayu terbakar dari atap yang akan jatuh di depan Fang. Fang baru menyadarinya dan mencoba menghindar. Namun sudah terlambat dan akhirnya dia terpental dengan beberapa bagian tubuh terkena sambaran api.

Kemudian sambil menangis Boboiboy Blaze merangkak mencoba menghampiri Fang yang sudah terkapar di tanah dan hampir kehilangan kesadaran itu.

.

Boboiboy langsung protes "Aku tidak ingat pernah nangis, sambil teriak-teriak manggil namamu begitu!" serunya sambil berdiri dan menggebrak meja, lalu berjalan ke arah dinding.

"Benarkah kejadiannya seperti itu Fang?" tanya Yaya.

"Aku juga tidak yakin. Bisa saja itu hanya imajinasiku" jawab Fang ragu-ragu.

"Boboiboy apa yang sebenarnya terjadi waktu itu? Kenapa Boboiboy Api bisa berevolusi?" tanya Ying.

Boboiboy berbalik dan menyenderkan tubuhnya ke dinding sambil melipat tangan. "Sayangnya, aku sendiri juga sulit mengingatnya?" jawabnya.

"Hah?" gumam semua temannya heran dengan jawaban yang diberikan oleh Boboiboy.

"Aku memang tahu Boboiboy Api sudah berevolusi. Tapi aku tidak tahu kenapa dan bagaimana caranya. Kemungkinan saat kejadian itu terjadi Boboiboy Api mengambil alih diriku, dan ingatan yang harusnya dibagi denganku malah gagal dikirm" jelas Boboiboy.

"Tunggu sebentar!" Fang langsung berdiri. "Kalau begitu bagaimana denganku!? Mimpi itu jelas menunjukkan kalau aku terlibat dengan kejadian kebakaran dan berevolusinya Boboiboy Api. Lalu kenapa aku tidak bisa mengingatnya!?" protesnya.

"Hu…uh. Sebelumnya Boboiboy Api juga bilang kalau dia tidak tahu apa-apa" tambah Gopal menimpali.

"Kalau begitu. Kemungkinan ada yang menghapus ingatan kalian berdua" simpul Ochobot. Membuat semua yang ada di dalam ruangan itu terperangah.

"Menghapus ingatan? Untuk apa?" tanya Gopal sedikit protes dengan kesimpulan yang diberikan Ochobot.

"Untuk memfitnah Boboiboy Api dan menyembunyikan identitas dari pelaku pembakaran yang sebenarnya" ujar Ochobot.

Memang Boboiboy Api pernah membuat beberapa kebakaran kecil di sekitar pulau rintis. Tapi dia melakukannya tanpa sengaja. Dan sekarang ada orang yang ingin memanfaatkan trauma mengerikan itu. agar Boboiboy Api kembali kena tuduh.

"Tapi bukankah setelah kebakaran itu. Boboiboy Api terlihat baik-baik saja, seolah tidak pernah terjadi apapun. Bagaimana caranya kau menstabilkan kekuatannya?" tanya Fang pada Boboiboy.

"Kau lupa? Bukannya kau yang membuat energinya stabil?" jawab Boboiboy santai.

"Eh? Aku?" seru Fang sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Makanya waktu itu aku sudah bilang, kan?"

"Aku hanya ingin mengembalikan yang waktu itu saja, Fang"

"Jadi begitu…" gumam Fang.

"Apapun yang sudah kau lakukan untuknya, aku berterima kasih" ucap Boboiboy. "Ngomong-ngomong Fang. Bisa kau berdiri disini?" lanjutnya sambil menunjuk lantai di dekatnya.

"K–Kenapa?" tanya Fang agak bingung dengan apa yang sedang direncanakan oleh Boboiboy.

"Sudah lakukan saja"

Fang menurut saja dan mengikuti apa yang disuruh oleh rekan sekaligus rivalnya itu dengan sedikit malas.

Lalu Boboiboy langsung melayangkan sebuah tinju dari kepalan tangan kanannya ke arah perut Fang. Membuat Yaya, Ying, dan Gopal langsung tercengang dengan mulut menganga. Ternyata ungkapan 'Orang pendiam bila sudah marah sangat menakutkan' itu benar adanya.

Fang langsung saja meringis kesakitan dan berlutut sambil memegangi perutnya.

"Dasar sembrono! Kau pikir kau itu apa? Superman? Apa sih yang kau pikirkan!? Apa yang akan terjadi jika waktu itu aku tidak sadar lagi?" seru Boboiboy yang terdengar sangat marah.

"Kau? Sadar lagi?" gumam Ying bingung dengan ucapan temannya itu.

Boboiboy langsung membelalak dengan mulut menganga. Baru sadar dengan ucapan barusan.

"Sudah kuduga. Waktu itu kau benar-benar…" gumam Ying yang tak bisa menemukan kata yang lebih tepat untuk di ucapkan.

Sekarang Boboiboy menjadi syok "Kau benar. Setelah sekali lagi aku bertukar menjadi Boboiboy Blaze, Aku lepas kendali. Aku sangat ingin menghancurkan semuanya… atau… membunuh semuanya."

Semuanya diam tak ada yang mau menyela ucapan Boboiboy.

Boboiboy memperhatikan kedua tangannya yang gemetaran. "Menakutkan. Aku tidak habis pikir apa yang bisa kulakukan." Ucapnya. Sekarang dia memegangi kepalanya dan mulai menyalahkan dirinya. "Entah apa yang sudah kulakukan sebulan lalu. Aku mungkin sudah tidak sengaja membunuh orang lain!"

"Sudah Boboiboy!" gertak Ochobot mencoba menenangkan sifat paranoid temannya itu.

"Lupakan saja. Boboiboy Api memang seharusnya bertambah kuat. Aku saja yang terlalu egois dan menghalang-halangi potensinya itu. Malah harusnya aku berterima kasih padanya karena sudah menyelamatkan kalian" kata Boboiboy lebih tenang sekarang. Kemudian dia berjalan kembali ke meja dan mengambil gelas tehnya.

"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Gopal.

"Karena hal yang menjadi penyebab revolusinya dan bagaimana cara Fang menstabilkan energinya waktu itu tidak diketahui. Aku tidak bisa menemukan solusi yang tepat. Tapi mungkin kalian bisa melakukannya seperti waktu itu" jelas Ochobot.

"Maksudmu?" tanya Yaya.

"Saat Boboiboy Api pertama kalinya menunjukkan dirinya di depan kalian"

Sekarang mereka mengerti apa yang dimaksud Ochobot. Mereka harus mengajaknya berhibur dan bersenang-senang, sampai stres yang dirasakannya hilang.

"Kalau begitu sih mudah. Kita ajak saja dia besok ke Taman hiburan. Kita main disana sampai puas." saran Gopal. Dan langsung disetujui oleh semuanya. Lagipula besok kan hari minggu.

Prangg… tiba-tiba saja gelas yang dipegang oleh Boboiboy jatuh dan pecah ke lantai. Mengejutkan semuanya. Seketika itu juga Boboiboy langsung ambruk dan berlutut lemas.

"Bo–Boboiboy!" seru Gopal langsung menghampiri Boboiboy yang sudah meringkuk di atas lantai "Kau tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" tanyanya penuh kecemasan.

"Aku tidak apa-apa. Bukan aku yang seharusnya kau khawatirkan" jawab Boboiboy dengan raut wajah yang terlihat sangat kesakitan.

"Gopal, teman-teman. Dari sini serahkan pada pihak rumah sakit saja. Bisa ikut aku sebentar, ada yang ingin kubicarakan" tukas Ochobot.

Mereka semua mengiyakan permintaan Ochobot dan mengikuti kemana bola robot kuning itu membawa mereka walaupun berat meninggalkan teman mereka sendirian di ruangan itu.

.

Ochobot membawa mereka semua ke area yang lebih sepi, mudahnya di depan kamar mayat.

"Kenapa kita kesini sih, Ochobot. Seram tau" gerutu Gopal.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan Ochobot?" tanya Yaya penasaran.

"Sebenarnya aku tidak enak membicarakan hal ini pada kalian di depan Boboiboy, jadi kubawa kalian kesini." Ucap Ochobot basa-basi. "Tentang Boboiboy Api hanya tinggal dua hari lagi" lanjutnya.

"Apa maksudmu?" tanya Fang heran.

"Boboiboy Api hanya mampu bertahan dari kuasa barunya dalam dua hari lagi dan jika energinya tidak segera dinormalkan. Boboiboy Api tidak akan pernah kalian kenali lagi." Jelas Ochobot.

Semuanya langsung syok dan bingung mendengar pernyataan yang diberikan oleh Ochobot. Mereka tidak bisa komentar apa-apa lagi. Sepertinya memang tidak ada pilihan lain, mereka memang harus pergi bermain dengan Boboiboy Api besok.

"Pokoknya, tolong bantuannya" ucap Ochobot menepuk bahu Fang dan pergi berlalu menuju ruangan Boboiboy lagi.

.

Fang sudah selesai berganti dari baju pasien ke pakaian biasanya. Dan sekarang dia mengemasi barang dan tas sekolahnya yang terbawa sejak kemarin.

Karena keadaannya baik-baik saja. siang ini dia sudah diijinkan pulang.

Dia menatap ranjang sebelahnya. Yaya sudah dipindahkan ke ruangan inap, mungkin masih beberapa hari lagi gadis berkerudung itu akan tidur di rumah sakit. Dan dia tidak yakin Yaya bisa ikut bersama mereka ke taman hiburan besok.

Ya itu tidak masalah. Jadi dia langsung menarik tasnya dan berjalan sendiri menuju rumahnya.

Sepanjang jalan Fang terus menerus murung. Dia terus teringat mimpi itu juga keadaan Boboiboy Api yang kelihatan tidak baik saat ini.

Hingga sebuah panggilan tanda pesan berbunyi di jam tangan kuasanya, menyadarkan dari lamunan. Dia tau ini adalah pesan Kapten Kaizo, jadi dia langsung bergegas untuk pulang dan melihat apa yang ingin dibicarakan oleh Kakaknya itu.

.

Di sebuah ruangan dalam rumah hantu Fang yang penuh dengan mesin dan alat komunikasi. Fang mulai menekan tombol dan berkomunikasi dengan Kapten Kaizo melalui perangkat digital yang bisa menghasilkan proyektil tubuh secara lengkap.

"Selamat siang, Kapten. Ada masalah apa jadi anda menghubungi saya?" ucap Fang mengawali pembicaraan.

"Tidak. Aku hanya ingin menanyakan keadaan di bumi saja" jawab Kapten Kaizo.

"Semuanya baik-baik saja, Kapten. Hanya saja…." ucapan Fang terputus. Dia tidak bisa menemukan kata yang tepat.

"Pang, apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti itu?"

"Sebenarnya…"

Fang mulai menceritakan keadaan yang sedang terjadi pada saat ini pada pimpinannya itu. Masalah Boboiboy Api juga kebakaran saat itu kemudian ingatan penting miliknya yang hilang begitu saja.

"Oh, jadi begitu" Kapten Kaizo sudah paham dengan hanya sedikit penjelasan dari Fang. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita lenyapkan saja dia?" lanjutnya memberikan solusi.

"Apa?"

"Dia sangat berbahaya bukan? Dan lagipula dari awal Boboiboy mengharapkan tidak pernah mengharapkan keberadaannya"

"Tunggu sebentar! Apa tidak ada cara lain!? "

"Hanya ini solusi yang bisa kuberikan"

"Itu bukan solusi! Lagipula meskipun artinya berbeda, melenyapkannya berarti sama saja dengan membunuhnya!" Fang menarik nafas mencoba menenangkan dirinya yang tidak sadar sudah menggertak dan berani melawan ucapan Pimpinannya itu. "Kakak. Beri aku kesempatan" lanjutnya.

"Uhm?"

"Berikan aku waktu sampai besok sore, untuk mencoba menyelamatkan dan menstabilkan energinya. Jika kami gagal sampai matahari terbenam di esok hari, kau boleh lakukan hal sesukamu"

"Baiklah. Tapi aku bertaruh kau tidak akan berhasil" Ucap Kapten Kaizo dengan angkuh.

"Jangan remehkan aku. Karena entah bagaimana caranya aku sudah pernah menyelamatkan Boboiboy Api sekali dan aku akan menyelamatkannya lagi. Aku tidak akan menyerah demi temanku. Tidak akan kubiarkan apapun menghalangiku, meskipun itu adalah Kakakku sendiri"

"Kita lihat saja nanti" balas Kapten Kaizo yang langsung menutup panggilan dari proyektor tersebut.

.

To Be Continued

Ini adalah chapter yang paling melelahkan yang pernah kubuat susah banget ngepasin adegan battle nya itu. (Boleh nggak aku berhenti nulis aja) *Dilempari tomat busuk. Becanda kok.

Buat yang udah review makasih banyak ya?

Meriamnya itu kayak punyanya Black Rock Shooter (Padahal gak ada yang nanya)

Kenapa aku tulis matanya Boboiboy Blaze bersinar disini? Itu cuma bantuan buat reader supaya bisa ngebedain mana dia yang normal mana yang lepas kendali.

Biar nggak tambah heran kenapa Boboiboy Blaze cuma bisa bertahan dua hari dari kekuatan barunya. Aku jelaskan deh.

Disini kan dia bertarung sama Ejo jo pakai banyak banget tenaga. Lalu Energinya jadi nggak stabil terus susah dibalikin. Kan cerita nya disini dia nggak bisa bertarung terlalu lama.

Jangan bingung kenapa Fang pake ngelindungi Ejo jo. Mei cuma mau kasih amanat aja disini "Kalo misalnya orang udah berbuat jahat sama kita jangan dibalas sama kejahatan"

Terus satu lagi. Kalo emang Boboiboy gak pernah ngarepin Api ada terus kenapa malah dia yang dipake buat bertarung sama Ejo jo. Soalnya dia kuat. Boboiboy yakin Blaze sendiri udah cukup buat ngalahin Ejo jo sama antek-anteknya dan dia nggak perlu bertukar jadi Elemental lain Tapi dia nggak nyangka bakalan jadi kayak gitu kejadiannya.

Oke chapter depan mereka main di taman bermain. Disana entar dikasih tau sebenarnya apa yang sedang terjadi sama Boboiboy Api terus entar dia jadi kenapa. Tunggu dengan sabar ya? jangan lupa review. Bye-bye salam dari Mei.