My Classmate

ChanBaek

T

Warn: OOC, typos yg bertebaran, tdk sesuai EYD, bahasa berantakkan, gaje, abal, etc..

.

.

.

.

.

.


"Hoo..jadi hyung pacarnya Baek hyung?" Taehyung membulatkan mulutnya.

"Begitulah~" Jawab Chanyeol santai.

Baekhyun semakin marah mendengar jawaban Chanyeol yang kelewat santai. "Jangan dengarkan dia Taehyung!"

"Tapi kata Chanyeol hyung dia pacarmu?"

Baekhyun berdecak. "Dia bukan pacarku.."

"Sudah, hyung tidak usah malu..aku tidak akan bilang siapa-siapa kok" Taehyung tersenyum lebar. Baekhyun menghela nafas mendengar ucapan adiknya itu.

"Lihat kan? Semua ini gara-gara kau, Taehyung jadi berfikir yang tidak-tidak"

"Biar saja Baek, lagi pula nanti kau juga akan menjadi pacarku haha"

"Terus saja bermimpi Park"

"Baek..apa kau tahu, kata orang jarak antara benci dan cinta itu beda tipis.."

"Err..seperti aku peduli saja"

"Hyung kenapa kau seperti itu dengan pacarmu?" Taehyun berucap polos membuat Chanyeol tertawa. "Chanyeol hyung! Ayo cepat ceritakan tentang dirimu dan Baek hyung, dan bagaimana kalian bisa bertemu!" Pinta Taehyung dengan puppy eyesnya.

Chanyeol pun menceritakan dengan suka-rela tentang dirinya dan Baekhyun, tentunya dengan kebohongan disana-sini, membuat Baekhyun sangat ingin membunuhnya saat itu juga.

Setelah itu Chanyeol sibuk dengan Taehyung karena anak itu sepertinya memang tertarik dengan Chanyeol, mereka cepat akrab. Jadi, pada akhirnya Chanyeol pun ikut bergabung dengan mereka berakhir pekan. Jalan-jalan kesan-kemari, ketaman bermain, makan-makan, beli ini-itu dan Chanyeol juga bilang dia yang akan mentraktir mereka. Tentu saja Taehyung bertambah semangat, bahkan dia semakin menempel dengan Chanyeol. Melupakan eksistensi Baekhyun yang mengekori mereka dengan malas bercampur kesal.

Kenapa Taehyung malah menempel dengan Chanyeol sih? Memang disini siapa yang hyungnya? Dua orang itu sepertinya sibuk dengan dunia mereka sendiri tanpa mempedulikam Baekhyun. Baekhyun bukannya cemburu ya, dia cuma tidak suka perhatian Taehyung direbut oleh Chanyeol, dan dia tidak suka diabaikan. Yah, cuma itu, jangan berfikir yang tidak-tidak.

Chanyeol bahkan rela mengantar mereka pulang sampai rumah karena Taehyung yang mengeluh kelelahan, Baekhyun menolak tentu saja. Tapi jangan lupakan Chanyeol juga bebal, mereka pun berakhir dengan diantar oleh Chanyeol dengan mobilnya. Baehyun fikir Chanyeol pasti orang yang cukup kaya, dia tidak tahu kalau Chanyeol juga mempunyai mobil karena lelaki tinggi itu selalu menggunakan motornya setiap kesekolah.

.

.

.

"Baek~ bagaimana akhir pekanmu kemarin? Menyenangkan eum?"

"Aku tidak kemana-mana hyung, aku hanya berdiam diri dirumah"

"Eii..bohong, jelas-jelas aku melihatmu kemarin pergi bersama Chanyeol!"

Baekhyun tersentak. "Da-dari mana hyung tahu?"

"Tentu saja aku tahu karena aku dan Sehun kemarin kencan ditempat yang sama dengan kau dan Chanyeol.."

"Apa? Jadi kau berkencan dengan Chanyeol Baek?" Lay ikut memberondong.

"Bukan, bukan seperti itu! Lagi pula kemarin aku tidak hanya berdua dengan Chanyeol, Taehyung juga ikut bersamaku!" Baekhyun mengibaskan kedua tangannya.

"Tetap saja kau pergi dengan Chanyeol. Ayo cepat ceritakan bagaimana kalian bisa pergi bersama" Luhan mengguncang lengan Baekhyun.

"Iya hyung, ceritakan aku juga penasaran.." Ini Kyungsoo yang bicara. Baekhyun menatap Kyungsoo yang menampakkan raut polosnya, tumben anak ini ikut bertanya biasanya dia tidak peduli dan memilih sibuk dengan novelnya itu batin Baekhyun.

"Baiklah, baiklah..aku tidak sengaja bertemu dengannya kemarin saat aku pergi kecafé baru itu dengan Taehyung"

"Dan kalian berakhir dengan kencan begitu?" Ucap Luhan sambil menaik-turunkan alisnya.

"Sudah kubilang kami tidak berkencan, Taehyung juga ikut! Bagaimama mungkin itu disebut kencan! Sudah jangan bertanya lagi kalian membuatku pusing"

"Tetap saja Baek-"

"Baekhyun!"

Keempat sahabat itu serentak menoleh keasal suara yang memanggil Baekhyun.

"Baek, selamat pagi!" Chanyeol menghampiri Baekhyun dengan semangat. "Kemarin itu menyenangkan sekali, kapan-kapan kita pergi lagi kau mau kan Baek?"

"Seperti aku mau saja.." Cibir Baekhyun. "Yahh..jangan begitu~" Rengek Chanyeol membuat Baekhyun menatapnya jijik.

"Yeol, jadi benar kalian kemarin berkencan?" Tanya Luhan.

Apanya yang berkencan, Chanyeol bahkan sibuk dengan Taehyung kemarin batin Baekhyun. Ingat, Baekhyun tidak cemburu ya, dia hanya tidak suka diabaikan. Bukan berarti dia ingin berkencan dengan Chanyeol.

Chanyeol menggaruk lehernya. "Tidak bisa dibilang kencan juga sih..soalnya Taehyung juga ikut"

"Eii..sama saja intinya kau pergi dengan Baekhyun kan?" Chanyeol hanya cengengesan.

Baekhyun ingin menghentikan Luhan sebelum pembicaraan lelaki cantik itu semakin aneh-aneh, tapi dia urungkan saat melihat Chanyeol yang tiba-tiba merogoh ponsel disakunya yang berdering. Chanyeol membaca pesan diponselnya beberapa saat sebelum menatap Baekhyun dengan sedih.

"Ah, sial kenapa harus sekarang sih? Baek..aku pergi dulu ya? Ada sedikit urusan"

"Pergi saja sana, untuk apa lapor-lapor padaku"

"Yahh..padahal kan aku belum puas bertemu denganmu.."

"Berisik Chanyeol" Baekhyun mengabaikan Chanyeol dengan berpura-pura membaca buku pelajarannya.

"Baiklah aku pergi, tapi sebelumnya.." Chanyeol menunduk kearah Baekhyun lalu mendongakkan wajah itu hingga dia bisa memcapai bibir merah Baekhyun yang langsung membulatkan matanya karena kaget. Baekhyun tidak sempat mengelak karena Chanyeol melakukannya dengan cepat.

"Manisnya~"

Wajah Baekhyun memerah antara marah dan malu. Sumpah Chanyeol tidak tahu situasi, bisa-bisanya dia bisa melakukan itu dihadapan teman sekelas mereka dengan santai. Ah, bukankah Chanyeol memang sepert itu ya?

"Chanyeol!" Bentaknya.

"Haha morning kiss sayang~" Ucapnya sambil berlari keluar kelas meninggalkan Baekhyun yang masih memerah.

Baekhyun menghela nafas. Sialan, Chanyeol semakin berani saja, kemain dia mencium pipinya dan sekarang dia sudah berani mencium bibirnya batin Baekhyun kesal.

"Gyahh~ Baek, Chanyeol menciummu, dia menciummu!" Pekik Luhan berlebihan.

"Ba-Baekhyun..kau.." Lay menutup mulutnya. Kyungsoo disampingnya dengan wajah memerah.

"Sialan..bibirku sudah tidak perjaka lagi.." Gerutu Baekhyun.

"Baekhyun, bagaimana rasanya bibir Chanyeol?" Goda Luhan.

"Apanya..biasa saja, aku tidak merasakan apapun" Bohong, dada Baekhyun bahkan masih berdebar kencang setelah Chanyeol menciumnya tadi, bagaimana bisa Baekhyun melupakannya? Sumpah, Baekhyun bahkan masih bisa merasakan sensasi bibir Chanyeol yang menyentuh bibirnya walaupun hanya beberapa detik saja.

"Hyungdeul, ayo kita ganti pakaian sebentar lagi kan jam olahraga?" Kyungsoo mengingatkan.

"Ah, iya benar! Ayo kita ganti pakaian" Ucap Luhan.

"Astaga..aku lupa menaruh pakaian olahragaku! Hei, apa kalian melihatnya?" Lay sibuk mengacak isi ranselnya. "Apa aku meninggalkannya dirumah ya?"

"Hyung.." Panggil Kyungsoo sambil menyentuh bahu Lay.

"Kyungsoo jangan menggangguku, aku lagi mencari pakaian olahragaku!"

"Yah! Bodoh, coba perhatikan apa yang kau pakai itu!" Teriak Baekhyun gemas.

Lay melihat kearah tubuhnya sendiri sebelum membulatkan mulutnya. "Ahh..iya ya! Aku baru ingat hahaha.."

Ketiga sahabatnya ber-sweatdrop-ria.

"Hyung bahkan sudah memakainya sejak tadi.." Ucap Kyungsoo.

"Maaf, maaf, aku lupa~" Lay nyengir.

"Sudah, ayo cepat kelapangan nanti kita terlambat!" Ajak Luhan.

Baekhyun mengedarkan pandangannya kepenjuru kelas. Tanpa sadar dia malah mencari keberadaan lelaki tinggi itu. Chanyeol belum kembali sejak dia pergi tadi.

"Mencari Chanyeol?" Bisik Luhan.

"Tidak, aku tidak mencarinya!" Baekhyun berjalan keluar kelas mendahuluinya. Luhan pun langsung mengejarnya.

"Kalau kau mau tau, Chanyeol sepertinya lagi sibuk diklub basketnya yang berada dilapangan indoor karena Sehun juga seperti itu beberapa hari ini. Kau tidak tahu kan kalau Chanyeol ikut klub basket?"

Hm, Baekhyun memang baru tahu. Tidak aneh sih melihat postur tubuh Chanyeol yang tinggi pasti dia sangat cocok bermain basket.

"Hyung..kau ini suka sekali membicarakan Chanyeol, jangan-jangan malah kau yang menyukainya.."

"Apa? Tidak mungkin, aku sudah punya Sehun tahu!" Pekik Luhan.

Baekhyun pura-pura tidak mendengar.

Sesampainya dilapangan mereka langsung mengambil barisan. Guru olahraga mereka membagi kelas mereka menjadi dua kelompok untuk tanding basket. Baekhyun dan teman-temannya langsung mengambil posisi. Sejujurnya, Baekhyun tidak terlalu ahli dalam permainan basket, apa lagi tubuhnya pendek begini.

Selam pertandingan Baekhyun tidak konsentrasi sama sekali. Dia malah memikirkan Chanyeol yang tidak ikut olahraga bersama mereka. Bahkan dia tidak sadar saat sebuah bola melayang kearahnya.

"Baekhyun, awas!" Samar dia mendengar teriakkan Luhan.

Baekhyun tidak sempat menghindar. Baekhyun memejamkan matanya erat. Beberapa detik berlalu Baekhyun tidak merasakan sesuatu mengenainya. Baekhyun membuka matanya perlahan, dilihatnya punggung seseorang yang menunduk didepannya. Dari posturnya, sepertinya Baekhyun mengenali orang itu.

Hei, bukankah Chanyeol tadi tidak mengikuti olahraga, kenapa sekarang dia bisa berada didepan Baekhyun?

Orang-orang mulai mengerumbungi mereka dengan tatapan khawatir.

"Astaga, kalian tidak apa-apa kan?" Tanya Lay panik.

"A-aku tidak apa, tapi.." Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang sudah menegakkan tubuhnya. "Chanyeol, kau berdarah!" Pekik Baekhyun menatap pelipis Chanyeol ngeri.

Chanyeol tertawa kecil. "Tidak apa, luka seperti ini tidak berefek padaku"

"Baek, cepat bawa Chanyeol ke-UKS!" Suruh Luhan.

"Apa? Kenapa aku?"

"Tentu saja kau bodoh, Chanyeol kan terluka karena melindungimu!"

"Chanyeol, sebaiknya kau ke-UKS saja. Lukamu lumayan parah sepertinya" Suruh guru olahraga mereka.

"Tidak saem, jangan khawatir aku tidak apa-apa"

"Tidak! Pokoknya kau harus dibawa ke-UKS. Baek, apa kau tidak lihat Chanyeol tadi terkena hantaman bola cukup keras" Luhan masih memaksa. Baekhyun melirik Chanyeol yang pelipisnya masih mengeluarkan darah. Baekhyun berjengit, sepertinya luka Chanyeol memang parah dan itu semua karena Chanyeol melindunginya. Baekhyun jadi kasihan dengan lelaki tinggi itu.

Baekhyun menghela nafas. "Baiklah aku akan membawanya ke-UKS"

Baekhyun segera menarik tangan Chanyeol untuk mengikutinya. Chanyeol sih senang-senang saja, kapan lagi coba Baekhyun bisa perhatian seperti ini padanya. Kesempatan, kesempatan batin Chanyeol bahagia.

"Baek.."

"Diam Chanyeol"

Chanyeol menurut. Takut kalau Baekhyun marah dan malah tidak jadi mengantarnya ke-UKS.

Sesampainya di-UKS Baekhyun menyuruh Chanyeol duduk diranjang. Baekhyun mengambil kotak P3K kemudian duduk disamping Chanyeol yang setia menatap setiap pergerakkan Baekhyun dalam diam. Baekhyun sendiri jadi sedikit salah tingkah karenanya. Apa lagi dia mengingat tentang ciuman Chanyeol.

"Chanyeol, berhentilah menatapku begitu..kau membuatku risih"

"Bagaimana aku tidak menatapmu kalau kau berada didepanku"

Baiklah, sepertinya percuma saja berbicara dengan Chanyeol. Baekhyun mencoba untuk mengabaikan tatapan Chanyeol. Tangannya mulai bergerak mengobati luka Chanyeol dengan hati-hati.

Jarak mereka sangat dekat, bahkan dada keduanya berdetak beromba-lomba.

"Baekhyun.." Panggil Chanyeol pelan.

"Hm.." Baekhyun masih fokus mengobati luka Chanyeol, walaupun dadanya tidak bisa diajak berkerja sama.

"Baek, apa kau pernah pacaran sebelumnya?"

Dahi Baekhyun mengerut, sedikit tidak nyaman ditanyai Chanyeol begitu. "Kenapa kau ingin tahu?"

"Memangnya tidak boleh? Aku hanya penasaran.." Chanyeol menatap kagum pahatan wajah Baekhyun yang sangat dekat dengan wajahnya saat ini. Wajah Baekhyun cantik sekali..

"..tidak pernah"

"Apa?"

"Aku bilang, aku tidak pernah pacaran" Jawabnya malu.

"Kenapa?"

Chanyeol tidak tau apakah Baekhyun menjawab jujur atau bohong. Orang seperti Baekhyun ini tentu banyak yang suka, dia sangat menarik tentu saja.

"Hanya tidak ingin saja, tidak berminat"

"Hei, apa-apaan jawabanmu itu? Jangan-jangan kau memang tidak ada perasaan terhadapku sedikitpun?" Baekhyun menekan lukanya tiba-tiba membuat Chanyeol menjerit kesakitan.

"Memangnya kenapa? Tidak boleh? Itu kan hakku mau pacaran atau tidak. Dan tentang perasaan itu..aku tidak mengerti perasaan seperti apa yang kau maksud"

"Jadi..itu salah satu alasanmu untuk tidak menerimaku?"

Baekhyun diam. Dia tidak tau harus menjawab apa. Apa benar itu alasannya tidak menerima Chanyeol atau memang karena dia tidak suka Chanyeol yang selalu mengganggunya. Entahlah, Baekhyun tidak mau memikirkannya, membuat pusing saja.

Baekhyun tidak langsung menjawab. Dia menempelkan sebuah plester diluka Chanyeol setelah dia selesai mengobatinya.

".. aku tidak tahu.." Jawabnya setelah memberi sedikit jarak antra dirinya dan Chanyeol.

"Bagaimana mungkin kau tidak tau perasaanmu sendiri Baek?" Tanya Chanyeol gemas.

"Kenapa kau memaksa sekali sih? Kalau aku bilang tidak tahu ya tidak tahu!" Jawab Baekhyun sambil menatap Chanyeol kesal.

"Hmm..begitu ya. Tapi, jika aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku, apa kau mau menerimaku?" Chanyeol mendekatinya, membuat tubuh Baekhyun terkurung diantara kedua lengannya.

"Ya-yah! Kenapa kau malah mendekat hah?" Tanya Baekhyun panik.

"Jawab pertanyaan tadi atau aku akan semakin mendekat.."

Keduanya bertatapan dengan intens walaupun Baekhyun terlihat sekali kalau lelaki itu sangat malu. Tunggu..kalau dilihat sedekat ini..Chanyeol tampan juga ya? Benar apa kata Luhan batin Baekhyun tanpa sadar.

"Baekhyun?"

Baekhyun menelan ludahnya. "I-itu..mungkin.."

"Apanya yang mungkin?" Chanyeol malah semakin mendekat.

"Cha-Chanyeol..jangan dekat-dekat kubilang.."

Walaupun berkata seperti itu, Baekhyun entah kenapa tidak bisa menggerakkan tubuhnya menjauh. Tubuhnya seolah membeku ditambah dengan kedua lengan Chanyeol yang masih mengurungnya. Dan lagi..tatapan mata Chanyeol itu seolah menguncinya. Chanyeol sendiri seolah kehilangan akal apa lagi dihadapkan dengan bibir merah Baekhyun yang menggoda itu. Chanyeol mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun yang memerah. Anak itu menutup rapat matanya dan tangannya berkeringat.

Baekhyun merasakan bibir Chanyeol menyentuh miliknya untuk kedua kalinya. Tubuh Baekhyun seolah meleleh. Baekhyun tidak tau perasaan seperti apa ini, seperti ada kupu-kupu yang berterbangan diperutnya. Chanyeol yang merasa tidak ada penolakkan dari Baekhyun semakin berani, dia mulai menggerakkan bibirnya diatas milik Baekhyun. Chanyeol sangat bahagia, mimpi apa dia tadi malam sampai bisa mencium Baekhyun tanpa penolakkan seperti ini.

"Eunghh.." Tanpa sadar Baekhyun melenguh. Membuat Chanyeol semakin menuntut.

Pagutan itu berlangsung cukup lama hingga deheman seseorang menyadarkan mereka. Chanyeol lebih dulu melepas pagutan mereka. Bibir keduanya terlihat sangat basah dan bengkak. Baekhyun sibuk mengatur nafasnya dengan wajah yang memerah padam.

"Ehm..sudah puas kalian huh?"

"Oh, Luhan hyung" Ucap Chanyeol santai.

"Wahh~ aku tidak menyangka kalian sudah sejauh ini" Goda Luhan. Baekhyun masih diam, tidak tahu harus apa.

"Hyung sejak kapan kau disitu?"

"Cukup lama, bahkan sebelum kalian melakukan 'itu'. Kalian saja yang terlalu asyik"

"Ah~ hyung kalau begitu aku pergi dulu, Baekhyun sudah 'mengobatiku'.."

Chanyeol kembali mendekati Baekhyun lalu berbisik ditelinganya. "Yang tadi itu terima kasih, aku sungguh menikmatinya.." Chanyeol menyeringai. Dia mengecup pipi Baekhyun untuk terakhir kali sebelum meninggalkan ruangan itu.

"Jadi..masih mau bilang kalau ciuman Chanyeol itu biasa saja setelah aku memergokimu yang sangat menikmati ciuman Chanyeol.."

"Diam hyung, kau membuatku malu!"

Luhan tertawa. "Jadi kau memang menikmatinya eum?"

"Aku tidak menikmatinya, hyung berhenti menggodaku!"

Untuk saja tidak ada Lay dan Kyungsoo saat ini, kalau tidak dua orang itu juga pasti ikut menggodanya.

"Yah, terus saja mengelak. Dasar tsundare!"

"Aku tidak tsundare!"

"Ya, ya, terserahmu saja tuan tsundare"

"Hyung~"

.

.

.

Baekhyun tidak tau harus bersikap seperti apa jika bertemu Chanyeol nanti, dia tidak sanggup menatap wajah Chanyeol berlama-lama. Kejadian di-UKS itu bagi Baekhyun sangat memalukan, apa lagi saat Chanyeol menciumnya dia terlihat pasrah sekali. Harga dirinya sebagai lelaki manly sedikit tercoreng. Padahal jika Baekhyum mau bisa saja saat itu dia memukul Chanyeol karena berani melecehkannya.

"Hei, boleh aku bergabung dengan kalian?"

Baekhyun ingin menolak, tapi keduluan oleh Luhan. "Tentu saja, kalau kau mau kau bisa duduk disamping Baekhyun hahaha" Luhan kembali melanjutkan makannya.

Baekhyun tidak mempedulikan Chanyeol, dia sibuk meminum jus strawberrynya.

"Sebegitu sukanya kah kau dengan strawberry sampai kau tidak mau menatap makhluk tampan disampingmu ini?" Chanyeol menopang wajahnya dengan satu tangan sambil memandangi Baekhyun.

"Apanya yang tampan, kau jelek begitu!" Baekhyun mencoba untuk bersikap sepwrri biasanya walaupun wajahnya sedikit merona.

"Eii..kalau aku jelek, kenapa kemarin kau mau saja kucium? Bahkan kau sampai melenguh begitu.." Chanyeol menyeringai.

"Uhukk.." Baekhyun tersedak minumannya sendiri, wajahnya semakin memerah. Luhan didepannya tertawa dengan keras tanpa malu sambil memukul meja. Hah, memang sejak kapan si hello kitty itu punya malu?! Urat malunya sudah putus mungkin.

"Hyung, kau tidak apa?" Kyungsoo menepuk-nepuk punggung Baekhyun dengan khawatir.

Baekhyun mengangguk pelan. Dia melirk Chanyeol sinis. "A-aku tidak menikmatinya! Jangan bicara sembarangan!"

"Ah~ jadi kau manikmatinya?"

"Aku tidak!"

"Yang benar? Lalu kenapa kau mau saja kucium?"

"Kau yang memaksaku!"

"Aku tidak memaksamu ya, kau saja yang mau-mau saja kucium"

Baekhyun berdecak. Chanyeol membuatnya semakin malu! Berdebat dengan Chanyeol tidak ada akhirnya, malah semakin membuatnya dongkol saja.

"Menyebalkan sekali!" Baekhyun melipat kedua tangannya didada sambil memalingkan wajahnya. Tidak mau menatap Chanyeol. Bibir merahnya mengerucut dengan pipi yang membulat lucu.

"Sudah puas berdebatnya?" Tanya Luhan sambil terkekeh. Lay dan Kyungsoo juga ikut tertawa.

"Huh!"

"Coba Baek hyung terima saja Chanyeol hyung, aku fikir kalian terlihat serasi jika bersama" Ucap Sehun sebelum meminum bubble teanya.

"Tidak akan, Sehun!"

Chanyeol tertawa. Senang sekali rasanya bisa membuat Baekhyun kesal. Baekhyun jadi terlihat begitu manis dengan sikap tsundarenya itu. Tangannya bergerak mengelus surai Baekhyun. Anak itu tidak menolak walaupun wajahnya masih cemberut. Chanyeol tersenyum senang. Ho, apa dirimu sudah mulai luluh terhadap Chanyeol, Baek?

Luhan bersiul menggoda Baekhyun.

"Baek, ayo ikut aku" Chanyeol tanpa seizin Baekhyun menarik lengan lelaki itu membawanya keluar dari kantin.

"Chanyeol, apa-apaan kau? Lepaskan aku!" Baekhyun berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Chanyeol yang cukup erat.

"Sudah, ikut saja Baek"

"Aku tidak mau, lepas!"

"Tidak mau~"

"Chanyeol, sebenarnya kita mau kemana?"

"Kau berisik sekali sayang. Diamlah atau aku akan menciummu disini sekarang juga"

Baekhyun langsung diam. Padahal Chanyeol hanya bercanda mengatakan itu tapi Baekhyun sepertinya menganggap itu serius.

"Aku bahkan baru menghabiskan makan siangku, kau main tarik saja.." Gerutu Baekhyun pelan. Chanyeol didepannya tersenyum. Dia melonggarkan sedikit genggamannya ditangan Baekhyun, takut kalau anak itu kesakitan.

.

.

"Kenapa kita kesini?!"

Baekhyun seketika panik mengetahui kemana Chanyeol membawanya. Chanyeol bahkan mengunci pintunya.

Ingatannya kembali kebeberapa hari yang lalu. Sungguh, jika Chanyeol akan melakukannya lagi, maksudnya..mencium Baekhyun, Baekhyun tidak siap! Astaga Baek, yakin sekali dirimu kalau Chanyeol akan menciummu lagi.

"Chanyeol, kenapa kita kesini?" Baekhyun masih berdiri didekat pintu.

"Memangnya kenapa hm? Jangan-jangan kau membayangkan yang tidak-tidak ya?" Chanyeol menyeringai kearahnya.

"A-apa maksudmu? Aku tidak semesum itu tahu!" Baekhyun menyahut dengan wajah memerah.

Chanyeol tertawa. "Kemari Baek.." Dia menarik lengan Baekhyun agar lelaki itu duduk diranjang UKS.

"Yah! Ada apa sebenarnya hah?"

Bruk

"Chanyeol! Apa yang kau lakukan?!" Baekhyun gelagapan melihat Chanyeol yang tiba-tiba berbaring dipahanya. "Chanyeol.."

Baekhyun bingung antara ingin membiarkan Chanyeol tapi dia malu atau mendorong Chanyeol tapi dia merasa tidak enak.

"Stt..Baek kumohon diamlah dulu.." Setelah mengatakan itu Chanyeol langsung menutup matanya.

Awkward moment terjadi dia antara mereka, sebenarnya sih hanya Baekhyun. Hanya suara detik jam dinding yang mengisi ruangan itu. Chanyeol yang diam seperti ini sungguh aneh, tidak biasanya. Baekhyun tidak nyaman dengan suasana seperti ini, biasanya kan mereka selalu ribut.

Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? Batin Baekhyum frustasi.

"Chanyeol, ada apa sebenarnya? Kau aneh sekali!"

Chanyeol membuka matanya lalu menatap wajah Baekhyun yang menunduk didepannya. Mata mereka bertemu.

Kenapa wajah Chanyeol bisa setampan ini? Coba kalau aku juga memiliki wajah setampan ini, membuat iri saja batin Baekhyun.

"Aneh bagaimana maksudmu?"

"Ya aneh! Kau tiba-tiba saja diam begini.."

"Memangnya tidak boleh?"

"Berhenti bertanya balik, kau menyebalkan sekali" Baekhyun cemberut membuat Chanyeol tersenyum.

"Sayang.."

Baekhyun menyadari jika jantungnya berdetak dengan kencang. Perasaannya seperti tergelitik setiap Chanyeol memanggilnya begitu, padahal mereka tidak pacaran tapi Chanyeol suka sekali memanggilnya sayang, apa lagi dengan suara bass Chanyeol yang terdengar sexy itu..

Baekhyun menggigit bibirnya ketika Chanyeol meraih jemarinya. Baekhyun menarik tangannya tapi Chanyeol kembali meraih jemarinya. Hahh..

"Kenapa kau manis sekali eum?" Chanyeol mencium punggung tangannya lembut. "..jarimu juga lentik sekali.." Chanyeol juga menatapnya dengan penuh cinta, membuat Baekhyun merasa dirinya akan meleleh saat itu juga.

Ya Tuhan! Jantungku, jantungku, rasanya ingin melompat keluar batin Baekhyun panik.

Perlakuan Chanyeol seperti itu membuatnya sangat gugup, wajahnya pun sangat merah. Astaga, kenapa dia menjadi aneh seperti ini? Apa dia ketularan Chanyeol? Baekhyun merasa dirinya seperti remaja yang sedang jatuh cinta saja.

Jatuh cinta ya..

Jatuh cinta..

Cinta..

APA? Jangan bilang kalau dia jatuh cinta sungguhan pada Chanyeol?!

Baekhyun meggelengkan kepalanya.

"Baek? Baekhyun?"

"Hah?"

"Kau kenapa?"

Baiklah..tenangkan dirimu Byun, cobalah untuk bersikap seperti biasa. Ya, kau pasti bisa Byun. "Tidak.."

Chanyeol mengangguk-angguk. "Baek, kau mau tahu sesuatu tidak?"

"Tidak"

Jawaban spontan Baekhyun membuat Chanyeol cemberut. Tanpa sadar Baekhyun tertawa kecil.

"Kau perusak suasana.."

"Haha..maaf"

"..aku suka sekali melihatmu tertawa. Kau terlihat semakin manis.."

Okay, Baekhyun abaikan.

"Hei, apa yang ingin kau katakan tadi huh?"

"Ah iya! Kau tau tidak sejak kapan aku mulai jatuh cinta padamu? Padahal dulu kan aku tidak menyukaimu. Kau penasaran tidak?" Chanyeol mulai bercerita dengan semangat.

"Sedikit.." Yah Baekhyun memang sedikit penasaran sih. "Memangnya sejak kapan?"

"Aku jatuh cinta padamu itu sejak kita kenaikan kelas dua, saat itu masih awal semester..apa kau masih ingat?"

"Hm.."

"Sepertinya..kau memang tidak ingat ya?"

.

.

.

.

.

.

Tbc


Kok endingnya berasa gantung gitu yah? 😂