Hi, all.. Sorry lama updatenya.. gini ya, aku gak bsa update cpet, coz, banyak kerjaan yang menungguku.. huhu.. ya udh yaapp.. blez Review dLu.. Mari SiLahkann..

Sasusaku Forever : Iya ntuh, Sasu-kun Jahaattt.. Ak seh pengen bnget bikin alur yang lamban.. Eh, maap, maksud ak Lambat.. tapi, nyatanya tak bisaaa.. But, ak usahain deh.. Review lgee ya..

Rinka UchiHaruno : Thnx, yapp.... Lam knaL jgaa, Rinkaa.. Sory, ak bru bsa update skrng.. Lapptopp ak rusak, jdi tunggu sebulan dLu bru bnerr. Review Lgi yaaw...

Kaori a.k.a Yama : Lam knaL.. Kaori atoo Yama nehh??? Ak snennkk pnya tmen bru lgee... Ni fict kecepetan yaa??? Mungkin begitu.. Semoga chap ini 'agak' lambat dkit deh.. Sasu OOC yaa?? Umm.. Bgene, Author tuu gaa tauu deh OOC ntuh apaa?? bLeh tnyaa?? Ending hanya saiaa yang mengetahui.. Apakah tetap Sasusaku ataoo berubahh... Hahahahahaha.... Gak" bercanda... Tpi, g tw lge sehh.. Review lgii..

Sepp.. udah semua.. Yg Sign In ak bLez di PM.. But, ad yg bLum.. Cz, ak bngung mana yang udh mna yg bLum.. ya udah dehh ... Repieww lge nyakkk..

What I Call 'True Love'

Disclaimer: Masashi Kishimoto(Naruto)

This Story is Mine

Pair: SasuSaku

Chapter 2 : Himeka Mission

"Gawat apanya, Sakura?"tanya Ino bingung. Aku tidak menggubrisnya. Aku masih tetap berpikir. Aku berpikir tentang Hime-chan dan Sasuke-kun yang kulihat tadi.

Begitu selesai berpikir, aku langsung berlari menuju tempat dimana Sasuke dan Himeka berada. Dan, tebakanku benar. Pasti hari ini Himeka akan marah besar jika Sasuke mengganggunya hari ini. Aku melihat wajah Hime sangat marah kemudian mengangkat tangannya untuk menampar Sasuke. Tanpa kusadari, tubuhku berlari menghentikan Hime yang akan menampar Sasuke.

Mereka terkejut akan kehadiranku yang tiba – tiba. "Hime-chan, hentikan. Jangan limpahkan masalahmu ke Sasuke. Dia tidak bersalah,"kataku pelan.

"Apanya yang tidak bersalah?? Dia itu selalu saja menggangguku. Lagipula, kau jug-,"ucapan Hime terpotong karena aku menarik tangannya menjahui Sasuke. "Hime-chan, aku mohon jangan sakiti Sasuke. Dia tidak tahu jika hari ini kau sangat bersedih,"kataku.

"Saku-chan, aku membenci dan hampir menyakiti Sasuke itu benar, tapi, aku tidak bersedih hari ini,"jawab Hime.

"Hime, aku tahu kok setahun yang lalu tepat pada hari dan tanggal ini, kau mempunyai sebuah kenangan buruk kan?"

"Sakura, jangan ungkit-ungkit itu lagi. Aku mohon. Dan, yang tadi itu, aku sedang membuat Sasuke membenciku. Agar dia bisa bersamamu,"

"Terima kasih, Hime. Tapi, jika caramu seperti itu, kau bukan hanya menyakiti Sasuke, tapi, perasaanku juga sakit melihat orang yang kucintai tersakiti. Aku mohon, biarkan aku berusaha dengan kekuatanku saja ya. Kakak masih ingat kata ibu?"

"'Kita akan mendapatkan kekuatan misterius jika kita mempunyai seseorang yang kita cintai sungguh-sungguh' apa yang itu?"

"Bukan. Kau mengarang ungkapan Hime. Ungkapan yang jelek,tahu. Yang diberitahu ibu sebelum ayah pergi dari rumah itu,"

"'Love is like a sunshine, Strong and true'"ucapku dan Hime bersamaan.

"Ya kan , Hime?? Jadi, aku rasa cintaku pada Sasuke akan membuatku kuat,"

"Tapi, kalau Sasuke mendekatiku lagi, aku harus bagaimana?"

"Perlakukan dia dengan sedikit lembut,"

"Umm, baiklah. Aku akan lebih halus lagi,"kata Hime sambil menyeringai.

"Aku punya misi. Kau harus ikut,"lanjutnya.

Aku tidak menjawabnya. Aku bingung mau menjawab apa. Aku akan berusaha mengagalkan rencana Hime kalau rencana Hime membuat Sasuke menderita. Aku akhirnya mengangguk di depan Hime. Lalu, Himeka tersenyum. Setelah itu, aku dan Hime kembali ke kelas kami masing-masing karena bel sudah berbunyi.

Aku mengikuti 2 jam mata pelajaran terakhirku hingga akhirnya pulang sekolah. Ku menunggu Hime di mobil. Tak lama kemudian, Hime datang. Setelah itu, mobil kami melaju ke rumah. Sesampainya di rumah, aku dan Hime berganti pakaian lalu pergi ke meja makan dan makan. Setelah itu, aku mendengar suara ketukan pintu dan ternyata orang itu adalah Ibuku yaitu Sara Haruno. "Hai, anak-anak. Apa kabar?? Ibu bawa oleh-oleh untuk kalian,"kata Ibu.

"Apa, Bu? Misterius sekali sih?"jawabku.

"Kalian ibu bawakan mobil pribadi satu-satu,"

"Mobil apa??"Hime yang cuek pun akhirnya ikut berbicara.

"BMW. Ahah. Ada yang biru dan hitam. Tinggal kalian pilih saja,"

"Tumben ibu baik? Memang ada acara apa, kami diberi hadiah?"tanya Himeka yang bingung.

"Kalian kan minggu depan Sweet Seventeen. Sudah undang teman kalian?"

"Aku sih sudah, bu. Tapi, mungkin Hime-chan belum,"

"Ya. Aku malas mengundang teman, bu. Tapi, ada beberapa yang kuundang dari Suna sih,"kata Hime.

"Oh, begitu. Jadi, BMW hitam punya siapa?"kata ibu.

"Buat Hime-chan aja. Kan dia suka yang hitam,"jawabku.

Setelah itu, Hime-chan mengangguk dan masuk ke kamarnya. Aku menyusul Hime di kamarnya.

-Malam hari-

Setelah itu, aku memohon pada Hime untuk tidur bersamanya malam ini. Hime pun setuju saja. Sebelum aku dan Hime tertidur kami berbincang-bincang.

"Hime, kamu masih sedih?"tanyaku pada Hime.

"Sebenarnya sih tidak, tapi, masih teringat. Padahal sudah 1 tahun, tapi, belum bisa kulupakan sedikitpun,"

"Setahun yang lalu memang masa yang berat untukmu,ya,"

FLASHBACK

Suna, 20XX.

Himeka dan Sakura masih berusia 15 tahun. Tepat seminggu sebelum ulang tahun mereka, ada sebuah kejadian yang membekas di hati Himeka.

"Hime-chan,"kata laki-laki itu.

"Kenapa? Apa ada masalah denganmu?"

"Aku mau jujur kepadamu,"

"Silahkan saja. Aku memang lebih suka jika kau jujur,"

"Setelah lulus SMA nanti, aku akan bertunangan dengan wanita pilihan ayahku,"

"APPAAA?? Jangan bercanda!"

"Aku tidak bercanda, Hime. Maafkan aku,"

"Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Aku sangat membencimu,"

Setelah itu, Himeka berlari dan menangis di kamarnya. (Sebelumnya di ruang tamu). Himeka pun meminta kepada kedua orangtuanya untuk pindah ke Konoha. Mereka sekeluarga akhirnya menetap di Konoha.

FLASHBACK END

"Ya, tentu. Aku benar-benar sedih dan kecewa atas perlakuannya,"

"Kau masih membencinya?"

"Tentu. Aku tak bisa melupakan dendamku padanya. Dia menyakitiku. Padahal, aku setia padanya. Ya sudahlah, aku mau tidur,"

"Have a Nice Dream,"

Setelah itu, kami berdua pun terlelap.

-Keesokan Harinya-

Pagi ini, aku melihat Hime-chan membawa sebuah tas yang cukup besar. Aku merasa aneh dengan benda asing yang dibawa Hime. Aku menatapnya dengan penuh tanda tanya. Merasa diperhatikan, Hime pun menoleh kearahku. Dia menoleh lalu tersenyum. Aku membalas senyumannya dengan senyuman heran.

"Emm, Hime, itu apa sih?"tanyaku ragu-ragu.

"Something important. Ini untuk misiku yang kubicarakan kemarin itu,"jawabnya senang.

"Yang benar saja. Kau masih niat melakukan misimu itu?"

"Tentu saja, Saku. Aku tak pernah main-main dengan ucapanku,"

"Kau sangat menakutkan, kakak kembarku yang populer,"

"Haha.. Kalau kau, lucu sekali, adikku yang manis,"

Aku kesal melihat tingkah Hime. "Sudah, ayo masuk ke mobil baru kita,"kata Hime-chan yang sudah membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Aku mengikuti langkah Hime. Hanya saja, aku masuk ke mobilku sendiri. Kamipun berangkat bersama. Aku akan menceritakan tentangku dan juga kakak kembarku selama perjalanan ini.

Tentang aku. Namaku Haruno Sakura, 16 tahun. Rambutku berwarna pink cerah dan panjang. Aku bersekolah di Konoha Senior High School. Tentang kakakku. Namanya Haruno Himeka, 16 tahun. Dia sering dipanggil Hime. Rambutnya semula berwarna sama sepertiku. Namun, ia mengecat rambutnya menjadi coklat kehitaman. Rambutnya juga panjang sepertiku. Dia bersekolah di sekolah yang sama denganku.

-Sampai sekolah-

Hime dan aku keluar dari mobil. Banyak siswa laki-laki yang meneriaki Hime. Hime tentu saja tidak menganggapnya. Setelah itu, Sasuke datang dengan Jaguar hitamnya. Begitu ia keluar dari mobil, ia langsung melihat ke arah Hime. Aku sedih melihat hal itu terjadi. Tapi, mau bagaimana lagi? Setelah itu, aku menyusul Hime yang jalannya terlalu cepat.

"Hime, pelan-pelan dong. Kenapa sih?"

"Nanti misiku ketahuan sama Sasuke,"

Handphoneku bergetar tanda ada panggilan masuk.

"Moshi-moshi,"kataku pelan.

"Moshi-moshi, Saku-chan. Kau tau aku siapa?"tanya orang yang ada di seberang teleponku.

"OMG.. Tidak mungkin. Gaara-nii??"aku keget sekaligus senang.

"Bingo!! Apa kabar ,Saku?"

"Baik, nii-san. Tumben meneleponku? Something wrong?"

"That not a problem. But, a good news,"

"Apa beritanya.. Aku mau tahu nih,"

"Aku berhasil mendapat beasiswa. Dan-"

"HEBAT!!"aku berteriak memotong ucapan Gaara-nii. Seketika semua mata siswa KSHS menatapku sebal. Aku hanya tersenyum dan minta maaf.

"Gomen, Gaara-nii. Aku terlalu bersemangat,"

"Kau itu ya! Tak berubah dari dulu tahu. Aku belum selesai bicara tad-,"

"Silahkan.. Aku mau dengan sekarang,"

"Sakura, diam dulu. Aku dapat beasiswa dari Universitas Konoha,"

"Yeei.. Berarti, nii-san akan pergi ke Konoha ya?"

"Ya, benar. Aku akan berangkat dari Suna besok pagi. Aku akan menginap di rumahmu. Aku sudah bilang kok sama ibumu,"

"Senangnyaa-"

KRINGG!!!

"Gaara-nii, aku tutup teleponnya ya. Aku mau masuk kelas, bel sudah berbunyi. Jaa,"

"Jaa, Saku. Salam untuk Himeka, ya,"

Setelah menjawab 'ya' aku langsung berlari menuju kelasku sendirian. Kurasa tadi Hime-chan meninggalkanku karena mendengar nama 'Gaara'. Ya sudahlah.. Kakakku yang satu itu memang sangat tidak suka terhadap Gaara-nii.

To Be Continued

Hapiuuuww... Selesai jga ni.. lebih panjangan dikit kan?? Review lgi, ya.. Biar tambah semangat.. Coz, ak g dpt inspirasi kLo Review nya dikit..(ngarepp sehh).. Okay, Flame bLeh.. But, jgn ksar" yaa, and jaga etika..

With Love,

-Mar"-chan-