.
.
Disclaimer: EXO punya SM.
Pair: SeKai or KaiHun (KaixSehun)
Warning: Shounen-ai, SMUT, NC21, OOC sangat, miss typo(s), AU, Alur kecepetan, dll.
DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
.
Dan hal selanjutnya yang membuat Sehun menggigil adalah bibir tebal Jongin di rahangnya.
Sekarang ia bisa merasakan suhu tubuhnya meningkat. Belum lagi gerakan tangan yang masih mengelus pinggangnya. Bahkan tangan nakal itu sudah menelusup masuk ke dalam kaosnya, merasakan telapak tangan kasar yang mengelus pinggangnya secara langsung membuat Sehun mengerang.
"Kau terlihat menyukainya. Sebut namaku dalam eranganmu, Sehun!" Sehun tidak bisa membayangkan seberapa merah pipinya sekarang merasakan sentuhan-sentuhan intim seperti ini.
"Sialan! ahh—Jongin... lepaskan!" Sehun mengerang lebih keras saat merasakan paha Jongin di selangkangannya dan menggeseknya, membuat tubuhnya langsung lemas karena kenikmatan yang datang begitu tiba-tiba pada bagian pribadinya.
Sehun juga bisa mendengar geraman nikmat dari Jongin yang juga menggesekkan selangkangannya sendiri pada paha Sehun. Ini luar biasa, sebenarnya.
"Jongin berhenti..." Sehun mengerang dengan napas terengah-engah. Kakinya semakin lemas dan ia sendiri sadar kalau dirinya memang sudah terangsang oleh sentuhan namja tan ini.
"Kau menikmatinya bukan? Kau menginginkannya?" Jongin berbisik serak ditelinga Sehun, sebelum membungkam erangan Sehun dengan ciumannya. Merasakan sensasi bibir tipis itu berada dalam kulumannya. Tangannya yang tadi setia mengelus pinggang Sehun, kini berpindah melakukan perjalanan ke setiap sisi lekuk tubuh Sehun.
Sehun mengerang tertahan diantara ciuman Jongin. Oke, sekarang dirinya sudah tidak tahu lagi apa yang sedang dilakukannya. Tapi instingnya mengatakan bahwa ia menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.
"Eumhh... Jongin!" Sehun memalingkan kepalanya sehingga ciuman itu terputus, tapi sepertinya Jongin tidak menyerah, bibir tebal itu kini menciumi disekitar pipi dan rahangnya, berusaha mencapai bibirnya lagi. Tapi ia tidak akan membiarkan ini terjadi. Setidaknya, bukan di sini! Di lapangan parkir yang terbuka.
Kini bibir tebal itu justru berpindah turun ke rahang, lalu ke lehernya. Oh sialan! Lihat betapa lihainya bibir sexy itu sehingga bisa membuatnya seolah melayang seperti ini.
"Nghh... pleasee~" tangan Sehun gemetar mendorong dada namja tan itu. Dan ajaibnya, Jongin menjauhkan diri dan melepaskan Sehun begitu saja. Ia hampir kehilangan keseimbangan dan jatuh kalau saja tangannya tidak bertumpu pada mobil di belakangnya.
Napasnya yang memburu seolah baru saja lari maraton, Sehun menatap Jongin yang kini hanya berdiri di hadapannya tanpa melakukan apa pun. Dan entah matanya mulai tidak normal atau bagaimana, tapi ia akui Jongin memang seksi.
Jongin... namja ini begitu... begitu... oh Tuhan! Kulit cokelat tannya, mata tajam yang menatapnya penuh karisma, hidung dan tulang pipi yang dipahat sempurnya, serta bibir tebal sexy yang tadi menciuminya ganas.
Jongin tiba-tiba saja menariknya dan karena terlalu mendadak, Sehun tersandung kakinya dan menubruk tubuh Jongin. Bahkan sebelum ia sadar akan posisinya, Jongin membuka pintu mobil dan mendorongnya masuk. Lalu pintu tertutup. Ia hanya memperhatikan saat Jongin masuk dari sisi lain mobil di belakang kemudi dan mulai menjalankan mobil. Satu hal yang ia tahu, ia tengah diculik.
.
.
Sehun tidak terlalu ingat bagaimana ia bisa sampai di sini. Sepanjang perjalanan kemari di dalam mobil, Jongin mengemudi dengan sebelah tangan dan tangan satunya tidak berhenti menyentuh Sehun. Lalu saat mobil berhenti, ia sadar Jongin sudah membawanya ke sebuah hotel. Dan terus menyeretnya masuk ke dalam lift.
Jongin menghimpit tubuhnya di sana. Ia tidak ingat Jongin membawanya ke lantai berapa, yangia ingat hanya sentuhan tangan Jongin diselangkangannya dan bibir tebal Jongin diatas bibirnya. Ia tahu dan bahkan otaknya mengerti kalau ini adalah hal yang salah. Tapi ia terlalu terbuai oleh sentuhan namja itu dan membuatnya lupa.
Saat itu bahkan ia sangat shock ketika pintu lift terbuka dan seorang gadis berdiri membeku di sana. Jongin mengabaikannya, tapi ia melepas ciuman Jongin dan bergumam maaf sebelum gadis itu berlari pergi dengan menutup hidungnya. Lalu ia kembali mengerang saat namja itu kembali menyerangnya.
Dan saat pintu lift kembali terbuka, Jongin kembali menyeretnya ke sebuah kamar. Tidak tanggung-tanggung saat tiba di dalam kamar, Jongin langsung mendorongnya ke sebuah kasur king size dan mengangkanginya.
Ia menarik napas dalam dan memejamkan mata ketika merasakan tangan Jongin menarik keatas kaosnya dan menampilkan tubuh bagian atasnya. Suhu ruangan memang dingin, tapi suhu tubuhnya terasa panas. Dan ketika ia membuka mata lagi, ia sudah melihat Jongin tengah memandangnya dengan matanya yang tajam.
"Jangan tatap aku seperti itu, brengsek!" Sehun angkat bicara setelah beberapa detik penuh keheningan. Salah satu ujung bibisr Jongin terangkat, dan menyeringai kearahnya.
"Sstt... seekor anjing kecil tidak boleh berbicara kasar seperti itu!" Jongin merendahkan kepalanya dan mencium ujung bibir Sehun.
"MWO?! Aiish... s-sialan kau! Ahh~" Sehun melengkungkan punggungnya keatas saat merasakan pelintiran pada nipple kirinya. Ia suka bagaimana Jongin menyentuhnya, membuatnya merasakan kenikmatan. Ia tidak tahu apa lagi yang akan dilakukan namja tan ini agar ia selalu mengeluarkan erangan dan desahannya.
Sehun kembali mengerang keras merasakan sentuhan jari-jari Jongin di kulitnya, menelusuri setiap inci kulitnya yang panas sebelum digantikan oleh bibir namja itu. Berusaha membuat bercak merah keunguan di kulit putih susunya.
Jongin mengangkat wajahnya dan kembali menatap Sehun.
"Kau tampak cantik seperti ini. Aku suka bagaimana kau haus akan sentuhanku!" Jongin berbisik ditelinga Sehun, merasakan erangan namja berkulit putih itu ditelinganya.
"J-jonginhh~" Jongin mendengar suara Sehun yang bergetar dibawahnya. Dentuman keras bisa ia rasakan di dadanya. Kenapa? Kenapa hanya karena Sehun menyebut namanya dengan kondisi seperti ini bisa membuatnya jantungnya berdentum lebih keras. Apa karena suara Sehun terdengar sexy? Ia bahkan pernah mendengar suara yang lebih sexy dari ini.
"Eummh... Jongin!" ia tersadar dan melihat tangan Sehun meremas kaosnya.
"Menikmatinya?" Jongin bertanya sambil mengigit lembut bibir bawah Sehun. Dan namja dibawahnya itu hanya mengangguk dengan napas terengah. Sehun benar-benar terbakar oleh kabut nafsu, dan Jongin sangat tahu itu, jika dilihat dari kurangnya protes yang Sehun berikan.
Kai menyeringai puas saat eragan keras lolos dari bibir Sehun saat ia menurunkan selangkangannya membuat junior keduanya yang masih dalam kurungan celana bergesekan.
"Kau ingin lebih kan? Ayo membuat malam ini lebih baik dari ini!" Jongin menarik Sehun dan membuatnya dalam posisis tengkurap. Menyingkirkan celana yang mengganggu mereka, namja tan itu mendorong juniornya ke manhole Sehun. Lalu menariknya perlahan untuk meregangkan lubang ketat namja dibawahnya.
"Jongin... sakit!" Sehun mengerang akan sakit yang dirasa, mengepalkan tangannya erat akan sensasi setelah Jongin mengisi lubangnya.
"Shh... relax! Ahh~ sialan! Apa kau seketat ini?!" Jongin ikut mengerang sambil mengepalkan tangannya. "Sudah kuduga kau memang virgin!" namja tan itu menunduk dan berbisik di telinga Sehun yang memerah. Memberi ciuman menenangkan di leher dan rahang namja milky skin itu, sambil perlahan-lahan mendorong sedikit demi sedikit juniornya dalam lubang Sehun.
"Kau sudah menduganya dan... hhh~ tetap memaksanya tanpa persiapan? Fuck you, Jongin!" Sehun meremas bantal yang menjadi sandaran kepalanya.
"Mungkin lain kali kau bisa! Dan apa kata-katamu selalu kasar saat kau terangsang hebat, eum?" Jongin bergumam di leher Sehun dan menghirup dalam-dalam aromanya. Meringis kecil, Sehun menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya saat junior Jongin akhirnya tertanam penuh dalam tubuhnya.
Menggeram sensual, Jongin menarik juniornya lalu kembali mendorongnya dengan kecepatan yang lambat dan lembut, berusaha tidak menyakiti Sehun lebih jauh. Rasa sakit segera menghilang dan yang Sehun rasakan sekarang adalah getaran kenikmatan yang mengalir melalui sarafnya.
"Jongin... ahh~ jongin... jongin~" Sehun mengerang dan melenguh tiap kali dorongan yang diberikan oleh Jongin. Jongin tersenyum senang, sambil menarik wajah Sehun dan menciumnya dari belakang sementara pinggulnya masih bergerak memanja lubang Sehun dengan juniornya. Ia menyukainya saat Sehun menyebut namanya dalam erangan lembutnya.
Tiba-tiba Sehun berteriak memutus ciuman mereka. Melengkungkan punggungnya dengan lubang menjepit keras junior Jongin yang masih bergerak, membuatnya mengerang lebih keras.
"Disana... Jongin!" napas Sehun terengah saat kenikmatan besar membanjiri tubuhnya. "Dalammhhh... ahh~ Jongin!"
"Bukankah ini nikmat?" Jongin menggeram penuh nikmat dengan napas terengah seperti namja yang tengah bergetar dibawahnya. Dia mendorong lebih keras dan menumbuk tepat sweet spot Sehun. Tangannya ikut menelusup ke dada Sehun dan menggoda nipple sensitifnya, menyebabkan namja dibawahnya ini bergetar dan mengerang lebih keras.
"Kau menyukainya bukan? Kau menyukai penisku, eum?" Jongin menggoda saat ia menarik juniornya lalu mendorongnya keras ke titik sensitif Sehun di dalam sana. Sehun hanya membalasnya dengan teriakan tinggi penuh kenikmatan.
"Nghahh... Jongin... Jongin...!" Dia tidak bisa berhenti mendorong pantatnya berlawanan arah dengan pinggul Jongin. Rasa nikmat yang diterimanya luar biasa dan membuatnya hampir gila.
Pandangan Sehun berubah buram saat klimaks hampir mendatanginya. Saat Jongin menusuknya dari sudut berbeda, mendorong junior besar dan keras itu lebih dalam, Sehun akan mendesah keras menggema ke seluruh ruangan, merasakan junior Jongin berkedut di dalam tubuhnya.
Jongin menghentikan gerakannya dan membalik tubuh Sehun untuk telentang lagi, lalu kembali bergerak dengan kecepatan cepat dan keras.
Wajah Sehun bertambah memerah melihat pemandangan Jongin yang seolah tengah melayang diatasnya dengan keringat yang membasahi kulit tan itu dan tatapan mata penuh karismanya, membuat namja itu terlihat begitu... seksi. Jongin merendahkan tubuhnya membuat tubuh keduanya bergesekan.
"Kau tahu betapa cantiknya dirimu saat ini?" Jongin bergumam sambil mencium bahu Sehun. "Kau begitu cantik saat penisku memenuhi lubangmu."
Sehun menutup matanya dengan punggung tangan kanannya malu. Dirty talk yang dibisikkan Kai, membuatnya semakin terangsang hebat. Sekarang juniornya sudah berkedut keras, seolah siap untuk meledak.
"Jongin!" Sehun berteriak penuh ekstasi saat pandangannya memutih dan gairahnya memuncak membuat cairannya menyembur deras membasahi perut dan dada Jongin yang sudah banjir keringat.
"Grrhh... SSehun!" merasakan pengetatan mendadak dinding lubang Sehun menjepit juniornya, Jongin menggeram sensual. Melakukan sentakan terakhir, Jongin menumpahkan seluruh sarinya di dalam tubuh Sehun, memenuhi lubang hangat itu dengan spermanya.
Jongin kemudian menarik perlahan juniornya dan terkekeh melihat wajah Sehun yang juga terengah dan masih memerah.
"Kau baik-baik saja?" Jongin bertanya sambil menciumi seluruh wajah Sehun. Membuat namja cantik itu terlihat semakin terkantuk-kantuk karena kegiatan mereka.
"Eumh..." menyamankan posisi berbaringnya, Sehun mulai memejamkan matanya tanpa mempedulikan Jongin lagi. Tubuhnya seperti mati rasa belum lagi kehangatan yang Jongin berikan membuat kantuknya semakin menjadi. Ia memejamkan matanya dan melayang ke alam mimpi. Dan semoga saja bukan mimpi basah dengan Jongin lagi!
"Dasar!" Jongin terkekeh dan ikut berbaring di samping Sehun, menarik bed cover dengan kakinya dan menyelimuti keduanya.
.
.
.
Jongin bangun tepat sebelum Sehun bangun, melihat namja itu masih bergelung dengan selimutnya. Tanpa ia sadar, sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyum. Sekarang ia tahu, sekarang Sehun memang mirip anjing kecil kesepian, tapi ia akan berubah menjadi serigala jika ia terangsang. Anak yang menarik, sebenarnya!
Setelah bangkit untuk membersihkan diri dan berpakaian lagi, Jongin pergi dan meninggalkan sebuah catatan di meja nakas disamping tempat tidur. Sebelum memberikan ciuman selamat tinggal yang membuat Sehun melenguh dalam tidurnya dan hampir terbangun.
.
.
.
Tidurnya terganggu akan cahaya yang berlebihan. Udara dingin AC bisa ia rasakan langsung menusuk kulit bahunya. Dan ia sadar ia kini tengah bertelanjang hanya dengan selimut yang menutupinya. Perlahan, kesadaran menghampirinya dan kelebatan kegiatan semalam berputar diotaknya. Membuat Sehun berjengit dan langsung membuka mata seketika.
Matanya mengerjap silau karena cahaya mendadak memasuki penglihatannya. Setelah terbiasa, Sehun melihat sekeliling dan hanya mendapati dirinya sendirian disana. Tidak ada namja ta bernama Jongin di sampingnya.
Sehun mendengus kesal dan mengacak rambutnya frustasi. Tentu saja Jongin sudah pergi. Semalam itu hanya seks yang berlandaskan nafsu semata, mana mungkin ia mengharapkan bangun dengan namja itu masih berada di sampingnya. Sebenarnya agak kecewa juga, kevirginan holenya sudah direnggut oleh Jongin dan namja itu pergi seenaknya.
"Setidaknya kau mengatakan terima kasih!" ia berteriak keras yang hanya dibalas oleh keheningan didalam ruangan. Tapi tunggu dulu, terima kasih untuk apa? Bukankah semalam juga ia menikamatinya? Agh, sialan! Ini memusingkan!
Bangkit perlahan dengan tubuh yang masih kaku, Sehun duduk di tepi ranjang melihat pakaiannya tergeletak di lantai. Ugh, ia sudah pergi semalaman dan apa yang akan dikatakan appanya nanti?
Saat hendak memakai pakaiannya lagi, matanya menangkap sebuah kertas yang diletakkan di meja nakas. Ia mengambilnya dan ada sebuah pesan yang ditujukan untuknya. Sekali baca, Sehun langsung meremas kertas itu dengan kesal.
Semalam itu menakjubkan! Terima kasih untuk itu. Dan kau tidak perlu khawatir tentang sewa kamar hotel. Aku sudah menanggungnya.
Terima kasih dan selamat tinggal! ^^
.
.
Ia tidak langsung pulang ke rumah, tapi pergi ke tempat temannya yang sudah mengajaknya semalam. Yah, ia perlu menutupi kiss mark Jongin yang bertebaran di lehernya sebelum pulang kerumah.
Tepat saat pintu rumah temannya itu terbuka, ia disambut oleh teriakan senang namja itu.
"SEHUN! Oh terima kasih Tuhan, Engkau telah menyelamatkannya!" dan sebuah pelukan keras yang hampir membuatnya terjungkal.
"Ya! Lepaskan, Moonkyu-ah!" dengan sentakan keras, Sehun berhasil melepaskan pelukan itu. Membuat namja yang dipanggil Moonkyu itu bisa melihat jelas keadaannya.
"YA AMPUN OH SEHUN! SIAPA YANG MEMPERKOSAMU SEMALAM?!"
Refleks tangannya menggampar kepala temannya itu. Kenapa ia begitu bodoh dengan datang kemari bukannya pergi ke rumah Luhan-hyung? Tapi pergi ke rumah Luhan sama saja cari mati dengan keadaannya.
"Diam dan berikan aku baju dan syal, mengerti? Atau aku akan memukulmu lagi!"
.
.
.
Sehun mengacak rambutnya furustasi. Ia meletakkan pensilnya diatas meja. Sekarang bahkan ia tidak bisa fokus belajar. Hanya karena terus memikirkan kejadian semalam. Bagaimana ia bisa fokus, kalau kejadian saat ia terus mendesah dan mengerang memalukan karena Jongin terus berputar dikepalanya.
"Jadi... siapa yang semalam itu?" ia menengok ke samping dan melihat Moonkyu menatapnya penasaran. Itu sudah kesepuluh kalinya mungkin Moonkyu bertanya seperti itu padanya.
"Sudah kubilang itu hanya bekas gigitan nyamuk. Kau tahu aku tidur di jalanan karena mabuk dan disana banyak nyamuk!" dan itu sudah kesepuluh kalinya juga Sehun menjawab seperti itu. Moonkyu memutar matanya bosan mendengar jawaban yang sama.
"Kau tahu? Aku bahkan bisa membedakan mana gigitan nyamuk dan mana kiss mark. Apa perlu kubuka pakaianmu? Aku yakin diseluruh tubuhmu juga banyak bekas kemerahan."
"YA!" teriakan keras dari Sehun membuatnya mendapatkan 'Ssst' keras dari pengguna perpustakaan lainnya. Ia menunduk meminta maaf dan kembali menatap Moonkyu tajam.
"Dan kau terlihat tidak fokus dan selalu melamun? Apa dia namja? Kuyakin dia namja yang tampan! Baik, siapa namanya?"
"Bisakah kau hanya diam dan membiarkan aku belajar? Ujian sebentar lagi dan aku tidak mau tidak lulus hanya karena ocehan tidak jelasmu itu. Dan aku harus masuk universitas favorit atau appa akan menendangku!"
"Aku hanya akan diam kalau kau memberitahuku. Ayolah! Mulutku tidak akan seember itu untuk menyebarkannya ke seluruh sekolah!"
"Apa kau bilang? Lalu bagaimana dengan kejadian tahun lalu dimana kau terus berteriak disepanjang koridor saat aku mengompol?"
"Kau tahu aku tidak berteriak bahwa kau mengompol. Aku hanya berteriak 'OH SEHUN SUDAH MENDAPATKAN MIMPI BASAHNYA!' seperti itu..."
"YA! AKU HANYA MEMBUAT PERUMPAMAAN. JANGAN GUNAKAN YANG TERLAU VULGAR!" temannya ini mengesalkan sekali dan membuatnya lupa kalau dia tengah berada di perpustakaan membuat keduanya kembali mendapat desisan dari penjaga perpustakaan. Dengan kesal, ia kembali memukul kepala Moonkyu.
"Ya! Hanya katakan dan aku janji tidak akan mengulangi kejadian tahun lalu!"
"Diamlah!"
"Sehunna~"
"Tidak!"
"Thehunna!"
"Jangan menirukan itu!"
"Umm... apa aku juga harus melakukan bbuing bbuing seperti yang kau lakukan kalau menginginkan sesuatu dariku?" Moonkyu siap membawa kedua tangannya ke wajahnya.
"Tidak dan tidak!" Sehun membereskan bukunya dan pergi dari perpustakaan.
.
.
.
Bagaimana mungkin aku terus memikirkan Jongin sedangkan ujian sudah didepan mata? Sehun menjedukkan kepalanya ke meja. Ia tidak bisa berkonsentrasi sama sekali disaat gurunya tengah menerangkan di depan kelas.
Jongin! Kenapa kau selalu menghantui pikiranku?
Apa ia harus menemuinya lagi? Untuk apa? Hal itu pasti akan membuatnya canggung. Tapi rasanya ia ingin melihat Jongin lagi. Tapi ia sungguh bingung apa yang harus dikatakan jika mereka bertemu.
Sebaiknya bertemu?
Tidak!
Bertemu!
Tidak!
Bertemu!
Tidak! Tidak! Ayolah fokus pada ujianmu, Oh Sehun!
.
.
.
Sehun menepuk kepala keras! Kenapa sekarang ia justru berdiri di depan club yang didatanginya kemarin? Malam-malam begini? Dengan alasan untuk belajar bersama Moonkyu? Kau konyol, Oh Sehun!
Dengan langkah pasti, ia melangkah mendekat, tapi seorang namja berbedan kekar menahannya untuk masuk.
"Kau tidak bisa masuk!" ujar namja itu dengan tampang datar.
"Kenapa?"
"Kau tahu alasannya."
"Tapi kemarin kau membolehkanku masuk. Lagipula aku sudah d-duapuluh tahun." Penjaga itu masih menghalangi jalan masuknya.
"Kau yakin? Kenapa rasanya aku tidak percaya?"
"Kumohon... ahjuththi~" Sehun menatap penjaga itu dengan memohon dan membiarkan cadelnya keluar. Ia mengutuk dalam hati, kenapa juga harus menggunakan aegyo hanya untuk melihat Jongin lagi?
Ia bisa melihat wajah namja itu memerah. Dalam hati, ia bersorak riang. Aegyonya selalu ampuh untuk siapapun dan kapanpun!
"Tetap tidak boleh!"
Sehun mendengus kesal.
"Kalau begitu kau kenal dengan namja bernama Jongin?" sehun hampir menyerah, tapi ia harus menemuinya. Atau setidaknya, melihat wajahnya. Penjaga itu mengerutkan alisnya.
"Kim Jongin? Tentu saja! Semua staff di club ini mengenalnya." Sebuah senyum mengembang di bibir Sehun mendengar hal ini.
"Bisakah kau mencarikannya untukku? Kau melarangku masuk, jadi kau saja yang masuk dan cari dia!"
"Tugasku hanya berjaga disini agar tidak ada anak kecil yang berusaha menyusup masuk!"
Sehun mengumpat kesal dan menjauh dari sana, ia mengeluarkan hanphonenya dan menghubungi Moonkyu dengan cepat.
"Moonkyu-ya, bagaimana kau bisa membawaku masuk ke dalam nightclub kemarin?"
"Hah? Kenapa?"
"Katakan saja!"
"Tentu saja aku punya orang dalam disana. Kau tahu mereka tidak akan mengizinkan pelajar untuk masuk."
"Kalau begitu beritahu orangmu itu dan suruh untuk membiarkanku masuk!"
"MWO? Kau sedang disana sekarang? Untuk apa?" ia menjauhkan handphonenya saat Moonkyu berteriak.
"Ya! Tidak perlu berteriak! Dan hanya beritahu temanmu itu dan biarkan aku masuk! Aku hanya perlu menemui seseorang."
"Kau tahu aku sedang kencan sekarang, jadi tidak bisa. Daaan~ siapa yang mau kau temui, eum? Namja yang sudah menidurimu?"
"DIAMLAH! Dan cepat hubungi orangmu itu!"
"Jadi benar? AHAHAHA~ Oh Sehun kau mudah ditebak!" ia yakin sekali sekarang wajahnya sudah sepenuhnya merah karena kata-kata temannya itu.
"Moonkyu-ya~" ia merengek mendengar Moonkyu terus tertawa di seberang telepon sana.
"Baiklah! Aku harus pergi sekarang! Bersenang-senanglah!"
"YA! HANYA BERITAHU—" sambungan terputus, membuat Sehun menghentakkan kakinya kesal dan hampir saja membanting teleponnya.
Ugh, apa ia harus menunggu disini?
.
.
Sehun menatap pintu masuk dengan bosan. Sekarang ia sedang berjongkok dan ia akan langsung berdiri tegap saat pintu terbuka dari dalam dan seseorang keluar. Tapi akan langsung mendesah kecewa begitu melihat itu bukan orang yang dicarinya.
Ia bahkan memperhatikan setiap orang yang keluar masuk dari sana. Apa Jongin tidak kesini? Mungkin saja kemarin itu kebetulan yang menyenangkan.
Pintu kembali terbuka, Sehun langsung berdiri dan menengakkan tubuhnya. Seorang namja keluar dari sana dengan yeoja dalam pelukannya. Itu Jongin! Tengah menggandeng mesra seorang yeoja seksi.
Sehun meremas jaket tebal yang dipakainya saat melihat penjaga yang tadi berbisik pada Jongin dan menunjuk kearahnya. Jongin melihat kearahnya, dan hal yang dilakukannya adalah berbalik dan berlari dari sana.
Bodoh! Bodoh! Kau bodoh, Oh Sehun! Kemarin itu hanyalah One Night Stand bagi Jongin. Tidak lebih! Hanya itu. Dan keesokan harinya Jongin akan mencari orang lain untuk memuaskannya. Bukan hanya dirinya saja.
Ia hanya menjadi orang bodoh untuk jatuh cinta pada orang seperti Kim Jongin!
.
.
To Be Continue
.
.
A/N: hahay! Udah berapa lama gw nganggurin nih fic? Jadi makin kayak sinet sih? O.o'
N kenapa kalian bisa terus nemuin ukeKai? Kok gw nemunya ukeSehun terus ya? (TAT) padahal mau baca juga~ oh iya, bagi KaiHun shipper, udah tau ff Can I Alohomora Your Heart? Itu ff bagus lho. Rekomendasi dari gw! Eh, apa authornya ada disini? #ngarep katanya sih authornya orang indo! #tepoktangan gak tau sih belum liat profilnya. #iningomongapasih
WOOOWW~ sambutannya oke banget buat ff ini. Banyak yang ngarepnya NC21. Jadi gw kabulin nih! Ini gw udah tiga hari tiga malem semedi buat NCnya. Awas kalo dibilang kurang hot!
Oh makasih banget buat para reviewers n readers! Special thanks to:
Ryu Chanhyun, Choi Shinji, tikaaa, guest, alcici349, Momoshfly2401, JK0603, sonyeoncheonji, bebe fujo, Park Nara Quinnevil, dhona. laily, song min ah, teleportingwinds, Juli Constantine, anonstalker, ru-ie, Guest, elf1013, rinie hun, HaeSan, Park ChanHyo, choigiah, Kiki Craft, tsuki hime undefinite, yunjaewonkyu, CrayonThat XX, anggi love sekai, RitSuKa-HigaSasHi, teleportingwinds, Byun Lalla Chan EXOtics, kaihunshipper, beta.
