Secret

Super junior © SM entertainment

Tambahan Cast:

-Kangin (appa Sungmin)

-Leeteuk (umma Sungmin)

Keterangan tambahan: [message] tanda buat sms


Sungmin POV

Lee sungmin! bagaimana ini!

"Bagaimana Sungmin, mau menjadi pelayanku? Atau menolak menjadi pelayanku dan semua orang akan tau PERKERJAANMU dan GENDER aslimu."Kyu menyeringai.

"…" aku hanya terdiam, tidak bisa menjawab apa-apa, lidahku kelu.

"Hey!" Kyu mengibaskan tangannya di wajahku, aku mengerjap sebentar dan menatapnya.

"A… aku…" sejujurnya aku ingin berteriak keras dan bilang bahwa 'AKU TIDAK MAU JADI BUDAKMU!' tapi hatiku berkata lain, aku takut… ya… baru kali ini aku merasa takut pada seorang Cho Kyuhyun.

"Aku apa?Aku menerimanya?"Kyu mengeluarkan seringai liciknya, tangannya memegang pundakku.

"A… apa akibatnya jika aku menolak?" aku bertanya, hanya itu yang bisa kukeluarkan dari mulutku.

"Kan sudah kubilang, jika kau meolak… kedua foto ini akan tersebar luas di Website resmi sekolah Lee Sungmin, dan mungkin aku akan berbaikhati menempelkannya di madding sekolah…" Kyu berbicara seraya mengibas-ngibaskan kedua fotoku ditangannya.

"Dan jika aku menerimanya?" aku mengerinyitkan alis.

"Foto ini tidak akan aku sebarkan…" Kyu mentapku, sorotmatanya yang dingin menusuk membuatku sedikit takut, Sungmin, kau konyol! Seumur hidupmu… kau tidak boleh takut dengan Kyu! Camkan itu!

"Daripada kau membentak diri sendri lebih baik menerima ajakanku… dan dirimu yang asli tidak akan diketahui…" aku menatap Kyu, dia membaca pikiranku? Sungmin… hanya satu pilihanmu… MENERIMA TAWARAN ITU!

"Baiklah…" aku menggigit bibirku.

"Hari ini kau resmi jadi pelayanku Lee Sungmin… haha…" aku mencoba mencermati kata-katanya. AKU PELAYANNYA? Mataku panas, aku ingin menangis sekarang… rasannya aku sudah ada di gerbang neraka sekarang…

"Dan perintah pertamaku adalah…"

000

Dirumah…

Aku membanting kamarku, melepas rambut palsuku dan seragamku, menggantinya dengan pakaian rumah.

"Gila saja tadi…" aku membaringkan tubuhku diatas membenamkan kepalaku jauh kedalam bantalku.

"Aku bodoh…" airmataku menetes, aku tidak tau harus apa sekarang, menjadi pelayan Kyuhyun? Itu konyol!

Kring… kring…

Aku memutar mataku menuju arah suara, ku raih handphone ku yang tergeletak di samping kasurku, aku membeca layarnya 'Ryeowook' dan dengan cepat aku menekan tombol hijau tepat dibawah layar Hp-ku.

"Ya, halo? Ada apa Wookie?" aku membaringkan badanku, menunggu jawaban dari si penelfon.

"Tidak, hanya mengkhawatirkanmu saja Hyung, disepanjang perjelanan tadi kau diam saja sih…" nada suara Ryeowook memang seperti orang khawatir, dan aku hanya tertwa pelan mendengarnya.

"Tidak apa-apa Wookie… hanya lelah…" otakku berusaha menyusun alibi.

"Kau tidak bohong kan?" dia kurang yakin dengan jawabanku.

"Tentusaja tidak Wookie, untuk apa aku berbohong?" aku menjawab dengan penuh keyakinan.

"Oh… kalau begitu baguslah, yasudah ya hyung… have a nice dream…"Ryeowook memutuskan pembicaraan kami di telfon. Aku meletakan hand phone ku tepat disampingku, aku menghela nafas… mataku menatp langit-langit kamarku… diotakku sekarang penuh dengan bayang-bayang Kyuhyun, tunggu? Apa ada yang salah dengan otakku? Kenapa aku malah memikirkan Kyuhyun sekarang? Sungmiiin~ otakmu sudah tidak beres kau tau, hah!

"Argghhh~" aku mengacak-acak rambutgu geram, aku menekuk lututku dan membenamkan kedua mataku diantaranya, menghirup nafas sedalam-dalamnya, memejamkan mataku mencoba menghilangkan bayang-bayang Kyuhyun dari kepalaku. Ini sulit! Sangat sulit! Kenapa aku malah semakin memeikirkan Kyuhyun disaat aku ingin membungnya jauh-jauh? "Apa kau sudah tak waras lagi Lee Sungmin?" aku mencaci diriku sendiri, mataku mulai menjelajahi kamarku, kugerakan kakiku menuju balkon rumahku, sudah menjadi kebiasaanku duduk dibalkon sendirian sambil menatap bintang, baru saja aku berjalan beberapa langkah, layar ponselku berkedip, menandakan ada sebuah mail yang masuk. Dengan cepat aku membuka mail itu.

[Besok bangun pagi, kau akan ku jemput… selamat malam pelayan]

Aku yakin itu dari KYU! Sialan dia, mengataiku pelayan… tapi, aku memang sudah menjadi pelayannyabukan? Kuarahkan mataku menuju jam didekat tempatku berdiri sekarang 00.13 sudah larut rupanya, tapi aku samasekali tidak mengantuk, kualihkan badanku menuju kamarmandi di kamarku, kata orang-orang jika kita berndam dengan air hangat bisa membuat kita cepat tidur? Ya… lebihbaik aku coba saja sekarang…

Kreeeek…

Kubuka pintu kamarmandi kamarku perlahan, kuarahkan badanku menuju wastafel dan mengambil handuku disana, aku menatap cermin dihadapanku, sedikit tersenyum melihat pantulan diriku disana, sedikit membuat gerakan aneh yang biasa aku lakukan disaat aku menjadi wanita… imut, ya… aku akui, wajahku memang jauh lebih imut atau bahkan sangat imut untuk ukuran seorang pria.

"Andai aku bisa bersekolah dengan sisi ku yang sesungguhnya…" aku bergumam sambil menyalakan keran air panas di dalam bathtub, dan disusul dengan air dingin, saat aku merasakan bahwa suhunya sudah sesuai. Aku muali melucuti pakaianku satu persatu, dan membawa tubuhku kedalam hengatnya air memejamkan mata, menikmati setiap sensasi hangat yang mulai menghelai sebagian tubuhku yang teah terendam air hangat."Haaaaah…" aku menghela nafas panjang, kusandarkan tubuhku pada senderan bathtub dan memejamkan mataku, membiarkan air menyelimutiku hingga sebatas leherku.

"Apa aku telah masuk pada jalan yang benar?" aku bergumam, aku perlahan membuka mataku, tapi tetap dalam posisiku yang sebelumnya."Tentusaja kau masuk kedalam jalan yang salah Lee Sungmin!salah! Sangat salah! Kau camkan itu!" aku menjawab pertanyaanku sendiri, seakan aku sudah tau jawaban akan semua pertanyaanku tadi, perlahan aku mengangkat badanku, dan menarik kakiku. Sejenak aku melihat air yang beriak, aku sedikit tersenyum menarik keduakakiku, memeluknya dan menangis sejadinya… aku lemah, sangat lemah… bahkan hanya guncangan kecil dalam kehidupanku saja aku menangis seperti aku merasa sudah cukup lama aku sedikit menyeka airmataku, aku menarik badanku bangun dan mengambil handuk disamping bak diamana aku berendam.

"Haaah…" aku menghela nafas sekali lagi, melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandiku sekarang, aku berjalan menuju lemari pakaianku, membuaknya dan mengeluarkan stelan piyama dan mengenakannya, setelah selesai berpakaian aku berjalan dengan langkah gontai menuju kasurku, merebahkan badanku sebentar dan perlahan mataku terasa berat, bebrapa menit setelah itu aku tertidur dengan pulasnya.

000

Paginya…

Aku membuka mataku perlahan dan sesekali mengerjapkan mataku juga.

"Jam berapa sekarang?" aku mendongak untuk melihat jam pink yang menggantung di atas tempat tidurku. 07.45, kulirik hand phone-ku, aku kaget melihat 13 missed call dan 15 inbox… hah? Segitu banyakkah orang yang membutuhkanku?Aku segera membukanya, semua dari Kyu… apa-apaan dia, sms dan menelfon sih boleh saja, tapi kenapa mesti sebanyak ini.

"Apa-apaan dia," aku membuka inboxnya satu persatu.

[Hey, bangun… ini sudah pagi]

Iya, aku sudah bangun sekarang…

[Kau keturunan kerbau ya? Hoy! Bangun]

Apa-apaan dia? Seenaknya bilang kalo aku ini sebangsa kerbau…

[Sungmin… hoy! BANGUN WOY! BANGUN!]

Anak ini masih berusaha membangunkanku rupanya…

[Sungmin?]

[Min?]

[Minn?]

[Minn, bales dong!]

[Min?]

[Sungmin~]

[Minnie~]

Hah? Minnie? Ke... kenapa harus Minnie?Gawat, kenapa jantungku deg-degan gini?Dan kenapa wajahku panas? Tidak… tidak boleh, kau tidak boleh ada feel dengan Kyu! Tidak boleh!

[Haah~ aku menyerah… kurahap kau cepat bangun… have nice dream Minnie~]

Wajahku semakin panas membacanya, "Dia gila ya?" berkali-kali kata-kata itu terucap darimulutku, aku membuka rincian pesannya, dia mengirimnya jam lima… sangat pagi, aku hampir tidak percaya kalo Kyu bisa bangun sepagi itu.

"Huh… malas ah dibaca…" aku membanting hp ku pelan setelah menghapus semua pesan masuk tadi, bukannya kerena aku malas membaca… tapi aku takut jika semakin aku baca wajahku akan semakin panas…

Aku bangkit dari kasurku, mengambil handuk di samping ranjangku, karena memang tadi malam aku belum menjemurnya, sesekali aku melirik kearah ponselku, dan benar saja… layar ponselku berkedip, dengan segera aku meraihnya.'Kyuhyun' ok, aku akui aku sedikit senang mendapat sms darinya.

[15 menit lagi kujemput! Jangan protes! Lebihbaik kau cepat bersiap, jangan sampai aku datang kau masih berdandan!]

Hah? 15 menit? Sebaiknya aku cepat!

Aku berlari menuju kamar mandi, dan sesegera mungkin membasuh seluruh tubuhku, setelah selesai aku mengenakan seragamku, memoles diriku sedemikian mungkin… dan jangan lupa, rambut palsuku…

"Huft…" aku keluar kamarku, menuruni tangga dengan hati-hati, ya memang… kamarku ada di lantai dua.

"Selamat pagi, umma appa!" aku mendatangi kedua orang tuaku di meja makan, mengecup pipi mereka pelan dan duduk salah satu kursi.

"Sudah siap Sungmin?biasanya jam segini kau masih tidur…" Umma berbicara seraya tersenyum.

"Gaktau nih, lagi lucky aja kali… bisa bangun pagi…" aku menjawab diiringi senyum mengambil selembar roti dan melapisinya dengan selai strawberry kesukaanku, kadang aku melirik hand phone-ku yanga da tepat disamping gelas susuku, berkedip… ya, dengan cepat aku meraih handphone-ku melihat siapa yang mengirimu , Kyuhyun.

[Kau dimana? Aku sudah menunggumu 5 menit kau tau?]

Aku sedikit kaget dengan pesan itu, kulirikan mataku menuju jam yang tak jauh dari meja makan, ya… benar saja, aku telat lima menit. Segera kugerakan kakiku sambil terus mengunyah rotiku.

"Sungmin!kalo makan jangan sambil berjalan! Nanti tersedak!"Umma menasehatiku.

"Tapi aku buru-buru Umma!Kyu sudah menjemputku…" kataku sambil terus berjalan menuju kamarku untuk mengambil tasku." Aku berangkat ya… umma appa…" aku mencium pipi mereka satu-persatu dan berjalan pergi menuju teras.

"Aduh… cepat sekali sih datangnya…" aku celingukan mencari mobil merah milik Kyu, yak… ternyata mobil itu berada tepat didepan rumahku.

"Maaf, aku lama…" kataku setelah masuk kedalam mobilnya.

"Kau tau, aku hampir jamuran menunggumu disini…" Kyu mulai mengomel, haaah~.

"Maaf maaf…" aku meluruskan kakiku, menatap Kyu sebentar yang sedang serius menyetir… kalo dilihat Kyu tampan juga… eh?Aku kenapa?Kok tiba-tiba jadi gini?

"Hey, wajahmu memerah… kau kenapa?"Kyu berkata tanpa melirik diriku sedikitpun.

"Eh?" sontak aku langsung memegang wajahku dengan kedua tanganku, wajahku merah?

"Hahahaha~ kenapa ekspresimu begitu?" Kyu menertawakanku, kurang ajar!

"Huh!" aku menggembungkan pipiku, membuang pandanganku, memandang sekelilingku, sebentar lagi aku sampai disekolahku. Kuputar pandanganku pada Kyu, menatapnya sekali aku tidak bosan menatap wajahnya? Hah… biarkan saja lah… toh dia juga tidak keberatan kupandang begini…

End Sungmin's POV (sementara)

000

Sementara itu…

"Permisi… ahjumma Sungmin hyung ada?" lelaki imut itu bertanya pada seorang wanita paruh baya dihadapannya.

"Wah, dia baru saja berangkat Wookie, katanya dia berangkat bersama… bersama Kyu kalau tidak salah…" Umma Sungmin menjawab dengan senyum bidadarinya.

"Oh… Kyu ya tante? Maksih…"Wookie, atau Ryeowook berterimakasih dan berjalan menuju mobil silver di belakangnya, memasukinya dan menyandarkan tubuhnya.

"Cih…" ia mengumpat sejadinya disana, mengeluarkan HP-nya dan membaca pesan yang telah i abaca tadi.

[Kau berangkat sendiri ya, aku ada urusan… love you… :-*]

"Basi tau gak lo…" Wookie membanting HP-nya ke jok yang ada di sampingnya.

"Maaf tuan, kita berangkat sekarang?"Supir pribadi Ryeowook bertanya lembut pada tuannya, takut mengubah mood Ryeowook yang sedang jelek menjadi tambah jelek.

"Ya, hati-hati ya…" Ryeowook tersenyum, bagaimanapun juga ia tidak boleh marah pada supir pribadinya itu.

"Baiklah…" kata sang supir, dengan perlahan mobil Ryeowook melaju dengan heti-hati.

000

Sungmin's POV

Aku berjalan dengan gusar, menatap sekelilingku yang sedang melihatku juga, apalagi pandangan Yeoja-yeoja yang mengetahui bahwa aku tadi berangkat dengan Kyu.

"Sudah, tidak usah dipedulikan…" Kyu, menarik tanganku agar sejajar dengannya.

"I… iya…" aku berjalan berdampingan dengannya menuju kelas, bisa dirasakan bahwa banyak aura pembunuh mengelilingiku, kenapa Kyu bisa sesantai ini sih?

"Sudah sampai di sepan kelas, kau disini saja… sebentar lagi masuk bukan?" dia tersenyum padaku.

"Ya, terimakasih Kyu…" aku balas tersenyum padanya.

"Pulang sekolah nanti, datang ke ruanganku ya 'pelayan'…" kata Kyu sedikit hanya menggembungkan pipiku.

"Hahahaha~" tawanya, lalu ia berjalan meninggalkan kelas.

"Sungmiiiiinnn~" aku menoleh ke sumber , yap… sahabatku dikelas, dia juga teman kerjaku di café.

"Ya?Apa Sunny?" aku tersenyum.

"Kau pacaran dengan KYU?" sontak aku kaget dengan perkataannnya, pacar?

"BUKAAAN~ manamungkin aku pacaran dengannya…" aku memalingkan wajahku, aku yakin wajahku memerah sekarang.

"Hehe! Jangan bohong Min! wajahmu jauh lebih pink dari pada jam mu loh!"Sunny menjulurkan lidahnya, dia mencubit pipiku.

"Ahhh~ baiklah akan aku ceritakan padamu, tapi nanti saja saat kerja sambilan…" aku melepaskan cubitannya.

"Ok deh Minnie~" katanya sambil melepaskan cubitannya. Yah, dia hanya sahabatku… aku suka dengannya… tapi hanya sebatas sahabat…

Ting… tong… ting… tong…

Deringan bel hampir memecahkan gendang telingaku, dengan cepat aku berjalan menuju mejaku, dan memulai pelajaran hari ini…

000

Teng… teng… teng… teng…

Bel tanda waktu pulang sudah berdering, dengan segera aku mengambil langkah menuju ruangan Kyu, dengan sedikit berlari aku mendatangi ruangan Kyu.

"Akhirnya sampai…" aku baru saja ingin membuka pintu itu, dan ternyata pintu itu sudah terbuka sedikit, aku melihat Kyu sedang berbicara dengan seorang namja yang tidak asing bagiku. Aku menyipitkan mataku dan melihat sosok namja itu lebih jelas… dia… RYEOWOOK! Kenapa dia ada di sini?Apa sebaiknya aku masuk? Em… nanti saja deh, lebih baik aku menunggu saja disini sampai mereka selesai, kan tidak enak jika ternyata mereka membicarakan hal pribadi, dan jadi aku putuskan untuk disini, melihat mereka secara diam-diam.

"Kyu… aku mau bicara…" dapat ku dengar Ryeowook memanggil Kyu.

"Mau bicara apa Wookie?" DHEG?Wookie?Sejak kapan Kyu memanggil Ryeowook dengan sebutan Wookie?

"Apa hubunganmu dengan Sungmin?" nada bicara Wookie terdengar marah, bisa aku lihat Wookie seperti menggebrak meja di hadapannya.

"Tidak ada… aku hanya tuannya," kata Kyu santai.

"Tuan? APA MAKSUDMU DENGAN TUAN?" Wookie kembali membentak Kyu.

"Yah… dia pelayanku, aku berhasil mendapatkan dua rahasia besarnya, dan aku mengancamnya menjadi pelayanku, dan jika dia menolaknya, aku akan menyebarkan rahasinya… jadi dia resmi menjadi pelayanku…" Kyu menjawab enteng, ia bangun dari duduknya dan menatap Wookie. "Kau cemburu yaa?" aku kaget, cemburu?Apa hak Ryeowook untuk cemburu pada Kyu? Memang Wookie siapaya Kyu?

"Cih, manamungkin aku cemburu padamu…" Wookie memutar matanya, mengambil ponsel dari kantung celananya dan menunjukannya pada Kyu. "KAU BILANG ADA URUSAN? URUSAN APA?URUSAN MENGANTAR SUNGMIN HAH?" Wookie membentak Kyu, setelah ia menunjukan ponsel itu, ia menutup kedua wajahnya dengan kedua tangan mungilnya sambil berjongkok, bisa kulihat tubuhnya bergetar… seperti menangis, dan bisa kulihat Kyu menghampiri Ryeowook, berjongkok dihadapannya dan membisikan sesuatu. Beberapa menit setelah itu, bisa kulihat Wookie mengangkat wajahnya.

"Sungguh?" Wookie bertanya pada Kyu, ia menangis, matnya masih memperlihatkan bekas air mata.

"Iya…" kata Kyu sembari mengangkat wajah Wookie, dan mulai mendekatkan wajahnya.

"Sedang apa mereka?" aku bergumam pelan, takut ketahuan. Aku kembali melihat Kyu yang… tunggu… mereka CIUMAN!

"Emh… Kyu~" bisa kudengar desahan dari mulut Ryeowook, kanapa?Kenapa Wookie tidak memberi tau diriku BAHWA DIA BERPACARAN DENGAN KYU?KENAPA?Aku seperti merasa dikhianati, hatiku sakit… ingin rasanya aku menangis, melihat kedua pasangan yang tengah berciuman mesra tersebut.

"I love you Wookie, aku janji tidak akan mengulangnya lagi…" Kata-kata Kyu semakin membuat hatiku sakit, dan aku jauh lebih sakit melihat mereka yang sepertinya sudah mulai ke tahap yang berikutnya, aku benci semua ini… aku benci saat menyadari diriku bukan siapa-siapanya.

"Love you too Kyu…" dan aku merasa menjadi pengacau hubungan mereka, aku ingin menangis sekencang-kencanganya… aku benci diriku sekarang.

AKU BENCI AKU YANG SEKARANG!

Aku berlari meninggalkan ruangan Kyu dengan linangan air mata diplapuk mataku, dengan cepat aku berlari meninggalkan sekolah dan berlari menuju rumahku, padahal jarak rumah dan sekolahku cukup jauh. Tapi entah kenapa kakiku tidak merasa capai sama sekali, mungkin telah tertutup oleh sakitnya hatiku sekarang. Setelah sampai aku mendobrak pintu rumahku, umma terheran melihat sikapku, namun aku tidak peduli… hatiku remuk sekarang… ingin rasannya aku mati sekarang.

"Sungmin… kenapa mendobrak pintu begitu?" Umma ingin memasuki kamarku, namun dengan lantang aku berteriak, "Mi… Minnie… hiks… mau… mau… mau sendiri ma…".

"Ah, baiklah, kalau ada masalah besar… ceritakan saja pada umma…" setelah aku tidak merasakan keberadaan umma didepan pintu kamarku aku mulai menangis dengan keras, aku meraih handphone ku mengetik pesan kepada Sunny.

[Maaf, aku gak bisa datang ke tempat kerja… masalah datang, hatiku remuk… maaf…]

Aku menekan tombol send dan kembali menangis, memnerima Kenyataan bahwa…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

RYEOWOOK ADALAH PACAR KYUHYUN

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC~

Abel notes:

MAKASIH YANG MAU NGE-FAVE FF KU YANG INI!

Aku seneng banget baca review dari kalian! XD~

Maaf kalo lanjutannya membingunkan bahkan gak menarik…

Intinya si Ryeowook sebenernya pacarnya Kyuhyun, tapi Sungmin gak tau, nah akhirnya si Sungmin tau disaat dia mulai suka Kyu…

Yang gak ngerti? Kirim aja message ke abel, nanti abel jelasin…

Abel mau ucapin tengKYU lagi…

Buat Allah…

Buat Nabil… maksih udah jadi dongsaengku yang paling-paling! XD

Semua warga KFC… XD~ walau aku gak tau aku anak siapa… tapi aku mau masuk Micky fams… #gak ada odong!#

Sama temen-temen yang mau baca… I Love You guys…

Yang mau Review… m(_ _)m

Yang mau nge fave… o(non)o

Udah ah, cuap-cuapnya… SAMPAI JUMPA DI FF KU SELANJUTNYAAA~

Tertanda:

~MAX ABERU LOVE HANKYUNG~