Genre : Brother, family, angst

Cast .

Kim Seok Jin

Jeon Jungkook

Yunho

Yoona

Ho Seok

Nam Joon

Taehyung

Yoon Gi

Jimin

Ken

Jihoon

Choi Siwon

OoO

Yonsei-ro, Seodaemun-gu, Seoul

Di salah satu Rumah Sakit terbaik yang berlokasi di Seoul. Seorang pria yang berumur sekitar 40 tahun tampak gelisah di depan ruang operasi.

Ia hanya bisa mondar-mandir menunggu hasil operasi dimana istri yang ia cintai sedang berjuang di dalam sana tanpa ditemani dirinya.

Sesekali ia tampak memandangi jam tangannya. Sudah hampir 4 jam, namun operasi tersebut masih belum selesai juga.

Terdengar suara langkah kaki yang semakin dekat menghampirinya. Ia menoleh dan melihat tiga orang anaknya yang berlari mendekatinya.

"Appa..." ucap anak kedua yang tampak ngos-ngosan

"Bagaimana keadaan eomma?" tanya anaknya yang paling tua

"Apa dongsaeng-ku sudah lahir?" tanya anak ketiga

"Kalian bersama siapa datang kemari?"tanyanya

"Bersama Choi ahjussi"sahut anak tertua yang bernama Nam Joon

"Apa Jimin dan Taehyung masih tidur?" tanya ayah mereka

"Nde" sahutnya

"Appa, mana dongsaeng-ku?" tanya anak ketiganya yang bernama Yoon Gi

"Yoon Gi~ah, eomma masih berada di dalam ruangan itu. Dan appa juga belum tahu, apakah eomma sudah melahirkan atau belum" jawabnya menjelaskan pada anaknya.

"Kok lama?" tanyanya lagi

"Yoon Gi~ah, ayo kita berdoa untuk eomma" ajak saudara tertuanya.

"Mm" angguknya.

Yunho tersenyum melihat keakraban anak-anaknya. Ia mengelus kepala Yoon Gi karena gemas padanya.

Nam Joon, Yoon Gi juga Ho Seok terlihat serius berdoa di depan ruang operasi.

Selang beberapa menit kemudian seorang Dokter wanita ke luar dari ruang operasi. Yunho bergegas bertanya padanya mengenai keadaan istrinya.

"Dok. Bagaimana keadaan istri saya?"

"Istri dan kedua anak anda dalam keadaan sehat"

"Kedua anak saya? Maksud anda, anak saya kembar?" tanyanya seakan tak percaya

"Nde. Istri anda melahirkan bayi laki-laki yang kembar namun tidak identik. Hanya saja..." Dokter itu tampak ragu untuk menyampaikan kebenarannya pada Yunho.

Yunho merasa ada yang tidak beres, hingga ia memegang kedua lengan Dokter wanita itu untuk menanyakan ucapannya yang menggantung.

"Dok. Kenada anda diam? Ada apa dengan istri dan anak saya?" tanyanya cemas

Nam Joon, Ho Seok juga Yoon Gi terlihat cemas karena mereka melihat ayah mereka begitu khawatir pada ibu dan adik mereka.

"Istri anda baik-baik saja. Hanya saja...salah satu dari anak kembar anda mengalami cacat pada tangan kanan juga kedua kakinya, hingga menyebabkan anak anda tidak dapat melakukan aktivitas normal seperti anak lainnya. Selain itu juga, anak anda menderita Sickle Cell yaitu kelainan sel darah merah. Dan mengharuskannya hidup dalam pengawasan seumur hidupnya, karena jika terjadi sesuatu padanya dan terlambat ditangani maka akan menyebabkan kematian" penjelasan Dokter tersebut membuat Yunho begitu terpukul. Meski salah satu anak kembarnya terlahir normal, namun tidak dengan kembaran lainnya.

"Appa..." Nam Joon memegang tangan ayahnya. Ia tahu jika ayahnya sangat terpukul.

Yunho menatap ketiga anaknya dengan mata berkaca-kaca, kemudian ia mencoba tersenyum agar ketiga anaknya tidak ikut bersedih karenanya.

ooo

17 tahun kemudian

Waktu terus berlalu, hingga kini kedua anak itu menginjak remaja. Namun kejadian tidak menyenangkan harus selalu menghampiri anak cacat itu. Dia bernama Kim Seok Jin.

Dari kelima saudaranya, hanya Yoon Gi yang selalu baik dan menyayanginya. Sedangkan yang lain, mereka selalu merasa Seok Jin hanya merepotkan mereka, hingga mereka lebih memilih menyayangi Jungkook adik bungsu mereka yang tampan dan terlahir normal.

Yunho sebagai seorang ayah tidak pernah pilih kasih pada anak-anaknya, tetapi berbeda pada Yoona yang tidak bisa menerima kelahiran Seok Jin yang cacat, hingga dengan kerasnya ia meminta pada Yunho, agar Seok Jin tidak tinggal di dalam rumah mereka. Mau tidak mau, dengan terpaksa Yunho mengikuti keinginan Yoona.

Yunho terpaksa membuat sebuah rumah kecil di belakang rumah mewahnya untuk Seok Jin. Jika Yunho sibuk dengan pekerjaannya, maka Siwon yang akan selalu menjaga Seok Jin.

Tok... Tok...

Seorang pemuda tampan bermata sipit dan terlihat cool karena ekspresi datarnya, ia selalu mengunjungi Seok Jin di rumah kecil itu. Karena ia juga memiliki kunci rumah tersebut, ia dengan leluasa masuk ke dalam untuk menemui adiknya.

Pemuda itu bernama Kim Yoon Gi. Ia berdiri di depan pintu kamar Seok Jin.

"Seok Jin~ah..." panggilnya.

"Ne" sahut Seok Jin dari dalam, kemudian ia membuka pintu dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya tidak bisa berfungsi.

"Apa kau sudah siap?" tanya Yoon Gi menatap adiknya yang duduk di kursi roda yang masih mengenakan kemeja putih, dan belum menggunakan dasi juga sweater sekolahnya.

"Belum, hyung" sahutnya

Yoon Gi masuk ke kamar Seok Jin, ia mengambil dasi dan sweater-nya. Kemudian ia membantu Seok Jin untuk memakaikannya.

"Mian, hyung" itulah kata-kata yang selalu diucapkan Jin karena ia selalu merasa dirinya merepotkan saudaranya.

"Untuk apa kau selalu meminta maaf padaku, Jin? Kau itu adalah dongsaeng-ku. Aku adalah hyung-mu. Sudah sewajarnya, aku membantumu" ucapnya seraya memasangkan dasi Seok Jin.

"Gumawo hyung. Aku beruntung, karena hyung sangat peduli padaku"

Yoon Gi memegang kedua pundaknya, "Sampai kapan pun, hyung akan selalu ada untukmu, Jin"

Seok Jin tersenyum bahagia mendengarnya. Meski yang lain tidak memiliki perhatian seperti Yoon Gi, namun sebenarnya masih ada seorang lagi saudaranya yang peduli padanya, hanya saja dirinya selalu berpura-pura acuh jika di depan banyak orang. Pemuda itu adalah Taehyung.

"Hyung. Ini sudah jam berapa?" tanyanya

"Em...hampir jam 7" jawabnya

"Hyung. Aku harus buru-buru ke sekolah"

"Kau tenang saja. Hyung akan mengantarmu ke sekolah. Lagipula Siwon ahjussi sedang ada urusan, jadi tidak bisa mengantarmu. Ayo, kita sarapan dulu bersama appa, eomma dan yang lainnya" ajaknya

"Tidak hyung. Aku sarapan di sekolah saja" tolaknya

"Seok Jin~ah, mau sampai kapan kau terus menerus menghindar seperti ini"

"Aku hanya tidak ingin, jika suasana di ruang makan nanti jadi berubah, hyung. Mood baik mereka akan terganggu karena kehadiranku" tolaknya

"Tapi sudah bertahun-tahun kau tidak pernah ikut sarapan bersama di rumah"

"Hyung...aku mohon. Tolong jangan paksa aku. Hyung jangan mengkhawatirkanku. Lagipula aku baik-baik saja di rumah ini seorang diri"

"Seok Jin~ah..." ucap Yoon Gi lesu tiap kali Seok Jin menolak ajakannya.

"Aku tidak apa-apa, hyung. Ayo hyung antar aku ke sekolah sekarang" pintanya

"Baiklah. Tapi pakai dulu sweater-mu" ucapnya dan memakaikan sweater seragam sekolahnya.

Yoon Gi mendorong kursi roda Seok Jin, dan mereka ke luar dari rumah kecil itu. Tiap kali Seok Jin melewati rumah mewah yang seharusnya ia juga tinggal di rumah itu bersama keluarganya, ia selalu menoleh memandangi rumah tersebut dengan tatapan lirih.

"Kapan...mereka semua bisa menerimaku di rumah itu?"batinnya

ooo

Di ruang makan dengan meja yang panjang juga beberapa kursi. Yunho beserta istri juga kelima anaknya sarapan bersama.

"Dimana Yoon Gi?" tanya Yunho yang tidak melihat kehadiran Yoon Gi di ruang makan bersama mereka.

"Paling juga bersama anak itu" sahut istrinya yang sedang menuang teh hangat ke cangkir milik Yunho.

"Anak kita, Yoona. Seok Jin adalah anak kita. Mau sampai kapan kau memperlakukannya dengan tidak adil seperti itu?"

"..." Yoona hanya diam dan enggan memperpanjang masalah dengan suaminya.

"Appa. Hari ini appa akan mengantarku ke sekolah kan?" tanya anak bungsunya yang bernama Kim Jungkook

"Mian, Jungkook~ah. Hari ini appa harus bersiap-siap untuk urusan pekerjaan. Nam Joon yang akan mengantarmu ke sekolah"

"Ne..." sahut Jungkook terdengar lesu, karena itulah Jungkook membenci Seok Jin, karena perhatian ayahnya selalu terfokus pada kembarannya yang di asingkan di belakang rumah mewah mereka.

"O iya, ingat pesan appa. Perlakukan Seok Jin dengan baik. Untuk beberapa minggu ini, appa dan eomma akan pergi ke Jepang karena urusan pekerjaan" ucap Yunho pada anak-anaknya

"Yes! Appa akan pergi lama. Aku akan semakin mudah untuk mengerjai Seok Jin" batin Jungkook seraya menyuap makanannya.

"Memperlakukan anak cacat itu dengan baik?! Yang benar saja appa! Bahkan keluarga kita harus menanggung beban karena cacat yang di deritanya. Dia sangat menyusahkan keluarga kita! "Batin Nam Joon dan mencengkeram sendok di tangan kanannya.

"Seok Jin! Selalu dia yang appa pikirkan! Dia hanya anak cacat yang seharusnya tidak menjadi pikiran appa!! " batin Ho Seok

"Tenang saja appa. Aku akan memperlakukannya dengan sangat baik. Sampai dia menerima perlakuan yang sepantasnya" batin Jimin dan tersenyum tipis

Taehyung menatap keempat saudaranya yang terlihat memiliki rencana licik untuk menyakiti Seok Jin. Namun ia tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Seok Jin, karena dirinya sendiri menyayangi ibu, saudaranya yang lain juga adik bungsunya yaitu Jungkook, meski Seok Jin juga adalah adik bungsunya.

"Nam Joon~ah. Jika kau tidak sibuk di Perusahaan, kau jemput Jungkook di sekolahnya"

"Ne appa"

"Taehyung~ah, bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Yunho

"Kuliahku lancar appa" sahutnya

"Syukurlah. Kau jangan terlalu lelah. Sesekali kau juga harus refreshing" ucap ibunya

"Eomma tenang saja. Aku akan mengajak Taehyung hyung refreshing agar tidak jenuh di kampus" ucap Jimin

"Eomma senang mendengarnya, Jimin"

"Gumawo eomma"

"Nanti kalau eomma dan appa sudah kembali dari Jepang. Eomma akan mengajak kalian berlibur ke Swiss"

"Janji ya eomma" ucap Jungkook menagih janji ibunya.

"Eomma janji sayang" jawab Yoona

"Yeiiiiiiii" sorak Jungkook kegirangan.

Taehyung hanya tersenyum tipis melihat kegembiraan Jungkook, saudara-saudaranya juga ibunya.

"Hanya Seok Jin yang tidak pernah diajak berlibur eomma. Kapan eomma bisa menerima Seok Jin?" batinnya

ooo

Sepanjang jalan menuju sekolah. Seok Jin tampak memegangi bagian perutnya, hingga membuat Yoon Gi khawatir padanya.

"Kau kenapa, Jin?"

"Ne?" tanyanya

"Kau kenapa? Perutmu sakit?"

"Mungkin karena aku belum sarapan, hyung"

"Ya sudah, kita mampir dulu ke mini market sebentar"

"Untuk apa?"

"Beli sarapan untukmu"

"Ne, tapi aku tunggu di mobil saja ya, hyung"

"Mm" angguk Yoon Gi

"O iya, apa vitamin-mu sudah kau bawa?"

"Ne. Aku selalu membawanya di dalam tas-ku, hyung"

"Syukurlah. Kau jangan sampai lupa untuk meminum vitamin B9 mu"

"Ne, hyung"

Yoon Gin tersenyum dan mengelus lembut kepala Seok Jin. Tidak jauh dari tikungan, Yoon Gi menepikan mobilnya, lalu ia ke luar dan masuk ke dalam mini market untuk membeli beberapa cemilan.

Sedangkan di dalam mobil, Seok Jin tampak menahan rasa sakit pada bagian perutnya. Ia teringat kembali apa yang menyebabkan rasa sakit pada bagian perutnya.

*Flashback*

Jungkook sengaja mengajak Seok Jin ke salah satu gudang di belakang sekolahnya bersama dengan kedua orang temannya.

Kemudian ia mengunci pintu gudang tersebut. Jungkook sengaja menjatuhkan Seok Jin dari kursi rodanya, hingga tubuh Seok Jin tertelungkup tidak berdaya.

"Buka pakaiannya" perintah Jungkook.

"Jungkook~ah. Tolong jangan lakukan itu. Aku tidak tahu apa salahku padamu"

"Salahmu!! Karena kau telah merebut perhatian appa dariku!!"

"Cepat! Lepas pakaiannya" perintahnya lagi

"Ne" sahut kedua temannya.

Dengan terpaksa mereka berdua melepas kemeja juga sweater milik Seok Jin. Lalu ia memerintahkan salah satu temannya untuk menutup mulut Seok Jin, kemudian ia mulai menendang bagian perut Seok Jin, hingga Seok Jin hanya bisa menahan rasa sakitnya tanpa bisa berteriak meminta tolong.

Setelah Jungkook puas menyakiti Seok Jin. Kedua temannya kembali memakaikan seragam milik Seok Jin, dan membantunya duduk di kursi roda, seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada Seok Jin. Lalu mereka meninggalkan Seok Jin di dalam gudang tersebut dengan pintu yang terbuka.

*Flashback End*

"Apa rasa sakit ini karena kejadian kemarin? Yoon Gi hyung tidak boleh tahu, jika perutku sakit karena perbuatan Jungkook kemarin padaku" batinnya.

"Akh!" erangnya pelan, dan masih memegangi perutnya.

Tbc

Semoga suka, kalau biasku aku tindas. Hehehhee