DISCLAIMER
CERITA INI HANYA CERITA FIKSI BELAKA JIKA ADA KESAMAAN ALUR, TEMPAT, DAN NAMA OC MOHON DIMAAFKAN.
DAN CHARACTER YANG ADA DI FICT INI PUNYA
, DAN CRYPTON FUTURE MEDIA
.
.
.
.
.
.
.
WARNING
OOC, TYPO, CERTA TIDAK NYAMBUNG
.
.
.
Special Thanks For:
Benga yang menjadi narasumber cerita ini, anak anak iot kelasan ane dan juga para pembaca yang udah repot-repot mereview bahkan sampai memfavorite kan fict gaje ane
Before Story:
Karena rumah Len dengan Kaito berdekatan jadi biasanya mereka pulang bersama dan berangkat bersama, tapi kali ini Len pulang lebih awal karena dia sedang kurang enak badan sejak pelajaran Kimia tadi, tapi ketika melewati gerbang sekolah kepala Len terasa sangat berat dan terasa ingin kembali ke sekolah, tidak lebih tepatnya kembali ke kelas.
Chapter 2
Bagian 1
Len pun memaksakan badannya kembali ke rumah nya dengan lunglai, Len berjalan sendirian. Beruntung jarak sekolah ke rumah Len hanya berjarak kurang lebih lima ratus meter dan biasanya waktu unutk Len berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit. Beruntung Kaito membawa motor dan melihat Len yang sedang berjalan kaki dengan lunglai, jadi Kaito pun membonceng Len, sampai kerumahnya
"hoi kau ini kenapa dari pelajaran kimia tadi kau kelihatan aneh?" tanya Kaito
"apa yang akan kau lakukan jika kau akan semua permintaaan mu akan di wujudkan, Kaito?"
"kalau begitu aku ingin Miku memutuskan hubungannya dengan Kazu, dan aku ingin menjadi pacarnya Miku,"jawab Kaito yang disusul oleh gelak tawa nya
"walaupun itu dengan mengorbankan teman mu?"
"ya~ mau tak mau,"
Tak sadar mereka berdua sudah berada di depan rumah Len, "terimakasih Kaito,". Len pun berjalan sempoyongan masuk ke dalam rumah nya, sambil memegangi kepalanya yang sakit, ketika Len membuka pintu rumahnya, Len melihat sosok perempuan berpakaian putih kusam berambut panjang berwarna hitam dan wajah nya tertutupi oleh rambut, Len yang melihat ini langsung kaget dan terjatuh ke belakang dan mencoba lari dari depan pintu rumah nya karena Len sedang tidak enak badan, Len pun jatuh pingsan di halaman rumahnya, beruntung tetangga Len melihat ketika Len jatuh pingsan, jika tidak, mungkin Len akan tidak sadarkan diri sampai besok karena Len ini hidup sendiri, dan juga, jika Len sudah di rumah Len tidak akan keluar kecuali untuk ke sekolah, ke tempat game, dan juga ke supermarket untuk membeli makan, selain itu Len tidak akan keluar rumahnya.
Ketika Len tak sadarkan diri, di dalam alam sadar Len bertemu dengan Tante K dari sekolahnya, tidak lebih tepatnya dari kelas nya untuk menanyakan tawaran yang tadi dia berikan kepada Len,
"nah Len bagaimana apa kau mau menerima tawaran ku?" tanya Tante K tersebut sambil tersenyum jahat,
"kalau aku jawab iya, apa keuntungan yang aku dapatkan, dan jika tidak apa yang akan terjadi kepadaku?"
"hahahaha. Len umur mu ini kan masih 16 tahun kenapa kau sudah pikun seperti ini hah?! bukankah aku sudah memberi tahu mu tadi di sekolah?"
"baiklah aku akan membantumu tapi, jika kau sudah selesai dengan urusan mu tolong jangan mengganggu ku lagi,"pinta Len dengan sangat, yang disusul oleh tawa dari Tante K
"apa hanya itu Len?"
"nanti akan ku pikirkan lagi,"
"baiklah kalau begitu," ujar Tante K dan langsung menghilang begitu saja, dan bersamaan dengan itu Len tersadar di dalam kamarnya, yang sudah ramai dengan teman-teman nya karena di kabari oleh Kaito, dan kebetulan ada Lola jadi, Len pun bisa berbincang empat mata dengan Lola. Keitka semua nya berpamitan untuk pulang kerumahnya masing-masing, tapi Len menahan Lola,
"kenapa Len? Kenapa aku tidak boleh pulang?"
"aku ingin menanyakan sesuatu untuk mu, Lola"
"apa itu?"
"jika kau mendapat tawaran kalau kau membantu orang yang memberi tawaran itu, dia akan mengabulkan segala keinginan mu,"
"tergantung,", Len pun memeringkan kepalanya karena bingung dengan jawaban Lola tadi,
"tergantung?"
"iya tergantung jika dia memberikan syarat yang merugikan aku akan menolak," jawab Lola
"lagi pula kenapa kau menanyakan hal seperti itu?"tanya Lola
"karena aku mendapatkan tawaran seperti itu tadi di perjalanan pulang sekolah,"
"he~"
"baik lah aku pulang ya Len" ujar Lola sambil meninggalkan Len, dan Len pun mengantar Lola sampai depan pintu rumah nya, Lola pun berpamitan dengan Len.
Len pun kembali ke kamarnya tapi, sebelum Len ke kamarnya Len berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum, ketika Len membuka lemari pendingin nya bukan isi lemari pendingin yang Len lihat melainkan sebuah kepala manusia yang setengah membusuk dan sebagian kepalanya sudah di penuhi oleh ulat. Len pun langsung menahan dirinya untuk tidak mengeluarkan isi lambung nya sekarang, karena melihat kepala manusia yang sudah membusuk sebagian tersebut. Len pung langsung menutup lemari pendingin nya karena sudah tidak merasa haus lagi dan langsung pergi ke kamar nya karena melihat hal tadi pun cukup membuat kepala Len berkunang-kunang,dengan menghela nafas sedikit dan melanjutkan niat nya untuk tidur karena hal tadi, tapi, walaupun jarak antara dapur dengan kamar nya hanya beberapa meter, tapi Len seperti berjalan dari rumah nya ke sekolah dengan kondisi yang kurang sehat. "Len~" pendengaran Len yang masih tajam setajam pisau dapur pun mendengar ada seseorang yang memanggil nya dengan lemah, dari suaranya pun seorang perempuan, Len pun tidak menggubris panggilan tersebut karena Len sedang ingin tidur.
Bagian 2
Len terbangun karena alarmnya yang sudah menunjukkan jam setengah lima pagi dengan wajah kusut, dengan malas Len beranjak dari tempat tidur nya sambil mengusap-usap kepalanya, dengan rambut yang kusut dan juga wajah yang seperti habis memminum minuman keras yang sangat banyak, Len pun segera menuju kamar mandi nya. Len pun menaruh semua pakaian nya di tempat cucian kotor, yang terletak di dalam kamar mandi. Ketika Len melewati sebuah cermin didalam cermin itu ada sosok gadis putih dengan rambut panjang semata kaki dengan wajah hancur sebagian, sosok itupun memeperhatikan Len, Len yang merasa di perhatikan menengok ke depan cermin tadi, tapi Len tidak melihat apa-apa, selain bayangan nya sendiri.
'mungkin cuman perasaan ku saja,' gumam Len, tapi ketika Len menoleh ke arah shower terlintas sosok anak kecil yang sedang memegang boneka dan sedang mengusap-usap kepala boneka nya yang kumal dan kusam, tapi ketika Len melihat ke arah yang tadi tidak ada apa-apa selain tempat sabun, Keringat dingin Len pun mulai mengucur dengan deras. Len pun langsung mandi dengan merencanakan sesuatu.
Len pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, "ahhh segarnya," ujar Len dengan senang walaupun kemarin Len sedang tidak enak badan, tapi sekarang Len sudah baikan itu adalah kelebihan yang di berikan oleh tuhan untuk Len walaupun dia sedang sakit sehari setelah itu Len kembali sehat, jika tidak mungkin Len beberapa hari untuk sembuh. Len pun mengambil baju seragamnya dengan baju putih dan celana hitam dengan dasi hitam dengan santai Len berjalan ke minimarket di dekat rumah nya yang bisa di bilang jarak antara rumah Len dengan minimarket tersebut kurang lebih dua ratus meter di dalam perjalanan nya, Len melihat hal-hal aneh seperti, orang yang sedang duduk di pinggir jalan dengan tatapan kosong dan berwajah pucat, ada juga anak kecil yang sedang berlari-lari di tengah jalan padahal itu jam lima pagi jarang untuk anak-anak bermain sepagi buta ini. dengan wajah aneh Len melanjutkan jalannya dengan agak terburu-buru, lagi pula ini pertama kalinya Len melihat seperti itu di pagi hari, kemarin pagi Len tidak melihat hal-hal tersebut. Di dalam minimarket pun Len juga melihat hal yang sama tapi kali ini sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang penjaga kasir, Len pun cepat-cepat untuk mengambil barang belanjaan nya, dan langsung pulang dengan jalan yang tergesa-gesa, tentu saja sebelum keluar dari minimarket Len membayar belanjaan nya terlebih dahulu.
"ano~ permisi" panggil seseorang, seketika Len pun kaget bukan kepalang, dengan seketika Len menengok kebelakang, ternyata itu adalah sosok gadis dengan rambut pendek sebahu, dan juga memakai seragam yang sama dengan Len, yang berarti dia itu adalah salah satu siswi dari sekolahnya,
"a-ada apa?" tanya Len
"kalau ke sekolah SMA Uta apakah lewat sini?" tanya gadis tersebut, Len pun menyadari bahwa gadis itu adalah murid pindahan
"ya bisa lewat sini, tapi kalau sekarang sekolah masih sepi sekali seperti gang yang gelap"
Mendengar penjelasan Len, wajah gadis itu pun berubah kecewa
"eeeeto~ bagaimana kalau kau berisitirahat di rumah ku saja? Lagi pula rumah ku tidak terlalu jauh kok." tawar Len
"tidak apa-apakah?" tanya gadis itu dengan wajah senang dengan pipi agak memerah
"tidak apa-apa. Oh iya nama ku Len, Len Kagamine. siapa nama mu?"
"nama ku Kawada Reni, kau boleh memanggil ku Reni," jawab gadis tadi yang bernama Reni tersebut, dan Len pun mengajak Reni ke rumah nya, yang sederhana di dalam perjalan pulang Len dari minimarket yang ditemani oleh Reni, Reni dengan gugup berjalan di belakang Len.
Ketika Len masuk ke halaman rumahnya Reni melihat sosok putih yang menunggu di belakang gerbang rumah Len, sosok putih itu pun juga mengikuti Len ketika masuk kedalam rumahnya. Dengan penasaran Reni pun menanyakan hal tersebut kepada Len
"a-ano Len apa kau melihat bayangan putih tadi di belakang gerbang?"
Mendengar pertanyaan Reni bulu kuduk Len mulai berdiri, "a-apakau bisa melihatnya juga?" tanya Len
"entahlah tadi aku juga melihat sekilas saja,"
"oh iya Len kemana orang tua mu?"
"orang tua? Orang tua ku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu,"
"ma-maaf" ujar Reni dengan nada menyesal.
Waktu pun sudah menunjukkan jam setengah enam pagi Len dan Reni pun berangkat dari rumah Len, tidak sengaja Len dan Reni bertemu dengan Kaito di jalan
"hoi Len!" teriak Kaito dari sepeda motor nya, yang berhenti tepat di depan Len dan juga Reni,
"hoi Len siapa gadis di sebelah mu ini?" tanya Kaito dengan nada yang agak membentak, mungkin Kaito iri kepada Len walaupun dia shota tapi dia selalu baik kepada teman-temannya, pintar di kelas, dan juga mudah mendapatkan perempuan yang didekatinya contohnya Miku, baru seminggu Len dekat dengan nya, Miku pun sudah menjadi kekasih nya.
"ah~ perkenalkan nama saya Reni, Kawada Reni. saya ini teman masa kecil Len," jawab Reni dengan seenaknya saja, Len pun terkaget kaget mendengar jawaban Reni ini,
"hati-hatilah Kawada teman mu ini mungkin sudah berubah dari yang dulu….!"ujar Kaito dengan agak menekankan pada kata teman tadi, ternyata selama ini Kaito juga mempunyai rasa iri dengan Len yang segera di ketahui oleh Len dari perkataan nya tadi, Len pun hanya tersenyum tipis, dan dilihat oleh Reni, "ne, Len kenapa kau tersenyum?" tanya Reni, tapi tidak di jawab oleh Len, Len pun melanjutkan jalan nya yang sempat berhenti tadi.
Bagian 3
Len pun tiba di sekolah dengan santai tapi tidak bersama Reni, karena Reni sedang mengurus perpindahannya di ruang guru dan juga dia harus berbicara dengan kepala sekolah. Ketika Len tiba di kelas Len langsung menuju meja nya yaitu tempat paling belakang dan langsung memposisikan tangan dan kepalanya ditaruh dimeja dengan tangan sebagai alas untuk kepalanya.
"astaga…! Sekarang masih pagi Len! Kau sudah mau tidur lagi di kelas?!" tanya Miku
"siapa bilang sekarang sudah siang? Aku juga hanya menghilangkan pegal-pegal di belakang punggungku," jawab Len sambil memukul-mukul punggung nya. Melihat hal ini Miku langsung sweatdrop dan langsung berjalan ke arah bangku nya, tepat ketika Miku meninggalkan Len bel sekolah pun berbunyi, dan para siswa pun bergegas ke meja nya masing masing, tak lama kemudian bukan guru jam pelajaran yang masuk melainkan wali kelas yang masuk.
"selamat pagi anak-anak!" ujar wali kelas dengan semangat
"selamat pagi bu!" saut para siswa dengan punuh semangat kecuali Len,
"kalian pasti bertanya tanya kenapa aku berada disini kan? Ini karena kelas kita kedatangan siswi pindahan" ujar wali kelas Len dengan segera kelas menjadi ribut
"tenang semuanya!"ujar wali kelas dengan lantang, "kau boleh masuk," setelah wali kelas memerintahkan masuk, masuklah seorang siswi dengan rambut sebahu dan berwajah imut dengan malu-malu, Len tak menyangka kalau dia akan sekelas dengan dia padahal baru tadi dia bertemu dengan nya
"semua nya perkenalkan nama saya Kawada Reni, kalian bisa memanggil saya Reni. saya pindahan dari SMA Utaite, semuanya mohon bimbingan nya" ujar Reni setelah perkenalan tadi Reni melihat Len yang sedang duduk dengan bertopang dagu, bukan hanya Len yang dilihatnya tapi ada sosok lain yang dilihat oleh Reni, yaitu sosok wanita paruh baya yang sedang duduk di samping kanan Len, dan juga ada sosok wanita berambut panjang yang sedang berdiri di belakang Len
"kau bisa duduk di sebelah Kagamine Len, Kawada-san" ujar wali kelas dan yang disusul angggukan dari Reni bertanda mengerti dan juga Reni langsung berjalan ke arah tempat duduk di sebelah kanan Len.
Ketika Reni melewati sosok wanita paruh baya itu, sosok itu pun langsung memelototi Reni, Reni pun panik dan berjalan dengan agak cepat ke arah tempat duduk nya. Reni langsung duduk di sebelah kiri Len dan menanyakan tentang sosok paruh baya yang duduk disebelah kiri Len.
"ne Len apa kau tidak melihat sesuatu di sebelah kanan mu? Atau itu hanya khayalan ku saja?"
Mendengar pernyataan dari Reni tadi Len langsung memalingkan wajah nya ke arah kanan nya, ketika Len menoleh ke arah kanannya sosok wanita paruh baya itu pun juga menoleh kearah Len , walaupun begitu Len juga bisa melihat sosok paruh baya itu dan juga sosok wanita yang ada di belakang nya. Ketika sosok wanita paruh baya itu menoleh kearah Len entah kebiasaan Len jika ada yang orang yang lebih tua usia nya Len selalu memberi senyuman sambil menunduk, Len pun melakukan hal yang sama dengan sosok paruh baya itu, sosok itu pun membalas perlakuan Len dengan hal yang sama dengan memberikan senyuman, Reni yang melihat ini pun bingung bukan kepalang.
"ne Len kenapa kau tadi memberi senyuman kepada sosok wanita paruh baya tadi?" tanya Reni kepada Len
"entahlah, mungkin itu sebuah kebiasaan aneh yang ku miliki" jawab Len sambil mengangkat ke dua bahunya, mendengar hal tadi pun Reni langsung tertawa, tapi sekarang masih dalam jam pelajaran, jadi tertawa Reni masih dalam volume kecil, tapi teman-teman Len seperti Rin, Miku, Meiko, Lola, dan Lenka masih bisa mendengar tawa dari mereka berdua
"sssssstttt~ jangan berisik sekarang masih jam pelajaran!" ujar Lenka.
Tak terasa jam pun sudah menunjukkan jam istirahat bagi para siswa Uta dengan segera Len mengambil isi tas nya dan langsung menghampiri Kaito
"hoi Kaito pinjam korek dong" ujar Len
"ambil saja di tas ku! Di tempat biasa"
"kau mau ikut tidak Mikuo?" tawar Len
"tidak terimakasih" jawab Mikuo halus
Len pun tidak mempermasalah kan tentang jawaban Mikuo tadi, yang terpenting Len harus mengambil korek api di tas Kaito. Setelah mengacak-acak isi tas Kaito, akhir nya Len menemukan apa yang di cari nya yaitu korek, tapi tak sengaja Len melihat gelang yang diminta oleh Tante K dengan seketika Len mengambil gelang tersebut dan mengantonginya bersamaan dengan korek api milik Kaito. Len pun menuju kamar mandi dan langsung membakar batang rokok miliknya, baru beberapa menit Len dikamar mandi ada yang memanggil nya dari suaranya Len mengetahui nya yaitu Miku, maklum Len merokok nya di kamar mandi wanita jadi wanita bisa masuk tapi ada pengecualian bagi perokok di sekolahnya
"kenapa Miku?!" teriak Len dari dalam wc
"…." Miku tidak menjawab pertanyaan dari Len
