Disclaimer : tetap bukan milikku . hehe . punya Kishi-sensei , Kubo-sensei dll .


Sasuke dan Ichigo tengah menikmati es jus dan makanan kecil ketika Ino dan teman-temannya datang ke kentin . Dan sebagaimana biasanya selalu jadi pusat perhatian para cowok .

"Hai Ino !" sapa salah seorang cowok .

"Hai juga ." balas Ino sambil menebarkan senyum pesonanya .

"Kapan nih Aku dapat kesempatan ?"

"Kesempatan apa nih ?" balas Ino menggoda .

"Buat jadi kekasihmu ."

"Wah , kalo itu ga mungkin deh ." jawab Ino masih dengan senyuman manisnya .

"Kenapa emangnya ?"

"Ya karena Aku udah ada yang punya ."

"Siapa ?"

"Ayahku !"

"Tapi bestfriend belum kan ?"

Ino tidak menjawab . Hanya terseyum yang membuat para cowok yang naksir dirinya pada tambah penasaran . Namun seketika senyumnya hilang ketika beradu pandang dengan Sasuke . Entah mengapa walau di bibir bilang tak kenal , tapi hatinya membantah .

Melihat Ino yang memandang ke arahnya , Sasuke berusaha tersenyum . Hatinya membantin . Aku yakin Dia adalah Ino yang Aku rindukan . Yang demi Kamu apapun Aku lakukan . Bahkan demi membelamu , Aku harus berkelahi dengan anak-anak kelas 6 yang menggo'da dan menjahilimu .

"Ino !" panggil Sasuke . Kemudian Sasuke meninggalkan Ichigo . Melangkah mendekat ke Ino yang masih terpatung . "Aku tau Kamu ingat Aku . Meski sudah 5 tahun Kita berpisah tapi Aku yakin Kamu takkan melupakanku , sebagaimana Aku tak melupakanmu ."

"Hei ! Kamu ngomong apa sih ?" sentah Ino dengan wajah bengis .

"Aku hanya ingin Kamu tau . Semenjak Kamu pergi dari Konoha . Aku tetap ingat Kamu . bahkan Aku sering pergi ke tempat main Kita dulu ."

"Hai cowok aneh ! Kamu gila atau sarap sih ? Aku ga kenal Kamu ! Dan rasanya emang ga pernah temenan sama Kamu ! Apa jangan-jangan Kamu lagi mimpi ? Kalo baru bangun , cuci muka dulu sana !" tegas Ino kejam .

Sasuke hanya meghela nafas panjang . Seakan tak tersinggung apalagi sakit hati atas kata-kata Ino tadi . Padahal , Ichigo yang dengar tak bisa diam saja melihat teman barunya di hina di depan umum .

"Hai Ino !" seru Ichigo . "Kalo ga mau ngakuin gak apa-apa . Tapi jangan pake kata-kata kasar dong !"

"Hai Strober !" balas Ino ga mau kalah . "Apa Kamu pikir karena terkenal anak badung di sekolah ini , akan buat Aku takut sama Kamu ?"

"Aku ga ngancam Kamu !" jawab Ichigo . "Aku Cuma ingetin Kamu mentang-mentang cewek paling cantik dan jadi primadona di sekolah ini , lalu seenaknya nyakitin perasaan orang ?!"

"Aku ga nyingung perasaanmu !"

"Kamu memang ga nyinggung perasaanku . Tapi temanku !"

"Oh . Jadi Dia sahabatmu ?"

"Ya ! Dan Aku ga terima Kau hina Dia di depan orang banyak ! Kalo ga kenal ya sudah . Ga usah kasar-kasar ."

"Eh , Ichigo ! Jangan ngomong seenaknya ya !"

"Maksudmu ?"

"Kamu tau apa , hah ?"

"Aku memang ga tau masa kecilmu dan Sasuke . Tapi dari kata-katanya , Aku yakin Dia ga bohong . Dan Aku percaya Kamu temannya sewaktu kecil . Dan Cuma karena sekarang Kamu adalah primadona sekolah , sehingga Kamu malu mengakuinya !"

"Lancang mulutmu , Strober ! Kamu bakal menyesal telah permalukan Aku di depan umum . Kalian akan menyesal !" ancam Ino sambil menagis meninggalkan kantin diikuti ketiga temannya .

Melihat Ino menangis , Deidara dan teman-temannya yang emang naksir berat pada Ino tak terima perlakuan Sasuke dan Ichigo . Meski Ichigo terkenal badung , tapi Deidara dan teman-temannya terlanjur kesal pada Sasuke dan Ichigo .

Backsound : Bad situation

"Hei anak baru dan Ichigo !" seru Deidara . "Dengar ya , Kalian telah permalukan Ino dan buat Ino menangis . Kalian akan menanggung akibatnya ."

"Hei Deidara ! Apa maumu ?" tantang Ichigo .

"Aku akan buat perhitungan atas apa yang Kalian lakukan pada Ino ."

"Oh . Jadi Kau dan teman-temanmu ga terima , gitu ?"

"Ya !"

"Jadi maumu apa ?"

"Ichigo , sudah ga usah ribut ." kata Sasuke . Kemudian berkata pada Deidara dan teman-temannya . "Teman-teman . Aku kemari untuk bukan mencari ribut . Kalo Kalian anggap apa yang telah Aku lakukan adalah salah , Aku minta maaf . Sungguh Aku ga maksud cari ribut . Jadi mohon maaf atas salah paham ini ."

"Salah paham ?"

"Ya ! Kalo Dia memang ga mau mengakui kalo Aku adalah teman kecilnya , ya sudah . Berarti Aku telah salah paham . Ya kan ?"

"Aku ga peduli Kamu salah paham atau ga . Yang jelas Kau sudah buat Ino nangis . Dan itu ga bisa Aku terima , mengerti ?!"

Sasuke hanya menghela nafas panjang . Sebenarnya Dia tak ingin hal seperti ketika masih di KHS kembali terulang . Namun rupanya Deidara melebihi Naruto , mantan temannya di KHS yang cemburu kepadanya karena dekat dengan Hinata . Dan sepertinya Deidara harus disadarkan sama seperti membuat Naruto sadar megakui kesalahan ketika mengeroyok Dia dan Ian bersama 3 orang bayarannya .

"Terserah Kamu , Deidara . Aku tak merasa ada urusan denganmu dan teman-temanmu . Dan Aku sendiri ga mau cari masalah . Tapi kalo Kamu tetap dengan pendirianmu , Aku ga bisa berkata apa-apa lagi ."

"Baik ! Kalo Kau benar jantan , Kita selesaikan urusan Kita sepulang sekolah nanti ." tantang Deidara .

"Oke ! Siapa takut !" sambut Ichigo sembari senyum kecut . Sudah lama Ia tak adu jotos . Sehingga tangannya terasa gatal . Dan sekarang ada orang yang mengajaknya . Jadi itu merupakan hal yang menyenangkan baginya . Sekaligus membuktikan seberapa hebatnya sahabat barunya , Sasuke yang katanya sewaktu di KHS di kenal preman . "Dimana Kau mau menyelesaikan masalah ini ?"

"Belakang tempat parkir sekolah ." jawab Deidara .

"Baik ! Aku dan Sasuke akan kesana . Ayo Sasuke , Kita pergi !" ajaknya kemudian membimbing Sasuke meninggalkan kantin .

"Ichigo ." kata Sasuke .

"Ya ?!"

"Kenapa Kamu terima tantangannya ?"

"Memang kenapa ? Takut ?"

"Tidak . Tapi Aku pikir untuk apa bertengkar dengan teman 1 sekolah ?"

"Aku sebenernya tidak ingin ribut . Tapi Kau tau Mereka ngotot ngajakin ribut . Mereka ga terima kalo cewek pujaannya Kita buat nangis ." tutur Ichigo .

"Aku jadi ingat dengan salah seorang temanku di KHS ." desah Sasuke .

"Kenapa emangnya ?"

"Ya seperti Deidara ."

"Maksudmu ?"

"Namanya Naruto . Dia suka pada seorang cewek . Namanya Hinata ."

"Tentunya tu cewek cakep dong ."

"Ya . Lumayan . Meski ga secantik Ino tapi boleh dikata Hinata menarik ."

"Lalu apa yang terjadi ?"

Sesaat Sasuke menghela nafas panjang lalu menceritakan apa yang terjadi .

Sasuke tak tau kalau selama ini Naruto diam-diam suka pada Hinata . Sasuke pun menanggapi Hinata biasa=biasa saja . Namun Naruto cemburu karena kedekatan Sasuke dengan Hinata . Naruto merasa kalau Sasuke telah menghancurkan harapannya untuk mendapatkan Hinata . Lalu Naruto menyimpan dendam kepada Sasuke .

Suatu ketika saat Sasuke dan Ian habis memberikan latihan ninja kepada temen-temannya dan bermaksud pulang . Di cegat oleh Naruto dan ketiga temannya . Sasuke bersikap tenang .

"Hei Naru !" sapa Sasuke .

"Ada masalah yang harus Aku selesaikan denganmu ." jawab Naruto .

"Masalah ?" tanya Sasuke dengan kening mengerut .

"Ya ."

"Masalah apa ?"

"Kamu jangan pura-pura , brengsek !" kecam Naruto yang membuat Sasuke dan Ian saling tatap heran . "Apa Kamu kira karena Kamu jagoan lalu Kamu bisa seenaknya berbuat pada orang lain , eh ?!"

"Maksudmu ?"

"Kamu kan yang pengaruhi Hinata sehingga Dia nolak cintaku dan malah mencintaimu ?"

"Oh . Itu rupanya ." gumam Sasuke sambil tersenyum .

"Ya !"

"Naruto . Aku bukannya takut padamu dan temanmu itu . Seperti apa yang ada dalam kamus hidupku tak takut pada siapapun . Namun karena Kamu temanku , Aku ga mau ribut denganmu . Jauh sebelum Hinata dekat denganku , Aku udah sering bilang padanya kalo Kamu cinta Dia . Tapi Dia bilang ga ada perasaan apa-apa sama Kamu . Terserah mau percaya apa ga ."

"Ahh ! Itu Cuma karanganmu saja !" dengus Naruto .

"Terserah mau percaya ato ga . Yang jelas Aku udah jelasin yang sebenarnya . Sekarang apa maumu ?"

"Kita selesaikan secara laki-laki !" tantang Naruto .

Sasuke hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala . Karena Naruto adalah teman sejak lama , jadi tau benar siapa Sasuke dan sepak terjangya . Jadi kalau Naruto menantang , sama saja nekat . Atau mugkin akan mengandalkan ketiga temannya .

"Baik jika Kamu mau itu ."

"Ayo Kita ke Chunnin Exam Stadium ."

"Baik ."

Naruto dan ketiga temannya menuju Chunnin Exam Stadium lalu di susul Sasuke dan Ian .

"Nekat ." dengus Ian .

"Mungkin Dia mengandalkan ketiga temannya ."

"Hm , biar Aku yang urus Mereka kalo Mereka ikut campur ."

"Kita bagi masing-masing 2 orang saja ."

Begitu sampai di Stadium , kemudian Mereka melangkah ketengah stadium .

"Kita selesaikan disini ." kata Naruto .

"Cara apa yang Kamu mau ?" tanya Sasuke . Apa Kamu dan Aku saja ? Atau mengandalkan ketiga temanmu ?"

"Kita tentukan saja siapa yang lebih jago dari Kita !" tegas Naruto yang berarti Dia akan melibatkan ketiga temannya .

"Terserah ! Tapi sebelumnya Aku beritahu Kamu jika melibatkan ketiga temanmu itu sama saja Kau cari masalah ! Tentu Kamu ingat saat Gaara berurusan denganku , bukan ?"

"Ah banyak omong Kamu !" usai berkata begitu , Naruto langsung melakukan gebrakan dengan beberapa kagebunshinnya yang siap menghajar Sasuke . Namun Sasuke sudah mempersiapkan diri , dengan cepat berpindah tempat kemudian dengan goukakyounya membakar semua bunshin milik Naruto . Lalu menangkap tangan Naruto asli , menariknya sehingga tubuh Naruto condong ke muka . Pada saat itu dengan sishi rendan , Sasuke menendang perut Naruto .

"Hea !"

Bug !

Hkk !

Setelah beberapa kali kaki Sasuke menendang Naruto lalu Sasuke mencengkram leher Naruto . Lalu di bantingnya .

Bug !

"Ukh .. !" Naruto mengeluh dengan wajah meringis kesakitan .

"Bagaimana ? Masih mau di teruskan ?"

"Cih ! Jangan senang dulu , brengsek !" dengus Naruto kemudian hendak mengambil sesuatu dari kantong peralatan . Segera Sasuke yang menyadarinya , menangkap tangan Naruto dan di plintir ke belakang . Lalu mengambil kunai yang ada di kantong peralatan Naruto .

"Aku bukan anak kecil . Kamu ga bakal bisa berbuat licik !" ujar Sasuke sembari melempar kunai ke Ian yang segera menangkapnya .

Karena ketahuan berbuat licik , Naruto memberi isyarat pada ketiga temannya . Namun belum sempat Mereka bergerak , Ian menghadangnya .

"Sebaiknya Kalian jangan ikut campur !" ancam Ian . "Kalo Kalian maksa , maka akan berhadapan denganku bahkan genk-ku akan mengincar Kalian ."

"Kamu jangan menggertak Kami !" dengus seorang dari ketiga teman Naruto .

"Untuk apa menggertak ? Apa Kalian tidak dengar saat Gaara berurusan dengan Sasuke ? Gaara yang Kazekage saja harus berpikir 100 kali untuk menantang Kami ."

Meski Ian sudah berusaha memberitahu , namun ketiga teman Naruto itu ga peduli . Malah menyerang Ian . Hal itu tidak membuat Ian tinggal diam . Dengan cepat Dia balik menyerang .

Melihat Ian di kroyok 3 orang segera Sasuke membereskan Naruto . Dengan sharingannya , Dia membuat Naruto pingsan . Sasuke segera menuju tempat Ian .

Perkelahian pun seimbang . Bahakan meski Sasuke di kroyok 2 orang , tapi begitu ada kesempatan berhasih memberikan pukulan telak di rahang salah seorang lawan . Yang membuat lawannya menjerit dan terpental lalu terjatuh pingsan .

Melihat kenyataan itu , kedua teman Naruto lainnya tampak bimbang untuk menyerang .

"Aku peringatkan ! Sebaiknya Kalian urus teman Kalian itu ! Bawa pergi dari sini ! Atau Kami akan memburu Kalian . Dan bilang pada Naruto jangan cari pnyakit lagi !" tegas Sasuke .

Kedua teman Naruto lalu pergi membawa Naruto dan seorang temannya lagi .

"Ayo Kita pulang !" ajak Sasuke .

Ian nurut , lalu Kami pun meninggalkan stadium .

Setelah kejadian itu Naruto ga masuk . Bahkan 3 hari ga masuk karena sakit . Namun lewat temannya , Dia nitip pesan untuk bertemu Sasuke nanti sepulang sekolah .

"Baik . Dimana Dia mau bertemu ?"

Teman Naruto pun memberitahu tempatnya .

"Baik . Aku akan kesana ."

"Aku ikut !" sambut Ian .

"Aku juga !" timpal Ueki .

"Kami ikut , Sasuke !" sambung Yugi .

"Sebaiknya Kalian ga usah ikut . Kalopun ikut , ikuti saja diam-diam dari belakang ." saran Sasuke .

"Baiklah ."

Teman-teman Sasuke setuju .

Hinata yang entah tahu darimana , ketika istirahat menemui Sasuke .

"Benar Naruto menyuruhmu menemuinya ?"

"Ya . Darimana Kamu tau ?"

"Ada saja yang memberitahuku ."

"Lalu ?"

"Kamu harus hati-hati . Dia bisa mencelakakanmu ."

"Thanks atas perhatianmu ."

"Kenapa berterima kasih ?"

"Ya karena sudah ingatkan Aku ."

"Itu karena Aku ga mau terjadi apa-apa padamu ."

"Kenapa ?"

"Karena Aku mencintaimu ." jawab Hinata dengan wajah bersungut dan di buat cemberut yang membuat Sasuke tersenyum . Tapi gadis manis itu malah melototkan mata manja .

Sepulang sekolah Sasuke dan Ian pun menuju tempat pertemuannya dengan Naruto . Sementara itu diam-diam Yugi , Ueki , Suigetsu , Hiruma , L , dan Gaara menguntit dari belakang .

Begitu sampai , Sasuke melihat tidak ada tanda-tanda Naruto datang . Dia curiga kalo Naruto akan menjebak Dia . Kalo benar , Sasuke takkan memaafkannya .

"Tampaknya Dia belum datang ." bisik Ian .

"Ya . Aku curiga Dia akan menjebak Kita ."

"Kalo benar begitu , Aku bersumpah akan memburunya !" dengus Ian .

"Ayo Kita masuk saja ."

"Tempat pertemuannya adalah di kedai ramen Setelah Sasuke dan Ian masuk , teryata Naruto dan temannya sudah ada di dalam .

"Hai Sasuke , Ian ! Silahkan ." ajaknya ramah seakan ga ada dendam .
"Benar Kamu mau bicara dengan Kami ?" tanya Sasuke .

"Ya duduklah ."

Sasuke dan Ian pun duduk .

"Selama 3 hari Aku merenung dan Aku menyadari apa yang Aku perbuat adalah salah . Ga seharusnya Kita teman lama bertikai hanya karena hal sepele . Toh cewek bukan Cuma Hinata ."

"Kamu benar . Aku pun ga mau persahabatan Kita putus . Jika saja Aku bisa memaksa Hinata membalas dan menerima cintamu , akan kuserahkan Dia dengan senag hati ."

"Ya . Maka dari itu Aku minta maaf padamu ."

"Lupakanlah . Aku harap persahabatan Kita tetap terjaga ."

Lalu mereka pun bersalaman 1 sama lain . Kemudian untuk merayakan persahabatannya , Naruto mentraktir Sasuke dan Ian makan ramen . Itu semua membuat Sasuke tersentuh . Walau Sasuke tampak bengal dan beringas , tapi Ia sebenarnya cinta damai daripada konfrontasi fisik dengan temannya .

Selama Sasuke menceritakan sewaktu masih di KHS , Ichigo hanya melongo bengong terkagum . Sehingga meski Sasuke selesai bercerita , Ichigo tetap terlongong bengong menatap wajah Sasuke dengan kagum .

"Begitulah ceritanya ." desah Sasuke .

"Wow ! Ternyata Kau juga sensei ninja ya sobat ?" gumam Ichigo .

"Bukan . Belum jadi sensei ."

"Kenapa ?"

"Aku belum ikutan latian jadi Jounin atau sensei ."

"Lalu yang kayak Kau itu apa ?"

"Chunnin ."

"Chunnin ?"

"Ya ."

"Artinya ?"

"Setingkat di bawah Jounin ."

Ichigo manggut-manggut .

"Aku makin kagum sama Kamu !"

"Ga usah . Aku juga manusia sepertimu . Ga pantas di kagumi ."

"Boleh dong ajarin Aq ninja ? Biar beda sama shinigami lain . Jadi Shinogami deh ."

"Buat apa ?"

"Ya buat nambah ilmu aja ."

"Bisa kok . Jika Kamu bener-bener niat , Aku pasti ajarin . Kapan dan dimana ? "

"Hmm ... Sebentar Sasuke ."

"Apa ?"

"Kamu mau dapet uang ga ?"

"Maksudnya ?"

"Dengan keahlianmu , bisa menghasilkan uang ."

"Ah , Aku jadi makin ga ngerti ."

"Kamu kan jago ninja . Kenapa tidak jadi pelatih ninja ? Bisa dapet bayaran ."

Sasuke menggelengkan kepala .

"Kenapa ?"

"Aku tidak ingin orang menilaiku sombong . Tapi kalo melatihmu , Aku mau . Lagipula Aku bisa cari uang dengan cara lain ."

"Cara lain ?"

"Menulis cerita" jawab Sasuke .

"Wah iya ya ! Emang dasar Aku dudul !"

"Dudul ?"

"Ya . Kenapa ?"

"Masa Kamu kan manusia , di bilang dudul ."

"Emang dudul apaan ?"

"Kue yang manis kan ?"

Ichigo tertawa gelak . Membuat Sasuke mengerutkan kening .

"Kenapa Kamu tertawa ?"

"Sasuke , Sasuke .. Itu mah dodol . Beda kalii !"

"Oh beda ya ? Lalu apa dudul itu ?"

"Ya sebutan anak-anak untukl orang yang tulalit . Atau otaknya lemot ." tutur Ichigo .

"Ooo .. Begitu .." Sasuke manggut-manggut mengerti lalu tertawa gelak seperti Ichigo . "Bahasa anak Tokyo aneh-aneh ya ?"

"Udah lah . Tar juga biasa . Yuk ke kelas ! Sebentar lagi masuk ." ajak Ichigo .

"Ayo !"

Kedua sahabat baru namun sudah sangat akrab itu pun melangkah ke kelasnya sambil bercanda .


Review please