bubbleglue proudly p

resent

Yoonmin fic

rated: M as usual

pinjam nama artisnya BigHit; plot pasaran, but all of the plot is MINE.

warn; bahasa tidak baku; gs!; dirtytalk!; typo(s); mesum; mesum; mesum

HAPPY READING

.

.

.

Park Jimin dalam perjalanan pulang dari acara pelatihan drama. Ini sudah malam dan dia harus bergegas jika tidak ingin hal buruk terjadi.

Well, kawasan rumahnya cukup berbahaya. Biasanya dia diantar Taehyung dan Jungkook, tapi mereka tidak ikut acara ini.

"Hmphttt" Tiba tiba mulutnya dibekap, tangannya dikunci. "Easy bae, it's time to play" Setelahnya Jimin tak sadarkan diri.

.

.

.

Tangan Jimin diikat di kepala ranjang, kakinya ditekuk dan diikat menampakkan bagian bawah tubuhnya yang polos.

Seseorang masuk, mendekati tubuh polos Jimin. Tangannya mengarah ke dada Jimin. Cubit, Pelintir, lalu tarik kuat kuat. Mulutnya menandai leher Jimin, memberi tanda merah yang nantinya akan susah hilang.

Tangan yang menganggur ia gunakan untuk menggoda bagian bawah Jimin. Menggoda klitorisnya, lalu menyisipkan 2 jarinya di lubang Jimin.

Setelah dirasa cukup basah, dia memasukkan vibrator besar ke dalam lubang Jimin. Menaikkan getaran hingga ke level tertinggi. Lalu, berjalan menjauh.

.

.

.

Jimin terbangun merasakan getaran di area bawahnya. Berteriak ketika mendapati dirinya telanjang dan diikat di sebuah ranjang.

Mendengar Jimin berteriak sang penculik pun masuk ke dalam ruangan dengan wajah tenang.

"M-MIN YOONGI?!" Yoongi menyeringai. "Halo Jiminie" Katanya sambil melambaikan tangan.

"Kena-pa kau melakukan ini mmhh" Jimin berbicara sambil menahan desahannya, dan mata Yoongi semakin berkilat nakal.

"Kenapa ya? Aku juga tidak tau" Jimin membelalakkan matanya, lalu bersiap untuk berteriak. "Kau mau teriak? Itu hanya akan menghabiskan suaramu. Aku tidak bodoh, Jim. Ruang ini kedap suara"

"Kau benar benar bejat Min Yoongi! Ku kira kau orang baik, ternyata kau hanya seorang pemuda mesum breng- hmptt"

Yoongi membekap mulut Jimin dengan mulutnya. Lidahnya bekerja di mulut Jimin. Ludahnya menetes ke mulut Jimin. Lalu meleleh keluar lewat celah di antara bibir mereka.

Yoongi melepaskan ciumannya, tangannya mencengkram rahang Jimin. "Heh, peduli apa kau dengan aku yang bejat?"

Yoongi menjauh dari Jimin, membuka laci dan mengambil sebuah gag ball dan segera memasukkannya ke mulut Jimin.

"Nah, sekarang kau diam dan biarkan aku bekerja." Yoongi mencabut vibrator di lubang Jimin dengan kasar. Tiga jari dia masukkan menggantikan vibrator, mulutnya menuju leher Jimin lalu sedikit sedikit mulai turun ke dada Jimin.

Yoongi melepaskan dirinya. Lalu berjalan menuju laci lagi. Beberapa barang diambil dan di letakkan di sebelah Jimin, dia memilih salah satu. Di tangannya sudah ada sebuah vibrator kecil. Jarinya merenggangkan lubang belakang Jimin.

"Hmppp" Jimin mencoba bersuara agar pandangan Yoongi terarah padanya. Lalu Jimin menggelengkan kepalanya. Berkata 'tidak' tanpa suara. Yoongi menyeringai, jarinya dikeluarkan dari lubang belakang Jimin.

Yoongi menggesekkan vibrator kecil yang bergetar itu ke pintu lubang belakang Jimin. "Hmm? Kau suka? Apa kau suka Park?" Lalu dimasukkannya dengan kasar.

"HMMPP" Lelehan liur menetes dari celah bibir Jimin, sementara cairan orgasme keluar dari vaginanya. Teriakan tertahannya menggema di ruangan. Yoongi tersenyum lebar. "Kau sangat cantik, cantik sekali. Aphroditeku! Milikku!"

Yoongi mengambil gag ball dari mulut Jimin. "Katakan kau milikku Park Jimin, katakan!" Jimin menggeleng dan mengerang. Air matanya sudah menumpuk, berkedip sekali saja maka akan terbentuk sungai kecil di pipinya.

"Katakan atau aku akan menyebarkan semua foto telanjangmu hari ini" Yoongi memperlihatkan galeri ponselnya. Banyak foto Jimin di sana. Mulai dari Jimin yang tertidur masih memakai baju hingga Jimin dengan vibrator di lubangnya.

"J-jangan Yoonhh ap-apaa salahhkuu?" Yoongi mendecih "Heh? Salahmu? Kau terlalu sexy" Tangan Yoongi meremas dada Jimin, membuat Jimin kelimpungan tidak sanggup menjawab lagi.

"Siap-siap oke?" Yoongi menarik turun resleting celananya. Mengeluarkan penis tegangnya, memposisikan dirinya ada di depan lubang Jimin. "Jangan Yoongi! Ja-AHHH"

Yoongi memaju mundurkan pinggulnya tanpa mempedulikan Jimin yang kesakitan. "Yoon-akh berhenti kumohonhh" Jimin ingin sekali mencakar wajah Yoongi yang terus terusan memasang seringai, tapi tangannya diikat dengan kuat. Mungkin nanti saat dilepas akan terbentuk warna merah di sana.

"Kenapa aku harus berhenti hm? Kau juga merasakannya kan? Ini enakkan?" Rojokan Yoongi pada vaginanya dan vibrator di lubang analnya membuat Jimin terus-terusan mendesah. Jimin memejamkan mata, terlalu lelah.

Yoongi mengambil sebuah nipple clamps, lalu dijepitkannya di puting Jimin. Lagi, Yoongi mengambil gunting dan memutus tali yang mengikat tangan Jimin dengan kepala ranjang. Tapi tangan Jimin masih terikat.

Di arahkannya tangan Jimin untuk mengalung di lehernya. Yoongi memotong tali yang mengikat kaki Jimin, lalu mengangkat tubuh Jimin ke pangkuannya. Yoongi memposisikan kakinya menyelonjor di bawah pantat Jimin "Kau berat juga ya, dasar babi!"

"Heh, oppa mau mati? Beraninya mengatai ku babi?! Dasar Min Yoongi bodoh menyebalkan!" Jimin membuka matanya. "Shh sudah sudah sekarang gantian! Ayo Jim tunggangi aku" Yoongi menampar pantat Jimin.

Jimin bergerak naik turun, tapi kepalanya terkulai lemas di bahu Yoongi. "Aku capek sekali oppa, bantu aku dan lepas semua mainanmu!" Yoongi terkekeh namun tetap menuruti permintaan Jimin.

"Jadi permainan kita selesai?" Jimin mendecih di leher Yoongi. "Tentu saja, ini gara gara oppa mengataiku babi!" Jimin menggigit keras bahu Yoongi, sementara Yoongi menahan tawa.

"Cepat selesaikan urusanmu atau aku akan ketiduran di sini!" Yoongi mencium rambut Jimin "Sebentar sayang"

Gerakannya bertambah cepat, mencoba meraih kenikmatan dari lubang Jimin dan juga memuaskan Jimin.

"Sedikithh lagiih" Jimin mendesah lagi. Yoongi mempercepat gerakannya. Tangannya mengelus punggung Jimin.

Jimin merasakan penis Yoongi membesar di lubangnya, jadi dia ikut menaik turunkan tubuhnya. Tangannya meremas rambut Yoongi.

"Akh oppa!" Jimin mendesah, Yoongi mengeram. Bersamaan dengan basahnya lubang Jimin. Yoongi jatuh menimpa tubuh Jimin.

Jimin melepaskan tangannya dari leher Yoongi. "Cepat gunting talinya!" Yoongi mendengus, dengan malas meraih gunting lalu memotong tali di tangan Jimin. "Tuh sudah!"

"Hehe gomawo oppa! Sekarang bangun dari tubuhku dan keluarkan penismu!" Sepertinya Jimin benar benar lelah, jadi Yoongi menurutinya

"Hmm, sudah sekarang tidurlah dengan tenang" Yoongi sudah menutup matanya, dan terdengar dengkuran halus darinya. Jimin yang tadi mengantuk malah mengamati wajah Yoongi.

Tangan Jimin menyusuri wajah Yoongi. Mulai dari kelopak mata yang tertutup, hidung yang mancung, bibir kecil yang mengeluarkan dengku-

"Kok tidak nendengkur lagi?" Tangan Jimin yang ada di bibir Yoongi dipegang oleh tangan lain -oh itu tangan Yoongi. Heh?!

"Tidur atau kita berakhir dengan banyak ronde dan kau tidak akan mendapatkan tidurmu" Yoongi mengatakannya dengan mata tertutup. Jimin menurutinya.

Segera mencari posisi nyaman. Melesakkan kepalanya di dada Yoongi, menghitung domba sejenak. Lalu, tidur.

End

.

.

.

HOLLO! Aku update niiiiih! Ada yang kangen?

Iya iya tau, bukannya nerusin Your Really malah ngetik yang lain. Ini sebagai permintaan maaf aku karena aku bakal telat update ehe.

Dan ini buat kmkdotfairytale yang katanya butuh asupan yadong! semoga kamu suka!

Aku rada ga nyaman sih sama beberapa kata tapi gasempet liat ulang jadi maafkeun salah salah katanya ya! HIDUP YOONGI SEME!

Mind to review?