Disclaimer : Persona itu punya... AKU! AKUUU! *digebukin Atlus* ampun! punya Atlus ding.. *nangis di pojokan*

Ricchan : makasih ya dukungannya. berkat Ritsu, aku jadi semangat bikin fic nya nih hahah. yah, aku usahain update setiap hari. tergantung mood nulis juga sih tapi hehe :p

Chapter 2.

Aku ga pake adegan battle, ga pake S-Link, dan bahkan mungkin ada beberapa chara yang bakal aku buat OOC.

dan perlu di ingat. yang di italic itu Sou.

Silahkan disimak!


"Hm, mungkin bisa dibilang manis." Aku berusaha tetap cool, walau sebenarnya aku mau bilang kalau Yukiko itu.. Amat manis.

"Dia populer sekali di sekolah, tapi dia belum punya pacar sampai sekarang. Aneh ya?"

"Oh?" Yukiko belum pernah punya pacar? Wow.

Aku melihat wajah Yukiko menjadi merah. Ya ampun, lucunya.. Andai saja aku bisa mencubit pipinya hahaha.

"Ch-Chie! Hentikan.."

Yukiko langsung melihat ke arahku dan berkata "K-kau jangan mempercayainya, oke? Itu ga bener bahwa aku populer di sekolah atau aku tidak punya pacar! Eh, enggak. Maksud ku, aku ga butuh pacar! Ya ampun.. Chie!"

"Hahaha, maaf-maaf."

Kami berpisah setelah pembicaraan itu, karena arah rumah kami yang berbeda.

Sampai dirumah, aku disambut oleh Nanako. Kami menonton sambil mengobrol bersama di ruang tengah. Dan ternyata Nanako pandai menyanyi lho. Beberapa lama kemudian, Nanako tertidur di meja ruang TV. Dojima belum pulang-pulang. Mungkin dia tidak pulang lagi untuk hari ini.

Akhirnya aku menggendong Nanako ke kamar nya. Setelah mengantar Nanako ke kamarnya, aku langsung mandi, belajar, lalu pergi tidur.

Entah kenapa, saat aku mau tidur, aku malah memikirkan Yukiko. Apa ini? Kenapa jantungku berdetak lebih cepat saat aku ingat Yukiko? Ah, entahlah.

Pada pagi harinya, aku dibangunkan oleh Nanako. Ya ampun, aku masih ngantuk sekali. Tapi harus sekolah. Yosha! Semangat Souji!

Pagi ini hari ke-3 ku di Inaba. Aku berangkat sekolah bersama Nanako lagi. Di dekat sekolah, aku melihat anak berambut coklat kemarin jatuh dari sepedanya dan dia masuk ke tong sampah -sweatdrop-. Sudahlah, kubantu saja dia, aku kasian melihatnya gelinding-gelinding seperti anak autis yang sedang main di dalam tong sampah.

Akhirnya kami ke sekolah bersama. "Umm, hey. Terima kasih sudah membantuku tadi."

"Ah, iya sama-sama"

"Oh ya, omong-omong namamu Souji Seta kan? Kenalkan, namaku Yosuke Hanamura."

"Iya, salam kenal, Yosuke."

"Hehe, kau pindahan dari kota kan?"

"Iya. Aku pindahan dari Tokyo. Hahaha. Hey, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi, kita harus cepat-cepat!"

"Oh begitu. Iya ayo kita lari saja, sepedaku rantainya putus, aku tinggal disini saja deh."

"Ya oke. Mau lomba lari ke sekolah?" Aku mau lihat teman baruku ini bisa nge-sprint atau tidak.

"Boleh! Aku hitung ya. 1.. 2... 3!" Aku langsung lari, tepat setelah dia bilang 3.

-guabruk!- Eh? Suara apa itu? Aku menengok ke belakang, dan ternyata Yosuke menabrak tiang listrik dan masuk ke tong sampah, lagi. Dia jerit-jerit "Tolong! Siapapun, tolong aku!"

Aku langsung menghampirinya sambil tertawa-tawa karena melihatnya gelinding-gelinding seperti anak autis, lagi. Melepaskan nya dari tong sampah itu.

"Hey Yosu, kenapa kau bisa masuk ke tong sampah... lagi?"

"... Takdir menuntunku ke tong sampah.. lagi."

"Malang sekali nasibmu pagi ini."

Keheningan melanda.. Tiba-tiba bel sekolah terdengar. Kami harus menaiki tanjakan sekolah untuk mencapai sekolah kami.

"Walah! Bisa telat kita. Ayo sprint lagi!"

"Jangan. Nanti kalo kita nge-sprint lagi, terus kalau takdirmu menuntunmu ke tong sampah... lagi. Bagaimana? Tambah telat kita!"

"y."

"o."

Sampai di sekolah, kami terus perang y o y o y o an sampai akhirnya guru kami marah karena di pelajarannya kami malah perang y o y o y an.

Di pelajaran ke-2 aku ditunjuk untuk menjawab pertanyaan. Tentu saja aku bisa menjawabnya dengan mudah, hehe.

Pulang sekolah, Yosuke mengajakku ke Junes, supermarket terbesar di Inaba. Dan ternyata pemilik supermarket tersebut adalah ayah Yosuke.

Yosuke mengajak Chie dan Yukiko. Tapi sepertinya Chie ada urusan, dan Yukiko juga mau membeli buku sehingga mereka tidak bisa ikut.

Akhirnya aku hanya berdua bersama Yosuke. Di Junes kami makan bareng dan mengobrol. Selesai itu aku pulang, tadinya mau pulang bareng Yosuke, tapi Yosuke malah keasikan ngobrol sama senpai tercintanya, Saki-senpai. Kalau tidak salah, itu namanya.

Di jalan menuju rumah Dojima, aku melihat... Yukiko, sedang.. di sekap?


Chapter 2 nya pendek yah? btw, gomen ne kalo jokes nya garing. otak lagi ngadat wahaha

don't forget to review xD