A/N: Huwaaah! Akhirnya bener juga laptop Naka. Bukannya sengaja dilambat-lambatin update, tapi laptop Naka kemarin rusak. Jadi, semua data di Laptop pada hilang. Padahal banyak MV Suju, Shinee, BB, dll *plak* Cerita ini sebenernya udah selesai, tapi datanya juga lenyap karena laptopnya di restart. Relain waktu abis sahur untuk buat lagi deh.
Tentang 'My Sister's Keeper'…
Film ini diangkat dari novel best seller karya Jodie Picollt *maaf kalo salah tulis* Cerita ini terkenal banget di Amerika. Bagi yang belum tau, cari aja di Yutobe atau Google, Yahoo juga boleh. Kalo males, ikutin aja cerita ini. Tapi, banyak yang Naka ubah, jadi lebih sadis di sini. Naruto*Anne* Sakura *kate* Kyuubi *Jesse* kalo Sasuke, aku tambahin sendiri.
Kisah seorang anak yang diciptain untuk nyelamatin Kakaknya dan lama-lama ia muak akan semua itu. Ia pun mencoba menggugat kedua orangtuanya. Namun, seiring berjalannya waktu, tekadnya untuk menggugat kedua orangtuanya semakin goyah karena penyakit kakaknya semakin parah. Segala cara udah dilakukan untuk nyelamatin kakaknya, tapi… kakaknya pun akhirnya dipanggil tuhan.
Bales Review:
Naru3: Terimakasih atas reviewnya. Kushina emang kejem -_- Ntar Naka buat lebih sadis deh *plak* Reviewnya ditunggu.
Itha-naruto lovers: Terimakasih atas reviewnya. Makasih juga pujiannya *GR* Maaf telat update. Reviewnya ditunggu.
rin no login mode on: Terimakasih atas reviewnya. Pairnya… Liat aja ntar. Makasih pertanyaan Naka udah dijawab. Maaf telat update -_- Reviewnya ditunggu.
Namikaze hikari: Terimakasih reviewnya. Huahahaha*disumpel* emang kejem mereka, ntar Naka kejemin lagi. Maaf telat update. Reviewnya ditunggu.
Yamada dita-chan: Makasih banyak reviewnya, dita. Iya, ceritanya gini, kan Naka udah bilang. Untuk Kyuu, udah Naka setting gak ada pacar *plak*reviewnya ditunggu.
Devil Brain: Terimakasih reviewnya, salam kenal juga, Tsuki senpai. Bukan Digimon, ada novelnya beneran kok. Suke suka Naru? *nyeringai gaje* Kyuubi? Itu gak bisa! Soalnya, gen Saku Cuma sama dengan gen Naru. Kan Naru sengaja diciptain buat nyelamatin Saku. Review ditunggu.
Kanon1010: Terimakasih reviewnya, senpai. Chap ini harus panjang? Diusahain deh. Salam kenal juga. Review ditunggu.
kitsuneNK: Terimakasih reviewnya. Reaksi Sasu… *nyengir gaje* Jangan salahkan Naka kalau update telat, salahin laptop Naka yang rusak nih *nunjukin laptop* Review ditunggu.
Meiyo fujo: Terimakasih reviewnya. Ceritanya belum sedih ini, kan baru mulai konflik. My sister's keeper tuh cerita tersedih sepanjang masa menurut Naka. Reviewnya ditunggu.
Hara Fujinawa: Makasih reviewnya, siapa ya yang nangis gara-gara nonton film ini? :p Ngaku! Gak bocorin kok! Lain ceritanya! Review lagi ya?
: Terimakasih atas reviewnya. Ntar tau sendiri kok siapa yang harus dikasihani *ditimpuk* sayang sekali, gen mereka sama, jadi ginjalnya cocok deh. Naru tau karena cerita dari Kyuubi. Naru kan bayi tabung. Saku divonis pas umur 2 tahun. Pas usianya 10 tahun dia divonis lagi cuma bisa bertahan 1 tahun, tapi karena keajaiban, bisa sampe 15 tahun umurnya. Reviewnya ditunggu.
Monkey D eimi: Terimakasih reviewnya, iya! Ini TBC. Naru mati? Liat aja ntar. Moga dapet mukjizat :p, ntar aku buat fic yang sadis deh *plak* Reviewnya ditunggu.
Yosh! Action!
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Inspiration by: MY SISTER'S KEEPER
Story by: shiho nakahara
Pairing: SasuFemNaru
SasuSaku
MinaKushi
KyuuNaru
Warning: FemNaru, cerita gaje, lebay,dan seperti biasa TYPO BERTEBARAN, bahasa rancuh dan agak kasar, bagi yang GAK mau liat KEMATIAN Naru atau/dan Saku, serta Kyuubi di akhir cerita, silahkan exit sekarang *abaikan*
Summary: Aku terlahir karena alasan khusus, dimanfaatkan. Untuk menyelamatkan kakakku.
Demi Neechan
"aku… Tidak bisa," Maafkan aku Kaa-san.
Tanpa pikir panjang, aku langsung melangkahkan kaki*baca: berlari* meninggalkan mereka. Tujuanku hanya satu, menyendiri. Aku tak tahu harus ke mana, aku hanya terus berlari dan berlari, sampai… Aku menemukan sebuah taman rumah sakit yang sepi, dengan sebuah bangku putih yang kosong di sana. Ya, tempat yang cocok untuk merenung.
Aku menjatuhkan badan di atas bangku itu. Tanpa kusadari, airmataku sudah mengalir dari tadi. Pandanganku agak buram karena airmata ini. Pikiranku kacau sekarang. Bayangan masa lalu terus berputar di benakku. Benarkan, Kaa-san tak pernah peduli padaku? Ginjal? Itu bukan organ yang mudah di ambil seperti rambut atau kuku! Ginjal! Bayangkan kita hidup tanpa ginjal?
Kenapa harus aku?
Pikiranku terhenti saat sebuah tangan menepuk pundakku. Ya, aku tau siapa. Orang yang selalu ada saat aku sedih, Aniki. Sosok itu ikut duduk bersamaku. Menatap wajah sedihku. Tanpa kusadari, aku langsung memeluknya, menumpahkan segala kesedihanku di dada bidangnya. Aku merasakan tangannya membelai lembut rambutku. Sungguh! Aku benar-benar beruntung mempunyai Aniki seperti Kyuu-nii.
"Aku benci mereka, Aniki! Selalu Saku-nee! Apa aku benar-benar dicampakkan? Apa lagi setelah ini? Jantung? Hati? Aku benar-benar kesal!" semua kemarahanku kutumpahkan saat itu juga.
"Naru…"
"Aku benar-benar muak, Kyuu-nii! Kenapa harus aku yang terlahir di dunia ini? Kenapa Tuhan harus menciptakan aku?"
"Tidak, Naru! Aku di pihakmu! Aku tahu kau juga sakit! Aku tahu, kita bisa menggugat mereka! Untuk apa mereka harus mengambil ginjalmu? Iya kan?"
Kyuu-nii benar, kami bisa menggugatnya. Tapi… 'Untuk apa mereka harus menggambil ginjalku?' kalimat itu membuatku kembali berpikir. Bukankah aku hanya perlu berbagi ginjal dengan Saku-nee? Hanya satu kan? Lagipula, aku memang dilahirkan untuk ini. Nee-chan selamat, dan aku juga tidak akan mati karena kehilangan satu ginjal. Hanya ginjalku yang cocok dengannya. Iya kan?
"…Naru?" panggil Kyuu-nii.
"Baiklah, sudah Naru putuskan," aku tersenyum melepas pelukanku dari Kyuu-nii.
"Jadi? Kapan kita akan ke pengadilan?" Kyuu-nii bertanya padaku sekarang.
"Tidak perlu, sudah kuputuskan untuk berbagi ginjal dengan Nee-chan," Aku berusaha tersenyum di hadapan Aniki.
"Apa? Kau berubah pikiran? Hey! Kau gila?" Kyuu-nii membentakku. Hal itu amat membuatku bingung. Bukankah selama ini Kyuu-nii yang selalu menabahkan hatiku? Sekarang dia marah?
"Gila? Tidak mungkinlah! Kyuu-nii kok marah? Kan hanya ginjalku yang cocok, aku tak akan mati kok!" aku berusaha meyakinkan Aniki.
"Tapi…" "Percayalah, Aniki! Aku baik-baik saja," potongku cepat.
"Ck! Kau benar-benar keras kepala! Aku tak mengerti jalan pikiranmu. Aku pergi!" Kyuu-nii meninggalkanku di taman itu.
Hah! Aku benar-benar tidak mengerti sekarang. Apa tindakanku itu salah? Aku pusiiiing! Aku pun menghapus airmata yang masih tersisa di pipiku.
"Hey!" ck! Pasti ini Kyuu-nii lagi.
"Apa lagi sih? Katanya, Kyuu-nii tadi marah padaku? Aku kan su-" kata-kataku terhenti karena penglihatanku menangkap sosok laki-laki bermata onyx. Pacar Nee-chan.
"Ma-maaf! Aku kira kau Kyuu-nii."
"Hn," setelah mengucapkan dua huruf itu, ia malah duduk di sampingku. Aku merasa aneh lagi sekarang. Kenapa aku selalu seperti ini ya? Apa karena kemisteriusannya?
"Kau, menangis?" dua kata itu sukses membuatku tersentak kaget.
"Ti-tidak, kenapa?" Aku berusaha terlihat tenang. Jujur, aku mulai gugup sekarang.
"Kau tak pandai berbohong, Dobe! Ceritakan masalah ginjal itu!" suara Sasuke meninggi, ia menatapku tajam sekarang, aku sampai tak berani membalas tatapannya.
"Dobe? Namaku Naruto, tau!" aku mulai berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Ck! Kau mengalihkan pembicaraan! Cepat jawab, kenapa kau menangis dan ceritakan tentang ginjalmu itu!" Cih, dia sangat pemaksa.
"Dari mana kau tau?" aku menatapnya heran.
"Hhh, aku melihatnya! Sekarang, cepat ceritakan! Kau membuatku kesal!" dengan 'sedikit' paksaan darinya, aku pun menceritakan semuanya.
.
.
.
"Apa? Kau benar-benar dobe dan sinting! Menyerahkan ginjalmu pada Sakura? Kau bisa mati, bodoh!" Tuh kan, dia marah padaku.
"Kok kau marah sih? Kan aku yang mengalaminya! Lagipula, kau seharusnya senang, Saku-nee kan, pacarmu!" aku membantah tak mau kalah.
"Itu masalah lain, bodoh! Kau yakin dengan keputusanmu? Kau terlalu baik," Sasuke masih tak yakin dengan perkataanku.
"Ya, itu keputusanku. Sudahlah, lebih baik kau urus Saku-nee!" aku menjawabnya dengan ketus.
"Hah, kau benar-benar dobe," apa katanya 'Dobe'?
"Enak saja, apa semua Uchiha selalu mengatai orang dengan sebutan 'Dobe'?"
"Tidak, hanya kau. Karena kau memang DOBE," Arrrrgggghh! Dia membuatku gila sekarang.
Setelah kejadian ini, aku dan Sasuke pun saling berbagi cerita dan tetap duduk di taman itu sampai sore*?*
.
.
.
'Kreek' well, aku membuka pintu. Pintu kamar di mana Saku-nee dirawat. Kata Dokter Tsunade, untuk lebih amannya, sebaiknya Nee-chan dirawat di sini dulu. Tampak olehku Kyuu-nii di sana.
"Saku-nee, Kyuu-nii," aku menyapa mereka dengan cengiran seperti biasanya. Dan disambut dengan senyuman Nee-chan. Kyuu-nii… ia masih marah padaku. Ugh, ayolah, apa ini semua salahku?
"Bagaimana kabar Nee-chan? Sudah lebih baik?"
"Hm, tapi, seharian ini, perutku selalu sakit, sebenernya aku sakit apa sih?" keluh Nee-chan.
Jadi, Nee-chan belum tahu mengenai penyakitnya? Hhh, sudahlah… Lebih baik aku berpura-pura tak tahu saja.
"Nee-chan jangan khawatir, besok pasti Nee-chan akan sembuh setelah dioperasi," aku tersenyum menatap emeraldnya.
"Operasi? Emang sakit apa? Separah itukah penyakitku?" Ups, aku salah bicara! Naru baka! Sekarang Nee-chan malah bertanya.
"I-iya, hanya sakit ringan, kok. Dokter hanya perlu memeriksanya sedikit, Nee-chan tenang saja," untunglah aku mendapat alasan yang tepat, sekilas aku melirik ke Kyuu-nii, ia menampilkan wajah tak suka miliknya. Astaga, Kyuu-nii kenapa sih?
Belum sempat aku berbicara dengan Kyuu-nii, ia sudah melangkah pergi meninggalkan ruangan bernuansa putih ini. Aku merasa terpuruk sekarang.
.
.
.
"Kau siap? Apa kau tak mau merubah pikiranmu?" Sasuke bertanya padaku. Aku hanya tersenyum sambil mengangguk ke arahnya.
"Kyuu-nii, a-" belum selesai aku berbicara, ia malah pergi dengan tak pedulinya. Aku benar-benar dibuatnya merasa bersalah!
"Baiklah, Sakura, tetap rileks dan semangat ya?" suara Kaa-san terdengar di telingaku. Terkadang, aku ingin sekali mendengar Kaa-san mengucapkannya padaku. Ayolah, Naru! Kau sudah 13 tahun sekarang, jangan cengeng!
Detik-detik sebelum operasi dilaksanakan, aku sempat ragu untuk melakukannya, tetapi, melihat Nee-chan, entah mengapa terbersit tekad untuk menyelamatkannya. Maka, operasi pun dimulai.
.
.
.
"Engh…mmm…" setelah mengerang singkat, aku membuka kedua shappire milikku. Sudah berapa lama ya, aku tertidur? Pandanganku masih agak buram Namun, samar-samar aku melihat dua orang sedang tertidur di kedua sisi tempat tidurku. Rasa nyeri mulai menjalar di pinggang bagian kiriku dan juga pergelangan tangan kananku.
Hey! Rambut merah ini, Kyuu-nii! Apakah ia sudah tidak marah padaku? Dan… rambut ayam ini… Sasuke? Sedang apa dia di sini?
TBC or END?
A/N: Jangan salahkan Naka kalo chap ini terlalu singkat, soalnya Naka lagi gak mood buat manjanginnya *jitaked* Dan jangan salahkan Naka kalo chap ini norak+lebay, salahkan otak Naka yang gaje ini.
Target Naka sih mau sampe 20 review *Target apaan tuh? Sembarangan buat aja lo*
Mohon reviewnya~ yang kemarin UDAH REVIEW jangan kapok lagi ya?
Jaaa Neee~
Gomawo, shiho Nakahara
