sepi... (T^T) ya udah deh gapapa, yg penting selesai ini fict~
.
~ High Temperature ~
Genre : Humor, Parody, a little Romance, a little Fantasy
Watashi ni xx Shinasai Ema Tooyama
High Temperature Yuki Utari
WARNING : Yaoi/Shonen-ai, Typo(s) semoga nggak ada :D, OOC
HAPPY READING, MINNA (^o^)/''
.
.
-oO..oO-
.
.
Chapter 1 – Mission 1!
.
Senja dengan cepat berganti malam
Tirai hitam terbuka dan langit pun menggelap
Sang dewi malam kembali menampakkan kecantikannya
Kali ini, bulat yang sempurna terpajang di angkasa
Bulan purnama
.
Sang Pangeran kegelapan menerjang lebatnya hutan
Menjauh dari kerumunannya, berlari dari kenyataan
Fakta pahit, mesin penghasil duka
Pergi ke alam bebas, alam yang lain
Dunia yang belum dijamahnya sama sekali
Tidak berpikir, hanya bergerak dengan hati
.
.
.
.
"Yukina pasti kepentok meja…" bisik Shigure kalut.
"Bukan. Pasti kebentur pintu…" komentar Akira dengan nada yang tak kalah lemasnya.
"Ah, bukan, bukan… Pasti ketimpuk bola baseball berkecepatan 5 kilometer per detik."
"Kau ngomong apa sih, Shigure?"
"Habisnya! Dia itu kenapa bikin novel yang aneh-aneh gini sih?! Kuso!"
.
DUAK!
.
Kaki Yukina melayang mengenai wajah Shigure. "Apa kau bilang?! Kuso?!"
"Sumimasen~~ Kapan Yuki-chan balik?"
"Barusan. Ayo, kalian berdua, ikut aku!" perintah Yukina sambil menyeret keduanya.
"As you command~" jawab Akira pasrah.
.
.
.
"Mission 1!" teriak Yukina mengumumkan.
Jantung Shigure mulai jumpalitan nggak jelas.
Wajah Akira semakin pucat.
"Eyes to eyes!"
"Ha?"
"Saling tatap! Ayo cepat!"
Shigure terkekeh. "Ini mudah. Akira, ayo cepat kita selesaikan misi bodoh ini!"
"Hn." Akira berpindah posisi ke hadapan Shigure.
Keduanya hanya diam dan memandangi satu sama lain.
"Hei, hei, apa-apaan itu?!" protes Yukina. "Kalian kurang dekat!"
Shigure maju selangkah. "Segini?"
"Maju lagi!"
Cowok berambut gelap itu maju selangkah lagi. "Sudah?"
"BUKAN! KURANG!" Yukina menghentak-hentakkan kakinya kesal.
Shigure maju selangkah lagi dan memandang Yukina. "Sudah?"
"IIIHHH! SEGINI!" Yukina mendorong Akira mendekati Shigure.
"Hee… Yukina, aku mau jatuh!"
Sekarang, jarak kedua cowok itu hanya sepuluh sentimeter.
.
Diam lagi.
Hening lagi.
Yukina stres lagi.
"Jangan pelototin si Akira, bodoh! Ya, pantesan aja dia langsung takut!" geram Yukina kesal melihat Akira menunduk karena di pelototin Shigure.
"Lah, terus gimana deh?"
"Tatap matanya lembut! Akira, jangan nunduk!"
"Yes, master~" jawab Akira lirih.
Shigure akhirnya nyerah dan memandang Akira seakan-akan cowok di depannya ini gadis cantik.
"Hffftt~" Akira menutup mulutnya mencoba menahan tawa. " HUAHAHAHAHAHAHAHAAA….!" Tapi, nggak bisa.
"JANGAN NGAKAK AKIRA! AKU NGGAK BISA DAPAT FEEL-NYA!" si Yukina ngamuk lagi akhirnya.
"Maaf, maaf~ Habisnya, mukanya Shigure lucu banget! Harusnya, kau lihat Yukina-chan~"
Shigure merasa terhina oleh Akira langsung menoleh ke Yukina. "Emangnya memandang seperti ini lucu apa?!"
Shigure langsung mengulangi apa yang dia lakukan tadi. Menatap terpesona mode on!
"BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAA…..!" tawa Yukina meledak juga. Ia sampai berguling-guling di lantai malah.
"OMAERA! APA YANG SALAH SIH?!"
"Kau nggak tahu apa? Mukamu… Hfftt… Mukamu kayak banci mesum! HAHAHAHAHAAAA…!" jawab Akira sambil mukul-mukul lantai.
"AKIRA KUSO!" Shigure langsung menaikkan tinjunya ingin menghajar Akira.
.
BRAK!
.
Tapi sayang, kakinya tersandung dan Shigure malah jatuh menimpa Akira.
Bagai tersihir, Shigure bukannya cepat-cepat bangun, ia malah terpaku di tempat.
"Shi, Shigure-kun…?" panggil Akira gugup.
Gimana nggak gugup coba? Dipandangi dalam jarak hanya lima sentimeter.
Yak, readers, ada apa dengan Shigure?
"Matamu indah, Akira-kun…"
Yap, baru kali ini Shigure melihat mata Akira. Selama ini yang ia lihat di muka Akira hanya hidung dan mulut, matanya ketutupan poni.
"Shigure-kun…?" Akira makin salah tingkah.
.
.
.
"CUT!"
Shigure langsung melompat kaget karena mendengar teriakan Yukina. Akira gelagapan nggak jelas.
"Yuki-chan~ jangan berteriak seperti itu dong! Aku kaget tauk!" teriak Shigure sambil ngelus-ngelus dada nenangin si jantung yang hampir aja copot.
Akira malah lebih ekstrem lagi. Ia nangis karena kaget. "Hiks… Kirain Yukina-chan marah sama Akira~" Suara Akira yang kecil ditambah pose Akira saat ini membuat cowok itu terlihat sangat manis.
"Ukh…"
Yukina terbelalak kaget. "Shigure kok mimisan?!"
.
.
.
.
Sang Pangeran berlari dan berlari
Tak peduli dengan sekitarnya
Kepalanya pusing, matanya berair, hatinya perih
.
Akibatnya, insiden kecil menimpanya
Ia bertabrakan dengan seorang manusia
Kedua pasang manik mereka bertemu
Sang Pangeran terpaku
"Matamu sangat indah," bisiknya
Anak laki-laki manusia itu juga terdiam
Wajah Sang Pangeran Kegelapan membuatnya terpesona
.
Keduanya telah larut bersama keheningan malam
.
.
.
.
Singkat ya? *ngelirik ke atas*
Author nan keceh ini *muntah massal* nggak bosen-bosennya minta review~
Review-review? :3
