Annyeong haseyo ^^
Saya bawa next chapter The One I Love. Masih ada yang menunggu kelanjutan ff ini? ohya dan terimakasih udah ninggalin reviewnya ^^. Dari pada lama-lama, langsung aja baca cerita ya ^^
Chapter 2
.
.
.
Cast : Kim Jong Woon a.k.a Yesung
Kim Ryeowook
Other's
Genre : Romance
.
Typo (s), ooc
.
.
.
Happy Reading
.
Sebelumnya...
Ryeowook memencet bel yang berada disamping pintu. Lama tak ada sahutan dari dalam. "apa benar ini kamarnya?" ucap ryeowook entah pada siapa. Tak lama, terdengar dari dalam sesorang membuka pintu.
Clek ~
Ryeowook segera memberi salam kepada seorang pemuda tampan didepannya.
"Annyeong haseyo~"
"Ryeowookie?"
.
411
.
Normal Pov
Yesung begitu terkejut melihat seseorang yang berdiri di depan pintu apartementnya. Bagaimana tidak, jika ia melihat sosok yang sangat dia cintai ada didepan matanya.
"Ryeowookie?"
"ne? kau mengenalku tuan?" begitu pun dengan ryeowook. ia juga terkejut saat 'orang itu' memanggil namanya. Sedangkan dia baru saja bertemu dengan yesung baru kali ini.
"a-aniya." Ucap yesung sambil menggelengkan kepalanya karena ia kembali mengingat kekasihnya.
"apa benar ini aparementnya Kim Jong Woon?" tanya ryeowook pada yesung membiarkan sifat aneh yesung-menurutnya.
"Ne aku sendiri. kau orang yang akan bekerja disini?" tanya yesung pada ryeowook sambil melihat penampilan ryeowook dari atas ke bawah. Ryeowook menganggukkan kepalanya menandakan ucapan yesung itu benar. "tapi, maaf saja aku tidak butuh asisten rumah tangga. Dan kau silahkan pergi"
BLAM!
Yesung menutup pintu apartementnya dengan kencang dan membiarkan ryeowook berdiri didepan pintu apartement dengan wajah pabbonya. "Apa katanya? Kembali? Apa dia tidak tau jarak incheon dan seoul itu cukup jauh?" ryeowook terus merutuki sang pemilik apartement hingga ponselnya berdering memberhentikan kegiatannya. Ternyata yang menelfonnya adalah sang umma.
"Yeoboseo."
'Yeoboseo. Wookie, kau sudah tiba diapartementnya?'
"Ne umma aku sudah sampai diaparementnya, dan aku juga diusir olehnya."
'Jinja? Baiklah, nanti umma bicarakan pada umma jong woon.'
Pip
Panggilan itu pun terputus dan ryeowook kembali kegiatan semulanya yaitu merutuki sang pemilik apartement. "Dasar orang aneh. Awas saja, aku tidak akan mau bekerja denganmu walaupun kau memohon kepadaku." Setelah mengucapkan kaliamat tersebut, Ryeowook menyeret kembali kopernya menuju lantai dasar atau mungkin mencari cafe atau kedai-kedai yang ada dipinggir jalan untuk mengisi perutnya yang dari tadi meronta ronta diminta untuk diisi.
Di lain tempat...
Yesung bersantai diruang tengah apartementnya. Apartement yesung terbilang mewah dan cukup besar jika dihuni seorang diri, seperti Yesung. Ia hanya diam sambil memandang sebuah figura yang terdapat 2 orang –namja & yeoja- berfoto bersama dengan sang yeoja tersenyum begitu manis begitupun dengan sang namja. "Dia sangat mirip denganmu chagiya. Tapi, dia bukan seorang yeoja melainkan namja." Setelah itu yesung berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
411
.
Ryeowook kini berada di sebuah kedai ramen yang terletak cukup dekat dengan lokasi apartement yesung. Baru saja ryeowook akan memasuki mie ramen ke dalam mulutnya, ponselnya berdering menandakan ada panggilan. Ternyata yang menghubunginya saat ini ada adalah ummanya.
"yeoboseo umma."
'wookie, kau dimana? Ummanya jongwoon sudah menunggumu di depan apartement jongwoon. Cepat temui dia.'
Pip
Ryeowook menatap layar ponselnya dengan tatapan cengo dan tak lama ia mengerucutkan bibirnya tanda ia sedang kesal dengan sang umma. "umma, kau selalu seenaknya. Bahkan aku belum memasuki satu sendok pun mie ramen ini dan umma menyuruhku kembali ke apartement yang membuatku kesal itu." ryeowook berbicara sendiri melihat layar ponselnya dan kini beralih ke semangkuk mie ramen yang ada dihadapannya dengan tatapan sedih. "Mianhae ramen. Aku tidak jadi memakanmu". Setelah menaruh beberapa uang, ryeowook kembali menyeret kopernya menuju ke apartement yang telah membuatnya kesal.
Skip Time
Ting~
Ryeowook keluar dari lift dan ia dapat melihat seseorang berdiri didepan apartement tersebut. Dengan langkah pelan ryeowook menyeret kopernya kearah seseorang yang berdiri di depan pintu tersebut.
"Kau kim ryeowook?" ryeowook memberhentikan langkahnya saat seorang yeoja datang menghampirinya. "N-ne." balas ryeowook dengan nada gugup. "ah maafkan sikap yesung yang mengusirmu." Oh ternyata yeoja paruh baya ini umma yesung atau kim jong woon. "Ne, Gweanchana ahjumma." Jawab ryeowook sambil tersenyum kepada umma yesung-leeteuk.
"ayo kita masuk." Leeteuk menarik tangan ryeowook dan membawanya masuk ke dalam apartement mewah itu. tentu saja terlebih dahulu leeteuk memasuki kode pintunya.
.
411
.
Kini yesung telah selesai mandi dan ia sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya. Saat ia keluar dari kamar tidurnya, ia dikejutkan oleh ummanya yang sudah berdiri tak jauh dari yesung berdiri saat ini.
"Kapan umma tiba?" tanya yesung pada leeteuk dan kini ia mengalihkan pandangannya ke samping leeteuk. "Kenapa kau mengusirnya?" tanya leeteuk pada anaknya. "Aku sudah mengatakannya umma. Aku tak buuh asissten rumah tangga. Aku bisa mengurus semuanya." Ucap yesung pada sang umma. Ia berjalan menuju ruang tengah dan menghempaskan tubuhnya di sofa berwarna merah itu.
"Apa salahnya kau memiliki asissten rumah tangga yesung-ie~. Itu akan memudahkan mu." Leeeuk mengikuti yesung dan duduk di samping namja tampan itu tentunya masih memegang tangan ryeowook. "aku bisa mengatasinya umma." Ujar yesung mengalihkan pandangannya pada sang umma.
"Haaahh~ umma tak mau kau menolaknya yesung-ah. Mulai saat ini, anak ini akan menjadi asisten di apartementmu." Ucap leeteuk menunjuk ke arah ryeowook. dan yesung mengalihkan tatapannya dari ummanya ke ryeowook.
"Wook-ah, perkenalkan dirimu." Ucap lembut leeteuk. Ryeowook berdiri dan membungkuk kepada orang yang ada didepannya – yesung-. "annyeong, Kim Ryeowook Imnida." Ucap ryeowook pada yesung.
"nah ryeowook, mulai sekarang kau bekerja di apartement yesung sebagai asissten rumah tangga. Mianhae, ahjumma mempekerjakanmu ini." ucap leeeteuk dengan nada sedih. "Gweanchana ahjumma. Umma juga sudah mengatakannya padaku." Ujar ryeowook pada leeteuk dan jangan lupakan senyumnya yang manis.
Ryeowook tidak menyadari sejakt adi yesung memperhatikannya dengan intens. "Haaahh~ terserah umma saja. Aku mau ke kamar mandi." Yesung berlalu dari ruang tengah menuju kamar mandi. Sesampainya, yesung tidak melakukan apa-apa. Ia hanya termenung dan memikirkan sesuatu.
"Itu bukan kekasihmu yesung. Walaupun wajahnya mirip, tapi ia itu namja bukan yeoja." Yesung terus saja melamun hingga suara ketukan menyadarkannya.
Tok.. tok..
"Bisakah kau keluar sebentar?" yesung mengenal suara itu. Walaupun baru beberapa menit, ia sudah hafal suara namja manis itu.
Clek~
"Apa kau bilang?" bukannya keluar, yesung tetap saja berada didalam. "aish... aku sudah terburu-buru"
Brak!
Blam!
Dengan tak sopannya, ryoeowook masuk kedalam dan mendorong yesung keluar dari kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi dengan tidak elitnya. Yesung hanya diam berdiri didepan pintu kamar mandi dengan wajah bodohnya. "apa apaan dia?" yesung kembali ke ruang tengah tempat ummanya berada. Tapi, ia tak menemukan sang umma di sana.
"Haahh~ leganya." Yesung membalik kan badannya ke arah suara. "Ah maaf soal tadi." Ucap ryeowook membungkuk. "Kemana umma?" tanya yesung tanpa menjawab ucap ryeowook.
"ahjumma sudah kembali. Katanya ada urusan yang harus diselesaikan." Ucap ryeowook masih berada di posisinya. "Ck." Yesung berjalan menuju kamarnya. Tapi, saat akan membuka pintu, suara ryeowook menghentikan langkahnya.
"Yesung-ssi. Kamarku dimana?" tanya ryeowook polos. Yesung menutup matanya sejenak untuk menetralkan emosinya. "kamarmu ada disana." Tunjuk yesung pada sebuah pintu bercat cream yang terletak tak jauh dari dapur. "Dan jangan mengangguku."
BLAM!
Yesung menutup pintu kamarnya dengan cukup keras.
"Kenapa dia? Dia sangat aneh. Ck." Ryeowook menyeret kopernya menuju sebuah ruangan yang ditunjuk yesung tadi.
.
411
.
Ryeowook berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur. Ia sudah mengganti bajunya dengan piyama ungu sutranya. Ia membuka kulkas mencari sesuatu yang mungkin bisa ia masak untuk mengisi perutnya yang sejak tadi belum di isinya. Tapi tidak ada apa apa di dalam kulkas membuat ryeowook menghembuskan nafas berat. "dia tidak mempunyai apa apa dikulkas? Lalu apa yang ia makan?" ryeowook terus mencari-cari disetiap lemari yang ada di dapur.
"Nah~ untung ada kau tuan ramen." Ryeowook menemukan sebungkus ramen di atas rak yang cukup tinggi. Dengan sedikit menjijit ryeowook berusaha mengambil bungkus ramen tersebut. Salahkan tubuhnya yang sangat pendek itu. saat tangannya sudah mencapai bungkus ramen, suara seseorang mengejutkannya dan entah sejak kapan, ada linangan minyak muncul membuat ryeowook terpeleset dan membuatnya hilang keseimbangan.
"KYAAA!"
.
411
.
Yesung saat belum bisa memejamkan matanya. Padahal jarum panjang jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. tapi belum ada tanda-tanda bahwa ia mengantuk. Yesung bangun dari berbaringannya dan berjalan menuju dapur untuk membasahi kerongkongannya.
Clek~
Yesung membuka pintu kamar dan menutupnya kembali. Tapi saat ia akan melangkahkan kakinya, ia melihat seseorang sedang berusaha menggapai sesuatu. Yesung berjalan mendekat dan ia mengenal postur tubuh ini. 'apa yang ia lakukan larut malam begini?' tanya yesung membantin. Ia kembali melanjutkan langkahnya sambil mengucap...
"Apa yang sedang kau lakukan?" yesung tau orang itu terkejut dengan munculnya ia secara tiba-tiba. Yesung melihat ada genangan minyak tepat didekat kaki namja itu,langsung saja yesung berteriak saat namja itu membalikkan badannya.
"Hey, awas.."
"KYAAAA!"
BRUK!
.
.
.
.
To Be Continued
Jeng jeng jeng :D saya membawa chapter 2. Apakah ada yang menunggu ff ini? semoga ada :D .
Terimakasih udah baca ff ini dan jangan lupa, seperti bisa a:D tinggalkan komentar kalian tentang ff ini. oke ^^
Terimakasih.
