"Sasuke-kun, bagaimana hari pertama mu di KSHS? Menyenangkan?" tanya seorang wanita itu yang ternyata kaasan nya Sasuke. Uchiha Mikoto.

"Apa peduli mu?" tanya balik Sasuke.

"Kaasan hanya menanyakan nya saja. Apa itu salah? Maaf kaasan tidak bisa menemui mu minggu-minggu ini karena Kaasan sibuk dengan butik kaasan."

"Sejak kapan kaasan jadi memperhatikan Sasuke? sana urusi saja butik kesayangan kaasan yang terkenal itu." ucap Sasuke sembari membalikkan badan nya sehingga memunggungi Mikoto.

"Sasuke kamu jangan bicara seperti itu kepada kaasan. ada apa sih dengan mu?" ucap Mikoto sedikit kesal dengan ucapan Sasuke.

Sasuke menghela nafas. "Aku ingin mendapatkan perhatian dari kaasan dan juga tousan secara langsung. bukan secara tidak langsung" ucap Sasuke pelan.

Walau Sasuke berucap pelan, Mikoto dapat mendengar ucapan Sasuke. Mikoto merasa hatinya seperti disayat-sayat oleh sebuah pisau yang tajam. Dia menatap Sasuke sedih. Mikoto memejamkan mata 'Kaasan memang bukan kaasan yang baik buat mu' batin Mikoto.

"Kaasan hari ini hanya ingin melihat mu saja. kaasan akan berangkat lagi sekarang. Tousan menitip salam untuk mu. Kaasan dan tousan selalu menyayangi mu, Sasuke" ucap Mikoto sembari tersenyum sedih kearah Sasuke yang memunggungi nya.

Mikoto langsung pergi keluar dari kamar Sasuke setelah menutup pintu kamar Sasuke. Setelah pintu kamarnya tertutup, Sasuke tiba-tiba menitikkan air matanya. 'Sial' batin nya.

Team 7!

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Drama, Friendship

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Chapter 2: Terbentuknya team 7

Sekarang Sasuke, Naruto dan Sakura sedang berada di kelas dan duduk di bangku masing-masing. Naruto dan Sakura yang sedang berbincang-bincang, Sasuke yang sedang menatap pemandangan dibalik jendela sembari mendengar musik menggunakan headset. "Pelajaran pertama apa Sakura-chan?" tanya Naruto kepada Sakura.

"Eto, emm... Biologi mungkin." Ucap Sakura mengingat-ingat jadwal pelajaran pertama nya dihari ini.

Pintu kelas pun terbuka dan tampak Kakashi masuk ke dalam kelas X-3. Murid-murid yang awalnya ramai menjadi diam. Kakashi duduk di meja guru. "Ohayou anak-anak." Ucap Kakashi.

"Ohayou, sensei." Ucap murid kelas X-3.

"Kalian tau kan saya adalah guru biologi disini. Sebelum belajar, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa mulai." Ucap Kakashi.

Kakashi mulai menundukkan kepalanya di ikuti oleh murid kelas X-3. "Selesai. Lain kali yang menyiapkan adalah Ketua murid ya, Uchiha Sasuke." ucap Kakashi tersenyum kepada arah Sasuke.

Sasuke hanya memutar kedua bola matanya bosan. Kemarin Sasuke ditunjuk oleh Kakashi untuk menjadi Ketua Murid kelas X-3. Mau tidak mau Sasuke harus menerimanya. "Kalian sudah tau kan kenapa aku datang kemari? Aku datang kemari karena aku adalah guru biologi. Dan kebetulan sekarang adalah pelajaran biologi jadi sekarang aku ngajar disini." ucap Kakashi berbasa-basi.

"Banyak Basa-basi ya, Sasuke." bisik Naruto kepada Sasuke.

"Hn." Ucap Sasuke tidak jelas.

"Sebelum dimulai pelajaran nya, sensei akan membentuk kelompok. Sekelompok terdiri dari 3 orang. Kelompok 1..." Kakashi mulai menyebutkan kelompok.

"Kelompok 7, Haruno Sakura, Namikaze Naruto..."

"Yey Sakura kita sekelompok." Ucap Naruto senang sembari membalikkan badan nya ke arah Sakura.

"Iya Naruto." Ucap Sakura ikut senang juga.

"Dan Uchiha Sasuke." ucap Kakashi.

"Hah?" ucap Sakura dan Naruto bersamaan.

"Kenapa Namikaze, Haruno?" tanya Kakashi sembari menatap bingung Naruto dan Sakura yang memasang wajah terkejut.

"Aku menolak, sensei. Orang seperti dia mana bisa diajak kerja kelompok. Diajak ngobrol saja dingin banget apalagi diajak kerja kelompok. Gak mau mungkin dia kerja sama." Tolak Naruto tidak menerima sekelompok dengan Sasuke dan menunjuk-nunjuk Sasuke.

"Aku juga sensei." Ucap Sakura juga.

"Tidak ada yang tidak boleh menolak usulan ku ini. Bila kalian menolak, sensei akan menghukum kalian!" ancam Kakashi menatap tajam Naruto dan Sakura.

Naruto dan Sakura bungkam dan meneguk ludah mereka takut mendengar ancaman Kakashi. Sasuke menatap bosan kearah Kakashi. "Kenapa aku harus sekelompok dengan mereka berdua yang berisik?" gumam Sasuke pelan tapi Naruto masih bisa mendengar gumaman Sasuke.

Merasa tersinggung dengan gumaman Sasuke, Naruto mengepalkan tangan nya. dia menatap sebal kearah Sasuke. "Hey Sasuke, bisa tidak sih jaga omongan mu itu? blak-blakan banget." Ucap Naruto sebal kepada Sasuke.

"Apa urusan mu dengan ku?" ucap Sasuke menatap datar Naruto.

Naruto menggeram menahan amarahnya. Begitu juga Sakura yang tadi mendengar ucapan Naruto ikut sebal juga kepada Sasuke. "Sudahlah Naruto, dia memang begitu orang nya." ucap Sakura sembari menepuk-nepuk pundak Naruto.

"Aku tau kok." Ucap Naruto.

Pembelajaran Biologi pun dimulai. Setelah Kakashi menyampaikan pelajaran yang dibahas untuk hari ini, Kakashi menyuruh kepada masing-masing kelompok menyimpulkan pembelajaran untuk hari ini dan menyimpulkan kepada nya. Kakashi meninggalkan kelas. "Hey Naruto, kita simpulkan tugas ini sekarang saja yuk?" ucap Sakura.

Naruto membalikkan badan nya kearah Sakura dan tersenyum lebar kearah Sakura. "Oke." Ucap Naruto semangat.

Dan mulailah mereka berdiskusi untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang tadi Kakashi terang kan. Naruto menatap Sasuke yang tadi hanya membaca bukunya saja. "Heh Sasuke, bantu dong untuk menyimpulkan tugas ini. ini kan tugas kelompok" ucap Naruto.

Sasuke menatap Naruto datar dan langsung memberikan buku catatan nya pada Naruto. Naruto menerima catatan itu dan langsung melihat buku catatan itu. Naruto menatap takjub catatan Sasuke. "Sakura, Sasuke sudah menyimpulkan tugas yang tadi Kakashi-sensei suruh." Ucap Naruto.

Sakura langsung merebut buku catatan Sasuke dari tangan Naruto. Sakura meneliti buku catatan Sasuke dan dia menatap takjub buku itu. "Waw Sasuke, ini sudah pas. Jadi yang ini saja ya dikumpulkan nya?" ucap Sakura menatap Sasuke dengan tatapan memohon.

Sasuke menatap Sakura datar dan dia hanya menganggukkan kepalanya singkat. Sakura langsung memasang wajah bahagia begitu juga Naruto. "Gak nyesel juga ya kita sekelompok dengan Sasuke. hahaha" ucap Naruto sembari tertawa diikuti oleh Sakura.

Sasuke yang mendengar ucapan Naruto hanya menggeleng melihat teman sebangkunya itu. "Yuk kita kumpulkan ke Kakashi-sensei keruangan guru!" ucap Sakura sembari beranjak dari duduknya.

"Ayo! Sasuke mau ikut?" ajak Naruto.

Sasuke menggelengkan kepala. "Teman-teman ada yang sudah mengerjakan kesimpulan yang Kakashi-sensei suruh? Kalau sudah, sini kumpulkan kepada ku. sekalian aku mau memberikan tugas ku pada Kakashi-sensei." Ucap Naruto di depan kelas.

"Iya bentar lagi." Ucap salah satu salah satu murid dikelas itu.

Beberapa menit kemudian, banyak perwakilan dari kelompok memberikan tugas mereka kepada Naruto. Setelah itu Naruto dan Sakura berjalan keluar kelas dan berjalan menuju ruang guru. "Naruto, Sasuke itu baik juga ya." ucap Sakura.

"Iya. Dia menunjukkan sisi baiknya dengan sifatnya yang dingin mungkin ya." ucap Naruto.

Sakura tertawa pelan mendengar ucapan dari Naruto. "Bisa jadi. Haha."

"Itu harus dipertanyakan, Sakura." ucap Naruto dengan wajah so serius.

"Aa... sudahlah ayo-ayo percepat jalan nya menuju ruang guru." Ucap Sakura sembari mendorong tubuh Naruto.

Mereka pun melanjutkan perjalan mereka menuju ruang guru. Setelah menyimpan tugas kelas mereka di meja Kakashi, mereka pun kembali berjalan menuju kelas sembari mengobrol. Beberapa jam kemudian, bel sekolah berbunyi tanda pelajaran hari ini telah usai. Murid kelas X-3 memasang wajah senang karena pelajaran hari ini telah selesai. Guru yang tadi mengajar pun telah pergi dari kelas itu. Murid-murid X-3 mulai pergi meninggalkan kelas. "Naruto, pulang bareng?" tanya Sakura.

"Ayo." Ucap Naruto menganggukkan kepala nya dengan semangat.

Naruto memakai tas gendong nya lalu menatap teman sebangku nya yang sudah berdiri dari bangku nya siap untuk pulang. "Hey Sasuke, mau pulang bareng?" ajak Naruto kepada Sasuke.

Sasuke menatap Naruto sebentar, lalu mengalihkan pandangan nya kearah lain. "Tidak." Ucap Sasuke dingin.

"Hey Naruto, kau lupa ya. Sasuke itu pulang nya di jemput kan naik mobil seperti kemarin." Ucap Sakura.

"Oh iya ya. Sekali-kali ajak kita pulang bareng dong Sasuke." ucap Naruto sembari berjalan menghampiri Sasuke yang sudah berjalan keluar kelas.

"Gak mau."

Sakura berjalan di samping Naruto. Mereka bertiga berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Sepanjang perjalanan, banyak sekali yang menatap kagum kearah Sasuke. Sakura mendengar salah satu siswi disana berucap "Wah... itu kan Sasuke yang mendapatkan nilai tertinggi saat testing masuk ke sekolah ini? wah... ganteng sekali."

Sakura yang mendengar ucapan itu hanya menggeleng dan mencoba menahan tawa. 'Ganteng sih iya. Cuma sifat nya itu loh gak ganteng sama sekali.' Batin Sakura.

Kini mereka bertiga sudah di depan gerbang sekolah. Tapi, belum ada jemputan Sasuke. "Sas, kamu tuh kayanya anak kaya deh ya." ucap Naruto.

Sasuke merespon ucapan Naruto hanya mengangkat bahunya cuek. "Respon dong ucapan ku dengan ucapan mu. bukan dengan mengangkat bahu." Ucap Naruto sebal menatap Sasuke.

Sakura tertawa pelan melihat Naruto yang ingin di respon oleh Sasuke. Sementara Sasuke dia malah cuek kepada Naruto. "Sasuke, mau aku tunggu sampai jemputan mu datang?" tawar Sakura.

"Gak usah. Emang nya aku ini anak kecil apa" ucap Sasuke dengan sinis.

"Yey, biasa aja kali, gak usah sinis." Ucap Sakura menatap sebal kearah Sasuke.

"Kita tunggu si Sasuke saja dulu yuk, Sak. Kasihan nanti dia sendirian kalau kita pulang langsung." ucap Naruto.

"Ok."

Sasuke hanya memutar mata nya bosan menatap kedua teman sekelas nya itu. Setengah jam mereka berdiri di gerbang menunggu jemputan Sasuke namun masih belum juga ada. Naruto duduk di trotoar jalan, Sakura bersandar di gerbang sekolah, Sasuke berdiri di samping Naruto. "Jemputan mu kok belum datang juga, Sas?" tanya Naruto dengan nada lesu.

"Coba telpon supir mu. barang kali dia lupa." Usul Sakura.

Sasuke langsung mengambil handphone nya dari saku celana nya. Lalu menekan beberapa tombol dan menyimpan telpon nya di telinga kanan nya. Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka, seorang yang mengendarai mobil itu langsung turun dari mobil itu dan menghampiri Sasuke. dia langsung membungkukkan badan nya. "Saya minta maaf, Sasuke-sama. Saya tadi ada urusan sebentar." Ucap supir itu penuh penyesalan.

Sasuke menatap kesal kearah supir nya. 'Untung tadi ada Naruto sama Sakura nemenin buat nunggu si supir ini.' batin Sasuke.

"Hn. Cepat buka pintu mobil belakang. Ajak mereka berdua untuk naik mobil." Ucap Sasuke sembari membuka pintu depan mobil dan masuk ke dalam mobil duduk di kursi samping kursi kemudi.

Naruto yang sudah berdiri disamping Sakura langsung bengong mendengar ucapan dari Sasuke. Begitu juga Sakura yang tidak kalah bengong nya dengan Naruto. Supir itu membuka pintu belakang mobil itu "Ayo teman nya Sasuke-sama, silahkan." Ucap supir itu.

"Nar, apa maksud nya? aku gak ngerti." Bisik Sakura kepada Naruto.

"Aku juga, Sakura."

Kaca mobil depan itu terbuka dan terlihat Sasuke menatap kesal Naruto dan Sakura. "Cepat naik. Kalian mau aku antar kagak?" teriak Sasuke menatap tajam Sakura dan Naruto.

Naruto dan Sakura saling pandang lalu tatapan mereka beralih kepada Sasuke dan menganggukkan kepala. "Mau, Sasuke." ucap Mereka berbarengan.

Naruto dan Sakura duduk di belakang Sasuke. Supir menutup pintu itu dan langsung masuk dan duduk di kursi kemudi. Sasuke menatap teman nya yang duduk di belakang nya di spion mobil. "Rumah kalian dimana?" tanya Sasuke.

"Aku di jalan Kagebunshin no enam." Ucap Naruto.

"Aku di jalan Blossom no tujuh." Ucap Sakura.

"Kalau begitu, kita antar dulu nona." Ucap Supir itu.

Sakura menunjukkan letak dimana rumah nya berada. Beberapa menit kemudian, terlihat rumah Sakura. Supir itu memberhentikan mobil nya di samping rumah Sakura. "Nah Sasuke, ini rumah aku. mungkin rumah ku gak segede rumah kamu. Hehe. Terimakasih ya Sasuke atas tumpangan nya." ucap Sakura sembari menepuk-nepuk pundak Sasuke.

Sasuke hanya menganggukkan kepalanya. "Nar, aku duluan." Ucap Sakura.

"Iya."

Sakura turun dari mobil Sasuke. Sakura melambaikan tangan nya kearah mobil Sasuke yang sudah pergi meninggalkan kawasan rumah Sakura. 'Sasuke itu sebenarnya baik. Hanya saja dia gengsi melakukan kebaikan.' Batin Sakura sembari tersenyum geli.

Didalam mobil Sasuke, keadaan nya sangat canggung sekali. Naruto yang biasa berisik, menjadi diam. Sasuke yang memang sifat nya pendiam dan tidak banyak bicara hanya diam saja. Sedangkan supir, dia sedang konsentrasi mengendarai mobil. 'Kenapa suasana dimobil jadi canggung seperti ini? aku harus cari topik pembicaraan.' batin Naruto sembari menatap pemandangan di jendela mobil.

"Emm... Sasuke kamu lulusan JHS mana?" tanya Naruto.

"JHS Konoha satu." Ucap Sasuke datar.

"Wah? Itukan JHS elit. Aku lulusan JHS Konoha 4."

Sasuke hanya diam tidak merespon ucapan Naruto. Naruto menujukkan letak rumah nya berada dimana kepada supir. Akhirnya mereka telah sampai di depan rumah Naruto. "Sas, sangkyu udah nganterin aku. Jisan, makasih juga ya. lain kali kita pulang bareng nya jalan yuk, sas." Ucap Naruto sembari menepuk pundak Sasuke dan supir.

"Hn." Ucap Sasuke tidak jelas.

Naruto turun dari mobil Sasuke dan langsung masuk ke dalam rumah. Mobil Sasuke pun pergi meninggalkan kediaman Naruto.

.

Malam hari, tampak Sasuke terdiam duduk di kursi meja makan utama. Di depan nya terdapat banyak sekali hidangan makanan yang siap untuk di makan. Namun, Sasuke belum menyentuh makanan itu. Entah apa yang dia lamunkan. Supirnya sekaligus pelayan nya, Ebisu bingung menatap tuan muda nya yang tidak menyentuh makanan nya. "Sasuke-sama, kenapa anda tidak memakan makan malam anda?" tanya Ebisu.

Sasuke tersadar dari lamunan nya lalu menatap Ebisu yang berdiri disamping nya. "Hn." Ucap Sasuke tidak jelas sembari mengambil piring dan mengambil beberapa makanan ke piring nya.

Setelah itu, Sasuke mulai memakan makan malam nya. Ebisu menatap tuan muda nya yang sedang makan dengan tatapan ingin makan juga. Ebisu meneguk ludah nya. 'Seandainya Sasuke-sama memberikan sedikit makanan nya kepada ku.' batin Ebisu.

Sasuke merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ebisu yang sedari tadi berdiri disamping. Dia menatap tajam Ebisu. "Kamu ingin makan?" tanya Sasuke dingin.

Ebisu menggelengkan kepalanya takut mendengar suara Sasuke yang dingin. "Sana pergi, menggangu kenyamanan." Usir Sasuke kepada Ebisu.

Ebisu langsung menurut dengan ucapan Sasuke. Saat Ebisu akan keluar dari ruang meja makan itu, tiba-tiba Mikoto datang dan berucap "Ebisu, mau kemana? Ayo kita makan bareng disana, bareng Sasuke." ucap Mikoto.

Ebisu langsung terkejut mendengar ucapan nyonya nya itu. Sasuke melihat Mikoto hanya memutar bola matanya bosan dan melanjutkan makan malam nya. "Ayo. Kalau kau tidak menuruti perintah ku, kamu tidak boleh makan untuk malam ini." ucap Mikoto sembari duduk disamping kanan Sasuke.

Ebisu langsung menghampiri Mikoto dan berdiri disamping Mikoto. "Eh, masa makan nya sambil berdiri. Kamu duduk disana." ucap Mikoto sembari menunjuk kursi di sebrang nya.

Ebisu menuruti ucapan Mikoto. "Ambil nasi dan lauk pauk nya sesuka mu. Lagian ini makanan banyak banget, kalau di buang kan sayang. Mending juga dimakan." Ucap Mikoto sembari membawa makanan yang dia ingin kan.

"Sasuke-kun, bagaimana hari mu disekolah?" tanya Mikoto kepada Sasuke yang telah selesai makan.

Sasuke meminum minuman nya dan menatap datar Mikoto. "Kenapa jadi sering pulang kerumah? Ada angin darimana?"

"Emang nya kalau kaasan pulang kerumah gak boleh?" tanya balik Mikoto sembari memakan makan malam nya.

"Terserah lah"

"Oh ya Ebisu, apakah tadi Sasuke-kun sekolah?" tanya Mikoto.

"I-iya, Mikoto-sama. Tadi saat pulang juga Sasuke-sama mengajak teman laki-laki dan perempuan nya pulang bersama."

"Mengajak teman-teman pulang? Untunglah kamu punya teman di sana. Lain kali ajak teman mu ke rumah dan perkenalkan pada kaasan ya." ucap Mikoto sembari tersenyum kearah Sasuke yang sudah hampir menghabiskan makan malam nya.

Sasuke hanya diam tidak merespon ucapan Mikoto. Dia langsung menghabiskan makan malam nya dengan cepat dan langsung pergi meninggalkan ruang meja makan itu tanpa permisi. Mikoto hanya menggeleng-geleng kan kepalanya melihat tingkah laku putra bungsu nya.

.

Sudah seminggu Sakura, Naruto dan Sasuke belajar di sekolah baru nya. dan sekarang mereka sedang belajar biologi yang digurui oleh wali kelas mereka yaitu Hatake Kakashi. Kakashi di depan kelas menjelaskan materi pembelajaran biologi dengan serius dan kadang-kadang bercanda. Murid-murid kelas X-3 pun ada yang memperhatikan seperti Sakura, ada yang cuek pada Kakashi seperti Sasuke bahkan ada sampai yang hampir-hampiran tidur seperti Naruto. "Sekarang tugas kelompok, kalian harus mengisi kertas yang sensei kasih." Ucap Kakashi sembari memberi sebuah kertas kepada setiap kelompok yang sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.

Naruto dan Sasuke langsung menghadap ke bangku Sakura. Mereka bertiga menatap kertas itu. Di atas kertas itu tertulis Nama kelompok dan anggota kelompok. "Nama kelompok? Kelompok kita nama nya apa?" tanya Sakura.

"Kelompok tujuh mungkin." Ucap Naruto.

"Tanya sensei." Ucap Sasuke datar.

"Ada pertanyaan untuk tugas kelompok ini?" ucap Kakashi di depan kelas sembari memperhatikan kertas yang tadi dia bagikan kepada setiap kelompok.

Sakura langsung mengacungkan tangan kanan nya. Kakashi langsung mempersilahkan Sakura untuk bertanya. "Sensei, apa nama kelompok nya harus ditentukan sendiri atau seperti saat pembagian kelompok?"

"Itu ditentukan oleh kalian saja. Ada yang lain?"

Semua murid menggelengkan kepalanya. "Nah kalau tidak ada pertanyaan, sekarang kalian kerjakan tugas kelompok kalian sekarang. Kalau tidak ada yang mengerti, tanyakan pada sensei." Ucap Kakashi.

Semua pun langsung mulai mengerjakan tugas kelompok mereka. "Jadi nama kelompok kita apa?" tanya Sakura.

"Nanti saja dipikirkannya. Sekarang kerjakan saja dulu tugas yang dikasih." Ucap Sasuke.

Akhirnya Sakura menulis nama anggota kelompok dulu dan mereka bertiga mulai mengerjakan tugas itu. Tidak lama mereka mengerjakan tugas itu. Dan sekarang mereka sedang memikirkan nama kelompok mereka. "Aduh apa ya nama yang bagus untuk kelompok kita?" ucap Naruto sembari berpikir.

Begitu juga dengan Sakura. Dia sedang mencari ide untuk nama kelompok mereka. Sedangkan Sasuke dia malah cuek dan membaca buku biologi. "Ah bagaimana kalau team hebat?" usul Naruto.

Sakura langsung menatap Naruto begitu juga Sasuke langsung menatap Naruto. "Team hebat?" ucap Sakura dan Sasuke bersamaan.

"Iya."

"Nora." Ucap Sasuke sembari membaca buku biologi lagi.

"Sasuke tega." Ucap Naruto menatap sebal kearah Sasuke.

Sasuke hanya mengangkat bahu cuek. "Team ya?" ucap Sakura sembari mengangguk-anggukkan kepala.

"Ahaa ... bagaimana kalau adika?" usul Naruto.

"Apa lagi tuh?" tanya Sakura.

"Anak Didik Kakashi." Ucap Naruto sembari tersenyum bangga.

"Jelek." Ucap Sasuke datar dan masih membaca buku biologinya.

Naruto semakin menatap sebal kearah Sasuke. "Aku kan sudah memberi usul. Kenapa kalian selalu menolak nya? kalian malah belum memberi usul." Ucap Naruto sembari melipat tangan nya didadanya.

"Aku ingin kelompok kita ada nama team nya." ucap Sakura.

"Absen kalian no berapa?" tanya Sasuke.

Naruto dan Sakura langsung menatap Sasuke yang masih membaca buku biologi. Sasuke langsung menutup buku biologinya dan menatap datar Sakura dan Naruto. "Untuk apa no absen?" tanya Naruto.

Sakura menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Naruto. "Cepat jawab." Ucap Sasuke datar.

"Absen aku no tujuh." Ucap Sakura.

"Aku ke tujuh belas." Ucap Naruto.

"Dua tujuh." Ucap Sasuke.

Lalu mereka terdiam dan tiba-tiba Naruto dan Sakura langsung memasang wajah seolah mereka menemukan ide. Sasuke hanya memasang wajah datar. "Team tujuh." Teriak Sakura dan Naruto bersamaan. Sedangkan Sasuke juga menyebut itu cuma dia tidak berteriak.

"Kalian yang ada disana. mohon jangan berisik." Ucap Kakashi dari depan kelas.

Naruto dan Sakura langsung minta maaf. Sakura dan Naruto saling tatap dan mereka langsung high five. "Bagus sih. Tapi, tetap aja kita gak berubah nama kelompoknya. Sebelumnya kan kita disebut kelompok tujuh." Ucap Sakura.

"Yang berubah nya dari kelompok menjadi team. Tapi, bagus kok Sakura. Secara absen kita ada no tujuh dan sebelum nya juga kita itu kelompok tujuh kan?" ucap Naruto.

Sakura menganggukkan kepalanya. "Sasuke setuju tidak?" tanya Sakura kepada Sasuke.

Sasuke menatap Sakura dan dia menganggukkan kepalanya. "Setuju. Dari pada adika" ucap Sasuke datar.

Naruto menatap sebal kearah Sasuke. Sakura tertawa pelan melihat Naruto dan Sasuke. "Sudah diputuskan. Mulai hari ini kita adalah team tujuh di pelajaran biologi." Ucap Sakura sembari menulis team tujuh di kertas tugas kelompok nya.

"Yeee... kita adalah team 7." Ucap naruto dengan girang nya.

Tanpa Naruto dan Sakura sadari, Sasuke tersenyum tipis menatap mereka berdua. 'Team 7? Bukan nama yang buruk.' Batin Sasuke.

TBC

chapter 2 update, hoho ( ~^O^)~
gimana chapter dua nya? aneh ya? hehe maaf kalau aneh :)

seperti biasa saya minta saran, kritik dan komentar dari para reader

Thanks to Reviews : Shizuka Fuyuki chan